Title [ Do not blame your past, because the past will never change ]

Author [ Takii_yuuki]

Genre [ angst, drama, hurt/comfort, yaoi,family, friendship, romance]

Main cast :

Zhang Yixing / Lay,Wu Yifan / Kris

Kim Jaejoong,Jung Yunho

Shim Changmin,Cho Kyuhyun

Xi Luhan,Oh Sehun

Lee Donghae, Lee Hyukjae

Zhoumi

And other character..

Rating : M

Length : Chaptered

Dislaimer : mereka milik orang tua mereka dan SMent, saya hanya pinjam nama.

Warning : cerita ini mengandung unsur boys x boys, don't like don't read, typo bertebaran. Mohon maaf. #deepbow

TVXQ-JYJ_EXO

/drt..drt..drt../ ponsel Kris bergetar. Kris merogoh sakunya dan mengambil ponselnya dan melihat ID Callernya /Chanyeolie calling!/ Kris segera mengangkat teleponya.

"Hoi Chanyeolie, kau dimana? Orang suruhanmu itu, kenapa ia memukulku dengan keras, bukankah perjanjiannya dia hanya bohongan memukulku,tapi kenapa dia serius sekali?" cecar Kris saat baru mengangkat telepon Chanyeol.

"Kris kau bicara apa?"

"Orang suruhanmu itu memukulku betulan. Kau ini bagaimana?"

"Siapa yang memukulmu? Aku baru mau bilang orang suruhanku tidak jadi datang, mereka bilang terjebak macet di jalan."

"MWO?! Lalu siapa yang memukulku tadi?"

"Memang kau dipukul siapa?"

"OMO..!" tiba-tiba Raut wajah Kris berubah menjadi horor.

"Kris! Kris.. kau kenapa?Kris?"

"Apa kau kenal Kangin?"

" Kangin? Tentu saja, dia kan preman disekolah, masa' kau tidak tahu, sudah hampir 4x tidak naik kelas, berhubung dia adalah keponakan kepala sekolah jadi, dia tidak dikeluarkan."

"MWO?"

"Jangan berteriak, kau ini kenapa sih? Telingaku sakit mendengar teriakanmu."

"Aku memukul dia digudang, berpura-pura menyelamatkan Yixing, aku kira dia orang suruhanmu."

"Kris kau bercanda kan?"

"Apa aku kelihatan bercanda? Aku tidak mau tahu, jika Kangin mencari masalah denganku, maka kau yang pertama akan aku berikan padanya." /pip/ Kris menutup ponselnya. "Arrgghh..!" Kris mengacak-acak rambutnya kasar. Dia tidak menyangka bahwa orang yang dia pukul adalah preman di sekolahnya, orang yang seharusnya dia hindari. Akhirnya Kris memutuskan untuk pulang ke rumah, ia ingin menenangkan diri.

TVXQ-JYJ_EXO

Waktu menunjukkan pukul 12 malam, Yunho baru saja pulang setelah mampir ke bar sebentar. Dalam waktu yang hampir bersamaan, Kris datang. Yunho memasuki rumahnya terlebih dahulu saat Kris sedang memarkirkan mobilnya. Yunho hanya melirik sekilas kedatangan Kris, namun ia mengabaikannya, ia meneruskan langkahnya masuk ke dalam rumah.

"Baru pulang Yun? Apa kau sudah makan?aku akan menyuruh maid untuk menyiapkan makan malammu."

"Aku sudah makan." Jawabnya datar.

"Atau kau ingin mandi, biar maid yang menyiapkan airpanas untukmu."

"Aku tidak butuh, aku ingin istirahat." Yunho berjalan melewati Hyena. Tapi Hyena mencekal tangannya. "Tunggu.." Yunho menghela nafasnya.

"Aku pulang!" sapa Kris pada kedua orangtuanya. "Appa juga baru pulang?" Yunho tak menanggapinya.

"Baru pulang Kris? Darimana saja kau kenapa selarut ini?" tanya Hyena cemas.

"Tadi ada pesta disekolah Umma.. tadi pagi aku kan meminta izin pada Umma untuk pulang terlambat"

"Lepaskan aku, aku ingin istirahat." Yunho melepas cekalan tangan Hyena kemudian berlalu.

