~~oOo~~

.

.

.

aerii

.

proudly present

.

.

.

Remember

(Sequel of A Serious Couple)

.

.

Kim Jongin

Do Kyungsoo

Park Chanyeol

Byun Baekhyun

Oh Sehun

Kim Minseok

.

.

.

Summary :

"mungkin aku tidak mengingat wajahmu karena suatu alasan, tapi tidak ada alasan bagiku untuk tidak megingat suara emasmu..."

;;;;;;;

Genre :

Humor/Romance/Fluffy/Married Life

desclaimer :

all cast belong to each other but story based on my own

if dislike, dont bash!

if dislike, dont comment!

if dislike, just life based on your self

if Like, just REVIEW

rated :

T

Length :

Chapthered (?)

GS

forgive me if you find out typo(s)

.H.A.P.P.Y.R.E.A.D.I.N.G.

.

.

.

Because, it's just a rumor!

.

.

.

Kim Jongin jatuh cinta untuk kedua kalinya dan pada orang yang sama. Ah tidak, rasanya Kim Jongin tidak pernah tidak mencintai Do Kyungsoo. Gadis bermata bulat itu yang berhasil menarik perhatian seorang Kim Jongin. Sejak kecil, sejak pertemuan tak terduga itu dan sejak insiden Kyungsoo meneriakinya di lapang basket dulu.

Mobil hitam itu kini berhenti tepat di depan bangunan tua yang sayangnya masih berpenghuni untuk kalangan bawah. Yah itu Jongin. Dengan setelan jas yang senada dengan celana yang ia kenakan, Jongin terlihat mondar mandir di depan mobilnya. Tangan kanannya memegang benda persegi yang orang sebut itu ponsel.

Sesekali Jongin berdecak ketika melihat jam tangannya dan bergantian ekor matanya tertuju pada gerbang kusam di depan sana. Berharap seseorang keluar dari sana.

"Ish! Kenapa lama sekali sih? Kenapa dia sangat lelet? Bukankah ini waktunya ia berangkat kerja?" omel Jongin sambil berkacak pinggang. Terlihat sekali ia tengah gelisah seperti orang yang tengah mengantri giliran mendapatkan sembako. "Nah itu dia!" pekik Jongin girang ketika mendapati wanita berseragam hitam putih lengkap dengan sepatu pentopelnya keluar dari gerbang kusam yang sedari tadi ia pandangi.

Gadis itu berjalan ke arah Jongin dengan sesekali membenarkan posisi kacamatanya dan poni rambutnya yang hampir mengenai mata.

"Kim pujangnim? Kenapa anda disini?" tanya gadis itu ketika ia tepat berada di depan Jongin.

Perlahan Jongin mengatupkan senyum yang semula mengembang ketika mendapati sosok gadis mungil bermata bulat itu. Benar! Alasan apa yang harus Jongin gunakan untuk menjawab pertanyaan sekertarisnya? Tidak mungkin kan ia menjawabaw sengaja bangun di pagi buta hanya untuk melihat gadis-nya? Tidak, itu tidak masuk akal sama sekali.

"Ehem?" gadis itu berdeham, membuayarkan lamunan Jongin yang sibuk mencari jawaban atas pertanyaannya.

Jongin menggenggam erat ponselnya, "Aku...aku...ah!" menyempatkan diri melirik ponsel yang ia genggam "Ah... kau tahu aplikasi game yang sedang in sekarang apa?" Jongin balas bertanya.

Gadis itu mengernyit seraya membenarkan kembali posisi kacamatanya. "Nde?"

"Pokemon! Pokemon GO!" teriak Jongin antusias sambil menggoyang-goyangkan ponsel dalam genggamannya. "Aku sedang menikmati permain itu! Sejak subuh tadi aku tengah mencoba menangkap si binatang kuning itu...dan yah seperti yang kau tahu, aku malah tersesat disini... eh, aku menemukan pokemonnya! Tunggu sebentar!" alasannya.

Gadis itu membulatkan matanya tak percaya dengan tindakan atasannya itu. Oke, dia wakil direktur dan bahkan dia cucu dari CEO terkenal tapi mau bersusah payah untuk menemukan dan menangkap sebuah gambar virtual dari layar ponselnya itu.

CEKREK!

Gadis itu tersentak dari lamunannya ketika ia menyadari suara kamera ponsel tepat di depannya.

"Kim pujangnim?!"

Jongin tersenyum "Hahaha... lihat Kyungsoo-ssi! Wajahmu aneh sekali ketika sedang keheranan seperti ini? eh, tunggu ini ekspressi jenis apa sebenarnya? Matamu hampir saja melompat dari tempatnya!" kata Jongin sambil menunjukkan hasil jepretannya kepada sekertaris mungilnya itu.

Kyungsoo makin membulatkan matanya. Ia tak habis pikir dengan jalan si wakil direktur itu. Bisa-bisanya ia menggambil gambarnya secara dekat dengan ekpressi yang... yah sudahlah!.

