cast: KAISOO
Warning: TYPO,YAOI, Mpreg, PEDO,HURT,alur berantakan,NC,kekerasan,DLL...
HOMOPOBIC NGACIR SANAA...
Rating:M
"Cerita ini murni hasil imajinasi saya dan sedikit terinspirasi dari Anime Haikyuu! tetapi plot nya sangat berbeda"
ket:
"………" berarti pengucapan secara langsung
'...' berarti pengucapan dalam hati
HAPPY READING
Jongin tertawa melihat Cyrus yang marah, menurut Jongin anak-anak itu sangatlah imut. walau terkadang manja dan bandel Jongin sangat suka anak-anak.
"Jongin apa dia tidak apa-apa? "
"Hemm?... "
"Well, Kyungsoo dia sangat suka tteokbokki, kamu bilang akan memasakkan kita makanan yang enak bukan jika kamu sudah sampai disini. Kamu pasti sudah tahu apa yang harus kamu lakukan"
"Eoh...? "
mendengar perkataan Jongin,Kyungsoo merasa bingung tetapi tak lama kemudian Kyungsoo tersenyum lalu menganggukkan kepalanya.
Setelah Kyungsoo sudah mengerti apa yang harus dia lakukan, Kyungsoo mengajak Jongin masuk kedalam Rumah disamping Gereja yang dijadikan Panti Asuhan.
"Yah Jongin,kamu mau membiarkan ku berdiri saja disini atau mengajakku masuk kedalam?
" Oh.. maafkan aku Kyungsoo aku lupa hehehe. Baiklah ayo kita masuk! "
Sesampainya di dalam Panti, Jongin mempersilahkan Kyungsoo untuk duduk di kasur tipis yang telah tertata rapi di ruang tamu.
"Kyungsoo kita tidak memiliki kursi, kita hanya punya kasur tipis ini untuk diduduki, jadi kuharap kamu nyaman dan betah berada disini"
Kyungsoo mengangguk dan tersenyum sebagai tanda bahwa dia akan betah berada disini.
"Kalau begitu aku akan memanggil sister lilly dan anak-anak kesini. Aku akan memperkenalkan mereka kepadamu"
"Baiklah Jongin, cepat ya.. "
Setelah dirasa bahwa Jongin sudah menghilang dari pandangannya, Mata Kyungsoo menjelajahi setiap sudut dinding ruang tamu.
Dinding itu terlihat kusam, lapuk dan sebagiannya sudah retak.
Di dinding itu berhias Dua puluh foto berbingkai sederhana yang merupakan potret kebersamaan Jongin bersama seluruh keluarganya di panti asuhan ini.
Di sekian jumlah foto yang terpajang di dinding ruang tamu, ada satu foto yang menarik perhatian Kyungsoo.
Di foto itu terlihat Jongin sedang berdiri dan diapit oleh dua orang wanita, Jongin terlihat sangat muda disana.
Wanita yang berada disebelah kanan Jongin memakai pakaian biarawati dan wanita yang berada di sebelah kiri Jongin memakai pakaian yang casual dan duduk di Kursi roda.
Kyungsoo merasa bahwa wanita yang duduk di kursi roda itu memancarkan aura yang cantik, kuat, dan mendominasi.
Tetapi ada yang salah dengan pandangan wanita tersebut.
wanita itu tersenyum,tetapi memiliki sorot mata yang palsu.
Kyungsoo bertanya-tanya siapa dia? kenapa sejak tadi dia tidak melihat wanita itu?
Karena rasa penasaran Kyungsoo dengan wanita berkursi roda tersebut membuat Kyungsoo terus menatap foto itu tanpa sadar bahwa Jongin sudah selesai memanggil seluruh penghuni panti yang saat ini sedang membersihkan diri.
Jongin dan Kyungsoo tinggal menunggu mereka selesai membersihkan diri dan berkumpul di ruang tamu.
"Kyungsoo ada apa? kenapa kau terus memandangi foto itu?"
