Disclaimer: Masashi Kishimoto
Warning: Yaoi, gaje, OOC, dan hal-hal lainnya.
Pairing: NaruxSasu, ItaxKyuu
Rating: M for Mature and Sexual content
.
.
Sex Scene: NaruSasu, NaruKyuu, ItaSasu, ItaKyuu (Gabungin langsung berempat #plak *dihajar massa* XD)... Dan nyempil sedikit FugaMina
Homophobia
.
.
(Part 4)
Hey, My Memories
Itachi menyeret Kyuubi menuju gudang dibelakang sekolah, anak buah Itachi juga ikut menarik Naruto dan Sasuke yang tertangkap. Mereka berusaha berontak tetapi tali tambang terlalu erat melilit tubuh mereka berdua.
"Akan kau apakan kami?!" Seru Naruto pada Itachi. Cowok dingin itu tidak menjawab hanya memutar kenop pintu gudang, membukanya dan melempar Kyuubi ke dalam sana. Cowok bermata kucing itu sedikit meringis kesakitan ketika terjatuh dilantai.
Naruto dan Sasuke di dorong masuk oleh beberapa anak buah Itachi. Cowok pirang itu menatap sekeliling. Gudang sekolah itu agak luas, beberapa meja dan kursi yang terbengkalai dan juga beberapa alat-alat olahraga yang tidak terpakai berhamburan disana. Sasuke sedikit mengernyit ketika bau masam dan debu gudang itu menguar menuju indera penciumannya.
Itachi duduk dengan angkuh di salah satu kursi yang masih terlihat baik. "Jadi..." Dia mulai membuka suaranya, "Darimana kita harus berdiskusi?" Tanyanya lagi. Matanya terus menatap Kyuubi yang terlihat kesakitan.
Naruto berusaha berontak, "APA MAUMU, ITACHI!" Teriaknya penuh dengan kemaraham.
Itachi hanya memperlihatkan raut wajah datarnya, "Tentu saja... Berdiskusi..." Jawabnya tenang. Naruto kembali menggeram kesal.
Sasuke berusaha bersikap setenang mungkin, "Apa yang 'ayah' inginkan darimu, Itachi?" Tanya nya. Itachi terdiam, kemudian menampilkan seringai kecil disudut bibirnya,
"Sudah jelaskan..." Itachi menjawab dengan tidak peduli, "Membuatmu dan bocah pirang itu tersiksa."
"Tapi bagaimana dengan Kyuubi?!" Sahut Naruto kesal, "Dia sama sekali tidak bersalah!"
Itachi kembali menampilkan wajah datarnya, "Itu..." Dia terlihat berpikir sebentar, "Pengecualian..." Sahutnya lagi ragu-ragu, dia tidak mau mengatakan kalau Kyuubi berada dalam 'Black List' ayahnya.
"Kau harus melepaskannya!" Seru Naruto lagi, Itachi terkekeh pelan lalu berjalan dengan angkuh ke arah Kyuubi.
"Tentu saja aku akan melepaskannya..." Itachi menyentuh kepala Kyuubi dengan kakinya, "Asalkan dia berjanji tidak akan ikut campur dalam masalah ini."
Kyuubi menatap cowok Uchiha itu dengan dingin, "Bagaimana kalau aku akan terus ikut campur?" Balasnya lagi.
Itachi terdiam lalu memijat pelipisnya yang sedikit berdenyut, "Jangan membuatku harus memikirkan 'cara lain' agar kau mengerti, Kyuubi..." Ucapnya pelan, kemudian dia berjongkok dan menarik rambut Kyuubi keras.
"Kau cukup mengatakan kalau kau tidak akan ikut campur, mengerti?" Desis Itachi tepat ditelinga cowok bermata kucing yang menatapnya nyalang.
Kyuubi mendengus, "Sudah kukatakan..." Bibirnya menyeringai, "Aku akan selalu ikut campur." Sahutnya tegas.
Itachi terdiam, dia bingung bagaimana meyakinkan 'pacar'nya ini kalau dia hanya tidak ingin Kyuubi lebih tersakiti lagi, apalagi sampai disiksa oleh Fugaku... Itachi lagi-lagi memijat pelipisnya yang berdenyut sakit... Kalau begini apa boleh buat, cowok dingin itu harus melaksanakan rencana B nya.
Itachi mengangkat tangannya, memerintahkan anak buahnya mengambil tali kemudian mengikat tangan Kyuubi kebelakang. Kyuubi berusaha berontak, tetapi sakit ditulang rusuknya membuatnya meringis seketika.
"Kau mau apa?" Kata Kyuubi yang tangannya sudah terikat. Itachi hanya diam kemudian membuka kancing kemejanya satu persatu, memperlihatkan dada bidang yang sanggup membuat Kyuubi meneguk air liurnya susah payah.
Itachi mendekat ke arah cowok bermata kucing itu, beberapa anak buahnya terlihat merona merah ketika 'bos' mereka menjilat kening dan pipi Kyuubi.
Naruto menggeram gusar, "Apa yang kau lakukan pada Kyuubi, Brengsek!"
Itachi melirik Naruto, "Hanya menjinakkan..." Kemudian menepuk kepala Kyuubi pelan, " ...'Rubah' ku saja." Lanjut Itachi tenang.
Kyuubi melotot tajam, dia mengerti arti 'menjinakkan' yang dimaksud Itachi. Cowok Uchiha itu sering 'menjinakkan' nya hingga membuat Kyuubi mabuk kepayang... Tapi tidak hari ini! Tidak didepan adiknya!...
