Title : Fallin' in love with my wife.
Author : Lee Eun San
Main Cast : Tan donghae x Kim hyukjae ( mian author ganti marga mereka karena tuntutan cerita) cast yang lain akan muncul seiring jalannya cerita
Genre : Comedy, Romance
Length : Chaptered
Genderswitch for uke
Chapter four…..
"oohh,, mudah saja. Aku ingin kau jadi yeojachinguku"
"MWO" serunya kaget
Dan…..
Cckkiiiiitttttt….
Karena merasa kaget mendengar ocehan donghae yang kelewatan hyukkie terlonjak kaget dan reflek mengerem mendadak
"YAK! APA KAU MAU MEMBUNUHKU? BELUM CUKUPKAH KAU MEMBUAT KEADAANKU JADI SEPERTI INI" bentak donghae geram
"salah sendiri kau mengatakan hal aneh seperti itu" sembur hyukkie geram
"HAHH,, GEU YEOJA JINJJA… YAISH…"
"makanya kalau ada orang bicara dengarkan dulu, jangan langsung memberi respon berlebihan seperti itu! Dasar yeoja aneh" dengusnya kesal
" habis permintaanmu itu tak wajar tau!" katanya tak kalah sebal
" hhaaiisshh,, sudah kau menepi saja dulu. Aku tak mau nyawaku terancam karena kau tak konsentrasi saat menyetir."
Setelah mendengar saran donghae, hyukkie menepikan mobilnya yang sudah masuk kawasan tol.
" katakan apa maksud perkataanmu tadi,donghae-ssi" kata hyukkie sesaat setelah mematikan mesin mobil.
" hhahh,, begini. Kau tahu kan belakangaan ini skandal cintaku selalu saja jadi headline di majalah," mulainya
"hhemm,, lalu? Apa hubunganya dengan permintaanmu tadi?" Tanya hyukkie bingung
" nah, aku sudah benar-benar bosan menghadapi semua wartawan yang terus mengarang-ngarang cerita tentang kedekatanku dengan banyak yeoja yang bahkan terkadang belum aku kenal. Makanya aku akan memintamu untuk berpura-pura jadi yeojachinguku agar mereka tak lagi menggosipkanku dengan banyak yeoja. Jujur itu membuat ommaku pusing karena banyak orang menganggap aku ini namja playboy padahal aku bahkan tak punya seorangpun." Paparnya panjang lebar
Hyukkie mendecih sebal mendengar apa kata namja itu
"hhiisshh kenapa harus aku, kan banyak tuh yeoja yang jadi partner skandalmu.. pacari saja salah satu dari mereka masalah selesai kenapa kau melibatkan aku dalam masalahmu?"
" aaiisshh,, masalah baru justru akan muncul lagi saat aku pacaran dengan mereka. Pihak management kami harus sepakat dulu baru kami bisa mempublikasikanya. Lagi pula mana ada yang mau Cuma jadi pacar pura-pura" jelasnya
"yah, tidak perlu pura-pura. Pacari saja mereka! Masalah selesai." Jawabnya enteng
"tak semudah itu nona, aasshh.. pokoknya kau harus mau" paksanya
"shirro! Aku tak mau ikutan terlibat dalam skandal cintamu." Ketusnya
"oowhh.. baiklah kalau itu yang kau mau. Setelah aku sampai seoul maka aku akan menuntutmu dan kupastikan kau akan masuk penjara karena ulahmu yang telah mencelakakan aku. Memangnya kau tidak tahu siapa aku heemm..? aku putra tunggal dari Tan Hangeng dan Tan Heechul pemilik banyak perusahaan yang sangat kaya dan berkuasa dan oh jangan lupakan aku juga seorang actor terkenal jadi urusan memenjarakanmu bukan perkara sulit buatku" ancamnya
Hyukkie Nampak berpikir keras setelah mendengar ancaman donghae. Dahinya berkerut tanda dia sedang memikirkan semua resiko yang kan ia dapat saat dia menerima atau menolak permintaan donghae.
"lalu, aku bagaimna? Kau kan tahu fansmu diluar sana sangat banyak kalau mereka menyerangku bagaimana?" katanya bersungaut-sungut.
"tenang saja masah itu biar aku yang urus, sekarang yang jadi soal kau setuju atau tidak. Kalau kau setuju, maka aku akan menghapus kesalahanmu yang telah mencelakakanku dan aku juga jamin kau aman selama masa pacaran kita.
