Why, Onii-chan?

Disclaimer : Takahashi Rumiko

Rate : Masih T, T+ (Belom cukup buat M)

Warning : Yaoi, OOC, Gaje, Alur terlalu cepat dan update terlalu lambat #plakk, Typo berserakan

Sesshomaru kecil 8 tahun

Inuyasha kecil 4 tahun

Sesshomaru 20 tahun

Inuyasha 16 tahun

Hahh…. Sudah lama ya ane ngga update. Hehehe #tendang

Yosh, izinkan ane membalas review dari para readers yaaaaaaaaaaaaa

Guest

Hmm…. Bagaimana ya? Aku kan sudah menulis di warning kalau fict ini adalah fict yaoi. Genrenya tapi memang hurt&comfort. Gomen Guest-san fict ini memang fict yaoi SesshInu ^_^ Arigatou Guest-san

Guest

Huaaaa….. Arigatou gozaimasu Guest-san sudah memberitahuku ^_^ Siap bos fict ini tetap dilanjut,hehehe

amour-chan

Sessho menderita? Hmmm….. akan aku fikirkan lagi,hehehe. Dan ini aku sudah update (tapi lu lama tau! #plakk) Siapppp akan aku lanjut terus. Arigatou Amour-chan san ^_^

Shawokey

Umm…. Jadi begitu, muehehehe. Ngga papa kok Shawokey-san, aku juga kan masih newbie di dunia fanfict. Arigatou atas masukannya ^_^

Kim Victoria

Hehehe, iya Kim-san sebenernya aku juga kurang suka paragrafnya itu center. Tapi aku terkadang suka lupa nge-managenya lagi #ditendang. Umm…. Arigatou Kim-san ^_^

Nah…. Sekianlah pembalasan review dari ane

Check it out!

"Kau itu sahabat ku Inuyasha,hmm…. Karena kulihat kau belum sembuh total. Apa boleh aku menginap disini untuk merawatmu?" Tanya Miroku

"E-eh… Mi-Miroku aku tidak apa apa, sungguh… Kau tak perlu sampai-"

GREP

Miroku menarik Inuyasha kedalam pelukannya

"Inuyasha.. aku mengerti penderitaanmu. Kau tak perlu menyimpannya sendirian, berbagilah denganku, kau tidak sendirian. Ada aku disini… Kita ini bersahabat bukan?" ucap Miroku tegas

"Mi-Miroku… terimakasih" Ucap Inuyasha

'Andaikan Sessho-nii bisa sepertimu Miroku' inner Sesshomaru disela sela air mata menetes dari matanya

DEG

Dan pada saat itu juga Sesshomaru yang baru pulang, melihat Inuyasha menangis dipelukan Miroku dan Miroku yang menenangkan Inuyasha sambil menepuk nepuk puncak kepala Inuyasha dengan lembut.

'A-ada apa denganku? Ke-kenapa ini aneh sekali' inner Sesshomaru sambil memegangi dadanya

Chapter 4

"Sudahlah Inuyasha… Jangan menangis seperti itu lagi, nanti kau malah membuat kepalamu pusing lagi," ucap Miroku.

"Hu'um…Gomen Miroku," ucap Inuyasha sambil mengelap air matanya.

"Ehem," Sesshomaru berdeham agak keras, seketika itu juga Miroku dan Inuyasha menyadari dengan kehadiran Sesshomaru dan Inuyasha langsung melepaskan pelukan dari Miroku.

"Se-Sessho-nii tadaima," ucap Inuyasha pelan dan tak berani menatap langsung Sesshomaru.

Bukannya menjawab perkataan dari Inuyasha, alih alih ia malah langsung melengos pergi menuju kamarnya. Tetapi sebelum itu…

"Sesshomaru-san tunggu sebentar," ucap Miroku tiba tiba.

'Mi-Miroku, apa yang ingin dia lakukan?' inner Inuyasha.

Sesshomaru langsung membalikkan badannya ogah ogahan menghadap ke Miroku yang sedang berada disamping Inuyasha.

