Tittle: MIMPI!

Author: Rhind Newbie

.

.

.

Disclaimer: Naruto Massashi Kishimoto & Highschool DxD Ichiei Ishibumi

Genre: Frienship, Humor, Au

Rating: G

WARNING! Author Newbie, Maaf jika banyak Typo Dll.

Minggu 15-05-2016, 10.37 wib

CHAPTER 4


Seperti biasanya, naruto melakukan aktivitas sehari-harinya yang dimulai dari bangun tidur, memasak, sampai berangkat sekolah.

Disebuah sebuah ruangan cukup luas bercat coklat yang terdapat berbagai macam alat musik didalamnya,

Terlihat lima orang sedang duduk dibangku yang berjejer membentuk lingkaran yang ditengah-tengahnya terdapat meja bundar yang berada dipojok ruangan sedang berdiskusi

"Jadi, kapan kalian memulai latihannya?,tanya rias

"Sekarang juga",ucap naruto

Lalu ia mengangkat tangan nya ditengah-tengah meja, issei yang mengerti isyarat itu langsung mengangkat tanggannya juga dan meletakkannya diatas tangan naruto, lalu diikuti yang lainnya

"Kita harus berusaha semampu kita, jangan sampai kalah dengan kelas lainnya!, SEMANGAT!",ucap naruto lalu diakhiri dengan teriakan semangat sambil mengangkat tangannya ke atas dan diikuti mereka berempat

"Yyaaaa!",balas issei, rias, akeno, dan sai

Lalu dimulailah latihan kali pertama ini.


Ditempat lain

Didalam sebuah ruangan cukup besar dengan cat putih mendominasi, terdapat dua orang pemuda dewasa yang tengah duduk disalah satu sofa yang kelihatannya disiapkan untuk tamu yang datang,

"Kelihatannya tugasmu sebagai kepsek banyak ya sir",ujar seorang seorang pria dewasa berambut coklat dengan sebagian berwarna kuning keemasan kepada seorang berambut merah panjang sebahu yang ia panggil sir

"Begitulah azazel, masih banyak yang harus aku kerjakan hah..",balas sir atau sirzechs gremory kakak rias

"Apa lagi tinggal menghitung hari sekolah ini akan berulang tahun",lanjutnya

"Jadi apa tujuanmu menemui ku azazel?"

"Tidak ada apa-apa, hanya mengunjungi teman lama tidak masalahkan?"

Um, sirzechs hanyan mengganguk

"Bagaimana pekerjaanmu sekarang?",giliran sirzechs bertanya

"Hah.. Label musik millikku berhenti sementara gara-gara si vali itu seenaknya meremas bokong seorang siswi, jadinya ia ditangkap pihak berwajib",ujar azazel

"Sekarang aku masih mencari pengganti vali",lanjutnya

"Bagaimana jika kau hadir diulang tahun sekolah ini, mengingat setiap kelas akan menampilkan sebuah pertunjukkan jadi pasti ada satu dua kelas yang menampilkan pertunjukkan musik",saran sirzechs

"Hmm saran bagus"

"Telepon aku jika acaranya akan dimulai, aku pergi dulu",lanjut azazel sambil melangkahkan kaki keluar ruangan kepsek tersebut

'Hah.. Saat nya mengerjakan tugas-tugas ini lagi',batinnya mendesah sambil menatap dokumen dan berkas-berkas sekolah yang masih banyak menumpuk dimeja kerjanya.


Disisi naruto

Terlihat sekarang naruto, issei dan sai selesai melakukan latihannya

"Luar biasa, suaramu sangat merdu naruto apalagi sangat fasih dalam bahasa inggris",puji rias

"Begitupun kalian berdua tidak kalah bagusnya dengan naruto-kun",timpal akeno

Mereka bertiga hanya tersenyum mendengar pujian dari kedua gadis tersebut

"Masalah pakaian yang akan dikenakan... Apa kalian ada saran?",tanya naruto sambil mendudukkan dirinya diatas kursi

"Oh.. Kalau masalah itu serahkan padaku, ibuku seorang desainer jadi aku bisa meminta bantuannya",jawab akeno

