Title: My Cute Boyfriend
Disclaimer: Pokoknya semua cast disini milik tuhan
Warning: YAOI, BL, Typo, alur kecepetan, OOC, dll~ *males nulisnya
Fandom: Alice Nine, The Gazette.
Pairing: ReitaxRuki
Minna! Ketemu lagi nih dipairing yang udah Tsura janjikan, yaitu ReitaxRuki. Hohoho makasih yang udah mau review, arigato gozaimasu! Baiklah ayo kita mulai...
\(^o^\)\(^o^)/(/^o^)/
.
.
.
.
.
Ruki Pov
Brak Brak
"Dimana?!" Ujar Uruha histeris
"Ya ampun, Uru jangan berisik. Kau menggangguku membaca" Ujarku
"Ruki! Flashdisk tugas ku gag ada!" Teriak Uruha tambah Histeris
"Haish! Nyante aja lah Uru! Paling sama adek lo!" Aku menjawab hingga membuatnya terdiam
"SHOUUU!" Teriak Uruha yang mampu membuat semua teman kelasku menutup telinga mereka masing-masing tak terkecuali aku.
Dengan cepat Uruha mengambil hp disakunya dan menelpon Shou – adiknya – yang kata orang berbeda sekali dengannya yang mendapat julukan 'The Queen Of Hell'.
"..."
"SHOUUUU! KEMANA KAU HAA?! SUDAH KUBILANG BAWA FLASHDISK KU KE KELASKU JAM 11! DIMANA KAU! TUGASKU ADA DISANA BAKAAA!"
"..."
"CEPAT! KALAU KAU TIDAK DATANG DALAM 10 MENIT, AKAN KUHANCURKAN PSP MU!"
Klik!
Uruha langsung memutuskan telfon secara sepihak sambil menggerutu kesal karena tugasnya yang harus diserahkan hari ini harus tertinggal dengan Shou. ini sudah sering terjadi, jadi semua menganggap hal ini sudah biasa
5 menit kemudian...
"SHOUUU! BERAPA KALI KUBILANG KALAU JANGAN SAMPAI LUPA! Untung saja Aoi-sensei belum datang!" Teriaknya membuat gendang telinga ku seakan mau pecah.
"Gomennasai Niichan, aku benar-benar lupa tadi" Shou membungkuk didepan Uruha. Poor Shou~
"Ya sudah, oh iya aku tidak bisa pulang hari ini soalnya aku ada kegiatan organisasi, jadi nanti kau pulang saja duluan ya. Aku tidur di rumah Ruki"
"Ah yasudah, aku pergi dulu"
Aku masih asik melihat keperian Shou tapi tiba-tiba...
GREP!
"Ru-chan aku rindu padamu!"
"JANGAN SENTUH!" Ternyata ada parkit sialan yang mengganggu pagiku ini.
"Kenapa kau kejam sekali Ru-chan? Aku kan hanya mau memeluk mu~" Ia memasang wajah memelas yang sangat jelek dan tidak cocok
"DALAM MIMPI MU, PARKIT!" Teriakku mengeluarkan suara yang dijuluki teman-temanku 'Death Voice'
"Yah, kenapa kau bilang seperti itu Ru-chan?" Ia masih tetap memelas rupanya?
"PERGI ATAU KU MASUKKAN HIDUNGMU LEBIH DALAM!" Akhirnya aku mengancam dengan ancaman yang paling ampuh
"Iya iya" Akhirnya dia menyerah, tapi kenapa dia masih disini?
"PERGIIII!" Akhirnya aku meneriakinya lagi
Setelah Reita pergi, aku bersandar pada kursiku yang berada disamping kursi Uruha. Hancur sudah mood yang kususun sebaik mungkin untuk menghadapi presentasi kelas nanti. Sebenarnya aku bingung kenapa Reita yang punya banyak fans malah mengejarku yang jelas-jelas tidak suka dengannya.
Author Pov
"Yo Uru, Ruki!" Tiba-tiba Ikumi datang
"Eh? Ikumi" Jawab Uruha
"Napa lo Ruk? Muka ditekuk kayak kertas gitu" Ikumi bingung melihat Ruki
"Heh tiang listrik, diem lo!" Ruki menjawab dengan sinis
"Woaa lo lagi badmood Ruk?"
"Pake nanya lagi lo!"
"Emang siapa yang buat Ruki badmood, Uru?"
"Siapa lagi kalau bukan si parkit"
"Oh, jangan dilampiasin ke gue dong! Lagian gue lagi senang nih"
"Senang? Kenapa?"