"Selalu begitu, dia kira aku patung." Ucap Kris spontan.

"Kris!" bentak Hyena, sedangkan Yunho dia tak bergeming ia terus berjalan menaiki tangga menuju kamarnya.

"Umma, kenapa kau masih bertahan dengannya? Dia memperlakukanmu seperti kau tidak ada disini, sudah cukup Umma, 17 tahun bertahan dengan orang itu."

"Kris dia appa mu?"

"Appa? Apakah dia mau aku panggil Appa? Apakah dia pernah menganggapku sebagai anak?NEVER! 17 tahun Umma, memanggil namaku saja dia tidak mau. Apa itu yang disebut sebagai ayah?"

"Kris, perjuangan Umma mendapatkan appa mu itu sulit, dan memperjuangkan dia disisi Umma juga, Umma Yakin Appa mu akan berubah, percaya pada Umma sayang. Tetaplah disini temani Umma, hanya kau yang menguatkan Umma sayang." Hyena memeluk Kris dengan sayang.

Sedangkan Yunho, ia berbaring sambil menatap foto Changmin dan Jaejoong. Ia bahagia, tersenyum, hal yang sudah lama hilang dari dirinya.

'Ini foto Changmin Hyung dan Umma Jae jika anda mau. Aku masih punya dirumah. Changmin hyung tampan dan Umma Jae cantik meskipun laki-laki.' Yixing menyodorkan foto Changmin dan Jaejoong pada Yunho. Yunho dengan senang hati menerimanya dan berterima kasih pada Yixing.

'Terima kasih Xingie, tapi kenapa kau tidak ada difoto ini?'

'Aku yang mengambil gambar itu.'

'Boleh aku minta fotomu juga, kau kan anak Jaejoong, dan itu berarti kau anakku juga.'

'Sepertinya aku tidak punya Tuan.' Yixing merogoh dompetnya namun tak ada foto dirinya. /klik/ Yunho memfoto Yixing dengan ponselnya.

'Nah sudah, terima kasih Xingie.'

Yunho tersenyum mengingat pertemuannya dengan Jaejoong-Changmin dan juga Yixing. "Saranghae my Lovely family." Ucap Yunho sambil mendekap fotonya.

Pagi harinya, Yunho keluar dari kamarnya bersiap untuk sarapan. Ia menuruni tangga dan melihat di ruang makan Hyena serta Kris sudah menunggu. Awalnya mood Yunho begitu senang karena melihat foto Changmin tapi setelah melihat Hyena dan Kris, moodnya berubah buruk.

"Pagi Yun, ini maid sudah siapkan makanan kesukaanmu." Yunho hanya mendengus. Ia segera duduk dan mengambil sarapannya sendiri.

"Yun, kau kelihatan senang saat keluar dari kamarmu, ada apa?" tanya Hyena mencoba mencairkan suasana tapi Yunho tak menanggapinya.

"Bukan urusanmu." /Takk/ Kris meletakkan sendoknya kasar. Tangannya mengepal.

"Kris!" Hyena mencoba menenangkan Kris.

Yunho yang awalnya hendak menyantap sarapannya langsung menghentikannya. "Aku sudah kenyang." Yunho beranjak dari meja makan dan mengambil kunci mobilnya.

"Mau kemana Yun?"

"Bukan urusanmu."

"Tapi aku istrimu, jadi aku harus tahu?"

"Kau urusi anakmu saja itu tak usah mengurusiku, aku tak butuh itu."

"APPA! Kenapa kau melakukan itu pada umma? Dia sudah bersabar selama ini menghadapi sikapmu, kalau kau tidak menanggapku sebagai anakmu, aku tak apa tapi jangan lakukan itu pada Umma, dia istrimu. Sudah cukup kau memperlakukan Umma ku seperti ini."

"Kau berani membentakku? Kau sangat berbeda dengan ku, sangat tidak mirip denganku, itu karena memang kau bukan anakku."

"Yun!" Hyena mencoba menghentikan Yunho.

"Kenapa? Apa dia tidak tahu kalau aku bukan ayahnya?" Yunho mengalihkan pandangannya pada Kris, "..Kau sudah tahu kan?"

"YUN CUKUP!"

