Ok! Saatnya balas Review! *semangat '45*

Ok deh! Thanks for review!

GothicM not login

Memang sih, tapi itu hanya sedikit dan hanya buat ringtone. Thanks for review!

Namikaze Kyoko

Ok! Thanks yaa!

Azakayana Yume

Hahaha.. iya! Thanks buat review-nyaa!

ErzaScarlet47

Ok! Thanks ya ripiu-nyaa!


Netta : hai..hai..hai..~ Author cantik dan berbakat ini kembali!

Luka : tch! BakAuthor ini balik..

Kaito : *rangkul Luka* iya.. *pasang wajah sebal*

Netta : gomen minna.. saya updatenya lama, soalnya liburan sudah selesai dan buka Lappie tercinta hanya bisa hari Sab'tu dan Minggu.. *nangis gaje sambil guling2 di lantai ruang keluarga*

Len : kasihan ya, BakAuthor kita yang satu ini... *menatap iba*

Lin : iya Len-kun... kasihan sekali hidupnya itu.

Netta : baiklah OC-ku tercantik dan Len-kun yang tampan (baca : shota) tolong baca Disclimer dan Warningnya yaaa~?

Len+Lin : iya..iya...

Len : Disclimer = Author gila ini GAK akan milik Vocaloid, hanya Oom dari Yamaha Corporation yang memiliki kita. Author ini hanya memiliki para OC-nya dan ceritanya.

Lin : Warning = OOC, saya dan teman saya (OC) ada di dalam Chappie ini, TYPO bertebaran, OOB(?), GaJe banget, alur kecepetan, gak nyambung banget. Saya ulang B-A-N-G-E-T.

Len+Lin : UDAH! *teriak pake toa 'World is Mine'*

Netta : Rin mana, Len?

Rin : AKOOEEHH DIISIINNEEEHH... *alay mulai keluar*

Netta+all Vocaloid (min. Rin) : *sweetdrop* CHECK THIS OUT!

Keterangan :

"Abc" = berbicara biasa.

"Abc" = ngomong bahasa asing (selain Indonesia)/ penerimaan telepon.

'Abc' = judul sebuah lagu atau ungkapan.

'Abc' = perkataan dalam hati.

'Abc' pernyataan lampau.

"Abc" = penekan kata/kalimat.


The Singer and The Writer

Chapter 4 : Tersulut Cemburu di Taman Bermain


Normal POV


Setelah itu, Len melihat Rin yang berhenti didepan sebuah ruangan dan memasukinya. Len sangat penasaran dengan apa yang dilakukannya disitu. Setelah Len menunggu sekitar 3 menit, Len melihat orang yang keluar bersama-sama dengan Rin. Dia adalah...

...CHRIS?

DEGH!

Jantung Len serasa berhenti berdekat untuk beberapa detik. Lelaki berambut pirang dan terlihat seperti model-model yang ada di Amerika, gaya rambutnya mirip Tom Cruise, dia tinggi bahkan lebih tinggi dari Len 5 cm, memakai celana panjang biru tua dengan atasan putih, serta memakai jaket lumayan tebal, dan kelihatan cocok dengan Rin. Memang Rin adalah orang Jepang yang tinggal di panti asuhan di Amerika dan mengganti identitas dirinya dari keturunan Jepang menjadi keturunan Amerika. Setelah itu Rin dan Chris keluar dari pintu belakang dan terlihat berbelok ke arah kiri yang menuju taman besar. Len langsung mengikuti kedua orang itu dengan terburu-buru agar tidak kehilangan jejaknya.

Setelah Len mengikuti Rin dan Chris lumayan jauh, ternyata Rin dan Chris sampai disebuah taman yang sangat indah. Len juga melihat ada seorang gadis berambut biru, laki-laki berambut biru, wanita berambut merah muda, dan gadis berambut hitam yang sedang duduk di hamparan padang rumput. Yah, ini adalah bulan Oktober dan sekarang adalah musim gugur. Musim Gugur dimulai pada bulan Agustus. Len bersembunyi di balik sebuah batang pohon besar yang mulai gugur.

"Ayo, kita sekarang mau kemana nih?" tanya Rin.

"Ke taman bermain yuk!" usul Chris.

"Boleh tuh boleh," jawab semua yang ada disitu (min Chris).

"Ok deh, kita berangkaatt~," kata si Shion bersaudara membuat semua yang ada disana (min Shion bersaudara) sweetdrop.

