Luv In Skool

By Bulletproof Redrose

Main Cast : Jeon Jungkook

Kim Taehyung

Other Cast : Park Jimin

Jung Hoseok (J-Hope)

Min Yoongi (Suga)

Kim Namjoon (Rap Monster)

Genre : School Life, Romance, GS

Rated : T

Disclaimer : member BTS milik keluarga, Tuhan dan Big Hit.

Summary : Jungkook yang ketiban sial untuk menajadi kekasih seorang preman sekolahnya yang tampan dan kaya. Apakah jadinya seorang Jeon Jungkook berpacaran dengan orang tersebut? Mari kita baca...!

Chapter 4

Di sebuah kamar yang tak terlalu besar dan mewah tetapi memiliki kesan yang nyaman dengan perpaduan warna biru laut, seorang yeoja tampak sedang mengobrak-abrik sebuah lemari pakaian. Ya dia Jeon Jungkook, yeoja manis yang tengah bersiap diri untuk pergi ke arena balapan dengan orang yang menjadi kekasihnya walaupun karena keterpaksaan. Dia memilih pakaian yang cocok untuk dipakainya malam ini.

"Aku harus pakai yang mana?" tanyanya pada diri sendiri yang sedang memegang dress berwarna hijau dan biru, ya memang terlalu berlebihan bagi seseorang yang akan pergi menonton balapan menggunakan gaun, "Ayolah Jeon Jungkook kau hanya menemani preman bodoh itu astaga" pikir Jungkook, lantas dia mengembalikan gaunnya kedalam lemari semula kemudian dia berbaring di ranjangnya. Dia melihat jam yang terletak di nakasnya,

"Huh, baru jam 5. Tidur dulu saja kalau begitu, masalah baju nant saja lah. Toh Cuma mau pergi nonton balapan, bukan mau kencan." Kemudian Jungkook membaringkan dirinya di kasur empuknya dan mulai terlelap.

.

.

.

.

Di lain tempat, serang namja yang kita ketahui sebagai Kim Taehyung sedang bersiap-siap untuk menuju rumah kekasih manisnya. Tiba-tiba dia berpapasan dengan ayahnya yang baru pulang dari kantornya.

"Kim Taehyung, kau mau pergi kemana? Sudah malam." Kata ayahnya. Taehyung hanya diam tak menanggapinya, lantas dia mengambil jaket dan helmnya, lalu meninggalkan ayahnya tanpa berkata apapun. Dan menuju motornya yang sudah lama tak dipakai. Dia menyalakan mesin motornya dan melesat pergi meninggalkan ayahnya yang masih terdiam di ambang pintu.

"Maafkan ayah, Taehyung-ah." Ayah Taehyung masuk kedalam rumahnya dan meratapi kesalahannya selama ini.

.

.

.

.

Ting Tong

Suara bel di rumah Jungkook memekakantelinga eomma Jungkook sehingga dia segera menujunya.

"Iya, tunggu sebentar," ucap eomma Jungkook. Kemudian dia membuka pintu dan terkejut melihat siapa yang bertamu kerumahnya.

"Annyeong, ahjumma. Jungkooknya ada?" Tanya orang tersebut yang diketahui seorang namja.

"Jungkook ada, dia masih tidur. Biasa dia memang seperti itu kalau sehabis pulang sekolah, langsung tidur. Silahkan masuk nak-"

"Taehyung. Kim Taehyung." Taehyung mengenalkan dirinya.

"Oh, jadi kau yang bernama Taehyung itu?" Tanya eomma Jungkook dengan menajamkan matanya. Taehyung pun jadi takut kepadanya. Dia menundukan kepalanya sebentar dan langsung menatap eomma Jungkook.

"Iya, ahjumma. Kenapa ya?" Taehyung dengan polosnya serta dengan rasa takutnya bertanya kepada eomma Jungkook.

"Ternyata kau ini sangat tampan, putriku memang pintar. Mari masuk" eomma Jungkook pun menarik Taehyung untuk masuk kedalam rumahnya.

"Kau mau minum apa sayang?" Tanya eomma Jungkook kepada Taehyung.

"Tidak usah ahjumma saya Cuma sebentar,"

"Beneran? Ya sudah biar ahjumma panggilkan Jungkook dulu." Eomma Jungkook meninggalkan Taehyung diruang tamu, menuju kekamar putrinya.

.

.

Cklek

Eomma Jungkook memasuki kamar Jungkook dan menuju ranjang, membangunkannya.

"Kookie-ya, bangun sayang, ada yang mencarimu, hey bangun." Eomma Jungkook menepuk pipi putrinya, namun Jungkook hanya bergeming, mengubah posisi tidurnya, membelakangi eommanya.

"Jeon Jungkook, ini sudah malam. Kau tak mandi dan makan?"

Jungkook menggeliat, "Sekarang jam berapa memangnya, eomma?" Tanya Jungkook yang masih memejamkan matanya. Dan memeluk orang kesayangannya tersebut.

"Hey, bangun. Sekarang sudah jam 7 lebih sayang." Eomma Jungkook berkata demikian lantas Jungkook membuka matanya dan menjauhkan diri dari pelukan eommanya.

