About This

GENDERSWITCH, TYPO(S), GAJE, NGELANTUR, NGACO, FICTION, AUTHOR LABIL

READ & REVIEW

^.^

Rules before you read this fic :

1. Mohon untuk memaklumi fic yang super cacat ini. Maklumi typo-nya juga...

2. Jangan peduliin isi fic ini. Masalahnya, ada beberapa facts yang kubikin bukan sesuai aslinya. Namanya juga fiksi...

3. Jangan kesel kalo bias kalian dapet peran yang gak kalian suka. Author cuma menyalurkan ide yang tiba-tiba nongol di otak kok, gak lebih.

4. Author berharap, rules di atas ditaati oleh semua readers.

5. Wajib banget buat nge-review

6. And, HAPPY READING!

^.^

My Boyfriend is My Girlfriend Ch. 04

Genre : Romance, Comedy, Freak (my own genre)

Rate : T+++

Author : mei28597

Readers : all of you

^.^

CAST
Kyuhyun SJ as Kyuhyun (N)

Leeteuk SJ as Kyu's eomma (Y)

Kangin SJ as Kyu's appa (N)

Sungmin SJ as Sungmin (Y)

Heechul SJ as Heechul (Y)

Chaerin 2NE1 as CL (Y)

Kwon Yuri SNSD as Yuri Songsaenim (Y)

Ryeowook SJ as Wook Songsaenim (N)

Siwon SJ as Siwon Songsaenim (N)

Shindong SJ as Sungmin's appa (N)

Victoria f(x) as Victoria Songsaenim (Y)

Yesung SJ as Shindong's worker (N)

Min Miss A as Min (Y)

Jessica SNSD as Jessica Security Guard (Y)

Yunho TVXQ as Shindong's best friend (N)

*still a secret* as Yunho's son (N) reveal it soon!

PS : Y (Yeoja), N (Namja)

Cast akan bertambah seiring berjalannya cerita.

^.^

This fic is really mine!
Hate all kinds of imitation.

^.^

Rechap

On Heechul POV

"Kamu kan namja. Kalo kalian jalan bareng, bisa aja kan Vic Sonsaengnim lebih merhatiin muka kamu. Ntar kalo dia tau kamu itu namja gimana?" "Kenapa kuping kamu merah gitu?" tanyaku begitu melihat kuping kanannya memerah. Aku nggak mau berpikir aneh-aneh, tapi bisa saja kan mereka melakukan hal 'ini dan itu'. Aku pernah menonton film 17+ dan di dalamnya ada adegan sang namja menggigit telinga sang yeoja. Ihh.. aku sampe geli membayangkannya.

"Dia emang udah tau aku namja kok. Kenapa? Cemburu?" tanyanya yang tiba-tiba itu membuat wajahku merona. "Udah ah. Mau tidur." Dia merebahkan tubuhnya di atas kasur.

Cemburu?

Heechul POV end

^.^

Chapter 04

Kyu POV

Cemburu?

Aduh.. ngapain ngomong kayak gitu ke Heechul. Mana mungkin dia cemburu ngeliat aku pergi sama Vic Sonsaengnim. Mending pura-pura lupa aja deh. Tidur.

Apa yang kupikirkan sih? Mana mungkin yeoja se-seksi dan se-cantik dia suka sama aku. Ngayal banget deh..

AH! Nggak usah ngayal Kyu! Kamu itu emang jagonya mah ngayal!

Aku masih berusaha memejamkan mataku, tapi yang kupikirkan hanya Heechul saja. Jangan sampai aku suka sama yeoja sadis kayak dia deh...

Aduh.. dia itu cantik banget sih. Tubuhnya putih mulus, .. kayak Sungmin.

Sungmin?

