Sulay Fanfiction Indonesia

Chapter 4

Meet by Accident

Kim Junmyeon*Zhang Yixing

Anson

Siwon

Soo Young

Park Chanyeol

Byun Baekhyun

Kim Jongin

Eunji

e)(o

YAOI

MPREG!

BxB

Typo(s)

You don't meet someone by accident there's always a reason, a lesson or a blessing

.

Sepasang mata Junmyeon terkunci pada satu objek, Yixing yang sudah terbaring setelah di suntik setengah badannya untuk dibius. Rasanya Junmyeon memerlukan satu tendangan ekstra untuk meyakinkan dirinya benar-benar berada di tempat itu menunggu Yixing untuk perutnya dibelah. Tidak ada appa dan eomma yang menungguinya, atas kepanikan dan kebodohannyan lah ia berada disana sendirian. Yixing yang sudah tidak mengeluh sakit menatap perlahan Junmyeon yang memancarkan ketakutan.

" Ju..Junmyeon…"

" Yi..Yixing.. bagaimana ini aku takut…"

" Tenanglah.. kuharap proses ini tidak lama."

" Yixing…"

Yixing memegang tangan Junmyeon yang lebih dingin daripada tangannya, menghela napas karena Junmyeon lebih takut daripada dirinya.

Siapa yang akan dibelah perutnya, kenapa dia lebih takut daripadaku. Gumam Yixing

" Kita mulai ya. Anak ini akan lahir prematur, kami sudah menyiapkan segalanya, kita berdoa ya tuan semoga anak dan pasangan anda lahirannya lancar." Ucap dokter

Junmyeon terdiam, perasaaannya campur aduk. Yixing masih memandang matanya dan menggengam tangannya. Terdengar sesuatu sedang bekerja di perut Yixing. Junmyeon menolak memikirkan hal yang aneh-aneh. Dia hanya membalas tatapan mata Yixing.

" Apa sakit?." Tanya Junmyeon

" Tidak terasa apa-apa. Hanya kaku tidak bisa bergerak." Jawab Yixing

" Sebentar lagi selesai..pasti selesai…" Ucap Junmyeon

Yixing tersenyum matanya mulai terasa berat, ia ingin terus tetap sadar bersama Junmyeon. Memandang bayinya dan memastikan benar-benar memang ada bayi di dalam perutnya.

" Yi..Yixing sadarlah..Yixing…!."

Junmyeon semakin panik melihat Yixing yang semakin hilang kesadaran. Fix kini dia benar-benar sendirian.

" Hoeeeek…"

" Astaga bikin kaget!." Ucap Junmyeon

Junmyeon dengan takut-takut melihat ke arah sang bayi yang masih bercampur dengan darah Yixing.

" Selamat bayi kalian laki-laki."

" Bayi?."

" Ya bayi."

" Bayi manusia?."

" Haha pasti anda masih shock kan. Duduk lah, jaga pasangan anda hingga dia siuman nanti. Kami akan menyelesaikan operasi ini dahulu."

Mata Junmyeon menatap Yixing yang masih memegang tangannya erat, tidak menyangka bahwa dirinya dan Yixing benar-benar menjadi orangtua kini. Ditambah kedatangan bayi yang lebih cepat dari perkiraan mereka.

Welcome baby!

Soo Young dan Siwon memperhatikan bayi yang masih dalam inkubator, bentuknya kecil, kulitnya memerah dan bernapas pelan. Soo Young mengeluarkan airmata, Siwon memegang pundaknya berusaha menenangkan istrinya.

" Sayang sudah, yang terpenting Yixing dan bayi nya selamat."

" Aku hanya prihatin melihatnya. Lihatlah badannya kecil sekali."

" Ambil baiknya, bukannya dokter tadi mengatakan kelahiran ini membantu Yixing."

" Ya benar, seharusnya aku bersyukur bukan sedih seperti ini. Sayang, Myeoni kita sudah menjadi orang tua. Apa tidak sebaiknya kita beri dia hadiah untuk keluarga kecil nya ini?." Ucap Soo Young

" Hmm, pesawat? Kapal persiar? Hutan lima hektar..."

