RESIDENT EVIL: HER DREAM
DISCLAIMER:
Film Resident Evil itu bukan punya saya, tapi cerita abal bin ajal (!?) ini punya saya ^^ Resident Evil: Her Dream= Sarah Maula 157 ( ^_^ )
Rated:T (M untuk jaga-jaga -_- )
Warning:Typo(s) bertebaran, gaje, si Alice agak OOC, lumayan ngikut cara tulisan author lain jadi sumimasen ya buat para author senpai lain yang ngerasa saya kopas cara tulisnya , Humornya gak kerasa, dwwl...
Genre:Friendship, Hurt/Comfort, sedikit Crame and Action, Horor, dll...
Notification:
"Blablabla..." = Bicara biasa (entah pake bahasa Indonesia ato Jepang, silahkan Readers imajinasikan sendiri)
'Blalblabla...' = Bicara dalam hati (sama kayak diatas)
"Blablabla..." / 'Blablabla...' = Bicara dalam bahasa Inggris ato sejenisnya
Hari/Tanggal pengeditan selesai: Selasa, 21 Maret 2017 (Pokoknya pagi menjelang siang. Gak ingat kapan awal buat nih chapter… _|| )
A/N:Cerita ini saya buat berdasarkan mimpi yang saya alami alias nyata, tapi karena yang namanya juga mimpi dan mimpi itu udah lumayan lama saya alami jadi mohon dimaklumi karena ada yang saya tambah-kurangi dalam cerita ini. Dan lebih parahnya lagi, fanfic ini saya buat MELENCENG dari mimpi saya! Jadi,,,, harap maklum ceritanya rada (baca:sangat) GAJE _|| Akhir kata,,,, Happy reading minna! ^_^
Don't like, Don't read
(Kalo gak suka, jangan maksa baca. Nanti matanya keselek(?!) lho!)
~ Author ground ~
... Kriik... Kriiik... *suara background*
Author: Anu,,,,, tanpa banyak cek-cok bin encok (?) lagi, langsung OTG (On The Go) ala L'Vices-san aja. Saya gak tau mau ngomong apa lagi. -_- Pasrah aja sama yang di atas karena fanfic saya masih keputus terus kata-katanya. Hah? Bukan burung! Maksud saya, sama yang berkuasa.
Nanya yang lain pada kemana? Lagi pada di kandang masing-masing. Saya bermalam di studio ini (hanya di khayalan saya, bukan di duta). Jadi,,,,,, saya ingatkan sekali lagi, bagi yang gak kuat, lambaikan kedua tangan anda ke layar gadget anda. Bagi yang masih waras, wajib melakukan hal tersebut. /PLAK Oke, oke. Tanpa basa-basi lagi (sebenernya gak tau mau ngomong apa lagi _|| ), happy reading minna... *MaDeSu mode : ON*
Chapter 4:
Hey, guys! We here! Pt. 1
Shiren POV
Haaaahhh... Kenapa aku dan sahabat-sahabatku mempunyai sifat suka melawak ya? Sampai-sampai, saat dunia sudah hampir mati, kami masih sempat-sempatnya bercandaan. Hhhhhhh... Stress aku kalau kelamaan mikirin itu terus.
Tapi, sesaat, rasanya ada yang aneh pada diriku… Entahlah. Mungkin hanya perasaanku saja.
Saat ini, kami berada di depan koperasi, yang bersebelahan dengan ruang guru.
Kami berkumpul disini setelah saling bercerita yang menghabiskan waktu hampir satu jam. Itu pun belum selesai. Karena, saat Mio akan menjelaskan sesuatu, kami malah saling bercanda. Dan, akhirnya malah melupakan Mio dengan penjelasannya yang belum diterangkan, dan digantikan dengan 'acara' mencekik dariku. Haaaahhh... Aku sekarang juga malah lupa apa yang ingin dijelaskan si Mio tadi. Biasa, orang pikunan emang begini. /plak
Kembali ke alur.
Jadi, kurang dari semenit kami telah berdiri disini. Karena, jarak antara tempat kami ngerumpi tadi dengan koperasi sekolah kurang dari 20 langkah. Jadi, tidak menghabiskan banyak waktu.