"memangnya kenapa sih kau harus memilihku?" tanyanya
" mudah saja, karena kau bukan artis. Jadi aku tak perlu berurusan dengan banyak pihak kalau kau yang jadi pacar bohonganku. Dan satu lagi aku juga tidak mau ommaku yang bertindak untuk menghilangkan semua gossip itu dari headline majalah." Cerocosnya
"oowwhh,, memang apa yang akan ommamu lakukan sampai kau menolak begitu? Bukankah lebih enak begitu? jadi kau tak perlu repot-repot menyelesaikan masalahmu sendiri" katanya bingung
"hhahh,, mana mungkin aku mau kalau caranya itu dengan menikahkan aku dengan seseorang yang bahkan aku saja tidak tahu." Dengusnya sebal
"ppffftt,,,,, huaahhaaahahahah…. Kau….mau,,, diiia apa,,,hhhiuaauuauaaaa" mendengar nasib naas yang akan dialami donghae kalau tak berhasil menjalanka amanat ibunya membuat hyukkie tertawa geli
"YAK! SIAPA YANG MENYURUHMU TERTAWA!" bentaknya
"hahhhhahah,, mian,, mian,, habis ommmu kejam sekali masa kau disuruh menikah,,, hhahahhaaa" katanya kembali tertawa
"BERHENTI TERTAWA! KIM HYUKJAE! Bentak donghae kesal
"hhehhe,, peace,donghae-ssi. Oke, oke, aku bersedia jadi pacar bohonganmu. Tapi berapa lama kita harus begitu Tak mungkin selamanya kan? Aku tak mau kalau terlalu lama!"
"cciiihhh,,, memangnya aku mau lama-lama pacaran denganmu! Yah pokoknya,, sampai berita itu mulai menghilang.. setelah semuanya normal kau bisa bebas, yah paling lama tiga bulan lah,,, otthe? Kita deal?" kata donghae menirukan kata ommanya saat membuat penawaran dengannya dulu.
Setelah berpikir sejenak. Akhirnya hyukkie setuju dengan ide donghae.
"baiklah, kita deal!" serunya sambil menjabat tangan donghae agak keras sehingga sang empunya tangan sedikit merintih karena tanganya yang masih terluka
"YAK! KAU SENGAJA KAN!"
"hehehe,, mian aku lupa." Cengirnya lalu kembali menyalakan mobilnya dan tancap gas menuju seoul.
Skip time seoul
Setelah cukup lama berkendara akhirnya mereka sampai juga di seoul. Donghae minta hyukkie untuk langsung mengantarnya kerumah pribadinya ada di kawasan elit. Setibanya di rumah donghae, hyukkie dibuat takjub dengan segala kemewahan yang ada di dalam rumah bergaya mininamlis modern tersebut. Matanya seperti tak bisa berkedip melihat jejeran mobil mewah yang memenuhi garasinya. Pandanagnya lalu beralih pada sebuah taman indah yang ada di halaman depan.
"hei! Sudah hentikan acara kagummu pada rumahku! Cepat bantu aku ke dalam aku capek mau istirahat!" seru donghae membuyarkan acara –mari mengagumi rumah donghae- hyukkie.
"aah,, hehehe,, mian aku lupa." Kata hyukkie kemudian mengalungkan lengan kekar donghae ke pundaknya dan dengan perlahan mulai membantunya berjalan.
"oh, iya. Kenapa rumahmu sepi sekali donghae-ssi? Mana pelayanmu?" katanya bingung melihat suasana rumah donghae yang sepi bak tak berpenghuni namun heranya masih terlihat sangat rapi.
"owh,, mereka tinggal dibelakang tak jauh dari sini. Aku tidak suka melihat banyak orang berseliweran dirumahku. Mereka ada saat aku pergi dan saat aku pulang mereka sudah harus menyingkir" jelasnya
"owh, pantas sepi."
Kemudian hyukkie kembali memapah donghae masuk kerumah. Setelah berhasil mendudukan donghae di sebuah sofa besar di ruang tamu hyukkie mendesah lega
"aarhhhhh,,, capeknya. Ternyata kau berat juga donghae-ssi." Keluhnya.
"begitu saja capek, huh! Cepat ambilkan telpon itu aku ingin menelpon pengurus rumah"
Setelah mendengus sebal mendegar ejekan donghae hyukkie segera beranjak dari tempat duduknya untuk mengambil sebuah telepon rumah yang persis terletak di samping kirinya lalu menyerahkanya pada donghae.
"yoboseo, pak lee, aku sudah dirumah cepat kemari dan engh,,, tolong pangilkan dokter Park, cepat" kata donghae mengakhiri telpon singkatnya
"oh iya, karena kau jadi yeojaku mulai sekarang kau jangan lagi memangilkiu dengan embel-embel ssi di belakangnya karena akan sangat aneh sepasang kekasih saling memangil dengan bahasa formal seperti itu. Pangil aku oppa mulai sekarang, arraseo?"
