My Boyfriend Is A ?

Chapter four

©Song Hye Woo, 2012


" Nnugu ? "

" Ya ! Hyukjae ! Kemana saja kau ? Keluar dari lukisan hanya karena namja itu menciummu " kata namja yang menarik Eunhyuk itu.

" Hei ! Hei ! Nuguya ? " tanya Eunhyuk menghentakkan cengkrman namja tadi di lengannya.

" Kau ini sungguh pelupa sekali ! Aku Choi Siwon ! " jawab namja yang bernama Choi Siwon itu.

" Ah Choi Siwon ! Namja kuda itu, lama sekali tidak bertemu denganmu " kata Eunhyuk menggaruk-garuk rambut bagian belakangnya.

" Hhh kau ini ! Kenapa kau bisa percaya namja itu jodohmu ? jelas-jelas ia dengan yeoja lain "

" Tentu saja dari kekuatanku, kekuatanku belum menghilang Siwon-ah "

" Hyuk, kau membuat hukuman dari Ahjussi bertambah "

" Jjjinjja ? kenapa Appa bisa tau aku keluar dari lukisan itu ? "

" Hyuk, Ahjussi selalu mengawasimu setiap hari, jelas saja ia mengetahui kau keluar dari lukisan " kata Siwon mengetuk-ngetuk kepala Eunhyuk dengan tekunjuknya.

" Kau harus ikut aku menemui Ahjussi " lagi-lagi Siwon menarik lengan Eunhyuk menuju dimensi dunia Eunhyuk sebelumnya, ya dunia lukisan dengan Rajanya, Appa Eunhyuk, Kangin.

Eunhyuk berjalan menuju ruangan Appanya sambil menunduk.

" Ah annyeong Appa, sudah lama tidak bertemu, bagaimana kabarmu ? " tanya Eunhyuk berbasa-basi.

" Anak nakal ! Seenaknya saja keluar dari lukisan itu ! Kau belum Appa titah untuk keluar dari lukisan ! Apa dengan namja itu menciummu kau bisa keluar ? Ia bukan jodohmu Hyukjae ! " kata Appa Eunhyuk tegas.

" Appa aku yakin Lee Donghae itu jodohku ! Aku bisa membuat Appa percaya itu " jawab Eunhyuk.

" Ani kau harus kembali ke lukisan itu ! "

" Appa kenapa aku harus kembali ke lukisan membosankan itu ? lagipula aku juga lupa kenapa Appa mengurungku di lukisan itu, dan juga jika Appa menyuruhku menjadi jodoh lagi, aku tidak bisa melakukan itu, kamar yang ada lukisan itu tak ada yang mendatangi kecuali Lee Donghae, maka dari itu aku percaya Lee Donghae jodohku "

" Jika begitu Appa akan memberimu 100 hari, kau harus membuat Dongha mengatakan'saranghae' padamu jika tidak bisa Appa akan mengurungmu lagi di lukisan "

" Hanya itu saja ? Ah jika begitu itu terlalu gampang "

" Arasseo jika 100 hari menurutmu terlalu gampang, Appa memberimu 30 hari "

" Mwoya ? 30 hari itu terlalu sedikit"

" Tepat 30 hari, tidak ada 100 hari lagi "

" Kau begitu jahat Appa, kau hanya memberiku waktu 30 hari itu sangat sedikiit "

" Mianhe Hyukjae ! Sampai jumpa 3o hari lagi " Eunhyuk mendengus sebal, lalu melangkahkan kakinya, sepertinya Eunhyuk terlalu meremehkan perkataan Appanya.

" Oemma ! Joengmal boggoshipo " Eunhyuk memeluk Leeteuk, Oemmanya yang duduk di sofa.

" Hyukkie ! Nao boggoshipo " kata Leeteuk.

