Now
.
.
.
.
Disclaimer : Mereka semua milik Tuhan
Pairing : Nanti ada seiring berjalannya Chap... hehehehe...
Genre : Romance, Drama, Family, Friendship? YAOI, alur pasaran, membosankan dan pasti banyak typos
Rate T
Baca pelan - pelan ne? nanti pasti bingung!
.
.
.
.
Jaejoong memejamkan matanya, dari tadi malam dia tidak merasakan nyeri atau pun sakit pada bagian itu? Namun memang merasa ada yang mengganjal. Ternyata...
" Aaww! Appoohh"
" Sudah eomma... Ffuuuuu~~" Changmin mencoba meniup luka Jaejoong
Jaejoong tersenyum pada anaknya. Anaknya sungguh perhatian padanya, dia sungguh bangga memiliki Changmin dalam hidupnya.
" Waeyo eomma?" Tanya Changmin pada eommanya yang memandanginya
" Eh? Aniya. Kajja kita bersiap, kita harus ke terminal bukan?"
" Ne eomma"
Changmin segera masuk kedalam kamar mandi. Tak lama kemudian Changmin keluar dan dia terlihat kebingungan.
" Waeyo?"
" Minnie pakai apa eomma? Bukankah Minnie tidak bawa pakaian?"
" Eoh? Eomma membawa beberapa pakaianmu semalam. Eomma takut tidak bisa bertemu denganmu makanya membawa pakaianmu. Kau pakailah"
" Ne eomma" Changmin tersenyum senang
Namun Jaejoong hanya membawa atasan Changmin saja, Dia tidak membawa celananya. Akhirnya Changmin tetap memakai celana piyamanya. Setelahnya Jaejoong bersiap dan keluar dari penginapan itu, mencari sarapan dan berjalan kearah halte bus disana. Mereka menunggu bus menuju terminal datang.
Jaejoong memakaikan sweaternya pada Changmin. Dia membiarkan saja tubuhnya terkena angin musim semi. Tak apalah, asal sang anak baik - baik saja.
Nyuuuttt~~~
Kembali perut Jaejoong berdenyut nyeri. Dia memegangi perutnya membuat Changmin menoleh dan memandang khawatir sang eomma.
" Eomma... Gwaenchana?" Tanya Changmin khawatir
" Ne baby... Eomma gwaenchana" Ucap Jaejoong mencoba tenang
Ckiiiitttt
Sebuah mobil mewah sangat familiar berhenti didepan halte itu, Jaejoong dan Changmin mengetahui mobil mahal itu milik siapa bahkan sering kali menaiki mobil itu. Seorang namja keluar dari mobil itu dan menghampiri Jaejoong, membuat Jaejoong mematung melihatnya.
.
.
.
.
~ Chapter 3 ~
.
.
.
.
" Ap…Appa…"
Jaejoong langsung berdiri dan membungkuk, sedangkan Changmin juga ikut berdiri namun bersembunyi dibelakang tubuh eommanya.
" Jaejoongie…" Lirih sang namja setengah baya itu kemudian mendekat dan memegang kedua bahu Jaejoong
" Ap-appa… Hiks…"
Air mata itu mengalir begitu saja, Jaejoong tak tahu harus bercerita dengan siapa lagi jika bukan dengan Appanya.
" Stt… Uljima Joongie ah" Ucap namja itu kemudian memeluk Jaejoong dan dia melirik Changmin yang beringsut seperti takut " Minnie waeyo hmm?" Tanyanya kemudian melepaskan pelukannya pada Jaejoong dan berjongkok
" Ng… Haraboji… Tidak akan memisahkan Minnie dari eomma kan?" Tanya Changmin dengan takut – takut
" Aniya baby… mana mungkin" Ucap namja yang ternyata Mr. jung itu
Mr. Jung tersenyum lembut membuat Changmin sedikit lega dan kemudian dia kembali bangkit dari jongkoknya.