"Jangan Bercanda, Itachi!" Seru Kyuubi lagi, berusaha menghindar dari cengkraman Itachi.
"Kenapa?" Tanya Itachi pura-pura polos, tetapi Kyuubi sama sekali tidak tertipu dengan wajah penuh seringai licik itu. "Apa kau tidak ingin memperlihatkan pada adikmu, bagaimana aku 'menjinakkan' mu, Kyuubi?"
Naruto mengkerutkan keningnya, bingung, "A...Apa maksudmu?"
Itachi menaikkan sudut bibirnya, tersenyum kecil, "Kau akan mengerti setelah melihat kami." Kemudian Itachi menyuruh salah seorang anak buahnya merekam dirinya dan Kyuubi dengan kamera pengintai milik Fugaku.
Cowok bermata kucing itu sedikit kaget, "K..Kau... Apa yang kau lakukan! Kalau kau merekam 'adegan kita' maka kau akan disiksa oleh ayahmu juga, bodoh!" Kata Kyuubi.
Itachi mencium bibir Kyuubi, "Memang itu rencana 'B' ku..." Lanjutnya, "Aku tidak ingin menyiksamu lebih dari ini... dan kalau perlu, aku akan terus mengikutimu hingga ke 'neraka'..." Kemudian Itachi menjilat telinga Kyuubi, membuat cowok itu sedikit tersentak kaget.
"Hnnh! Itachi-Ahhk!" Erang Kyuubi berusaha menjauh dari tubuh Itachi.
Naruto terdiam melihat kakaknya mendesah erotis begitu, tanpa sadar wajah cowok pirang itu memerah. "K...Kyuu-bi..." Panggil Naruto terbata-bata. Kakaknya itu terlihat telentang dilantai dengan tubuh Itachi yang mendominasi pergerakkannya.
Kyuubi membuka mulut ketika Itachi berusaha menjilat lidahnya, "Hnn-Itachi-Hngghh-" Lenguh Kyuubi tanpa menyadari bahwa Naruto menatapnya dengan wajah yang sudah memerah sempurna.
Sasuke merapat ke arah Naruto, dia menenggelamkan kepalanya ke dada cowok itu. Naruto dapat melihat kalau milik Sasuke mulai 'berdiri' melihat adegan 'panas' didepan mereka.
Itachi melepaskan ciumannya di bibir Kyuubi, kemudian berbalik menatap Naruto, "Kau suka melihat kakakmu seperti ini?" Godanya sambil menyeringai licik. Naruto menggeram dengan wajah merah. Entah karena marah atau tubuhnya terasa 'panas' melihat wajah erotis Kyuubi.
Itachi mengangkat tangannya, menyuruh anak buahnya menyeret Naruto ke arahnya. Sasuke kaget terlebih lagi ketika melihat Itachi menyentuh tubuh Naruto.
"Ma... Mau kau apakan Naruto?!" Seru Sasuke yang menatap benci ke arah kakaknya itu. Itachi hanya menyeringai dingin.
"Kau bisa melihatnya kalau kau mau." Jelas Itachi sambil membuka retsleting Naruto dan mengeluarkan batang kemaluan Naruto yang mengeras.
"Hgghh!" Naruto berusaha menahan erangannya ketika Itachi memijat-mijat miliknya. Cairan pre-cum Naruto menetes di tangan Itachi. Cowok dingin itu menjilat cairan milik Naruto kemudian melirik Sasuke dengan seringai puas... Sasuke menggeram kesal.
Beberapa anak buah Itachi berusaha menahan 'nafsu' mereka karena melihat adegan 'dewasa' itu. Beberapa diantaranya ada yang memegang celana dan yang lain berusaha mengalihkan pandangannya ketika melihat 'milik' Itachi yang sudah berdiri dengan gagahnya.
"Hentikan, Bodoh! Aku tidak suka disentuh olehmu! Aku merinding!" Seru Naruto sambil menampilkan delikan marah. Itachi hanya menyeringai kemudian menyeret Naruto untuk mendekat ke arah Kyuubi.
Batang kemaluan Naruto dipijat tepat diatas wajah Kyuubi, membuat cowok berambut merah itu menatap gusar ke arah Itachi. Naruto juga terlihat tidak bisa berontak, tangannya diikat ke belakang dengan kencang, membuatnya sulit bergerak dan hampir hilang keseimbangan ketika Itachi memainkan jarinya di ujung kejantanan Naruto... Cowok pirang itu menggigit bibirnya, berusaha meredam desah nikmatnya. Jangan bodoh Naruto! Seharusnya kau merinding! Bukan malah keenakan begini! Jerit hati Naruto.
"Buka mulutmu, Kyuubi." Ucap Itachi sambil memasukkan jarinya kemulut cowok bermata kucing itu, membuat benang saliva nya menetes disekitar bibir. Naruto meneguk air liurnya ketika melihat wajah erotis kakaknya itu... Itachi tersenyum.
"Baiklah Tuan Homophobia, mungkin kau tidak suka sentuhanku, tapi bagaimana kalau sentuhan kakakmu ini?" Tanya Itachi lagi. Naruto hampir melotot kaget.
Itachi menarik batang kemaluan Naruto kemudian menyentuhkannya pelan menuju mulut Kyuubi. Cowok berambut merah itu berusaha menutup mulutnya erat, membuat cairan pre-cum Naruto menetes di sekitar mulutnya.
Itachi berdecak kesal, "Cepat buka..!" Perintahnya tidak sabaran sambil mencengkram kejantanan Kyuubi. cowok bermata kucing itu tersedak kaget.
