Title: Misunderstanding
Author: aoora
Cast: Zhoury
Warning: yaoi, boys love, boyXboy, typo, alur waktu-tempat semua gak jelas.
All Cast belong to God
.
.
.
.
.
.
Siang yang begitu terik menyebabkan orang-orang enggan untuk keluar rumah. Mereka lebih memilih mengurung diri dirumah dari pada harus menikmati terikan matahari yang begitu menyengat kulit. Namun berbeda dengan namja mungil berwajah imut seperti mochi ini. Ia dengan santainya berjalan-jalan dengan senyum yang tak lepas dari bibir mungilnya.
.
Ada yang bertanya kenapa Henry seperti itu? Asal kalian tau saja walaupun cuaca seperti apapun Henry selalu tersenyum setiap harinya. Tidak peduli entah itu dingin, panas atau apalah, yang jelas Henry selalu seperti itu. Ia terus saja berjalan tanpa arah dengan langkah riang. Sampai akhirnya mata indahnya menangkap sosok seseorang yang baru beberapa minggu ini membuat harinya lebih indah dari hari-hari biasanya.
.
Henry pun mempercepat langkahnya saat jaraknya dengan orang itu semakin mendekat. Namun langkah Henry terhenti ketika melihat orang itu sedang mendekap seorang yeoja dengan penuh sayang. Henry yang melihat itu pun hanya bisa memundurkan langkahnya sedikit demi sedikit.
.
.
.
Henry POV
Mimi-ge jahat sekali kepadaku. Kenapa dia tega berselingkuh seperti itu. Seharusnya kalau dia sudah bosan sama aku, kenapa aku gak diputusin aja. Aku lebih terima diputusin dari pada harus diduakan seperti ini. Ahh pokoknya aku benci Mimi-ge.
Henry POV End
.
Henry melangkahkan kakinya tak tentu arah. Tak tau lagi rasanya arah tujuannya. Sekarang ia hanya mengikuti arah kakinya. Entah sejak kapan sekarang Henry sudah berada disebuah taman yang suasananya lumayan sepi.
.
Henry pun mendudukan dirinya disebuah bangku ditaman tersebut. Dengan wajah yang sendu ia pun mengedarkan pemandangannya keseluruh taman. Ia banyak melihat hal-hal yang menarik disana. Namun hal itu tidak dapat membuat senyum dibibir Henry saat ini. Masih teringat bayang-bayang Zhoumi dengan yeoja yang sedang didekapnya. Seketika cairan bening pun sukses keluar dari kedua mata indahnya.
"Hiks…hiks… kenapa Mimi-ge tega sekali." ucap Henry sambil menyentuh dadanya, mencoba merasakan sakit yang entah sejak kapan dirasakkannya. Henry masih memejamkan matanya, mencoba merasakan setiap bulir-bulir bening yang keluar dari kedua matanya. Berharap jika ia menangis maka setelahnya rasa sakit yang dirasakannya akan menghilang sama seperti jejak-jejak air mata dipipinya yang sudah mulai mengering.
.
Saat Henry sedang asik menangis, ia merasakan tangan seseorang menyentuh pipinya. Mencoba menghapus jejak-jejak air mata yang masih tersisa dikedua pipi Henry yang seperti mochi itu. Seketika Henry pun membuka matanya perlahan, untuk mengetahui siapa pemilik tangan yang sudah berani-beraninya menyentuh pipinya. Saat mata Henry terbuka sempurna. Betapa terkejutnya Henry saat melihat orang yang ada dihadapannya saat ini adalah Mimi-genya.
"Mimi-ge?"
"Kenapa kau menangis mochi chagi?" Henry tidak langsung menjawab pertanyaan Zhoumi. Mata yang sedari menatap Zhoumi kini beralih kearah yeoja cantik yang ada disebelah Mimi-genya. Seketika air mata Henry pun keluar kembali. Ia mencoba menghentikan air matanya itu, namun apa daya air matanya terus saja keluar. Zhoumi yang melihat itu pun menjadi heran. 'Sebenarnya apa yang terjadi pada Mochi imutnya saat ini'. Zhoumi pun mendekati Henry, namun saat sudah dekat Henry langsung berdiri dari duduknya dan melangkahkan kakinya mundur.
"Mochi kau kenapa? Jangan buat aku bingung seperti ini?"
"Sudahlah gege jangan pedulikan aku lagi."
"Apa maksudmu Mochi?"
"Bila gege sudah bosan bersamaku. Sebaiknya kita akhiri saja hubungan kita."
"Apa yang kau bicarakan? Aku tidak pernah bosan padamu."
"Sudah jangan pikirkan aku lagi. Ada baiknya gege pergi saja bersama yeoja itu."
"Yeoja? Apa maksudmu Hyorin nonna?"
"Yah aku tak perduli siapa namanya. Aku tau pasti itu pacarnya gege yang baru." Merasa suasana yang kian mengeruh, akhirnya yeoja yang benama hyorin itu pun ikut berbicara.
"Henry kau salah paham." ucap Hyorin sambil menyentuh pundak Henry pelan
"Apa maksudmu?" Henry melihat Hyorin dengan pandangan tidak suka lalu ia menyingkirkan tangan Hyorin kasar. Zhoumi yang melihat itu hanya terdiam, mencoba menebak-nebak akspresi apa saja yang akan diperlihatkan oleh Mochi imutnya itu.
"Perkrnalkan. Aku Hyorin, kakak sepupunya si tiang listrik ini." seketika mata Henry membulat sempurna saat mendengarya.
"Benarkah? Aku kira kau itu yeojachingunya mimi-ge"
"Aish Henry kau ini imut sekali. Lagi pula mana mungkin juga sih Zhoumi mempunyai yeojachingu kalau ia saja masih mempunyai namjachingu yang imut sepertimu." Hyorin pun mencubit pipi Henry gemas karna sedari tadi ia melihat ekspresi Henry yang tersipu malu dan itu terlihat kelewat imut.
"Asal kau tau saja nonna sebelum Mimi-ge berpacaran denganku. Ia adalah seorang playboy, jadi pantas sajakan kalau aku berpikir nonna adalah yeojachingunya Mimi-ge" Henry pun menggerucutkan bibirnya imut saat kembali mengingat kalau namjachingunya adalah mantan seorang playboy. Zhoumi yang melihat Henry saat itu pun tidak bisa menahan dirinya untuk tidak mengecup bibir mochinya itu.
CUP~
Dengan kilat Zhoumi mengecup bibir Henry saat itu. Dan seketika terlihatlah semburat merah yang menghiasi wajah Henry.
"Kau tau chagi bahkan aku rela melepaskan jabatanku sebagai playboy hanya untuk bersamamu chagi." Zhoumi pun memeluk Henry lembut mencoba menyalurkan bahwa perasaan cintanya sangat besar untuk namjachingunya itu.
"Wo ai ni Henry chagi." Bisik Zhoumi ditelinga Henry, sebelum akhirnya ia mengecup bibir Mochinya lagi. Kecupan Zhoury lama kelamaan menjadi ciuman ganas. Kalau saja Hyorin yang saat itu tidak menghentikkan ciuman mereka, mungkin saat ini Zhoury akan melakukan hal yang aneh tanpa kenal tempat seperti taman ini.
.
.
.
.
.
The end
mind to review?