" Masuklah ke dalam mobil Joongie" Ucap Mr. Jung
" Appa tidak berniat membawaku pulang bukan?"
" Untuk apa? Masuklah… Appa tidak akan membawamu menuju neraka lagi. Kajja" Ucap Mr. Jung kemudian tersenyum
Jaejoong mengangguk kemudian menggandeng Changmin dan berjalan masuk menuju mobil Mr. Jung.
" Kita langsung ke bandara saja Han"
" Baik Tuan"
Supir Mr. Jung itu mengangguk patuh dan menjalankan mobilnya menuju tempat yang sudah dikatakan oleh Mr. Jung membuat Jaejoong kebingungan.
.
.
.
Saat ini mereka duduk disebuah kafe didalam bandara, Changmin duduk bersandar pada sang eomma. Dia merasa sedikit pusing.
" Katakan apa yang terjadi" Ucap Mr. Jung memandang teduh Jaejoong
" Ng… Joongie…" Jaejoong menoleh kesamping kemudian kembali memandang appa mertuanya " Ada Changmin disini appa…"
Mr. Jung mengerutkan keningnya dan kemudian mengerti, Jaejoong tidak ingin anaknya ikut terlalu dalam pada masalahnya.
" Eomma… Ceritakan saja, jangan tutupi semua dari Minnie…" Ucap Changmin pelan seolah tahu apa yang eommanya hendak sembunyikan
" Minnie…"
" Gwaenchana Joongie ah… Biarkan Changmin mendengarkannya"
" Ne appa.." Ucap Jaejoong kemudian menghela nafasnya
" Katakanlah yang terjadi"
" Appa… Appa sudah dengar dari Jung eomma bukan?"
" Ne, aku sudah mendengarnya dari istri dan anakku"
" Lalu?"
" Rasanya tidak adil jika aku tidak mendengarkanmu Joongie, karena aku percaya padamu"
Dada Jaejoong menghangat, dia tidak menyangka bahwa sang mertua akan bertindak adil untuknya. Dia sungguh terharu mendengarnya.
" Joongie… Joongie bingung harus bercerita dari mana" Ucap Jaejoong pelan
" Baiklah, aku yang akan bertanya. Apa bertemu dengan Hyun Joong di kafe Jae?"
" Ng… Ne appa" Ucap Jaejoong mengangguk pelan " Aku tidak pernah bertemu dengannya setelah dia digantikan oleh Song saenim. Namun, tiga bulan yang lalu kami tak sengaja bertemu di kafe eskrim langgananku dan Minnie. Difoto itu seharusnya juga ada Minnie dan Kyunie karena saat itu aku memang sedang bersama mereka appa" Jelasnya
Ya, dia ingat… Saat itu dia sedang pergi ke kafe eskrim favorit anaknya dan sahabat anaknya. Tidak disangka dia malah bertemu mantan gurunya itu.
" Lalu? Apa yang kalian bicarakan?"
" Saat kami berbicara, Minnie dan Kyunie ingin menambah eskrim sehingga membiarkanku berdua dengannya. Hyun Joong saenim bilang dia akan menikah bulan depannya dan karena kebetulan bertemu denganku dia memintaku untuk memilih tempat resepsi akan digelar"
" Dan kau mau saja?"
" Awalnya aku menolak namun Hyun Joong saenim bilang kekasihnya sedang berada di rumah sakit jadi tidak bisa menemaninya. Akhirnya aku mau dengan syarat Minnie dan Kyunie ikut appa…"
" Benarkah itu Minnie?" Kali ini Mr. Jung menatap Changmin
" Ne haraboji, saat itu Minnie dan Kyunie ikut. Kami makan enak di hotel – hotel yang kami datangi" Ucap Minnie dengan pelan
Mr. Jung menghela nafas kemudian menyandarkan tubuhnya pada kursi. Dia memandang teduh menantunya yang menjadi korban sang anak juga istrinya.
