A Wolf and A Lamb
.
.
Disclaimer : All rights goes to Yamaha© and other company that made Vocaloid.
.
.
Summary : Shion Kaito merupakan seorang murid yang baru saja pindah ke salah satu sekolah di Tokyo. Walaupun baru 1 hari dia bersekolah di sekolah tersebut, tanpa sengaja, dia membuat seorang senior marah kepada nya dan menantang nya dalam sebuah permainan aneh yang dapat membuat jantung sang Shion menggila.
.
.
Warnings : Bisa ada typo, alur terlalu cepat, shounen-ai; bahkan bisa yaoi di kemudian hari, dan kurang menarik.
.
.
( Attention : Khusus di chapter ini, kita akan memasuki pikiran Sang Serigala atau Gakupo~! Hoyeee~! #gaje #shot. Three, two, one... ACTION! )
Time : Sunday morning, 06:24 a.m.
Cahaya matahari mulai memasuki area kamarku. Cahayanya mengenai kedua mataku yang masih terpejam. Secara otomatis, akupun langsung terbangun; mulai terduduk dari menguap. Lalu aku memalingkan kedua mataku kearah kiriku; kearah jam weker ku.
"Aaaahh. Masih jam 6 pagi. Tidur lagi aja 'lah," ujarku sambil mulai mengambil posisi untuk tidur lagi. Tapi naas... aku nggak bisa tidur lagi. Berubah posisi ke kiri nggak efektif; ke kanan sama saja.
"Cih. Padahal sekarang Minggu pagi, hari dimana seharusnya bangun siang. Benar-benar tidak seru..."
Ya akhirnya, aku terduduk kembali di tempat tidur ku yang tidak besar ini. Setelah mengumpulkan nyawa, diriku mulai berdiri dan stretching sejenak; lalu membuka gorden ungu jendela ku yang sekarang, setelah dibuka jendelanya, melambai-lambai tertiup angin.
Kamar ku 'sih tidak terlalu luas. Dari pintu masuk, hal yang ada dihadapan mu adalah sebuah jendela kecil, tempat tidur kecil disamping kanan pintu masuk, sebuah meja belajar dan rak buku disebelah kiri pintu, dan sebuah lemari baju di depan tempat tidur.
"...mandi dulu saja ah. Setelah itu bikin sarapan." Dengan segera, akupun mengambil handuk ungu di belakang pintu kamarku lalu mulai berjalan kearah kamar mandi.
06:46 a.m.
"Itadakimasu." Ya apa salahnya lah untuk memakan roti dengan mentega dan scramble egg. Minumannya juga segelas kopi cappuchino. Cukup lah untuk memulai kegiatan di pagi hari.
Dan seperti biasa... ruang makan sepi. Biasanya di jam seperti ini, keluarga akan berkumpul dan akan makan sarapan bersama, tapi tidak dengan keluargaku.
You see, ayahku bekerja sebagai salah satu tangan kanan CEO perusahaan mesin Jepang. Terkadang beliau jarang pulang karena sering keluar kota. Bisa juga dia keluar negeri dan baru bisa balik 6 hingga 8 hari kemudian. Dan sekarang beliau dipanggil ke Amerika untuk membantu membuat sebuah mesin Jet.
Sementara 'Ibuku' adalah seorang strip dancer di malam hari. Ya sebenarnya, Ibuku meninggal karena kecelakaan lalu lintas. Saat itu, almarhum sedang mengendarai mobilnya ketika tiba-tiba ada sebuah truk melintas dari arah kanannya saat lampu masih merah. Saat dilarikan ke rumah sakit terdekat, akhirnya almarhum meninggal saat di perjalanan.
Entah apa yang salah dengan Ayahku; menikahi 'Ibuku' yang sekarang sekitar 6 tahun yang lalu. Ok, saat ayahku dirumah, 'dia' dapat bersifat baik dan peduli dengan aku dan ayahku. Tapi ketika ayahku pergi, hampir setiap 2 malam sekali, dia akan membawa laki-laki lain kesini; dan terkadang laki-laki yang 'dia' bawa merupakan laki-laki yang beda dengan sebelumnya.
Hal yang seperti ini sudah sering terjadi. Mau mengatakan hal ini dengan ayah, tapi ayah selalu bilang kalau aku harus memberikan kesempatan lagi untuk'nya', dan dia aslinya orang yang baik. Yeah, right...
Jadi sekarang 'Ibuku' itu tertidur dan biasanya akan terbangun sekitar jam 2 atau jam 3 siang.