Aku udah lama nggak ngeliat mukanya. Gimana kabarnya ya? Kok jadi tiba-tiba kangen gitu sih sama dia? Aduh, semakin lama tinggal di antara yeoja-yeoja ini, aku makin gampang suka cewek ya? Jangan-jangan maksud appa saat mengatakan, "umurmu tuh baru segini. Appa juga tau, kalo di umur-umur segini kamu tuh bakal suka sama cewe. Tapi appa saranin kamu nggak jatuh cinta sama mereka. Kamu harus tau kalo disana kamu berperan jadi cewe."

Babboya!

Kyu POV end

^.^

Sungmin POV

Kenapa sejak dia pindah ke kamar Heechul dia nggak pernah nyapa aku lagi? Apa dia udah lupa sama persahabatan kita waktu itu ya?

Tapi aku juga nggak tega mindahin Min ke kamar Heechul lagi. Dia selalu disiksa disana. Kan kasian... Tapi aku maunya Kyu balik ke kamar ini lagi. Kita tidur sekamar lagi. Main bareng lagi, pokoknya seru-seruan bareng deh...

Apa dia suka sama Heechul? Yah, maksudnya Heechul kan cantik dan seksi. Nggak kayak aku. Tapi, dia kan cewek juga? Mana mungkin Kyu suka sama yeoja? Iya ya... Sungmin babboya!

"Sungmin, kamu nggak tidur?" tanya Min padaku yang ternyata belum tidur.

"Belum, Min. Aku rasanya belum mengantuk." Aku memutar tubuhku, memunggungi Min.

"Kamu nggak kenapa-napa kan?" kata Min lagi.

"Nggak. Aku nggak apa-apa. Tidur aja."

Aku nggak rela Kyu tidur bareng Heechul. Aku nggak rela mereka sebangku. Aku nggak rela mereka ke kantin bareng. Aku nggak rela kalo Kyu deket-deket Heechul!

"Min, gwenchanaeyo?" tanya gadis yang juga memiliki nama panggilan yang sama denganku ini.

"Kan sudah kubilang." Kataku lagi lalu membalikkan tubuhku.

"Matamu berbohong. Katakan padaku, cepat!" dia duduk di kasurnya, tersenyum padaku. Dia memeluk Phoebe di dadanya.

"Kau bisa membaca pikiran?" tanyaku yang langsung duduk di kasurku.

"Tidak. Aku hanya bisa merasakannya. Aku yakin kau memikirkan sesuatu."

"..."

"Sungmin, kalau kau tak bisa mengatakannya sekarang, tak apa. Ini," dia memberikan Phoebe padaku. "Peluk saja dia. Dia bisa membantuku untuk tidur pulas. Mungkin ini juga berlaku padamu."

"Makasih Min." Aku mengambil Phoebe dan pergi tidur.

^.^

Mataku terbuka. Aku masih melihat Phoebe di pelukanku dengan jelas. Aku tak pernah mematikan lampu kamarku saat tidur sekalipun. Aku dan Min sama-sama takut tidur dalam gelap.

Aku mengambil handphoneku yang kuletakkan di meja pendek di samping kasur pink ku itu. Masih pukul 3.38 pagi. Apa yang harus kulakukan?

Aku mencoba merebahkan diriku lagi di tempat tidur dan memejamkan mataku, tapi aku tetap saja tak tertidur. Mungkin Phoebe ingin tidur dengan Min lagi. Dia sudah membagikan sebagian keajaibannya tadi malam, membuatku tidur lumayan pulas.

Kenapa tak main gitar saja ya? Gini-gini aku jago lho main gitar. Tapi aku tak mau mengganggu Min yang sedang tidur. Aku sudah cukup membuatnya terganggu dengan membiarkan Phoebe tidur denganku.

Lalu apa yang bisa kulakukan saat ini? Masa aku bengong sampe pagi?

Kalo gitu kerjain PR dari Vic Sonsaengnim aja deh. Mumpung nggak ngantuk.

Halaman 1.

Halaman 2.

Halaman 3.