Seakan mengerti dengan tatapan 'Apa perlumu? Aku tak punya banyak waktu' dari Sesshomaru, Miroku langsung menjawab "Seperti yang Sesshomaru-san tau Inuyasha masih belum sembuh total jadinya aku ingin merawatnya untuk sementara disini. Izinkan aku menginap disini sampai Inuyasha benar benar sembuh"

Mendengar ucapan tegas dari Miroku, Inuyasha langsung membelalakan matanya, ia tak menyangka bahwa Miroku memang sungguh sungguh. Sedangkan Sesshomaru hanya menatap datar ke arah Miroku.

"Terserah," ucap Sesshomaru singkat. Setelah itu ia langsung pergi meninggalkan mereka berdua.

"Sessho-nii tungg-" ucap Inuyasha yang ingin menghampiri Sesshomaru.

"Sudahlah Inuyasha, mungkin Sesshomaru-san memang sedang lelah jadinya ia bersikap begitu," ucap Miroku sambil menahan pergelangan tangan Inuyasha.

"Tapi Miroku," ucap Inuysha.

"Tidak apa Inuyasha, hmm… ini sudah malam sebaiknya kau tidur," ucap Miroku sambil tersenyum.

"Hu'um… kau juga Miroku. Hmm… lebih baik kau tidur di kamar sebelah ku saja Miroku," ucap Inuyasha sambil menuntun Miroku ke kamar sebelahnya.

"Dimanapun aku bisa tidur kok, hmm.. tapi tak apa kau tidur sendirian?" tanya Miroku menggoda.

"Apa apaan sih kau itu, aku ini bukan anak kecil tau. Yasudah oyasumi Miroku dan umm… arigatou," ucap Inuyasha sambil melenggang pergi ke kamarnya sendiri.

"Dasar anak itu. Oyasumi Inuyasha," ucap Miroku sambil menatap pintu kamar Inuyasha yang sudah tertutup.

.

.

Setelah Sesshomaru sampai di kamarnya, ia langsung menghempaskan tubuhnya ke kasur king sizenya.

"Hahhh…. Aku benar benar tak mengerti dengan apa yang kurasakan, ketika melihat anak itu dengan temannya berpelukan entah kenapa sepertinya ada sebagian dari diriku yang tidak rela akan hal itu. Entah karena aku memang tidak rela kalau Inuyasha bahagia atau….. terserahlah aku tak peduli. Dan sepertinya dia itu yang menelfon ku tadi siang, lagipula apa apaan dengan dia itu. Kenapa dia begitu peduli kepada Inuyasha, seberapa berharganya kah Inuyasha baginya? Ingin menginap di sini dan merawat Inuyasha,eh?" ucap Sesshomaru.

Satu hal yang memang ia tau pasti, Inuyasha benar benar merepotkan! Sesshomaru sangat membencinya, sejak dulu malahan.

'Hmm… mungkin sebaiknya Inuyasha itu kuserahkan saja pada temannya itu. Bukankah ia sangat peduli pada Inuyasha? Dengan begitu aku tak akan memiliki beban lagi karena orang yang kubenci tidak lagi ada di sekitarku' inner Sesshomaru sambil memejamkan matanya sejenak.

Setelah memikirkan semua hal itu, ia langsung pergi menuju kamar mandi untuk membasuh seluruh tubuhnya itu dan mengistirahatkan pikirannya yang kusut.

.

.

Ketika pagi mulai menjelang dan indahnya karena ini hari Minggu, Inuyasha yang sudah mulai sembuh dari demam tingginya itu (karena dukungan dan perhatian dari Miroku) sedang memasak di dapur untuk membuat sarapan. Untuknya, Miroku juga Sesshomaru kakaknya. Miroku yang juga memang terbiasa bangun pagi langsung menuju dapur karena mencium bau sedap dari sarapan yang dibuat Inuyasha.

"Inuyasha, kenapa kau pagi pagi begini sudah bangun? Apa kau sudah benar benar sembuh? Jangan terlalu memaksakan dirimu Inuyasha, aku kan bisa membantumu," ucap Miroku panjang lebar.

Inuyasha agak kaget karena ia tak menyadari kehadiran Miroku sebelumnya.