"Kalian menghancurkan hidupku. Kalian berdua." Yunho menunjuk Hyena dan Kris. "Aku tidak pernah menginginkan pernikahan ini."

"Appa yang menghancurkan Umma. Umma sudah berusaha menjadi istri yang baik untukmu tapi apa balasanmu, kau menganggap Umma tidak ada."

"Istri yang baik? Heh? Dia tidak bisa memasak, membersihkan rumah, mengurusku, dia tidak bisa, dia hanya bisa menyuruh maid, baru akhir-akhir ini dia memberikan perhatian untukku tapi sebellum-sebelumnya dia sibuk dengan dunia modelingnya. Kau berbeda sekali dengannya Hyena, kau berbeda dengan..."

"YUNHO! jangan sebut namanya disini." Geram Hyena.

"Kris!" Kris menghampiri Yunho dan menghajarnya hingga Yunho jatuh tersungkur, Yunho terkekeh. "Kau memang bukan anakku. WU YIFAN." Yunho menekankan kata Wu Yifan di depan Kris. Nafas Kris tersengal-sengal menahan marah. Ia mencengkram kemeja Yunho. " Kenapa? Kau ingin tahu yang sebenarnya? Wu Yifan adalah nama aslimu, Kris Jung."

"Kris lepaskan Appa-mu." Hyena mencoba melepaskan cengkraman Kris namun gagal, Kris terlampau erat memegangnya.

"Myeongdong Residence, lantai 5, nomor 514. Temui ayahmu, dia disana."

"Yun hentikan omong kosongmu." Hyena masih berusaha melepaskan Yunho dari Kris. Akhirnya Kris melepaskan cengkramannya, Yunho mengusap darah yang mengalir di sudut bibirnya kemudian meninggalkan Hyena dan Kris.

"Yun!" Hyena mencoba mengejar Yunho tapi ditahan Kris.

"Sudah Umma jangan dikejar."

"Tapi dia..."

"Umma, sudah 17 tahun dan dia tak berubah kenapa kau masih bertahan dengannya."

"Umma mencintainya Kris."

"Tapi dia tak pernah mencintaimu Umma. Lepaskan saja dia. Umma hidup denganku. Kita mulai hidup baru."

"Tidak semudah itu Kris, perjuangan Umma untuk mendapatkan Appa mu sulit, tak mungkin di lepas begitu saja."

"Umma, 17 tahun ia tidur terpisah denganmu,17 tahun kalian seperti orang asing, berpura-pura mesra dan harmonis di depan Haraboji dan Halmoni. Apa yang sebenarnya kau inginkan Umma, dia tak pernah menganggapmu ada Umma." Kris mulai frustasi dengan kekerasan hati Umma nya.

"Umma tidak akan melepaskan Appa mu Kris. Tidak akan." Kris menggeram menahan kekesalannya, entah apa yang ada di pikiran Umma nya sampai-sampai Umma nya tak mau melepaskan Yunho.

TVXQ-JYJ_EXO

Yixing keluar dari kamarnya menuju dapur sambil berdansa dan menyanyikan lagu 'Overdose'. Yixing mengakhiri aktrasi kecilnya dengan mengadu pinggul dengan Jaejoong yang sedang memasak.

"Umma..." Ucap Yixing manja kemudian Yixing memeluk Jaejoong dengan sayang.

"Ngomong-ngomong, " kata Jaejoong. "Umma baru saja terima surat dari sekolah dan.."

"Apa Umma? Hyung dapat beasiswa lagi?" Yixing melepaskan pelukannya.

"... nilaimu turun lagi, dan jika kau masih begini, Umma tidak akan mengizinkanmu ikut festival ke China bulan depan."

"T-tapi Umma.."

"Ssstt... tidak ada negosiasi Xingie.. Mulai besok, tidak ada latihan dance lagi, kau harus belajar."

"Ta-tapi Umma... satu jam saja untuk latihan dancenya." Jaejoong menggeleng.

"Semoga kamu berhasil sayang." Yixing menjulurkan tangan untuk menyentuh Jaejoong tapi hatinya menciut, merasa kalau mengambil hati Umma nya tidak akan berhasil.