"Ijinkan aku menyimpannya. Ini akan menjadi alat penghibur untukku" sahut Jongin lagi. Kemudian ia memasukkan ponselnya ke dalam jas nya. "Kau akan berangkat bekerja?"

"Tentu saja! Tidak mungkin aku akan mencari pokemon di jam sibuk seperti ini!" sambar Kyungsoo cetus.

Jongin berdecak "Ish! Kau menyindirku. Aku atasanmu kau tahu, dan kau harus mencoba permainan seperti itu, itu sangat mengasyikkan!"

Kyungsoo mencibir kemudian melangkah menjauhi Jongin.

"Hey tunggu!" teriak Jongin.

Kyungsoo berhenti dan menoleh ke arahnya "Ada apa?"

"Bukankah kita satu kantor?"

"Benar. Apa kau lupa ingatan setelah mencari pokemon?" tanya kyungsoo polos.

Jongin menghela nafas panjang "Tidak, bukan itu maksudku! Kau bisa naik mobil denganku, kita berangkat bersama"

Kyungsoo tampak berfikir sejenak "Baiklah!"

Jongin tersenyum dan bersorak dalam hati. Akhirnya! Tak sia-sia aku menunggu di depan appartementnya! (Jongin modus)

.

.

.

Biasanya kantin kantor adalah tempat paling nyaman bagi Kyungsoo untuk menikmati bekal makan siangnya. Tapi tidak kali ini, ia merasa desas desus dari beberapa karyawan yang juga bekerja di sana. Meski hanya beberapa orang, namun Kyungsoo bisa merasakan aura aneh di ruangan itu. Namun bukan Kyungsoo namanya jika tidak mengacuhkan hal yang menurutnya tidak penting dan berguna. Tentu saja Kyungsoo masih bisa melahap makanannya denganpenuh nafsu.

"Hey!" Kyungsoo hampir saja tersedak ketika seseorang tanpa permmisi duduk di depannya yang hanya terhalang meja.

Kyungsoo menelan sisa makanannya kemudian ia balas menyapa si pelaku yang kini menampilkan senyum giginya itu "Tak heran jika seisi kantor ini menjulukimu Chanyeol gwinsi karena keanehanmu yang sering sekali muncul tiba-tiba dan mengejutkan semua orang!"

Chanyeol terkikik "Sebenarnya aku tidak bermaksud begitu! Hanya saja dari mereka tidak menyadari kehadiranku" balasnya "kau membawa bekal apa hari ini? kau tidak berbagi denganku?"

Kyungsoo menarik nafasnya dalam-dalam "Kau bisa membeli makanan enak di kafe seberang sana! Ish! Jika ku ingat, ini sangat menyebalkan karena Kim pujangnim selalu memintaku membawa bekal makan siang untuknya!" katanya penuh penyesalan "Harusnya aku tidak menantangnya malam itu, sekarang dia jadi ketagihan kan" lanjutnya.

Chanyeol mengusap kepala Kyungsoo "Anggap saja kau bersedekah!" ucapnya "Ku rasa hubunganmu dan Jongin semakin dekat"

"Apa kau gila mengatakan hal seperti itu? Tentu itu tidak mungkin, sudah hampir sebulan aku menjadi sekertarisnya dan dia benar-benar menyebalkan!"

"Kau tahu? Seluruh karyawan disini tengah membicarakanmu karena mereka melihat kau dan Jongin berada dalam mobil yang sama"

"Itu karena aku sekertarisnya, Park isanim! Bukankah itu hal wajar? Ada beberapa tempat yang harus aku datangi bersama Kim pujangnim"

Chanyeol menggeleng "Bukan itu! Tapi kau selalu berangkat ke kantor bersama Jongin. Apa kalian ada sesuatu?"

Kyungsoo menggeleng "Tentu saja tidak! Kemarin lusa, aku tidak sengaja bertemu dengannya di jalan, kemarin lusanya lagi aku terlambat mengejar bus ku, kemarin lusanya lagi dia menjemputku karena ada tempat yang harus kami kunjungi sebelum ke kantor..."

"Dan pagi tadi?"

Kyungsoo meneguk minuman di botol yang ia bawa "Oh dia bilang dia tengah mencari pokemon sampai dia tidak sadar sudah berada di depan appartementku"

Chanyeol manggut-manggut "Ku rasa dia sudah menemukan pokemonnya" lirih Chanyeol.

"Nde?"

"Ah tidak..."

"Nah karena itu aku ikut dengan mobilnya ke kantor. Lumayan ongkos taksiku irit" lanjut Kyungsoo sambil tersenyum "Ah yah, bagaimana dengan Baekhyun?"

Chanyeol mengangkat kedua tangannya dan meletakannya di atas meja "Aku berterima kasih atas saranmu, karenanya Baekhyun jadi melupakan shopping gilanya itu dan yah dia sedikit melupakan tentang momongan"

"Aku turut bahagia dan aku mendoakan semoga kalian cepat memiliki baby" balas Kyungsoo kemudian sibuk dengan makanannya kembali.