Akhirnya keenam makhluk itu melesat pergi ke taman bermain. Len terus saja mengikuti keenam orang tersebut sampai kesebuah taman bermain yang besar dan terdapat berbagai macam wahana permainan. Len sebenarnya tidak memakai penyamarannya melainkan hanya memakai sebuah topi hitam yang lumayan besar untuk menutup sebagian wajahnya. Lalu keenam orang itu memasuki wahana roller coaster. Len yang 'agak' penakut mau gak mau harus mengikuti mereka.

"WHOOAA! SERRUU!" teriak para penumpang roller coaster (min Len).

Sementara kita lihat keadaan dari bintang utama laki-laki kita, Len Kagamine yang duduk dibangku terbelakang nomor dua.

"KYAAA! TAKUUUTT!" jeritnya.

Kalian sudah tahu bahwa Len yang 'agak' penakut dan diuji untuk menaiki wahana menantang adernalin seperti roller coaster. Setelah wahana roller coaster berhenti, dengan terhuyung-huyung karena mabuk, Len turun dan menuju ke depan pintu keluar wahana. Rin dkk. sudah berada diluar wahana dan memutuskan mencari wahana permainan yang lain lagi. Akhirnya, Rin dkk. masuk kedalam rumah hantu yang jaraknya lumayan jauh dari wahana roller coaster.

Pada saat didalam rumah hantu, Chris dan Rin berjalan berdua di urutan paling belakang, di urutan paling depan ada Kaito dan Luka yang berjalan berdua, dan di tengah ada Kaiko dan Lin. Yang masuk wahana itu hanya 7 orang ditambah Len. Timbul perasaan tidak enak yang mengganjal dihati Len. Seperti... perasaan cemburu? Di tambah lagi saat adalah sadako palsu yang muncul dari sumur bohongan yang mungkin bisa menakut-nakuti setiap orang yang lewat dan membuat Rin menjerit ketakutan reflek memeluk tangan Chris. Dan itu sangat membuat Len iri. Dia ingin berada diposisi Ri- eh?! Salah. Di posisinya Chris maksudnya. Bisa dipeluk oleh gadis secantik dan semanis Rin.

"KYAAA!" Rin 'pun berteriak dan memeluk tangan Chris.

Len 'pun ikut-ikutan merinding mendengar suara teriakkan Rin yang lebih mirip suara k*ntil*n*k menjerit. Len juga kesal karena Rin dengan reflek memeluk Chris. Akhirnya wahana ini 'pun selesai di jabanin oleh Len. Ternyata waktu sudah menunjukkan pukul 9 pagi. Mereka semua (min Len yang masih ngikutin) mencari kedai-kedai makan yang dekat sini.

"Rin, mau makan apa?" tanya Chris.

'Dih! Sok akrab banget tuh anak!' maki Len dalam hatinya.

"Hot Dog dan Orange Squash aja deh," jawab Rin dengan ramah.

"Ok!"

Setelah mereka semua (tetep aja min Len) memesan makanan, mereka semua makan dengan lahapnya seperti tawanan yang baru keluar dari tahanan. Wajar-wajar aja sih, abis melakukan wahana-wahana gila dan memacu adernalin mereka. Len hanya memesan seporsi Banana Salad dan Juice Banana. Nih anak kerjaannya makan pisang terus. Apa gak sakit perut kali?

Mereka 'pun berjalan-jalan disekitar wahana dan membeli beberapa suvernir yang cantik-cantik dan bagus. Chris memakaikan Rin beberapa pernak-pernik seperti kalung dan gelang. Setelah selesai, mereka 'pun berpisah di depan pintu masuk taman bermain. Luka dan Kaito ada syuting film terbaru mereka. Kaiko ada acara manggung di hotel. Lin mau pulang ke rumah karena mau membantu Lilianne, kakak perempuan Lin. Sekarang tinggal Chris dan Rin yang masih cengo-cengo aja. Len langsung mendekati mereka.

"Morning!" sapa Len.

"Morning," jawab Chris dan Rin.

'Eh?! Ngapain anak ini ada disini?' batin Rin dalam hati.

"How are you, Chris, Rin?" tanya Len dengan bahasa Inggris.

"We're fine, thanks," jawab Rin dengan datar.

"Perkenalkan, aku Len Kagamine, teman dari Rin," kata Len.

"Aku Chris Lucifen, salam kenal."

"Boleh ku pinjam Rin sebentar? Ada yang perlu kami bicarakan berdua. Mungkin aku akan membawanya berjalan-jalan sebentar," tanya Len dengan santai.

'Apa maksudnya meminjamku? Jangan kau jawab iya.. jangan...' batin Rin.

