"tetsuya sensei matamu indah." Tunggu, sepertinya kuroko sedikit mengingatnya, itu yang muridnya ucapkan, pertama kali dia mejadi guru privat sekaligus pengasuh, tunggu, rambut merah? Akashi?

"kau!?" ada tanda seru tapi kuroko tidak berteriak dia hanya menegaskan nada bicaranya. Akashi yang melihat respon kuroko sepertinya sudah tahu kalau kuroko mulai mengingat siapa dirinya sekarang.

"tetsuya sensei aku menyukaimu." Ucap akashi santai dan tersenyum membuat wajah kuroko sedikit merona.

Oh tuhan.

.

.

.

.

Ff ini khusus akakuro, gak suka? Gausah baca syip.

Hoho.

Warning : OOC , alur kecepetan, Typo(s), oreshi akashi! Dbl.

.

.

.

.

.

"baiklah, aku mengingat dirimu akashi-kun." Kata kuroko sambil mengembalikan ketenangannya.

"baguslah." Jawab akashi.

Kuroko sedang malas berbicara seperti menanyakan apa kabarmu? Kau sudah besar ya, lama tidak berjumpa, kepada akashi, jadi ia kembali melanjutkan bacaannya, akashi menghela nafasnya melihat reaksi terkejut kuroko hanya sebentar, tidak seperti yang dia harapkan.

"lalu apa yang kau lakukan disini?" akhirnya kuroko membuka mulutnya lagi.

"membuatmu mengingatku."

"aku sudah ingat kembali." Akashi berfikir itu seperti sindiran halus, seakan kuroko berkata 'aku sudah ingat kembali jadi pergilah' kurang lebih seperti itu.

Saat akashi ingin menjawab kuroko tiba tiba saja bel menandakan istirahat sudah berkahir pun berbunyi kuroko pun pamit kepada akashi lalu kembali ke kelas begitu pun dengan akashi, ya setidaknya kuroko sudah mengingat akashi itu sudah cukup untuknya.

.

.

Kuroko berjalan kembali menuju kelasnya sambil berfikir, ternyata akashi seijuro, yang pernah dia ajari bisa termasuk kedalam kiseki no sedai, yah dari awal dia mengajari akashi juga sudah terlihat bahwa dia pintar, tapi ayahnya itu yang terlalu mencemaskannya jadi memanggil guru privat seperti kuroko.

Depan kelas, kuroko ragu masuk pintu depan, takut kagami akan berisik mengomelinya tentang dia dan haizaki yang ditinggalkan berdua dalam perdebatan. Benar saja saat kuroko tiba di pintu masuk depan dia sudah melihat wajah kagami yang seperti sudah menahan emosinya untuk diluapkan.

Kuroko menghela nafasnya dan melangkahkan kakinya masuk kedalam kelas, lagpula sudah biasa diomeli oleh kagami.

"Kuroko!" teriak kagami bergitu kuroko sudah dekat dari kagami.

"hai." Jawab kuroko polos sambil kemblai ke tempat duduknya. Mendengar jawaban itu seperti biasa kagami justru semakin kesal.

"jangan hai begitu!" uca kagami semakin kesal

"lalu harus seperti apa reaksiku?" Tanya kuroko

"kenapa kau malah meninggalkanku dan haizaki sendirian!"

"kalian berisik."

"coba kalau haizaki bukan temanmu, pasti sudah kuhajar dia."

"kau berlebihan, seperti anak kecil saja."

"teme!" ucap kagami sambil meletakan tangannya di rambut kuroko seperti ingin menarik semua rambut kuroko.

"kau menarik banyak perhatian lagi." Jawab kuroko santai, sudah biasa dengan perlakukan kagami seperti ini.

"tch, kabur kemana kau tadi?" Tanya kagami sambil melepaskan tangannya dari kepalaku, namun ekspresinya masih menggambarkan kalau dia kesal.

"perpustakaan."

"dasar." Ucap kagami. Kuroko pun kembali membalikkan badannya karena guru pelajarannya itu sudah tiba di kelas.

"mengobrol dengan akashi-kun." Bisik kuroko sengaja memancing kagami

"APA!?" sesuai dugaan kuroko, kagami mudah sekali terpancing oleh kata katanya itu, bahkan kagami berteriak padahal guru sudah memasuki kelas.

"KAGAMI TAIGA." Teriak guru itu melihat kagami berteriak, kuroko tersenyum dalam hatinya (?)

.

.

"aka-chin kemana saja." Tanya seorang pria besar dengan snack yang dia makan.

"bertemu teman lama." Jawab akashi santai, semuanya menatap akashi penasaran, apakah teman lamanya itu yang membuat seorang akashi masuk ke sekolah ini.

"maksudmu temanmu yang menyebabkanmu kesini?" Tanya aomine berjalan mendekati akashi.