Siang harinya, Luhan, Kai, Sehun dan Yixing baru selesai makan siang. Mereka membuang kantong bekas wadah makan siang mereka ke tempat sampah.

"Kok bisa Umma mu tidak mengizinkan kau ikut festival dance di China, Cuma gara-gara ada satu nilaimu jelek?" tanya Luhan pelan.

Sehun langsung menyela. "Mmm, kurasa kejadiannya seperti ini, 'Sobat, kau tidak bisa pergi,'" kata Sehun dengan logat cadelnya.

"Ya ampun, Umma mu benar-benar tidak adil!" keluh Luhan. Lalu dia mengeluarkan koala Hat dan menaruhnya dengan posisi lucu. "Aku sudah beli koala Hat ini. Bagaimana bagus kan?" Yixing menghela nafas. Koala hat itu memang bagus, tapi keputusan Jaejoong tak bisa di ganggu gugat. Dia tahu betapa sedihnya teman-temannya atas terancam batalnya ikut festival dance mereka. Kalau Yixing tidak memperbaiki nilainya-secepat mungkin-Kai pasti akan sangat kecewa.

Bel tanda berakhirnya jam makan siang telah berbunyi dan ketiga sahabat itu berhenti sejenak di depan loker sebelum pergi ke kelas masing-masing.

"Dengar teman-teman," Yixing mulai berkata. "Itu bukan salah Umma ku. Kami memang sudah membuat kesepakatan. Sekolah itu selalu nomor satu, dan kalau aku tidak bisa mendapat nilai B untuk pelajaran Biologi, satu-satunya hal berbau China yang bisa kita lakukan adalah memesan..." dia berhenti sejenak untuk mengucapkan akses China. "Dim Sum," dia menyelesaikan kata-katanya.

"Tunggu dulu, " kata Luhan berpikir cepat. "Kalau kau perlu nilai B, yang perlu kau lakukan hanyalah mendapat nilai maksimal di ujian tengah semester besok." Luhan berpaling pada Sehun. "Kok Yixing bisa lupa itu? Tidak heran nilai biologinya jelek!" bisiknya.

TVXQ-JYJ_EXO

Sementara itu dirumahnya, Yixing berusaha keras untuk mengingat. "Ribs-tulang iga melekat pada..." dia menunjuk ke dadanya. "Sacrum –Tulang pinggul," katanya. Dia cemberut. Itu tidak benar. "Bukan, sternum-tulang dada," dia mengoreksi dirinya sendiri. "Yang melekat pada .." Dia menunjuk ke tulan selangkanya. "Sebuah tulang yang berakhiran 'ka'". Dia berpikir, terus berpikir, tapi dia tak kunjung mengingatnya. Ini membuatnya frustasi. "Atau Jackie Chen!" teriaknya, sambil melempar kedua tangannya tanda menyerah. "Ya, mungkin itu Jackie Chen. Dan aku ini orang bodoh, yang tidak akan pernah pergi ke China!" dia menghela nafas. Tidak ada gunanya, tidak mungkin bisa mengejar. Dia sudah hendak menyerah.

Jaejoong memandang anak laki-lakinya dengan penuh simpati. "Ayo, jangan menyerah, Sayang. Kau pasti bisa," katanya berusaha menenangkan.

"Coba aku sepintar Changmin hyung, pasti semua tidak akan sesulit ini Umma."

"Yixing, mana semangat pantang menyerahmu yang tinggi itu, Umma yakin kau pasti bisa."

Yixing menggeleng. "Tidak akan bisa Umma. Ujian tengah semester biologi itu besok, ada 206 tulang pada tubuh manusia!" Yixing berdiri dan mulai berjalan ke depan sofa. "Aku tidak bisa mempelajarinya seperti.." dia mencari perbandingan. "... gerakan tarian baru!" dia mengacungkan tangannya ke udara.

Jaejoong berpikir sejenak. "Ya, kau bisa mempelajari dance itu cukup cepat," katanya menyetujui.

"Iya," kata Yixing. "Karena itu menyenangkan, percaya padaku Umma. Biologi ain't!"

"Isn't," Jaejoong mengoreksi.