"Tinggal pemilihan lagu berarti",ucap sai

"Hmm... Benar naruto",kata issei

"Masalah itu sudah kupersiapkan",jawab naruto sambil mengambil dua lembar kertas dari tas sekolahnya

"Ini" serah naruto

"Itu adalah lirik lagu buatan ku, disitu juga sudah aku aransement dengan nada drumm dan bass agar kalian tidak repot-repot mencari nadanya",lanjutnya

"Wow.. Kau bisa menulis lagu naruto?",tanya rias takjub

"Hmm bisa dibilang begitu",ucap naruto

"Ara~ufufu~ sudah tampan, suara bagus, bisa main musik, jadi penulis lagu lagi, ahh.. Aku ingin memiliki mu naruto-kun",akeno berujar dengan tawa anehnya sambil mengedipkan matanya kearah naruto, naruto hanya sweetdrop mendengar omongan akeno

"Ekhem! Kitakan sudah latihan, mengingat masih jam 16:00 apa yang akan kita lakukan ya?",tanya naruto kemereka berlima

"Oh aku baru ingat!, aku harus membantu tousan membersihkan rumput dihalaman belakang rumah, aku pulang dulu ya jaa naruto, sai, rias, akeno",ucap issei sambil melangkahkan kakinnya menuju tangga ke atas agar keluar karena ruangan tempat ruangan latihan mereka berada diruangan bawah tanah

"Kalau kalian berdua?",tanya naruto melirik akeno dan rias,

"Entahlah",jawab mereka berdua kompak

"Lalu kau sai?"

"Aku akan membantu jiisan membuat lukisan untuk dijual",jawabnya tersenyum

"Ah.." naruto hanya mengaruk kepalanya

"Kalau begitu aku permisi dulu jaa~",ucap naruto

"Ah kalau bagitu aku pamit juga sai, sampai ketemu besok",ucap rias

"Aku juga sai",kata akeno sambil menggejar naruto dan rias yang telah keluar duluan, sai hanya tersenyum

'Inilah mimpiku dari dulu, membentuk sebuah band dan juga memiliki banyak teman' batinya

Ia kembali teringat ketika masih bersekolah diTokyo, sedik orang yang mau berteman dengannya mengingat ia bersekolah disana hanya karena beasisiwa prestasinya dibidang seni.

'Aku akan tetap menjaga persahabatannya ini'lanjutnya dalam hati sambil tersenyum

Lalu ia mulai melirik bass yang berada dipegangannya

"Aku akan belajar lebih giat lagi, aku tidak ingin mengecawakan teman-teman, terutama naruto dan issei",ucap nya tersenyum tulus, bukan senyum palsu yang selam ini ia tampilkan untuk menutupi kesedihannya.

Danzo yang berada ditangga belakang sai mendengar sai berkata seperti itu dan tersenyum tulus, tak kuasa juga ikut tersenyum ia tau jika selama sai diTokyo ia selalu kesepian dan selalu menggumbar senyum palsu,

Tidak ingin menganggu cucu satu-satunya yang kembali berlatih, ia segera kambali lagi keatas.

Oh nampaknya karena semangat latihan sai sampai lupa niatannya untuk membantu sang kakek melukis.


"Kenapa kalian berdua mengikutiku"ucap naruto yang sedari tadi diikuti rias dan akeno

"Hehe.." keduanya hanya tertawa

"Hahh.."naruto hanya menghela nafas melihat tingkah keduanya

Kini mereka bertiga tengah berjalan ditrotoar yang disediakan pemerintah Kuoh untuk para pelajan kaki, terlihat mereka bertiga berdiri dibahu jalan menunggu lampu merah, lalulintas dijalanan kuoh juga ramai tetapi tidak macet, tidak ada sampah-sampah yang menumpuk, dan juga udara yang segar itulah mengapa naruto betah berada diKuoh

"Naruto kau mau kemana sih sebenarnya?",tanya rias karena naruto tidak tentu arah jalannya

"Entahlah... Aku hanya mengikuti kakiku melangkah, disini sangat sejuk, tidak seperti diTokyo"ucapnya menikmati udara diKuoh