"Jongin wanita itu.. "
"Hem..aku tahu siapa yang kamu maksud, wanita yang berkursi roda itu kan?"
"I-iya.. "
"Hem dia tidak tinggal disini, tetapi setiap minggu dia akan kesini untuk berdo'a ke Gereja dan mengunjungi kita di Panti ini.
Pertamakali aku bertemu dengan nya saat itu dia baru pindah ke kota busan.
Dia tersesat saat berjalan-jalan melihat pemandangan disini dan aku menolongnya.
Dia tinggal disini selama beberapa minggu dan dalam waktu beberapa minggu itu kita dekat dan menjadi teman baik."
Kyungsoo mendengarkan cerita Jongin dengan wajah datar dan disertai dengan perasaan yang campur aduk.
"Yah...Kyungsoo wajar saja kalau kamu penasaran padanya, walaupun dia itu lumpuh tapi dia itu sangat cantik, pintar, baik, dan penyayang. dia juga pandai bernyanyi. hem seperti ibuku dia... "
"Kamu bilang aku yang mirip ibumu! "
Secara reflek Kyungsoo mengatakannya dengan nada yang keras.
"Eoh Apa?"
"Tidak Jadi"
'Aduh apa aku salah ngomong ya? '
Jongin berkata sambil menggaruk-garuk kepalanya yang dirasa tidak gatal.
Mendengar perkataan Jongin tersebut membuat Kyungsoo sedih dan pesimis. Kyungsoo menundukkan kepalanya dan mengepalkan kedua tangan miliknya yang berada diatas paha.
'Apa yang sudah kamu pikirkan Kyungsoo'
'Jongin hanya mengatakan hal yang sepele tapi mengapa? '
Jongin yang sebelumnya memasang wajah yang bodoh, kini wajahnya berubah menjadi sedih.
Jongin merasa bahwa ia serba salah, baru berumur sebiji jagung pertemanan mereka tetapi Jongin sudah sering membuat Kyungsoo merasa sedih.
Entah datang dari mana pemikiran Jongin tetapi saat ini dia ingin memandang wajah kyungsoo.
Jongin menurunkan tangan yang sebelumnya telah digunakan untuk menggaruk kepalanya dan Jongin menggunakannya untuk memegang wajah kyungsoo.
Kedua tangan Jongin menangkup wajah Kyungsoo, kedua ibu jari jongin mengelus pipi Kyungsoo.
Mata mereka beratapan.
Mulut mereka tidak mengeluarkan sepatah katapun.
Perlakuan Jongin tersebut membuat Kyungsoo mengingat Ayahnya.
Tidak tidak! bahkan Ayahnya tidak pernah memperlakukannya sampai seintim ini.
Kyungsoo hampir menangis, tetapi ia tidak menginginkan nya.
Dia merasa bahwa dirinya seperti anak kecil yang manja.
Hanya karena masalah sepele seperti ini Kyungsoo membesar-besarkannya.
Kyungsoo membalas memegang tangan Jongin yang berada di pipinya dan Kyungsoo memejamkan mata nya.
Posisi mereka saat ini membuat Kyungsoo berdebar-debar.
Moment seperti ini sangatlah berharga bagi seorang Kyungsoo yang kesepian dan haus akan kasih sayang.
kyungsoo semakin mengeratkan genggaman tangan nya pada tangan Jongin.
"Kyungsoo maafkan aku.
Aku... tidak tahu apa yang kamu inginkan tapi aku tidak akan pernah meninggalkan mu."
"Aku selalu ada untukmu"
deg deg* deg deg*
"Kita ini sahabat kan Kyungsoo?"
DEG*
"Jongin Hyung Hap"
"Huaahh..."
Jongin terlonjak kaget dan melepaskan tangan nya dari Kyungsoo karena tiba-tiba saja Jonah mengalungkan tangannya ke leher Jongin.
Kyungsoo yang juga merasa kaget hanya terdiam seperti patung.
Mereka terlalu terbawa suasana hingga tidak sadar jika seluruh anggota panti asuhan sudah berkumpul.