10:15 a.m.
Nonton TV 'nggak seru. Acaranya membosankan. Paling-paling tadi cuma nonton berita lalu tidur-tiduran lagi.
"Kemarin baru saja menyelesaikan PR, game yang baru aku beli juga sudah tuntas... Beli komik baru saja ah."
Yeah, as you can read, I'm an otaku*. Sungguh aneh bagi seorang Gakupo Kamui, salah satu murid SMA Voloidca yang ditakuti, menyukai baca manga bergenre shounen* dan humor. Ya maaf saja, I just ruined your insane fantasy about me.
. . . .
"Dompet siap, handphone fully charged, jaket ungu juga sudah terpakai, celana jeans check, sepatu warrior check, okeh let's go!"
Untuk pergi ke daerah Akibahara atau Harajuku, aku harus naik kereta dan turun di stasiun ke-2. Iya rumahku cukup jauh dari 'Surga Otaku', tapi setidaknya aku senang bisa tinggal disini.
"Mungkin habis beli komik, enaknya ke distrik Ikebukuro. Siapa tahu restoran kesukaan ku lagi diskon hari minggu. Khuhuhu..."
. . . .
"Perhatian. Stasiun Akihabara, stasiun Akihabara." Dengan langkah tegap sambil melewati keramaian, akupun lalu menuju ke toko manga * dan anime* langganan ku yang tidak jauh dari kawasan ramai Akihabara.
"Wogh! Naruto sudah ada volume baru?! Da-dan... oh my God! Fairy Tail juga sudah ada volume barunya! O-oh! Anime musim dingin juga sudah tersedia!" Sial, kalau disini sifat Deredere* ku muncul dengan elitnya.
"Oh Gakupo-kun. Ogenki desu ka?" sapa seorang pekerja disana. Dia memang sering melihatku berbelanja disini, dan akhirnya kami menjadi teman. Umur kami juga tidak beda jauh; aku 17 tahun, sementara dia 21 tahun. Dia juga sering memberitahu ku kalau ada manga atau anime baru disini.
"Baik 'kok. Oh iya, Cuticle Tantei Inaba* udah ada animenya?"
"Sudah 'kok. Baru saja mulai dijual sekitar 3 hari yang lalu."
"Sepertinya banyak sekali anime yang masih belum aku beli ataupun tonton..."
"Dan kabar bagus. BTOOOM!* juga sudah re-stock, baik manga dan animenya. Mau sekalian beli nggak?"
"...e-eh?! Yaaahh, dompetku nanti langsung kurus kering."
"Cepetan beli. Katanya yang mau beli BTOOOM! cukup banyak. Nanti kalau kamu datang minggu depan, kalau habis bagaimana?"
"...provokasimu berlebihan. Ya sudah, kubeli anime nya dan volume terbaru BTOOOM!."
"...dengan anime-anime yang kamu pegang sekarang? Kamu beneran bisa beli 6 anime sekaligus?"
"Sudah ah. Mumpung dompetku belum sekarat."
12:48 p.m.
Setelah beli manga, akupun lalu menuju ke Ikebukuro untuk makan di restoran setempat. Walaupun penuh dengan orang asing, dan bahkan ada yang bertanya kepadaku, aku paling suka ke distrik ini.
"Ini donburi nya. Silahkan menikmati."
"Terima kasih."
Setelah berdoa, akupun lalu makan.
Baiklah kalian mungkin berpikir, bagaimana seorang Gakupo Kamui yang dapat membuat kesal seseorang adalah orang yang cukup OOC begini ? Mari kita mulai...
-Tunanganku, Luka Megurine, saat aku berumur 12 tahun, ditembak mati oleh seorang pencuri di rumahnya sekitar 15 menit setelah aku main dari rumahnya.
-Ibuku kecelakaan saat aku berulang tahun ke-9.
-'Ibuku' yang sekarang cukup membenciku karena aku sering kali ingin melaporkan kelakuannya ke ayahku.
-Kehidupan ini sungguh membosankan. Rasanya seperti roda yang terus berputar, tanpa bannya bocor ataupun terkena benda tajam. Atau dengan kata lain, tidak ada yang menarik terjadi.
Kematiaan tunanganku dan ibuku sungguh sebuah pukulan yang besar. Akupun mulai membenci diriku sejak hari itu. Salahku apa ? Kenapa kedua orang yang aku sayangi, mati begitu saja ? Jika begini, apa ayahku akan mati ? Aku tidak mau itu terjadi. Aku tidak mau ada orang yang berteman denganku. Aku takut mereka akan mati jika didekatku. Menutup diri adalah satu-satunya jalan keluar. Hingga aku bertemu dengannya...
