PLAYBACK!

Disclaimer : Naruto © Masashi Kishimoto

PLAYBACK © Seyora Kurohana

Genre : Mysteri.

Rated : T

Summary :

"–Memainkan kembali lagu lama itu–"/ "–dengan mengubah iramanya

menjadi lebih mengerikan–"/ "–adalah kesalahan terbesar dalam hidupmu!"–

Warning :

AU, bad feel, Crack Pair, terlalu penuh OOC(!),

Ke-kaku-an bahasa, cerita abal, penuh Typo(s),

Garing, tema-terlalu-biasa, aneh,

don't like, don't read!

Enjoy read

.

.

.

Chapter 4 : The Sweet Surprise!-Playback

.

.

.

Malam yang mendung kali ini menghinggapi kota Konoha. Langit seakan tahu, bahwa saat ini, seorang Sakura Haruno tengah dirundung kesediahan dan duka akibat kematian orangtua satu-satunya yang selama ini telah merawatnya.

Duduk sendirian disebuah taman kota, adalah kebiasaan Sakura saat dirundung masalah. Bahkan walaupun malam sekalipun, Sakura akan tetap kesana. Tak peduli hujan ataupun dihadang pereman, atau hantu.

Kali ini, wajah Sakura terlihat agak cerah karena duduk disana. Mungkin, pikirannya tengah melayang ke masa-masa saat ayahnya masih hidup. Kedua tangannya tertangkp diatassebuah kotak coklat tua yang berada dipangkuannya.

Setelah beberapa menit berdiam diri, kepala sakura menunduk. Menatap kotak coklat tua dalam pangkuannya itu dengan seksama.

Dan secara perlahan, tangannya membuka penutup kotak itu dengan penuh kehati-hatian karena tak ingin kotak itu tergores sedikitpun ditiap sisinya.

Begitu kotak itu terbuka, sebuah pigura berukuran agak besar terpampang didepan matanya. Sebuah benda yang mengingatkannya akan kenangan lama tentang orangtuanya.

Didalam foto itu, Ayahnya berdiri disisi kanan, dengan senyum ramah yang terukir dibibirnya. Sementara itu, dibaian sisi kanan, berdirilah seorang wanita paruhbaya yang juga tengah tersenyum manis dan terlihat bahagia. Apalagi didepannya berdiri seorang gadis kecil berrambut pink dengan senyum polos dan riang menghiasi wajahnya.

Jika dilihat-lihat, keluarga kecil itu terlihat serasi, bahagia, dan penuh kedamaian. Tapi, kata-kata tadi mungkin sudah tak berlaku untuk saat ini. Karena 2 anggotanya telah pergi dari dunia ini, meninggalkan putri satu-satunya milik mereka. Dan itu adalah Sakura sendiri yang kini tengah melamun sambil memperhatikan wajah bahagia didalam foto itu.

Pluk...

Tiba-tiba sesuatu hinggap di bahu Sakura. Sebuah kupu-kupu bersayap hitam yang terlihat manis namun menyeramkan.

"Eh.."gumam Sakura kaget saat mendapati seeko kupu-kupu kecil menghingggap di bahunya. Kemudian, selas senyum manis terpatri apik dibibirnya. Hal itu menandakan seakan Sakura senang dengan kehadiran kupu-kupu itu.

"Hm. Mungkin kau butuh teman berbagi"ucap seseorang yang langsung duduk di samping Sakura dengan pelan. Kepala Sakura pun bergerak menoleh kearah samping. Matanya kaget saat mendapati seseorang yang mungkin ingin dihindarinya sekarang ini tengah duduk disampingnya.

"E-eh, tidak. Aku belum butuh teman berbagi. Masih ingin sendirian."jawab Sakura pelan namun sopan.

"Hn. Terserah kau! Tapi aku ingin disini" ucap Sasuke .

"Kenapa malam-malam begini kau keluar rumah?"tanya Sakura memecah kesunyian diantara mereka.

"Hanya ingin jalan-jalan saja"balas Sasuke, lalu mengalihkan pandangannya kearah jam tangannya.

"Sudah hampir jam 9 malam. Kau sudah makan malam?"tanya Sasuke hati-hati.