Yixing menghela nafas. "Aku dapat nilai B untuk bahasa Inggris. Yah jadi itu bukan masalah, masalahnya guru biologiku di kelas tidak berdiri di depan kelas dan memperagakan ..." Dia mengambil buku biologinya dan dengan spontan mulai memeragakan sebuah gerakan tari sambil menunjuk-nunjuk bagian tubuhnya dan menyebutkan namanya satu persatu : "Tibia-tulang betis besar, fibula-tulang betis kecil, clavicle-tulang selangka, rib-tulang iga; kita menyebutnya humerus-tulang lengan atas, dan itu semua tidak bisa diakali!" dia berhenti dan menghela nafas. "Kenapa susah banget sih?"

"Pertanyaan bagus, " kata Jaejoong. Mereka berdiri dengan sedih lalu mereka menyadari sesuatu secara bersamaan. Memang semudah itu-Yixing hanya perlu bernyanyi dan dance, dan itu sangat mudah. Mereka berdua saling memandang

"Aku/Umma yang tahu duluan!" kata mereka berbarengan.

"Nggak Xing/Umma" kata mereka berbarengan lagi.

"Ya, memang Umma," kata Jaejoong.

"Nggak Umma," Yixing mendebatnya.

"Iya Xingie." Kata Jaejoong.

"Nggak." Balas Yixing.

"Iya," kata Jaejoong. Akhirnya Yixing mengalah. Jaejoong tersenyum. "Semoga sukses di ujian besok sayang." Katanya sambil berlalu.

Yixing menghela nafas panjang, akhirnya ia memutuskan untuk pergi ke taman, sekedar menenangkan pikiran.

Yixing duduk di bangku taman dekat air mancur. "Jika aku sepintar Changmin hyung, diujian besok pasti aku bisa mengerjakan soal biologi besok, huft..!" Yixing menghela nafas lagi. Tiba-tiba sebuah tepukan di bahu Yixing membuat Yixing tersadar.

"Tuan Jung, sedang apa disini?" Yixing menoleh kearah belakang, dan ternyata Yunho datang sambil membawa cola.

"Heh kau panggil aku apa? Tuan Jung? Menggelikan sekali? Panggil aku Appa saja, aku kan Appa nya Changmin dan Changmin adalah hyungmu jadi panggil aku Appa saja. Ok?"

"Apa tidak terlalu berlebihan?"

"Tentu saja tidak."

"Baiklah, Appa. Appa sedang apa disini?"

"Appa mendengar anak Appa sedang kesulitan untuk menghadapi ujian biologi besok." Yunho duduk disamping Yixing.

"Ya, beginilah, aku akan menghadapi ujian biologi besok tapi aku belum bisa menghafal semua jumlah tulang manusia beda sekali dengan Changmin hyung, satu jam membaca buku dia sudah bisa menghafal semua isinya. Dia cerdas sekali, mewarisi sifat Appa dan Umma."

"Umma mu yang cerdas bukan Appa. Bagaimana keadaan rumah? Baik-baik saja?"

"Changmin hyung mendapat beasiswa ke London dan Universitas Seoul tapi dia masih memikirkannya, katanya ia tak mau meninggalkan Umma. Mungkin hyung akan memilih di universitas Seoul, beasiswa sampai S-2."

"Bagaimana denganmu nanti kalau sudah lulus?"

"Universitas Seni, Seoul Art University. Jurusan Tari. Aku dapat beasiswa itu Appa."

"Kau juga tidak kalah dengan Changmin, kalian memiliki bakat di bidang masing-masing."

"Tapi hyung lebih beruntung, dengan prestasi akademiknya, dia bisa memilih universitas tanpa khawatir akan ditolak sedangkan aku.." ucap Yixing sedih, ia sadar ia tak sepandai Changmin, hanya dance yang bisa ia andalkan, ia tak tahu akan jadi apa dia di masa depan. Jika ia sepandai Changmin, ia akan memilih universitas yang dia mau dan memilih pekerjaan yang bagus dan membantu Jaejoong, tapi apa yang akan dia lakukan jika dia hanya menjadi dancer, hasilnya pasti tak sebesar jika ia bekerja di kantor.

"Hei, anak Appa tidak boleh menyerah, dance pun bisa keliling dunia. Sekarang lupakan sejenak masa depan, fokus ke ujian biologimu besok, ok apa yang bisa kau lakukan selain ini? Mencontek jelas itu tidak boleh."