"mwo,, oppa? Iisshh,,,…shiro!" katanya sebal
"oh,kalau begitu kau mau pagil aku chagi, baby,atau yeobo juga boleh…" godanya
"isshh,, shirroo! memanggilmu oppa saja sudah membuat perutku mual apa lagi yang lain,, hhueekkk" ejeknya
"yak! Dasar yeoja ini..!" jawab donghae kesal. Tapi kekesalannya terintrupsi oleh kedatangan seorang namja paruh baya dengan sebuah kaca mata tanpa frame yang menggantung di hidungnya mancungnya.
"astaga, apa yang terjadi tuan muda, kenapa anda bisa jadi seperti ini?" katanya panic
"ah, ini hanya luka kecil kau sudah menelpon dokter Park, pak Lee?" tanyanya
"ne, tuan muda sebentar lagi juga sampai. Sebaiknya anda istirahat dulu, tuan muda mari saya bantu"
"cepat bantu tuan muda," serunya pada beberapa lelaki tegap yang berdiri di belakangnya
"ahh,, baiklah aku juga merasa sedikit lelah" katanya lalu mengalunhgkan lenganya ke dua lelaki tegap yang berdiri di depannya.
"oh, iya ayo baby,, kau ikut denganku"
Bluusshhhh…
Mendengar donghae memanggilnya baby sontak membuat semburat pink muncul di kulit wajahnya yang seputih susu.
"enngghh,,ne.. ooppp,,,pa" katanya terbata. Lidahnya masih terasa aneh saat mengucapkan kata oppa untuk memanggil donghae.
Melihat reaksi aneh yang hyukkie buat saat memanggilnya membuat donghae tersenyum kecil.
Kedua namja itu membantu donghae memasuuki sebuah kamar tamu yang ada di lantai bawah kerena sangat tidak memungkinkan membawa donghae ke kamar pribadinya mengingat keadaanya sekarang.
Setelah tubuhnya di baringkan ke ranjang, hyukkie segera membantu donghae untuk melepaskan sepatunya agar tidak mengotori ranjangnya. Tindakan spontanya ini kontan membuat beberapa pelayan yang ada di sana tersenyum kecil.
"wwuuaahh,, nona ini, perhatian sekali dengan tuan muda" begitu batin seorang pelayan wanita yang berdiri palinh ujung dekat pintu.
"sudah, kalian semua bisa keluar, aku mau istirahat. Oh iya pak Lee, tolong hubungi Bong Gun hyung. Suruh dia segera kemari. Ada hal yang ingin aku sampaikan padanya." Perintahnya dengan gaya yang sok menurut hyukkie
"ne, algaisimnida, tuan muda." Katanya singkat lalu menggiring semua pelayan untuk keluar dan meninggalkan donghae dan hyukkie berdua.
"iishh,, kau ini sopanlah sedikit saat bicara dengan seseorang! Dasar!" dengusnya sebal.
"oh, iya, karena kau sudah sampai rumah aku sudah bisa pergi kan? Aku ada kuliah nanti sore?" imbuhnya
"ne, kau boleh pergi. Tapi sewaktu-waktu aku membutuhkanmu kau harus segera datang arraseo! Besok kita ada acara penting!" ingatnya
"ne, ne, arraseo! Ya sudah aku mau pulang aku lelah. Pay,pay donghae s.. eh op….pa. Hassiisshh.. lidahku masih terasa aneh memanggilmu denaga sebutan itu" keluhnya
"dasar berlebihan, aku saja santai memangilmu baby. Sudah kau harus biasakan lidahmu itu. kalau tidak bisa ketahuan nanti, dasar bodoh." Kesalnya.
"hhisihh,, ne,ne OPPA! Kau puas! Sudah aku pergi, pay,pay!" katanya lalu berlalu dari kamar donghae dan langsung berjalan keluar sambil mengerutu tak jelas namun ditengah jalan seseorang menghentikan langkahnya
"anda sudah akan pulang, nona?" katanya sopan
"ah, ne, ahjussi, saya masih ada kuliah sore nanti jadi saya harus pulang. Permisi" kata hyukkie sopan
"baiklah kalau begitu, mari saya antar keluar nona."
"ne terima kasih"
Setelah beberapa saat berjalan hyukkie sampai didepan mobilnya setelah membungkuk sopan dia masuk ke mobil dan langsung pergi meninggalkan rumah donghae.
Skip time hyukkie apartment
Setelah sampai di apartement, dia langsung masuk dan langsung mengarahkan kakinya ke kamar.
