Title : Vampire Of Heullin

Author : Thewi Choi

Main Cast: Wonsung / Yewon, Yekang!Brothers

Genre : Romance, fantasi, Mistery

Warning : Typo! This is YAOI! Some blood!maybe xp

Rating : T

POV: author

"Vampire OF Heullin"© 2012 by Thewi Choi

Mata Siwon menatap kaget lengan Yesung yang dipenuhi luka-luka kecil seperti bekas tusukan jarum. Yesung menarik tangannya setelah merasakan Siwon mengendurkan pegangan tangannya.

"Lenganmu... apa yang terjadi?" tanya Siwon serius. Yesung berbalik meninggalkan Siwon yang masih berdiri ditempatnya. Yesung menghindar. Dia tidak ingin mengatakan tentang terapi yang sering dilakukannya. Dan mata Siwon menangkap sebuah botol aneh diatas nakas disamping ranjang Yesung. Botol obat? Siwon pun meraih botol obat itu dan membaca tulisan-tulisan kecil yang ada disana.

"penambah darah?"gumam Siwon bingung. Segera sebuah tangan merebut botol itu dari Siwon. Dengan pandangan kesal Yesung memasukkan botol itu kedalam lemari.

"jangan lancang Siwon-ssi" tegur Yesung dingin.

Chapter 4

Sejenak suasana menjadi canggung. Yang terdengar hanya suara detik jam dinding yang ada dikamar itu.

"Aisshh... Kau pelit sekali, tuan muda" Kata Siwon sambil menggoda Yesung dengan menekankan kalimat terakhirnya. Menghilangkan rasa canggung yang sempat singgah diruangan itu.

"Bodoh" gumam Yesung sambil menatap aneh Siwon. Sedang Siwon hanya tertawa renyah melihat wajah Yesung yang mulai melunturkan raut stoicnya. Raut dingin itu mulai perlahan-lahan mencair, seiring kehangatan yang ditawarkan Siwon.

.

.

.

Jam menunjukkan tepat jam 12 malam. Siwon masih terlihat sibuk dengan laptopnya sejak pulang dari rumah Yesung 2 jam yang lalu. Mencari informasi tentang keabnormalan Yesung yang diketahuinya lewat internet. Kulit pucat, masalah darah-darah itu, matahari yang dapat membakar tubuhnya serta kelainan yang lain pasti ada penjelasan logisnya. Mengatakan namja manis itu seorang vampire adalah pikiran bodoh. Vampire itu mitos. Hanya mitos.

Jika kau berpikir Yesung menceritakan semuanya saat Siwon datang kerumahnya tadi, itu salah besar. Waktu satu jam bersama Yesung hanya digunakan Siwon untuk bercakap-cakap. Yah meski hanya Siwon yang terlihat mengoceh, karena Yesung nampak seringkali menanggapi Siwon dengan cibiran dingin. Namun itu malah membuat Siwon semakin menyukai Yesung.

"Ahhh... ini ..." Siwon menggantung kata-katanya saat membaca informasi disebuah situs.

"Jalan terang sudah mulai nampak. Aisshh... aku harus lebih berusaha" Siwon memijat-mijat keningnya. Disandarkannya tubuh tegapnya disandaran kursi. Menerawang kelangit-langit kamarnya. Terbayang wajah dingin Yesung saat mengatainya bodoh. Juga wajah Yesung yang sedang tersenyum saat merawat Heebum tempo hari. Bayangan wajah Yesung seakan memenuhi ruang kepala Siwon.

"Jinjhhaa! Kim Yesung, kau benar-benar membuatku gila" pekiknya sembari mengacak rambutnya gusar.

.

.

.

Yesung berjalan pelan sebuah ruang perpustakaan disekolahnya. Jari mungilnya terlihat menyusuri buku-buku disalah satu rak buku bertingkat yang ada disana. Mata hitamnya berkilat membaca deretan buku-buku yang ada disana.

Bibir merah segera tertarik saat menemukan buku yang dicarinya. Buku bersampul merah dengan figur seorang gadis bersayap hitam.

"The Deadly wish?" bisik seseorang yang tiba-tiba saja ada dibelakang Yesung. Membuat namja berkulit pucat itu tersentak bahkan hampir terjatuh. Segera namja yang ada dibelakang Yesung itu menahan tubuh Yesung agar tidak jatuh. Dengan cepat Yesung menolehkan kepalanya, mencari tahu siapa namja yang mengagetkannya itu.

Dan terlihatlah Siwon dengan cengiran anehnya. Yesung segera berdiri tegap sambil menatap datar Siwon.