"Agghh!..Ngghh! Hmmphh!" Jeritnya sakit tetapi langsung terhenti ketika benda keras milik Naruto sudah meluncur masuk ke mulutnya.
Itachi mendorong kepala Kyuubi untuk bergerak maju-mundur sambil mengulum penis Naruto. Cowok pirang itu terlihat tersiksa sekali, "Hen-Hhh-Hentikan, Kyuubi bodoh!" Serunya putus asa, karena kini rasa nikmat mulai menjalari batang kemaluannya.
Sasuke kaget, "Na-Naruto!" Serunya berusaha berlari menuju Naruto, sebelum cowok pirang itu hilang kesadaran karena kenikmatan mulut Kyuubi... Itachi menoleh ke arah Sasuke lalu menarik lengan cowok itu tiba-tiba.
"Lepaskan!" Seru Sasuke tidak suka. Itachi mendorong dan menahan Sasuke dilantai... Kakaknya itu berbisik pelan ditelinga Sasuke.
"Kau ingin balas dendam pada ayah'kan? Kalau begitu ikuti permainanku..." Bisik Itachi dingin sambil menunjuk ke arah kamera pengintai yang dipegang salah satu anak buahnya. Suruhan Itachi itu terlihat sibuk menahan dirinya agar 'benda' didalam miliknya tidak berdiri... Dan itu sulit.
Sasuke memejamkan mata erat, tidak suka. Tapi ini satu-satunya jalan 'pemberontakan' yang dilakukan Itachi, jadi Sasuke hanya mengangguk pelan, sangat pelan hingga Itachi hampir tidak melihat pergerakan kepala adiknya itu.
"Bagus..." Jawab Itachi kemudian mendekatkan miliknya ke arah mulut Sasuke, "Jilat..." Sambungnya.
Sasuke terlihat tidak suka, matanya beralih ke arah Naruto... Cowok pirang itu terlihat menahan desahannya ketika Kyuubi mengulum batang kemaluannya.
Naruto membuka mulutnya untuk bernapas, beberapa tetes liur mengalir menuju sela bibirnya lalu menetes di wajah manis Kyuubi, Naruto mendesah, "Ahhh-Nii-chan-Ahhh.. Enak-Hahhh...Kyuubi-niichan-Ahhhh..." Erangnya lagi.
Kyuubi melirik Naruto, hanya saat tertentu saja Naruto mau memanggilnya 'Nii-chan' seperti saat minta bantuan kakaknya itu atau ingin melakukan hal usil lainnya tapi sekarang, Naruto memanggilnya tanpa sebab... Kyuubi menebak, 'Otak normal' Naruto sudah hilang kesadaran karena jilatan lidahnya.
"Phuaahhh...Kau suka-Hhh?" Tanya Kyuubi sambil melepaskan kulumannya, Naruto berusaha bernapas pendek-pendek.
"Suka-Hahhh-Nii-chan...Hghhh!" Belum sempat Naruto bicara, Kyuubi sudah menjilat batang kejantanan Naruto lagi... Besar dan hangat... Berdenyut-denyut didalam mulutnya.
Sasuke menggigit bibir bawahnya melihat Naruto hilang 'akal' seperti itu. Cowok raven itu berbalik menatap Itachi kemudian membuka mulutnya, "Ayo...Lakukan..." Katanya lagi. Itachi hanya mengelus rambut Sasuke pelan kemudian mengecup bibirnya lembut.
"Pintar..." Kata Itachi sambil memainkan jarinya dimulut Sasuke, membukanya pelan lalu memasukkan kejantanannya ke mulut cowok raven itu.
"Hnngghhh-Hmphhh..." Sasuke memaju-mundurkan kepalanya dengan irama konstan. Sesekali dijilat atau dihisapnya ujung milik kakanya itu. Itachi berusaha bersikap setenang mungkin, tetapi sulit ketika harus menahan getar nikmat dari jilatan Sasuke.
Dengan pelan Itachi melepaskan ikatan tali dari tubuh adiknya itu, membuat Sasuke bebas meremas dan mengocok batang kemaluan Itachi dengan tangannya. "Hnnhhh-Itachi-Hmmphh! Nghhh!" Panggil Sasuke disela jilatannya. Yang dipanggil hanya berusaha menormalkan deru napasnya.
Kyuubi melirik Naruto lagi, kemudian melepaskan ikatan tali dari tangan cowok pirang itu ketika melihat Naruto tersiksa karena sulit bergerak bebas... Sekarang tangan Naruto sudah bisa digerakkan kembali, dengan cepat tangannya bergerak ke kepala Kyuubi. Mengelusnya dan menyisirnya, sesekali ditahannya ketika Naruto berusaha memasukkan batang kemaluannya lebih dalam ke kerongkongan Kyuubi... Cowok berambut merah itu tersedak.
"Hahhh-Hhh..." Naruto terus menyodok mulut Kyuubi, kemudian terhenti ketika dilihatnya Sasuke sedikit kewalahan menanggapi sikap kasar Itachi yang berusaha memasukkan seluruh batang kejantanannya ke dalam mulut kecil cowok raven itu.
Naruto bangkit lalu bergerak pelan ke arah Itachi, meninggalkan Kyuubi yang bingung. Tangan Naruto menarik Sasuke dari tindihan Itachi, matanya galak.
"Jangan Sentuh Sasuke!" Seru Naruto marah. Itachi mengangkat kedua tangannya berpura-pura menyerah.
"Wah... Kau egois sekali..." Ucap Itachi lagi, Naruto tidak membalas hanya mendelik tajam ke arah cowok dingin itu.