"AH! Selesai juga." Ucapku pada akhirnya, menyelesaikan lembar terakhir dari PR panjangnya.

"Min, kau sudah bangun?" sapa Min yang ternyata baru bangun.

"Heh, Min. Kau sudah bangun?" aku menatap jam dinding dan kira-kira sudah jam 5 kurang 5 menit.

"Kau sudah lama bangun ya?" dia menatap PR-PR ku. "Mengerjakan itu semua?" melongo menatapku.

"Begitulah. Ayo mandi. Siapa yang mandi duluan?"

^.^

"Ah, nanti aku lihat beberapa nomer ya. Ada yang tak bisa kujawab." Kata Min padaku sambil menunjuk PR nya Vic Sonsaengnim.

"Oke." Aku tersenyum padanya.

"Bagaimana kau bisa menyelesaikan itu semua?" tanya Min, sepertinya penasaran dengan strategi jitu ku.

"Ah.. aku kan memang pintar, Min. Soal begini saja mudah bagiku." Aku membanggakan yang tak seharusnya kubanggakan.

"Bohong." Min pasti tak percaya padaku. Kemaren pas pelajaran Vic Sonsaengnim aku aja bengong nggak ngerti.

"Iya deh.." lalu aku membisikkan sesuatu ke telinganya. "Aku pake google translate."

"Pantes aja!" Min memukulkan buku yang saat itu ia pegang padaku.

"Ssstt!" aku menutup mulutnya.

Aku melihat Kyuhyun lewat di hadapanku. Dia sama sekali tak menyapaku. Di sebelahnya, Heechul terlihat sangat bangga dengan Kyuhyun di sampingnya. Aku hanya bisa menatap nanar pada mereka. Kenapa takdir memisahkan aku dan Kyu?

"Kenapa? Kau kangen dengan Kyu?" tanya Min tiba-tiba, mengagetkanku.

"Kau mind reader ya?" tanyaku setelah dikagetkan dengan tebakan-tebakannya.

"Jawab dulu. Kau menatapnya seperti itu."

Kenapa aku begitu menginginkan Kyu di sisiku? Seperti aku mencintai seseorang. Apakah aku benar-benar menyukainya? Apakah aku sudah tak normal?

"Min,"

"Apa?" sahut Min.

"Ah, tidak jadi deh.. Ntar aja."

Sungmin POV end

^.^

Shindong POV

Kenapa Sungmin begitu ingin Kyu ada di kamarnya? Apa Sungmin sudah tak waras lagi?

Aduh.. jangan sampai anak tercintaku itu jadi lesbian. Ih.. ngebayangin aja ogah. Mudah-mudahan gak beneran deh. Karena kalo gitu, berarti rencana pernikahan mereka harus dipercepat.

Shindong POV

^.^

Sungmin POV

"APA?" teriak Min kaget di dalam kamar. Aku segera membekap mulutnya itu. "Jangan berisik dong."

"Ka- kamu- kamu- les- les- lesbi- lesbian?" tanyanya tergagap.

"Sepertinya begitu. Aku jealous ngeliat Kyu bareng sama Heechul. Pasti aku suka sama Heechul kan?"

"Aduh... aku nggak tau deh. Aku rasa kamu harus mastiin, itu cinta atau kamu cuma ngerasa over protected sama temen kamu itu. Bisa aja kamu itu friend complex." Tuturnya.

"Friend complex? Yang aku tau selama ini tuh adanya brother sama sister complex."

"Bisa aja kan ada. Emang kamu tau darimana kalo itu nggak ada?"

"Iya juga sih. Bisa aja ada." "Tapi kan bisa juga nggak ada. Kamu tau darimana kalo itu ada?" balasku.

"Kan kita nggak tau itu ada ato nggak. Lebih baik kita jaga-jaga kan. Kalo ada gimana?"

"Oh iya juga ya."

"Mending kamu pastiin dulu deh."

"Caranya?"