Aku juga tidak tahu apa alasan kami malah pergi ke koperasi sekolah. Mungkin, mencari cemilan yang tersisa? Tapi, pada akhirnya kami hanya bisa terdiam di depan pintu koperasi karena pintunya terkunci.
"Ekhem! Jadi,,,,, apa yang akan kita lakukan disini?" tanyaku mengawali pembicaraan.
"Entahlah. Aku tadi ngajak kalian kesini agar pantat kita gak gepeng. Itu saja kok." Jawab Ririko.
"Maksudmu apa, Ri?" tanyaku dengan tampang Devil.
"Lah? Niatku baik, kan?"
"Haaaahhh... Dasar..." ujar Mio speechless.
Aku melirik ruang guru yang berada di samping kiri koperasi. Di dinding antara ruang guru dan koperasi ada sebuah benda berbentuk bundar yang melekat di dinding tersebut. Ya, sebuah bel sekolah. Di bawah benda tersebut ada persegi kecil berwarna merah yang aku yakini adalah tombol untuk membunyikan bel sekolah tersebut. Aku hanya menatap benda tersebut lalu beralih melirik ketiga sahabatku yang masih berdebat tentang niat baik Ririko tadi.
"Hei,
Apa bel sekolah kita itu masih berfungsi..?"
Mereka terdiam dan menatapku.
"Entahlah. Mungkin masih." Ucap Ririko.
"Memang masih. Lihat. Tombol pembunyi bel ini masih menyala!" ucap Kana—sedikit—riang sambil menunjuk persegi kecil tadi.
"Kenapa menanyakan itu?" tanya Mio sambil menepuk pelan pundak kananku.
"A…. Aku punya ide..!
Ta-tapi mungkin kalian…. tidak setuju….."
... Kriik... Kriiik...
Semua diam menatapku. Aku tidak tahu apa yang mereka pikirkan, tapi yang pasti—
"Ide apaan, Ren?" Suara Riko, pasti.
—mereka akan bertanya tentang ideku…
"Iya, Ren! Ide apaan? Kasih tau!"
"Idemu tentang apa, Ren?"
….
Mati aku…
(Dan, dengan bodohnya, aku keceplosan… ditambah, nada bicaraku pun-sepertinya-terdengar riang…)
"Anu,,,,,, menurutku kita harus menyalakan bel sekolah itu! Jadi, kita kan bisa mengetahui apakah ada yang masih hidup atau gak. Gimana?"
.
.
.
.
.
Semua terasa membeku…..
Waktu terasa berhenti…..
Yang lebih parah…—
"HAAAAAHH!?"
—mereka pasti akan protes. Pasrah aja deh…..
~ To Be Continued ~
~ Author ground ~
Author: Yak! Sekian dari chapter ini. Awalnya, saya menduga chapter ini bakalan puaanjaaanngg banget. Tapi, terlintas di otak saya, 'Segini aje kali, ye?'. Lalu, saya putus deh sampe sini. Memang part 1 kok. Kalo rencana saya, tentang chapter ini ada 2 part. Tapi, gak tau ke depannya. Kan, manusia hanya bisa merencanakan dan berusaha, Tuhan yang menentukan ^^ Jadi, yaahh mohon dimaklumi deh. Ya? Ya? *Puppy Eyes no Jutsu*
Apa ada yang kangen para anak buah saya? Tanya kabar, gitu? Mereka gak balik-balik setelah nih syuting selesai. Main nyelonong aja… -_- Tapi, saya puas marah-marah gaje ama mereka pas lagi syuting! :D /plak #balik_ke_duta_mbak
Oke, sebenarnya, saya melanjutkan mengetik chapter ini setelah beberapa bulan. Benar-benar, saya merasa bersalah karena menelantarkan fic ini. Demo, shikatanai yo, sebelum-sebelumnya banyak tugas yang melanda diri saya, kayak air tsunami gitu. Entah itu kerja kelompok, tugas individu, tari-menari, nyanyi-menyanyi, buat kliping, makalah, simulasi, UTS, apalah ini-itu lagi. Alhamdulillah, dapet waktu luang juga. Btw, nanti bukan update chapter selanjutnya, saya mau konfirmasi tentang sesuatu. Jadi, part 2-nya kepending, gak apa-apa kan? Demi kejelasan sang author yang gaje ini bersama ficnya