"Baiklah... Aku serahkan Sasuke padamu..." Kata Itachi yang berjalan ke arah Kyuubi. "Kangen padaku?" Tanya Itachi pada 'rubah' kesayangannya itu. Kyuubi hanya menatapnya dengan pandangan 'memohon' dan Itachi tahu Kyuubi meminta 'diri'nya.
Dengan tenang Itachi menyodorkan miliknya kemulut Kyuubi. Cowok bermata kucing itu segera melahapnya dalam satu kuluman, Itachi sedikit tersentak nikmat.
"Hghhh! Kyuu-chan...Nghhh-Ahhh!" Itachi mendesah hebat, memang hanya lidah Kyuubi yang bisa membuatnya melayang seperti ini. Taring kecil Kyuubi menggigit lembut daging keras itu, membuat Itachi menahan denyut 'senang' dari kejantanannya.
"Hnghh! Itachi-Hmmph! Enak-Nghhh!" Lenguh Kyuubi, cowok itu pintar sekali memainkan lidah dan gigi taringnya, membuat Itachi harus bersusah payah menahan agar tidak cepat 'keluar'.
Naruto memandang Itachi dan Kyuubi kemudian melirik Sasuke, "K..Kau juga mau?" Tanya nya agak bingung, setiap kali bersama Sasuke jantungnya pasti berdegup tidak karuan. Sasuke hanya mengangguk pelan dengan rona merah lalu menyentuh dan mengocok pelan penis Naruto.
Cowok pirang itu bergetar lebih nikmat, dia menyukai sentuhan Sasuke dari pada sentuhan kakaknya, mengingat hal itu membuat Naruto merinding, bagaimana dia bisa kehilangan 'pikiran normalnya' dan menggagahi Kyuubi seperti itu.
Sasuke menatap Naruto bingung, "Kau tidak suka?" Tanya nya pelan. Cowok pirang itu cepat-cepat menggeleng.
"Aku suka! Hanya saja... Aku ingat sesuatu yang mengerikan..." Kata Naruto pelan berusaha menyingkirkan pikirannya tentang Kyuubi. Sasuke tersenyum kemudian membuka mulutnya, memakan habis batang kemaluan Naruto.
Cowok pirang itu tersedak kaget, "Hgggh! Sasuke-Ahhh-Good-Hnnh!" Erangnya sambil menyentuh kepala Sasuke.
"Hnnhh-Nghhh-hmphh.." Sasuke menutup matanya, berusaha merasakan nikmat cairan pre-cum Naruto yang licin. Dengan susah payah, Naruto berusaha menoleh ke arah Itachi dan kakaknya itu.
Itachi menyodok lubang Kyuubi, membuat 'rubah' manis itu mengerang hebat. Naruto meneguk liurnya. Sasuke yang melihat arah pandangan Naruto hanya terdiam lau tersenyum jahil.
Sasuke mendorong Naruto jatuh ke lantai, kemudian beranjak ke atas tubuh cowok pirang itu. Naruto panik, "Sa-Sasuke!" Panggilnya ketika melihat Sasuke mulai berjongkok diatasnya, memposisikan lubang analnya ke penis Naruto.
"Hnnghhh!-Aahh!" Sasuke mengerang ketika penis Naruto masuk ke lubang pantatnya... Panas, perih dan nikmat... Naruto menyentuh pinggang Sasuke, menyodok lubang anal cowok itu pelan. Dari bawah, Naruto dapat melihat penis Sasuke yang bergoyang ketika cowok raven itu menggerakkan pantatnya ke atas dan ke bawah dengan cepat... Erotis, begitulah pikiran Naruto ketika melihat tubuh Sasuke.
Itachi hanya menyeringai ketika melihat adegan panas Naruto dengan adiknya itu, kemudian dengan perlahan dia membawa Kyuubi mendekati Sasuke. Naruto sedikit kaget.
"Apa?" Tanya Naruto bingung ketika Itachi menarik tangannya.
"Sediki bermain dengan 'Uke' kita." Jawab Itachi yang langsung menyuruh Kyuubi mengocok batang kemaluan Sasuke, dan juga menyuruh Sasuke untuk menarik-narik penis Kyuubi. Mereka mendesah barengan dengan beberapa benang saliva yang menetes disekitar leher.
Naruto meneguk air liur susah payah sedangkan Itachi menyeringai senang.
Dengan perlahan, Naruto menciumi bibir Sasuke, membuat cowok raven itu mabuk kepayang.
Itachi bergerak ke arah belakang Kyuubi, menyuruh 'rubah kesayangan' nya itu menahan tubuhnya dengan kedua lutut dan tangan yang mencengkram lantai. Iachi mulai menyodok lubang anal Kyuubi. Membuat cowok berambut merah itu tersentak seketika.
"Ahh-Ahh-Itachi-Ohh..." Erang Kyuubi lagi... Naruto yang mencium Sasuke beralih mencium bibir kakaknya itu agar berhenti mendesah. "Hmphh-Hnnhh..."
Sasuke memeluk tubuh Kyuubi kemudian memposisikan pantatnya didepan Naruto.
"Gagahi aku, Naruto..." Pinta Sasuke manja. Pilihan kata yang buruk, Teme... Karena libido Naruto langsung naik seketika, membuat batang kemaluan cowok pirang itu berdenyut-denyut senang.
Naruto menyentuh pinggang Sasuke kemudian menyodoknya kasar, Sasuke mengerang kesakitan. "Ahh-Naruto-Ahhh! Yes-Nhhh..."
Sasuke dan Kyuubi berpelukan sambil meracau dengan kata-kata yang membuat para 'seme' semakin bernafsu. Sesekali Kyuubi menjilat air liur Sasuke di leher putih cowok itu.