"Jonah kesini kamu yah kak Jongin akan memakanmu Raarhh... "
"Aniya... hyung Ani... hahahaha... "
Kyungsoo hanya terdiam melihat interaksi antara Jongin dan Jonah karena dia masih memikirkan kejadian tadi.Tetapi pikirkan Kyungsoo buyar saat Siter Lilly mengajak berkenalan dengan Kyungsoo.
"Nama Saya Sister Lilly, Saya adalah biarawati disini,Kalau diperkenankan bolehkah saya tahu siapa nama Anda? "
Tanya Sister Lilly dengan suara yang lembut Khas miliknya.
Mendengar pertanyaan yang dilontarkan dengan lembut kepadanya membuat Kyungsoo menjawabnya dengan lembut pula.
"Nama saya Do Kyungsoo, Sister Lilly terlihat lebih tua dari saya,tidak perlu memakai bahasa formal seperti itu"
Seperti biasa, orang-orang akan terkejut setiap mendengar marga Do. Kyungsoo tahu akan hal itu.
"Ah. Sister Saya tahu apa yang ada dipikirkan anda saat ini.Perlakukan saya seperti orang biasa, karena saya tidak suka diperlukan secara berlebihan. "
Sister Lilly tersenyum mendengarnya.
Sister Lilly sangat senang ada seseorang Berharta yang tidak sombong seperti Kyungsoo.
"Ah...Baiklah Kyungsoo aku akan memperlakukan kamu seperti biasa dan kamu juga harus memperlakukan aku seperti biasa anggaplah aku seperti temanmu OK"
Jongin terbengong melihat Sister Lilly yang berkata lembut kepada Kyungsoo.
"Sister Lilly kamu gak usah sok cantik gitu, biasanya juga garangnya minta ampun"
Bletak*
"Aw... Sakitt! "
"Dasar Hitam bodoh rasakan! "
Kyungsoo tertawa terbahak-bahak melihat mereka yang sangat akrab, Kyungsoo sepertinya akan sangat betah berlama-lama disini.
"Sister Lilly aku membawa banyak barang tadi aku membelinya bersama Jongin aku akan memberikannya ke anak-anak disini sekalian aku ingin berkenalan dengan mereka,boleh kan?"
"Tentu saja Kyungsoo Tunggulah sebentar"
"Anak-anak kemari sayang, ada yang ingin berkenalan dengan kalian"
"Eoh? kak baekhyun kemana dia sudah pulang kan?"
"Ne.. Sister dia ada di kamar sejak dia pulang sekolah"
Jawab Nana.
Mendengar Jawaban Nana Sister Lilly terheran,tidak biasanya di waktu seperti ini Baekhyun mengurung diri di kamarnya.
"Tunggu sebentar ya anak-anak, Sister Lilly memanggil kak Baekhyun dulu. Jongin kenalkan mereka dulu kepada Kyungsoo aku akan memanggil Baekhyun dulu sebentar"
"Baiklah"
#Kamar Baekhyun Jongin. Selain kita gak boleh masuk
Berikut yang tertulis di pintu kamar yang berada di depannya saat ini.
Pintu lapuk, kamar sempit sudah menjadi pemandangan yang biasa di mata Sister Lilly.
Karena tidak ingin membuang banyak waktu langsung saja Sister Lilly mengetuk pintu dan memanggil nama Baekhyun.
Tok tok tok*
"Baekhyun..., Baekhyun keluarlah ada yang ingin bertemu denganmu"
Baekhyun yang sejak tadi melamun sambil memegang handphone nya,terkaget mendengar panggilan sister Lilly.
Dengan gelagapan baekhyun menjawab panggilan tersebut.
Baekhyun memasukkan handphone nya ke saku celananya dan dengan cepat ia membukakan pintu untuk Sister Lilly.
"I-iya Sister aku segera kesana"
Kriet*
"Ne Ada apa Sister? "
"Baekhyun ada seseorang yang ingin berkenalan dengan kita semua, ayo ke ruang tamu"
"Berkenalan dengan kita? siapa dia? "
"Hem...Tanyakan saja sendiri kepadanya "
#Ruang tamu
Baekhyun sudah sampai di ruang tamu,Baekhyun senang melihat adik-adiknya berkumpul dan tertawa bersama orang asing itu. Siapa dia?