"eenngh….. capeknya! Aku lelah…." Sesaat setelah mengucapkannya hyukkie sudah terlelap dalam tidurnya. Cukup lama ia tertidur hingga sebuah bunyi telepon membangunkanya
"eengghh,,, ne,," jawabnya setengah sadar
"YAK! KIM HYUK JAE KAU DIMANA? APA KAU TAHU SEKARANG SUDAH JAM BERAPA,EOH?" sembur seseorang di sebarang sana dengan suara cempreng yang khas
"eenngghh,, Minnie-ya bisa tidak kau tak berteriak kupingku sakit tahu!" gerutunya sebal karena kegiatan tidurnya terganggu.
"HHAH… neo jinjja! Yak lihatlah jammu dan kau akan tahu kenapa aku menelponmu!" bentaknya lagi lalu dengan tak elitnya menutup telepon
"hhaaaiishh,,, yeoja ini benar-benar sudah tidak waras. Kenapa dia menelponku kalau cuma ingin menyuruhku melihat jam! Dasar!" tapi dia melakukanya juga setelah mengomel tak jelas. Saat dia menatap jam monyetnya ada perasaan mengganjal yang sampai sekarang belum ia mengerti
"eenngghh,, sepertinya ada yang aku lupakan, tapi apa yah…?" keluhnya bingung
Dia kembali menatap jam yang kini sudah menunjuk ke angka setengah empat.
"jam, setengah empat? Jam..,, emp….ASTAGA! PROFESOR JANG! MATI AKU!" hyukkie panic seketika setelah tersadar dari ecerobohanya. Dia langsung terbangun dan melesat kekampusnya.
Sepanjang jalan kekampus, dia terus berharap kali ini dia tidak terlambat lagi. Bisa habis dia kali ini kalau nenek sihir itu memergokinya tarlamabat untuk yang sesekian kalinya.
"kumohan tuhan butlah nenek sihir itu sedikit terlambat!" doanya kusyuk.
Perjalanan dari rumah ke kampusnya terasa sangat lama bagi hyukkie yang hatinya sedang diliputi rasa cemas. Akhirnya setelah terus berdoa memeohon pada tuhan, hyukkie sampai di kampusnya tepat lima menit sebelum kelas dimulai langsung saja ia berlari semampunya. Untung kali ini kaelasnya tak berapa jauh dari tempat parkir.
"hhahh,,, hahhha,,, hahahh,, untung saja hahhh,, hhahh…!" pekiknya lemas tapi lega
"kim hyukjae! Kenapa kau berdiri di depan pintu! Apa kau mau menghalangiku untuk masuk kelas, hhah!" betak seseorang di belakang hyukkie keras.
Hyukkie yang hapal benar dengan suara ini langsung menggeser tubuhnya minggir. Mempersilahkan dosennya yang terkenal galak itu untuk memasuki ruang kelasnya yang sudah dipenuhi mahasiswa.
"ani, songsaeng. Silahkan masuk" cengirnya lalu langsung ambil langkah seribu menuju bangku kosong dibelakang sahabatnya yang sudah terlihat melipat tangannya di depan dada dan menatap hyukkie bosan
"kau ini, bisa tidak sih, sehari saja tidak membuatku khawatir, sudah tahu ini kelas nenek sihir itu kenapa kau masih saja berulah, kim hyukjae!" semburnya pelan karena tak mau ketahuan sedang mengumpat ke arah dosennya
"hehhehehe" katanya sambil mengacungkan dua jarinya. hanya itu respon yang hyukkie berikan membuat Minnie makin sebal padanya
"hahha,, sudahlah, tak ada gunanya aku berdebat denganmu, monyet jelek." Dengusnya lalu kembali focus pada pelajaran jang songsaenim.
Dua jam hyukkie lalui bagai di neraka. Kelas dosenya yang satu ini memang sungguh sangat menyiksa, yah setidaknya menurut hyukkie karena dia memang kurang begitu mengerti dengan apa yang diajarkan oleh wanita galak itu, jadilah minnie yang sering mengulang kembali pelajaran demi membuat hyukkie paham apa maksud dari semua pelajaran yang dosen itu sampaikan. Setelah dengan penuh perjuangan tetap berkonsentrasi memperhatikan mata kuliahnya akhinya apa yang hyukkie harapkan muncul juga. Napak jang songsaeng sudah mengemasi barangnya dan bersiap untuk mengakhiri kelasnya
"baik, sampai disini dulu kelas kita sore ini, terima kasih." Lalu berlalu pergi dari kelas membuat hyukkie menghembuskan nafas lega
"hhuuaahh,,,,aaakkhiirrnya…."
