When Uri Changmin Jealous

[ Takii_yuuki]

Genre [ family,humor, romance, yaoi, friendship]

Main cast :

Kim Jaejoong,Jung Yunho

Shim Changmin

Park Yoochun-Kim Junsu

New Cast : SMRookies - Lee Taeyong

And other character..

Rating : T+

(saya ubah Rate-nya, jadi aman untuk siapa saja)

Length : Chaptered

Dislaimer : mereka milik orang tua mereka dan SMent, saya hanya pinjam nama.

Warning : cerita ini mengandung unsur boys x boys, don't like don't read, typo kalian pernah baca ff yang seperti ini, saya lupa siapa authornya dan judulnya, saya bukan bermaksud menjiplak atau memplagiat, ceritanya berbeda sekali, mungkin ada kemiripan dalam inti ceritanya [Jaejoong menginginkan adik baru buat Changmin] tapi jalan ceritanya berbeda sekali dengan saya sebutkan tadi. Mohon maaf. #deepbow kalau tidak suka silahkan di[x] ya, jangan bash author ya, saling menulis juga gak mudah. terima kasih pengertiannya.

Chapter 4

Happy reading

.

.

.

Changmin, Jaejoong dan Yunho berdiri di pinggir pantai dengan hanya menggunakan boxer, hal itu terjadi karena mereka kalah dalam game paintball war, Changmin berkali-kali menutup dada-nya karena malu. Junsu terkikik sambil memegang handycam untuk merekam mereka bertiga.

"Diam kau pantat bebek." Ucap Changmin marah.

"Eh harusnya kau yang diam, kau kan kalah. Ppaliwa, kalian lari dari sini ke ujung sana dan kembali kemari." Perintah Junsu.

"Kalau saja Umma tidak menolong Taeyong, kita sudah menang." Ucap Changmin sebal.

"Hei, Umma begitu karena Taeyong terjatuh, itu juga karena kau yang mendorongnya sampai dia terkilir dan terluka." kilah Jaejoong.

"Umma, Taeyong itu musuh kita, dia kelompoknya pantat bebek. Karena Umma menolong Taeyong, Umma ditembak pantat bebek dan aku tidak mendorongnya. Aku kepleset Umma."

"Aniyo, umma tidak mau terjadi apa-apa dengan Taeyong, lebih baik Umma kena tembakan itu daripada melihat Taeyong terluka seperti itu."

"Tskkk.. alasan.." decih Changmin sebal pada Jaejoong.

"Untung luka Taeyong tidak parah, kalau sampai terjadi sesuatu pada Taeyong, Umma tidak akan memasakkanmu selama satu tahun."

"MWO! Tidak adil." Seru Changmin marah.

"Sudahlah Min, lagipula ini kan hanya game, menang kalah sudah biasa dan kau, kenapa kau keras sekali pada Taeyong sampai-sampai kau mendorongnya seperti itu." Yunho menengahi.

"Yak, Appa juga, kenapa bisa kalah dengan si jidat lebar? Appa ini Jung Yunho, Yunho yang tak pernah terkalahkan…" ucap Changmin menggebu-gebu, "…kecuali kalau Umma marah." Lanjutnya dengan nada pelan.

PLAK! "Ouchh sakit Umma." Adu Changmin sambil mengelus kepalanya yang di geplak Jaejoong. "Jangan mengejek Appa-mu, biar begitu dia yang membelikanmu semua yang kau inginkan."

"Umma kan juga sering meminta pada Appa."

"Mau Umma pukul lagi?" Changmin menghindar sambil melindungi kepalanya.

"Hei kenapa kalian bertengkar. Ayo lari, kkaaaa…!" dengan berat hati Changmin menurutinya diikuti Jaejoong dan Yunho yang ada dibelakangnya. Junsu terlihat begitu senang saat merekam mereka bertiga.

Taeyong duduk di pinggir pantai ditemani Yoochun. Kakinya terkilir setelah bermain game paintball war.