.

.

.

"Kyungsoo noona!" Kyungsoo yang baru keluar dari lift sengaja menghentikan langkahnya ketika suara yang sejak lama ia rindukan kini kembali terngiang di telinganya. Bahkan itu terdengar nyata ketika sosok Sehun berdiri di depannya.

"Se-Sehun-ah!" Kyungsoo nyaris tak percaya jika kini Sehun berdiri tepat di hadapannya. Seorang bintang besar.

"Apa kabar noona...? aku hampir tidak mempercayai managerku yang mengatakan jika kau bekerja disini" tuturnya.

Kyungsoo tersenyum "Apa dengan begitu kita akan sering bertemu? Ku rasa tidak, kau seorang bintang besar sekarang..." puji Kyungsoo.

"Untukmu, aku akan meluangkan waktu sibukku!"

"Wow! Aku tersentuh! Jadi bagaimana kabarmu sekarang? Aku melihatmu di acara televisi dan kau... jauh lebih mengaggumkan!" Kyungsoo mengacungkan dua jempol pada Sehun.

"Aku baik! apa kau sudah makan?"

Kyungsoo mengangguk.

"Ah, aku merindukan bekal makan siangmu!" jujurnya.

"Jika kau tidak sibuk aku akan membuatkannya untukmu! Kau sedang apa disini?"

"Ada beberapa kontrak yang harus aku tandatangani.." jawab Sehun

Kyungsoo mengangguk "Oh begitu..."

"Kau tidak banyak berubah noona!"

Kyungsoo mengernyitkan keningnya.

"Tetap seperti dirimu... Kyungsoo noona yang apa adanya"

"Terimakasih! Ku harap itu sebagai pujian"

Keduanya tersenyum untuk beberapa saat tanpa memperdulikan keadaan sekitar.

.

.

.

BRUK!

Kyungsoo menutup bilik pintu kamar mandi dengan sedikit kencang. Ia duduk diatas kloset sambil memegang detak jantungnya.

"Astaga...! sudah setengah jam berlalu sejak pertemuanku dengan Sehun, tapi kenapa jantungku masih tidak karuan seperti ini?" omel Kyungsoo dengan nafasnya yang terengah karena ia masih berusaha mengatur helaan nafasnya.

Tak lama kemudian terdengar beberapa derap langkah yang memasuki area kamar mandi. Awalnya kyungsoo hendak keluar dari salah satu bilik kamar mandi, namun ia urungkan niatnya ketika ia mendengar suara beberapa orang yang membicarakan dirinya. Kyungsoo kembali duduk dan mendengarkan percakapan mereka.

"Tapi dari tampangnya, dia tidak terlihat seperti gadis penggoda" ujar salah seorang diantaranya. Kyungsoo membenarkan anak-anak rambut yang sedikit mengacau di area telinganya. Ia tertarik dengan pembicaraan mereka.

"Jaman sekarang kau tidak boleh tertipu dengan tampangnya. Bahkan buah yang dijual disupermarket tidak sebagus luarnya" timpal yang lain. "Aku yakin sekali, sekertaris itu gadis penggoda" lanjutnya.

Kyungsoo menggertakkan giginya. Di dunia yang modern seperti ini, masih saja ada yang berfikiran primitif.

"Tapi dia sangat ramah. Dia selalu tersenyum dan menawarkan bantuan kepadaku setiap kali bertemu, aku tidak percaya jika dia menggoda pria beristri!"

"Jika tidak menggoda, kenapa Park isanim selalu pergi menemuinya di ruang Kim pujangnim? Bahkan setiap makan siang, tuan Park selalu menemaninya makan di kantin. Mereka terlihat akrab dan seperti memiliki suatu hubungan"

Kyungsoo mengepalkan kedua tangannya. Berani-beraninya mereka mengataiku seperti itu!

"Benar juga! Bahkan tadi aku melihatnya sendiri Park isanim mengelus kepalanya saat di Kyungsoo benar-benar beruntung, dia juga bisa begitu dekat Kim pujangnim, ish! Aku yang sudah bertahun-tahun menjadi karyawan disini tidak pernah di beri senyum semanis itu Kim pujangnim!"

Senyum manis, pantatmu! Dia tersenyum karena puas menindasku, bodoh!.

"Kau tidak tahu rumor yang beredar? Dia bekerja disini karena di rekrut oleh Kim pujangnim, sebenarnya dia tidak memiliki kemapuan apapun! Dia seorang pengangguran awalnya!"

"Tsk! Apa Kim pujangnim dan sekertaris Do memiliki hubungan special?"

"Jika benar begitu, bukankah mereka sangat tidak sepadan? Kim pujangnim tampan dan berkelas, sementara dia jauh dari kata elegan dan pintar. Gadis yang pantas menjadi pendaping tuan Kim harus sejajar dengan Kim Minseok, benar kan?"