" Hehehe ne, bagaimana keadaan Oemma ? Oemma baik-baik saja kan ? "

" Tentu saja, kau akan kembali ke dunia ? "

" Ehm ~ aku akan membuktikan pada Appa jika Donghae adalah jodohku, Oemma pasti percaya kan jika Donghae jodohku ? "

" Ehm.. Oemma tak bisa memastikannya tapi jika kau merasa Donghae yang terbaik dan kau bisa membuktikannya pada Appamu, Oemma akan percaya Hyukkie, "

" Ck Oemma harus melihat Donghae dengan itu Oemma pasti tau Donghae adalah jodohku, dia namja tampan, dan baik Oemma, ia membelikanku benda yang sangat lezat, tapi ia tidak memperbolehkanku mengikutinya, padahal aku ingin melindunginya dari yoeja jahat itu "

" Jinjja ? Mungkin pendapatmu dengannya berbeda, menurutmu kau mengikutinya untuk melindunginya tapi mungkin menurutnya kau mengikutinya sangat menganggu Hyukkie, kau tak bermalam disini saja ? Oemma masih merindukanmu "

" Mianhe Oemma, pasti Donghae menceramahiku karena tak langsung pulang, lain kali aku akan bermalam disini Oemma, " jawab Eunhyuk.

" Arasseo " Leeteuk tersenyum.

" Dimana Siwon ? " tanya Eunhyuk melihat kanan kiri

" Tumben sekali kau menanyakan Siwon biasanya kau selalu mengerjainya " tutur Leeteuk.

" Aku hanya ingin menyuruhnya untuk mengantarku menuju dunia "

" Hhh aku sedari tadi disini ! " Siwon yang berada tak jauh dari Eunhyuk melipatkan kedua tangannya.

" Hehehe kajja Won, aku harus segera pulang " Siwon menghampiri Eunhyuk dan menuju portal ke dunia.


Sungmin POV

" Oemma aku pergi berjalan-jalan sebentar, kau tak apa kan dirumah sendiri ? " tanyaku pada Oemma yang asyik memakan ice creamnya sambil menonton TV.

" Ne gwenchana, dan sekalian belikan Oemma makanan Heebum ne ? " aku mendesah berat.

" Oemma aku hanya ingin berjalan-jalan, masa aku harus membawa kantung plastik dan kubawa berjalan-jalan ? itu menambah berat, besok saja akan kubelikan ne ? Aku pergi dulu, buat makan siang yang enak ne Oemma. Aku pergi dulu " aku segera keluar dari rumah, memakai sepedaku menuju Sungai Han.

Sesampainya di Sungai Han Kuberhentikan kayuhanku. Tiba-tiba mataku menatap sesosok namja yang tidak asing bagiku.

" Nnnamja itu ? Ya Tuhan.. kenapa aku HARUS bertemu dengan namja itu lagi ? " gumamku, ia duduk di kursi panjang di bawah pohon oak yang cukup besar, pandangannya nampak menerawang. Aku memandangnya sebentar. Ia berdiri dan manik mataku bertemu dengan mata obsidiannya, dengan cepat...

" Ah bukankah kau yeoja yang kemarin ? Annyeong " sapanya tersenyum padaku.

" Ya !Tuan sudah kubilang aku ini namja " jawabku.

" Jinjja ? Dari kemarin aku masih belum percaya kau adalah namja "

" Sudah kubilang aku namja "

Ia melihatku dari atas kepala hingga kaki.

" Jadi kau sudah percaya aku namja kan ? bukan yoeja ? Tuan " tanyaku.

" Ehm jika dipikir memang kau adalah namja, mianhe sudah menggapmu yoeja "

" Yayaya "

" Ah agar kau tak memanggilku Tuan... Cho Kyuhyun imnida, namja tampan yang jenius "

" PD sekali kau berkata dirimu tampan "

" Eh ? Memang benar begitu semua yoeja di perusahaan selalu mendekatiku tapi sayang sekali aku tidak tertarik pada mereka, siapa namamu ? "

" Sungmin, Lee Sungmin tepatnya, kukira kau gampang sekali tertarik pada yeoja "

" Aniya, aku melihatmu kemarin di perusahaan, kau mengikuti audisi itu ? " ia menatapku,

" Perusahaan ? Ah itu aku tidak mengikuti audisi aku hanya mendaftarkan namdongsaengku, " jawabku sambil mendengus kesal. Tak kusangka aku dan Kyuhyun mengobrol cukup lama, aku melirik jam arlojiku. Sudah menunjukkan pukul 13.00 KST, sudah satu jam aku mengobrol dengannya. Mungkin karena dia asyik diajak mengobrol dan mempunyai banyak topik.

