Kyaaaaaaaaaaaa chap 4 is up...
Hehehe :-D
Saya mengadaptasi crita ini dari Novel yang saya baca yaitu Cintai Gue Kalo Berani...
Pairing : IchiRuki *coz banyak yang suka (termasuk saya sendiri)*
Disclaimer : BLEACH punya kang Tite Kubo bukan punya saya, saya tidak bisa membayangkan jika BLEACH ada di genggaman saya! Gagagagaga
CGKB hanya punya Ririn Senpai.
Rated : T
Genre : FiendShip, Romance (Mungkin)
Warning : OOC, Gaje, Typo (s), Alur agak cepet
Don't Like Don't Read
Huwaaaahhhh, akhirnya saya bisa up date juga, setelah satu bulan lebih Hiatus. hehehehe
HAPPY READING
Chapter 4
LETTER?
Langit yang biru menghiasi pagi ini dengan indahnya. Ryoga yang sedang berjalan menuju mejanya dan kemudian duduk dengan santai. Ketika tangannya merogoh laci meja dia dikagetkan oleh sepucuk surat, tapi tidak ada nama pengirimnya. Begini isinya...
Dear Ryoga,
Sebenernya udah lama gue pingin ngomong sama loe, tapi terus terang aja gue nggak berani buat bicara sama loe. Apalagi tingkah loe yang cuek gitu. Kali ini gue udah menbulatkan tekad untuk menulis surat ini untuk loe. Ini surat ke-23 yang akhirnya berhasil gue tulis. Gue anak sebelah. Thanks udah mau baca surat gue.
Ryoga hanya menggeleng-gelengkan kepala setelah membaca surat yang tanpa ada pengirimnya itu. Dia membolak-balik surat itu, siapa tau aja nama pengirimnya ngumpet. Tapi hasilnya nihil. Ryoga tidak menghiraukan sama sekali surat tersebut, dia berfikir mungkin ini kerjaan orang iseng aja. Jadi dia membuang surat tersebut ke tempat sampah yang ada di dalam kelas.*patut dicontoh!* Ichigo yang tidak sengaja melihat Ryoga membuang kertas ke dalam tempat sampah, diam-diam memungutnya.
;- ^-^ -;
Hari kedua. Lagi-lagi ada sepucuk surat ada dilaci meja Ryoga. Lagi-lagi tidak ada pengirimnya dan isinya hampir sama dengan surat yang pertama. *dari fans loe kali..*
Hari ketiga pun sama. Surat ditemukan dilaci meja Ryoga dan masih tanpa nama. Isinya pun masih hampir sama dengan surat sebelumnya. Karena sebel, sebelum pulang sekolah Ryoga meletakkan surat di mejanya. Isinya...
Eh! Gue nggak tau loe itu sapa, tapi gue minta tolong sama loe jangan ganggu gue lagi atau loe bakal nyesel. Gue bukannya ngancem, tapi gue emang nggak suka sama orang yang iseng kayak loe.
Begitulah surat yang ditulis oleh Ryoga, kemudian dia melangkah pergi meninggalkan kelasnya. Tanpa diketahui oleh Ryoga, diam-diam Ichigo menghampiri meja Ryoga dan menaruh sepucuk surat terus dia pergi gitu aja.
;- ^-^ -;
Esok paginya tetap ada surat di laci meja Ryoga. Meskipun agak sebel tapi Ryoga tetap membacanya.
Bener juga kata loe. Kalo gitu kita ketemuan hari ini pulang sekolah di taman belakang .
Selama pelajaran, Ryoga tidak mengikutinya dengan tenang. Dia bengong sendiri kayak orang lagi nggak punya uang. Untungnya dia duduk di belakang jadi nggak ketahuan kalo lagi bengong. Sebenernya dia itu lagi bingung, mau datang atau nggak ke tempat janjian yang di tentukan oleh si pengirim surat.
Hanataro yang ada di depan Ryoga tidak mendengar keributan orang yang ada di belakang merasa heran kemudian dia menengok ke belakang dan mendapati Ryoga masih bengong dengan menopang dagunya.
Ketika jam pelajaran selesai. Hanataro membalik kursinya dan duduk berhadapan dengan Ryoga.
"Hey! Tadi waktu pelajaran gue ngliat loe lagi bengong. Mikirin apaan?" Tanya Hanataro.
"Bukan urusan loe!" jawab Ryoga ketus.
"Hmm, mikirin cewek ya?"
"Ryoga? Punya cewek? Emang ada sejarahnya?" sela Ichigo yang ternyata mendengarkan percakapan Ryoga dan Hanataro.
"Eh, nggak usah ikut campur ya loe! Urus aja diri loe sendiri," kata Ryoga dengan sengit.