"Bulan depan gue nikah sama Yuki! Hahahaha!" Tawa Ikumi menggema dikelas itu membuat satu kelas menatapnya bingung sekaligus aneh
"Oh" Sayangnya Ruki dan Uruha hanya menanggapi datar
"Oh aja? Kalian gag mau ngasih gue selamat?"
"Omedetou" Jawab mereka dengan datar kembali
Setelah 10 menit berlalu, Aoi masuk kedalam kelas sambil membawa infocus dan laptop. Lalu melihat kearah murid-muridnya sambil tersenyum. Ruki yang sudah dipanggil minggu lalu hanya diam memperhatikan. Walaupun matanya mengarah kedepan tapi jiwa sedang tidak disana. Masih asik dengan acara melamunnya tiba-tiba Ruki dikejutkan oleh hp nya yang bergetar disaku celananya. Ruki membuka hp nya dan membaca pesan yang ternyata dari sepupunya.
From:
Ruki, aku main ya kerumah mu nanti malam! Aku mau menceritakan sesuatu yang sangat hebat hari ini! Aku sangat seeeennaaaaaaanggggggggg!
Ruki pun mengetikkan jawaban untuk Kai –sepupunya –.
To:
Tidak bisa! Temanku mau menginap dirumah! Jadi kau jangan kesini, Kai!
Klik!
Ruki mengirim pesan itu ke Kai. Tidak berapa menit kemudian, hp Ruki kembali bergetar.
From:
Jangan kejam begitu dong Ruki. Aku kan sepupumu~ jangan seperti itu dong.
To:
Kalau kau berani datang, jangan harap kau bisa masuk rumahku dengan selamat!
Ruki kembali mengirim sms tadi dan menunggu. Setelah sepuluh menit tidak ada balasan, Ruki tersenyum dan ber-yes ria dalam hati. Tidak terasa kelas siang itu sudah berakhir.
Pulangnya...
"Ruki, kita pergi ke minimarket dulu ya?"
"Boleh juga"
Uruha dan Ruki berjalan santai keluar kampus menuju minimarket. Mereka membeli beberapa cemilan untuk menemani mereka belajar nanti. Setelah sudah membayar semua yang mereka ambil, Uruha dan Ruki keluar dari minimarket dan berjalan menuju ke rumah Ruki. Belum sampai mereka berdua di halte, terdengar suara motor yang menghentikan langkah mereka. Ruki memutar bola matanya kesal karna ia sudah hapal siapa yang selalu mencegat jalannya saat ia akan pulang.
Ruki Pov
"Ru-chan ayo naik!" Ujar Reita
"Pergi kau pesek!" Ujarku dingin
"Ru-chan~ ayolah naik, setidaknya sampai depan rumah mu saja" Dia memelas
"Aku mau jalan dengan Uru" Jawabku ketus
"Sudahlah Ruki, naik saja daripada dia berkoak-koak disini"
"Ta, tapi Uru?" Jawaban Uruha membuatku kaget
"Aku jalan saja, toh nanti nyampe juga"
"Ya sudah, aku duluan ya?" Ujarku pasrah
"Hmm"
Reita bersiap menjalankan motornya. Setelah aku memakai helm, Reita segera menjalankan motornya dengan kencang, otomatis aku memeluknya dengan sangat erat.
5 menit kemudian...
Aku sampai dirumah dengan selamat. Dengan cepat kumasuki rumah dan segera menyusun sepatuku ditempatnya. Tidak lupa aku mengganti baju dan meletakkan tasku. Saat aku keluar dari kamar, betapa terkejutnya aku melihat Reita sedang berdiri dihadapanku.
"Kenapa kau belum pulang?" Tanya ku sedikit ketus
"Menurutmu?" Jawabnya dengan seringaian mengerikan dibibirnya.
Tanpa sadar aku berjalan mundur menuju keruang tamu untuk menghindarinya.
BRUK!
"Aaww!" Aku kaget ketika punggungku sudah menabrak dinding
"Heh, mau lari kemana Ru-chan?" Aku bergidik melihatnya menyeringai
"A, apa maumu?"
"Aku? Aku menginginkan mu~"
Jujur ku akui aku sangat takut melihat Reita yang sekarang. Ia tampak menakutkan.
GREP!
Aku kaget ketika Reita mengunci kedua tanganku disamping kiri dan kanan tubuhku. Ia mendekat dan berbisik ditelinga ku lalu menjilatnya membuatku mendesah tertahan.
"Kau tanpa pertahanan sekarang Ruki. Sluurrpp~"
"Ngghhh..."
