"Suki-Kirai"

Genre : Romance and Drama.
Pairing: Itachi x Shion.
Disclaimare: Naruto belong to Masashi Kishimoto.

Warning : Gaje, Alur kecepetan,Typo bertebaran,OOC dsb.

Summary :

Bercerita tentang siswi bernama Shion, ia tidak mengerti apa itu cinta dan bagaimana rasanya. Tetapi jika berada di dekat Uchiha Itachi entah kenapa jantungnya berdetak sangat cepat bagaikan genderang perang padahal ia dan Itachi memiliki hubungan yang jelek /'Apakah ini yang mereka sebut dengan-'/Newbie, Itachi x Shion.

.

.

.

.

.

.

.

Opening Song

Suki Kirai
Kagamine Rin – Kagamine Len

.

.

.

Start

"Ada yang bisa aku bantu ?" Tanya Sasori keheranan, ia tak percaya salah satu primadona sekolah sekarang berdiri dihadapannya.

"Ini" Ucap Shion kalem sembari menyerahkan jaket Itachi yang kemarin ia pakai.

"Inikan jaket Itachi ? Kenapa ada pada Shion-san? "Sasori menerima jaket Itachi, dengan heran ia bertanya pada Shion.

"Tanyakan saja pada temanmu itu" Shion menjawab dengan ketus, ia langsung berbalik menjauh meninggalkan Sasori yang masih keheranan.

'Oh jadi namanya Itachi' batin Shion

~ Suki Kirai ~

Sekarang sudah jam ke – 8, itu berarti 2 jam lagi bel akan berbunyi dan sekarang kelas Shion sedang pelajaran olahraga. Sinar matahari yang terik membuat siswa-siswa yang sedang berolahraga kepanasan, apalagi materi olahraga kali ini adalah Tolak peluru. Shion berdiam diri di pinggir lapangan kakinya ia selonjorkan, rambutnya ia ikat ponytail agar tidak mengganggunya. Eits, jangan salah Shion terduduk di pinggir lapangan bukan karena tidak bisa olahraga malah Shionlah yang pertama kali praktek tolak peluru membuatnya mendapat jam kosong. Wajah ayunya terlihat sedikit pucat walau tak terlalu kentara.

'ugh, kepalaku pusing' batin Shion

Shion beranjak dari tempat duduknya tujuannya sekarang adalah meminta ijin dari Guy-sensei lalu berbaring di uks sampai jam pelajaran berakhir.

"Guy-sensei ! Kepalaku pusing akibat hujan kemarin bolehkah aku ke Uks?" Izin Shion

"Ya kau boleh ke UKS Shion ! Jangan sampai semangat masa mudamu hilang hanya karna Pusing" Jawab Guy-sensei dimatanya sudah terlihat kobaran api yang merah membara

Tak mau ambil pusing dengan perkataan gurunya, Shion segera menyingkir dari lapangan. Ia berganti pakaian lalu berjalan menuju kelasnya untuk mengambil tas lalu ia segera bergegas menju UKS.

SREK

"Permisi" Ucap Shion

Tidak ada yang menjawab, guru UKS sedang pergi tidak ada siapapun di Ruangan langsung meletakkan tasnya disamping kasur lalu merebahkan dirinya di kasur yang empuk tak lupa ia menyelimuti dirinya dengan selimut.

Shion POV

'Itachi..Itachi..namanya Itachi'batinku

Pikiranku melayang-layang mengingat pertemuan pertamaku dengan Itachi lalu saat di kelas, dia benar-benar lancang karna telah m-me-menciu- Ah kenapa pipiku terasa panas ? Lalu saat di kantin, Uuh kurasa suhu tubuhku sudah teralu panas sekarang. Saat Itachi meminjamkan jaketnya.

'Saat itu hatiku menjadi hangat, hangat dan nyaman, aku merasa seperti -'

Shion POV End.

'Aku merasa seperti -'

SREK

Pintu UKS bergeser, menampakkan wujud seorang wanita dewasa berbalu seragam resmi. Shizuno-sensei.

"Ara ? Ada siswi yang sakit rupanya"Ucap Shizuno-sensei, ia melangkahkan kakinya menuju Shion lalu mendudukan diri di pinggir ranjang.

