Fr3Ya-cHaN : Akhirnya, aku bisa lanjutin juga! Thanks buat orang-orang yg udh nge-review! Ok, mohon maaf sekalian bagi orang yg udah ngerasa kecewa dan pasti tambah kecewa lagi karena pemberitahuan cheat sekarang DITIADAKAN! Nah, ayo mulai~
Chapter 3
Mikan mengela napas. Hari ini, dia amat tidak bersemangat karena kejadian kemarin. Bahkan, dia tidak memeluk Hotaru sehingga membuat Hotaru bingung.
"Hei, ada apa dengan Mikan-chan, ya?" tanya Anna. Nonoko mengangkat bahu dan berkata, "Nggak tahu. Apa ada hubungannya dengan kejadian kemarin, ya?". Mereka berdua melihat ke arah Hotaru yang sedang duduk dengan Ruka lalu ke arah Mikan. Sekali lagi melihat ke arah Hotaru dan Ruka lalu ke Mikan. Melihat ke Hotaru dan Ruka lalu ke Mikan. Melihat ke Hotaru dan Ruka lalu ke Mikan. Akhirnya, mereka berdua mengangkat bahu.
Natsume melirik ke arah Mikan yang sedang menghela napas. 'Fuh, sepertinya bakal seru nih!' pikirnya.
"KRIINGG!!" Bel tanda istirahat berbunyi. Mikan yang baru mau berdiri langsung diseret oleh seseorang ke halaman belakang. Orang itu tidak lain adalah….
Fr3Ya-cHaN: Selesai!-terkena tembakan baka gun-
Hotaru: Hei, cepat lanjutkan atau kubunuh!
Fr3Ya-cHaN: Hahaha, bercanda kok! Bercanda…
Orang itu tidak lain adalah Hotaru. "Mikan," kata Hotaru agak kesal "ada apa denganmu hari ini? Biasanya kau akan memelukku, tapi kenapa tidak hari ini?!". "A-aku hanya tidak…mood, ya! Aku sedang tidak mood! Hehehe," jawab Mikan salah tingkah.
"Mikan, jangan-jangan kau menyukai Ruka?" tanya Hotaru lagi. JLEB! 'To the point banget sih!' pikir Mikan. "Jawab Mikan!" sentak Hotaru.
"A-aku…iya…iya, Hotaru" jawab Mikan perlahan sambil menundukkan kepalanya. "…Mikan, aku akan putus dengan Ruka" kata Hotaru. "A-apa! Tidak, kau tidak boleh melakukannya, Hotaru! Kalau kau melakukannya, aku akan membencimu seumur hidup!" seru Mikan geram.
"Tapi Mikan!".
"Tidak ada tapi-tapian! Selama ini aku mengikuti perintahmu Hotaru! Karena itu, kumohon kali ini saja, kau mendengarkan permohonanku Hotaru," kata Mikan. Hotaru menghela napas, "Baiklah, tapi dengan satu syarat. Kau harus kembali ceria!" ujar Hotaru. Mikan menggangguk ceria dan langsung menggandeng Hotaru pergi ke kantin tanpa mengetahui bahwa tunangannya mendengarkan semua percakapan mereka di balik pohon.
Di rumah Mikan…
"Polka," kata sebuah suara yang tidak lain adalah Natsume. "Natsume, ini kamar cewek tau! Jangan masuk sembarangan!" kata Mikan yang sedang berbaring di ranjang. Dia mengenakan blus berwarna pink dan rok berwarna putih.
"Trus kenapa? Kamu itu'kan tunganganku, jadi boleh-boleh saja tuh," ujar Natsume dan duduk di kursi belajar Mikan. Dia memakai baju lengan panjang berwarna merah dan celana panjang berwarna hitam. Sedangkan, langit di luar terlihat gelap. Tanda bahwa akan turun hujan yang sangat deras. Dan terlebih lagi, hanya mereka berdua di rumah itu.
Orangtua Mikan sedang bekerja, Ikuto sedang berada di rumah Amu, Tsubasa sedang belajar di rumah Misaki, dan Kukai sedang menemani Utau Hoshina, tunangannya yang merupakan penyanyi idola, rekaman untuk album terbarunya.