"Ya." Jawab akashi santai

"wah~ ne akashicchi dia itu orangnya seperti apa?" Tanya kise penasaran.

"dia kelas berapa akashi?" Tanya midorima

Akashi malas menjawab pertanyaan kise dan hanya menjawab pertanyaan yang midorima tanyakan. "kelas 3." Jawab akashi.

"ne~ sekolah ini bukannya memiliki event menarik itu ya? Dimana selama 3 hari kelas 3 menggantikan para guru untuk mengajar, apakah temanmu itu akan berpartisipasi?" Tanya kisa sambil menjelaskan event tu panjang lebar.

"heh sekolah kita ini memiliki event seperti itu?" Tanya akashi

"kau tidak tahu akashi?" balas aomine tidak percaya, dan akashi hanya menggelengkan kepalanya untuk menjawab pertanyaan aomine.

.

.

Bel menandakan kegiatan sekolah berakhirpun berbunyi, semua murid mulai meninggalkan kelasnya dengan semangat.

"kagami-kun, apa kau sudah menanyakan tentang kau ingin mengajar olahraga kepada guru olahraga?"

"cara kau menyampaikan pertanyaanmu itu membuatku bingung kuroko, belum, mau sekarang?" Tanya kagami sambik menatap kuroko.

"untuk mata pelajaran biasa langsung wawancara kau ingat?"

"oh iya, aku kira kau mengingatkanku karena sekalian ingin menyerahkan suatu formulir atau apalah itu."

"iya memang, aku ingin menanyakan sesuatu, jadi kau bertanya pada guru olahraga, aku bertanya kepada hyuga sensei." Kata kuroko sambil menunggu kagami membereskan barang barangnya.

"ah begitu, baiklah, lebih cepat lebih baik." Kata kagami selesai membereskan barang barangnya dan memberi kuroko isyarat seperti 'ayo'

Mereka pun akhirnya keluar dari kelas mereka dan berjalan menuju ruang guru untuk menanyakan sesuatu yang telah mereka bicarakan tadi, setelah masuk ke kantor kagami pun mencari guru olahraga dan menanyakan keperluannya, begitupun dengan kuroko.

Ternyata kuroko menyelesaikan urusannya duluan daripada kagami, kuroko pun keluar kantor guru dan mencari tempat duduk di koridor.

'kyaaa'

'aomine-kun!'

Gawat. Kiseki no sedai sedang berjalan di koridor mendekati arah kuroko berada, apa dia harus sembunyi? Atau bersikap wajar? Ah, dia hanya perlu diam seperti biasanya, dia memiliki hawa keberadaan yang tipis kemungkinan besar akashi tidak akan tahu dia akan melewati kuroko.

Tapi

"halo tetsuya." Perkiraan kuroko salah.

"akashi kau berbicara dengan siapa?" Tanya aomine

"domo." Ucap kuroko datar sambil menghadap aomine

"GAAH! Sejak kapan kau disitu?" ucap kise dan aomine bersamaan

"beneran? Sejak kapan kau disitu?" giliran murasakibara yang bertanya, sedangkan midorima tidak ikutan, seperti biasa dia hanya membernarkan posisi kacamatanya itu.

"halo akashi-kun." Ucap kuroko menjawab sapaan akashi barusan.

"akashicchi apa ini teman yang kau bicarakan?" Tanya kise bersemangat

"ya." Jawab akashi

"wah~! Dia kawai sekali!" ucap kise sambil memeluk kuroko, tentu saja kuroko terkejut, tidak mengira aka nada orang yang seperti ini di kiseki no sedai.

"lepaskan dia kise." Ucap midorima

"ah ne gomenasai! Siapa namamu?"

"kuroko, kuroko tetsuya."

"ne kalian duluan saja." Ucap akashi, semuanya menatap akashi bingung, tapi tetap menurutinya, mereka pun pamit kepada kuroko.

.

.

"jadi akashi-kun kenapa kau masih disini?"

"kau mengusirku?" Tanya aksahi sambil menatap kuroko

"aku tidak mengatakannya."

"kenapa kau dingin sekali tetsuya, padahal dulu kau sempat membalas pernyataanku." Kata akashi dengan nada meledek.

"aku tidak ingat."

"aku juga menyukaimu akashi-kun." Ucap akashi tersenyum dan menatap kuroko, melihat reaksi kuroko itu wajahnya yang sedikit memerah.

"i-itu dulu akashi-kun." Akashi tertawa kecil melihatnya.

"yasudah, sedang apa kau disini?" Tanya akashi menyadari kalau dari awal terlihat seperti kuroko sedang menunggu seseorang dengan duduk di bangku koridor di depan ruangan guru.

"aku sedang menunggu kagami-kun."

"dia temanmu?"

"ya."

"apa dia berambut merah kehitaman?" Tanya akashi, mendengar itu kuroko pun menatap akashi.

"kenapa kau tahu?"