"Benar sekali! Ku harap sekertaris Do akan sadar dimana dia harus menempatkan posisinya"

"Asa! Bagaimana dengan lipstikku? Pas di bibirku?"

"Kau selalu terlihat cantik! Kajja, klien sudah menunggu untuk metting"

Kyungsoo bernafas lega ketika mendengar perempuan-perempuan itu meninggalkan toilet. Ia keluar dengan sedikit kesal.

"Apa? Mereka bilang aku gadis penggoda? Mereka tidak tahu jika Chanyeol itu suami sahabatku. Dan apa tentang Kim pujangnim? Aku tidak pantas? Hey... jika aku secantik Xi Luhan pun aku tidak mau menjadi pendamping Kim pujangnim! Ck! Mereka benar-benar keterlaluan..." omel Kyungsoo di depan cermin.

.

.

.

"Itu benar, Baek!" Kyungsoo menarik nafasnya dalam-dalam dan semakin merengut ketika mendengar Baekhyun terkikik di seberang sana.

"Itu sangat lucu sekali. Seandainya aku tahu siapa yang mengataimu sebagai wanita penggoda suami beristri" balas Baekhyun.

"Dan sangat menyebalkan ketika mereka mengatakan aku tidak berkompeten! Huh! Mereka tidak tahu saja betapa sulitnya aku mengatur jadwal Kim pujangnim"

"Ah! bicara mengenai Kim Jongin. Apa kau tidak mengingat sesuatu tentang Jongin?"

Kyungsoo memutar bola matanya malas "Mengingat apa?"

"Dimana pertama kali kau bertemu dengannya?"

Kyungsoo membuang nafasnya kasar "Huftz! Tentu saja aku ingat. Pertemuan yang sangat memalukan!"

"Benarkah? Dimana?" tanya Baekhyun antusias.

"Kenapa kau selalu menanyakan hal itu sih? Aku sudah menceritakannya ratusan kali, aku bertemu denganya di hari pertama interview . kau lupa?"

Kyungsoo dapat mendengar Baekhyun menarik nafasnya kecewa. "Nde.. bahkan aku sudah bosan kau menceritakan kejadian itu!"

"Kau ini aneh sekali, sudah tahu kau bosan, tapi masih saja bertanya!"

"Karena ku pikir ada cerita yang tertinggal!, ah sudahlah! Lupakan, aku yakin memorimu saat ini penuh untuk mengungkit masa lalu"

Kyungsoo mempuotkan bibirnya. "Kau hampir sama seperti Kim pujangnim. Dia selalu saja menanyakan 'kau mengingatku?' dan itu membuatkan isi kepalaku akan meledak" omel Kyungsoo.

"Ah, nanti kita sambung lagi! Chanyeol memanggilku. Good night, Kyungsoo-yah!"

Pip

"Yak! Kenapa kau...? dasar, selalu saja dia mematikan sepihak!" omel Kyungsoo lalu meletakkan ponselnya di sisi ranjangnya.

.

.

.

Baekhyun melempar ponselnya asal dan bergegas menghampiri Chanyeol yang berteriak memanggil namanya.

"Ada apa Chan? Kenapa kau berteriak seperti itu?" seru Baekhyun sambil menutup pintu kamarnya. Ia menghampiri Chanyeol yang sedang duduk bersila di sofa smabil memainkan tabletnya.

Baekhyun duduk di smaping Chanyeol. "Sayang! Coba lihat artikel ini" Chanyeol menyodorkan tabletnya pada Baekhyun.

Baekhyun menerimanya dan melihat apa yang di perintahkan oleh Chanyeol "Apa ini? artikel tentang aktor baru? Oh, artis agensi KJ ent?" tanya Baekhyun yang sambil menggeserkan jari telunjukknya di atas layar.

Chanyeol mengangguk.

"Tapi, kenapa kau memperlihatkannya padaku? Bahkan aku tidak tahu artismu yang terkena skandal ini? foto mereka di blur..." lirih Baekhyun tanpa mengalihkan pandangannya dari tablet.

"Ige!" Chanyeol membuka tab kerja baru pada tablet yang dipegang Baekhyun "Ini gambar aslinya, dan ini sudah tersebar di dunia maya, media sosial sedang membicarakan mereka..."

"Omo!" Baekhyun membulatkan bibirnya karena tidak percaya "K-k-Kyungsoo? Sehun? Bagaimana bisa?"

"Dilihat dari pakaiannya, ini diambil tadi siang di lobi kantor! Ah, sasaeng fans jaman sekarang benar-benar susah dikendalikan!"

"Lalu bagaimana dengan Kyungsoo? dia tidak tahu apa-apa kan?" tanya Baekhyun khawatir.

Chanyeol menghela nafasnya. "Aku harap begitu. Tapi kau juga harus tahu bagaimana Minseok noona. Dia benar-benar tidak bisa membiarkan artisnya terkena skandal apalagi Sehun baru saja debut"

.