" Appa… Appa mungkin tidak percaya pada Joongie, tapi Joongie tidak berbohong" Ucap Jaejoong kemudian menatap Mr. jung
" Ne, aku tahu. Aku mempercayaimu dan tidak menyangka anakku akan mengambil keputusan yang gegabah. Aku sungguh menyesal mendengarnya Jae"
" Appa…"
" Appa sungguh kaget mendengar cerita dari istri appa dan langsung memanggil Yunho kerumah. Yunho… Tetap mempercayai eommanya, harusnya dia mendengarkan kedua belah pihak. Bukan hanya satu…"
" Lalu bagaimana appa?"
" Appa sungguh kecewa dengan keputusan Yunho dan tadi pagi setelah bertemu dengan Yunho, Appa berniat akan mengerjakan tugas perusahaan yang ada di Jerman sampai satu tahun kedepan"
" Appa… Wae?"
" Kau adalah satu – satunya orang yang menjadi menantuku Joongie. Tidak ada yang lain, appa ingin Yunho menyadari kesalahannya dan membuatnya sungguh menyesal"
" Lalu? Appa kenapa membawa kami kesini?" Tanya Jaejoong bingung
" Apa kau punya tempat tinggal setelah ini Joongie?"
Jaejoong menggeleng lemah. Dia kemudian mengelus kepala Changmin dengan sayang.
" Asal bersama Changmin, aku bisa dimana saja appa"
Mr. Jung tersenyum lembut kemudian mengeluarkan sesuatu dari tas kerjanya.
" Appa tadi pagi langsung mengurus semuanya Joongie"
" Mak-maksud appa?" Dia memegang benda yang tadi dikeluarkan oleh Mr. Jung dan membelalak kaget, benda yang ia pegang adalah paspor miliknya dan Changmin
" Pergilah ke rumah appa di Tokyo. Appa akan menyembunyikan kalian berdua, appa tidak akan mempertemukanmu dengan Yunho sekalipun Yunho mencoba mencari kalian. Sampai di bandara sana akan ada yang menjemputmu"
" Appa.."
" Pergilah untuk sementara Joongie ah.. Appa tidak akan membiarkan kalian tersakiti lagi"
Mata Jaejoong berembun dan seketika air matanya turun, Changmin yang merasakan sebuah tetasan mengenai kepalanya segera duduk dan menengok kearah sang eomma.
" Eomma… Uljima…" Lirih Changmin, tangan kecilnya menghapus airmata yang terus turun dari mata eommanya namun dia sendiri mengeluarkan airmatanya
" Stt… Baby… Kau tidak hiks… boleh menangis juga" Ucap Jaejoong menghapus air mata Changmin
" Eomma…"
Mr. Jung yang menyaksikannya turun mengusap matanya, dia harus tetap tegar menghadapi semuanya. Dia akan membantu Jaejoong yang dari awal menjadi menantu yang amat disayanginya.
Tak lama supir Mr. Jung datang dan memberikan sebuah koper pada Mr. Jung. Jaejoong memandang Mr. Jung dengan bingun saat sang supir malah menempatkan koper itu disamping tempat duduknya.
" Kebutuhanmu sudah appa siapkan, tinggalah dengan baik disana Jae"
" Appa…"
" Jja.. Pesawat kalian akan berangkat. Appa akan mengantar kalian" Ucap Mr. Jung kemudian bangkit dari duduknya
Changmin menoleh dengan wajah yang merah dan masih mengeluarkan airmata. Jaejoong pun bangun dan mengandeng Changmin, sedangkan koper itu dibawa oleh sang supir mengikuti para majikannya.
" Jja… Appa mengantarmu sampai sini ne?" Ucap Mr. Jung mencoba tersenyum
" Ne appa.. Gomawo…" Jaejoong menutupi mulutnya dengan punggung tangannya mencoba menahan isakkan yang keluar
" Hey, appa akan menjenguk kalian nanti. Hiduplah dengan baik disana" Mr. Jung mengelus lengan Jaejoong, mencoba menenangkan namja yang masih dianggapnya menantu, kemudian beralih melihat Changmin " Minnie ah…" Panggilnya
" N-ne haraboji?"