"Apa? Kenapa eomma tidak membangunkanku?"

"Eomma sudah membangunkanmu dan ada Taehyung." Jungkook tak mendengarkan ucapan eommanya. Dan eomma Jungkook hanya menggelengkan kepalanya.

Jungkook pun pergi keluar kamarnya menuju kamar mandi di luar kamarnya, karena kamar mandi di kamar Jungkook sedang bermasalah. Jungkook menyambar handuknya dan bergegas menuju kamar mandi disebelah dapur, Jungkook tak menyadari seseorang yang memperhatikannya ketika dia berlari menuju kamar mandi, orang itu hanya tersenyum melihat kelakuan Jungkook.

Akhirnya Jungkook sudah selesai mandi, dan berjalan menuju kamarnya, saat sedang melewati ruang tamu dia mendengar eommanya sedang berbicara dengan seseorang. Jungkook melewati ruang tamu dan melihat Taehyung yang sedang mengobrol dengan eommanya. Lantas Jungkook berteriak, "Yakkkkkkk" dia hanya menggunakan handuknya yang menutupi bagian atas dan bawahnya saja, kemudian dia berlari menuju kamarnya, tanpa menghiraukan kadua orang itu yang sedang mentertawakannya. Jungkook pun menutup pintu dan menguncinya.

"Astaga, apa dia melihatku seperti ini. Ya Tuhan. Gawat, bener-bener gawat. Bisa-bisanya dia sudah disana, jangan-jangan dia sudah berada disana sejak aku mau mandi." Jungkook parno, dia mondar-mandir tidak jelas.

"Kookie, sayang. Cepat keluar. Taehyung sudah menunggumu dari tadi, kau tak ingin menemuinya?" eommanya menyadarkannya.

"Iya, eomma. Tunggu sebentar lagi." Jungkook pun mengambil asal pakaiannya, dan mengenakan make up seadanya. Kemudian dia bergegas menuju ruang tamu. Dia melihat Taehyung yang sedang berkutat dengan ponselnya, kemudian Jungkook berdiri didepan Taehyung, "Ayo, berangkat." Ajak Jungkook, kemudian Taehyung mendongakan kepalanya melihat Jungkook. Betapa terkejutnya ketika Taehyung melihat Jungkook sekarang, bagaimana tidak, dia hanya mengenakan kaos lengan pendek ,celana panjang dan sneakersnya. Ditangannya terdapat sebuah jaket yang akan digunakannya nanti. Tetapi yang membuat Taehyung terkejut adalah, wajah manis Jungkook yang dipoles make up tipis juga rambutnya yang digerai indah sepunggungnya.

"Kenapa? Ada yang salah?" Jungkook bertanya dan melihat dirinya dari ujung kaki sampai kerambutnya.

"Tidak, hanya saja kau cantik seperti itu, mulai sekarang kau harus melepas ikat rambutmu." Ucap Taehyung seenaknya kemudian berdiri.

"Eomma, kami pergi dulu." Jungkook berpamitan dengan eommanya yang sedang diruang kerjanya didekat ruang tamu.

"Hati-hati dijalan, sayang. Taehyung-ah. Titip putriku, jangan sampai dia terluk." Eomma Jungkook mewanti-wanti Taehyung.

"Baiklah ahjumma. Aku akan menjaga Juungkook. Kalau begitu kami pergi dulu. Annyeong." Kemudian mereka berjalan keluar rumah. Sampai diteras rumah, Jungkook berhenti, "Itu motormu?" Tanya Jungkook kepada Taehyung.

"Tentu saja, ayo cepat naik. Sebentar lagi akan dimulai. Kau ini lambat." Taehyung menarik tangan Jungkook untuk menaiki motornya. Taehyung menyalakan mesin motor kemudian Jungkook naik, memakai jaketnya dan helm.

"Ayo, sudah." Tiba-tiba tangan Taehyung menarik tangan Jungkook untuk berpegangan kepada pinggangnya, "Kau akan jatuh kalau tidak berpegangan." Kemudian Taehyung melajukan motornya.

"Tae," Jungkook membuka percakapan. Tangannya masih memeluk pinggang Taehyung.

"Hmm." Taehyung hanya bergumam.

"Sejak kapan kau dirumahku tadi?" Jungkook pun mengeluarkan pertanyaan yang sejak tadi masih penasaran.

"Sejak kau belum bangun, berlarian kekamar mandi dan kau selesai mandi." Taehyung menjawabnya sambil tersenyum walaupun Jungkook tak dapat melihat senyum tampannya.

"Benarkah? Kau bohong kan?" Jungkok tak mempercayai ucapan Taehyung.

"Kalau kau tak percaya, kau bisa bertanya dengan eommamu." Jungkook terdiam tak berniat melanjutkan percakapannya. Dia merasa malu, tanpa sadar dia menenggelamkan wajahnya pada punggung Taehyung.

.

.

.

.

.

Akhirnya mereka sampai pada arena balapan, Taehyung menghentikan motornya, Jungkook pun turun dari motor dan melepaskan helmnya. Jungkook hanya cemberut, tak nyaman dengan situasi ini. Karena disini banyak yeoja-yeoja yang berpakaian minim.