"Ahh-Sasuke-Ahhh! Ahhk!" Racau Naruto yang menaruh seluruh otak di penis miliknya, menanggalkan akal normalnya... Cowok itu terlalu nikmat untuk memikirkan hal lain, apalagi homophobianya... Bullshit Homophobia! Yang penting dia merasa nikmat!
Itachi mulai mengejang, "Kyu-Ahhh! Aku- Ahhh-Keluar-Aahhkk!" Kyuubi yang disodoknya terbelalak nikmat, tubuh cowok itu bergetar.
Sasuke mengerang makin keras, "Ahhk!Yes-Naruto-Ohh! Aku mau-Ahhk! Keluar-Ahhhk!"
Naruto menghempas-hempaskan pinggulnya ke lubang Sasuke semakin kencang, "Aku juga-Ahhkk! Ahhkk-Sasu-Agghhh!" Naruto menyemprotkan spermanya ke dalam lubang Sasuke, cowok raven itu tersedak kaget kemudian mengejang hebat setelah itu ambruk dilantai. Naruto terengah-engah diatas Sasuke.
Itachi juga keluar, cairan putihnya terlihat mengalir pelan dari lubang anal Kyuubi, sedangkan cowok berambut merah itu berusaha bernapas terengah-engah dilantai, berdampingan dengan Sasuke yang juga ambruk dilantai dengan degup jantung yang kencang.
Itachi terlihat puas, kemudian matanya beralih menatap seluruh anak buahnya yang pingsan bersimbah darah dengan wajah merona merah... Itachi berdecak kesal, "Dasar anak buah amatiran."
.
.
.
_Kediaman Uchiha, 08.00 malam_
Fugaku mengepalkan tangannya erat, dia berusaha menahan raungan marahnya ketika menatap layar monitor yang menayangkan 'adegan panas' Sasuke dan Itachi bersetubuh dengan dua orang cowok berambut merah dan pirang.
Mata Fugaku memerah karena murka, baru kali ini dia merasakan amarahnya yang membuatnya ingin mengoyak-ngoyak kedua anaknya itu. Terlebih lagi Itachi yang berpaling mengkhianatinya.
"Anak kurang ajar!" Desis Fugaku sambil menggebrak meja, sedangkan dibelakang pria itu berdiri Mikoto yang ketakutan.
"Ma... Makan malamnya sudah siap." Kata wanita itu takut-takut apalagi begitu melihat delikan tajam dan dingin dari suaminya.
"APA MENURUTMU AKU SEDANG KELAPARAN, HAH?!" Teriak Fugaku marah. Mikoto kaget lalu mundur perlahan, wajah wanita itu pucat.
Sekali lagi Fugaku menggebrak meja dengan suara -BRAK!- yang keras. Beberapa kamera pengintai hancur berjatuhan dilantai. Mata Fugaku nyalang menatap surat dari Itachi yang dikirim didalam kotak beserta hasil 'rekaman' memuakkan itu.
Disurat itu tertulis 'Untuk ayahku tercinta, aku kirim video yang pasti akan membuatmu senang. Judulnya 'waktu istirahat yang menyenangkan', Dari: Calon menantumu, Naruto dan Kyuubi' yang diakhiri dengan tanda 'Love' disana-sini. Itachi mengirimkan surat dan hasil rekaman 'panas' itu agar membuatnya naik darah. Dan itu hampir berhasil karena pesan singkat itu makin membuat Fugaku ingin sekali menyewa pembunuh bayaran untuk memutilasi kedua anak 'laknat'nya itu.
Fugaku menyeret langkahnya menuju telepon rumah, mendekatkan ke telinganya, kemudian menekan tombol telepon lalu menunggu jawaban dari seberang sana. Setelah tiga detik baru ada sahutan. Tetapi sebelum suara dari seberang telepon menyapa, Fugaku sudah terlebih dahulu memperkenalkan diri, "Kau pasti masih ingat aku'kan, Pak Kepala Sekolah?" Tanya Fugaku dengan nada mengintimidasi.
Orang yang berada diseberang sana terdiam membeku, Fugaku kembali bicara. "Aku ingin kau mengusir Naruto dan Kyuubi dari sekolah Konoha Gakuen... Dan aku ingin kau membuat mereka tidak diterima disekolah manapun." Kata Fugaku mengakhiri perkataannya.
Tidak ada tanggapan dari seberang telepon, sepertinya 'pak kepala sekolah' tadi berusaha berpikir sejenak. Fugaku terlihat kesal, "Kau pasti akan menuruti permintaan dari donatur terbesar mu ini 'kan? Soalnya aku tidak menerima penolakan."
Kemudian terdengar sahutan gugup dari seberang telepon, "Ba...baik... Tentu saja, Tuan Uchiha."
Fugaku menyeringai, "Terima kasih atas kerjasamanya." Setelah itu dia menutup teleponnya dengan cepat.
Fugaku bersender lemas di tembok, kepalanya agak pusing, pikirannya beralih pada kejadian 25 tahun yang lalu... Saat dirinya masih bersekolah di SMA Konoha Gakuen.
.
.
_FlashBack_
Siapa yang tidak mengenal keluarga Uchiha? Keluarga pemilik perusahaan elektronik terbesar di Jepang. Semua orang bahkan harus menunduk dalam-dalam ketika bertemu dengan mereka. Dan itu membuat Fugaku sang anak tunggal, pewaris perusahaan menjadi sangat angkuh dan sombong.
.