" Berjanjilah pada haraboji"
" Apa?"
" Jaga eommamu, jangan biarkan airmata mengalir dari dari matanya setelah kalian sampai di Jepang nanti"
" Pasti haraboji"
" Jadilah anak yang berbakti dan berguna untuk eommamu ne?"
Changmin mengangguk cepat, mengiyakan perjanjian itu kemudian menubruk tubuh harabojinya.
" Minnie… Minnie sayang haraboji huwweeeee"
" Hiks…" Jaejoong pun mendekat kemudian memeluk Mr. Jung
Mr. Jung menggeleng pelan melihat kelakuan menantu dan cucunya. Sebenarnya tidak tega juga membiarkan Jaejoong dan Changmin jauh darinya, namun saat ini hanya jalan ini yang terbaik untuk Changmin dan juga Jaejoong.
" Uljima… Aigo… Hey, kalian akan ketinggalan pesawat jika seperti ini"
Jaejoong perlahan melepaskan pelukannya dari Mr. Jung begitu juga Changmin, setelahnya dia menggandeng sang eomma.
" Joongie ah… Semoga semua ini dapat kalian lewati dengan lancar. Appa berdoa untukmu selalu. Kau terlalu muda untuk mengalami ini semua dan appa… Appa ucapkan maaf" Ucap Mr. Jung kemudian sedikit membungkukkan tubuhnya
" Appa! Apa yang appa lakukan! Jangan seperti ini, ini bukan salah appa!" Jaejoong mencoba membangunkan Mr. Jung dari bungkukkannya " Hanya appa yang percaya Joongie, Joongie ucapkan terima kasih untuk semuanya. Jeongmal…" Ucap Jaejoong kemudian tersenyum lembut
" Haraboji…" Panggil Changmin
" Ne?"
Changmin menarik mantel yang dipakai oleh Mr. Jung membuat Mr. Jung membungkuk dan wajahnya dekat dengan Changmin.
CUP
CUP
Changmin mengecup pipi sang kakek, membuat Mr. Jung terkekeh karena ulah Changmin.
" Minnie sayang haraboji"
" Hahahaha… Haraboji juga sayang Minnie" Ucap Mr. Jung kemudian mengusap kepala Changmin
Mereka akhirnya berpelukan dan berpisah dipintu keberangkatan. Jaejoong dan Changmin memasuki pesawatnya dan duduk dengan tenang. Dalam perjalanan Jaejoong melihat Changmin tidur dengan tidak pulas bahkan keringat keluar dari wajah dan lehernya membuat Jaejoong cemas kemudian memegangi kening Changmin.
" Panas… Omo… Minnie? Gweanchana baby? Minnie.. bangun…" Jaejoong mencoba membangunkan Changmin namun Changmin tetap pada tempatnya
Tak lama seorang pramugari datang dan memberikan air hangat dan obat penurun panas. Jaejoong segera memberikannya untuk Changmin namun kondisinya belum juga terlihat baik.
.
.
.
Sesampainya di bandara Narita, Jaejoong langsung menggendong Changmin dan duduk tak jauh dari pintu kedatangan. Mengambil kopernya dan kembali duduk disamping Changmin.