"Apa masih sakit?" tanya Yoochun.

"Sudah lebih baik hyung."

"Changmin keterlaluan, kenapa dia sampai tega mendorongmu begitu, ini kan hanya permainan."

"Mungkin Changmin hyung tidak sengaja, dia tak sengaja menabrakku hingga kesannya seperti Changmin hyung mendorongku. Aku malah takut, Changmin hyung akan semakin marah padaku setelah hukuman ini." Ucap Taeyong takut.

"Jangan khawatir, Changmin memang begitu, maklum, sebelumnya dia kan anak kesayangan Yunho hyung dan Jaejoong hyung, begitu dimanja dan sekarang harus berbagi denganmu pasti dia belum mau menerimanya tapi lama-kelamaan dia akan menerima hal itu."

"Aku harap Changmin hyung tidak marah padaku."

Beberapa saat kemudian Junsu kembali sambil tertawa terbahak-bahak, dia melihat rekaman Trio Yunho-Jaejoong dan Changmin yang berlari setengah telanjang di pantai.

"Mereka lucu, apalagi Changmin. Kalau ini aku upload di internet pasti yang menonton banyak sekali." Junsu tak berhenti tertawa saat melihat video itu.

"Mana aku lihat." Yoochun mengambil video itu dari tangan Junsu dan melihatnya, dia tertawa tapi tak sekeras Junsu, "Kau mau lihat Yongie?" Yoochun menawarkan. Taeyong menggeleng.

"Taeyong, bagaimana kakimu?" tanya Junsu.

"Sudah lebih baik hyung."

"Changmin memang keterlaluan, ini kan hanya game, kenapa dia mendorongmu sampai kau terjatuh seperti itu?"

"Changmin hyung tidak sengaja hyung."

"Tak sengaja? Jelas-jelas dia mendorongmu." Ucap Junsu kesal.

"Siapa yang mendorongnya? Aku kan tidak sengaja. Aku terpleset jadi tak sengaja menabraknya." Sela Changmin tiba-tiba.

"Alasan, jelas-jelas kau mendorongnya." Balas Junsu tak mau kalah.

"Aku tidak mendorongnya." Changmin tetap pada pendiriannya.

"Eh sudah-sudah, sekarang kita kembali ke villa, sudah waktunya makan malam." Jaejoong datang melerai Junsu dan Changmin.

"Dasar menyebalkan..!" ucap Changmin kemudian meninggalkan mereka berempat.

"Yun, bisakah kau gendong Taeyong. kakinya pasti masih sakit." Pinta Jaejoong.

"Tentu sayang." Jawab Yunho.

"Jangan Umma, aku masih bisa berjalan." Tolak Taeyong.

"Eh tidak apa-apa baby, nanti kakimu tambah sakit kalau kau paksakan berjalan."

"Tapi Umma…"

"Ayo kita pulang, Su-ie, Chunnie tolong bawa barang-barang ini. Yun, gendong Taeyong. Kita pulang sekarang." Perintah Jaejoong. Mereka pun menurut dan melaksanakan tugas masing-masing.

Yunho menggendong Taeyong ala piggy back menuju villa. Jaejoong membantu Yoochun dan Junsu membawa barang-barang.

.

Sampai di villa, Jaejoong bersiap-siap untuk memasak makan malam. Yunho, Junsu, Yoochun dan Taeyong menunggu di ruang tamu. Mereka asyik bercanda, berbeda dengan Changmin yang menghabiskan waktunya di kamar, ia masih marah dan sebal karena kejadian tadi.

Tak berapa lama, makan malam pun siap. Mereka berkumpul kecuali satu orang, evil maknae Shim Changmin.

"Changmin kemana?" tanya Jaejoong setelah melihat putra evilnya tidak ada.

"Sepertinya dikamar. Sejak pulang tadi, dia tidak keluar dari kamar." Jawab Yoochun sambil mengambil nasi goreng kimchi buatan Jaejoong.