"hhishh,, dasar kau, wajahmu itu sudah seperti orang yang baru mendapatkan lotre! Gembira sekali,, hahha dsar monyet!" ejek Minnie
"biar saja, habisnya aku bosan terus memandang wajahnya. Aku heran kenapa kau suka sekali pada pelajaranya sih Minnie, padahal menurutku tak ada asiknya?" Tanya hyukkie bingung
"hhah,, kau itu, mana ada coba kelas yang kau sukai selain kelas ekstra menari? Kau seharusnya mengambil jurusan seni saja kalu tahu begini. Sepertinya kau salah ambil jurusan hyukkie baby" kekehnya
Mendengar kata baby ingatanya kembali tertuju pada sosok donghae yang kemarin dia tabrak.
"dia sudah baikan belum yah?" batinnya
"yak, kenapa kau melamun hyukkie-ya. Sudah ayo cepat berkemas temani aku makan aku sudah lapar"
"oohh,, ne ayo makan aku juga lapar"
Kedua yeoja cantik itu kemudian mengemasi seluruh barang mereka dan langsung melesat menuju sebuah restaurant favorit mereka yang letaknya tak jauh dari kampus. Setelah memesan, mereka menunggu sebentar sambil ngobrol dan saling melemparkan candaan. Selang beberapa menit kemudia makanan mereka sampai
"hhuuahh,, sepertinya enak! Mari makan! Seru mereka berdua hampir bersamaan.
Mereka berdua Nampak saangat menikmati momen makan mereka dilihat dari mereka yang tak lagi bicara dan terus saja melahap makanan yang tersaji dengan lahapnya. Tiba-tiba bunyi ponsel hyukkie memecah kehikmatan suasana makan mereka. Hyukkie mengerutka dahinya karena ia tak mengenali nomor yang muncul di layar ponselnya. Dengan sedikit ragu dia mengangkatnya
"yoboseo?"
"besok pagi kau harus datang kerumahku karena aku akan mengadakan jumpa pers untuk kita." Kata sebuah suara yang terdengar sedikit asing di telinga hyukkie
"nde,, apa maksudnya? Nuguyeyo?"
"haiisshh,, dasar! baru saja tadi siang kau meninggalkanku, sekarang kau suah lupa padaku. Aku donghae, hyukkie baby…" godanya
"hhaaiisshh,, kau ini! Dari mana kau tahu nomor teleponku,eoh?" dengusnya
"itu masakh mudah untukku, sudah jangan banyak bicara lagi. Pokoknya besok pagi kau harus sudah sampai dirumahku. Aku akan mengadakan konfrensi pers mengenai hubungan kita, arraseo!"
"ahh,, ne, ne! besok kebetulan aku tak ada jadwal kuliah."
"baiklah, tidur yang nyenyak. Aku tak mau besok wajah kekasihku jelek dikamera, hhahhhaaahhaa… pay!"
"YAK!
Ppiipp. Sebelum hyukkie melontarkan amarahnya donghae sudah terlebih dulu menutup telponnya.
"nugu yeyeo, hyukkie-ya? Tanya Minnie penasaran
"ah, bukan siapa-siapa, sudah ayo kita makan dan cepat pulang aku masih sedikit lelah setelah dari mokpo."
"ne.." jawab Minnie singkat. Tak lama kemudia mereka berdua menyudahi acara mereka. Hyukkie sebenarnya ingin mengantarkan Minnie pulang karena mobil minnie sedang masuk bengkel. Namun Minnie menolak karena ia tahu hyukkie lelah dan memilih pulang dengan taxi.
"sudah sana pulang, hati-hati dijalan jangan ngebut." Pesan Minnie
"ne,ne, kau ini bawel sekali persis seperti nenek-nenek!" cibirnya
"terserahlah, pokoknya hati-hati, sudah ya hyukkie, pay,pay" katanya lalu menyuruh sopir untuk segera jalan.
Setelah melihat taxi Minnie berlalu hyukkie segera memasuki mobilnya lalu pulang. Sesampainya dirumah dia langsung menuju kamar mandi. Menghapus make upnya lalu bersiap untuk tidur.
Pagi ini cuaca seoul cerah sekali. Langit biru, awan putih sinar mentari yang hangat membentang indah menghiasi cakrawala. Hyuykkie yang merasa hari sudah berganti pagi mulai membuka bulatnya. Mengerjap-negerjapkanya pelan sambil sedikit mengkuceknya perlahan. ia tengok jam monyet yang sudah setia menemaninya hampir dua tahun ini. Kini jarum itu menunjuk angka 7
"hheenngghh,,, masih pagi rupanya… enengghhh…." Dia menarik badanya berusaha meregangkan otot-ototnya agar lebih mudah digerakkan. Setelah tersadar penuh dia langsung masuk ke kamar mandi.