"Hei, kamu suka 'kan pada Ruka?" tanya Natsume. "A-apa! Darimana kamu dengar hal itu?!" tanya Mikan dengan muka merona merah lalu bangkit duduk. "Saat kau bicara dengan Imai, bodoh…." Katanya.
"Uh! Itu bukan urusanmu, dasar orang yang selalu mempermainkan cewek!" seru Mikan kesal. "Orang yang selalu mempermainkan cewek?" tanya Natsume menahan amarah dan sudah berdiri tapi, sayang si idiot Mikan initidak mengerti apa yang akan terjadi jika dia melanjutkan kata-katanya.
"Iya! Aku pingin tahu, sudah berapa banyak cewek yang sudah kamu per-mmmppphh!" ucapan Mikan terputus karena Natsume mendorong Mikan ke ranjang dan menciumnya dengan kasar. Mikan berusaha memberontak tapi percuma karena, tenaga Natsme lebih besar darinya.
PLAAKK!
Mikan akhirnya menampar Nattsume lalu berlri keluar rumah sambil menangis sama seperti langit yang sekarang sedang menangis. "Cih!" Natsume mengumpat lalu berlari menyusul Mikan. "MIKAN!" teriak Natsume.
Akhirnya Natsume berhasil menarik tangan Mikan dan memeluknya. "Le-lepaskan aku, Natsume! Kalau kau tidak serius, lepaskan aku!" teriak Mikan berusaha melepaskan diri dan sekali lagi, Natsume menciumnya tapi berbeda, kali ini dengan lembut. Terlena oleh ciuman itu, rontaan Mikan mulai berkurang.
"Aku mencintai kamu, Mikan" bisik Natsume sebelum kesadaran Mikan ditarik ke dalam kegelapan.
Mikan terbangun karena suara petir. Dia melihat ke sekeliling, dia berada di kamarnya dan sudah berganti baju dengan piyamanya. Dia tahu kalau Natsume yang mengganti pakaiannya. Entah kenapa, ada perasaan aneh dalam diri Mikan. 'Apa ini? Jangan-jangan, aku jatuh cinta sama Natsume?' pikir Mikan.
DUARR!!
Suara petir menyambar-nyambar tanda terjadinya badai. Dengan begini, dia dan Natsume saja yang sendirian. Mikan mulai ketakutan dan di benaknya terlintas sebuah nama, Natsume.
Mikan mengambil bantalnya dan berjalan ke luar kamar. Lorong yang sepi dan gelap untuk rumah Mikan yang besar. Dia berjalan lebih cepat dan akhirnya sampai ke sebuah pintu dengan tulisan 'Natsume'.
Mikan mengetuk pintu itu perlahan tapi, cukup untuk membangunkan Natsume yang punya pendengaran tajam. Natsume menggerutu sambil berjalan ke arah pintu. Dia membuka pintu dan baru mau mengatakan, "Siapa itu" tapi sudah langsung dapat jawabannya. Mikan Sakura, tunangannya yang sedang berdiri ketakutan di depan pintu kamarnya.
"Na-Natsume, i-itu ada…bo-boleh," ujar Mikan terbata-bata dan nggak karuan. Natsume hanya tersenyum lembut dan berkata, "Bodoh, sini Mikan". Natsume merentangkan tangannya yang tentu saja, disambut baik oleh Mikan.
Pagi hari….
"Mikan, kau tidak apa-apa?" seru Tsubasa karena tahu bahwa Mikan takut badai. "Hah?" ujarnya bingung karena Mikan tak ada di kamarnya. "Hei, ada yang tahu Mikan di mana?" tanyanya kepada yang lain sambil menuruni tangga.
Sayang, andai Tsubasa tidak bertanya apapun dan langsung membuka kamar Natsume. Dia pasti akan sangat terkejut kalau mendapati bahwa ada sepasang tunangan yang tidur di ranjang sambil mendekap satu sama lain seolah tidak mau dipisahkan.
THE END