"Marah hyung." Tambah Junsu.

"Marah kenapa? karena tadi siang?"

"Bisa jadi."

"Biar aku panggilkan sayang." Ucap Yunho menawarkan.

"Tidak usah, biar aku saja. kalian lanjutkan saja makannya." Jaejoong meninggalkan mereka berempat untuk membangunkan Changmin.

"Apa Changmin hyung marah padaku?" tanya Taeyong hati-hati.

"Tidak Taeyong, kau tenang saja. dia memang begitu, nanti kalau di depannya sudah ada makanan pasti dia akan lupa kejadian tadi." Jawab Junsu menenangkan Taeyong.

"AKu takut hyung."

"Sudah jangan takut, Changmin tidak marah padamu." Yunho menepuk bahu Taeyong. "Lanjutkan makanmu."Taeyong mengangguk dan melanjutkan makannya.

.

Tok-tok-tok, pintu kamar Changmin diketuk Jaejoong, "Min, waktunya makan malam." Panggil Jaejoong dari luar.

"Aku tidak lapar." Jawab Changmin malas.

"Benar kau tidak lapar? Umma masak makanan kesukaanmu."

"Aku tidak lapar."

"Ayolah sayang, siapa yang akan menghabiskan masakan Umma kalau bukan putra Umma yang sangat Umma sayangi ini." Bujuk Jaejoong. Akhirnya setelah beberapa menit menunggu akhirnya Changmin keluar dengan wajah yang ditekuk.

"Benar Umma menyayangiku?" tanya Changmin.

"Tentu saja. kau putra Umma yang sangat Umma sayangi." Jawab Jaejoong sambil mengelus kepala putra evilnya ini.

"Taeyong?"

"Umma menyayangi kalian berdua." Jawab Jaejoong bijak.

"Lebih sayang siapa?" tanya Changmin manja.

"Tentu saja putra Umma yang evil yang doyan sekali makan ini, yang paling Umma sayang. Ayo kita makan, mereka sudah menunggu." Changmin langsung memeluk Jaejoong. "Terima kasih Umma." Jaejoong menepuk pelan punggung Changmin dan mengajaknya ke ruang makan.

.

"Taeyong tambah sayurnya, kau harus banyak makan." Junsu mengambil sayur dan memberikannya pada Taeyong.

"Terima kasih hyung." Ucap Taeyong. Tak lama kemudian Jaejoong dan Changmin datang, Changmin duduk disamping Yunho dan diikuti Jaejoong di sebelahnya.

"Lapar Min?" Goda Junsu. "Sejak kapan food monster tidak lapar?"

"Diam kau pantat bebek." Jawab Changmin ketus.

"Sudah jangan bertengkar,Junsu,Changmin kita sedang makan malam."Jaejoong menengahi.

"Maaf hyung/Umma."ucap mereka bersamaan.

Setelah makan malam selesai, Jaejoong mengambil desert untuk pencuci mulut. "Tadaa… desert ala chef Joongie siap dinikmati." Jaejoong menaruh desert itu di tengah-tengah. Changmin pertama kali yang mengambil dan dengan porsi yang agak banyak, hal itu membuat Junsu mendengus kesal.

"Yak, jangan banyak-banyak, yang lain tidak kebagian Min."

"Masih cukup kok." Balas Changmin. Junsu mengambil bagiannya dan diikuti Yoochun,Yunho dan Jaejoong hingga tersisa satu potong dan saat Taeyong akan mengambilnya, tiba-tiba garpu Changmin juga sudah menancap di desert itu. Changmin dan Taeyong saling menatap tapi kemudian Taeyong mengalah. "Untukmu saja hyung." Taeyong mengangkat garpunya kosong, hal itu diihat oleh Junsu dan yang lain.

"Terima kasih." Ucap Changmin. Saat dia akan mengambil desert itu, tiba-tiba Junsu menahannya.

"Tidak boleh, kau sudah makan 2 porsi, dan ini adalah milik Taeyong." tahan Junsu.