.

.

Paginya, Kyungsoo melakukan aktifitasnya seperti biasa. Pergi ke kantor dengan menggunakan bus. Lengkap dengan seragam hitam putih dan sepatu pentopelnya. Namun ia tidak menyangka ketika ia berada di lobi kantor berjuta pasang mata menatapnya dan berbisik-bisik, seolah membicarakan dirinya.

Kyungsoo menarik nafasnya dalam-dalam dan menegakkan pundaknya. Ia tidak boleh drop hanya karena orang-orang membicarakannya sebagai perempuan penggoda pria beristri. Kyungsoo yakin rumor itu cepat beredar di kantor. Sekalipun kantor ini kantor besar namun tidak mampu bagi mereka untuk tidak menyebarkan rumor-rumor aneh. Apalagi kantor ini hidup di dunia entertaiment.

Kyungsoo menghentikan langkahnya tepat beberapa meter di depan mejanya. Matanya membulat ketika ia mendapati wanita cantik tengah bersender di mejanya seolah tengah menunggu seseorang. Dia, Kim Minseok.

Kyungsoo membungkuk dan memberi salam pada wanita itu. Kyungsoo ingat wanita itu adalah salah satu yang ikut mewawancarainya dulu.

"Aku harus bicara padamu. Masuk!" perintahnya.

Kyungsoo terkejut, namun ia segera mengikuti wanita itu melangkah ke dalam ruangan milik Jongin.

BRUK!

Kyungsoo terkejut ketika berada di dlama wanita itu melempar sebuah surat kabar ke arah Kyungsoo. surat kabar itu kini terjatuh ke tepat di bawah kaki Kyungsoo.

"Kau tahu apa kesahanmu?" tanyanya sinis.

Kyungsoo menunduk dan menggeleng.

"Kau ingin menghancurkan karir Sehun?"

Kyungsoo mendongkak dan membalas tatapan wanita itu. Bagaimana bisa ia berniat menghancurkan karir Sehun sementara ia sangat mendukung karir Sehun.

"Kenapa kau melotot seperti itu?"

Kyungsoo menggeleng "Maaf. Saya tidak melotot saya hanya terkejut dan tidak mengerti arah pembicaraan anda?"

Wanita tersenyum sinis "ish! Benar-benar. Kurasa IQ mu sesuai dengan penampilanmu yang terlihat bodoh! Apa kau tidak melihat berita, huh?"

Kyungsoo menggeleng "Aku tertidur saat pulang drai kantor sehing..."

"Media saat ini tengah membicarakanmu dan Sehun!" potongnya membuat Kyungsoo tersentak.

"Nde? Bagaimana bisa? Ah tidak, maksudku aku dan Sehun?"

"Kau benar-benar tidak menggunakan ponselmu dengan benar, kurasa!" tangannya kini melipat di depan dadanya "Kau dan Sehun terkena skandal karena poto kalian di lobi kantor. Dan kau harus tahu bagaimana nitizen berkomentar tentang Sehun. Sehun itu artis baru, dia belum kuat mental untuk menghadapi dunia barunya, dan kau merusak semuanya" tunjukknya.

"Tap aku dan Sehun hany..."

"Aku tidak peduli apa hubunganmu dan Sehun. Tapi kau harus tahu tempat untuk mensejajarkan posisimu dengan Sehun..." kembali wanita itu memotong pembicaraan Kyungsoo "Buat surat pengunduran dirimu secepatnya!" katanya lalu melangkah keluar meninggalkan Kyungsoo.

Kyungsoo menarik nafasnya dalam-dalam, kemudian ia memungut koran harian tersebut dan membuaka halaman Headline-nya.

Artis baru mengencani karyawan agensinya?

Kyungsoo menarik nafasnya dalam-dalam ketika membaca artikel mengenai dirinya, dan juga melihat gambar dirinya dan Sehun yang diambil diam-diam ketika Kyungsoo dan Sehun bertemu di lobi saat itu.

Kyungsoo merogoh ponsel dari dalam tasnya.

"Astaga!" matanya membulat ketika ia mendapati Oh Sehun menjadi artis paling banyak di cari saat ini. bahkan beberapa berita miringnya mulai menyebar. Kyungsoo pun tak tahan dengan komentar-komentar yang nitizen lontarkan di setiap artikel.

"Tidak! Oh Sehun bukan tipe orang yang mencari sensansi, di sangat berpretasi!" bela Kyungsoo. matanya kini sudah berkaca-kaca "Berita ini tidak benar... Oh Sehun. Aku harus menemuinya"

"Siapa? Kau harus menemui siapa?"

Kyungsoo tersentak, ia memutar tubuhnya dan melihat Kim Jongin sudah berada di depannya dengan tampang yang snagat datar. Kyungsoo mengusap kedua matanya. Air matanya hampir keluar tadi.