"Bo-"

"Ok! Thanks, Chris!" kata Len sambil menarik tangan Rin menuju mobil Mustang GT-nya yang terparkir tidak jauh dari pintu keluar taman bermain.


Rin POV


"Boleh ku pinjam Rin sebentar? Ada yang perlu kami bicarakan berdua. Mungkin aku akan membawanya berjalan-jalan sebentar," tanya Len dengan santai.

'Apa maksudnya meminjamku? Jangan kau jawab iya.. jangan...' batinku.

"Bo-"

"Ok! Thanks, Chris!" kata Len sambil menarik tanganku menuju mobil Mustang GT-nya yang terparkir tidak jauh dari pintu keluar taman bermain.

'Apa-apaan ini?!' batinku.

Len menarik tanganku dan memasukkanku kedalam mobil sport-nya. Aku duduk dibagian depan. Dia menutup pintu dengan sedikit kencang. Lalu dia masuk ke bagian kursi supir. Aku keheranan melihat tingkahnya yang agak aneh. Dia men-starter mobilnya dan melesat pergi.

"Kita mau kemana, hah?" tanyaku.

"Ke apartmentku. Managerku ingin berbicara denganmu, Rin," jawabnya santai.

Aku benar-benar malas berdebat dengan makhluk gila disampingku ini (Len : gue gak GILAAA!). Jadi aku hanya memilih untuk diam. Perjalananan ke apartment Len, tidak ada yang membuka percakapan sama sekali. Tak terasa, waktu begitu cepat dan kami telah sampai di depan apartment Len. Dia turun dan membukakan pintu untukku. Kami 'pun masuk ke dalam apartment.

Kami menuju kekamar di lantai 34. Kamar paling ujung tersebut adalah kamar Len dan disebelah kiri adalah kamar Gumiya. Kami berdiri di depan pintu apartment tersebut dan Len mengetuknya beberapa kali.

"Gum? Gumiya?" panggil Len saat kami berdua memasuki kamar Gumiya yang tidak dikunci.

5 menit kemudian, seorang laki-laki berambut light-green pendek dan bertubuh tinggi keluar dari kamar mandi depan dengan hanya menggunakan handuk. Aku jamin semua FG-nya laki-laki ini akan nosebleed di tempat dan akan kehabisan darah.

"GYAA!" aku berteriak dan menutup kedua mataku dengan tangan.

Wajahku terasa panas karena aku baru pertama kali melihat laki-laki ehemtelanjangehemdadaehem dan hanya mengenakan handuk. Aku bisa mendengar Len yang sedang terkekeh pelan. Dalam hati sudah ku maki-maki laki-laki shota tersebut.

'Shota! Sialan kau!' makiku dalam hati.

Lalu lelaki bersurai light-green ini berbincang-bincang dengan si Shota selama hampir 5 menit dan seakan-akan aku tidak ada disini. Memang keterlaluan mereka ini. Udah tau ada tamu, cewe lagi. Bukannya disuruh duduk 'kek, dikasih minuman 'kek. Bukannya sopan-sopan dikit 'kek, malah asik ngobrol sendiri. Gak di ajarain sopan santun kali nih dua makhluk aneh.

Lalu lelaki bersurai light-green yang kita kenal sebagai Gumiya ini akhirnya masuk kamar dengan maksud dan tujuan untuk memakai baju. Aku dan Len hanya duduk di sofa di ruang tamu sambil menunggu Gumiya. Tidak lama kemudian, makhluk hijau muda yang kita tunggu-tunggu sudah keluar dari kamarnya.

"Ah.. Rin Clarissa. Ada yang ingin ku bicarakan kepadamu," kata Gumiya memulai pembicaraan.

"Apa yang ingin kau bicarakan?" tanyaku dengan nada datar.

"Hmm.. Sebenarnya ini menyangkut karir Len dan Len sendiri," kata Gumiya lagi.

"Sudah jangan berbasa-basi, langsung to the point aja deh," kataku mulai kesal.

"Baiklah. Saya, Gumiya Megpoid manajer dari Len Kagamine, ingin mengajak anda sekali lagi untuk ikut berpartisipasi(?) untuk berpura-pura menjadi pacar dan tunangan dari artis saya, Len Kagamine," kata Gumiya dengan formal. Bisa formal juga nih orang.

"Saya tidak mau, terima kasih!" jawabku dengan kasar.