Bagaikan domba, terlihat lemah dan rapuh. Namun kata-katanya dapat membuat hati terasa terkena sebuah lemparan kecil kerikil yang banyak. Tantangan untuk menjinakkan sepertinya tidak mudah. Ini baru yang namanya 'sensasi'. Apa salahnya 'bermain' dengan anak baru ? Cukup menghibur jika melihatnya malu dan gemetaran. Rasanya ingin 'melahap'nya langsung.
Tapi karena itu aku harus berhati-hati...
15:57 p.m.
"Aku kembali."
"Ah kau sudah pulang, Bocah Ungu." Cih, 'dia' sudah bangun ternyata. "Darimana kau? Kenapa kau baru pulang?", dan lagi, gayanya seperti bersender di dinding dekat pintu ruang keluarga sambil menghisap rokoknya.
"...bukan urusanmu. Jadi, jangan bertanya." Aku hanya mengabaikannya. Buat apa aku menjawab pertanyaannya ? Toh kalau aku jawab, dia juga akan bingung sendiri.
"Oi Gakupo! Cepat turun dan bicara padaku!"
Akupun terhenti di tangga. Lalu aku hanya memalingkan wajahku dan berkata, "like I would. Try me..."
16:15 p.m.
"Yosh! Sebelum nonton anime baru, mending cek e-mail dulu saja."
. . . .
Sejak 3 hari yang lalu, aku berteman dengan seorang user yang bernama "AoYume17". Dia ternyata juga seorang otaku cowok yang tinggal di dekat kawasan Tokyo juga. Kami berteman baik, walaupun baru berkenalan 3 hari yang lalu.
Aku semakin penasaran. Siapa tahu minat kita berdua sama.
Sangat menyenangkan untuk chatting dengannya. Terkadang kita saling bercanda, terkadang juga kita saling memberitahukan info tentang anime baru. Sangat menyenangkan berteman dengannya. Lalu aku bertanya...
16: 28 p.m. PurpleKnight31
Ao-san, kamu bilang kamu tinggal di dekat Tokyo juga 'kan ?
16:30 p.m. AoYume17
Aku ? Hehe, iya. Jujur saja, aku ini baru pindah dari luar kota. Jadi aku belum terlalu mengenal kawasan Tokyo.
16:33 p.m. PurpleKnight31
Heh ? Ba-baru pindah ?! Wah, mungkin aku bisa mengajakmu jalan-jalan keliling Tokyo. Sekalian bisa bertemu secara nyata dirimu.
16:35 p.m. AoYume17
Wah, boleh tuh. Oh iya, Knight-san sekolahnya dimana ? Siapa tahu sekolah kita saling berdekatan.
16:42 p.m. PurpleKnight31
Ah maaf lama dibalasnya. Baru ambil keripik tadi.
Sekolah ? Ah aku di SMA Voloidca, dekat daerah Roppongi. Kamu ?
16:44 p.m. AoYume17
E-eh ?! Be-beneran ?!
16:45 p.m PurpleKnight31
Memangnya kenapa ? Kamu bersekolah didekat situ ?
16:47 p.m. AoYume17
...aku juga bersekolah disitu kak.
...HEH ?! WHUAAATTT ?! HAAAAHH ?! ADA OTAKU LAIN DISEKOLAH KU ?! WUOWOWOWO!
16:50 p.m. PurpleKnight31
Bohong ah~! Kalau begitu kamu kelas berapa ? Aku kelas XII-B.
16:52 p.m. AoYume17
Berarti Knight-san senior ku kalau begitu. Aku masih kelas XI kak.
16:54 p.m. PurpleKnight31
Kelas berapa ? XI-A, XI-B ? Nanti kakak samperin kalau ada waktu.
16:55 p.m. AoYume17
XI-C kak.
...XI-C ? Ini orang barusan menulis XI-C 'kan ? Itu bukannya... kelasnya Shion ?
16:57 p.m AoYume17
...kenapa kak ? Apa ada yang aneh ?
16:59 p.m PurpleKnight31
Ah tidak. Hanya saja aku punya teman di kelas itu. Namanya Kaito Shion. Kamu kenal dengannya ?