"Kau ingin memperkeruh suasana?" tanya Jongin sambil mendekat ke arah Kyungsoo.

"Tapi, Sehun harus tahu jika berita ini tidak benar, dia tidak boleh terpuruk hanya karena rumor seperti ini" balas Kyungsoo.

Jongin merampas koran yang masih Kyungsoo pegang. Meremasnya dan membuangnya ke dalam kotak sampah yang berada di bawa mejanya. "Dia akan baik-baik saja" jawabnya cuek.

"Itu tidak mungkin! Sehun sangat sensitive, anda harus tahu jika komentar mereka sangat kasar dan..."

"Kau sangat mengkhawatirkannya?"

"Nde?"

"Kau sangat mengkhawatirkannya dan kau emngabaikan keselamatan mu sendiri? Yang harusnya dikhawatirkan itu dirimu, Do Kyungsoo!" bentak Jongin.

Kyungsoo mundur beberapa langkah. "Kenapa kau meneriakiku?"

"Hanya untuk kau mengerti, kau sedang menjadi bulan-bulanan orang diluar sana! Bahkan di kantor juga. Oh Sehun punya kami yang bisa melindunginya sementara dirimu? Siapa yang akan menolongmu jika kaua dihujat sana sini?"

"Kenapa aku harus peduli dengan mereka, saat ini Sehun yang paling penting"

Jongin mendekat ke arah Kyungsoo. ia mencengkeram kedua pundak Kyungsoo yang mampu membuat Kyungsoo meringis "Kau pikir perusahaan ini perusahaan baru? Kami sudah lebih dari ratusan kali menangani kasus seperti ini dan bahkan lebih berat dari ini. dan kau ingin menemui Sehun lalu menghalangi usaha kami?" tanyanya.

Kyungsoo mendongkakkan kepalanya menatap Jongin.

"Kecuali jika kau ingin membenarkan skandal itu dan membuat Sehun kehilangan karir yang baru dirintisnya" ucap Jongin pelan lalu melepaskan cengkeramannya pada pundak Kyungsoo. Ia mundur beberapa langkah.

"Apa- apa Sehun baik-baik saja?" Kyungsoo memberanikan diri untuk bertanya.

"Apa kau sangat menyukainya?"

"Nde?"

Jongin menatap dalam Kyungsoo.

Kyungsoo menggeleng "Bukan itu maksudku..."

"Lalu kenapa kau sangat mengkhawatirkannya?" tanya Jongin lirih.

"Aku hanya ingin memastikan dia baik-baik saja!" jawab Kyungsoo lalu menunduk.

"Khawatirkan dirimu sendiri, Do Kyungsoo!" Jongin dapat melihat keterkejutkan Kyungsoo ketika ia membentak Kyungsoo kembali "Apa kau tidak sadar seisi kantor ini tengah membicarakan kedekatanmu dengan Park Chanyeol? Apa kau tidak sadar jika kau dicap sebagai wantita penggoda? Huh?"

"Kenapa anda terlihat marah dengan rumor seperti itu? Bahkan anda tahu hubunganku dengan Chanyeol dan juga Baekhyun. Seharusnya anda tidak pernah memper..."

"AKU MENCINTAIMU!" Kyungsoo langsung menutup mulutnya rapat-rapat ketika kalimat pernyataan keluar dari bibir Jongin "Karena aku mencintaimu maka itu aku tidak menyukai mereka yang membicarakanmu! Karena aku mencintaimu maka itu aku tidak menyukai kedekatanmu dengan Sehun dan karena kau mencintaimu maka aku membenci kenyataan bahwa kau menyukai Sehun dan mengkhawatirkan Sehun" ucap Jongin dalam sekali tarikan nafas.

Kyungsoo mengerjapkan matanya beberapa kali berbeda dengan Jongin yang kini terengah seperti orang yang baru saja lari marathon.

"Apa kau mengerti pembicaraanku?" tanya Jongin untuk memastikan jika ia sudah menggunakan bahasa yang cukup sederhana untuk dimengerti oleh Kyungsoo.

Kyungsoo menarik nafasnya dalam-dalam. Mencoba menenangkan dirinya yang sebenarnya ia sedikit terguncang atas pernyataan Kim Jongin.

"Do Kyungsoo?"

Kyungsoo tersentak dan menatap Jongin "Kim pujangnim..." lirihnya "Maafkan aku! Aku ... ah, pikiranku sedang kacau dan aku sedikit bingung dengan situasi ini!" lanjutnya.

Jongin memejamkan matanya beberapa saat. Ia pun sedikit terkejut dengan apa yang ia ucapkan sebelumnya. Menyatakan cintanya pada Kyungsoo tanpa persiapan. Ia benar-benar harus berterimakasih pada Oh Sehun karenanya mampu menyampaikan perasaannya pada Kyungsoo.

"Eum..." Kyungsoo kembali bersuara. "Ku rasa anda juga bingung dengan situasi ini. maafkan aku sudah menyulitkan anda... aku permisi!" Kyungsoo membungkuk dan berjalan melewati Jongin.