Aku 'pun melangkah menuju pintu untuk keluar dari apartment ini. Tapi, aku merasa ada seseorang yang menggenggam tangan kananku. Ternyata itu adalah tangan milik Len. Sontak, aku berbalik untuk menampar wajahnya, namun tangan kiriku yang dipakai untuk menamparnya di cegat oleh tangan kanannnya. Aku merasakan wajahku yang memanas karena genggaman tangannya.

"Lepas!"

Aku langsung membentaknya dan meronta-ronta. Dia 'pun langsung melepaskan tanganku dari genggamannya. Aku men-deathglare-nya. Aku langsung berlari keluar dan membanting pintunya.


Len POV


Dia 'pun melangkah menuju pintu untuk keluar dari apartment ini. Tapi, aku langsung menggenggam tangannya, aku menggunakan tangan kananku. Dia 'pun berbalik untuk menampar wajahku, namun tangan kirinya yang dipakai untuk menamparku di cegat oleh tangan kananku. Aku bisa menduga bawa wajahnya terasa panas karena kelihatan dari wajahnya yang memerah.

"Lepas!"

Dia langsung membentakku dan meronta-ronta. Aku 'pun langsung melepaskan tangannya dari genggamanku. Dia men-deathglare-ku. Dia langsung berlari keluar dan membanting pintunya. Aku 'pun terkejut. Namun bagiku tidak masalah dan dia akan cepat kembali. Aku 'pun tersenyum bahagia dan hanya menunggunya di dalam ruangan.

"Bentar lagi, dia balik 'kok. Tenang aja," kataku santai.

"Emang kamu ngapain 'hah, bisa yakin bahwa Rin akan balik kesini?" tanya Gumiya.

"Aku gak bisa kasih tau laah~ Privasi ituu~" jawabku sambil tersenyum jahat.


Normal POV


Gadis berpita putih ini menghentak-hentakkan kakinya dengan kesal karena perbuatan Len Kagamine. Gadis yang kita kenal bernama Rin Clarissa ini sedang kesal. Bahkan jika ini sudah ada komik atau anime-nya, mungkin akan ada 4 sudut siku-siku di kepalanya. Sekarang dia sedang berada di dalam lift untuk turun ke lantai dasar.

"Sialan si shota itu, belum pernah dapet tinju dariku!" kata Rin kepada dirinya sendiri.

"Kan kubalas kau nanti!" Rin 'pun marah-marah sendiri di lift.

TING!

Lift 'pun terbuka. Sambil menjinjing tas selempang hitamnya, Rin melangkah ke depan pintu lobby apartment. Saat sudah membuka pintu besar lobby, dia langsung gemetaran saat melihat ke atas gedung diseberangnya. Dia langsung melihat ke arah ehemdadaehemnya. Dia melihat ada sebuah titik merah mengarah ke bagian jantungnya. Dia langsung berbalik dan berjalan ke lift. Setelah sampai, Rin langsung memencet2 tombol lift dengan kasar dan akhirnya terbuka dan langsung masuk.

"Apa-apa tuh orang?!" Rin 'pun kembali marah2 sendiri di lift.

TING!

Lift 'pun berbunyi dan terbuka. Rin berlari-lari ke kamarnya Gumiya. Rin langsung menggedor-gedor pintu dengan 'agak' kasar, tentu saja sambil ketakutan.

"Buka! Buka!"

CEKLEK

Rin melihat Gumiya yang membuka pintu dan berlari masuk ke dalam. Dia mencari keberadaan Len. Ternyata, Len sedang duduk di kamar Gumiya. Rin langsung masuk ke kamar Gumiya dan menemukan Len.

"Len Kagamine..." Rin memanggil Len dengan lirih.

"Ada apa?" Len menjawab dengan santai.

"D-di-didepan a-a-ada..." Rin tergagap-gagap saat memberitahu Len.

"Didepan ada apa?" Len mulai panik.

"P-pe-pembunuh..."

"Apa?! Pembunuh?!" Len 'pun terkejut.

'Hahaha! Rasakan itu!' ucap Len dalam hati.

Len hanya bisa tersenyum sambil memeluk Rin. Len hanya bisa menatap Gumiya dengan tatapan . . Gumiya hanya tersenyum senang. Len bertindak seakan-akan menenangkan Rin.

"Jadi kau kesini untuk merubah keputusanmu?" tanya Gumiya.

"Jadi bagaimana? Apakah iya kau mau kerja sama dengan kami?" sambungnya.

Rin hanya bisa mengangguk dengan pelan dan kelihatan pasrah. Tanpa Rin sadari, Len dan Gumiya tersenyum sumringah sangkin senangnya.