Sungmin POV end

^.^

"Ah, Yunho! Kita sudah lama tak bertemu... Senang bisa bertemu denganmu di tengah kesibukanku." Sapa Shindong.

"Ya. Sudah lama kita tak bersua. Ternyata kita sudah setua ini ya... Hahaha..." tawa Yunho membahana.

"Yah, begitulah. Anak kita berdua pun sudah besar-besar. Kau tahulah.. anak gadisku sudah masuk High School. Dan kudengar anakmu mengikuti kelas accel ya? Wah.. pasti pintar." *accel = dipercepat sekolahnya, kayak nge-skip sekolah gitu. Kalo pinter, di umur muda bisa udah kuliah.*

"Hahaha.. biasa saja lah.. Anak perempuanmu juga pasti berbakat sepertimu." Ujar Yunho berbasa-basi.

"Ah.. tidak juga lah.." Shindong mulai membuat percakapan mereka serius. "Kau masih ingat perjanjian kita saat di High School?"

"Yang mana? Ah.. kau mau mentraktirku nonton bioskop velvet ya? Kau belum menepati janjimu lho.." Eh.. Shindong malah mengingat janjinya yang lain.

"Oh, ya juga ya.." "Baik, aku akan menepati janjiku. Tapi, mengingat janji kita yang lain.. menjodohkan anak kita" Shindong berbisik pada bagian 'menjodohkan anak kita'

"Oh.. kita bisa mengajak mereka ke bioskop. Itu ide bagus."

"Iya. Tapi kita biarkan saja mereka duduk bersebelahan. Aku takkan mengatakannya dulu pada Sungmin."

"Aku akan memberitaukan anakku. Biar dia tau cewek mana yang harus dia dekati. Kalau sampe salah gimana? Ntar kita yang rugi."

"Ya. Betul juga."

^.^

"Sungmin, kau meninggalkanku di akhir pekan ini ya?" Min memajukan bibirnya beberapa centi.

"Iya Min. Aku juga tak tau. Appa mengajakku untuk nonton bioskop. Katanya sudah lama ia tak pergi ke bioskop. Memang sih, sejak eomma tak ada, appa tak pernah lagi ke bioskop. Begitu menyedihkan ya?" balas Sungmin yang sebenarnya juga ogah-ogahan pergi, tapi ini semua demi appa nya.

"Yah. Lebih baik kau menemani appa mu. Kasian kalau dia tak pergi ke bioskop. Harus kau yang menemaninya kan? Sudah tak ada eomma mu."

"Iya, Min. Aku juga berpikir begitu. Biar sajalah. Ini demi kebahagiaannya."

Sungmin yang sudah bersiap pergi menghampiri appa nya. Dia tinggal menunggu appa nya bersiap. Ternyata Shindong sudah siap sejak tadi.

"Wah, appa terlihat senang sekali.." sapa Sungmin pada Shindong.

"Iya. Ini kan hari aku ke bioskop. Lama sekali aku tak ke sana."

Shindong memanggil Yesung, karyawan kesayangannya, yang sudah ia anggap keluarga sendiri. Dia meminta Yesung mengantarkan mereka ke bioskop.

"Appa, kenapa tidak aku saja yang menyopir? Aku kan juga bisa."

"Hus. Anak perempuan itu harus kalem. Kamu jangan gitu, Sungmin. Biar saja Yesung yang mengantar kita." Jawab Shindong.

"Kau itu menyebalkan, Yesung-sshi." Sungmin menggertakkan giginya sambil menatap Yesung dengan geram.

"A- kau itu begitu menakutkan, Sungmin. Bisakah kau lebih bersahabat denganku?" Yesung menghindari tatapan ganas sang kelinci.

"Sungmin! Appa baru saja bilang anak perempuan itu harus kalem. Kau malah bertindak seperti ini. Panggil dia oppa. Kau ini tak pernah mendengar kataku."

"Sudahlah, appa. Kapan kita berangkat?"

