Yesung mengeluarkan smirk yang langsung membuat Ryeowook merinding. Yesung berjalan mendekat dan membisikkan sesuatu di telinga Ryeowook. "Tunggu saat adegan itu, Ryeowookie sayang~"
Sumpah demi apa, Ryeowook langsung jatuh mengingat hal enam tahun yang lalu. "Kau kejam, Kim Yesung." Ryeowook menundukkan kepalanya takut.
Semua orang memandang aneh kearah Yesung, 'Apa yang ia lakukan?' seperti ini yang orang-orang pikir terhadapnya. Akhirnya Yesung menghela nafas, dan membungkuk didepan Ryeowook. 'kenapa dia bisa takut terhadap itu sih?' batin Yesung.
"Tenang saja, Ryeowook-sshi. Aku tidak akan melakukannya. Namun naskah yang akan membuatnya. Tunggu saja." Bisik Yesung kemudian merangkul Ryeowook. "Kalau begitu, ayo kita istirahat dulu. Aku sudah lapar."
Buk! Ryeowook memukul perut Yesung kasar. "Dasar mesum!" Ryeowook berlari pergi meninggalkan mereka sejuta pertanyaan.
I Got A Boy
Author: Park Hyesung
Pairing: YeWook
Genre: Romance
Rate: T
Summary:
Warning: YAOI, Typo(s), EYD tidak terlalu sesuai
Disclaimer: Author hanya meminjam nama mereka untuk kepentingan cerita. Tak suka dengan pairing ini? Tinggal keluar dari halaman ini kok ^^
"Ryeowook pabbo! Cepat keluar dari kamar! Aku tahu kau tidak tidur!" pagi-pagi seperti ini Heechul sudah marah-marah tidak jelas di depan pintu kamar Ryeowook.
Semalaman Ryeowook mengurung diri di kamarnya yang juga kamar Kibum. Sampai-sampai Kibum tidur diruang tamu. Tidak jelas kenapa ia mengurung diri. Entah karena bosan mendengar ocehan member tentang dirinya dan Yesung saat syuting kemarin atau dia sedang lelah karena syuting kemarin?
"Apa sih? Berisik tahu hyung jelek! Aku ngantuk! Aku mau bolos pokoknya!" ujar Ryeowook berteriak dan tidak mau bangun dari tidur cantiknya. Ia menutup wajahnya dengan selimut.
"Cepat keluar! Aku juga mau ambil peralatan sekolah, hyung pabbo! Aku juga ingin protes!" balas Kibum dari luar. Leeteuk mengetuk pintu kasar, "Keluar! Aku ingin berbicara denganmu, Kim Ryeowook!"
Ryeowook membuang selimut dengan kasar, "Aku mengantuk! Kalian tidak tahu apa aku syuting sampai jam dua belas malam? Belum lagi aku mengerjakan PR satu jam. Dan kalian semalam terus mengoceh tentang hubunganku dengan Yesung pabbo itu! Aku baru tidur lima jam hari ini! Tidak bisakah kalian memberikanku waktu untuk tidur dengan tenang?" jelas Ryeowook panjang lebar.
"Aku tidak peduli! Cepat kau keluar! Kau belum lihat Koran pagikan?" kali ini yang menjawab sang raja aegyo, Sungmin.
Dengan kekesalan luar biasa, Ryeowook turun dari tempat tidurnya dan berjalan ke pintu. Dan, Brak! Bahkan pintu yang terbukapun jadi korbannya.
Dengan cepat Kibum menyelinap masuk untuk mengambil tas sekolahnya sedangkan Sungmin melempar Koran ke wajah Ryeowook. "What? Kenapa kau melemparkan aku ini?" Tanya Ryeowook bingung.
"Lihat berita utamanya!" ujar Heechul galak. Dengan cepat Ryeowook melihat berita utama, jika tidak Heechul bisa mencincangnya hidup-hidup. Mata Ryeowook terbelalak kaget dan menelan saliva takut.
'FOTO YESUNG SUPER JUNIOR DAN RYEOWOOK BOYS GENERATION BERCIUMAN DI BIS!"
'Oh shit, mati aku!' batin Ryeowook frustasi. "Sudah tahu apa salahmu, Ryeowook? bahkan ada saksi yang bilang kau menciumnya terlebih dahulu." Ujar Leeteuk lembut namun penuh penekanan.