"Aku yang dapat duluan, Taeyong juga sudah mengalah." Seru Changmin

"Yakk kau ini." Balas Junsu tak mau kalah.

"Min, jangan begitu, kau kan sudah makan 2, berikan itu pada Taeyong." Jaejoong menengahi.

"Tidak mau Umma, aku suka ini lagipula Taeyong juga tidak mau." Ucap Changmin ngotot.

"Siapa bilang Taeyong tidak mau? Kau kan yang mengambil milik Taeyong." balas Junsu.

"Sudah hyung tidak apa-apa, aku juga sudah kenyang. Biarkan untuk Min hyung saja." Taeyong pun akhirnya angkat bicara sebelum semakin keruh.

"Tidak boleh, semua harus menikmatinya. Changmin kan sudah menghabiskan separuh masakan Jae hyung dia tidak boleh egois begitu."

"AKu tidak mau. Ini punyaku." Changmin memberi death glare pada Junsu.

"Aku tidak akan membiarkannya." Balas Junsu, akhirnya terjadi rebutan antara Junsu dan Changmin membuat beberapa barang terjatuh.

"Hei-hei sudah, Junsu, Changmin hentikan." Yoochun mencoba melerai.

"Hyung sudah." Tambah Taeyong.

"Kalian… berhenti…! Jangan berebut makanan seperti itu." ucap Yunho tak kalah.

"Punyaku/Punyaku.." ucap Junsu dan Changmin bersama-sama.

"Hei-hei-hei…" Jaejoong mencoba melerai tapi Swing! PLOK! CREP! Desert yang di perebutkan Junsu dan Changmin melayang dan jatuh tepat di wajah Jaejoong dan melorot ke bawah mengenai leher dan dadanya. Wajah Jaejoong berlumuran cokelat.

Yoochun, Yunho dan Taeyong menatap horror melihat keadaan Jaejoong. Junsu dan Changmin menelan ludah takut. GLUP! Siap-siap sang gajah centil mengamuk, Jaejoong terdiam namun nafasnya tersengal-sengal. Yoochun memundurkan kursinya bersiap untuk kabur.

Dan kemudian, "Aaaaaarrrggggghhhhh… Junsuuuuu -Changminnnn…..!" Jerit Jaejoong. Taeyong yang akan maju untuk membersihkan Jaejoong segera di tarik Yoochun untuk menjauh. "Lebih baik kita pergi, ini bukan urusan kita. kalau dia sedang mengamuk, kau bisa ditelannya." Ucapan Yoochun membuat Taeyong terkejut."Ta-ta.." belum sempat Taeyong bicara dia sudah diseret menjauh.

Yunho mencoba menenangkan Jaejoong, yang masih menjerit. "Su-sudah sayang, mereka tidak sengaja." Yunho mengambil lap dan membersihkan cokelat di dada Jaejoong pelan-pelan. "Sayang jangan marah.."

"Kim Junsuuuu – Shim Changminnn… kalian dihukummmm!"

"MWO!" seru mereka bersama.

"Ke dapur.. sekarangggg!" Yunho menutup telinganya mendengar jeritan kedua Jaejoong.

.

.

Junsu dan Changmin duduk bersimpuh sambil mengangkat kedua tangannya keatas. "Kalian dihukum duduk disini, sampai nanti jam 10."

"MWO!" jam di dinding menunjukkan pukul 7 jadi mereka harus dalam posisi itu selama 3 jam.

"Setelah kalian selesai, kalian harus cuci piring, cuci baju dan mengepel lantai."

"Apa?" seru mereka bersama lagi.

"Tidak ada keringanan hukuman, kalau kalian melanggar, hukumannya akan semakin berat."

"Yak hyung, yang salah kan Changmin, aku hanya mencoba mengambil hak-nya Taeyong." Junsu mencoba membela diri.