^.^

Sungmin POV

Ah.. tumbenan sekali. Appa mentraktir sekaligus yang velvet. Enaknya. Aku mau nonton film apa ya? Action!

"Sungmin, kita nonton Ju-On ya?"

"Appa? Kenapa tiba-tiba appa pengen nonton film horror? Biasanya appa suka nonton film comedy."

"Ah, tak apa sekali-sekali sajalah..." appa mau apaan sih? Aku agak-agak curiga nih..

"Ogah, ah.. Appa menyembunyikan sesuatu dariku ya?"

"Apaan sih kamu itu? Kamu nggak suka appa nonton film horror? Appa kira kamu suka sama pilihan appa." Shindong pura-pura ngambek.

"Ya udah deh... Tapi aku maunya nonton Mission Impossible, appa... Ya ya ya ya ya ?" Sungmin menunjukkan puppy eyes nya pada Shindong.

"Ya udah deh. Kamu beli snack aja dulu... Popcorn jumbo nya jangan lupa!" Shindong menyerahkan beberapa uang dari dalam dompetnya. "Sana!" usir Shindong, supaya anaknya nggak tau rencana apa yang ia siapkan selanjutnya.

^.^

"APPA! Kan aku udah bilang nggak mau nonton Ju-On, maunya kan MISSION IMPOSSIBLE!" Sungmin kesal begitu mendapat tiket yang appa nya berikan.

"Terserah kamu aja, appa kan nggak bilang nggak jadi nonton Ju-On nya. Kamu tetep nemenin appa. Abis ini kamu boleh nonton Mission Impossible. Ntar appa bayarin, tenang aja.. Snack nya juga appa bayarin."

"Ya udah deh..." ucap Sungmin setelah berpikir. Nanti dia nggak beli popcorn, tapi beli makan malem aja. Kan lumayan sekali-sekali ngabisin uang appa nya. Hehehe..

Sungmin kembali membaca tiket yang sedang ia pegang. Kok seat numbernya jauh amat? Shindong yang sepertinya bisa membaca situasi pun berbicara.

"Tiketnya abis. Tuh kan.. appa yakin bakal penuh. Karena Ju-On kan laris. Appa tuh suka film Ju-On. Waktu itu pernah dikasih liat sama temen appa, jadi ketagihan deh.."

"Oh.. ya udah appa. Tuh, udah ada pengumuman masuk. Aku masuk duluan ya!" Sungmin pun pergi ke dalam teater.

"Hei, Shindong!" seseorang menepuk pundaknya.

"Hei! Ini tiketnya. Yang ini untukmu dan yang ini untuk anakmu."

"Oke. Kau masuk saja dulu, anakku belum datang. Sebentar lagi dia akan datang."

^.^

Yunho POV

Anak ini memang membuat marah ya. Sudah lewat 30 menit dari waktu yang aku katakan padanya.

"ABEOJII!" sapa sang anak yang berlari menghampiri appanya.

"Dasar anak nakal! Kemana saja kamu?" aku mengomel pada anakku.

"Aku ketiduran di rumah. Jadi telat kesini nya deh.."

"Dasar!" PLETAK! Yunho menjitak kepala anaknya. "Ini tiketmu. Cepat masuk.. Film sudah dimulai 10 menit yang lalu."

Yunho POV end

^.^

Sungmin POV

Dih.. appa bohong aja. Katanya bangku sebelah udah ada yang mesen. Orang disamping aku aja kosong...

Masih belum ada yang menyeramkan.

"Hei." Sapa seseorang. Ini dia.. ternyata yang mesen tiket di samping aku udah dateng. Appa nggak bohong deh..

"Filmnya udah kelewat lumayan lho.." balasku mencoba ramah. Ia memulai ramah padaku duluan. Masa aku nggak ramah juga sih?