"Kenapa kau melakukan itu, Kim Ryeowook? apa kau cari mati?" Heechul merilekskan jari-jarinya. Ryeowook mundur perlahan-lahan, "Bu-bukan kok." Sangkalnya. Namun karena Kibum dibelakangnya, Kibum segera memegang kedua tangan Ryeowook.
"Kau harus tanggung jawab, Wookie." Eunhyuk mengeluarkan smirknya. "Benar, hyung. Aku tidak rela ciuman pertama Yesung diambil kau." Bisik Kibum dingin.
"Eh? Ciuman pertama?" kata Ryeowook polos. "Kau kira aku mau ciuman dengan dia? Ciuman pertamaku juga sudah diambil olehnya!" lanjutnya cepat.
"Tidak ada alasan! Kau yang menciumnya pertama kali bukan? Awas kau, Kim Ryeowook!"
"Hyung, kenapa kau senyum-senyum sendiri sih? Jarang-jarang aku melihatnya." Tanya Kyuhyun heran melihat ekspresi aneh Yesung saat sarapan pagi ini. Yesung segera sadar dari lamunannya dan segera memakan makanannya.
"Kau sudah gila, hyung." Komentar Kangin. "Kurasa juga begitu." Sahut Hankyung meminum jus jeruknya. "Kurasa dia tidak gila."
"Apa maksudmu, Hae?" Tanya Siwon heran. "Belum lihat Koran pagi yah?" Donghae dengan isengnya menggelantungkan Koran pagi dengan tangannya. "Belum. Sini aku mau lihat." Kyuhyun mengambil Koran tersebut dan langsung tertawa.
"ada apa kyu?" yang lainnya jadi ikut penasaran dan melihat Koran kecuali Yesung yang memiliki perasaan tidak enak dalam hatinya. "Pantesan Yesung hyung senyum-senyum sendiri. Oalah ternyata kemarin habis dicium Ryeowook toh."
Sret!
Yesung dengan kecepatan kilat mengambil Koran tersebut. Dan melihat berita utamanya. Tanpa berpikir panjang ia langsung merobek Koran dan membuangnya ke tong sampah.
"Aish, aku jadi badmood ke sekolah!" Yesung meninggalkan meja makan dan berjalan kearah kamarnya. "Yesung hyung! Kau harus masuk! Bukankah hari ini ada syuting?"
"Masa bodohlah, Kangin. Aku lelah karena kemarin!" Yesung mengunci pintu kamarnya setelah masuk kedalam dan membaringkan tubuhnya di ranjang single miliknya. Menenggelamkan wajahnya yang putih mulus itu di bantalnya.
"Aish, gara-gara kejadian itu…" gumam Yesung kalut. Sebenarnya dia juga senang di-kisseu oleh Ryeowook tapi… mengingat ia seorang musuh Ryeowook hatinya jadi bimbang.
"Huweee, salahku memang seperti itu tapi kenapa jadi begini? Perasaan apa ini?" Yesung berguling-guling tidak jelas di atas tempat tidur. "tapi salah dia juga kan memanggilku seperti itu?" tubuhnya berhenti, dan mulutnya bermonolog sendiri.
"Aish, kenapa aku jadi memikirkannya seperti ini?" Yesung mengacak rambutnya frustasi. "Oh, ya. Hari ini ada syutingkan? Apa aku masuk saja ya? Tapi capek~ kemarin sampai tengah malam begitu. Mending tidur lagi aja~"
"Wookie, cepat keluar! Kau tidak ingat kalau ada jadwal syuting?" ucap Ji Hoon, sang manager BG di depan kamar Ryeowook.
"Masa bodoh! Hiks… sudah kubilang aku tak akan keluar! Mereka kejam, huweee!" Ryeowook menangis kencang meratapi boneka jerapah pemberian fans-nya yang telah rusak.
Sebenarnya bukan rusak tapi seperti dimutilasi. Para member Boys Generation tahu kalau Ryeowook sangat menyayangi boneka jerapah, apalagi kalau pemberian fans. Dan mereka sebagai pembalasan dendam atas tadi pagi, mereka memutilasi para boneka jerapah itu didepan mata Ryeowook.
"Wookie, setidaknya kau keluar. Kau belum sarapan daritadi pagi. Sekarang saja sudah jam dua belas siang. Apa kau tidak lapar? Nanti kalau sakit, siapa yang susah?" Tanya Ji Hoon lembut.
