Title : Try to Try
Main Cast : Baekhyun and Chanyeol EXO
Other Cast : Member Exo and Other
Genre : YAOI,Romance, hurt
Rate : T 18+
Author : Yesbyunbaekhee12
Lenght : Chaptered
Chaptere 4
Baca perlahan, santai dan Review ^^
~EXO'S FANFIC~
Baekhyun mulai membuka matanya, "eeuungghh" hanya itu yang keluar dari mulutnya. Ia merasakan ada sesuatu yang memeluknya, hawa hangat menjalari tubuh mungilnya.
Betapa terkejutnya ia saat matanya mendapati dada bidang yang terpampang jelas karena piyama yang digunakan sang pemilik tidak di kancing semua.
"astaga, Kris hyung, ku kira siapa"ujar Baekhyun kaget ternyata yang memeluknya semalaman dan menyalurkan kehangatan ketubuhnya adalah kakaknya sendiri.
Baekhyun bangkit lalu memegang bahu kakaknya. "hyung, ayo bangun, kita harus kuliah lagi kan?"Baekhyun mencoba membangunkan kakaknya sambil mengguncang pelan bahu kakaknya.
"eungh" Kris mulai terbangun lalu mendudukan dirinya. "kenapa kau tidur dengan piyama seperti itu hyung, tidak dikancing semua, mentang-mentang punya ABS dan dada bidang, kau mau pamer?"ketus Baekhyun.
"eo?"Kris hanya melengo tak mengerti. "aih, ayo mandi sana, kita kan mau kuliah"titah Baekhyun.
"mandi bersama?"
"ya tidak lah naga jelek! Dasar mesum"
"kau juga ya mengajak tadi"
"yak, dasar raksasa"
"dasar pendek"
Baekhyun mendeath-glare kakaknya. Kris nyengir kuda melihat ekspresi adiknya yang seperti itu. Kris pun berjalan menuju kamarnya. Sejujurnya, dalam hati, Kris sangat senang melihat adiknya seperti itu. Kapan lagi ia bisa menganggu adik kesayangannya? Karena sebentar lagi, Baekhyun akan tinggal satu atap dengan Chanyeol. Hhhh~ andaikan saja namja brengsek itu tidak pernah datang, semua tidak akan seperti ini, itulah yang terpikirkan di otak Kris.
~EXO'S FANFIC~
Baekhyun sedikit bingung melihat Luhan yang sedari tadi terpaku pada ponselnya, ia terlihat sibuk sekali. Ditambah lagi, Luhan juga senyum-senyum sendiri menatap ponselnya.
Baekhyun berbisik ke arah Luhan "ada apa hyung?"
"aku dan Sehun sudah resmi berpacaran, kami berciuman di tepi Sungai Han tadi malam, jangan cerita ke naga jelek itu ne"
Baekhyun pun ber-O ria. Baekhyun lalu melirik Kris yang sedang menyetir mobil. Kemudian, Baekhyun menyeringai ke arah Luhan. Entah kenapa, Luhan mendapat firasat buruk soal ini, matanya membulat melihat Baekhyun tersenyum kearahnya.
"ya Tuhan, jangan gila kau Baekhyun"Luhan membatin.
"Kris hyung! Luhan hyung di berci-mmmpphhhh"Luhan dengan cepat membekap mulut Baekhyun yang mau membongkar rahasianya pada Kris. Matilah kau Luhan jika Kris sampai tahu soal ini, hahahahahaha.
Dan benar saja, kalian ingin tau? Sekarang, di cafetaria kampus, Luhan digoda habis-habisan oleh teman-temannya karena sudah berpacaran dengan Sehun.
"wah wah, Sehun sudah besar, mencium Luhan hyung, hahahaha"goda Jongdae, Sehun si hanya senyum-senyum saja, sedangkan Luhan, ia menundukan kepalanya. Malu? Tentu saja, wajah nya saja sudah seperti tomat segar, merah merona.
Mereka tak henti-hentinya menggoda Luhan, bahkan saat mereka dalam perjalanan pulang pun, Luhan masih saja di goda oleh mereka.
"hhhh~ sungguh, kapan aku bisa seperti ini lagi ne?"batin Baekhyun bergejolak. Ia merasakan sakit itu lagi jika mengingat ia akan menikah sebentar lagi. Hhhh~
~EXO'S FANFIC~
21.45 KST
Baekhyun menatap kalender yang bergantung di dinding kamar berwarna putih, polos dan bersih itu.