"Bagian mana yang sakit? Etto.."tanya Shizune-sensei

"Shion"ujar Shion

"Bagain mana yang sakit ? Shion-san?"Tanya Shizune-sensei

"Kepalaku pusing"Jawab Shion

Langsung saja Shizune-sensei mengecek keadaan Shion.

"Untunglah ini hanya demam ringan, istirahatlah yang cukup ibu pergi dulu"Ucap Shizune-sensei

Shion hanya mengangguk kecil menanggapi Shizune-sensei.

'Itachi..Itachi.. orang itu, kenapa ia meminjamkan jaketnya padaku kemarin ? Ia tiba tiba muncul di hadapanku dan selalu menggodaku tanpa memedulikan sifatku ini, biasanya orang lain akan menjauhiku karna sikapku ini tapi dia berbeda, dia tidak menjauhiku sama sekali, nande ?' batin Shion.

Shion sibuk dengan pikirannya akan Itachi sampai akhirnya ia tertidur.

~ Suki Kirai ~

"Ah, lelahnya ~ pelajarannya Ibiki-sensei memang melelahkan benarkan Itachi?" Tanya Sasori.

"Hn"

Mereka berdua berjalan di pinggir lapangan, kebetulan setelah pelajaran Ibiki-sensei guru yang mengajar tidak bisa hadir jadi mereka berdua memutuskan untuk jalan-jalan. Sebenarnya ini hanya keputusan sepihak Sasori, yang Itachi tahu adalah saat ia tidur di kelas tiba – tiba Sasori membangunkannya dan langsung menyeretnya untuk jalan – jalan.

'Padahal aku mengantuk' batin Itachi

Kebetulan Itachi melewati jendela ruang UKS, tanpa pikir panjang ia langsung melompat masuk tanpa disadari Sasori.

"Ne, Itachi ? Tadi si Odile mendatangiku lho, ia menyerahkan jaketmu padaku, kenapa jaketmu bisa berada di tangannya sih? Apa hubunnganmu dengan- Lho Itachi?"

~ Suki Kirai ~

'Akhirnya aku bisa kabur dari Sasori, aku benar benar mengantuk, bolos aja lah toh gurunya juga tidak ada' Batin Itachi

Itachi membalikan badannya bermaksud untuk segera tidur di ranjang Uks yang empuk dan betapa kagetnya ia mendapati Shion yang sedang tidur.

"Shion" Gumam Itachi.

Itachi mendekat, mendudukan dirinya di kursi dekat ranjang tempat Shion tidur. Tangannya terulur menyibakkan rambut Shion, ia pandangi Shion lekat-lekat.

'Jika ia tidur seperti ini, dia benar-benar terlihat seperti malaikat'batin Itachi

Jari Itachi menelusuri wajah ayu Shion, dari dahi, mata, hidung, pipi sampai bibir. Jarinya terhenti di bibir Shion, Itachi terdiam beberapa saat lalu ia mulai mendekatkan tubuhnya, wajahnya kini berhadapan dengan Shion ia semakin mendekatkan wajahnya sekarang Itachi dapat merasakan hembusan nafas Shion, ia menempelkan dahinya di dahi Shion, Itachi menutup matanya.

"Hontou, kau itu benar benar cantik, Shion"Gumam Itachi

CUP

Itachi mencium Shion.

~ Suki Kirai ~

Kau itu benar- benar cantik Shion

Pats

Shion terbangun dari tidurnya, ia terduduk sambil memegangi bibirnya matanya membulat tanda ia kaget akan sesuatu.

'Mimpi apa aku tadi?Aku juga merasa bibirku ditekan lembut?Sebenarnya ada apa?"batin Shion

Dengan pikiran bertanya tanya ia bangkit dari kasur mengambil tasnya, Shion berniat untuk pulang.

"Ah sudah hampir malam ya?"Gumam Shion ia segera bergegas pulang.

Saat Shion sudah sampai gerbang ia terkejut, disana Itachi berdiri bersandar gerbang ia menatap Shion.

"Mau apa kau?"Tanya Shion galak

'Orang ini kalau muncul pasti akan ada sesuatu yang terjadi padaku"batin Shion waspada.