"Aku tidak peduli! Huwee~" Ryeowook tetap saja menangis. Sang manager hanya pasrah. Ryeowook memang keras kepala. "Sudah kubilang kepada member BG jangan terlalu cemburu, malah mereka begituin Ryeowook. mereka sama saja seperti sasaeng fans." Gumam Ji Hoon sambil memijit kening sendiri.
"Wookie, hyung pergi dulu ya? Kalau ada apa-apa telepon hyung saja." Pesan Ji Hoon sebelum meninggalkan dorm walaupun Ryeowook tak menjawabnya.
Beebrapa saat kemudian, Ryeowook mulai bisa mengendalikan tangisannya. Matanya menatap jendela. Awan mendung sudah mulai menghiasi langit yang tadinya cerah. "Hujan…"
Ryeowook sejak kecil menyukai hujan. Dia begitu senang melihat hujan karena menurutnya jika hujan turun, berarti dia mempunyai teman untuk bersedih karena langit juga ikut menangis.
"Aku ingin pergi kelantai atas!" Ryeowook menghapus air matanya dan berlari keluar dorm. Childish? Memang Ryeowook childish tapi Ryeowook tetaplah Ryeowook. Ia bertingkah seperti anak kecil karena memang pikirannya seperti anak kecil.
Beberapa waktu kemudian, Ryeowook sampai di atas dorm. Karena dormnya seperti apartemen, otomatis diatas ada kolam renang yang sangat luas. Disisi kolam renang terdapat tempat duduk juga payung yang selalu menutupi panas matahari.
"Lebih baik aku menunggu hujan di sana saja." Ryeowook beranjak duduk ditempat duduk santai panjang itu. *tahu kan yang biasanya bule buat berjemur itu loh ._.*
Tanpa disadarinya (atau memang dia bodoh), Yesung keluar dari kolam renang membuatnya terkejut bukan main. "Omo! Ya! Jangan membuatku terkejut seperti itu!" bentak Ryeowook sambil mengelus dada.
Yesung menoleh keasal suara, 'Aish, ketemu si adik manis ini lagi.' Yesung keluar dari kolam renang mengingat langit yang sudah mendung tersebut.
Harus Ryeowook akui kalau matanya tak bisa beralih dari tubuh Yesung yang atletis itu. "Cih, adik manis sepertimu itu jangan melihat tubuhku. Aku bukan pedofil." Dengan kasarnya Yesung mengatakan hal seperti itu. Dia menutup tubuhnya dengan baju handuk yang sudah ia bawa dari kamar.
"Mwo?" Ryeowook tertohok. "Kau ini, berani mengaku ahjussi eoh?" Ryeowook mengeluarkan smirknya. "Hah? Bukan mengaku tapi hanya tidak menyukai anak kecil sepertimu itu." Balas Yesung mengejek.
Yesung menghampiri Ryeowook, "Sedang apa kau disini? Sudah mau hujan pula. Nanti anak kecil sepertimu akan sakit." Ryeowook menggertakan giginya, "Walaupun aku anak kecil itu lebih baik. Daripada kau? Sungie baby~"
Deg!
Jantung Yesung seperti akan berhenti mendengar kata-kata itu keluar dengan polosnya dari mulut mungil Ryeowook. "Eh, anak kecil. Jangan pernah memanggilku seperti itu lagi! Belum kapok apa yang kulakukan enam tahun yang lalu karena kau memanggilku seperti itu?"
"Cih, karena aku ingin balas dendam makanya aku ingin berkata begitu, Sungie baby~" goda Ryeowook acuh tak acuh.
Dengan sekali tarikan, Yesung menarik kerah baju Ryeowook. "Aku tak main-main, Kim Ryeowook. apa kau mau bertemu dengan boneka itu lagi eoh?" kata Yesung penuh penekanan dan begitu dingin.
Ryeowook menelan salivanya takut. Setelah enam tahun yang lalu ia tidak pernah melihat tatapan tajam itu. "Memangnya aku takut?"
Hening…
Suara hujan pun mulai turun membuat suara dalam keheningan itu. "kuingatkan sekali lagi, jangan pernah memanggilku seperti itu!" tubuh Ryeowook ia hembaskan hingga terjatuh ketempat duduk.
"Ya! Kenapa kau sangat membenci panggilan sayang dari appa-mu sendiri?!" teriak Ryeowook sebelum Yesung menghilang dari pintu. Yesung berbalik menatap Ryeowook dengan mata bulan sabitnya.