" Bukan-bukan sayang, yang lebih penting untuk mereka."

" Hmm, mobil khusus bayi?."

" Bukaaan.. rumah sayang rumah..."

" Rumah? Tapi Junmyeon kan tidak bisa pisah dengan dirimu..."

" Suamiku, bukan Junmyeon yang tidak bisa pisah denganku, tapi kau."

" Aku?."

" Ne sayang, kau yang tidak bisa pisah dengan Junmyeon. Tanpa kau sadari kau yang terlalu memanjakannya."

" Benarkah."

" Ya! Bagaimana dengan kelahiran si kecil ini kita buat Junmyeon mandiri dengan perlahan?."

" Sekarang?." Tanya Siwon tidak rela

" Sekarang." Tegas Soo Young

" Baiklah." Siwon mengalah

Soo Young kembali memperhatikan si bayi yang bernapas dengan perlahan.

" Sehat-sehat terus ya kecil."

.

Langkah terburu-buru Baekhyun menuju kamar rawat Yixing, kabar melahirkan Yixing yang dia dapatkan dari Eomma nya Junmyeon mengagetkannya. Tidak pernah memprediksikan kelahiran Yixing akan secepat ini.

" Aduuh.."

" Aduh!."

" Kau lagi.. Kalau jalan itu mata di pakai!." Ucap Chanyeol

" Dimana-mana jalan itu pakai kaki bukan mata tau!." Balas Baekhyun

" Iya juga.. Hais! Sana aku mau masuk."

" Aku dulu yang masuk."

" Aku!."

" Aku!."

" Chanyeol? Sttt kalian berdua ini bising! Yixing sedang istirahat."

" Bagaimana keadaan Yixing? Anaknya bagaimana? Perempuan atau laki-laki?." Tanya Baekhyun

" Masuklah, tapi jangan teriak-teriak. Bayi nya laki-laki dia masih di ruang inkubator."

" Baiklah, aku akan masuk."

" Man!." Chanyeol memeluk Junmyeon

" Ah lepaskan, norak."

" Siapa sangka kau sekarang menjadi seorang ayah." Ucap Chanyeol memukul-mukul tangan Junmyeon

" Hais.. Sudah jangan dibahas." Ucap Junmyeon mendudukkan pantatnya di tempat duduk depan ruangan Yixing.

" Jadi..Siapa namanya?." Tanya Chanyeol ikut duduk disebelah Junmyeon

" Namanya?."

" Iya.."

" Er.."

" Park shin Hye? Song Hye Kyeo?."

" Anak ku laki-laki."

" Song Jong Ki? Kim Woo Bin? Park Chanyeol?."

" Hais! Tidak-tidak... Nanti saja aku tanya Yixing, bagaimanapun juga dia harus menentukan nama bayinya."

" Omoo.. Benarkah kau Kim Junmyeon?."

" Apa-apaan kau ini."

" Kau berubah banyak man."

" Sudah hentikan.. Aku lapar, ayo kita cari makan."

" Kau yang bayarin yak."

" Aman."

.

Sementara itu di dalam ruangan Baekhyun berjalan pelan menghampiri Yixing, tidak ingin sahabatnya itu terganggu karena kedatangannya. Baekhyun menatap Yixing yang masih memejamkan matanya. Mengusap kepala Yixing dengan perlahan. Sungguh nasib apa yang di dera Yixing sehingga dia harus menjalani hamil dan melahirkan. Baekhyun hanya berharap dibalik semua keajaiban ini ada tersimpan makna yang besar untuk kehidupan Yixing.

" Baek.."

" Yixing.. Kau sudah sadar?."

" Och.."

" Apa yang sakit? Yang mana?."

" Perutku, Baek mana bayi nya? Apa dia tidak kenapa-napa? Apa dia sempurna?."

" Tenanglah Yixing, bayimu laki-laki, kata Junmyeon dia masih di ruang inkubator karena kau melahirkannya prematur."

" Kasihan dia, seharusnya aku lebih pandai menjaganya."