"satu hari lagi, dan besok adalah hari terakhir ku ne~"ujar Baekhyun bergetar.
Ddrrrtt drrtt
Ponselnya bergetar, ia meraih ponsel yang terbaring lemas di atas meja nakasnya. Ia melihat terdapat pesan masuk dengan nama pengirim 'Chanyeol'. Ia membuka pesan itu perlahan dan membacanya.
From : Chanyeol
Akhirnya, sebentar lagi ne, satu hari lagi, kau akan benar-benar menjadi miliku seutuhnya. Selamat tidur sayang~ aku bahagia
"ta-tapi, aku tidak hiks"ya pembaca, satu isakan lolos dari bibir manis Baekhyun. Air mata itu kembali mengalir di pipi mulus-nya.
Baekhyun kembali membaringkan ponsel itu. Ia melangkah dengan lemahnya menuju kasur queen sizenya. Ia merebahkan tubuhnya tak berdaya, menatap sendu kearah jendela, sinar bulan kembali menerpa wajahnya. Membuat air mata itu mengkilap dan berkilau, oh Baekhyun, sungguh itu air mata yang berharga, kenapa kau mengeluarkannya sia-sia untuk seorang Chanyeol ha?
Tidak, tidak, sekali lagi tidak, ia bukan menangisi Chanyeol. Ia hanya sedih, haruskah ia melepas Suho? Haruskah? Sekali lagi, haruskah? Ia sangat mencintai Suho.
Ia berfikir, kenapa hidup ini tidak adil? Sejujurnya, ia merasa iri dengan hyung-hyungnya yang cukup bebas menentukan pilihan hatinya, ia merasa iri saat melihat wajah Luhan merona karena Sehun, berciuman dengan orang yang ia cintai, bukan yang dibenci dan menghancurkan hidupnya.
Tidak cukupkah dengan perlakuan orang tuanya? Kenapa harus cintanya lagi yang di renggut, andaikan bunuh diri tidak dosa, andaikan ini bukan karena untuk membantu perusahaan, membantu orang tuanya, orang tua yang mendiskriminasi nya. Maka, salah satu dari pisau dapur akan berdiri kokoh di atas perutnya dengan noda merah yang membuatnya semakin indah.
TING~TING~TING~
Lonceng itu, berdenting lagi, sungguh sangat lembut. Baekhyun mulai memejamkan matanya, menyembunyikan permata indah itu, permata yang terlalu sering menangis kesakitan. ia sedikit menarik sudut bibirnya. Ia tersenyum manis saat ini. masih mendengar dentingan lembut itu.
Pelan namun pasti, sangat tulus dan lembut, jujur tanpa keraguan sekecil butir pasir sekalipun, ia berkata "Suho-hyung, saranghamnida".
Maka, jendela yang kembali terbuka, mengizinkan nafas malam musim salju menerpanya. Menemani tidurnya malam ini, dengan sinar sang ratu malam meneranginya.
~EXO'S FANFIC~
"ini hari terakhir ku, aku harus bisa bersama-sama Suho hyung hari ini"
Baekhyun sedang melangkahkan kakinya di atas lantai berbalut keramik putih yang menjadi pijakan di sebuah gedung yang cukup lumayan megahnya. Gedung itu identik dengan warna putih dan hijau tempat mahasiswa dan mahasiswi menyandang status 'calon dokter' belajar.
Jangan bertanya kenapa iya bisa disini, memang aneh seorang mahasiswa jurusan musik bisa ada di gedung fakultas kedokteran. Hanya satu prioritasnya kemari, bertemu Suho.
Baekhyun terperanjat saat sampai didepan pintu ruangan tujuannya, kenapa sepi sekali? Itu yang ditanyakan oleh namja bermata bulan sabit ini.
"hai Baek, kenapa kau disini? Mencari siapa?"tanya seorang yeoja.
"oh, Jessica noona, kenapa kelas Suho hyung kosong?"tanya Baekhyun. Ya, Jessica Jung adalah salah satu siswa kedokteran di universitas ini. Dan Jessica adalah sunbaenim dari seorang Suho.
"mereka sedang ada study tour Baekhyun-ah, hari ini giliran angkatan mereka"jelas Jessica.
"kapan mereka akan pulang dari study tour?"tanya Baekhyun lagi.
"ntah lah, aku tidak begitu tau, aku lupa bertanya pada Krystal"sahut Jessica. Krystal adalah adik Jessica yang seangkatan dengan Suho.