Perlahan namja bersuara emas itu kembali kehadapan Ryeowook. "kau masih berani bertanya?" ujarnya tajam.
"jika aku tidak berani, mengapa aku berani memanggilmu hah?"
"Kau berani sekali, Kim Ryeowook." amarah yang sudah meluap membuat Yesung kehilangan akal untuk mendorong Ryeowook hingga jatuh masuk dalam air kolam renang yang sudah bercampur dengan air hujan. "Setidaknya memberimu sedikit pelajaran boleh bukan?" Yesung berjalan menjauhi kolam renang.
"Ya! Yesung pabbo! Aku tidak bisa berenang!" teriak Ryeowook yang hampir tenggelam dalam kumpulan air itu.
Bagai petir yang menyambar, jantung Yesung hampir copot mendengar itu. Dia benar-benar lupa kalau Ryeowook tidak bisa berenang!
"Kenapa adik manis sepertimu menyusahkanku sih?!" Yesung langsung melepaskan baju handuknya dan nyebur kedalam kolam renang. Dia masih bisa berfikir kalau baju handuk itu bisa dipakai untuk menghangatkan tubuhnya nanti.
Dalam beberapa menit, Ryeowook dapat diselamatkan dari dalam sana. Walau sedikit susah karena Ryeowook terlanjur pingsan dalam kolam. Yesung membawanya ketempat duduk tadi yang sudah ia lebarkan payung untuk setidaknya melindungi mereka.
Namja bernama asli Kim Jongwoon itu membaringkannya perlahan dan mengecek nafasnya. "Aish, kalau seperti ini terus, bisa-bisa aku…" daripada Ryeowook kenapa-kenapa, Yesung akhirnya memberikan nafas buatannya pada Ryeowook.
Sesekali ia menekan-nekan dada Ryeowook untuk mengeluarkan air yang tadi ditelan Ryeowook. "Cepat bangun, Kim Ryeowook. jangan buat aku cemas seperti ini!" gumam Yesung khawatir.
"Uhuk!" Ryeowook terbangun dan memuntahkan air yang ia telan dan kelopak matanya terbuka perlahan. "Ya, gwaenchanayo?" Tanya Yesung khawatir menyelimuti tubuh mungil yang menggigil kedinginan itu dengan baju handuknya.
"Hyu-hyung~" lirihnya lemah, matanya berubah sayu dan sesekali ia bersin karena kedinginan. "Sudah kubilang jangan membuatku emosi! Hatchi!" Yesung jadi ikut bersin karena tubuh bagian atasnya tidak terlindungi sehelai kain pun.
Ryeowook merasa bersalah. Dengan tangan yang gemetar ia menyelimuti tubuh Yesung dengan baju handuk tersebut dan ia duduk dipangkuan Yesung. "Kalau begini lebih baik bukan?"
Yesung hanya tersenyum tipis mendengar pertanyaan polos Ryeowook. Tangannya memeluk pinggang ramping milik Ryeowook, kepala besarnya yang tertutupi oleh surai hitam ia taruh diatas bahu Ryeowook.
"Bilang saja kau ingin kupeluk, adik manis~" kata Yesung tepat ditelinga Ryeowook. Wajah Ryeowook sontak memerah. Tubuh Yesung yang polos mendekapnya erat. Ia dapat merasakan kehangatan dalam dekapan itu.
"Hyung…"
"Ada apa, adik manis?" Tanya Yesung sedikit menggigil dan mengeratkan baju handuk tersebut. Hujan malah semakin deras menuruni permukaan bumi.
"Kenapa kau membenci panggilan 'Sungie baby'? kurasa itu cocok untukmu." Tanya Ryeowook takut-takut. Kalau dia dilempar lagi ke kolam renang bagaimana?
Yesung terdiam, memikirkan rangkaian kata yang bagus untuk ia lontarkan nanti. "Begini Wookie. Pertama, aku tidak suka kau melihat ponselku saat waktu kita traning dulu-"
"Tapi aku melihatnya tanpa sengaja karena ada pesan masuk dari appa-mu, hyung." Potong Ryeowook cepat dengan mata yang mengerjap polos. Yesung menghela nafas, kenapa kau begitu polos, Wookie?