Setelah dua puluh menit dia keluar dari kamar mandi dengan bathrobe putihnya. Dia langsung mengarah ke meja riasnya dan duduk manis didepanya. Dia poleskanya beberapa jenis make up ke wajah mulusnya untuk mempercantik wajahnya yang memang sudah sempurna dari awal. Puas dengan polesan wajahnya dia melanjutkan langkahnya ke lemari pakaian. Dipilihnya sebuah denim pants ketat berwarna baby blue dan sebuah blouse putih longgar tanpa lengan sebagai paduanya. Dia menambahkan sebuah belt berbahan besi-besi cantik untuk menghiasi pinggulnya yang ramping. Memilih sebuah tas jinjing keluaran Louis vutton berwarna hitam dan sebuah jam tangan cantik sebagai pelengkap. Segera setelah semua persiapanya dirasa lengkap hyukkie segera pergi kerumah donghae sebelum namja itu kembali mengomelinya.
Dua puluh menit waktu yang diperluikan hyukkie untuk sampai dirumah donghae. Di tengoknya Suasana rumah masih sepi berarti wartawan itu belum datang. Dia langsung disambut oleh pengurus Lee yang sepertinya sudah menunggunya.
"selamat pagi nona, tuan muda sudah menunggu anda. Mari saya antar" katanya sopan lalu mengantar hyukkie masuk menuju kamar yang kemarin donghae tempati.
Didalam hyukkie melihat donghae sedang duduk manis di ranjangnya sambil berbicara dengan seseorang yang hyukkie tidak kenal.
"maaf tuan muda, nona hyukjae sudah tiba." Kata pengurus Lee sopan
"owh, kau sudah datang. Cepat kemari kukenalkan kau pada bong gun hyung. Dia yang akan membantu kita.
"annyeonghaseo, Kim Hyukjae imnnida bagapseumnida" sapa hyukkie sopan sambil sedikit membungkukan badannya
"ah, Jang Bong Gun imnida," katanya sambil berdiri dan ikut membungkuk sama seperti yang hyukkie lakukan barusan.
" sudahlah, tak usah sekaku itu. Langsung saja pada rencana kita nanti."
"ne, oppa" jawab hyukkie pelan
" astaga cantik sekali wanita ini. Tubuhnya tinggi, kulitnya putih badannya ramping dan lihat bibirnnya yang semerah cerry itu. Kau sungguh sangat beruntung daonghae-ya!" serunya dalam hati.
"yak hyung! Berhenti menatap kekasihku seperti itu! Kau ini seperti tak pernah lihat yeoja saja." Bentak doanghae membuyarkan fantasi bong gun.
"hhisshh,, dasar siapa yang melamun, aku hanya sedang berfikir bagaimana nanti akau memulai jumpa persmu itu." Elaknya
"cciiss,, seperti aku tidak tahu saja! Sudah fokuslah ke masalah kita."
Hyukkie hanya diam tak mengerti melihat kedua namja ini terus bertengkar.
" baiklah, hyukjae-ssi sebaiknya kau dengarkan aku ya. Nanti selama acara kau sebisa mungkin tak usah mengeluarkan banyak statement, biar nanti ikan jelek ini saja yang membantumu dia sudah terbiasa menghadapi kamera. Kau tinggal mengimbanginya saja, arra?" paparnya pelan
"ne, bong gun-ssi."
"baiklah, karena sebentar lagi acara akan segera dimulai sebaiknya kau keruang rias untuk menyempurnakan penampilanmu, ok? Dan kau ikan cepat ganti pakaian mu dan bersiap kedepan mungkin mereka sudah ada yang datang.
"kau ini berisik sekali,, sudah lah aku tahu apa yang harus aku kerjakan"dengusnya kesal
"pintar! Ayo nona cantik ikut aku." Katanya lalu mengajak hyukkie keluar. Tapi kemudian hyukkie menghentikan langkahnya dan berbalik menatap donghae
"oppa, kau sudah makan? Lukanya sudah diobati belum? Obatnya sudah diminum kan?" katanya tanpa berhenti
"eeehh,, engh.. aku belum makan, aku saja baru bangun bebrapa menit yang lalu." Katanya gelagapan sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
"iisshh… tapi kau ini kan sudah aku bilang kau jangan bandel. Kau harus makan ikan jelek! Sebentar aku akan keluar menenmui pak lee dan minta seseorang mengantarkan sarapanmu. Dan aku tak menerima bantahan, arraseo!" tegas hyukkie.