"Bagaimana kalu kita ke cafe LEVIATAN",usul akeno

"Yup! Dari pada jalan tak tentu arah seperti ini",rias meng-Iyakan usulan akeno sambil mengeluh karena berjalan tak tentu arah

"Bagaimana, kau mau ikut naruto-kun?"tanya akeno

"Tidak masalah, itung-itung aku juga sudah lapar",ucapnya sambil mengikuti arah rias dan akeni


Hah.. Menbosankan pikir naruto sambil berbaring dikamar, setelah keluar dari cafe LEVIATAN ia langsung pamit pulang ke apartemennya, ia melirik kearah jam diatas meja belajarnya trrlihat jam 18:12, jika kedai ichiraku buka pasti ia akan main kesana pikirnya

"Hahh.. Membosankan",hela nafasnya terdengar

"Apa yang akan kulakukan?",tanya pada dirinya sendiri sambil berbaring menghadap langit malam Kuoh yang bertabur bintang dari jendela kamarnya, oh ya apartemen naruto memiliki dua tingkat, satu kamar tidur adalah yang ia pakai sekarang sedangkan satu lagi berada dilantai bawah, memiliki satu kamar mandi dilantai bawah, ruang tamu, dan dapur

"Lebih baik aku cari angin malam saja",kata nya sambil mengambil jaket kulit berwarna hitam, ia mengenakan kaos putih polos lengan pendek, celana jeans pensil hitam, jam tangan hitam ditangan kirinya


Ia kini berjalan dikeramaian malam Kuoh, orang-orang berlalu lalang begitupun kendaraan roda dua maupun empat.

Ia kini berjalan tak tentu arah, mungkin ingin melihat seluk beluk kota kuoh sebenarnya, mengingat rias dan akeno hanya sebentar menemaninya karena mereka berdua lapar.

Ia sekarang berada didanau tepi kota Kuoh, agak sepi memang, ia lalu berbaring dirumput lembut sambil memandang kearah bintang dilangit entah apa yang sedang naruto pikirkan

"T-TOLONG!" sebuah suara teriakan perempuan menyadarkan lamunannya, dengan cepat ia bangkit dan berjalan mendekati asal suara yang berasal dari gang buntu, terlihat siluet 3 orang berbadan tegap yang mana dua orang temannya tengah memegang kedua tangan wanita tersebut, sedangkan satunya lagi tengah berusaha membuka kancing baju wanita tersebut

"J-jangan hiks.. hiks.."ucap siwanita bergetar sambil menangis

"Cih! Kau diam dan nikmati saja haha!",ucap sang pria yang tengah membuka bajunya, siwanita hanya bisa terisak

"Cih! Sampah!",suara seseorang menghentikan aktivitas mereka bertiga

"Siapa kau bocah?",tanya seorang yang membuka baju kini kearahnya

"Hanya seorang yang kebetulan lewat",ucap naruto, ya! Ia adalah naruto

"Pergi sana kau bocah! Kau menggangu kami",ucap seorang satunya lagi berkepala botak terlihat marah

"Cih, mana mungkin aku meninggalkan seorang perempuan yang tak berdaya seperti dia",ucap naruto sambil melirik perempuan yang tengah terduduk sambil terisak dibelakan tiga orang tersebut

"Cih, serang dia!",perintah seorang yang berusaha membuka baju tadi, mungkin dia bos mereka

"Siap bos!",jawab mereka berdua sambil melangkahkan kaki menuju naruto, naruto langsung memasang posisi bertarung,

Tenang naruto tenang,ucapnya dalam hati, bagaimanapun juga ini adalah perkelahian pertamanya ia hanya sering menonton film-film actiondan belajar sedikit-sedikit ilmu beladiri secara otodidak.