Dengan kasar Reita menciumku serta melumat dam melahap kedua belah bibirku. Aku mencoba untuk melawan, tapi tenaga ku kalah kuat dengannya. Aku hanya bisa melenguh tertahan. Tanpa sadar, dia telah melepaskan kuncian tangannya ditanganku. Setelah beberapa menit berciuman, aku mulai merasa sesak karna kekurangan oksigen. Aku mendorong dadanya dengan sedikit susah karna badannya yang menghimpitku, tapi dia tak juga bergiming sampai...
"Mmmpphhh... Rei... lephh...pphhaaasss"
"Hyyyaaaaaaa!" Aku dan Reita yang mendengar suara teriakan itu langsung melepaskan ciuman kami
"U, uru..." Ucapku lirih
"Yah! Uruha! Kau mengganggu saja!" Sebaliknya Reita malah menggeram kesal
"Sekarang juga ikut aku Suzuki Akira" Ucap Uruha terkesan... dingin?
Reita langsung mengikuti Uruha keluar rumah meninggalkan ku yang masih terkejut dengan insiden tadi. Aku tidak percaya kalau first kiss ku dengannya. Tapi, entah mengapa ada rasa yang menyenangkan bergejolak dihatiku. Aku menyentuh bibirku, tanpa sadar aku tersenyum mengingat hal tadi. Mungkin aku sudah mulai jatuh cinta dengannya?
DEG!
Ngomgong apa aku?! Hah~ aku pasti kecapean melihat tingkahnya jadi berfikir yang tidak-tidak. Sudah lima menit Uruha dan Reita meninggalkan ku keluar rumah, aku berniat menyusul mereka. Belum sempat aku berdiri aku melihat Uruha memasuki rumah dan terdengar suara motor pergi. Reita pasti sudah pergi.
"Ruki kau tidak apa-apa kan?" Uruha bertanya khawatir
"Iya, pergelangan tanganku hanya sedikit sakit" Aku menjawabnya dengan anggukan
"Hah?! Apa yang terjadi? Dia mengapakan mu?" Tanyanya kaget
"Sudahlah tidak usah dipikirkan, sekarang kita mulai buat tugas lagi aja" Aku hanya tersenyum menanggapi Uruha yang kaget
"Iya deh" Jawabnya pasrah
Kami pun mengerjakan tugas kelompok itu dengan serius.
.
.
.
.
.
Skip time
.
.
.
.
.
Malam 09.00 pm
Author Pov
"Hoahmm aku ngantuk!"
"Sama"
"Ayo kita tidur!"
Trinngggg!
Terdengar bunyi pesan masuk di hp Uruha. Uruha asik membaca pesan, sedangkan Ruki asik mondar mandir mengambil perlengkapan tidur. Belum sempat Ruki menaiki kasurnya, Uruha memanggilnya.
"Ruki, aku pulang dulu ya?"
"Eh? Tapi ini kan sudah malam"
"Tidak apa. Sudahlah kau tidur saja"
"Ya sudah, hati-hati ya"
"Mmm"
Setelah Uruha pergi Ruki sendiri terdiam diatas ranjangnya. Dia jadi menyesal karena telah menolak kedatangan Kai. Ia jadi kesepian dirumahnya.
"Lebih baik aku telpon saja!" Ruki menyerukan pemikirannya tadi entah pada siapa
Ruki menunggu panggilannya diangkat sambil mengetukkan jarinya ke meja nakas disamping ranjangnya. Sudah tiga kali Ruki menelpon Kai tapi tidak diangkat. Untuk keempat kalinya ia hampir putus asa dan mematikan telponnya. Tapi belum ia menekan tombol berwarna merah dihp nya, Kai menjawab telponnya dengan ngos-ngosan.
"Moshi hhh moshi, ada apa sih Ruk?"
"Kesini dong, aku sendirian"
"Kan ada teman mu"
"Tapi dia sudah pulang"
"Tidak bisa. Aku ada urusan yang lebih penting, jaa"
Klik!
Sambungan diputuskan oleh Kai secara sepihak membuat Ruki kesal dan membanting hp nya ke ranjangnya. Dengan muka yang ditekuk-tekuk seperti kertas#plak Ruki pergi kedapur untuk mengambil sekedar minuman dingin yang bisa menetralkan emosinya karna diputuskan sambungan dengan Kai secara didapur, Ruki langsung meminum air putih dingin dari kulkasnya. Tepat setelah ia meletakkan botol air tdi kedalam kulkas, bel rumahnya berbunyi dengan cepat seakan sang tamu telah menunggu lama didepan pintu. Dengan langkah berat ia menuju kepintu depan rumahnya yang mini itu semini dirinya.