"Belum. Dan aku tidak biasa makan sendirian dirumah"jawab Sakura dengan nada lesu.

"Kalau begitu, kau makan ini saja!"balas Sasuke sambil menyodorkan sebuah kotak makan berbentuk persegi pada Sakura.

"Eh, tapi, kau sudah makan?"ucap Sakura berbalik bertanya pada Sasuke sambil menatap wajah datar Sasuke.

"Hn."Sasuke hanya membalas pertanyaan Sakura dengan kata ambigu itu saja.

Hal itu justru membuat Sakura merasa aneh, karena tanpa sadar dia hampir menginterogasi kegiatan Sasuke. Wajahnya sekarang terlihat merona merah. Dan dengan pelan, kepalanya tertunduk kebawah. Berusaha menyembunyikan wajah merahnya yang terlihat tampak malu.

Dengan gerakan pelan, tangan mungilnya membuka penutup kotak makan itu. Setelah terbuka, dipandanginya isi kotak itu sejenak. 2 buah sandwich tomat yang terlihat menggiurkan. Pelan-pelan, digigitnya potongan sandwich yang sebelumnya sudah dipotong.

Sasuke yang melihat cara makan Sakura yang tampak malu-malu, tertawa kecil. Bukan tertawa sinis, tertawa dingin ataupun tertawa hambar. Tapi benar-benar tertawa dengan tulus adanya karena tingkah konyol Sakura.

"A-ada apa? Kenapa kau tertawa? Memangnya apa yang lucu?"tanya Sakura berusa mati-matian menutupi rona merah yang kian menjalari sepasang pipi chubbyna.

"Tidak. Kau hanya terlihat konyol saja"balas Sasuke dengan nada kalem.

Sakura merengut sebentar, kemudian mengambil potonganannya dengan garpu kecil.

"Aaa..."ucap Sakura dengan nada memerintah, dan menyoorongkan garpu yang membawa potongan sandwich tadi kemulut Sasuke.

Sasuke yang melihat hal itu, seedikit terkejut. Lalu matanya memandang ragu kearah Sakura. Sedangkan Sakura hanya membalas dengan tatapan yang seakan berbicara –kau-lapar-kan-,-karena-itu-makan-ini- kepada Sasuke yang kian menatap Sakura dengan ppandangan aneh.

Dengan pelan, potongan sandwich itupun tertelan dimulut Sasuke. Dan hal itu, benar-benar sukses membuat wajah keduanya merona merah.

Tapi, Heii! Disini Sasuke juga memerah loh! Bayangkan, wajah dingin dan datar Sasuke saat ini memerah karena disuapi makanan oleh Sakura.

Pagi hari menjelang. Kota Konoha pagi ini terlihat agak cerah dengan matahari yang sudah bersiap-siap naik menggantikan kedudukan bulan dilangit.

Di kediaman Haruno, seorang gadis berambut soft pink terlihat tengah memasukkan beberapa buku-buku pelajaran kedalam tas sekolahnya. Setelah dirasa sudah selesai, gadis itu melesat kelantai bawah dengan langkah cepat.

Setelah mengunci pintu rumahnya, gadis itu langsung berlari menuju halte bus, bertepatan dengan datangnya bus .

Tapi, sebelum benar-benar sampai dihalte tersebut, tubuhnya ditari seseorang, sehingga langkahnya terhenti. Kepala Sakura langsung menoleh kebelakang. Ingin tahu, siapa yang sebenarnya menariknya.

"Sa-Sasuke-kun"sapa Sakura dengan suara kaget luar biasa.

"Hn. Ikut aku saja!"balas Sasuke lalu menarik tangan Sakura dengan pelan menuju mobil Honda Jazznya yang terparkir tak jauh dari halte bus tersebut.

Beberapa menit kemudian, mobil HondaJazz itupun melenggang pergi dari seberang halte bus itu.

Didalam mobil, suasana canggung pun melingkupi keduanya. Dan hal itu membuat suasana langsung sepi senyap. Tak ada suara yang keluar kecuali suara mesin AC yang terdengar halus.

"Sasuke-kun, darimana kau tahu alamat rumahku tadi?"tanya Sakura bermaksud mencairkan suasana.