" Baby… Minnie ah, jangan menakuti eomma nak.. bangun…" Jaejoong mencoba membangunkan Changmin namun Changmin terus menggigil dan mengigau terus menerus
Nyuutt~~
" Akkhh…" Tangan kanan Jaejoong memegangi kembali perutnya yang nyerinya lebih terasa " Min-Minnie ah.. Irrona baby… Minnie…" Jaejoong terus menggoyangkan lengan Changmin namun Changmin masih enggan membuka matanya dan keringat terus turun dari dahinya
NYUUTT
NYUUTT
" Akkh.. Appoohh… Ng…" Jaejoong sendiri kelabakan dengan rasa nyeri pada perutnya namun dia terus memeluk Changmin dengan tangan kirinya " Ottokehhh? Appo.. Akkhh.. Baby…"
TES
Kembali airmata itu keluar dan Jaejoong tidak peduli lagi, yang pasti dia ingin Changmin-nya bangun. Namun jika keadaannya seperti ini siapa yang akan menolongnya?
" Jaejoong?"
SRETTT
Jaejoong mendongakkan kepalanya dengan segera dan mendapati sepasang suami istri yang dia kenal beserta anaknya yang masih berumur lima tahun yang ada digendongan sang suami.
" Si-siwon hyung, Bummie hyung…"
Siwon dan Kibum menatap kaget pada Jaejoong yang wajahnya pucat pasi. Segera Kibum duduk disamping Changmin.
" Waeyo? Mana suamimu?!" Pekik Kibum dengan kaget
" Aku.. tidak bersamanya hyung"
" Minnie waeyo?" Kibum memegang dahi Changmin " Astaga Jae ah! Minnie panas, Wonnie kita bawa mereka kerumah sakit"
" Ne, kajja!"
Jaejoong bersyukur dalam hatinya karena Tuhan masih baik memberikan jalan untuknya dan Minnie. Dengan segera Kibum memapah Jaejoong yang menggendong Changmin, mengabaikan rasa sakit diperutnya yang terus saja berdenyut nyeri.
Setelah sampai Changmin langsung dibawa menuju ruang UGD dan mereka semua menunggu didepan ruang UGD dengan gelisah terutama Jaejoong.
" Jae ah… Kenapa kau bisa ke sini eoh?" Tanya Kibum
" Hyung… Lirih Jaejoong " Ceritanya panjang"
" Ah! Akan menghubungi Jung ahjusshi eoh?" Ucap Siwon
" Andwe! Jangan hyung"
" Wae? Apa yang terjadi?" Tanya Kibum dengan nada lembut, dia merasakan ada yang aneh dari Jaejoong
" Sebenarnya… Ak.."
CEKLEK
Semua menengok kearah pintu dan keluarlah dokter yang sepertinya berwarganegaraan Korea sama seperti mereka. Jaejoong ikut bangkit dengan tangan menekan perutnya yang semakin lama sakitnya tak tertahankan.
" Bagaimana?" Tanya Siwon
" Dia baik – baik saja, namun sedikit tertekan dan demamnya sudah turun"
" Hah… Anakku.. Baik – baik.. Hah.. saja kan?" Tanya Jaejoong dengan terengah seperti habis lari ribuan kilo
" Ja-jae ah.. Kau kenapa? Kau pucat" Kibum mencoba memegangi lengan Jaejoong sedangkan Siwon yang sedang menggendong anaknya memandang Jaejoong dengan khawatir
" Gwae..Gwaencha.. Naah.."
SREETTT
Jaejoong hampir saja terjatuh jika Kibum tidak memegangi Jaejoong dengan erat. Sang dokter juga Siwon yang melihatnya langsung menurunkan anaknya dan menolong Jaejoong.
" Jae ah!" Panggil Kibum
" Jae!"
" OMO! Jaejoong berdarah Wonnie!" Pekik Kibum melihat kearah selatan tubuh Jaejoong yang memang sedang memakai celana bahan berwarna krem sehingga warna merah pekat itu terlihat begitu nyata.
.
.
.
.
.
.
" Nghh…."
Namja cantik itu mencoba membuka matanya, awalnya semua terasa begitu buram dan dia tak mampu melihat keadaan sekitar. Namun setelah dia memfokuskan pengelihatannya dia menoleh kesamping, disofa itu nampak seorang namja kecil sedang tertidur pada pangkuan eommanya.