"Tidak kusangka orang serius sepertimu malah membaca buku fiksi seperti itu" Siwon melirik buku yang ada ditangan Yesung. Buku dengan judul 'The Deadly wish' itu terlihat erat digenggam Yesung.

Yesung tersenyum samar lalu membolak-balik buku itu.

"The Deadly Wish. Bukankah ini buku yang menarik?" Tanya Yesung pelan sembari kembali melangkahkan kakinya diikuti Siwon.

"Dongeng tentang seorang vampire setengah demon yang mengabulkan permintaan orang lain dengan imbalan nyawa. Tidakkah itu terlalu kekanakan Yesungie?" Tanya Siwon balik. Yesung menghentikan langkahnya dan menatap Siwon aneh.

"Apa? Tidak boleh ya aku memanggilmu begitu?"tanya Siwon sambil melihat Yesung yang menatapnya intens. Yesung menggeleng pelan lalu membalik badannya lagi memunggungi Siwon. Dan tanpa diketahui Siwon, senyum tipis terlihat disana.

"Terserah kau saja" balasnya pelan sambil terus melangkahkan kakinya keluar dari ruangan perpustakaan itu. Siwon tersenyum lebar lalu kembali mengikuti Yesung.

"Aaah... tidak kusangka Yesungie yang dingin ini begitu manis dengan mempercayai dongeng ini" Siwon merentangkan tangannya senang. Yesung hanya menanggapi itu dengan desisan aneh.

"Jika saja makhluk itu benar-benar ada"gumam Yesung pelan membuat Siwon mengernyit.

"Memang apa yang kau harap dari makhluk yang nantinya juga mengambil nyawamu?" tanya Siwon lagi. Sejenak Yesung terdiam. Terdengar helaan nafas berat.

"Kebahagian"jawab Yesung lirih.

"Setelah itu mati pun aku tidak apa. Toh memang aku akan mati" lanjutnya. Tiba-tiba saja kaki Siwon terasa kaku dan memaksanya mematung memandangi punggung Yesung yang terus saja meninggalkannya. Untuk seperkian detik Siwon tak dapat berkata-kata setelah mendengar jawaban Yesung.

"Apa yang kau bicarakan?!" Ujar Siwon keras. Sebelumnya Siwon tak pernah berbicara sekeras itu. Nada bicaranya tadi seperti menakan emosi karena apa yang dikatakan Yesung tadi.

Yesung berbalik lalu tersenyum tipis.

"Apa aku menakutkanmu? Mian.." ujar Yesung lalu dengan yakinnya melenggangkan kakinya lagi. Meninggalkan Siwon sendirian dikoridor yang sepi itu. Tidak tahukah Siwon justru terus memikirkan perkataan bodoh –menurut Siwon- itu.

.

.

.

Siwon terlihat berguling-guling dikasurnya. Terlihat ponsel hitam menempel ditelinganya.

"Benarkah itu? Apa Kangta Hyung yakin?" Siwon mendudukkan dirinya secara tiba-tiba. Agak terkejut mendengar penjelasan sang Hyung yang ada di Seoul. Siwon menegakkan tubuhnya serius.

"Ya! Kau meragukan Hyungmu heoh?" Kangta meninggikan nada suaranya. Sungguh Kangta tidak terima profesi Dokternya diragukan adiknya sendiri. Siwon agak menjauhkan ponsel hitam itu dari telinganya. Bentakan Kangta bisa-bisa membuat telinganya tuli seketika.

"Aniyo. Bukan begitu Hyung. Hanya saja ini menyangkut seseorang disekolahku" Siwon membela dirinya. Perlahan Siwon melangkahkan kakinya menuju meja yang penuh dengan buku-buku. Lalu mendudukkan dirinya dikursi itu dengan lesu.

" Seseorang? Kekasihmu?"

"A-aniyo... Kau bicara apa sih Hyung?!" Elak Siwon. Hei, tidak sadarkah jika jawaban yang seperti itu malah membuat orang semakin curiga.

"Sudahlah. Kau adikku, aku tahu kau seperti apa"Balas Kangta. Mendengarnya Siwon hanya menggaruk kepalanya salah tingkah. Tiba-tiba saja Siwon terdiam, membuat Kangta memanggilnya berkali-kali. Tidak biasanya siwon yang banyak bicara tiba-tiba diam seperti ini.

"Hyung, apa dia bisa sembuh?" Tanya Siwon lirih. Terdapat sedikit ketakutan disana. Dan Kangta dengan tahu dengan jelas hal itu. Sudah sering ia ditanyai seperti itu oleh orang-orang yang mengharapkan kehidupan bagi pasiennya. Kangta menghela nafas panjang.

"Entahlah... aku tidak pernah menangani kasus itu. Kasus seperti ini benar-benar langka" Siwon menunduk dalam-dalam.