Ceklek!
BRUUKK!
"Mmmpphhhtt!" Ruki terkejut ketika tiba-tiba Reita mendorongnya dan langsung mencium dirinya dengan ganas. Dengan sebelah kakinya Reita menendang pintu rumah Ruki dan melepaskan ciumannya untuk mengunci pintu itu.
"Hhh hhh hhh a, apa yang kau lakukan?!" Tanya Ruki sambil sedikit membentak
"Nothing" Jawab Reita santai lalu mendekati Ruki lagi
"Nothing? Kau tadi menciumku!" Ruki beringsut mundur melihat Reita mendekat
"Tuh kau tahu" Jawab Reita sambil menyeringai
"Ma, mau apa?!" Tanya Ruki tergagap
Reita tidak menjawab tapi malah semakin mendekati Ruki yang terus saja beringsut mundur hingga punggungnya menabrak dinding. saat melihat kesamping, ia tahu ia tidak akan bisa lari lagi karna tubuhnya telah terimpit oleh Reita, dibelakangnya dinding dan disamping kanannya terdapat meja buffet kecil sedangkan disebelah kirinya terhalang oleh dinding. lebih tepatnya sekarang Ruki berada dipojok ruang tamu.
"Kau tidak bisa lari lagi sekarang~"
"Me, menyingkir dariku!"
"Kalau aku tidak mau kau mau apa?"
Ruki terdiam, ia mendapati wajah nya memanas. Ia terus mencoba mendorong Reita agar menyingkir, tapi Reita malah semakin, menghimpit Ruki hingga Ruki tidak bisa bergerak lagi. Dengan cepat Reita sambar bibir Ruki yang terbuka karna Ruki susah bernafas.
"Mmmpphhh...cppkk... Rei...cpppkk"
Ruki melenguh diantara ciumannya dengan Reita. Ruki yang sudah terbuai dengan ciuman Reita, langsung mengalungkan tangannya dileher Reita dan meremas rambut Reita untuk melampiaskan kenikmatan yang diterimanya. Reita langsung saja menggendong Ruki yang masih berciuman dengannya kekamar Ruki. Dibukanya pintu itu dengan sedikit kesusahan karna Ruki dalam gendongannya. Setelah berhasil masuk, diletakkannya Ruki diatas kasur dengan pelan dan segera menutup pintu lalu menguncinya.
"Ke, kenapa kau kunci Rei?"
"Agar tidak ada yang mengganggu Ru-chan~"
"Memangnya kau mau apa?"
"Aku 'lapar' Ru-chan tapi aku tidak sedang ingin makan seperti biasanya melainkan 'memakan' dirimu yang ada dihadapanku"
"Ka, ka, kalau a, aku tidak mau ka, kau mau apa?"
"Aku akan memperkosamu sekarang juga"
"Reita... aku mau bilang sesuatu, setelah aku bilang kau boleh kok 'ngapa-ngapain' aku. Aku mau kau jawab jujur... apa kau benar-benar mencintaiku?"
"Kenapa kau bertanya seperti itu? sudah jelaskan kalau aku mencintaimu"
"A, aku hanya takut kalau kau menjadikan ku 'one night stand' saja karna... aku juga mencintaimu"
"Ka, kau tidak bohongkan?"
"Tentu saja tidak! Baiklah Reita-sama, malam ini aku milikmu~"
Reita melongo melihat perubahan Ruki. Dia tidak mengira kalau Ruki juga mencintainya. Ruki mulai melepas satu persatu kancing piamanya dengan gerakan –yang menurut Reita – erotis. Dengan gerakan perlahan, Ruki membuka celana piamanya sambil mendekati – dengan tubuh nakednya – Reita yang hanya diam, dan dengan satu gerakan cepat Reita langsung menyambar bibir Ruki yang membuatnya tergoda. Lama mereka berdua berciuman, Ruki mulai mendorong tubuh Reita karna dia juga butuh bernapas.
"Haahhh hhaahh hhaaahh... akhhh! Ah! ah! ah!"
Reita menghisap leher Ruki dengan sangat kuat hingga menimbulkan kissmark. Tidak hanya satu, tapi dari leher hingga pundak bakan mungkin hampir seluruh badan bagian atas Ruki sudah dipenuhi hasil karya seni dari Reita. Reita segera membuka baju kausnya dancelana jinsnya, lalu kembali menindih Ruki. Reita memberikan ketiga jarinya pada Ruki yang hanya memandanginya.