Pagi itu, Fugaku sibuk menyendiri di kantin sekolah. Matanya menatap tajam nampan yang berisi makanannya. Hanya roti, semangkuk bubur encer-yang bagi Fugaku terlihat seperti lumpur dan sekotak jus jeruk... Fugaku mengernyitkan keningnya jijik ketika melihat makanan yang tidak pantas disebut 'makanan' itu.
Fugaku mengangkat nampannya kemudian beranjak menuju koki kantin yang berada dibalik counter makanan.
"Aku ingin makanan mewah, bukan 'sampah' seperti ini." Ucap Fugaku dingin sambil membalikkan seluruh nampan dan semua isinya ke lantai. Membuat seluruh mata memandang ke arah pemuda Uchiha itu. Koki kantin hanya melotot tidak suka, dan buruknya-Fugaku juga tidak suka dipelototi begitu, alhasil pemuda dingin itu membalikkan seluruh makanan yang berada di counter dengan sekali kibasan lengannya.
Fugaku menyeringai senang ketika melihat koki wanita itu menatap terbelalak kaget seluruh makanan yang tumpah dilantai. Hingga...
-Brashh- Tubuh Fugaku diguyur dengan semangkuk bubur encer oleh seorang pemuda pirang yang lebih pendek darinya. Fugaku terdiam kaget, sedangkan pemuda itu menyeringai lucu.
"Ah..." Katanya pura-pura kaget, "Tanganku licin, maaf..." Sambungnya lagi, padahal jelas-jelas dia masih memegang mangkuk itu diatas kepala Fugaku.
"Apa-apaan kau, Brengsek!" Seru Fugaku marah, cowok pirang yang lebih pendek darinya itu hanya cemberut.
"Tanganku licin, tahu..." Jawabnya dengan wajah sok imut. Fugaku ingin sekali menghajarnya tetapi terhenti begitu mendengar suara bel istrirahat yang berakhir. Fugaku mendengus kesal lalu memilih berjalan menuju toilet sebelum masuk ke dalam kelas.
.
Itu baru kesialan pertama, masih ada kesialan selanjutnya yang makin membuat Fugaku kesal, yaitu dia selalu diikuti dan dibuntuti oleh cowok berambut pirang yang mengaku bernama Namikaze Minato itu.
"Berhenti mengikuti, Bodoh!" Teriak Fugaku ketika marahnya sudah memucak. Bagaimana tidak marah kalau cowok pirang itu juga mengikutinya hingga masuk ke toilet? Memangnya tidak cukup apa mengikutinya seharian ini? Anak ini benar-benar gila! Jerit Fugaku dalam hati.
Minato menampilkan senyumannya, "Aku akan selalu mengawasimu, jadi kau tidak akan melakukan perbuatan jahat lagi." Jawabnya sambil memperagakan gerakan pahlawan-pahlawan bertopeng di tivi. Fugaku hampir menampar mukanya sendiri karena kesal.
"AKU HANYA INGIN BUANG AIR KECIL, BUKANNYA MAU MEMPERKOSA CLOSET!" Teriak Fugaku kesal. Minato terdiam.
"Baiklah, aku juga ingin buang air kalau begitu." Jawab Minato sebelum mendapat protesan dari Fugaku.
"Terserah..." Sahut Fugaku malas, kemudian masuk ke dalam salah satu kabin toilet.
"Kenapa tidak diluar?" Tanya Minato sambil menunjuk closet untuk buang air kecil yang tersusun rapi disepanjang tembok.
"Aku tidak mau bersebelahan denganmu." Jawab Fugaku lagi... Sebelum menutup pintu kabin, Minato terlebih dahulu melesat masuk kedalam kabin toilet bersama Fugaku. Cowok Uchiha itu protes.
"Apa-apan lagi kau ini?!" Seru Fugaku kesal. Minato mulai membuka retsletingnya.
"Buang air kecil."
"Kenapa tidak diluar! Atau dikabin lain, terserah! Asal jangan disini!"
"Biar aku bisa mengawasimu." Jawab Minato mantap yang dapat erangan kesal dari Fugaku.
"Terserah!" Jawab Fugaku-lagi-tidak peduli sambil menurunkan retsletingnya. Mereka berdua terlalu dekat, sangat dekat malah, sehingga membuat mereka berdua tidak bisa buang air kecil sama sekali.
"Minggir!" Seru Fugaku sambil mendorong Minato dengan bahunya.
"Tidak bisa, kabinnya terlalu sempit." Protes cowok pirang itu. Kemudian Minato mendapat sebuah ide, dia menyuruh Fugaku untuk duduk di closet sedangkan dirinya duduk diatas pangkuan Fugaku.
"Bagaimana Bisa Buang Air Kecil Kalau Begini Posisinya?!" Teriak Fugaku lagi. Minato hanya menempelkan jarinya dibibir, menyuruh Fugaku diam.
"Jangan teriak-teriak, kalau ada orang yang mendengar kita, habislah kita." Kata Minato lagi, Fugaku menghela napas berat. Hari ini hidupnya benar-benar sial, terlebih lagi bertemu dengan cowok pirang gila yang terobsesi menjadi polisi dengan mengawasi dirinya terus-menerus.
Minato menyentuh miliknya dan Fugaku lalu mengarahkan ke bawah, ke arah closet agar bisa buang air kecil. Fugaku harus menahan semburat merah diwajahnya ketika Minato menyentuh miliknya.
"Kau belum buang air kecil juga?" Tanya Minato polos, Fugaku berusaha mengalihkan perhatiannya ke dinding kabin.
"Ka...Kalau aku melakukan itu, nanti akan-" Belum selesai Fugaku menyelesaikan kalimatnya, Minato sudah mengeluarkan 'air seni' dari ujung miliknya, hingga sedikit mengenai 'milik' Fugaku... Hangat...