" Jangan salahkan dirimu Yixing, kau tidak boleh berpikir seperti itu."

" Tapi apa dia baik-baik saja?."

" Aku belum melihatnya juga, tapi pasti dia baik-baik saja, ada Junmyeon yang menjaganya."

" Apa itu tidak lebih mengkhawatirkan?."

" Er iya juga... Yang penting kau jangan pikirkan macam-macam okay, istrirahat lah agar nanti kau bisa menjaga anakmu."

" Ne Baek, temanilah aku disini."

" Pasti, Jadi anakmu.. Er apa kau sudah memikirkan nama yang sesuai untuknya? Oh Tuhan, aku selalu memimpikan mempunyai seorang anak."

" Kalau begitu menikahlah."

" Ish... Jangan paksa aku!. Jadi apa jawabanmu? Nama anakmu?."

" Hmm aku belum mendiskusikannya dengan Junmyeon."

" Kenapa perlu diskusi dengannya."

" Tentu saja Baek, kan itu juga anaknya. Lagi pula aku tidak tahu dia akan memakai marga siapa. Margaku kah atau marga Junmyeon. Kami sama-sama laki-laki kan."

" Hmm benar juga."

" Aku sudah tidak sabar melihatnya." Ucap Yixing kembali menutup matanya.

" Istirahatlah, aku yakin anak kalian kuat. Fighting Yixing." Bisik Baekhyun.

.

.

Rasanya aneh melihat Junmyeon dengan seragam sekolah penerbangannya datang menuju rumah sakit bagian rawat persalinan. Junmyeon masih setia mendampingin Yixing dirumah sakit, orang yang semula tidak ingin Junmyeon dekati. Sebenarnya Yixing sudah boleh pulang, tapi karena kondisinya masih lemah dan anaknya belum keluar dari ruang inkubator maka Siwon memaksa Yixing untuk tetap di rumah sakit.

" Junmyeon kau langsung kemari?."

" Ne Eomma, bukannya hari ini dokter mengatakan bahwa bayi nya akan keluar?."

" Ya Junmyeon, dokter mengatakan selanjutnya dengan metode kangguru."

" Sebentar.. akan ku booking kan satu pesawat khusus untuk keluarga kita." Ucap Siwon

" Untuk apa?." Tanya Soo Young

" Ke Australia jumpa kangguru."

" Sayaaang.. bukan kangguru itu yang dimaksud, tapi metode kangguru, jadi Yixing akan menggendong anaknya dan menstransferkan panas tubuhnya ke bayinya." Jelas Soo Young

" Oh begitu..." Ucap Siwon dan Junmyeon

" Siang..." ucap perawat sambil mendorong tempat tidur bayi

" Eomma itukah dia?." Tanya Yixing

" Ne Yixing, bayi kalian."

" Bisa anda coba gendong?." Tanya si perawat

" Ne kemarikan." Jawab Yixing

Perawat memberikan sang bayi kepada Yixing, bayi putih bersih dengan mata yang kecil. Rambutnya yang tidak terlalu banyak dan badannya yang sangat kecil.

" Dekaplah." Ajar si perawat

Yixing mendekap si bayi dengan hati-hati, berharap seluruh panas tubuhnya beralih ke tubuh sang anak. Junmyeon mendekat ke Yixing, melihat Yixing mendekap si bayi. Ia takut untuk memegang si bayi tapi tangannya terasa ingin mengelus dan memastikan si bayi nyaman.

" Sentuhlah dia, itu interaksi yang bagus dari kedua orangtuanya." Ucap perawat

Junmyeon menyentuh ujung rambut bayi, tidak ada tangisan yang memekakan telinga seperti mimpi-mimpi Junmyeon sebelumnya. Si bayi terasa damai dan tentram, tangan Junmyeon mulai terbiasa kini mengelus pipi sang bayi.

" Sudah saatnya bayi ini punya nama. Kau punya saran?." Tanya Junmyeon

" Kim Zhang?."