"Jangan pergi, Kyungie!"

Kyungsoo menghentikan langkahnya ia menatap Jongin yang masih memunggunginya. "B-bagaimana bisa anda tahu nama itu?" tanya Kyungsoo ragu.

Jongin membalikkan tubuhnya "Kau tidak mengingatku?" tunjuknya pada diri sendiri membuat Kyungsoo mengernyitkan keningnya.

"Jangan-jangan kau...?" Kyungsoo kembali terdiam dan menunduk.

Dia mengingatku?

.

.

.

To Be Continue

.

.

.


TUUUUUUUUUUUUUTTTTTTTTT...

Sang pelatih meniupkan peluitnya saat Kai berhasil memberikan poin tambahan untuk team basket dalam latihannya hari ini. Tiupan peluit panjang itu menandakan pemain untuk beristirahat.

Kai berlari dan menyusul rekannya yang sudah lebih dulu berkumpul di pinggir lapang.

"Minumlah.. kau pasti lelah!" seru Chanyeol, si kapten basket sambil melempar minuman dalam kemasan botol tersebut.

Kai menerimanya, ia langsung meneguk air minumnya. Para penonton atau suporternya yang berada ditribun masih saja meneriaki mereka sebagai bentuk menyemangati. Teman-teman fakultasnya sedikit menyeramkan memang.

"Gomawo, hyung!" katanya lalu menutup kembali botol tersebut "Kau terlihat bersemangat latihan hari ini, ada sesuatu?" tanya Kai karena sedikit penasaran dengan perubahan semangat Chanyeol.

Chanyeol yang duduk dipinggir lapangan dengan kedua kakinya yang di selonjorkan itu memberikan senyum idiotnya lalu dagunya bergerak ke atas tepatnya memberi isyarat ke arah tribun jika ada sesuatu yang menyemangatinya.

Kai menoleh ke arah belakangnya dan mendapati beberapa teman sefakultasnya tengah bersorak ke arahnya, lalu tersenyum meremehkan ke arah Chanyeol "karena mereka?" tanyanya.

Chanyeol menggeleng "Bukan, tapi gadis yang berdiri disamping gadis berkacamata" ralatnya.

"Oh... kekasihmu?"

"Byun Baekhyun namanya!" jawab Chanyeol "Aku bermain game dengannya dan dia kalah lalu taruhannya dia harus menemaniku berlatih hari ini"

"Dia hanya menontonmu bukan menemanimu!"

"Terserah apa katamu, yang pasti melihatnya dengan senyuman seperti itu membuatku bersemangat!" lanjut Chanyeol tanpa merubah posisinya, ia mengambil handuk putih yang bertengger di lehernya guna menyeka keringatnya.

Kai mengangguk, lalu kembali memutar badannya dan menatap ke arah tribun penonton dan menatap gadis, tunangan Chanyeol itu. "Cantik, kekasihmu!" pujinya lalu kembali meneguk air mineralnya, hingga ia harus tersedak karena teriakan salah satu penonton yang menggema di GOR.

"HEII... KAU PEMAIN BASKET DENGAN NOMOR PUNGGUNG 88, YANG SEDANG MINUM... LIHAT SINI! TEMANKU MENYUKAIMU!" Kai hampir saja menyemburkan isi minumannya ketika gadis berkacamata itu meneriakinya. Jelas meneriakinya, siapalagi yang mengenakan kaos dengan nomor punggung 88 kalau bukan dirinya. Kai menatap gadis berkacamata yang tengah merangkul sahabatnya dan menunjuk wajah sahabatnya yangseperti tengah meronta.

"H-hyung? Kekasihmu menyukaiku?" tanya Kai pada Chanyeol sambil menunjuk wajah nya.

Chanyeol sedikit terkejut dengan teriakan gadis berkacamat tebal itu. Tidak, semua pemain yang berkumpul bersama mereka pun terkejut dan memandang ke arah sumber kegaduhan tersebut.

"Ish! Jinjja! Gadis gila itu..." umpat Chanyeol sambil memandang arah tunangannya yang setengah berlari keluar dari GOR.

Kai kembali menatap ke arah penoton dan melihat gadis yang baru saja berteriak ke arahnya tengah melambaikan tangan ke arahnya. Kai tersenyum

.

.

.

"Jadi gadis itu istrimu? Kau sudah menikah, hyung?" Kai masih tidak percaya setelah mendengar cerita dari Chanyeol sore itu. Kai mengunci lokernya setelah ia mengganti pakaiannya. Kemudian ia duduk di samping Chanyeol.

Chanyeol menunduk "Kami dijodohkan dan aku mencintainya" jawabnya.

"Wow! Daebbak! Kau menyembunyikan semua ini?"