Cowok pirang itu terlihat malu, "Ma..Maaf... Aku tidak tahan lagi untuk buang air kecil." Ucapnya pelan. Fugaku terdiam begitu melihat wajah merah merona Minato. Dia tidak menyadari kalau ternyata cowok pirang dihadapannya ini manis sekali.
Fugaku memeluk pinggang Minato, membuat wajah mereka hampir bertautan, "Kau harus tanggung jawab, milikku jadi 'tegang' seperti ini." Ucap Fugaku sambil menunjuk ke arah batang kemaluannya yang mengeras. Minato tersentak kaget tetapi sedetik kemudian dia mendekat ke leher Fugaku dan menenggelamkan kepalanya disana.
"Asal kau berjanji tidak akan melakukan hal jahat lagi." Kata Minato yang mendapat decakan kesal Fugaku.
"Cepatlah..." Sahut cowok Uchiha itu tidak sabaran. Minato hanya tersenyum simpul kemudian mulai memijat-mijat batang kemaluan Fugaku. Membuat cowok angkuh itu sedikit mendesah nikmat.
Tanpa sadar Fugaku menciumi leher Minato, menjilatnya dan meninggalkan 'kiss mark' disana. Fugaku menatap Minato dengan tajam. "Mulai sekarang, kau milikku pribadi... Milik seorang Uchiha Fugaku, mengerti?" Terang Fugaku dengan nada angkuh, Minato tertawa kecil lalu menciumi bibir Fugaku.
"Ya... Aku milikmu pribadi, Tuan penjahat..." Jawab Minato yang sekali lagi yang ditanggapi dengan decakan kesal Fugaku karena tidak suka dipanggil 'penjahat' oleh 'calon polisi' kesayangannya ini.
.
Fugaku-seorang cowok dingin yang angkuh kini berubah menjadi sosok penuh tawa ketika berhadapan dengan 'Uke' nya itu. Mereka bercumbu disela-sela waktu senggang dan secara diam-diam. Mereka tidak ingin hubungan ini ketahuan oleh seluruh siswa apalagi para guru, tapi sayang, sehebat-hebatnya mereka menutupinya tetap saja ada yang mengetahuinya juga.
Seorang siswi yang merupakan tunangan Fugaku yaitu Mikoto memergoki tunangannya itu sedang melakukan 'adegan dewasa' di UKS dengan Minato. Suara decakan becek ketika lubang anal Minato disodok kuat oleh Fugaku merupakan gambaran paling buruk dimata Mikoto.
Gadis itu terkesiap, kemudian berlari menuju ruang guru, melaporkan apa yang dilihatnya dan seluruh pengajar langsung mendobrak masuk ke ruang UKS. Membuat dua sejoli itu tersentak kaget.
"Kalian memuakkan!" Kata salah satu guru dengan mata nyalang. Fugaku berusaha menampilkan death glare nya, tetapi tidak berhasil. Mereka menyeret Minato yang berteriak protes, untuk menjauh dari Fugaku.
"Lepaskan Minato, Brengsek!" Teriak Fugaku lagi berusaha menerjang ke arah para guru. Tetapi sebuah tamparan diwajah Fugaku, membuat cowok itu terdiam... Mikoto menampar wajahnya.
Minato berusaha menggapai sosok cowok Uchiha itu, "Fugaku!" Serunya sambil berusaha melawan guru, "Fugaku Tolong!" Teriakan memohon Minato tidak dipedulikan Fugaku karena cowok Uchiha itu terbelalak ketika Mikoto membuka suaranya.
"Biarkan Minato pergi, ini demi kabaikanmu dan demi menyelamatkan nama 'Uchiha' yang kau sandang, Fugaku." Perkataan Mikoto membuat Fugaku terdiam kaku.
Minato sekali lagi berusaha berontak, "Fugaku!..." Tangan kecil Minato berusaha menggapai sosok Fugaku, "Fugaku! Aku Mohon, Tolong Aku!"
.
Cowok Uchiha itu menatap nanar sosok Minato yang diseret menjauh, matanya ketakutan, Demi... Kebaikanku?... Demi nama ... 'Uchiha' yang kusandang?...
.
"Fugaku!" Teriakan Minato semakin kecil ketika tubuhnya diseret semakin jauh.
.
.
Setelah dua bulan berlalu, Fugaku berpikir dirinya bisa melupakan sosok Minato dan hidup normal kembali. Tapi nyatanya tidak, Fugaku malah dihina dan dicemooh orang sekitar yang mengetahui hubungannya dengan Minato.
Fugaku di-bully oleh teman-temannya dan direndahkan oleh para musuhnya karena orientasi seksualnya, sedangkan Minato masih bisa tersenyum dan bermain layaknya anak-anak sekolah SMA.
Fugaku membenci Minato... Kenapa hanya dirinya saja yang di-bully? Kenapa Minato masih bisa tertawa? Dan... Kenapa Minato menganggapnya orang lain, bahkan menoleh atau menatapnya pun tidak.
Fugaku murka, dia membenci seluruh orang, dia tidak mau anaknya kelak bernasib sama dengannya, yaitu dibuang setelah tidak dibutuhkan lagi, seperti Minato yang menganggapnya hanya sebuah 'mainan' saja. Apapun yang akan dilakukannya, dia harus melindungi anak-anaknya.
.
_End Of FlashBack_
.
.