"Hn. Kemarin aku bertanya pada Ino, temanmu"jawab Sasuke singkat.

"Ooh. Begitu."gumam Sakura,"Eh, apa kau sudah sarapan?"tanya Sakura pelan.

"Hn. Sudah "jawab Sasuke pelan.

Lalu manik onyxnya melirik kaca spion didepannya. Bermaksud melihat kebelakang. Tepatnya melihat kearah sebuah stoples yang didalamnya berisi sebuah sayap yang seukuran sayap kupu-kupu, dan berwarna hitam.

Sekilas, sudut-sudut bibirnya terangkat beberapa detik membentuk senyuman dingin yang tampak meremehkan keberadaan seseorang, atau lebih tepatnya gadis disampingnya.

'Sebentar lagi, lagu itu akan lengkap Sakura. Tunggu saja permainan lagu itu'batin Sasuke dengan neda penuh kesinisan dalam suara hatinya.

KRING..KRING...

Bel tanda istirahat menggemakan suaranya di seluruh gedung KHS. Setelah itu, sebagian besar siswa sudah mulai keluar dari kelasnya. Banyak diantara siswa tersebut pergi ke kantin.

Sementara itu, Sakura dan Ino pun juga berjalan menuju kantin lantai 2 yang tidak terlalu jauh dari ruang kelas mereka. Tapi, saat melewati kelas paling ujung, keduanya berhenti sejenak karena ada kehebohan disana. Entah apa itu, tapi hal itu sanggup membuat keduanya merasa penasaran, dan melangkahkan kaki mereka memasuki kelas tersebut.

BLAM...

Tanpa aba-aba, pintu ruang kelas itu tertutup, dan tiba-tiba ruangan yang tadi mereka kira adalah kelas XI-8 (kelas paling ujung) kini berganti menjadi ruangan yang berantakn, kotor, dan teriihat sepi.

"Ino-chan, sebenarnya apa yang terjadi disini ?"tanya Sakura dengan suara takut.

"A-aku juga tak tahu Sakura. Sebaiknya kita pergi saja dari sini!"jawab Ino yang langsung diangguki oleh Sakura.

Dengan cepat, Sakura dan Ino berlari menuju pintu ruangan aneh itu, tapi langkah keduanya tehenti karena dihalangi oleh seseorang. Lebih tepatnya orang itu adalah Sasuke.

"Mau kemana, kalian?"tanya 'Sasuke' dengan nada tajam. Ino dan Sakura yang mendengar suara tajam 'Sasuke' merasa merinding. Tangan keduanya pun bertaut erat.

"Oh, sepertinya kalian ingin pergi dari sini ya?"tanya 'Sasuke' lagi.

"Huh. Pertanyaan basi. Cepat minggir dari sana Uchiha!"balas Ino dengan suara dingin. Dan setelah itu, aura permusuhan mengalir keluar dari tubuh keduanya dengan kental.

"Jika kalian bisa, coba saja!"sahut 'Sasuke' dengan nada menantang.

"Minggir, 'Sasuke'!"kali ini suara dingin yang menginterupsi perbuatan 'Sasuke' adalah Sakura.

"Coba saja!"tantang 'Sasuke'. Sakura dan Ino pun menoleh, melihat satu sama lain dan mengangguk. Keduanyapun berlari menerjang Sasuke. Bermaksud keluar dari ruangan aneh itu.

WUUSSHH...

Ino berhasil keluar dari ruangan yang menurutnya aneh tadi. Tapi, Sakura tidak. Gadis bersurai pink tadi masih tertinggal didalam ruangan. Dan hal itu membuat Sakura dan juga Ino tercengang. Karena sepertinya, ruangan itu memanglah ruangan mistis yang mengincar Sakura.

"Sa-Sakura Kau masih didalam?"seru Ino dengan nada panik.

Sementara didalam sana, Sakura berdiri kaku dihadapan 'Sasuke' yang tengah memasang Evil smirk di wajahnya.

"Bagaimana nona Haruno? Kau tidak bisa keluar?"tanya 'Sasuke' dengan nada remeh yang sangat kentara.

"Sasuke-kun, apa yang kau lakukan pada ku?" tanya Sakura dengan nada kesal.