"Ish Miroku jangan mengangetkanku! Aku ini sudah sembuh. Lihat sendiri kan? Lagipula ini sudah kebiasaan ku untuk membuat sarapan jadi tak masalah. Dan kau tau? Sekarang kau itu benar benar mirip dengan seorang kakek tua yang takuk cucunya kenapa kenapa,bwahahaha," ucap Inuyasha sambil tertawa.

"Apa? Kau ini keras kepala sekali," ucap Miroku sambil mengelitiki pinggang Inuyasha.

"Tu-tunggu, hahaha, Miroku! Le-lepas,hahaha. Ini geli,hahaha," ucap Inuyasha sambil kegelian.

Yang tak mereka sadari ialah ada sepasang mata yang sedang menatap mereka dengan intens.

.

.

Ketika masakan Inuyasha sudah siap dihidangkan dan dimakan, Miroku langsung mencicipi masakan itu.

"Wahhh… Inuyasha ini enak sekali," puji Miroku

"Hontou ni? Hehehe, arigatou Miroku" ucap Inuyasha sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.

Akan tetapi setelah itu Miroku melihat gerak gerik Inuyasha yang seperti sedang mencari sesuatu membuat Miroku mengernyit bingung dan bertanya.

"Ada apa Inuyasha?" tanya Miroku disela sela kegiatan makannya.

"Hmm…. Sessho-nii apa belum bangun? Tumben sekali, lagipula kalau ia sudah bangun kenapa ia tak kesini untuk sarapan?" ucap Inuyasha sambil memperhatikan ke arah kamar Sesshomaru.

"Kau mau aku yang memanggil Sesshomaru-san?" ucap Miroku.

"Umm… tidak perlu, biar aku saja yang mencari Sessho-nii. Tak apa kan kau aku tinggal dulu disini?" tanya Inuyasha.

"Yasudah kalau begitu, iya aku tak apa kok disini" ucap Miroku.

.

.

'Apa benar Sessho-nii belum bangun? Tapi ini kan sudah jam 7 pagi. Hmm… apa mungkin masih di kamarnya ya? Hmm… baiklah aku akan ke kamar Sessho-nii,' inner Inuyasha.

TOK TOK TOK

"Sessho-nii, sarapannya sudah siap, ayo kita makan bersama," ucap Inuyasha.

Merasa tak ada jawaban, Inuyasha mulai mengetuk pintu kamar Sesshomaru lagi.

TOK TOK TOK

"Umm… Sessho-nii, apa kau belum bangun? Sessho-nii?" ucap Inuyasha.

TOK TOK TOK

"Sessho-nii kau harus makan agar kau tidak sakit. Sessho-nii kumohon keluarlah. Aku tau kau pasti sudah bangun," ucap Inuyasha sambil menempelkan telinganya pada pintu kamar Sesshomaru.

Dan ketika Inuyasha sedang sibuk menempelkan telinganya ke pintu kamar Sesshomaru, tiba tiba pintu itu terbuka. Inuyasha pun mencoba menyeimbangkan tubuhnya yang hampir terjatuh.

"E-ehhh," ucap Inuyasha sambil memejamkan matanya karena ia yakin pasti ia akan terjatuh.

'Loh kok tidak sakit?' inner Inuyasha sambil membuka matanya perlahan.

DEG

"Se-Sessho-nii.." ucap Inuyasha pelan.

Untuk sementara waktu, entah apa yang sedang merasuki pikiran mereka berdua. Kini Inuyasha sedang berada dalam pelukan Sesshomaru dan tatapan mata Sesshomaru tertuju langsung kepada Inuyasha. Dan Inuyasha yang merasakan bahwa jantungnya berdegup dengan cepat karena belum pernah sedekat ini dengan Sesshomaru dan ia hanya bisa mencoba untuk melepaskan diri dari pelukan Sesshomaru.

"Umm… Sessho-nii te-terimakasih sudah menolongku," ucap Inuyasha sambil menundukkan kepalanya.

Akan tetapi Sesshomaru tak kunjung melepaskan pelukannya itu dari Inuyasha sehingga membuat Inuyasha kembali menatap Sesshomaru.

"Sessho-nii?" tanya Inuyasha.