Baekhyun pun mengucapkan terima kasih pada sunbae-nya lalu beranjak pergi dengan hati kecewa bukan main.
Ya sudahlah, mau tidak mau, tidak ada yang bisa di perbuat juga, Baekhyun akan menghabiskan hari yang sangat berharga ini dengan teman-temannya.
Hhmm, dari pada tidak sama sekali juga kan? Ia akan benar-benar memanfaatkan waktu luangnya dengan tidak sia-sia, pasti.
~EXO'S FANFIC~
17.09 KST
Suho baru saja pulang dari study tour nya. Sungguh melelahkan, ternyata perjalanan untuk menjadi seorang dokter tidak semudah yang dibayangkan. Ya wajar saja, itukan menyangkut masalah nyawa orang lain.
Suho mengetik digit demi digit nomor sandi pembuka pintu apartementnya. Ya, Suho tinggal sendiri di korea saat ini, orang tuanya sedang ke Amerika beberapa hari perihal bisnis.
CLEK
Tanda pintu sudah sedikit terbuka, Suho pun melebarkan jalan masuknya dan masuk ke apartementnya.
Ia menyipitkan matanya saat mendapatkan sebuah kertas tebal berwarna putih yang berpadu garis yang berwarna babby blue tergeletak dilantai tak jauh dari pintu.
Ia meraihnya dan membawa benda itu masuk. Tak menyadari bahwa benda itu akan menyebabkan badai terbesar yang akan melanda hatinya.
~EXO'S FANFIC~
Baekhyun, Kris dan Luhan baru saja pulang dari acara hang out bersama teman-temannya. Saat memasuki halaman rumah, betapa kagetnya mereka melihat keadaan ramai menyelimuti perkarangan rumahnya.
Setelah selesai memakirkan mobil, mereka ber-3 pun keluar dan mendapati bibi mereka, Choi Sooyoung, sedang sibuk dengan aktifitasnya. Kenapa Sooyoung bisa jadi bibi mereka? Yap, Sooyoung adalah adik bungsu tuan Choi selaku ayah mereka ber-3.
Dan Sooyoung adalah ketua dari tim Weeding Organizer untuk pernikahan Baekhyun dan Chanyeol.
"annyeong haseyo"sapa Sooyoung ramah.
"apa yang terjadi Sooyoung ahjuma?"tanya Luhan spontan.
"YAK! Umur ku masih 25 tahun, panggil aku noona. Kau lupa ya kalau besok Baekhyun menikah?"ujar Sooyoung.
"aahhh Baekhyun, selamat ne, calon suami mu ada di dalam, dia sangat tampan"tambah Sooyoung lalu memeluk Baekhyun.
"ne noona, gomawo ne"sahut Baekhyun tersenyum manis.
Setelah selesai berbincang dengan bibi mereka. Baekhyun pun masuk kedalam kamar, untung saja Chanyeol sedang tidur di kamar tamu, jadi ia tidak perlu bertemu calon suami yang dipaksakan itu.
Baekhyunpun merebahkan dirinya di atas kasur empuknya yang bersih menenangkan itu.
Tiba-tiba, ponsel di tasnya berdering. Baekhyunpun menelusuri tasnya dan menemukan apa yang ia cari, ponsel yang berdering yang menampilkan nama Suho di layarnya.
"halo hyung?"
"Baekhyun~"terdengar suara parau dari sana, Baekhyun mengerutkan dahinya.
"kenapa kau tak mengatakan pada ku kalau kau akan menikah?"
DEG
Suho sudah mendapatkan undangan itu ne-Batin Baekhyun bergejolak, kaget, sakit mendengar suara parau itu.
.
.
.
Suho mendudukan dirinya di atas sofa empuknya. Ia membuka pita baby blue yang melilit di kertas tebal itu. Ia mengernyitkan dahinya saat melihat inisial C & B di undangan itu.
Ia membukanya perlahan, lalu membelalakan matanya saat membaca isi rentetan kata demi kata yang terdapat di kertas tersebut.
Ini undangan pernikahan Chanyeol dan Baekhyun.
Tersentak, kaget, terhempas, pecah, sedih dan sakit tergabung jadi satu adonan yang melumuri hatinya.
Satu liquid bening seperti kristal meluncur di pipi Suho. Orang yang ia cintai, yang akan ia nyatakan perasaannya malam ini juga, akan menikah dengan namja lain.
Drrt drrt
Suho kembali ke alam sadarnya dan mendapati ponsel-nya menerima panggilan dari orang bernama kontak APPA.