"Ehmm, sepertinya aku ingin bermain dengan surai hitam "jawab 'Sasuke' sambil menegluarkan sebuah bulu sayap berwarna hitam dari saku celananya.

"K-kau... Black Wing?!" desis 'Sakura' kaget setengah mati.

Matanya kini melotot kaget melihat Sasuke yang berdiri didepannya dengan sepasang sayap hitam yang terbuka lebar dari punggungnya.

"Hal itu sudah jelas kan, Surai Hitam?! Dan aku juga sudah menunggu saat-saatseperti ini!"balas 'Sasuke' dengan nada dingin. Bahkan kini matanya berkilat penuh nafsu 'membunuh' saat menatap Sakura –atau lebih tepatnya Surai Hitam– dengan pandangan intens.

"Kau tau, Sakura, kau telah melakukan kesalahan besar selama ini?!" ucap 'Sasuke' dengan nada lembut namun penuh penekanan pada setiap kata-katanya.

"Ma-maksudmu apa Sasuke? Aku tak mengerti! Aku bahkan tak mengenalmu sebelumnya!"sahut Sakura pedas.

"Benarkah begitu? Tapi, kenapa kau bisa ingat jika panggilan kesayangan untukmu adalah Surai Hitam?" ucapan 'Sasuke' itu seakan memukul telak Sakura, dan membuat sebuah ingatan kecil milik Sakura terbuka.

Flashback On...

"hiks,hiks,hiks,"

"Hei, kau kenapa? Kenapa menangis sendirian disini?"

"Bukan urusanmu!"

"Hei, boleh aku memanggilmu Surai Hitam?"

"Kenapa harus Surai Hitam? Rambutku kan warnanya merah muda!"

"Soalnya auramu hitam terus sih?!"

"Lalu, kalau aku Surai Hitam, kamu siapa?"

"Tentu saja aku Black Wing!"

"Black Wing? Maksudnya?"

"Kau Surai Hitam sebagai lambang buluku, dan aku, Black Wing sebagai lambang sayap untukmu"

"Jadi, tanpa aku kau tak bisa terbang, dan aku tanpamu juga tak bisa terbang!"

Flashback Off...

"Sudah ingat, Surai Hitam?"tanya 'Sasuke' dengan nada sinis, lalu memandang Sakura dengan pandangan meremehkan.

"Kau... benar-benar Black Wing yang dulu?"balas 'Sakura' dengan pertanyaan.

"Huh. Tentu saja"jawab 'Sasuke' enteng.

"Tidak mungkin. Black Wing yang kukenal tidak jahat seperti mu!"kilah Sakura cepat. Hal itu membuat kening 'Sasuke' sedikit berkerut.

"Hei, jika menilai orang itu jangan luarnya saja! nilai yang benar secara luar dan dalamnya!"seru 'Sasuke' dengan suara tenang.

"Ooh, jadi kau ingin bilang, bahwa sekarang ini kau menagih janjiku 11 tahun yang lalu?"tanya Sakura dengan suara tenang tanpa keraguan.

"Hn" . 'Sasuke' hanya menanggapi pertanyaan Sakura dengan dehaman kecil (lagi). Dan membuat Sakura tertawa kecil.

"Bukannya kau sudah menagihnya padaku? " desis Sakura dengan menahan geramnya.

"He... itu masih separuhnya Sakura! Kau belum membayar yang separuhnya lagi"balas 'Sasuke' sambil menampilkan senyuman balas dendam.

"Hei, kau jadi orang jangan bermimpi lebih ya! Aku sudah membayar semuanya lunas! Dan aku tak akan membayar apapun lagi dan sedikitpun lagi padamu!"geram Sakura marah.

"Haah, padahal tadi aku ingin menawarkan sesuatu padamu, tapi ya sudah jika kau tak mau!"ucap 'Sasuke' pelan, lalu tangannya mengibaskan sebuah katana yang tersembunyi di balik punggungnya.

SYAT..

CRASH...

"Argh..."

.

.

.

.

.

To Be Continued

Gomen ya, kalo chapter ke 4 ini kurang memuaskan. Tapi, terimakasih udah mau membaca. Sekalian review lagi ya? *hehehe:D

Dan, fict ini sudah saya publish 6 chapter langsung end!Terima kasih