Sesshomaru POV

TOK TOK TOK

'Kudengar sepertinya ada yang mengetuk pintu, anak itu kah?' tanyaku dalam hati sambil membuka mataku.

"Sessho-nii, sarapannya sudah siap, ayo kita makan bersama,"

"Hahhh…. Hari ini aku benar benar tak berselera untuk melakukan hal apapun. Yasudahlah biarkan saja anak itu," ucapku sambil menutup kedua mataku dengan tangan tangan kiriku.

TOK TOK TOK

"Umm… Sessho-nii, apa kau belum bangun? Sessho-nii?"

TOK TOK TOK

"Sessho-nii kau harus makan agar kau tidak sakit. Sessho-nii kumohon keluarlah. Aku tau kau pasti sudah bangun,"

'Arrghhh… anak itu cerewet sekali!' ucapku.

Setelah itu tidak kudengar suara ketukan pintu dan suara bocah itu lagi.

'Hm? Anak itu sudah pergi?' batinku dalam hati.

Setelah itu, aku langsung beranjak turun dari tempat tidurku untuk keluar dari kamar. Ketika aku membuka pintu kamarku tiba tiba…

"E-ehhh,"

Aku membulatkan kedua mataku ketika Inuyasha jatuh tepat ke arahku. Aku tak tau kenapa aku melakukan ini tapi refleks tanganku langsung menangkap tubuh mungil miliknya itu.

DEG

"Se-Sessho-nii.."

Ada gelanyar aneh yang kurasakan saat ini ketika menatapnya dari jarak sedekat ini. Aku juga baru menyadari bahwa Inuyasha memiliki pinggang yang ramping juga rambut yang sangat lembut, aku tak sengaja menyentuh rambut yang digerainya itu ketika menangkap tubuhnya ke dalam pelukanku. Dan aku juga bisa mencium wangi rambutnya karena kepalanya sekarang sedang berada tepat di bawah hidungku.

"Umm… Sessho-nii te-terimakasih sudah menolongku,"

Kulihat ia sedang menundukkan kepalanya dan mencoba untuk melepaskan diri dari pelukanku. Tetapi aku benar benar menyukai wangi rambutnya dan ingin merasakan lagi betapa lembutnya rambutnya itu. Dan kurasa tubuhnya itu memang pas untuk berada dalam pelukanku. Tanganku malah semakin mempererat pelukanku ke Inuyasha.

"Sessho-nii?"

Kudengar ia memanggil lagi namaku, dan barulah aku tersadar dari pikiran anehku itu. Seketika itu juga aku melepaskannya dari pelukanku dan langsung pergi meninggalkannya.

Sesshomaru POV's End

"Sessho-nii mau kemana? Ruang makan kan di sebelah sana," ucap Inuyasha seraya menunjuk ruang makan yang di sana sudah ada Miroku.

"Cerewet! Pergi sana," ucap Sesshomaru kasar.

"Tap-tapi Sessho-nii, kau belum sarapan kan? Ayo kita sarapan bersama," ucap Inuyasha sambil memegang tangan Sesshomaru.

"Minggir!" ucap Sesshomaru sambil menepis tangan Inuyasha, akan tetapi mungkin karena Inuyasha masih belum sembuh total dari demamnya sehingga tepisan Sesshomaru malah membuat Inuyasha jatuh ke belakang dan mengenai dinding di belakangnya.

Miroku yang penasaran karena suara ribut yang terjadi dan ia tau kalau itu adalah suara Inuyasha dan Sesshomaru, ia langsung pergi ke arah suara itu berasal. Betapa kagetnya ia karena ia melihat Inuyasha sedang terduduk dan memegangi tangannya sambil kesakitan.

"Inuyasha!" ucap Miroku yang langsung menghampiri Inuyasha.

"Hiks.. hiks… sa-sakit. Sessho-nii maafkan aku, kumohon maafkan aku," ucap Inuyasha sambil menatap Sesshomaru dengan matanya yang berkaca kaca.

"Kau benar benar tega sekali kepada adikmu sendiri," ucap Miroku sambil menatap nyalang ke arah Sesshomaru.