" Kim Zhang Anson?." Tambah Junmyeon

" Kenapa Anson?." Tanya Yixing agak curiga

" Entahlah, tapi naman itu seperti And dan Son kupikir itu menjadikan arti namanya anak laki-laki Kim dan Zhang?." Jelas Junmyeon

" Aku suka, Kim Zhang Anson." Ucap Yixing

" Ne Kim Zhang Anson."

Yixing tersenyum pada bayinya, berusaha memperkenalkan nama sang bayi. Junmyeon tersenyum melihat tingkah Yixing yang seakan-akan bayi mereka mampu mengerti maksud orangtua nya itu. Soo Young dan Siwon terharu melihat anak manja mereka, tidak pernah menyangka Junmyeon akan menjadi seperti ini.

" Hi Anson.. ini Papa Yixing dan Daddy Junmyeon." Ucap Yixing

" Anson Sarangheo.." Tambah Junmyeon

" Er maaf appa memotong, tapi appa dan eomma ada hadiah untuk Kim Zhang family." Ucap Siwon bahagia

" Apa itu appa? Kartu kreditku kembali?." Tanya Junmyeon semangat

" Bukan, lebih menarik lagi." Ucap Soo Young

" Wah semakin penasaran.." Tambah Junmyeon

" Baiklah, hadiahnya adalah, appa dan eomma akan memberikan kalian rumah! Jadi kalian akan tinggal bersama."

" Ha?! Eomma aku tidak mau, bagaimana nanti aku makan nya?."

" Mulai lagi." Desah Yixing

" Eomma..."

" Tidak Junmyeon, ini adalah hadiah untuk Anson, jadi kalian harus terima. Barang-barang kalian akan di pindahkan nanti. Jadi kalian tinggal bawa diri saja." Ucap Soo Young

" Eomma..."

" Ne terimakasih Appa dan Eomma." Ucap Yixing

" Anson.. ayo bilang kau tidak suka hadiah itu. Bilang kau ingin tinggal bersama nenek dan kakek." Ucap Junmyeon

" Junmyeon, kau mengganggunya tidur. Sana pergi sana." Usir Yixing

Junmyeon ditarik Siwon untuk keluar menjauh dari anaknya begitu Yixing mengusir Junmyeon. Anson yang masih tertidur tidak peduli dengan tingkah laku orangtuanya itu. Ia semakin mendekap kepada Yixing.

" A-Anson.. ayo bilang An-Ansoon."

TBC

*JANGAN LUPA REVIEW KAKA^^*

The Day Yay!

Mohon izin dulu mau pergi!

Moga begitu pulang langsung bisa update yah^^

Mianhe kalau kali ini pendek

Soalnya ngerjainnya sekalian kemas bawaan n nonton SMA hahah

Selamat EXO menang Daesang lagi!

HappyVirusByun haha pelan-pelan kita buat jumen menuju pintu taubat wkwkwk

Yxingbunny haha moga chap pendek ini bisa mengembalikan ship nya ya hihihi

wkwkwk

Titie Zhang wkwkwk namanya juga icing ditaksir orang-orang sudah biasa wkwkwk^^

Otps-daughter hahahah drama nya chap depan aja ya nanti hihihi

Guest hihihi iya^^

Dearssi sama-sama kaka makasih udah baca n review ^^

Pearl Luce wkwkkw maklum suka nistain bias ya kayak gini jadinya hahaha. Chap depan ya. Chap ini ringan-ringan aja hihi

Anson huahahha dendam pribadi nh beb.. hihi mianhe anson nya udah lahir soalnya memang pengen cerita tentang icing, jumen n anson hihihi

Kim rein huahaha pintu taubat sudah terbuka tapi jumen masih main-main di luar hahaha

SLS fighting juga baca n review nya kaka^^

Rikaexo kajja kajja hihihi

Chloe hihihi tbc kali ini bakal manis lagi apa balik lagi ya sifat jumen nantinya? Hahaha

KittiToKitti huahaha anson masih bayi aja dibeliin rumah langsung wkwkwk siwon n soo young memang ga nanggung wkwkkw

Micopark hahaha memang nih jumen anak mamih hahaha..