" Ki..bum hyung…" Lirih Jaejoong
" Kau sudah sadar?"
Kibum mendekat dan membantu Jaejoong duduk bersandar pada ranjang tempatnya dirawat. Setelahnya, Kibum duduk didekat Jaejoong dengan wajah merah seperti habis menangis.
" Apa.. Yang terjadi?" Tanyanya pelan
" Mian… Mianhae Jae…" Lirih Kibum
" Mwo? Untuk apa hyung?"
" Dokter… dokter tidak bisa menyelamatkannya… hiks…"
DEG
" Nu-nugu?"
" Kau… hiks… kau keguguran…"
Jaejoong membulatkan matanya.
" Ak.. aku apa?"
" Kau keguguran Jae hiks…" Kibum terisak memberitahukannya
" Ak… Aku hamil?" Tanya Jaejoong dan tangannya menyentuh perutnya
Kibum tersentak kaget kemudian memandang Jaejoong.
" Kau tidak tahu kalau kau sedang mengandung satu bulan?"
Jaejoong menggeleng sebagai jawabannya dan airmata kembali turun membasahi wajah yang masih pucat miliknya. Ini tidak mungkin terjadi bukan?
" Mianhae… Mianhae Jae" Kibum bangkit dan memeluk Jaejoong yang sepertinya sangat terpukul
" Hiks… Hiks… An-andwe…"
Jaejoong terisak, dia sangat terpukul dengan keadaan ini. Dia sendiri bahkan tidak tahu kalau dirinya sedang berbadan dua. Memang sebulan lalu dia sempat mengalami muntah – muntah namun hanya satu minggu, karena tidak mengalami hal lain dia pikir dia hanya masuk angin. Dia sungguh tidak tahu kalau dirinya sedang hamil.
Tidak ada keanehan saat dia hamil yang kedua kalinya tidak seperti saat mengandung Changmin yang bahkan tidak mampu berdiri karena lemas, dia hanya ingin terus makan dan tidak merasa kenyang.
Jaejoong meremas pakaian bagian belakang Kibum, mencoba melampiaskan rasa sesak dan terpukulnya. Dia terus menyalahkan diri sendiri yang tidak bisa menjaga anaknya.
" Ini salahku.. Hiks… salahku…"
" Aniya Jae.. ani.. Jangan menyalahkan dirimu…"
" Ini salahku Hyung…"
" Jae… Tabahlah demi dirimu dan Changmin Jae…"
DEG
" Changmin…"
Jaejoong melepaskan pelukannya dari Kibum.
" Changmin!"
" Changmin baik – baik saja Jae, kau istirahatlah…"
" Aniya hyung… Changmin… Apa... Apa dia tahu aku…" Jaejoong tidak mampu melanjutkan omongannya hanya menatap Kibum
Kibum merubah raut wajahnya menjadi sendu, dia mengangguk pelan.
" Andwe.." Lirih Jaejoong dan matanya bergerak kesana kemari setelahnya...
SRETT
Dia mencabut infusan yang ada pada pergelangan tangan kirinya dan berdiri walaupun dia masih kehilangan keseimbangannya membuat Kibum memekik kaget.
" JAE! Apa yang kau lakukan?" Pekik Kibum memegangi lengan Jaejoong
" Hyung! Antarkan aku ketempat Changmin"
" Aniya.. Kau harus istirahat"
" Aniya hyung! Changmin membutuhkanku!"
" Istirahatlah Jae" Kibum memegangi lengan Jaejoong dengan erat
" Hyung! Changmin pasti menyalahkan dirinya hyung! Aniya hyung! Antarkan aku! Jebal… Hiks…"
" Jae ah…" Lirih Kibum
Dia membenarkan ucapan Jaejoong, Changmin yang baru sadar langsung berlari menuju ruang rawat Jaejoong ketika tahu Jaejoong dirawat. Dan tanpa sengaja Changmin mendengar semua ucapan sang dokter yang mengatakan Jaejoong keguguran serta alasan kenapa Jaejoong mengalami keguguran.