Rasa sakit dikepala masih menjalar ketika Fugaku membuka matanya, ingatannya masih segar dengan kejadian dulu. Perasaan marah pun masih ada sampai sekarang. Fugaku tidak akan menyerah, dia harus segera membawa Sasuke keluar negeri untuk menghilangkan penyakit ke'gay'an nya, setidaknya diluar negeri dia bisa mendapatkan perawatan dokter yang lebih hebat dibandingkan di jepang. Tapi sekarang, Fugaku tidak hanya akan mengirim Sasuke saja, melainkan dengan Itachi juga... Oh dan jangan lupa, menyingkirkan Naruto dan Kyuubi agar mereka 'tidak menyakiti' anak-anaknya.
Memikirkan hal itu, benar-benar membuat Fugaku sakit kepala. Sial, anak-anak durhaka itu kabur kemana sekarang, Pikir Fugaku lagi, kali ini berusaha menenangkan dirinya.
.
.
.
_Kediaman Uzumaki, 09.00 malam_
"Ha...Ha...Ha... Lucu sekali... Ha..Ha..Ha!" Naruto tertawa liar ketika mengingat pesan yang ditulisnya untuk ayah Sasuke. Kyuubi mendelik ke arah Naruto dengan tatapan marah.
"Kenapa kau menulis hal yang membuat orang bikin emosi?!" Seru Kyuubi lagi sambil menyiapkan piring-piring diatas meja, disebelahnya, Sasuke membantu cowok itu memasak.
Naruto yang duduk dimeja makan masih tertawa terbahak-bahak, "Itu lucu, Tahu! Ha..Ha...Ha...!"
Kyuubi hanya bisa melotot lalu melirik Itachi, "Bisa kau beri nasehat pada 'calon adik iparmu' ini?" Tanya Kyuubi lagi.
Itachi yang duduk disebelah Naruto hanya menatap cowok pirang itu diam, lalu, "Bagus sekali, adik ipar..." Katanya yang langsung mendapat high five dari Naruto.
Kyuubi mengerang kesal, lalu memilih melanjutkan menata meja makan dengan beberapa hidangan makan malam, kemudian sedikit meringis ketika tulang rusuknya yang patah terasa nyeri. Itachi melirik pacarnya itu.
"Masih sakit? Apa perlu kita ke rumah sakit lagi?" Tanya Itachi khawatir, Kyuubi hanya menggeleng lemah.
"Tenang saja, tendangan darimu tidak ada apa-apanya kok, aku kan sering latihan taekwondo, jadi tulangku kuat." Sahut Kyuubi yang berusaha menenangkan wajah cemas Itachi.
Cowok dingin itu hanya diam lalu tersenyum lembut, "Maaf ya... Padahal aku sudah mengurangi setengah kekuatanku." Jawab Itachi yang mendapat delikan kaget dari Kyuubi.
Se...setengah kekuatan? Setengah saja begitu, bagaimana kalau Itachi serius? Jerit Kyuubi dalam hati.
"Ngomong-ngomong..." Itachi membuka suaranya lagi, "Orang tua kalian mana?" Tanya nya yang disambut tatapan bengong Naruto dan Kyuubi.
Naruto menunduk sedih, "Orangtuaku, mereka pergi ke alam lain..."
Itachi langsung terdiam penuh sesal, "Ma...Maafkan ak-"
-Duagh!- Naruto langsung dihajar dikepala oleh Kyuubi, "Dia bohong... Orangtua kami hanya pergi ke luar kota." Sahut Kyuubi yang mendapat lirikan sinis dari Naruto.
Naruto meringis sebentar, "Aku kan cuma bercanda... Kau tidak ada imut-imutnya, Kyuubi." Ejek Naruto gusar, tetapi sama sekali tidak dipedulikan oleh cowok berambut merah itu.
"Lalu apa pekerjaan orangtuamu?" Tanya Sasuke yang kali ini penasaran. Naruto menampilkan cengirannya.
"Ibuku-Kushina-dia sibuk liburan membantu nenek Tsunade, sedangkan ayahku sibuk bertugas di departemen kepolisian wilayah lain." Jawab Naruto lagi.
Itachi sedikit merenggangkan ototnya, "Nama ayahmu siapa?"
Naruto mendongak menatap cowok Uchiha itu, "Namikaze Minato." Sahutnya yang langsung membuat Itachi terdiam.
"Na...Namikaze Minato?" Ulang Itachi yang merasa pernah mendengar nama itu dari ayahnya.
"Ada apa?" Tanya Kyuubi yang memilih duduk disebelah Itachi. Cowok dingin itu menyeringai pelan.
"Sepertinya aku punya rencana yang bagus." Katanya penuh misterius.
Kyuubi, Naruto dan Sasuke saling berpandangan. "Rencana?" Tanya mereka barengan. Itachi hanya mengangguk pelan.
"Rencana untuk melumpuhkan 'Uchiha Fugaku'..."
.
.
.
TBC
.
Maaf kalo banyak adegan raep2 nya dan semuanya numplek jadi satu XD *author dihajar massa*
Mungkin fic ini tamatnya chap depan... tinggal satu atau dua chap lagi mungkin XD
.
Special Thanks:deviluk shin ryu, Akira Naru-desu, KRie, Anaatha Namikaze, nasusay, Haruka el-Q, AAind88, azurradeva, TheBrownEyes'129, Black LIly, Izca RizcassieYJ, son sazanami, CCloveRuki, Y0uNii D3ViLL, Akira No Sikhigawa, Samba, JungJaema, Toples kaca, Dee chan - tik, Mei, keiji wolf,
Yuka-chan, Princess Love Naru Is Nay, Noirouge, LovelyHime, sheren, Yu, Nura, Aicinta, miszshanty05, Rannada Youichi