"Kedua, pesan dari appa-ku waktu itu adalah beliau ingin meminta-ku datang ke pernikahannya dengan wanita lain." Ujar Yesung datar. Mata caramel Ryeowook melebar mendengarnya, "Apa maksudmu, hyung?"
"Beliau sudah bercerai dengan umma-ku semenjak aku berumur sebelas tahun, tepat saat aku pertama kali masuk training. Awalnya, umma tak membicarakan ini padaku. Saat appa-ku mengirim pesan seperti itu, segera aku hubungi umma untuk bertanya. Apa kurang jelas?" jelas Yesung panjang lebar.
"Satu lagi, hyung membenci appa hyung juga panggilan dari appa hyung karena kejadian itu?" Tanya Ryeowook innocent. Yesung gemas sendiri menatap Ryeowook. Yesung malas menjawab jadi hanya mengangguk samar.
"lalu kenapa hyung senang sekali memanggilku dengan 'Adik manis'?" sekali lagi, dengan seluruh kepolosan Ryeowook yang berani menggoda iman seorang Kim Jongwoon hanya dengan mengedipkan mata imut seperti itu.
Chup~
"Setidaknya hyung panggil kau seperti itu karena Wookie itu manis dan Wookie itu adik hyung." Yesung mencium pipi Ryeowook sebelum mengucapkan hal tersebut.
Wajah mungil itu memerah mendengar pernyataan itu. "Hyung gombal!" Ryeowook menutup wajahnya dengan tangan. "Hyung nggak gombal kok!"
"Hyung gombal! Kalau bukan gombal, trus tadi namanya apa?"
"Namanya apa? Itu suatu kejujuran, Kim Ryeowook~" tangan mungil milik Yesung membuka perlahan wajah memerah yang nampak seperti tomat tersebut. "Hyung membuatku malu!" sergah Ryeowook.
"Aniya~" lidah Yesung merambat menjilat garis bibir Ryeowook lembut. "Hyung jujur~" Perlahan namun pasti, dalam keadaan hujan yang masih terus turun dengan derasnya, Yesung mendorong Ryeowook hingga tertidur diatas kursi yang datar itu.
Yesung memegang kedua tangan Ryeowook agar Ryeowook tidak dapat memberontak. Mata hitam kelam namun sendu itu mengunci seluruh indra penglihatan milik Ryeowook.
Seluruh syaraf Ryeowook kaku, ia tidak dapat bergerak. Nafasnya menjadi tidak beraturan seperti dengan detak jantungnya. "Hyung, kau mau apa?" Tanya Ryeowook dengan susah payah.
Hidung Yesung menghirup wangi tubuh Ryeowook, "Apa kau memakai parfum? Atau memang bau wine ini berasal dari tubuhmu?" Yesung menghirup wangi tubuh Ryeowook diantara leher dan bahu kirinya.
Ryeowook menutup matanya merasakan nafas Yesung yang menerpa kulit lehernya. Lidah tipis Yesung terjulur keluar dan menjilat kulit leher namja yang dipanggilnya 'Adik manis' itu. "Lidahku yang salah atau kau memang manis, Wookie?"
"Hyu-hyung-" Yesung menjilat kembali garis bibir Ryeowook. "Benar-benar manis. Sepertinya kau cocok untuk menjadi ratu gula, Wookie." Goda Yesung.
Sesungguhnya Yesung juga tidak mengerti apa yang terjadi pada dirinya. Ia ingin merasakan bibir itu namun tidak mungkin. Kenapa? Ryeowook itu musuhnya sejak training. Alasannya karena tadi, hanya sebuah panggilan dari sang ayah yang Ryeowook ucapkan.
Namun Yesung masih merasakan kesal akan hal itu. Sementara Ryeowook? tersiksa lahir batin. Ia juga ingin merasakan bibir merah plum milik Yesung. Bibir yang sejak tadi melontarkan kata-kata yang manis untuknya.
"Hyung~" Ryeowook mendesah kecil saat Yesung mengigit perpotongan lehernya dan menghisapnya. Meninggalkan sebuah kissmark yang memerah padam.
"Apa?" Tanya Yesung enteng dan menatap wajah Ryeowook terlihat tersiksa itu. "Aku mau.."
"Mau apa?" Yesung mengerutkan kening heran. Masa iya, Ryeowook juga mau dicium. "Hyung, sudah tahu. Jangan menggodaku please~"
"Ckckck, mau tapi malu? Apakah ini sifatmu yang terpendam, Wookie?" ujar Yesung menggoda. "Hyung~" wajah Ryeowook menjadi memelas. Dia ingin bibir itu.