"Yak-yak kau pantat bebek.. apa yang kau lakukan ? mencoba mencari keringanan hukuman?" seru Changmin sambil mempelototi Junsu.

"Iya, memang kenapa? jelas-jelas yang salah disini itu kau bukan aku." Junsu tak mau kalah.

"Hei sudah-sudah.. kalian bertengkar lagi?"

"Umma, Junsu yang salah, bukan aku." Changmin mencoba membela diri.

"Kalau kau tidak merebut jatah milik Taeyong, aku juga tidak akan seperti ini."

"HEI!" bentak Jaejoong, dan mereka pun diam lagi. "Kim Junsu, kau dihukum hanya sampai jam 10, hukuman lainnya Changmin yang akan mengerjakannya."

"Yesss.. terima kasih hyung."ucap Junsu senang.

"Ummaaaaa…" Rengek CHangmin.

"Keputusan final, tidak boleh di ganggu gugat."

"Tapi…"

"AKu akan mengawasi kalian dari ruang tamu, berani menurunkan tangan tambah 10 menit." Jaejoong meninggalkan Changmin dan Junsu di dapur.

"Awas kau pantat bebek!" ancam Changmin.

"Rasakan! Dasar food monster."balas Junsu.

"KAu…!" seru Changmin melotot.

"Hyungg!" panggil Junsu jahil.

"Yak, diam kau.." seru Changmin pelan. Ia takut Jaejoong akan datang dan menambah hukumannya, ia menoleh ke kiri dan melihat Jaejoong sedang bersama Yunho,Yoochun dan Taeyong.

Beruntung tidak ada tanda-tanda Jaejoong menghampiri mereka, ia pun bernafas lega, sungguh ia tak mau dihukum Jaejoong lagi. Junsu menjulurkan lidahnya menggoda Changmin namun Changmin tak bisa berbuat apa-apa, takut Umma cantiknya semakin mengamuk.

.

.

Setelah hukuman selesai, Changmin melanjutkan mengerjakan hukuman yang diberikan Jaejoong. Ia mencuci piring dengan perasaan kesal. Saat sedang mencuci piring tak sengaja ia melihat Taeyong tidur di pangkuan Jaejoong. Jaejoong pun mengelus kepala Taeyong dengan sayang. Changmin mempoutkan bibirnya sebal, ia kembali melanjutkan mencucinya dengan perasaan yang kacau balau.

Selesai mencuci piring, Changmin mencuci baju mereka berlima. Beruntung ada mesin cuci jadi Changmin dengan cepat menyelesaikannya.

Saat ia menjemur pakaian diluar, Changmin melihat Yunho menggendong Taeyong ke kamar bersama Jaejoong. Mereka terlihat bahagia sekali, apalagi Jaejoong sempat mencium Taeyong sebelum dia keluar. Wajah Changmin mendadak murung, 'harusnya itu aku..' bathinnya.

.

.

.

Keesokan harinya mereka kembali ke Seoul. Yoochun satu mobil dengan Junsu dan Taeyong, dan mobil satunya Yunho bersama Changmin dan Jaejoong. Mereka lebih dulu mampir ke apartemen Jaejoong sebelum melanjutkan jadwal masing-masing.

"Taeyong, nanti kalau jadwalku sudah selesai aku akan kemari lagi. Setelah itu kita belanja. Aku sudah bilang pada Jaejoong hyung tadi." Ucap Junsu sebelum pergi.

"Ne hyung."

"Anak ini menggemaskan sekali. Aku menyukaimu Yong-ie." Junsu memeluk erat Taeyong sebelum meninggalkan apartemen Jaejoong. Yoochun juga ikut berpamitan karena dia ada jadwal syuting.

"Boo, aku kemari mungkin agak malam, hari ini ada jadwal di MBC dan beberapa pemotretan." Yunho berpamitan sambil memeluk Jaejoong.

"Iya, kau kemari setelah menyelesaikan acaramu saja. tidak usah terburu-buru." Jaejoong mengeratkan pelukannya.