"temanmu itu baru saja keluar dari ruang guru." Terkejut mendengar apa yang baru saja akashi katakan kuroko pun berdiri dari tempat duduknya dan mulai berjalan, akashi yang melihat itupun berdiri dari tempatnya duduk dan menyamakan posisi berjalannya dengan kuroko

"kau mengikutiku?" Tanya kuroko tapi tidak melepaskan pandangannya dari buku yang sedang ia baca.

"kita pulang berasama, ada masalah?" jawab akashi santai

"aku tidak keberatan."

"wah aku kira tetsuya akan menolak."

"jadi kau ingin aku menolak?"

"baiklah baiklah."

Sesuai dengan yang akashi katakan, akashi dan kuroko pulang bersama, tapi suasananya ini sangat hening, lebih tepatnya canggung, yah akashi sebenarnya tidak suka dengan suasana seperti ini, tapi ya bagaimana kuroko juga daritadi tidak melepas pandangannya pada bukunya itu.

"tetsuya rumahmu dimana?"

"ah itu, di xxx."

"ternyata dekat denganku." Tidak ada balasan.

Mereka pun memasuki stasiun dan menaiki kereta yang sama karena ternyta rumah mereka berada di blok yang sama, tidak, akashi tinggal di apartemen bersama kiseki no sedai, karena sebenarnya semuanya itu berasal dari Kyoto.

Akashi dan kuroko pun duduk di tempat yang kosong.

"tunggu, bukankah rumahmu dulu di Kyoto?" Tanya kuroko

"ya aku pindah disini dan tinggal bersama yang lainnya di sebuah apartemen."

"begitu."

.

.

"belum pernah melihat akashi sedekat ini dengan orang lain, jadi mereka itu benar benar teman baik ya."

"apakah kau melihat cara menatap akashicchi ke kuroko-kun tadi?" Tanya kise bersemangat.

"jangan berisik kise! Nanti ketahuan gimana?"

"merepotkan~"

"kalau merepotkan ngapain ikut murasakibara."

Ternyata kiseki no sedai tidak benar benar duluan, mereka semua mengikuti akashi dan kuroko daritadi da mengawasi mereka.

"lihat! Kuroko-kun tertidur di bahu akashicchi! Aku benar benar harus memotret ini!" kata kise mulai mengambil ponselnya dan ingin memotretnya

"kise."

"kise."

"kise-chin.."

Kise yang dipanggil namanya oleh midorima aomine dan murasakibara hanya bisa tersneyum di tempat, kenapa? Saat kise mengarahkan kameranya ke mereka berdua, akashi tersenyum kea rah kamera, dan itu bukan senyum biasa

.

.

"dasar mereka." Ucap akashi sambil terus memandangi temannya itu duduk mendekati akashi

"ini ide aominecchi!" teriak kise, yang menyebabkan kuroko bangun, dan kise mendapat tatapan special dari akashi.

"eh apa aku tertidur bersandar pada dirimu akashi-kun?" ucap kuroko sambil menatap akashi dengan tatapan 'baru bangun tidur'

"iya, tidak apa apa." Ucap akashi sambil memalingkan wajahnya kea rah yang berbeda untuk menghindari sesuatu yang tidak dia inginkan.

Midorima membenarkan posisi kacamatanya.

Murasakibara mengunyah snacknya dengan cepat

Aomine dan kise menahan ketawanya.

"eh kalian ada disini?" Tanya kuroko

"beigtulahh." Jawab kise sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal

.

.

"sampai jumpa kuroko-kun!" ucap kise sambil melambaikan tangannya.

"aku punya volume dua dari buku yang kau baca itu tetsuya." Ucap akashi sambil menunjukan buku itu kebetulan yang sedang ia baca juga. Kuroko yang tadinya mulai berjalan tiba-tiba menghentikan langkahnya dan menatap akashi.

"pastikan kita bertemu lagi besok." Kata akashi sambil tersenyum tipis dan membalikkan badannya berjalan bersama kiseki no sedai

'berarti aku tidak boleh menghindar?' Tanya kuroko dalam hatinya bingung sambil menatap punggung akashi yang mulai menjauh.

.

.

.

.

%%%

Halo! Gomenasai kalau gak sesuai harapan T ^ T mentok gaktau mau ada kejadian apa di chapter ini. Thanks to mereka yang sudah review dan favorite/follow~

Ai : udah kilat belum? Hoho

Zizie-akakuro : sudah!

Lyn-chan-san : hohoho dijelaskan disini (?), yosh author bakal berusaha panjangin setiap chapternya! Ditargetkan per 3 hari, paling lama gak bakal nyampe mingguan, kalau iya nanti author bilang~ wah aku juga lagi nulis cerita di wattpad akakuro juga, ini : xFlouwleashx arigatou!

ChintyaRosita : sudah!

Rizky307 : wahaha~ gomen kalau chap yang ini gak ngena )) :

Arigatou minna-san!

%%%