"Eh, tapi bener juga ya. Seinget gue kanal loe di SMP, nggak ada sejarahnya loe punya cewek atau nembak cewek," tutur Hanataro sambil mantuk-mantuk.
"Atau jangan-jangan loe itu...," lanjutnya dengan menatap Ryoga tajam.
"Jangan ngaco deh loe!" tepis Ryoga dengan wajah kesal.
Ichigo dan Hanataro pun tertawa bersama, dan berhasil membuat Ryoga keluar dari kelas.
;- ^-^ -;
Palajaran terakhir akhirnya selesai juga. Para murid-murid berhamburan keluar. Karena jam terakhir merupakan momen yang di tunggu-tunggu oleh para murid, Ryoga pun biasanya begitu. Tetapi tidak untuk saat ini. Langkah kakinya tidak semangat, dia bingung akan menemui si pengirim surat itu atau tidak. Tapi setelah menimbang-nimbang cukup lama, akhirnya Ryoga pergi ke taman belakang. Seperti janji sang pengirim surat, dia telah menunggu di taman belakang dengan tas orangenya. Ternyata dia seorang cewek dengan tinggi yang lumayan, rambutnya terurai dengan dua jepit kecil di atas telinganya, wajah cantik, dan body nya itu yang pasti membuat para kaum adam tidak kuat, lihat saja dia mempunyai dada yang ekstra. Pokoknya dia masuk golongan cewek cantik deh.
Ryoga tidak langsung menemui cewek tersebut. Dia mengintip dahulu dan mempersiapkan jantungnya agar nggak kenapa-napa dan mempersiapkan sedikit kata-kata. Setelah dirasa lumayan, akhirnya Ryoga menampakkan mukanya di depan cewek itu.
"Hai! Gue Orihime Inoue," sapanya sambil mengulurkan tangan.
"Ryoga," bales Ryoga (sok) cool.
"Menurut surat loe, ada yang mau loe sampein ke gue," kata cewek tersebut dengan mengeluarkan surat dari dalam tasnya.
Dahi Ryoga merengut. Ketika melihat surat tersebut.
'Seingat gue, gue pake buku tulis dan motif buku tulis gue bukan kayak gitu.' Batin Ryoga heran sendiri.
"Itu surat dari gue?" tanya Ryoga heran.
"Iya. Ini surat dari loe kan?" gantian Orihime yang merasa bingung.
"Eh, iya.. iya itu surat dari gue," jawab Ryoga agak ragu. Dia mengatakan ini agar permasalahannya nggak makin panjang.
"Ok, kalo gitu loe mau nyampein apa ke gue? Loe udah tau maksud gue ngirim surat ke loe kan? Terus gimana jawaban loe?" tanya Orihime bak kereta lewat.
"Ehmm...," gumam Ryoga yang masih bingung mau ngejawab apa.
"Ano, terus terang aja gue itu nggak suka sama cara loe yang naruh surat setiap hari dilaci meja gue dan... gue nggak..."
"STOP!" sela Orihime.
"Gue udah tau maksud loe. Makasih buat jawaban loe." Kemudian Orihime berlari kecil meninggalkan Ryoga. Ryoga tidak melakukan apa pun atau berusaha mengejar karena dia masih bingung dengan tingkah cewek itu.
"Dasar cewek aneh." Ucap Ryoga kemudian pergi dengan santai.
"Cck.. cck..cck.. ada produk bagus kok ditolak gitu aja," kata Ichigo yang tiba-tiba keluar dari balik tembok.
"Ah... gue tau sekarang, siapa yang nuker surat gue. Loe kan? Awas aja loe. Gue bakal ngasih kejutan buat loe, liat aja nanti." Ryoga seolah mengancam, lalu pergi meninggalkan Ichigo yang masih senyum-senyum.
;- ^-^ -;
Besok paginya, Ryoga menghampiri Hanataro yang lagi ngegosip sama anak-anak cewek di kelas. Hanataro merupakan sumber informasi maka dari itu Ryoga mendatangi Hanataro untuk mengetahui info tentang cewek yang kemarin dia temui.
"Hanataro, loe tau nggak yang namanya Inoue?" tanya Ryoga.
"Inoue? Orihime Inoue?" tanya Hanataro balik.
"Nah iya! Dia, loe kenal nggak?"
"Ya ampun Ryoga, sapa sih yang nggak tau dia. Dia kan primadona sekolah. Gue tau loe sibuk maen basket, tapi masak nggak tau dia sih!" jawab Hanataro sambil mengguncang-guncangkan tubuh Ryoga.
"Maaf deh. Oy dia anak kelas mana?"
"Kayaknya anak XI IPA 3 deh. Kenapa loe tanya-tanya dia? Naksir ya,?"
"Nggak kok," jawab Ryoga santai.