" Kyuhyun-ah aku harus pulang dahulu, Oemma sudah menungguku " kataku sambil berdiri.

" Ne Sungmin-ah, berhati-hatilah, " jawabnya tersenyum, dan satu lagi aku sangat menyukai senyumnya itu.

" Tentu saja, "

" Semoga kita bertemu lagi " aku hanya mengangkat bahu, dan menaiki sepedaku.

" Annyeong Kyu "


Eunhyuk POV

Kulangkahkan kakiku menuju apartement yang akan kutempati dengan Donghae. Pasti ketika aku sampai ia akan bilang ' kau ini ! sudah kubilang untuk menungguku, dari mana saja kau ? '. Hhh joengmal pabbonika, 30 hari itu sangat sebentar, kenapa aku berkata 100 hari itu terlalu gampang ? Hhh dengan langkah gontai menuju kamar apartement.

CKLEK

" kau ini ! sudah kubilang untuk menungguku, dari mana saja kau ? " benar sekali.

" Di jalan aku bertemu temanku, aku mengbrol denangannya sebentar jadi melupakan waktu, mian " jawabku.

" Hh sudahlah aku ingin tidur dulu, jika kau ingin meminum susu stroberi ada di kulkas " ia menuju kamarnya, aku tersenyum kecil. Kulangkahkan kakiku menuju kamar dan mencari sesuatu. Kenapa tidak ada ? Kenapa tidak ada benda untuk menulis angka itu ? Aah aku akan meminta Donghae untuk membelikannya.

Tok tok tok

" Hae bolehkah aku masuk ? " tanyaku sambil mengetuk pintu kamar Donghae.

" Aisssh mau apalagi kau Hyuk ? " tanyanya dengan wajah kesal sembari membuka pintu.

" Bolehkah aku meminta suatu barang denganmu ? " kataku tersenyum.

" Mwo ? " tanyanya malas.

" Hae-ya belikan aku papan tulis kecil, " bujukku.

" Hhh" ia ingin menutup pintu, tapi langsung kutahan.

" Ayolah Hae, jebal aku sangat membutuhkan benda itu, " kataku sambil memohon padanya.

" Tapi Hyuk, aku sedang berhemat untuk membelikan persediaan, besok saja ne ? Aku akan membelikanmu besok. Papan tulis kecil seperti itu banyak sekali " jawabnya.

" Ayolah Hae, "

" Kau sangat membutuhkan benda itu ? "

" Ne Hae, "

" Ani ! "

" Tapi Hae ahhhh arasseo aku mengerti, kau bilang jika aku ingin kau menjadi milikku aku harus menuruti semua perintahmu, aku akan meminta temanku saja " jawabku tersenyum.

" Ah kau minta pada temanmu saja ne ? aku harus kembali beristirahat " kulangkahkan kakiku entah menuju kemana, ya mungkin mencari Siwon.

" Hhhh bagaimana cara memanggil namja itu ? " gumamku. Aku menghembuskan nafas berat. Kenapa begitu susah menjadikan Donghae milikku ? entah kemana kakiku menuju, kakiku terhenti disebuah taman yang banyak sekali bunga, sangat indah. Tanpa sadar aku tersenyum menatap bunga-bunga itu. Kududukkan diriku disebuah kursi panjang di taman ini.

" Hhhh Siwon-ah aku membutuhkanmu saat ini " gumamku kesal.

" Annyeong Hyuk-ah " sapa seorang namja disebelahku, siapa lagi jika bukan Choi Siwon.