Len POV


"Jadi kau kesini untuk merubah keputusanmu?" tanya Gumiya.

"Jadi bagaimana? Apakah iya kau mau kerja sama dengan kami?" sambungnya.

Rin hanya bisa mengangguk dengan pelan dan kelihatan pasrah. Tanpa Rin sadari, aku dan Gumiya tersenyum sumringah sangkin senangnya.

'Nyahahaha! Garing sekali!' tawaku dalam hati.

Apakah kalian tahu, gimana caranya aku mendapatkan Rin kembali kesini? Tau? Tau? Tau? Tau? Ta- maaf kelamaan. Hehehe... Ok, baiklah, okay, ba- buset nih author! Ok, saya akan memberitahu kepada kalian semua.


Flashback | Len POV


Hah.. Sore hari yang sejuk~ Aku sedang berjalan-jalan di pusat kota. Dan pastinya, aku memakai penyamaranku. Aku sedang memikirkan cara untuk membuat Rin takhluk kepadaku dan sekalian represing (baca : refreshing). Aku menghampiri stand minuman yang ada di pinggir jalan dekat pertokoan dan membeli jus pisang kesukaanku.

Aku melihat toko perlengkapan perang seperti senjata api, senjata tajam, alat memanah, alat memancing, dan lain-lain. Aku melihat seorang laki-laki berbadan tegap dan terlihat sangar sedang berlatih.

TING! Sebuah ide brilliant muncul dikepalaku yang sangat amat jenius ini. Aku tersenyum sumringah menyatakan bahwa aku sangat senang.

'Apa aku suruh orang itu aja ya?' tanyaku dalam hati.

Dengan sedikit keberanianku, aku mendekati orang itu dan memanggilnya. Padahal, aku itu udah takut banget. Dari pada ide cemerlangku ini sia-sia, mendingan di jalanin aja dah.

'Em.. Permisi. Saya mau minta tolong sesuatu sama anda. Tapi perkenalkan dulu, nama saya Len Kagane," kataku.

'Emang ada perlu apa?' tanyanya.

'Jadi gini, saya ingin membuat seorang wanita ketakutan. Ciri-cirinya : berambut honeyblond, berpita putih besar, berkulit putih. Saya ingin anda mengarahkan senjata berlaser tepat di jantungnya tapi jangan di tembak. Hanya di arahkan. Dari gedung diseberang apartment yang megah itu. Dan kau akan dapat bayarannya," bisikku panjang x lebar x tinggi = (readers : kenapa jadi matem? | author : aha.. Gomen ne Readers-sama..)

'Baik, baik. Berapa bayarannya?'

'Mungkin... Bisa buat membeli senjata itu,' tunjukku sambil melihat harga yang tertera 30000 yen.

'Boleh. Akan saya laksanakan. Kapan?'

'Besok kita bertemu disini jam 5 sore.'

'Ok.'

Aku 'pun melangkah pergi. Setelah aku sampai di depan, aku tersenyum kegirangan.

'Wahahahaha! Rasakan itu!'


Flashback : Off | Len POV


Take One! One, Two, Three! Action!

Kembali lagi bersama saya, Len Kagamine dalam aca- salah! Ulang!

Take Two! One, Two, Three! Action!

Kembali lagi bersama saya, Len Kagamine dalam radi- salah! Maaf! Ulang!

Akhirnya...

Take One hundred sixty nine! One, Two, Three! Action!

Kembali lagi bersama saya, Len Kagamine dalam fanfic GaJe ini. Itulah mengapa saya bisa mendapatkan Rin Clarissa dengan sangaaaaaaat mudah. Hihihi.. Sekali-kali jadi jahat gak apa-apa 'kan?

"Rin.. Mendingan kamu tinggal denganku aja. Diluar gak aman," kataku lembut.

"Iya.. Bisa aja para penggemar Len yang brutal bisa mencelakakanmu. Kami khawatir, Rin..." Gumiya 'pun mendramatiskan keadaan.

"Baiklah.. Aku akan tinggal dengan kalian," jawabnya pelan.

"Keputusan tidak bisa dirubah," kata Gumiya.

"Hmm."

"Tunggu dulu. Kalian? Orang cuma sama aku 'kok!" kataku.

Akhirnya terdengar suara merdu (baca : nyaring) di dalam apartment Gumiya.

"APAAAA?!"


Normal POV


Kehidupan sesungguhnya baru saja di mulai!

To Be Continue...


Netta : Rn'R minna~

R


E


V


I


E


W

.

V