Changmin histeris dan memukul dadanya sendiri dan terus berteriak itu salahnya. Membuat dokter kelabakan dan akhirnya memberikan obat tidur pada Changmin. Dan setelah itu Kibum tidak tahu, karena Kibum menjaga Jaejoong dan Siwon yang menjaga Changmin.
" Jebal hyung…" Lirihnya dengan air mata mengalir pada mata indahnya
Akhirnya Kibum mengangguk dan membawa Jaejoong menuju ruangan anak. Kibum memapah Jaejoong dengan pelan.
" Ahjusshi… hiks… Ini salah Minnie..! Hiks!"
DEG
Jantung Jaejoong berdetak kencang mendengar isakkan Changmin dari luar ruangan dimana Changmin dirawat.
" Sudah berapa lama aku tertidur hyung?"
" Hampir sepuluh jam dan ini sudah hampir tengah malam Jae"
" Aniya Minnie, ini bukan salahmu"
" Gara – gara Minnie, dongsaeng Minnie meninggal ahjusshi! Hiks…"
" Minnie.."
" Padahal Minnie sudah berjanji pada haraboji untuk menjaga eomma" Kali ini suara Changmin mulai melemah " Ini salah Minnie! ARRKKKHH"
CEKLEK
Jaejoong langsung membuka pintu itu saat mendengar teriakkan Changmin. Dan Jaejoong langsung membulatkan matanya melihat apa yang dilakukan anak kesayangannya. Changmin tengah duduk memegangi kepalanya dengan erat seakan akan memecahkannya sedangkan Siwon sedang berusaha mencoba menghentikan apa yang dilakukan oleh Changmin.
" MINNIE!" Pekik Jaejoong
" Eom… ma?" Changmin menoleh perlahan dan terdengarlah isakkan Changmin yang makin kencang
" Minnie…" Kali ini Jaejoong memanggil Changmin dengan lembut dan berjalan perlahan menuju ranjang Changmin
" Aniya! Eomma jangan mendekat!" Teriak Changmin
DEG
Ada apa dengan anaknya?
" Eomma… Semua salah Minnie! Kalau saja Minnie tidak sakit di bandara kalau saja Minnie tidak panas kalau saja Minnie.. hiks… Minnie.. salah eomma! Jangan mendekat hiks… Gara – gara Minnie eomma kehilangannya… hiks…"
" Aniya bukan salahmu baby" Ucap Jaejoong dengan mata berkaca - kaca
" Semua salah Minnie eomma!"
" Jangan salahkan dirimu baby… Hiks…"
Mendengar isakkan sang eomma membuat Changmin memandang eommanya dengan sendu. Dengan gerakan cepat Jaejoong menghampiri anaknya dan memeluknya erat membuat Changmin menangis dalam dekapan sang eomma.
" Dengar baby.. Eomma tidak menyalahkanmu karena ini kelalaian eomma yang bahkan tidak tahu kalau ada aegya diperut eomma. Uljima baby… Uljima…" Diakhir katanya Jaejoong menggigit bibir bawahnya menahan tangisnya agar tidak pecah kembali
" Eomma… Hiks… Eomma…"
Siwon berjalan pelan menuju Kibum dan memeluk Kibum yang menangis melihat adegan didepannya. Jaejoong menenangkan Changmin dan membuat Changmin tidur setelah meminum obatnya. Dia kembali menatap Siwon dan Kibum dan kembali kekamar rawatnya.
" Apa yang terjadi Jae?" Tanya Kibum lembut
Jaejoong memandang Kibum, haruskan hidupnya bergantung pada mereka sekarang? Apa lagi jika dipikir – pikir dia tidak mau menemui keluarga Jung untuk sementara termasuk dengan Mr. Jung yang fisiknya mirip dengan Yunho. Jika dia menuruti Mr. Jung utnuk tinggal dikediamannya hanya tinggal menunggu waktu sampai Yunho menemukannya dan bisa jadi Yunho mengambil Changmin darinya.