Terlihat seorang kepala botak berlari terlebih dahulu sambil melayangkan pukulan mengarah ke kepala naruto, tak tinggal diam dengan refleknya naruto langsung maju membungkuk sehingga otomatis tangan si pemukul melewati kepalanya, ketika naruto ingin memberikan pukulan, ternyata sikepala botak menghantamkan lututnya kedagu naruto, naruto yang merespon serangan itu langsung meghantamkan siku kanannya hingga mengenai paha yang ingin digunakan si botak untuk menyerangnya, tak berhenti disitu

Bugh!

naruto langsung meberikan pukulan tangan kirinya keperut sibotak hingga sekarang sikepala botak membungkuk menahan sakit

Bugh!

Sekali lagi, naruto naruto langsung menghantamkan lututnya ke dagu si botak tengah membungkuk sehingga ia langsung terjatuh kebelakang sambil memuntahkan darah bercampur liur

"Berengsek!",umpat teman sibotak

Dengan cepat ia menendang kearah wajah naruto, naruto langsung menangkap kaki orang tersebut dan memelintirnya

Arrggghh! Terdengar teriakan orang itu

Bugh!

Serangan tiba-tiba datang dari sisinya langsung mengenai pelipiskananya hingga ia sedikit oleng, naruto menyentuh pelipisnya dan terlihat darah mengenai tangannya, ternyata pelipis naruto robek.

Lagi, serangan tiba-tiba membuatnya melompat mundur,

Kesalahan mungkin dilakukan oleh sibos preman itu, ia menyerang naruto dengan tendangam memutar, naruto juga melakukan hal yang sama namun bukan menyerang, melainkan menahan menggunakan tulang keringnya yang ia tekuk,

Kreekk! Terdengar sesuatu yang patah

"Aarrggghhh!",sibos hanya meraung kesakitan saat kakinya patah menghantam kaki naruto,

Kini tiga orang tersebut tidak berdaya, 1 pingsan, dan 2 sama-sam kesakitan memegang kaki mereka

"Mereka sudan kalah, bagunlah",ucap naruto mengulurkan tangannya, tangan yang satu lagi menahan darah yang terus mengalir dari pelipisnya

"Aku bukan orang jahat",lanjutnya karena melihat siwanita terlihat enggan menggapai tangannya, setelah sekian lama akhirnya sang perempuan menerima uluran tangan naruto

"Ini pakailah",ujar naruto melepas jaketnya untuk menutupi baju perempuan itu

"Bagaimana kalau kita keluar dari sini"naruto mengajaknya keluar, ia hanya mengangguk, mungkin masih syok pikir naruto.

Nah disinilah sekarang, mereka berdua telah duduk di danau tempat naruto tadi, ia juga telah melihat wanita jelas yang ditolongnya tadi, umurnya mungkin seumuran dengam ibunya pikir naruto dan juga mirip seseorang..

"A-arigatou " ucap si wanita

"Ah.. Bukan masalah"balasnya

"Namaku himejima shuri"ucap wanita itu mengenalkan diri

"Ah aku akira naruto, panggil aku naruto basan"ujar naruto, basan? Ya jelas orang umurnya sepantaran ibu naruto

"Ah.. A-apa kau baik-baik saja?",tanya shuri melihat luka naruto terus mengeluarkan darah

"Ah ini baik-baik saja"balasnya

"Kau bilang baik-baik saja? Ikut aku",kata shuri sambil mengenggam tangan naruto.


Disinalah ia sekarang, berada dirumah mewah yang tak bisa ia deskripsikan lagi, hanya satu dalam pikirannya

'Kaya'

"Hmm, ini harus dijahit",ucap dokter pribadi dirumah tersebut

"Ah.. Lakukan saja",balas naruto

...

Sekarang naruto, shuri, dan satu pria dewasa berada diruang tamu, mungkin suami shuri pikir naruto

"Arigatou pemuda-san , karena telah membantu istri saya"ucap baraqaiel, sambil membungkukkan badan, ya tadi baraqaiel sudah dijelaskan oleh shuri mengenai dirinya yang ditolong naruto

"Ah j-jangan, m-mem-bungkuk se-seperti itu jisan " naruto gelagapan melihat nya membungkuk

"Ah tapi tetap saja kau telah menolong istriku, sekali lagi terima kasih",ucap baraqiel yang membungkuk

"Panggil saja naruto",ujar naruto

"Baik naruto"