" Hhh untunglah, aku membutuhkanmu saat ini, ehm dan kau pasti tau apa yang sekarang sedang kubutuhkan " ucapku.

" Ehm sebuah papan tulis kecil untuk menulis angka 1 sampai dengan 30 benar ? " tanyanya tersenyum.

" Hahaha benar sekali, aku membutuhkannya "

" Jika begitu akan kutemani kau membelinya "

Ia menggandeng tanganku entah menuju kemana,

" Apa kau masih memikirkan Donghae untuk mengatakan saranghae padamu ? " tanyanya tiba-tiba.

" Ehm~ tentu saja, aku takut jika aku gagal dan dikurung lagi di lukisan itu, lagipula aku sudah menyukai Donghae " jawabku.

" Ah begitu, tapi Hyuk kau sadar duniamu dengan Donghae sangat berbeda " balasnya sambil menatapku.

" Aku sadar itu Siwon-ah tapi apakah aku tidak boleh berharap ? " kataku sembari memaksakan tersenyum.

"Apa aku salah jika mencintai namja itu? Aku...Aku," tanpa kusadari air mata mulai menetes di pipiku.

"Hyuk-ah , kau tidak salah. Tapi kau harus sadar pada satu hal Hyuk. Keadaan tidak berpihak pada kalian,kalian berbeda Hyuk. Kau harus sadar itu," balasnya tanpa menoleh padaku.

" Aku sepenuhnya sadar itu Siwon-ah, aku hanya ingin dia jadi milikku, hanya itu saja, apa ..apa itu terlalu egois ? " tanyaku.

" Hyuk tak bisakah kau memandangku seperti kau memandang Donghae, ? Aku yang selalu ada disisimu Hyuk cobalah kau pandang aku seperti Donghae, sekali saja " aku tercengang mendengar kata-katanya.


Donghae POV

Aku yang sedari tadi menonton TV sembari memakan camilan merasa kesal, ya jelas saja ia menghilang tanpa ijin kepadaku, jika ia terkena sesuatu pasti aku yang bertanggung jawab.

CKLEK

Suara pintu dibuka membuyarkan fokusku kearah TV menuju sumber suara.

" Hyuk ! Hyuk-ah kemana saja kau ? " tanyaku, ia menggubrisnya dan kembali kekamarnya.

" Ada apa dengan namja itu ? kenapa hari ini ia tampak kesal, padahal beberapa hari sebelumnya ia ceria. Aneh " gumamku,

" Hhh pasti nanti dia akan kembali ceria lagi " kataku mengangkat bahu dan menuju dapur, untuk memasak mie instan. Ya memang hanya ini yang kubeli.

15 minute later

Kenapa aku jadi khawatir dengan namja ini ? Apa aku benar-benar tertarik dengan Eunhyuk ? aniya ! jauh lebih baik Jessica. Hhhh dengan segera aku menghampiri kamarnya, ck pantas saja ia tertidur begitu pulasnya. Aku melihat sekeliling kamar ini,pandanganku tertuju pada suatu benda yang tergantung di dinding dekat kasurnya.

" Ige mwoya ? "

TBC


Annyeong bertemu lagi dengan Hye Woo... :D. Untuk kemarin jeongmal goamawo yang udah mau review. Iya disini aku buat Eunhyuk suka susu stroberi, sebenernya dari awal aku buat ice cream tapi nggak jadi. Ini juga aku buat agak panjang,^^.Gimana KyuMin momentnya ? . Hhh sedikit curhat MV sexy free and single udah dirilis tapi kenapa biasa-biasa aja ya ? jadi sedih. Dah gitu baju-bajunya kayak Dont Dont ( menurut Hye Woo ). T_T. Dan juga mohon di review, Hye Woo pingin di chapter ini ada 25 review dari reader ^8^ #plak! Ditimpuk reader

Mohon di Review ya, komentar reader jadi semangat untuk buat chapter selanjutnya

Sekian dari author, Song Hye Woo ^V^