Ia cepat menjawab telpon itu dan menghapus air matanya kasar "ne Appa?"
"appa dan eomma akan ke Korea besok untuk membicarakan soal kepindahan mu ke Amerika bulan ini nak"
"eoh ne Appa"
Sejenak, terselip sesuatu kedalam CPU Suho.
Sepertinya, aku mendapatkan cara untuk melupakan perasaan ini pada mu Baekkie-batin Suho.
.
.
.
"maaf aku tidak bercerita dari awal hyung, aku-"
"selamat ne, semoga kau bahagia dengan pernikahan mu, aku tidak menyangka kau akan menikah secepat ini, hahaha"
Baekhyun sedikit terkejut dengan respon Suho soal pernikahan ini. ia menundukan kepalanya, menatap lantai dingin itu.
"ne hyung gomawo~"suara Baekhyun sedikit bergetar. Matanya sudah mulai berkaca-kaca sembari menggigit bibir bawahnya.
"cheonmaneyo, Annyeong"
"ann-"
PIP~
Sambungan komunikasi tidak langsung itupun terputus secara sepihak oleh Suho.
Baekhyun pun menjauhkan ponsel itu dari telinganya. Kemudian, menutup matanya perlahan yang beiringan dengan liquid yang menerobos keluar dari permata dengan iris cokelat gelap itu.
~EXO'S FANFIC~
Baekhyun bangun jauh lebih awal dari hari biasanya, ia harus didandan hari ini karena ia akan berjalan menuju altar untuk dinikahkan dengan seseorang yang sama sekali tidak dicintainya. Sekali lagi para pembaca, SAMA SEKALI TIDAK.
Pertama, Baekhyun pun mandi dengan shower yang menjatuhkan bulir-bulir hangat itu ketubuh mungilnya. Selesai dengan itu, Baekhyun pun keluar dari kamar mandi, dan duduk di depan meja riasnya.
Ia siap di beri sedikit sentuhan make up oleh kakak sepupunya, Sunny. Sunny pun mulai memoles wajah Baekhyun dengan keterampilannya yang tidak perlu diragukan lagi.
Dan kurang dari waktu 2 jam, Baekhyun sudah sangat manis, imut, cantik dan sedikit tampan. Oke sedikit tampan, maafkan aku Baekhyun, tapi itulah yang ditunjukan dirimu.
Baekhyun masih duduk didepan meja riasnya, sendirian, Sunny sudah pergi sekitar 15 menit yang lalu. Baekhyun menatap kosong ke arah kaca yang memantulkan refleksi dirinya.
Matanya sedikit berair mengingat ia akan menikah dengan terpaksa. Hhhh~ Baekhyun menghela nafas pendek.
Satu tetes lolos. Ia mengambil selembar tisue dan menghapus perlahan dan lembut air matanya agar tidak melunturi make upnya.
CLEK
Pintu terbuka dan sosok seorang ibu masuk keruangan tempat Baekhyun berada, dan menghampirinya.
Ibu Baekhyun memegang pundak anak bungsunya.
"kau terlihat cantik"ujar ibunya.
Baekhyun hanya tersenyum manis namun dapat dilihat bahwa itu terpaksa dan terdapat sekumpulan air mata yang siap meluncur dalam sekali kedip saja.
Ayolah, mata Nyonya Choi tidak rabun untuk melihat hal itu, ia bisa melihatnya dengan jelas.
"Maafkan kami ya nak, jeongmal mianhae"ujarnya sembari mengelus lembut pundak Baekhyun.
"Gwenchana"sahut Baekhyun singkat masih dengan senyuman manis itu.
"kami berjanji, akan menarik mu kembali disaat perusahaan benar-benar pulih dan kokoh berdiri, yakso"ujar Nyonya Choi dan Baekhyun hanya mengulum senyum manisnya.
Begitukah? Sungguh, aku merasa seperti dijual, sampai kapan akan seperti ini? Aku saja tidak yakin orang yang ku cintai mampu menunggu lebih lama lagi, bukannya ia tidak menyayangi ku, tapi ia sudah memendam perasaan itu terlalu lama, terlalu lama ia merasakan sakit bukan?
Nyonya Choi pun hanya membalas senyum gula itu dan beranjak keluar dari ruangan itu. CLEK, tepat pintu tertutup, Baekhyun meneteskan air matanya lagi dan dengan lembut ia usap dengan tisue, LAGI.