"Jadi, kau bera-",ucapan baraqiel terpotong

"Aku pulang",ucap seseorang perempuan, emm sepertinya aku kenal suara itu pikir naruto, lalu ia menoleh kebelakang

"Akeno/naruto-kun " ucap naruto dan akeno bersamaan

"Ohh.. Kalian saling kenal rupanya",ucap shuri

"Ah.. ya, aku dan naruto-kun adalah sepasang kekasih",ucap akeno sambil mengedipkan sebelah matanya

"Uhuk!" naruto hampir tersedap lollipop yang entah darimana ia dapatkan

"Ah benarkah itu?",tanya shuri kearah naruto

"A-ah"kelihatannya naruto gugup sekali karena kedua orang tua akeno menatapnya

"Ara~ufufufu hanya bercanda kaasan, tousan kami berdua hanya teman sekelas" ucap akeno, shuri terlihat kecewa sedangkan baraqaiel hanya meneteskan keringat yang mengalir dikeningnya melihat kelakuan putrinya mirip shuri waktu muda

"Ah pelipismu kenapa naruto-kun? " melihat pelipis naruto yang diperban

"Ah itu karena..."bukan naruto yang menjawab melainkan shuri yang menjelaskan kronologinya ke akeno

"Oh begitu"ucap akeno mengganguk

"Tapi kau tetap tampan kok naruto-kun ufufufu~ "

Terlihat keringat menetes dari kening mereka bertiga

'Oh tuhan kenapa kau turunkan sifatku ke anakku'batin shuri melihat sifat akeno yang lebih parah dari dirinya waktu muda

"Ah kalau begitu aku pamit pulang" ucap naruto melirik jamnya yang menunjukkan pukul 21:04

"Ara~ sudah mau pulang kah?"

"Kalau kau mau kau bisa menginap dikamarku sambil melakukan 'itu' ufufu~ "ketiganya melongo mendengar penuturan akeno

'Gila!'pikir naruto, padahal ada ayah ibunya tapi masih sempat-sempatnya berbicara seperti itu

"Ah.. Aku pulang saja"ucap naruto

"Kau begitu aku akan mengantarmu"ucap akeno

"Ah baiklah." lebih baik dari pada jalan kaki batin naruto, karena apartemenya jauh dari rumah ini.


Kini terlihat naruto tengah duduk dimeja belajarnya sambil menulis sesuatau

"Ahh.. Akhirnya lagu ciptaan ku yang ke tiga selesai"ucapnya

"Kira-kira nama band yang bagus untuk kami apa ya?",tanya nya pada diri sendiri

"Ah lebih baik aku diskusikan saja kepada mereka, aku juga sudah lumayan ngantuk",lanjutnya sambil melangkahkan kaki ke kasurny

.

.

.

.

.

BERSAMBUNG

Yoo! Terima kasih telah memberikan saran kepadaku, hehe

Yang reviews aku balas dari pm, oh ya lagu yang di chap2 itu judulnya Nobody's Home dari One Ok Rock (One O'Clock) band yang sangat aku sukai hehe.. Ngomong-ngomong cerita ini terinspirasi setelah aku membaca seputar Taka (Vokalis One ok rock) yang mana ia merubah marganya akibat orang tuannya bercerai, ayahnya adalah penyanyi terkenal dan ibunya..hehe ane lupa, ia taka diajak seseorang bernama toru untuk menjadi vokalis diband mereka setelah melihat taka membawa meng-cover sebuah lagu daur ulang.

Oh ya, aku juga baru menyadari eyd ku sangat kacau, kalian tau jika dianimasikan kedalam anime, ekspresiku setelah melihat peraturan menulis Eyd adalah melongo dengan mulut terbuka lebar haha..dan juga tidak ada klub penelitian makhluk gaib milik rias, cuma ada osis yang anggotanya tetap seperti dianime dan tentunya mereka buka iblis

'Orang Yang Mencontek Saat Ulangan Memanglah Sampah , Tapi Orang Yang Tidak Bagi-Bagi Contekkanya Itu Lebih Rendah Dari Pada Sampah'

Newbie log out!