"Eh, tapi menurut info yang beredar kalo dia itu agak aneh, kalo udah suka sama seseorang. Dia bakal ngejar-ngejar terus!" ucap Hanataro mengingatkan.
"Oh ya? Baguslah kalo begitu," Jawab Ryoga sambil senyum-senyum sendiri.
"Thanks atas infonya ya, loe emang bank gosip, salut gue sama loe!" kata Ryoga sambil menepuk pundak Hanataro dan pergi meninggalkan kelas.
'Hm, ternyata dia anak XI IPA 3.' Batin Ryoga dengan menyeringai.
"Permisi... yang namanya Inoue ada?" tanya Ryoga kepada salah satu murid yang lagi ngobrol di dekat pintu.
"Ada, sebentar ya," jawabnya singkat.
"Orihime, ada yang nyari nih...!" teriaknya dengan keras.
Nggak lama kemudian, datanglah cewek yang kemarin ditemui Ryoga di taman belakang.
"Sory nih, gue ganggu bentar. Hm.. mengenai masalah yang kemarin, sebenernya yang suka sama loe itu Ichigo, temen sekelas gue. Dia pernah bilang sama gue kalo dia suka banget sama loe. Dia itu sok jual mahal nggak berani ngungkapin langsung. Nah, jadi loe aja yang deketin dia duluan. Gue ke sini cuma ngasih tau loe aja," jelas Ryoga.
"Beneran? Ichigo yang waktu itu tanding basket sama loe kan?" tanya Inoue semangat.
"Iya. Keren kan anaknya," puji Ryoga untuk meyakinkan Inoue.
Setelah berbincang-bincang Ryoga pun memutuskan untuk kembali ke kelasnya.
;- ^-^ -;
Waktu istirahat sudah tiba. Anak-anak mengisi perut mereka yang kosong dengan cara pergi ke kantin. Beberapa menit setelah bel berbunyi, ternyata Inoue sudah ada diambang pintu kelas Ryoga dan memandang Ichigo dengan mata yang berbinar-binar.
"Hallo Ichigo." Sapa Inoue dengan tangan yang memeluk leher Ichigo. Ini nih sifat Inoue yang aneh.
"Apaan sih loe!" protesnya sambil mencoba melepas tangan Inoue dari pundaknya.
"Aduh, jangan gitu dong. Gue tau kok kalo loe itu suka sama gue . tapi loe sok jual mahal."
"Haaah apakah!" kata Ichigo kemudian ngacir keluar kelas. Dan menjadi tontonan anak-anak yang ada di kelas.
"Hah, ternyata gila juga tuh cewek. Cantik-cantik kok aneh," komentar Hanataro.
Akhirnya Ryoga tertawa puas melihat adegan gratis tadi. Menurut kabar yang beredar di sekolah, akhir-akhir ini Orihime ngikutin Ichigo kemanapun dia pergi. Pergi ke kantin dia ikut, waktu istirahat dia malah nempel-nempel. Gara-gara ini Ichigo jadi gila. Gimana nggak coba, ketika akan pergi ke kamar mandi dia menjadi lebih waspada karena melewati kelas Orihime dan apabila Orihime melihat Ichigo lewat dia langsung mengejarnya. Untungnya Orihime nggak sampai masuk ke dalam kamar mandi, kalo dia sampai masuk berabe tuh.
;- ^-^ -;
TBC
Tunggu Chapter Berikutnya!
Balesan Review chap 3
nenk rukiakate : hem maaf kayaknya itu aku taruh di chap depan. Hehehe. Terima Kasih udah mau mampir untuk Review ^^.
Zanpaku-nee : hehehe, Hisana inget sama Ichigo kok. Di chap-chap depan bakal di critain masa lalu IchiRuki. Terima Kasih udah mau mampir untuk Review ^^.
Kokota : Terima Kasih udah mau mampir untuk Review ^^.
Rukianonymous : Hadow, hehehe iya tapi aku taruh di chap depan. Terima Kasih udah mau mampir untuk Review ^^.
Nakamura Chiaki : iya, nggak papa kok. Waaah dirimu sotoy banget nih, main tebak-tebak aja. Hehehe. Terima Kasih udah mau mampir untuk Review ^^.
curio cherry : Arigato, iya aku sengaja buat Ichigo kelihatan cool. Aku nggak tau nih, masa lalu IchiRuki mau dicritain kapan, hehehe pokoknya ditunggu aja. Semoga curio-san nggak bosan nunggunya. Hehehe. Terima Kasih udah mau mampir untuk Review ^^.
Hana-kori no Akuma : hadoh-hadoh, gomen nich Hana-san, aku nggak pinter buat Romance. Terima Kasih udah mau mampir untuk Review ^^.
JANGAN LUPA UNTUK REVIEW LAGI YACH