"Bukan menyembunyikan tapi belum saatnya aku mengatakan yang sebenarnya... dan kejadian tadi, ish! Jika aku di posisi istriku aku pasti akan sangat malu..." ucap Chanyeol sambil mengenang kejadian beberapa jam yang lalu.

Kai tersenyum "ani... dia sangat lucu dan imut" lirihnya.

Chanyeol menoleh "Nugu? Baekhyunie?"

Kai mendelik "Tentu tidak, hyung! Gadis yang berteriak itu. Senyumnya mengingatkanku pada seseorang..."

"Siapa?"

"My first love"

Chanyeol terkikik "Kau masih mengingat cinta monyetmu itu?"

"Kyungie bukan monyet, Park Chanyeol!" bela Kai.

"Ah ya ya... dia bukan monyet! Tapi kau yang monyet!"

"Ish terserah kau saja!" kata Kai lalu mengambil tas gendongnya yang ia letakkan di sisi Chanyeol "Ah yah, ? kapan kau akan mengenalkanku pada Baekhyun itu?" tayanya sebelum meninggalkan ruang ganti "Aku harus memberi salam pada kakak iparku bukan?"

Chanyeol tersenyum "Secepatnya. Tap, apa kau tidak mau mengenal teman Baekhyun yang tadi?"

"Yang idiot itu? Ah tidak terima kasih, dia bukan tipe ku!"

Chanyeol mengangguk "Yah harusnya aku tahu seleramu sangat tinggi, tsk! Kuharap Baekhyun dapat memake over Do Kyungsoo agar terlihat lebih menarik"

DEG

Do Kyungsoo?

"Do Kyungsoo? siapa dia?" tanya Kai

"Dia gadis yang tadi meneriakimu. Aku belum pernah bertemu dengannya tapi Baekhyun selalu menceritkan tentangnya setiap hari..."

"A-apa dia berasal dari Busan?"

Chanyeol tampak berfikir "Eum... dia memang lahir di Busan. Tapi ku dengar dia melanjutkan sekolah menengahnya di Jeju. Wae? Kau tertarik dengannya?"

"Ah tidak! Ku rasa namanya..." Kai menarik nafasnya dalam-dalam. "Hyung!" teriak Kai.

"Wae? Kau menganggetkanku!"

"Apa dia dipanggil Kyungie?"

"Baekhyun sering sekali menyebutnya Kyungie, bahkan nama di ponselnya Kyungie. Wae? Apa Kyungie-mu ..."

Kai mengangguk "D-dia Ky-Kyungie, hyung! Do Kyungsoo, Kyungie... Hyung! Aku menemukannya!" teriaknya penuh semangat.


.

.

.

Masih yakin buat nungguin fanfic ini? ceritanya mulai ngawur dan semoga kalian tetap menghargai ini.. hehehehe...

Kyungsooism : makasih yah udah setia nungguin ff ini ..., Rianita : ini sudah up yah, makasih udah nunggu, Misslah : makasih, Kacangijo : ngemil apa yah? Mungkin bikinnya aerii sambil senyum makannya manis. Senyum aerii kan manis hahahahah ups! , Yousee : jika sudah dipercaya Tuhan, pasi Baek hamil. Kyungsoo-nya gak lupa ingatan yah, Cuma sedikit lola. Chap baru sudah up, oliphJelandra : yeyyyy... semangat juga buat nungguin aerii publish yang sudah tidak seaktif dulu hehe, kim gongju : wah aerii juga volos2 vangsat.. bearti aerii ngegemesin dong? Hehehe...karakter Kyungsoo disini emang diambil dari karakter si penulis sendiri yang emang sedikit idiot (?) tapi tetep kehce kok (?) semoga chap ini bisa bikin ngakak lagi yah meskipun gak ada yang lucu hehehe..., nadhefuji : semoga masih ada momen mereka lagi sebelumnya yah.. oke sudah next. Ff merriage life nya Chanbaek, tapi Kaisoo segera menyusul..., kaisoomin : udah lanjut yah...,Chintya Lie : amin... ,Dinadokyungsoo1: khamsahimda..., DKSlovePCY: aminnn semoga Jongin satu diantaranya ..., Mimimee4962 : because this is Kaisoo fanfic, for the ending must be Kaisoo hehee, Sekyungbin13 : kita doakan semoga kyungsoo bisa lebih peka lagi hihihi, hawaAF : udah next next...,Kim Reon :udah next yah.., Kim Zangin : akhirnya... semoga chap ini tetp suka yah..., Exindira : khamsahamida...

Special thanks for dithanovie, stephjung, DJ 100, rere, fitri22exo, parkyolo, rianita701, retno pratiwi, kim jongsoo, deachan, kpopyehetina, ChanHunBaek, , NopwillineKaiSoo, Kimsoo, whitelover, NataNerd, yang udah review di chap sebelumnya.

.

.

.

Ayo review lagi biar aerii semangat nulisnya, biar ada kerjaan sambil nunggu wisuda, hehehe...

.

.

.

XOXO

Aerii

23/07/2016