.

.

.

Yesung menatap sendu keluar jendela siang itu. Kota Heullin sepertinya memang agak cerah. Namun jendela berkaca gelap itu membuat Yesung terlindung dari paparan sinar matahari langsung. Sepertinya lagi-lagi dia harus membolos sekolah. Akhir-akhir ini keadaannya semakin memburuk. Dalam sebulan ini sudah hampir 12 hari dia meliburkan diri.

Kulit pucatnya semakin pucat. Tak ubahnya seperti kulit orang yang sudah mati. Terlihat tidak mempunyai aliran darah.

Sebuah objek segera menarik perhatiannya. Seorang namja yang sangat dikenalnya terlihat memasuki area rumahnya. Siapa lagi kalau bukan Siwon. Entah kenapa bibir pucat itu tertarik sedikit. Menampilkan senyuman manis yang tidak pernah diperlihatkannya. Dia hanya menunggu disana, tetap setia pada posisinya. Memandang keluar jendela. Seakan tidak pernah tahu sosok Choi Siwon dibawah sana.

.

.

.

"Yesungie, kau bolos lagi?" tanya Siwon setelah sampai dikamar Yesung. Yesung hanya menoleh sebentar lalu kembali menyibukkan dirinya dengan memandang pemandangan diluar jendela. Siwon segera menarik sebuah kursi dan menyodorkannya pada Yesung. Menyuruh namja pucat itu untuk duduk.

"Shiro" gumam Yesung pelan tanpa melihat kearah Siwon. Siwon berdecak kesal lalu duduk dikursi itu. Dengan sekali gerakan ditariknya Yesung duduk dipangkuannya. Membuat mata onix Yesung terbelalak kaget.

"Apa yang kau lakukan?!" bentak Yesung memberontak sekuat tenaga. Namun sayang, dekapan Siwon dipinggangnya sungguh erat. Membuat namja berkulit pucat itu tak bisa mengelak.

"Aisshhh...Diamlah. Siapa suruh tidak mau menurutiku" cibir Siwon tak mau kalah.

"Lepaskan! Atau aku akan memanggil semua penjagaku" ancam Yesung. Siwon hanya mendelik kesal.

"Shiroo!" Siwon kembali memeluk erat Yesung. Menyelipkan wajahnya diperpotongan leher Yesung. Membuat namja yang lebih pendek darinya itu menggelenjang kegelian.

"Dasar babo" Akhirnya Yesung pasrah. Dibiarkannya saja Siwon mendekap erat tubuhnya yang rapuh itu. Lama hening, hingga akhirnya Siwon membuka suara.

"Yesungie, antingmu ini antik sekali" Siwon menyentuh anting yang ada didepan wajahnya. Mengingat Yesung yang duduk dipangkuannya, membuat Siwon mau tak mau menyadari benda berwarna perak itu tergantung ditelinga kanan Yesung.

Yesung ikut menyentuh benda berbentuk butiran salju itu.

"Ini hadiah ibuku sebelum beliau meninggal" lirih Yesung.

"Maaf, membuatmu-"

"Sudahlah, jangan berlebihan. Aku tidak apa."Yesung menghela nafanya.

"Oh iya, apa lukisan besar yang ada diruang depan itu adalah ibumu? Wanita bermata onix dengan rambut pirang. Dia sungguh cantik sekali" Kagum Siwon jujur. Yesung terkekeh pelan. Kemudian mengangguk membenarkan Siwon.

Siwon sudah menduganya, wanita bergaun victoria merah dilukisan itu adalah ibunya Yesung. Wajahnya yang cantik, sedikit banyak menurun pada Yesung. Mata onix hitamnya pun juga dapat dilihat dimata Yesung. Dan anting yang dipakai Yesung juga dipakai oleh wanita dalam lukisan itu. Bedanya, anting itu lengkap. Tidak hanya sebelah seperti yang Yesung pakai sekarang.

"Bukankah antingnya ada sepasang? Ibumu memakainya sepasang dilukisan itu" Tanya Siwon lagi.

"Itu karena yang satunya masih dipakai Ibuku. Terkubur bersama jasadnya" Yesung tersenyum pahit. Entah apa yang dipikirkan Siwon, tangan kekarnya kini mengelus sayang surai hitam Yesung. Sekedar menyalurkan ketenangan dari sentuhan kecilnya.

"Kau sungguh tidak takut denganku?"tanya Yesung mengulang pertanyaannya tempo hari. Siwon terkekeh pelan lalu meletakkan dagunya dibahu Yesung.

"Mana ada yang seperti itu. Aku tidak percaya" jawab Siwon cepat.