"Iya." Yunho mencium kepala Jaejoong dan melepas pelukannya kemudian beralih ke Taeyong. "Tolong jaga Umma-mu ya, nanti Appa kemari agak malam." Taeyong mengangguk lucu. Yunho memeluk Taeyong dan kemudian pergi.

"Changmin hyung kemana Umma? Kenapa dia tidak ada?" tanya Taeyong setelah kepergian Yunho.

"Dia di mobil, tidak mau turun. Umma juga tidak tahu kenapa?"

"Apa Changmin hyung marah padaku?"

"Tentu tidak sayang. Changmin hyung memang begitu, nanti malam setelah Umma masakkan sesuatu yang enak pasti dia kembali lagi."

"AKu takut Min hyung marah Umma." Ucap Taeyong takut.

"Dia tidak akan marah, kau tenang saja." Jaejoong memeluk Taeyong untuk menenangkannya. Taeyong mengangguk. "Kalau begitu, sekarang ikut Umma, kita akan membuat kue untuk Changmin hyung."

"Ne Umma." Taeyong pun mengikuti Jaejoong ke dapur.

.

.

Siang harinya setelah pemotretan, Junsu kembali ke rumah Jaejoong. Hari ini mereka akan belanja seperti yang sudah dijanjikan.

"Hyung aku datang…" sapa Junsu saat masuk rumah.

"Kami di dapur Su-ie.." jawab Jaejoong dari dapur. Junsu pun menghampiri mereka di dapur.

"Kalian sedang apa?"

"Membuat kue untuk Changmin. Sepertinya dia marah karena hukuman kemarin." Jawab Jaejoong sambil mengambil kue dari oven."Taeyong tolong ambil toples di lemari."

"Ne Umma.." Taeyong bergegas mengambil toples di lemari dan menyerahkannya pada Jaejoong. "Ini Umma."

"Terima kasih Yong-ie. Sekarang kau mandi dan bersiap-siap. Nanti Umma menyusul."

"Kita mau kemana Umma?"

"Belanja, kau lupa kemarin kita mau belanja sebelum aku berangkat ke Jepang." Junsu mengingatkan.

"Kita jadi belanja?" tanya Taeyong sekali lagi.

"Yong-ie, jika kau tidak mandi juga, aku akan memandikanmu." Taeyong terbelalak dan kemudian berlari ke kamar Changmin untuk bersiap-siap.

"Kalau saja Changmin seperti Taeyong, apapun yang dia minta pasti aku belikan." Ucap Junsu penuh harap.

"Kalau Changmin seperti Taeyong, aku tidak yakin DBSK akan menjadi boy grup yang menarik. Pasti membosankan sekali jika membernya tidak memiliki suatu kepribadian yang unik dan pasti akan sangat datar jika membernya terlalu perfeksionis." Balas Jaejoong.

"Benar juga sih hyung."

"Aku sangat menyayangi Changmin meskipun dia agak nakal."

Tak berapa lama kemudian Taeyong selesai dan menghampiri mereka. "Aku sudah siap hyung."

"Kau sudah siap?" tanya Junsu. Taeyong mengangguk.

"Oke tunggu sebentar, aku bersiap-siap dulu." Gantian Jaejoong yang bersiap-siap. 10 menit kemudian mereka berangkat untuk belanja.

.

.

Mereka belanja di Mall mewah di Seoul. Junsu membeli beberapa barang untuk keperluan konser dan hadiah untuk saudara dan orang tuanya. Jaejoong membeli 1 set perhiasan baru dan beberapa stel pakaian untuk perform-nya sedangkan Taeyong, ia masih sibuk melihat barang-barang mewah yang terpajang di Mall itu.

"Apa yang kau suka, ambil saja Yong-ie." Ucap Jaejoong sambil memilih-milih jas untuk Yunho.

"MWO?" tanya Taeyong tak percaya, "Apapun?"