Sesshomaru benar benar terbelalak, bukan karena tatapan dari Miroku tetapi karena ekspresi Inuyasha. Dengan mata yang berkaca kaca menahan tangis dan wajahnya yang memerah, bibirnya yang tak henti hentinya mengucapkan kata maaf padanya.

'A-anak itu? Shit,' umpat Sesshomaru dalam hatinya.

Setelah itu, tanpa sepatah katapun Sesshomaru pergi meninggalkan mereka berdua. Miroku yang tak tega melihat Inuyasha begini langsung menggendong Inuyasha dan membawanya ke kamar Inuyasha.

"Ma-maafkan aku Sessho-nii," ucap Inuyasha disela sela tangisnya.

Sebenarnya Miroku agak sedikit kesal dengan Inuyasha, kenapa Inuyasha malah meminta maaf pada Sesshomaru yang memang tak peduli sedikitpun dengan Inuyasha malahan Sesshomaru selaku bertindak jahat kepada Inuyasha.

.

.

"Apa kau benar baik baik saja Inuyasha?" tanya Miroku ketika mereka berada di pintu rumah Inuyasha, ia harus kembali pulang kerumahnya karena Inuyasha memang menyuruhnya untuk pulang.

Setelah kejadian tadi pagi, Miroku semakin khawatir dengan Inuyasha. Ia takut meninggalkan Inuyasha di rumah bersama Sesshomaru yang benar benar bertindak jahat kepada Inuyasha di depan matanya sendiri.

"Hu'um… aku baik baik saja Miroku. Lagipula kan sekarang aku sudah tidak demam berkat dirimu," ucap Inuyasha sambil tersenyum.

"Arigatou Miroku, hehehe. Umm… sudah lebih baik kau cepat pulang. Ini sudah malam Miroku, besok kan kita harus kembali ke sekolah," ucap Inuyasha sambil mendorong Miroku.

"Hahhhh…. Baiklah Tuan Keras Kepala, terserah kau saja. Tapi kau harus berjanji padaku kalau kau butuh sesuatu kau akan memberi tauku," ucap Miroku.

"Ha'i. Aku berjanji padamu dan besok mau kah kau pergi kesekolah bersamaku?" ucap Inuyasha .

"Bukankah kita memang selalu begitu? Hmmm… besok ku tunggu disini oke?" tanya Miroku.

"Siap bos! Jaa nee, hati hati Miroku" ucap Inuyasha.

"Jaa nee" ucap Miroku sambil pergi meninggalkan rumah Inuyasha.

Setelah melihat kepergian Miroku, Inuyasha langsung masuk ke rumahnya dan duduk di ruang tamu sambil menatap jam dinding yang menunjukkan pukul 8.25

'Sessho-nii, kau benar benar marah kepadaku? Kenapa kau belum pulang? Kau sudah melewatkan sarapan, makan siang, dan sekarang kau juga melewatkan makan malammu Sessho-nii,' inner Inuyasha.

Meskipun sudah berkali kali Inuyasha mendapatkan perlakuan buruk dari Sesshomaru, ia tetap memikirkan Sesshomaru dan mengkhawatirkan Sesshomaru karena Inuyasha memang benar benar menyayangi Sesshomaru melebihi dirinya sendiri. Ia sadar, sekarang satu satunya keluarga yang ia punya hanyalah Sesshomaru seorang. Semenjak Inuyasha masih kecil ia sudah sangat senang ketika ia diberitahu kalau ia memiliki saudara yang lebih tua darinya. Ya, ia memiliki kakak. Akan tetapi karena sikap buruk dari kakaknya itu, Inuyasha memutuskan untuk berbuat lebih baik dan lebih baik terhadap kakaknya itu sehingga ia berharap pada akhirnya kakaknya akan menatapnya dan menerimanya.

TBC

Gimana sudah memuaskan kah? Lalu wordsnya? Alurnya?

Hmm… tapi aku mau juga nanya nih sama readers semua kira kira Sesshomaru bakalan bener bener 'ngasih' Inuyasha ke Miroku ngga?

Hehehehe, sekian aja dari aku. Jaa nee. Arigatou ^_^

~Kritik dan Saran Versetta terima kok~