"Bagaimana kalau aku benar-benar vampire?"ujar Yesung menerawang kedepan. Membiarkan raut stoic kembali mendominasi wajah pucatnya.

Sejenak Siwon terdiam. Mencoba mengerti apa yang dikatakan namja itu. Toh dia sudah tahu apa yang terjadi pada Yesung. Kenapa Yesung justru bersikeras membuat dirinya terlihat buruk.

"Porphyria" sebuah kata meluncur begitu saja dari bibir Siwon. Kali ini malah Yesung yang terlihat terkejut. Sadar atau tidak tangan mungil Yesung mengepal kuat.

"Benarkan? Kau bukan vampire. Tapi kau penderita Porphyria. Apa yang kau pikirkan dengan bersembunyi dibalik nama vampire heoh?"Siwon agak mengeraskan kata-katanya. Sungguh dia tidak menerima apa yang dilakukan Yesung. Dia sakit, tapi kenapa harus membuat dirinya sendiri terlihat buruk sehingga dijauhi orang-orang sekitarnya.

Yesung menyingkirkan tangan Siwon yang masih mengekang tubuhnya. Berusaha bangkit, namun lagi-lagi Siwon menahannya.

"Jawab aku! Kau mau kabur Yesungie?"Siwon kembali mendekap erat tubuh mungil itu.

"Aku meminum darah. Tidakkah kau mendengar cerita teman-temanmu itu" Bantah Yesung. Ayolah, dia sudah tidak bisa berbohong. Bodoh namanya kalau Siwon sampai terjebak dengan pernyataan itu.

"Jangan mencoba mengelak! Kau bodoh kalau masih mencoba membantah!" Hardik Siwon.

"Lepaskan aku Choi Siwon"lirih Yesung. Sesuai permintaan Yesung, Siwonpun melepaskan rangkulannya pada Yesung. Yesung segera berdiri dan berbalik menatap Siwon dingin.

"Kau pikir apa yang coba kau lakukan hah?" desis Yesung. Siwon menatap Yesung tajam.

"Lihat aku" ujar Siwon. Dengan yakinnya Siwon Menggigit bibirnya sendiri sekeras-kerasnya. Manik matanya tak lepas dari Onix Yesung yang terbelalak. Kaget mungkin dengan yang dilakukan Siwon. Raut Siwon sama sekali tidak berubah meski rasa perih mulai mendominasi bibirnya. Perlahan setetes cairan merah pekat jatuh dari sisi bibirnya.

"Vampire? Kau suka darah kan? Kau pasti tidak akan menyianyiakan darah yang terbuang sia-sia. Walau hanya setetes" Siwon mulai berbicara. Terlihat darah dibibirnya itu mulai mengalir kedagunya. Yesung kembali kewajah datarnya.

Langkah demi langkah mulai tercipta. Yesung merundukkan tubuhnya dihadapan Siwon yang masih setia duduk dikursinya. Tangan pucatnya perlahan membingkai wajah Siwon.

Dengan gerakan lambat Yesung mendekatkan wajahnya pada namja yang nekat itu. membiarkan hembusan nafasnya menerpa kulit pucatnya. Bibirnya pun mulai merambat didagu Siwon. Menjilati setiap tetes darah yang mengalir didagu namja tampan itu. Hingga akhirnya bibir mereka bertemu.

TBC

Waaaaaakss... Horee! TBC!
Seneng banget deh TBC
Oh iya, disini saia mau memcoba ff dengan suasana lain yah. Memang sih banyak ff angst yang Yesungnya sakit. Terutama bebeb gue Chuz ya. Jagonya bikin angst. Dibanding itu mungkin yang ini nyeseknya ga ada apa-apanya.
Jadinya saia mencoba membawa unsur baru. Unsur gothic! Yaaah, mengingat saia vampire addict yang tak jauh dari bangsa eropa zaman victoria. Jadilah ff ini. Yesung penyakitan disuasana gothic. #maksa banget yak gue -_-"
Gua juga bukan author yang bisa bikin cerita mendalam siih. Mikir alur FF aja gue seenak
Terakhir maaf karena gue sibuk banget akhir-akhir ini jadi lama banget updatenya. Gara-gara kecapean gue pun kehilangan ide secara mendadak. Otak gue blank samasekali. Gue juga ngerasa ff yang gue ketik akhir-akhir ini udah ga ada sensenya sama sekali dibanding awal-awal gue bikin ff setahun yang lalu.-_- #gue pesimis seh #efek setres
koment yaah... seikhlasnya. Gue pasrah... #kriiik

Sekalian kunjungin blog gue, Thewi Cloudself wordpress. Ato ga search Thewi choi di google, entar ada kok blog gue. XD biasalaah, disana udah selangkah lebih maju. XD