Lagipula, Siwon dan Kibum bukan orang asing untuk adalah anak dari teman Mr. Jung. Dia dan Yunho berteman, bahkan Siwon juga datang keacara pernikahan Yunho dan Jaejoong dulu. Dan mereka terakhir bertemu empat tahun yang lalu karena Siwon dan Kibum harus mengurus perusahaan Siwon yang ada di Jepang.
Jaejoong menggigit bibir bawahnya dan menunduk sebelum akhirnya memandang Kibum dan Siwon.
" Aku…."
.
.
.
.
~ TBC ~
.
.
.
.
Annyeong! Hahaha.. Ada yang kangen Cho eoh? Ga ada? Cho ga update lagi besok… Heheheh :p
Udah kejawab ya, Jaemma didaengin siape… Kalo di datengin Yunpa yang ada Bang Mimin na Cho di ambil sama dia T.T Trus alasan utama Jaemma keguguran Cho jlz in d chap drpan aje ye ^^
Gimane? Udah cukup nistain Jaemma? Kurang? Ini update an pembuka dari Cho eoh? Nanti Cho update in ff yang lain hari ini kalo ngetiknya cepet ne? Glassy Boy, Light sama Love udah siap update kok… Hehehehe…
Hmm… Cho kan di Prolog udeh bilang Cho benci sama sifat Jaemma disini… Dia terlalu lembut dan terima nasib.. Huwweeee…. Pengen gampar Yunpa… T.T
Cho baca review kalian semua kok… Tapi inget jangan bully Yunpa ne? Apa lagi kalo chap depan udah update *evilsmirk
Pengennya siiihh… Nistain Ahra sama Mrs. Jung sekarang tapi….. Sabar ya, ada waktunya ^^
Cho masih kurang nistain Jaemma dan ternyata harus sampe chap depan nistainnya. Hahahahahahaha
Makasih ya buat yang udah baca, revie, fav dan follow ff abal Cho ^^
Boo Bear Love Chwang : yang bilang Light akhirnya bukan YunJae sapa? Cho Cuma bilang ga janji ya… Hehehehe *evil smirk pinjem pny bang Mimin
.
Special Thanks :
CuteCat88, YumiChwang, Jenny, niixz. valerie. 5, Byunchannie26, aiska jung, ciachunyoo, Elis, yulie, Fetty818, meyy – chan, MPREG Lovers, chkyumin, joongmax, jaena, Hyunki2204, Boo Bear Love Chwang, Yunjae Heart ( Tq ^^v), Empire Melody, babychokyu, Dien nha, snow. Drop. 1272, akiramia44, Pumpkins yellow, leeChunnie, Artemis Jung, Summer Mei, DaeMinJae, min, jj, Rly. C. JaeKyu, nidayjshero (udh kjawan ne?), CassieYJshipper, azahra88, YunjaeDDiction, birin. rin (annyeong jaejae ^^), Dennis Park, MaxMin, jaeho love, dinar. scarfey. 5, Ai Rin Lee, diahsshii, tmkazjj, JungKimCaca, alint2709, noona, meybi, Vic89 (sabar….), iche. cassiopeiajaejoong, DasyatNyaff, GuestYunJae, Clein cassie, yoon HyunWoon, gothiclolicta89, kimRyan2124, YJYSCKKT (mianhae :p kalo sampe nangis), para Guest dan para SiDer
.
Jja…. Karena Cho udah update jangan lupa ne kasih saran n kritik agar cerita ini makin seru? Karena Cho mempertimbangkan juga saran dan ide cerita dari kalian ^^
Daaaannn… Cho bakal menghilang lagi selama beberapa minggu buat nyari inspirasi yang baru biar lebih seger. Annyeong? Kabbuuurrrrr~~~~~~
Chuu~~