"cciiiss ne,ne, arra! Kau ini bawelnya sudah seperti ommaku saja." Decih donghae sebal
"terserah! Yang penting kau harus segera makan."
Sebuah tanda perempatan seakan muncul di dahi bong gun. Dia sunguh tercengang dan tak percaya melihat donghae yang dengan ajaibnya menurut pada yeoja yang bahkan tak lebih besar darinya. Dia saja belum tentu mau didengar walaupun sudah mengoceh panjang lebar tapi kenapa donghae bisa jadi sepatuh ini padanya? Aneh?
"eh, mian bong gun-ssi, sepertinya aku dandannya ditunda dulu ne. ikan itu harus segara ditangani, heheh" cengirnya lebar.
"oh, baiklah,, lagipula tidak dandan ulangpun kau sudah cantik hyukjae-ssi. Mungkin kau hanya butuh sedikit tambahan dan menganti bajumu dengan sebuah gaun. Aahh, biar aku yang urus masalah gaunmu. Kau urus saja ikan amis dan bawel itu!" hahahahah
"YAK! AKU DENGAR ITU HYUNG!" teriak donghae di belakang mereka.
"hahhahaa,, ne,ne." lalu mereka berdua keluar kamar donghae. Hyukkie mencari pak Lee sedangkan bong gun keruang sebelah untuk menyipakan kostum dan melihat kesiapan acara.
Hyukkie masuk lagi ke kamar donghae dengan sebuah nampan berisi sarapan untuk donghae. Semangkuk bubur abalone hangat dan susu menjadi menunya kali ini.
"kenapa bubur lagi? Aku bosan! Aku mau makan nasi!" keluhnya
"yak! Mana boleh kau makan makanan yang kasar dulu, kau kan masih sakit tahu. Masih untung kau tudak disuruh menginap dirumah sakit!" sembur hyukki kesal
"memang karena siapa aku begini, eoh! Dasar!" balas donghae tak kalah kesal
Sebenarnya hyukkie ingin sekali melempar nampan ini ke mukka donghae yang terlihat sangat menyebalkan. Tapi sekali lagi ia harus terima ini semua terjadi karena kesalahanya jadi yang bisa ia lakukan hanya bersabar dan terus bersabar menghadapi sikap donghe yang kadang kurang ajar.
"ne,ne, aku yang salah. Sudahlah terimalah dulu yang sudah ada, ini kan juga demi kesembuhanmu oppa, kumohon" katanya dengan menunjukkan puppy eyes andalanya.
"hhiisshh,, baiklah aku makan. Cepat sebelum akau berubah pikiran" ternyata donghae tak tahan juga melihat tatapan memelas hyukkie
"ahh,, anak pintar!" serunya lalu dengan langkah riang menghampiri donghae dan langsung mulai menyuapinya. Awalnya donghae ogah-oghan makan tapi lama-lama ia rasakan buburnya enak juga.
"nah, bagius sekali. Ayo terus dimakan.. aaaa"
Bong gun yang mengintip dari balik pintu tersenyum kecil melihat tingkah donghae yang terlihat seperti seorang anak kecil
"hhahhaa sudah lama aku tidak melihatnya menurut seperti ini pada seseorag setelah dia pergi." Katanya pelan lalu menutup lagi pintu kamar dan kembali sibuk menyiapakan segala keperluan.
"nah, sekarang makanya sudah sekarang tinggal minum obat." Seru hyukkie senang sambil menyerahkan tiga buah pil untuk donghae. Seperti biasa dia langsung menenggak ketiganya sekaligus.
"apa lebamu masih nyeri, oppa?" tanyanya sambil menyingkirkan nampan bekas makan donghae keatas meja.
"sudah agak mendingan tak sesakit kemarin." Jawabnya
"oh, kalau begitu tak perlu di kompres lagi cukup diberi plester saja tapi sebelumya aku mau obati luka-lukamu dulu,ne"
Tanpa menunggu lagi hyukkie segera mengambil kotak obat yang kemari ia letakkan tak jauh dari ranjang. Langsung saja ia memulai mengobabati seluruh luka yang ada di tubuh donghae dan terakhir menempelkan plester ke pergelanga kakinya yang lebam.
Tok,tok,tok
"maaf aku menggangu kalian, tapi hyukjae-ssi kau harus segera dirias." Suara bong gun mengganggu moment mereka berdua.
"ah, baiklah aku juga sudah selesai dengannya. Aku tinggal dulu ne, oppa" katanya lalu meletakkan kaki donghae yang tadi berada dipangkuanya kembali keranjang.
"dan kau ikan amis, cepat ganti pakaian dan siap-siap akan ku panggilan pak lee untuk membantumu.