"Kulum"
Satu kata dari Reita langsung dilakukan Ruki. Mengulum jari Reita. Setelah merasa cukup Reita melepaskan jarinya dari mulut Ruki yang berdecak kecewa membuat Reita terkekeh kecil.
"Hehehe bagaimana kalau 'punyaku' saja yang kau kulum?"
"Aku mau! Aku mau!"
Reita langsung memutar tubuhya dan melakukan posisi '69' dimana dia dibawah mengulum junior Ruki dan Ruki diatas mengulum juniornya. Dengan semangat Ruki mengulum junior Reita, menghisapnya dan menggesek-gesekkan dengan giginya. Reita tidak mau kalah, hal yang sama dilakukannya pada Ruki sambil memasukkan satu jarinya. Awalnya Ruki tidak sadar hingga jari ketiga membuat Ruki terpaksa melepaskan kulumannya dan berteriak dengan kencang.
"AAAKKKKHHHHH! Hiks! Hiks ini sakit Rei..."
"Ssssttt sakit nya hanya sebentar, nanti gag sakit lagi kok"
"Mm Rei... aku haus, aku mau minum"
"Baiklah ayo kugendong"
Reita menggendong Ruki didepan sambil menggerakkan jarinya in-out di lubang Ruki hingga membuat Ruki mengeluarkan cum nya yang membasahi perutnya dan perut Reita. Sesampainya didapur Ruki minum tanpa turun dari gendongan Reita, setelah selesai minum Reita membaringkan Ruki diatas meja makan yang untungnya tidak terdapat makanan disana. Reita melanjutkan mengulum junior Ruki lagi hingga Ruki cum untuk yang kedua kalinya. Setelah itu Reita langsung memasukkan juniornya kedalam lubang Ruki dalam sekali sentakan hingga membuat Ruki berteriak pilu dan menangis.
"AAAKKKKHHHHH! Hiks! Hiks hiks i, ittai Rei... hiks hiks"
"Ssstttt rileks Ru-chan"
Setelah dirasa Ruki sudah rileks, Reita mulai menarik Ruki kembali dalam gendongannya dan mengangkat Ruki lalu menghempaskannya ke pelukannya lagi berkali-kali. Reita yang mulai merasa lelah membawa Ruki, lalu menidurkan Ruki dilantai dapur. Ruki hanya bisa mendesah berkali-kali dengan keras, melihat Reita yang tampak mulai kelelahan, Ruki langsung berinisiatif untuk mengubah posisinya dengan posisi 'uke on top'. Reita yang kaget dan membuka mulutnya untuk mengatakan sesuatu langsung disela Ruki.
"Sssttt biarkan aku yang bermain Reita-sama, kau hanya perlu menonton~"
Setelah itu Ruki langsung mengangkat tubuhnya hingga hanya tersisa kepala junior Reita dilubangnya dan menghempaskan tubuhnya dengan keras hingga membuatnya dan Reita mendesah dengan keras. Ruki melakukannya berulang kali dengan cepat sehingga junior Reita dapat menumbuk sweetspotnya dengan keras dan cepat. Setelah lima belas menit melakukannya, Reita dan Ruki cum bersamaan. Ruki langsung ambruk diatas tubuh Reita, ketika Ruki akan menutup matanya ia tersentak karna Reita membalik posisi dan mulai menggenjot lubangnya lagi.
"Re, Rei jangan lagi. Aku lelah"
"Kau lupa Ru-chan? Kan kau sendiri yang bilang kalau malam ini kau adalah milikku, jadi karna aku belum puas ayo kita tambah beberpa ronde lagi"
"Ta, tapi -... akh! Akh! Ah! disituhh! Akh!"
Akhirnya permainan mereka berlanjut hingga pagi menjelang.
.
.
.
.
.
OWARIMASU~
Bacot gag penting author:
Wahh makasih yang udah review dichapter sebelumnya! \(^o^\) Tsura seneng banget, tapi maaf ya kalau tsura gag bisa update kilat soalnya tsura jarang buka internet atau lebih tepatnya Cuma dua kali seminggu buat buka internet (sabtu&minggu). Baiklah chapter depan adalah chapter terakhir yaitu... siapa ya? Kalau bisa jawab tsura janji deh update kilat gag hari sabtu atau minggu updatenya. Jadi tsura minta review ya? Hehehehe kalau gag mau gapapa deh tsura gag maksa. Dan seperti biasanya diakhir bacotan tsura... RnR?