~EXO'S FANFIC~
Pernikahanpun dilaksanakan, di ballroom rumah keluarga Choi, awalnya acara ini akan dilaksanakan di halaman belakang. Tapi sepertinya, cuaca dan musim di Korea tengah tidak menyetujui ini.
Baekhyun berjalan menuju altar didampingi ayahnya dan Chanyeol tengah berdiri tegap dengan seorang penghulu yang berada dibelakang Chanyeol.
Chanyeol tersenyum rapat kearah Baekhyun. Namun wajah Baekhyun tak mengindahkan itu, matanya sedikit berkaca-kaca, terasa panas bagi Baekhyun, dan orang yang menyadari itu hanya Suho, Kris dan sahabat terdekat Baekhyun, Kyungsoo.
Kyungsoo awalnya ingin membentuk senyuman di bibirnya yang pasti akan berbentuk hati. Namun, niat itu terurungkan setelah melihat wajah Baekhyun yang tertutupi topeng tak kasat mata pura-pura bahagia itu.
Baekhyun sampai dialtar, hati Baekhyun semakin sakit saat posisi berdirinya yang dapat dengan jelas melihat kearah Suho, namja yang ia cintai.
Merekapun memulai tutorial pernikahan itu.
Suho, ia duduk tegap menyaksikan itu semua, ingin rasanya ia berlari keluar dari ruangan ini tidak tahan melihat pemandangan yang ia saksikan.
Berharap ia yang bisa berdiri di depan Baekhyun di altar tersebut. Namun itu hanya imajinasi belaka.
Penghulu pun bertanya pada Baekhyun apakah ia bersedia menerima Chanyeol.
Baekhyun sedikit ragu ingin menjawab 'iya'. Maaf pembaca, bukan sedikit sebetulnya, tapi BANYAK-Oh ralat, SANGAT BANYAK.
Sepasang permata Baekhyun melirik ke arah Suho sebelum menjawab pertanyaan tersebut, ia melirik Suho dengan lirikan yang seolah berkata 'apakah aku harus menerimanya?' dan Suho mengerti maksud dan arti lirikan Baekhyun.
Perlahan namun pasti, Suho mengangguk dengan mantap dan tegas dengan memasang topeng mimik bahagia tak kasat mata bak malaikat itu pada Baekhyun. Walaupun ia tau, jawaban yang ia berikan akan memberi sebuah duri yang akan menancap dihatinya untuk waktu yang tak singkat.
Baekhyun kembali menatap Chanyeol, lebih tepatnya pangkal hidung Chanyeol. "Iya" cetus Baekhyun lirih.
Dan saat Chanyeol yang ditanya, sudah pasti jawabannya sudah diketahui oleh kalian bukan? "iya"
Tes
Satu tetes air mata jatuh dari mata Baekhyun. "kenapa anda menangis? Apa anda sangat bahagia?"tanya sang penghulu.
"tentu saja"jawab Baekhyun.
"baiklah, kedua mempelai sudah resmi menikah, sang suami diperbolehkan mencium sang istri"
Tanpa ba bi bu lagi, Chanyeol langsung menempelkan bibirnya di bibir Baekhyun. "rasa yang sangat manis, masih sama seperti pertama kali waktu itu"batin Chanyeol.
Dan semua orang pun bertepuk tangan.
Selamat Baekhyun, selamat atas pernikahan mu dan... Selamat karna berhasil melakoni akting yang baik didepan pemirsa drama mu.
~EXO'S FANFIC~
Dan disinilah Baekhyun sekarang, ruangan yang digunakan sebagai tempat ia dirias tadi. Duduk didepan kaca rias yang sama. Merenungi dirinya sendiri, sahabat-sahabatnya pun memasuki ruangan itu dan tentu saja, menghampiri tubuh mungil itu.
Sahabat-sahabatnya pun memberikan selamat, dan di antara mereka juga melempar pertanyaan seperti ini "kenapa kau tidak memberi tahu kami lebih awal dimasa lalu?"
Dan pendapat seperti ini "kau pasti ingin memberi kejutan ne?"
Kyungsoo hanya menatap wajah cantik Baekhyun yang tersenyum palsu dimata Kyungsoo. Ingat, senyuman itu PALSU.
"sungguh Baekhyun, kau bisa menang disalah satu award drama sebagai aktor pendatang baru terbaik karna akting mu ini, dan jangan lupa, kau juga bisa termasuk orang termunafik di dunia ini, aku tau kau menderita Baekhyun-ah"ujar Kyungsoo dalam hatinya
Greb
Semua terkejut, Kyungsoo mendadak memeluk Baekhyun dan menanamkan kepalanya di ceruk leher Baekhyun dengan air mata dan tangisan yang tersedu-sedu.