"cciiss,, arra! Kau bawel sekali!"
Other side
Hyukkie memasukki sebauh kamar disebelah kamar donghae. Disana dia melihat sudah ada dua orang yang menunggunya.
"mari nona, saya akan membantu anda berhias" katanya lalu menuntun hyukkie ke meja rias dan mulai merias hyukkie.
"oowwhh,,, anda cantik sekali nona, saya rasa sedikit polesan saja sudah cukup. Wajah anda sangat sempurna" pujinya
"ah,, gamsahamnida" mendengar pujian untuknya membuat hyukkie sedik tertunduk malu.
Setelah sedikit menebalkan bedak dan memoleskan tipis pemoles bibir hyukkie sudah tampak sempurna.
"baiklah, sekarang tinggal mengatur rambut anda." Seru seorang hair stylist yang berdiri di belakangnya.
"baiklah mari kita mulai" serunya lalu memulai merapikan rambut hyukkie. Stylist itu mengangkat rambut hyukkie tinggi sehingga mengekspos leher putih nan jenjang milik hyukkie. Di menjepit helaian rambut yang tidak terangkat dengan jepit warna senada dengan rambut blonde hyukkie agar lebih terlihat rapi. Dia meninggalkan sebuah poni untuk menambahkan kesan cute pada hyukkie.
"selesai, sekarang tinggal gaunnya" yeoja itu kemudian menggiring hyukkie ke arah samping yang sudah terdapat sederet penuh jenis pakaian dari berbagai brand ternama. Setelah menimbang-nimbang akhirnya sebuah tube dress warna kuning keemasan yang kontras dengan kulitnyalah yang jadi pilihan. Setelah berganti pakaian siaplah hyukkie secara utuh.
Donghae yang sudah siap mengawali langkah untuk menemui para wartawan yang sudah menunggunya di tempat yang sudah ia siapkan. Setelah menghembuskan nafasnya untuk menghilangkan sedikit kegugupanya dia mulai melangkah dibantu oleh dua orang namja kekar yang menjaga keseimbanganya agar tak jatuh terjungkal mengingat kondisi kakinya yang belum sembuh benar.
"apa hyukkie sudah siap?" Tanyanya pada bong gun
"ne, kau tenang saja. Semua sudah aku urus kau tinggal ikuti saja semua rencanaku, arraseo! Sudah ayo mereka sudah cukup lama menunggumu.
"ne, hyung."
Setelah berjalan dengan susah payah, akhirnya donghae sampai juga disebuah sudut rauangan rumahnya yang telah disulap seperti sebuah ballroom mini untuk sesi duduk dengan nyaman bong gun memulai jalannya acara.
"selamat pagi semuanya hari ini kami mengadakan jumpa pers untuk meluruskan segala berita yang akhir-akhir ini beredar di masyarakat mengenai tuan Tan Donghae. Untuk meluruskan segala hal yang tarjadi tuan Tan donghae akan memberikan statement dan sebuah pengumuman. Dimohon para wartawan sekalian dengarkan lebih dahulu penjelasan dari kami, baru nanti kami sediakan sesi Tanya jawab, apa semuanya jelas?" papar bong gun mengawali acara jumpa pers itu.
Semua wartawan tampak megangguk mengerti dengan semua penjelasan dari bong gun dan kini menunggu donghae memulai giliranya
"baik, pertama-tama apa kabar semuanya. Seperti yang telah diucapkan sebelumya oleh manager saya, hari ini saya akan memberika statement mengenai segala pemberitaan dan skandal yang belakangan ini marak terdengar di media mengenai saya dan nona Park Gyuri. Hari ini saya tekankan saya tidak ada hubungan apapun dengannya selain hubungan professional sebagai actor dan aktris yang bekerja sama dalam sebuah drama selebihnya kami hanya teman biasa. Dan yang kedua, untuk menghilangkan rasa penasaran dari banyak pihak mengenai wanita yang kini tengah dekat dengan saya, maka hari ini saya akan mengumumkan pada kalian semua bahwa saya memang telah memiliki pendamping."
Tampak sorot penasaran dimata semua wartawan yang hadir dalam acara siang itu. Mereka sungguh sangat dibuat penasaran mengenai tipe yeoja seperti apa yang berhasil menggaet seorang aris tampan dari keluarga milyuner itu.
Donghae menarik nafasnya sejenak sekedar untuk member jeda
"dan sekarang, dia sudah hadir di sisni, mari saya perkenalkan kekasih saya Kim Hyukjae." Serunya.
….TBC…
Thanks for keep suporting me.
Wish me luck with all my projet,ne…!
Sign
lee eun san
(EunhyukLegalWife)