"Ucapkan. Aku tidak bisa mengetahuinya jika kau tidak mengucapkannya, Wookie." Ryeowook mendecak kesal.
"Arraseo! Aku mau bibir hyung!"
"As your want~"
Yesung langsung melumat lembut bibir tipis Ryeowook. Merasakan manisnya bibir musuh merangkap temannya itu. Dijulurkan lidahnya kemudian menjilat kedua belah bibir tersebut meminta akses masuk.
Ryeowook membuka bibirnya membiarkan lidah itu mengabsen seluruh gua sembab miliknya. Mengajak lidahnya beradu dalam indahnya suara hujan.
"Ehmm.." desah Ryeowook sakit ketika Yesung menggigit bibirnya hingga berdarah lalu menghisap darah itu layaknya vampire menginginkan darah.
I Got A boy meotjin, I got a oy chakhan. I got a boy handsome boy nae mam da ga jyeogan
Yesung merutuki siapapun yang menganggu dirinya dengan Ryeowook saat ini. Karena ponselnya berbunyi, mau tidak mau Yesung harus melepaskan acaranya dengan Ryeowook.
Yesung dan juga namja mungil itu mengatur nafasnya. Yesung duduk dan mengambil ponselnya yang sebelumnya saat dia berenang sudah ia taruh di meja sebelah tempat duduk.
"Hyung~" Ryeowook mempout bibirnya imut. Hmm, seperti anak kecil yang merengek kepada orang tuanya. Yesung menghela nafas kesal dan mengambil ponselnya. Ryeowook merubah posisinya menjadi duduk bersila.
"Sebentar ne?" ujar Yesung padahal dalam hatinya, 'Aish, siapa yang mengangguku disaat seperti ini?!' tapi matanya sontak terbuka melihat ID penelpon yang tergambar dalam poselnya.
Dengan cepat Yesung mengangkatnya, "Yeobosaeyo?"
"Kenapa oppa begitu lama mengangkat telponku?!"
"Aish, jangan berteriak! Aku sedang sibuk sekarang!"
"masa bodoh! Pokonya cepat kembali ke dorm! Aku tidak mau tahu!"
"Chagiya…"
"tidak usah merajuk! Cepat kembali ke dorm sekarang!"
Tepat saat yeoja tak dikenali Ryeowook itu berkata seperti itu, sambungan telpon antara mereka berdua putus begitu saja.
"Kenapa dia harus datang disaat seperti ini?!" umpat Yesung kesal. "Siapa dia hyung?" Suara Ryeowook entah kenapa jadi tercekat, jantungnya juga terasa berhenti. Siapa yang Yesung panggil dengan sebutan 'Chagiya' seperti itu?
"A-anou… mian hyung harus pergi sekarang. Mianhae Wookie." Yesung mengecup bibir Ryeowook sekilas kemudian mengambil baju handuk untuk membalut tubuh half nakednya kemudian pergi meninggalkan Ryeowook.
Ryeowook memegang dada sebelah kirinya, "Ada apa ini? Kenapa begitu sakit?"
TO BE CONTINUE
OR
THE END
Annyeong! ^^ harusnya kemarin ff ini sudah saya publish tapi karena suatu halangan malah hari ini -_- sepertinya ff ini the end saja. Makin lama makin aneh~ karena itu, kasih usul dikit dong~ biar saya nggak putus ide ditengah jalan /apa/
Oke ini balasan review!
cloud prince: itu ffnya malah makin aneh -_- nanti kalo sempet saya tag deh
Yewook unieq: manggilnya hyesung aj ^^ jangan panggil pake sshi tapi ya -_-
Evil Roommate : jangan kan kamu, saya juga mau xD
Rhearyeo: Hwaiting ^^)9
Raerimchoi: kalo nggak kebawa suasana, malah aneh jadinya .-.
SJryeongRP: uda update dong B) ahjumma gemes? Sunsun juga gemes xD
violin diaz : sama2 first kiss pula xD
Ize Tye: uda lanjut '-')b
kim dang wook : semacam ff ini lawak .-.
LQ : kkk, kalau akur mah nggak seru! Ini uda lanjut ^^
Guest: uda lanjut '-')b
Nah, karena ini udah lanjut. Mind to review please ^^