"Iya. Padahal udah mesen tiketnya jauh-jauh hari. Tapi malah ketiduran di rumah." Senyumnya ramah. Ah.. namja ini sudah cakep, manis pula. Kekeke... *mata bling-bling*

Makin lama dan makin lama, aku makin nggak betah duduk tegak. Badanku udah kayak apaan tau. Nengok sana nengok sini. Nutup mata pake tangan, dan teriak-teriak ketakutan. Sampe akhirnya...

"AAA!" kali ini teriakanku lebih keras dari sebelumnya. Aku juga mendengar banyak penonton yang berteriak kaget. Dan aku.. "Ma..maaf." aku melepaskan pelukanku yang tak sengaja singgah di lengan sang namja di sampingku. Tapi sepertinya dia tak merasa kesal. Dia hanya tertawa.

"Kalau takut kenapa nonton?" tanyanya dengan tawa, menujukkan sederet gigi yang putih dan rapi kayak iklan *sensor*

"Aku dipaksa appa ku nonton. Katanya dia pengen banget nonton ini. Tapi karena keabisan tempat duduk, jadinya mencar deh.." Aku kembali fokus ke film, menghindari tatapan matanya padaku yang membuat pipiku makin blush aja.

"Oh..." dia ber-oh. Dan aku hanya manggut-manggut saja. "Abis ini aku mau nonton film lagi. Bisa sampe malem nih.." ucapnya dengan tatapan lurus ke depan.

"Aku juga mau nonton lagi." Balasku.

"Mission Impossible." Ucapku dan ia berbarengan. Duh.. mukaku makin blush nih.. udah pasti.

"Mau nonton itu juga?" tanyanya riang.

"Iya." Balasku singkat.

"Bareng yuk! Daripada nggak ada temennya..."

Hah? Serius? Bareng?

"MAU!" ups.. malah keceplosan senengnya.

"Oke... ntar bareng-bareng ya. By the way, dari tadi kita ngobrol berdua tapi belom tau nama masing-masing. Nama kamu siapa?" tanyanya.

"Namaku Sungmin. Kamu?"

^.^

~TO BE CONTINUED~

^.^

REVIEWS' Review

naeminnie

Hahaha... penasaran ya?

Author juga masih bingung nih, author labil.

Tapi, udah ada beberapa bayangan sih alurnya gimana *baru bayangan lho..*

Makanya tetep baca ya..

Gak bakal ada kyuthoria kok... Kan mereka cuma sonsaengnim sama murid aja...

Author juga 'KMS' lho..

Kamu harus liatin terus.

Barangkali ntar si Kibum ngucluk-ngucluk *bahasa apaan?* minta dimasukkin ke FF ini..

Pokoknya baca terus okeoke?

MegaKyu

Anjing galak apaan dah? Author telmi nih...

Kekeke... liat lanjutannya aja terus...

Cho Miku

Author juga pengen banget jadi Kyu...

Dapet 'berkah-berkah' tak terduga.. *jedokin kepala ke tembok*

Kyumin moment nya ditunggu aja di next chap atau di chap berikutnya lagi atau di chap berikutnya lagi, dst...

Pasti ada Kyumin moment kok.. Author kan Kyumin shipper...

genki zen

Beneran? Berarti sama-sama gemini dong...

High five dulu dong #eaea

Sesama lahir 28 Mei harus tetep nungguin FF ini sampe selesai ya..

Hahaha #plak

Oke, meet you on the next chap!

JusT 4Hae

Menggalau ria? Iya sih... author juga menggalau ria nih, alur selanjutnya gimana ya?

Pokoknya author bakal masukin character baru (yang di akhir cerita tadi) buat nambah conflict nya...

Tungguin aja kelanjutan kisah mereka...

MAKASIH YANG UDAH REVIEW DAN AKU HARAP KESADARAN DARI READERS YANG BELUM REVIEW YA!

*doa komat-kamit*

SEE YOU ON THE NEXT CHAP~~~ *nari-nari gaje*