Semua memberi tatapan bertanya-tanya "kenapa dirimu Kyungsoo?"
Baekhyun membalas pelukan itu, ia mengerti apa isi hati Kyungsoo, ia tau Kyungsoo merasakan apa yang ia rasakan sekarang, sakit.
"ku harap, sangat berharap, kau akan benar-benar bahagia setelah ini"doa Kyungsoo dengan suara paraunya.
Baekhyun hanya mengangguk dan mengelus-elus lembut punggung sahabatnya. Sungguh, Baekhyun menyayangi sahabatnya ini, sahabat yang sudah menemaninya sangat lama ini.
Chanyeol mengintip adegan melankolis itu dari celah pintu yang sedikit terbuka, ada sedikit rasa iba dihati Chanyeol tapi tidak mengurungkan niatnya untuk memiliki Baekhyun.
"aku tetap akan melakukan ini untuk memiliki mu walaupun itu harus membuat hati mu menangis seribu kali"gumamnya lalu beranjak pergi.
~EXO'S FANFIC~
Sebuah apartement mewah, berwarna putih berpadu orange tempat tinggal Baekhyun dan Chanyeol. Orang tua Chanyeol sudah menyiapkan apartement untuk mereka. Bagaimana tidak, orang tua Chanyeol sangat menyukai Baekhyun sejak pertama bertemu saat makan malam keluarga Choi dan Park beberapa hari yang lalu.
Menurut mereka, Baekhyun itu cantik, manis, baik , sopan dan ramah. Menantu ideal bagi kedua tuan dan nyonya Park.
Jantung Baekhyun berdegup kencang, ia takut jika Chanyeol akan memakannya malam ini juga. Ia sangat takut lebih dari yang kau bayangkan.
Setelah mandi, Baekhyun langsung menggunakan piyamanya dan baring dengan selimut menutupi badannya, wajahnya pucat karena ketakutan.
Chanyeol menyusulnya dan memeluknya dari belakang. Baekhyun sedikit takut, ia mencoba mencegah Chanyeol untuk melakukan yang tidak-tidak walaupun mereka sudah menikah.
"Cha-Chanye-"
"tenanglah, biarkan lah seperti ini, aku tidak akan memasuki mu atau menjamahi mu dsb. Aku akan menunggu disaat yang tepat" saat kita saling mencintai walaupun itu sedikit tidak munkin sambung Chanyeol dalam hati.
Dan begitulah mereka, tertidur dengan posisi Chanyeol memeluk Baekhyun sampai pagi.
~EXO'S FANFIC~
Tepat dugaan dan prediksi Baekhyun, Chanyeol benar-benar mengekangnya, Chanyeol terkadang marah-marah karena melihat Baekhyun yang dekat dengan Suho.
Tak jarang ia menyeret Baekhyun jika ia mendapati Baekhyun sedang berbicara dengan Suho disuatu tempat.
Chanyeol benar-benar posesif.
Kehidupan awal rumah tangga mereka SEDIKIT berjalan lancar. Chanyeol yang tidak pernah menyetubuhi Baekhyun dan Baekhyun sangat bersyukur akan hal itu.
Baekhyun hanya perlu menyiapkan Chanyeol sarapan, memasak untuknya, dan sebagainya. Selayaknya istri yang patuh pada suaminya.
Baekhyun berfikir kehidupannya tidak akan terlalu buruk untuk kedepannya. Tapi sekali lagi maaf Park Baekhyun, sepertinya takdir yang mengatur jalan cerita mu tidak akan sependapat dengan apa yang kau prediksi.
Akhir-akhir ini, Chanyeol jarang pulang kerumah. Ia baru akan pulang kerumah disaat matahari sudah menunjukan garis emasnya dan itu pun terkadang dalam keadaan mabuk.
Sedikit banyak walaupun Baekhyun tidak mencintainya, tetap saja ada rasa khawatir Baekhyun terhadap Chanyeol.
Itu sering terjadi, minimal 3 kali dalam dua minggu atau kadang seminggu.
Karena Chanyeol sering pulang pagi, itu juga yang membuat Baekhyun harus pergi kuliah sendiri. Karena saat sampai dirumah, Chanyeol akan langsung tidur dan tidak pergi kuliah. Itu sedikit memberi keuntungan ke Baekhyun. Dengan begitu, ia bisa memiliki sedikit waktu untuk bertemu dengan namja yang ia cintai.
