Hari menunjukan pukul 7:30. Alarm tak hentinya berbunyi.
"Eh?" rambut acak acak, kaget kalau jam sudah menunjukan waktu masuk sekolah tinggal 15 menit lagi.
"Nii-san! Lagi lagi aku gak di bangunin!" muncul perempatan urat di dahi pemilik rambut baby blue itu.
"Awas ajah kalau ketemu di sekolah nanti" ucap pemuda itu.
.
.
Kuroko Tetsuya adalah siswa kelas 1 sma biasa, yang kini tinggal di rumah kakak sepupunya.
Saat jam istirahat, Kuroko ke ruang OSIS. Karena Chihiro menjabat sebagai sekertaris di sana.
Tok tok tok
"Ya, mencari siapa nodayo?" ucap Midorima si bendahara OSIS, membuka pintu sambil membenarkan kaca matanya.
". . ." Kuroko langsung terpesona, dengan kacamatanya. Kuroko si menage otaku.
"Oi!" Midorima kesal karena Kuroko diam saja.
"Tetsuya?" Chihiro menyadari kedatangan, Kuroko di depan pintu.
"Ni-nii-san?"
"Ada apa, kemari?"
"Nii-san, bento. Terus kenapa aku gak di bangunin tadi!" merengut Kuroko.
"Habis, wajah Tetsuya kalau lagi tidur kawaiiii~, jadi gak tega banguninnya"
Entah kenapa, saat mereka berbincang-bincang seperti ketua dan wakil ketua mengawasi mereka terus.
"Kalau gitu, sampai jumpa waktu pulang Chihiro-nii"
"Ya" Chihiro mengusap kepala Kuroko lembut.
"Midorima-san mo" ucap Kuroko memandang Midorina masih dengan terkagum kagum.
"Eh, emp ya nodayo" Midorima tidak menyangka, dia akan di sapa juga. Padahal mereka belum saling kenal.
.
.
"Midorima-kun gomen ya, dia penggila kacamata habisnya" ucap Chihiro.
"Maksudnya, Mayuzumi-san?" ucap Midorima tidak mengerti.
"Bukannya Mayuzumi-san, itu anak tunggal" pemuda berambut Crimson memotong.
"Dia adik sepupuku. Dia bukan memandangimu, dia memandangi kacamata yang kau pakai, atau orang yang memakai kacamata di matanya sangat menawan. Emp kalau gak salah seperti itu" Ucap Chihiro mode berfikir.
"Maksudnya, dia aneh-" tambah Nijimura menghela napas remeh.
PLAK!
"Walau ketua OSIS sekalipun, jangan pernah berani merendahkan Tetsuya di depanku" ucap Chihiro menatap dengan penuh kebencian.
"Chihiro?" ucap Nijimura, semua terkejut bahkan Akashi sekalipun sama.
"Aku ijin kegiatan OSIS hari ini, sampai jumpa besok" ucap Chihiro menutup pintu kasar.
"Ahh~ Nijimura-san membuat marah Mayuzumi-san lagi" ucap pemuda berambut navy blue dengan kulit gelapnya.
"Tch!" Nijimura hanya bisa mendechih kesal.
.
.
Sepulang sekolah, hujan mulai turun. Entah kenapa Kuroko sangat membenci hujan. Tubuhnya akan sangat menggigil karena takut.
Tampak Kuroko tengah berjongkok di koridor lantai 1 dekat kelasnya, namun sayang teman temannya sudah pada pulang. Sedang Chihiro pasti sudah menunggu di teras depan sekolah.
Namun karena tubuhnya yang ketakutan. Kuroko gak bisa berjalan meski cuman selangkah.
"Nii-san~, Nii-san~" dengan suara yang bergetar, tiba tiba petir turun dengan suara yang menggelegar.
"Nii-san" tubuh Kuroko sudah lemas.
"Kuroko, kau Kuroko bukan? Apa yang kau tunggu di sini?" Akashi datang dengan berbagai buku di tangan.
Brukk!
"O-oi!?" Akashi mendekat dan Kuroko tumbang dan tak sadarkan diri.
'Dingin?' tubuh Kuroko sangat dingin.
Setelah membawa Kuroko ke UKS, Akashi langsung menghubungi nomor Chihiro.
Chihiro yang mendengar Kuroko pingsan, terdengar sangat panik.
.
.
Kuroko tak sadarkan diri, namun air matanya mengalir, seolah ia tengah bermimpi buruk. Akashi yang melihatnya tiba tiba matanya ikut menjadi berat, sampai bayang bayang hujan mulai terlihat seperti sketsa.
'Ini dimana?' Akashi melihat sekeliling, namun yang ia temui adalah tubuh Nijimura dan Mayuzumi yang sudah tergeletak di tanah dengan latar reruntuhan kastil.
Sedang tak jauh dari mereka ada pemuda yang baru di kenal nya, Kuroko Tetsuya yang tengah menangis se jadi jadinya.
'Mimpi kah?' Akashi bergumam.
"Ak-Akashi, oi Akashi!?" tiba tiba terdengar suara, yang sangat di kenal nya.
"Oi, Akashi!?" Akashi pun langsung membuka matanya, tampak Akashi mulai membuka matanya. Dan benar dia tertidur sejenak.
"Hmp, apa aku tertidur?" Akashi memegang kepalanya yang sedikit pusing.
"Aku panik, saat kau terjatuh tiba tiba. Tetsuya yang pingsan di tambah kau lagi. Untung ada-" ucap Chihiro di dalam uks.
"Ada aku!" menarsiskan diri, siapa lagi kalau bukan Nijimura Shuzo.
'Mimpi tadi, terlihat begitu nyata. Deja vu?' ucap Akashi dalam hati.
"Nii-san!" Kuroko terbangun setelah mengigau, dengan air mata yang sudah berlinangan.
"Mimpi buruk lagi?" ucap Chihiro memeluk Kuroko, seperti layaknya saudara kandung.
'Mimpi buruk?' Akashi berfikir.
"Aku gak akan mati, aku akan ada di sini bersama denganmu, jadi jangan fikirkan mimpi buruk itu lagi" ucap Chihiro masih memeluk Kuroko yang ketakutan.
'Eh!? Mimpi yang sama? Apa ini?' ucap Akashi, dengan mata merah delima nya menyala tajam.
"Oi, Akashi ada apa. Dari tadi kau menatap Kuroko terus?" ucap Nijimura merasa ada yang aneh dengan Akashi.
"Kuroko~" ucap Chihiro lembut.
"Di mimpi ku ada Nijimura-san juga" bisik Kuroko masih dengan tubuh ketakutan.
". . ." tanpa pikir panjang, Akashi langsung menatap ke arah Kuroko dengan kaget.
'Mimpi yang sama!?' ucap Akashi dalam hati.
.
.
Malam harinya Akashi memimpikan , keseluruhan kisah yang ia alami di masa lalu, dan kini ia mengingat kembali semuanya, baik dirinya dan Kuroko di masalalu.
"Tetsuya, aku takkan melupakanmu. Ingat itu" ucap Akashi terbangun di tengah malam dengan tubuh yang bercucuran keringat, mata heterokrom kini yang menyala tajam.
Mata asli Akashi adalah heterokrom, sedang kalau sekolah ia akan memakai kontaklens di salah satu matanya yang berwarna emas.
TBC