"Dance.!"

"Dance?" tanya Yunho heran.

"Iya, aku bisa menghafal suatu jika aku memperagakannya."

"Kalau begitu let's dance."

"Maksud Appa?"

"Appa kan membantumu untuk menghafal tulangmu dengan dance, Appa yakin, kau pasti lulus. Percaya pada Appa." Yixing sedikit kebingungan dengan maksud Yunho tapi akhirnya ia mengangguk menyanggupinya.

TVXQ-JYJ_EXO

Tibalah saatnya ujian semester. Yixing mengambil nafas dalam-dalam. Dia menggerak-gerakkan leher dan meregangkan tangannya smabil bersiap-siap. Dia sudah mengingat lagu pelajarannya dan merasa tidak sabar memulainya. Perhentian berikutnya : China.

"Baiklah, anak-anak," kata Guru Hyerin . "Perhatikan kertas ujian kalian. Dilarang bicara. Oke?"katanya.

"Iya, Bu."jawab Luhan.

"Ibu bilang dilarang bicara!"potong sang guru ketus. "Kalian punya waktu 45mnt. Semoga berhasil."

'Baiklah, ini dia,'pikir Yixing. Pertanyaan pertama sebutkan 3 tulang yang ada ditangan. 'Jawabannya humerus, radius dan..mmm bukan..'Yixing mengernyitkan wajahnya sambil berpikir. 'Hei nggak masalah, lakukan saja dancenya.' Yixing mulai dane di kursinya dan mulai bernyanyi:

/Ketika aku minum susu sapi/dipeternakan paman Wu/aku menggunakan the ulna bone/itu lenganku!/

Yixing mengacungkan kedua tangannya di udara. 'Ulna, itu dia.' Yixing cepat-cepat menulis jawabannya. "Horeee!" katanya lantang tanpa pikir panjang. Guru Hyerin berjalan menghampiri meja Yixing. "Zhang ssi, apakah kau sedang memberi isyarat?" tanyanya curiga. "Ibu tidak akan mentolerir siapapun yang mencontek di kelas ini!"

"Saya tidak mencontek bu, sungguh saya sedang mengerjakan soal ujian." Yixing menjelaskan.

"Baiklah, kerjakan tanpa melakukan hal tadi." Yixing mengangguk. Guru Hyerin berjalan kembali ke depan kelas, saat punggung itu berbalik, Yixing cepat-cepat melihat pertanyaan berikutnya dan mencoba mencari jawabannya dengan dance. Tapi Guru Hyerin telah berbalik sebelum Yixing selesai. Dengan tiba-tiba Yixing membeku dengan satu lengannya mengacung ke udara. Sambil berpikir cepat, dia menyamarkan dancenya dengan menggaruk ketiaknya.

43menit kemudian. "Waktu tinggal 2menit lagi." Yixing memandang ke arah Luhan, menggelengkan kepalanya dengan sedih dan mengisyaratkan kata 'tolong' dengan mulutnya tanpa bersuara. Luhan meminta bantuan Kai untuk mengalihkan perhatian Guru Hyerin . Sementara Kai dan Luhan sibuk membuat Guru Hyerin teralih perhatiannya, Yixing terus menyanyikan lirik lagu di kepalanya dan dance di kursinya. Akhirnya Yixing bisa menjawab semua soal.

Di saat yang bersamaan, bel berbunyi. Kelas biologi telah usai. Semua siswa bersorak dan mulai bergegas keluar kelas.

"Sudah cukup Zhang ssi." Guru Hyerin mengambil kertas ujian Yixing dan memeriksanya. "Wow, baru sekali dalam 2tahun akhirnya kau mendapat nilai bagus Zhang ssi."

"Maksud Ibu?"

"Kau dapat nilai A." Jawabnya sambil berlalu. Yixing, Kai dan Luhan saling berpandangan dengan mulut ternganga kaget. "Kita akan pergi ke China!" mereka menjerit.

"Berikan aku tanda cinta!" pekik Luhan. Dan mereka bertigapun saling bertukar tos.

TBC

Review please. Maaf banyakk typo, edit kecepetan. No edit. #deepBow