Saat ini, Baekhyun baru saja akan beranjak pergi menuju cafe taria sekolah untuk menghabiskan jam istirahatnya.
Drrtt drttt
Ia mendapat pesan dari seseorang. Ia membuka pesan itu.
From : Suho Hyung
Ada waktu sepulang kuliah? Aku ada kejutan untuk mu Baekhyunie
Baekhyun tersenyum melihat isi pesan itu, beruntung sekali Chanyeol tidak kuliah hari ini.
To : Suho Hyung
Tentu saja hyung ^^
3 menit kemudian...
From : Suho Hyung
Baiklah, aku akan menunggu mu nanti sepulang kuliah didepan gedung jurusan mu
To : Suho Hyung
Ne hyung ^^
Baekhyun terasa terbang ke angkasa kali ini.
SKIP TIME~
Baekhyun keluar dari gedung fakultasnya dan mendapati Suho menunggunya. "sudah lama menunggu hyung?"tanya Baekhyun.
"tidak juga" dan mereka pun berjalan beriringan menuju gerbang keluar dari lingkungan universitas.
Sebuah mobil mewah berwarna hitam yang tidak saya ketahui merk nya mendadak berhenti sedikit jauh dari gerbang universitas saat sang penyetir melihat dua orang yang terlihat sangat bahagia berjalan keluar menjauhi universitas.
Supir mobil itu menajamkan penglihatannya meyakinkan apa yang dia lihat dari dalam mobil mewah itu.
"ya itu Baekhyun dan si bajingan itu ne. Begitukah Baekhyun? Kau ingin berselingkuh dibelakang ku? Kau menyuguhkan drama yang sangat menarik ne" ya, orang yang ada didalam mobil itu adalah Park Chanyeol.
Chanyeol menjalankan mobilnya perlahan mengikuti bus yang ditumpangi Subaek(Suho Baekhyun). Chanyeol terus menjadi stalker mereka hari ini.
Subaek pergi kemana-mana, mengisi perut kesebuah cafe, berjalan-jalan di tempat wisata dan romantis di Seoul.
Mereka terlihat sangat dekat dan sangat romantis di setiap tempat yang mereka singgahi, seperti sepasang kekasih, dan itu menyakiti Chanyeol.
Hari sudah mulai gelap dan Subaek belum mengakhiri kencan mereka. Saat ini mereka sedang duduk santai dikursi taman tepi Sungai Han yang sepi. Chanyeol meletakan mobilnya sedikit jauh tapi masih bisa memperhatikan mereka.
"Baekhyun-ah, aku ingin memberikan kejutan pada mu"Suho memulai percakapan.
"apa itu hyung?"Baekhyun menatap intens mata indah Suho.
"aku ingin menyatakan ini, aku tidak menginginkan kau menjadi milik ku, aku hanya ingin menyatakannya, agar hati ku tenang" Suho memegang tangan Baekhyun.
"aku mencintai mu, sejak saat kita pertama bertemu, rasa itu semakin besar seiring bertambahnya umur kita, aku yang bodoh ini, terlalu pengecut untuk menyatakannya, hingga kau diambil oleh serigala lain. Aku hanya ingin mengatakannya dari hati ku, aku mencintai mu"
Saat itu juga Baekhyun membeku, ia ingin menangis sekarang juga. "aku tidak akan merebut mu darinya. Kau harus tetap bersamanya, dan sekarang, hati ku benar-benar lega karena sudah mengatakannya, karena besok pagi aku akan ke Amerika"tambah Suho.
Baekhyun meledak mendengar ucapan Suho.
"sungguh? Kau menetap disana? kenapa?"tanya Baekhyun. Suho mengangguk, Baekhyun menangis.
"tentu saja, Appa dan Eomma memaksa ku. Aku akan melanjutkan study disana, Jangan menangis, kau membuat hati ku sakit melihat mu menangis"
"hyung, bolehkah aku meminta sesuatu?"
"tentu"
Baekhyun menatap lamat-lamat namja itu. "cium aku"pinta Baekhyun. "sebagai perpisahan kita"
Suho mengangguk, perlahan ia mengeliminasi jarak diantara mereka. Baekhyun menutup matanya saat Suho mencium bibirnya. Suho melumat bibir itu lembut membuat Baekhyun terbuai dan melingkarkan tangannya ditengkuk Suho untuk memperdalam ciuman dan Suho memeluk erat pinggang Baekhyun.