"Jangan, cemberut begitu. Jelek tau." Taehyung mengatakannya setelah melepaskan helmnya. Jungkook hanya diam tak menanggapinya, dia tak mau menatap Taehyung. Kemudian seseorang datiang.

"Hey, V. Kau sudah siap, mereka semua sudah diarena. Cepatlah bersiap sebentar lagi akan dimulai. Oh hai, Jungkook. Kau ikut juga." Kata orang itu yang ternyata adalah Hoseok.

"Ah, iya. Dia yang menyeretku kesini." Jungkook melirik Taehyung yang sedang bersiap-siap.

"Aku tak menyeretmu, dan aku meminta baik-baik padamu. Hope, kapan dimulai?" Tanya Taehyung kepada Hoseok yang akrab dipanggilnya J-Hope itu.

"Sekitar 10 menit lagi. Cepatlah, biar aku yang menjaga Jungkook." Ucap Hoseok kemudian.

"Baiklah, jaga dia jangan sampai terluka atau kenapa-napa. Kau kelinci jelek, tunggu disini dengannya. Jangan kemana-mana. Aku akan segera kembali." Taehyung mempercayakan Jungkook pada Hoseok dan meminta Jungkook untuk tetap disana menontonnya. Tiba-tiba dia mengelus kepala Jungkook dan mengecup keningnya. Kemudian dia pergi meninggalkan mereka berdua menuj arena. Jungkook masih terpaku akan apa yang baru saja terjadi.

Taehyung memposisikan diri disamping seseoran yang akan menjadi tandingannya kali ini, yah sebenarya tidak hanya dirinya dan pemuda itu, Park Chanyeol. tetapi dia merasa bahwa hanya pemuda itu yang akan menjadi lawannya. Pertandingan pun akan segera dimulai, seorang wanita yang memegang bendera pun maju ke tengah dan berbalik kemudian menjatuhkan benderanya tanda dimulainya, lantas Taehyung menancapkan gasnya melaju meninggalkan yang lainnya.

Sekarang hanya dirinya yang didepan, kemudian seseorang mengimbangi laju motornya. Park Chanyeol. Dia mencoba segala cara untuk memenangkan perlombaan kali ini, awalnya dia hanya menyenggolkan motornya kepada motor Taehyung, tapi lama kelamaan dia menjadi sangat berbahaya. Taehyung hamper saja jatuh karena dorongan dari kaki Chanyeol kepada motornya, untung dia masih bisa menjaga keseimbangan. Jungkook yang melihat itu dari jauh pun menjadi khawatir. Dia berdoa agar tidak terjadi apa-apa kepada Taehyung.

Taehyung yang tertinggal beberapa meter dibelakang Chanyeol pun mencoba mengejar kembali. Sampai akhirnya dia bisa mengimbangi Chanyeol. Didepan sana garis finish sudah terpampang dengan jelas, Taehyung menambah kecepatannya, seperti kesetanan. Meninggalkan Chanyeol yang tertinggal dibelakangnya. Saat melewati garis finish dia menghentikan laju motornya, kemudian dia tersenyum melepaskan helmnya. Jungkook pun mendekati Taehyung sambil berlari kecil. Sampai didepan Taehyung, dia memukul lengan Taehyung.

"Kau ini, membuatku jantungan saja. Bukannya sudah pernah kukatakan kalau Park Chanyeol itu berbahaya, kau lihat sendiri kan?" Jungkook hampir menangis. Taehyung turun dari motornya dan memeluk Jungkook. Mengusap punggungnya pelahan.

"Sudahlah, lagian aku tak apa-apa. " Taehyung melepaskan pelukannya, dan melihat wajah Jungkook yang memerah.

"Tidak apa apanya, kau hampir saja kecelakaan begitu kau bilang tidak apa." Jungkook tetap marah-marah. Hoseok datang dengan senyuman lebarnya.

"Oy, selamat, V. Kau berhasil mengalahkannya. Astaga, bagaimana bisa." Hoseok menepuk pundak Taehyung.

"Tentu saja, tidak ada yang tidak mungkin didunia ini." Taehyung berkata demikian, kemudian datanglah namja dan yeoja ketempat mereka berada.

"Selamat, Tuan Kim." Dia Park Chanyeol. Taehyung pun membalikan badannya menghadap Chanyeol dan betapa terkejutnya dia melihat orang disamping Chanyeol itu. Dia hanya diam tak berkutik ditempatnya.

"Annyeong, Kim Taehyung sayang." Kata yeoja itu sambil tersenyum.

TBC

Annyeong, jumpa lagi dengan saya. Chap 4 update nih, gimana? Makin gaje? Disini saya sudah mengganti kata oppa lagi dengan panggilan biasa, karena saya kurang sreg aja.

Terima kasih yang udah mau review, maaf nggak bisa bales satu2. Kalian apa banget yang udah mau ngereview cerita ini, :* :* Jangan behenti review ya gaess.. satu review dari kalian sangat berarti bagiku.

Gomawooo..

Love

ARMY