"Ah Baekhyun kau sudah disini perkenalkan, dia temanku Kyungsoo "
"H-hai namaku Do Kyungsoo "
"A-apa Do?,Maafkan saya..tuan Do perkenalkan nama saya Baekhyun senang berkenalan dengan anda"
Baekhyun memperkenalkan diri sambil membungkukkan badannya, tapi ia menegakkan tubuhnya kembali saat kepalanya dipukul oleh Kyungsoo.
Plak*
"Aw... sakit"
"Dasar bodoh panggil aku Kyungsoo saja tidak usah formal atau aku akan memukulmu lagi"
"Eoh.. B-Baiklah Kyungsoo "
"Begitu kan lebih baik, ini untukmu "
Kyungsoo memberikan sebuah paperbag kepada Baekhyun.
Baekhyun terkejut saat membukanya.
"Apa ini?"
"Wah bajunya sangat bagus? kamu memberikannya untuk ku? benarkah? "
"Iya apa kamu senang? "
Baekhyun menganggukkan kepalanya sebagai tanda bahwa ia menyetujui nya
"Apa kalian sudah makan? aku akan membuatkan makanan untuk kalian, dan tteokbokki untuk Cyrus"
Kyungsoo sedikit menekankan perkataannya dan melirik ke arah Cyrus, Cryrus yang asyik dengan mainan nya itu berhenti dan menyedekapkan tangannya di dada.
"Cyrus masih marah loh huftt"
Melihat Cyrus yang marah seperti itu membuat Kyungsoo gemas dan menarik tangan Cyrus dan memintanya untuk mengantar Kyungsoo ke dapur.
"Ayo Cyrus antar Kak Kyungsoo ke dapur dan ayo kita buat tteokbokki yang enak"
Gengsi Cyrus perlahan menghilang lalu akhirnya Cyrus mengantarkan Kyungsoo ke dapur dan disusul oleh Baekhyun dan Sister Lilly.
#Dapur
"Baekhyun kamu kesini? kamu bisa memasak?"
"Hem? Dulunya aku memang sangat buruk dalam memasak tapi ditengah keadaan ku yang seperti ini aku harus beradaptasi. tidak selamanya aku harus bergantung kepada Bapa dan yang lainnya. Aku juga ingin mandiri walau hanya dibeberapa hal"
Baekhyun mengatakannya sambil menyiapkan bahan-bahan yang di butuhkan.
Disaat Baekhyun mencuci bahan-bahan tersebut handphone miliknya berbunyi dan dengan cepat Baekhyun membuka handphone nya.
Tertera nama Rose Saat handphonenya dibuka, dengan segera Baekhyun mengangkat telponnya.
"Hallo Rose ada apa? "
"Baekhyun bisa kamu ke rumahku sekarang juga?Temanku tidak sabar bertemu denganmu dan dia ingin agar kamu bekerja di tempatnya saat ini juga"
"Apa?Rose saat ini aku sedang ada tamu aku..."
"Baekhyun tapi dia ingin bertemu denganmu sekarang, dia akan marah jika keinginannya tidak segera dituruti"
"Baiklah aku akan siap-siap dulu"
"Ingat Baekhyun kamu harus berpenampilan dengan sangat tampan,cepatlah kesini Okay"
"Baiklah aku akan segera kesana"
"Huufft"
TBC.
Yey Sudah lanjut nih..
Author sangat tahu betapa hancurnya tulisan Author.
Author mah cuma bisa baca cerita Bagus tapi gak bisa kalau buat nulisnya, tapi yah daripada idenya ada dikepala terus hilang gitu aja.
walau hanya beberapa yang baca dan hanya satu orang saja yang review saya sudah sangat senang dan ngucapin terimakasih yang sebesar-besarnya.
See U next Chapter o(o)