"Aku cuma ingin mengantarmu pulang"Jawab Itachi

"Aku tidak mau"Tolak Shion ia berjalan melewati Itachi

"Hei ini sudah hampir malam nanti kalau ada preman yang mencegatmu bagaimana?"Seru Itachi ia mengejar Shion, mendegar itu Shion terpaku sesaat tapi ia kembali berjalan.

"A-aku tidak takut" Seru Shion

"Aku antar"Ucap Itachi penuh penegasan ia menatap tajam Shion.

"Bukan berarti aku ingin diantar pulang olehmu ya !"gumam Shion wajahnya sedikit tersipu

"Hn"

Dalam perjalanan pulang itu diantara keduanya tidak ada yang membuka suara, sampai mereka berdua tiba di depan pintu apartemen Shion.

"Kau tinggal sendiri?"Tanya Itachi

"Iya, orang tuaku tinggal di luar negeri"Jawab Shion sambil mencari kunci apartemen di tasnya.

"Mereka tidak mengajakmu?"

"Mereka mengajakku tapi aku ingin tetap tinggal di Jepang"Jawab Shion ia membuka pintu apartemennya

"Aku masuk"Ucap Shion

"Tunggu, tidak ada kata terima kasih untukku?"Tanya Itachi

"Kau yang memaksaku, jadi tidak ada"

"Kalau begitu ciuman selamat malam?"

"Yang benar saja?! tidak! " Shion menatap Itachi tak percaya.

"Ucapan selamat malam?"

"Tidak"

"Pelukan selamat malam?"

"Tida- Hei lepaskannn!" Sebelum Shion menyelesaikan perkataannya ia sudah dipeluk dulu oleh Itachi.

"Hei lepaskann" Protes Shion, Shion mencoba menjauhkan dirinya dari Itachi tapi percuma semakin Shion memberontak semakin kuat pelukan Itachi

"Lepaskan ! Uuuh.."

Itachi mendekatkan kepalanya ke telinga Shion.

"Kau tidak mau mengucapkan terima kasih padaku, tidak mau memberikan ciuman selamat malam, kau benar benar jahat Shion" Ucap Itachi pelan tepat di telinga Shion lalu Itachi meniup pelan telinga Shion.

"L-lepaskan a-aku Itachi !"Teriak Shion terbata-bata.

"Wah bahkan sekarang kau tahu namaku"Goda Itachi

"Ikara, Lepaskan"Cicit Shion wajahnya sudah memerah bagaikan kepiting rebus

"Baiklah ohime-sama"Jawab Itachi melepaskan pelukannya terhadap Shion.

Itachi menyeringai senang melihat wajah blushing Shion, bagi Itachi Shion yang seperti ini terlihat manis.

"Hime-sama? Ada apa dengan anda? Apakah anda malu?"Goda Itachi

"Aku tidak malu ! "Bantah Shion cepat

"Anda terlihat manis di mata saya sekarang ini"Ucap Itachi seringainya bertambah lebar

"B-baka !"Teriak Shion lalu ia masuk ke apartemennya.

BRAK

'Sial dia manis sekali !'batin Itachi

TBC

Balasan Rievew

Syalala Lala-san :

Terima kasih sudah membaca Fic ini, Itachi sebelumnya tidak pernah mempunyai mantan kekasih, Itachi-kun tertarik secepat itu sama Shion-chan karna Shion-chan itu berbeda sama cewek yang lain dan kecantikan yang dimiliki Shion-chan itu membuat Itachi terpesona. Kalau soal Itachi-kun itu suka sama Shion-chan apa enggak maaf ya saya enggak bisa memberitahu karna itu rahasia buat chapter kedepannya.

Guest-san :

Terimakasih telah membaca fic ini dan saya akan selalu berusaha memanjangkan ceritanya.

~ Suki Kirai ~

Hallo minna-san !

Yuki balik lagi dengan fict gaje ini ! Maaf karna lama gak update karna kesibukan saya yang gak ada habisnya membuat saya gak sempat menggarap Fic ini.

Jadi bagaimana chapter kali ini ? Silahkan berikan saran anda !

Saran sangat diterima.

Salam hangat , Yuki-chan.