Suho mendominasi ciuman itu, menjilati bibir Baekhyun dan menggigit kecil bibir cherry itu. "mmpphh eungghh" Baekhyun mendesah dan Suho memasuki gua hangat itu, menjelajahinya, mengabsen setiap gigi dan menekan-nekan langit-langit mulut Baekhyun dengan lidahnya.
"mmmpphh" Baekhyun lepas kendali dan meladeni lidah Suho dan mengeratkan pelukannya memperdalam ciuman. Sedangkan Suho memiringkan wajahnya dan meraba-raba tubuh mungil itu. Bahkan, yang terdengar saat ini hanya desahan dan suara dari bibir mereka yang saling bertemu.
Chanyeol yang berada di mobil sudah setengah hidup menahan amarahnya. "baiklah Baekhyun, kau akan mendapatkan yang lebih dari itu nanti".
~EXO'S FANFIC~
Kini, Baekhyun dan Suho sedang berjalan beriringan di trotoar kota. Mendadak, ada sebuah mobil mewah berhenti ditepi jalan, didekat mereka.
Betapa terkejutnya Baekhyun saat yang keluar adalah Chanyeol. Tanpa basa basi lagi, Chanyeol menarik Baekhyun dan mendeath-glare Suho.
Kini Chanyeol membawa Baekhyun dalam mobilnya dengan kelajuan diatas 100 km/jam. Baekhyun ketakutan "pelan-pelan Chanyeol-ah" dan Chanyeol tidak peduli dengan tatapan tajamnya.
Mereka sampai di apartement. Chanyeol mencengkram tangan Baekhyun dan menyeretnya ke kamar. Ia menghempas kan Baekhyun dikasur dan menindih tubuh itu dan menciumi bibir Baekhyun dengan kasar.
Merasa tidak di respon, Chanyeol melepaskan tautannya
PLAK
Ia menampar Baekhyun. "hei bitch, layani aku seperti kau melayani bajingan itu, kau tampak menikmatinya little bitch"maki Chanyeol lalu menciumi Baekhyun lagi dengan bringas.
Baekhyun ketakutan, pasti. Ia terpaksa meladeni.
Chanyeol mulai melucuti pakaian Baekhyun dan Baekhyu ingin berontak.
BUGH
Chanyeol meninju perut rata Baekhyun membuat Baekhyun terkulai lemas saat ini. Chanyeol melucuti semua pakaian Baekhyun dan bahkan merobek kaos Baekhyun dengan mudahnya.
"eoh, pantas saja si bajingan itu menyukai mu, kau lihat bitch, tubuh mu, errr, sexy, kau harus melayani benda tegang ini"
Chanyeol pun melepas seluruh pakaiannya. Baekhyun semakin takut "nikmati ini sayang"ujar Chanyeol.
Dan dalam sekali hentakan. Baekhyun membelalakan matanya dan mendongakkan kepalanya keatas. Mulut terbuka lebar ingin berteriak, ia merasakan sakit yang luar biasa di bagian selangkangannya, sangat sakit hingga suaranya tak biasa keluar dari pita suara merdunya.
"ahhhhh , mmmpphh fuck, shit, damn, sempithhh sekalihh, bicth"Chanyeol mulai berkata-kata kotor mengekspresikan apa yang ia rasakan.
Tubuh Baekhyun mulai lemas, pandangannya menggelap, kelompak matanya mulai menutup dengan air mata yang kembali mengalir di pipinya. Sedangkan Chanyeol mulai bergerak diselangkangan Baekhyun.
Perlahan tapi pasti, Baekhyun mulai kehilangan kesadarannya.
TBC
Annyeong Chingudeul, saya kembali, rating naik jadi 18+ ==" maaf kalau adegannya kurang ngeuh ya -,- Baekhhe kurang ahli soal beginian ==" berharap kalian enjoy dan suka dengan Chapter 4 ini ne, dan maaf juga kalau membosankan, Baekhee akan berusaha lebih baik lagi. Jika ada kesalahan tolong bilang ya melalui review ^^ oh iya , untuk soal ending, author belum tentukan -_-
Dan neomu neomu gomawo simida yang udah mau review dan ngefavorit dan ngefollow juga. Baekhee sangat berterima kasih dan menghargai itu. Dan silent readers, ayo review, Baekhee tunggu. Mari kita membudayakan saling menghargai ne ;).
Jadi, silahkan review ^^ review kalian itu suplemen Baekhee buat ngetik. Gomawo Simida ^^