Cukup lama aku menunggu balasannya. Entah dia lagi mengambil air dulu atau dipanggil oleh orang tuanya sebentar. Lalu, sekitar 5-6 menit kemudian, dia membalas.
17:05 p.m. AoYume17
Aku, Kaito Shion kak. Memangnya kakak siapa ?
21:58 p.m.
Setelah makan malam, akupun lalu mulai tidur. Aku mulai mengingat chattingan tadi. Dia... Shion.
"AAHHHH! No, no, no, no, no! Aku... barusan chatting... dengan si Domba. K-kok bisa begini?!"
22:30 p.m.
Aku masih belum bisa tidur. Masih saja kepikiran dengan yang tadi. Aku tiba-tiba teringat dengan salah satu peraturan 'permainan' kita.
Apa aku... mulai 'jatuh' olehnya sekarang ?
Extra Stage : Completed.
Shounen - Manga untuk laki-laki berumur 10-18 tahun.
Manga - Istilah untuk komik Jepang.
Anime - Istilah untuk animasi Jepang.
Otaku - Istilah yang digunakan untuk mendesripsikan orang-orang yang suka anime atau manga.
Deredere - Istilah untuk orang yang terlalu memperlihatkan sifat aslinya a.k.a gaje.
Cuticle Tantei Inaba - Anime kocak tentang seorang detektif bernama Inaba yang ternyata setengah serigala. Anime ini dapat membuat author ngakak dan jatuh dari kursi.
BTOOOM! - Manga/anime yang berkisah tentang action survival. Sayang masih nonton episode 1.
Akihabara - Distrik yang menjual barang-barang elektronik.
Harajuku - Distrik dimana para otaku ataupun cosplayer ngeceng ( ? ).
Roppongi - Author lupa ini distrik apa #shot.
Ikebukuro - Distrik yang kebanyakan tempat belanja dan restoran. Cukup ramai dan banyak orang asing yang datang kesini.
Alert : Minna~ Aku butuh bantuannya~! Author lagi bingung untuk memberikan tema apa untuk chapter berikutnya. Tulis saja di review minna-san tentang tema yang cocok untuk chappie ( ? ) berikutnya. Boleh milih 2 'kok.
Pilihannya ada :
-Station,
-Tie ( Dasi ),
-Festival,
-Lolipop, dan
-Birthday,
Saya tunggu jawabannya hingga tanggal 11-12 Mei. ( _ _ )
Balasan Review.
vermiehans : Oke sip! Love Triangle 'ya ? Bisa diatur... Khehehe~ #gajekambuh #plaakk. Kaito mulai 'jatuh' oleh Gakupo, jadinya dia sedih deh. Ohoho~ Untuk mencegah Len menjadi uke sang Seme Mesum #authordilempar, Kaito lah yang author jadikan tumbal ( ? ) #shot. Kalau tentang Kaito Gakuen Monogatari , mohon tunggu ya. Mungkin minggu depan akan saya update. ^^
Chalice07 : Kisu masih nanti #nanti-nantimulu. Biar lebih tidak beruntung Gakupo jadinya pocky game terhenti. #author-dibekep-pake-sabun. Gakupo malu...? Bisa jadi... #hoi-author-sendiri-nggak-tahu. Iya, nanti Len bisa jadi saingan Gakupo. #ini-spoiler-lagi-loh #shot. Kaito memang unyu, cocok jadi uke~! (~*o*)~ Dan raping nanti #eh-jadi-ada-rape. Tunggu saja tanggal mainnya ( ? ) #plaakk.
tail-dei-dei-mon : A Wolf and A Lamb memang aslinya kejar-mengejar-dikejar ( ? ). Tapi itulah yang mengilhami ( ? ) saya untuk membuat fic ini.
Hikari Shourai : Saya lagi demam Pocky Game sejak beberapa hari yang lalu. Ngiler mulu kalau melihat BL couple pocky game *Q*. Gakupo bukan malu, dia hanya tidak berani... #dilempar-ke-laut.
Yuzumi Suzu'o : Yosh~! Saya senang kalau kalian suka cerita ini~ ^^
NaHaZa : ...sepertinya di chapter 2 pada mau Kaito langsung di rape ya. ._. FujoDanshi memang hebat kalau mengenai imajinasi tanpa batas #kamu-sendiri-fujo-hoi. Dan Seme Len... bisa dicoba #author-ditabrak-gerobak-es-krim. Dan sepertinya pada mau langsung rate M ya... ._. Yo wes, nasib. *V*
See you all in the next chapter~!