Oke! Langsung saja ke kolom review! :D *ngebuka layar khusus review pt.2*
Panda Dayo
Moshi-moshi, Panda! ^_^ Uuumm... Panda-san, saya lagi kangen Panda. Jadi, di review ini boleh saya panggil "Panda nee-san"? (udah tau percuma tanya, masih juga tanya... -_- ) karena saya yakin jawabannya bakalan datang setelahnya, jadi saya bakalan maksa Panda supaya setuju. Ya? Ya!? #maksa /plak
PANDAAA NEE-SAAAANN! HUUUAAAAAA! GOMENNASAI! SUMIMASEN KUDASAIII! Lama hiatus, trus ganti user lagi! Mohon maafkan kouhaimu yang sangat gaje ini! Tapi, penjelasannya akan saya paparkan di update-an nanti. Jadi, mohon bersabar ya, Panda... T_T
Ah, iya. Saran dari Panda memang T.O.P, kok! Makasih banyak sarannya! Saya berutang banyak sama Panda! /hidup Panda!/
Terima kasih atas dukungannya Panda! Panda juga ganbatte, ne! O:)
Rhesa
HUUUOOOOOO! Berkunjung juga kamu, Rhes. Btw, perkenalan sekilas, Rhesa ini juga teman deket-& saya nganggap dia sahabat-saya di duta ^_^
Hehe~ makasih banyak! Dipaksa, ya? Iya, aku ngebuat nih fic berdasarkan mimpiku, dan karena yang namanya mimpi itu rada aneh, makanya aku buat yang kayak gini. Bisa dibilang, aku terlalu ngikut alur yang ada di mimpiku, gitu. Jadi, maaf ya kalo pas baca rada agak nyesek gimana gitu. Tapi, karena fic ini berdasarkan mimpi yang kukembangkan jadi sebuah cerita fiksi, nanti bakalan ada kejelasan tentang ini dan itu. Tapi, untuk sementara masih terselubung kabut gitu. /plak
Oke! Makasih banyak saran dan ucapan semangatnya! Kalo bisa, tolong tetap baca karya-karyaku dan koreksi ato komenin gitu. Biar aku tambah semangat ngelanjutinnya! Arigatou gozaimasu, bro! :D
Cynthia Fujita
Perkenalan sekilas pt.2, dia juga sahabat saya di duta
WOI! Astaganaga, respon pertama dapet yang kek beginian? -_- Gak pa-pa, sih, jadi dapet sumber energi lagi. ^_^ O:) Arigatou gozaimasu buat kata-kata 'penyemangat'nya! Berkunjung lagi, ya! Publish juga karyamu, tuh. Aku gak sabar baca tau! HMP! #gembungin_pipi /plak
uzumaki megami
Arigatou! Kalau sesuai perhitunganku sih, Alice bakalan muncul sekitar chapter ke-8 atau lebih. Kupikir bakalan lebih banyak drama ke chapter berikutnya (mengingat bagaimana amburadulnya mimpiku -_- ). Jadi, mohon bersabar, ya! O:)
Kalimat atau Pembicaraan Penutup:Terima kasih buat kalian semua yang selalu membaca karyaku ini! Baik yang aktif ataupun yang silent readers dan juga, aku mau berterima kasih buat yang udah nge-follows dan nge-favs karyaku ini. Rencananya aku ingin menyebutkan nama mereka satu-persatu, tapi tidak bisa kulihat karena suatu hal. Dan, hal itu menyebabkan banyak dugaan yang bergentayangan di kepalaku. Untuk kejelasan lebih lanjut, baca update-an nanti, ya. Sangat kusarankan dibaca karena diupdate-an nanti akan memuat banyak hal yang ingin kuberitahu dan kujelaskan agar kalian mengerti bagaimana keadaan author kalian yang satu ini. #eeaaaa... Sampai jumpa diupdatetan nanti!
Salam, author Sarah Maula 157 yang berganti nama menjadi SarahMaula157Kila0ooo