"Tentu saja. Kka, pilihlah apapun yang kau mau. Kau juga bisa membelikan teman-temanmu di Rookies." Mata Taeyong berbinar mendengar kata-kata Jaejoong, ia pun mengangguk lucu.

"Iya Yong-ie, pilihlah apa yang kau mau, hari ini aku dan Jaejoong hyung yang bayar." Timpal Junsu saat mencoba kacamata.

"Terima kasih hyung, terima kasih Umma." ucap Taeyong sambil membungkuk.

.

.

.

Di tempat lain, Kyuhyun dan Changmin sedang makan malam di restaurant favorit mereka.

"Yakin kau tidak mau ikut Yunho hyung ke apartemen Jae hyung?" tanya Kyu pada sahabatnya itu. Changmin menggeleng.

"Mereka akan menghabiskan waktunya bersama anak baru mereka, Lee Taeyong."

"Lee Taeyong ya? Anak Rookies itu kan? Ku dengar dia Rookies kesayangan Yunho hyung dan beberapa member EXO. Sekarang Jae hyung juga menyayangi dia."

"Heum.." Changmin hanya menjawab dengan deheman.

"Wah siap-siapa saja Min posisimu diambil oleh dia."

"Tidak mungkin Jae Umma hanya menyayangiku, aku sudah tanya itu. Hari ini aku sedang marah pada Jae Umma dan tidak bicara dengannya, dan kupastikan dia sedang merindukanku. Sebentar lagi dia juga akan menelponku untuk menyuruhnya kesana. Hohoho aku kan Shim Changmin, anak kesayangan Jae Umma dan Yun Appa." Bangga Changmin.

"Oh ya? Aku sanksi kalau posisimu aman saat ini. Lihat keadaannya sekarang, siapa yang 24jam bersama Jae hyung? Taeyong. Taeyong yang penurut, Taeyong yang lucu. Hohoho Jae hyung pasti suka anak penurut seperti Taeyong." balas Kyuhyun.

"Tidak mungkin, Jae Umma menggantikan posisiku sebagai anaknya dengan Taeyong. aku adalah Shim Changmin. Anak YunJae dari Boyband fenomenal TVXQ, tidak mungkin nanti ada berita Lee Taeyong adalah anak baru pasangan YunJae dari TVXQ. Hohoho itu hanya dalam mimpimu Cho Kyuhyun."

"Ya itu saat kalian masih berlima, sekarang kalian kan sudah pisah. Junsu hyung, Yoochun hyung, mereka akan mulai menyayangi Taeyong dan mulai melupakanmu. Jae hyung, lama-lama dia akan mengabaikanmu dan memilih Taeyong. "

"Masih ada Yunho Appa."

"Kau lupa, Taeyong itu Rookies kesayangan Yunho hyung. Dia pasti akan lebih meyayangi Taeyong yang penurut dan tidak suka membantah seperti dirimu Min." Kyuhyun mulai mengompori Changmin dan sepertinya Changmin mulai terbawa situasi (dasar Kyu evil) Changmin pun terdiam, ia memikirkan kata-kata Kyuhyun tentang kemungkinan posisinya tergeser dengan Taeyong.

"Aku akan pergi ke apartement Jae Umma." Ucapnya kemudian.

.

.

TBC

Hei I'm back, setelah sekian lama meng-hiatuskan ff ini, akhirnya saia memiliki semangat lagi untuk melanjutkan cerita ini. Terima kasih banyak untuk yang sudah me-review, mem-follow dan mem-favoritkan ff ini, terima kasih kalian menyukai ff ku ini.

Sekali lagi saya bukan plagiat lo, kalau ada yang pernah baca cerita dengan plot seperti ini, sungguh saya tidak ada niat untuk plagiat, ini cerita bener-bener dari pemikiran saya sendiri dan ceritanya jauh berbeda dengan yang pernah kalian baca. terima kasih. jangan lupa review, #deepbow

Maaf kalau ceritanya semakin gaje, typo bertebaran, mohon maaf.