Silently

A Johnny x Taeyong―Johnyong―fanfiction

by chrysantscent


Kalimat italic dalam petik dua (" ") adalah ucapan Johnny dengan bahasa isyarat

Kalimat dalam kurung siku ([ ]) adalah ucapan Johnny dalam bentuk tulisan

Kalimat setelah Ty: dan Johnny: yang di italic adalah percakapan lewat chat


Hari pertama Taeyong di sekolah barunya benar-benar di luar dugaan, berjalan dengan sangat baik. Dia sama sekali tidak menyangka akan secepat ini mendapatkan teman-teman baru setelah lama terkurung di rumah dan menjadi anti sosial.

Jujur, ia masih cukup terkejut dengan sambutan orang-orang terhadapnya, yang begitu hangat dan ramah. Terlebih Johnny, Jaehyun, dan Yuta. Ketiganya, mereka baik sekali. Memang seringnya mereka bertingkah konyol, Yuta juga tanpa tahu malu selalu mencoba menggodanya, dengan kata-kata atau perbuatannya yang terlalu spontan dan to the point―karena sepertinya itu memang sifatnya. Terasa sedikit risih, namun tak benar-benar mengganggu Taeyong. Ini jelas berbeda dari apa yang Taeyong lalui dulu, karena ia tahu semua itu hanya candaan antarteman, yang terkadang juga dilakukan oleh Jaehyun, dan bahkan Johnny.

Yuta tergabung di klub sepak bola, sebagai kapten. Jaehyun dan Johnny ada di klub basket. Ketiganya adalah siswa-siswa populer yang begitu digandrungi para gadis. Selalu berlaku baik dan ramah pada setiap orang, rendah hati―untuk yang ini, tidak termasuk Yuta―dan mereka begitu disukai.

Jaehyun boleh jadi yang paling muda, namun merupakan sosok yang paling tenang―meski tak jarang berlaku kekanakkan. Perkataannya darinya selalu heartwarming. Sosok yang cerdas dan disukai guru-guru karena selalu bertanggung jawab dengan jabatannya sebagai ketua kelas.

Yuta yang menjadi wakilnya, selalu berkata jika dirinya akan mengambil posisi Jaehyun jika saja ia tak terlalu sibuk dengan kegiatan klub. Yang hanya akan direspon―Oh, ya? Masa?―santai dari Jaehyun. Menimbulkan perdebatan tanpa akhir dari si pembuat onar dan si prince charming.

Johnny mungkin adalah sosok yang terlihat paling normal diantara ketiganya, tapi tetap luar biasa dengan caranya sendiri. Ia santai, sederhana, baik, dan perhatian, meski tak jarang berlaku sedikit tegas―apalagi pada Yuta jika temannya sudah bertingkah menyebalkan. Dia selalu bisa mengundang tawa dengan cara tak disangka. Orang-orang menyukainya karena dia… dirinya. Tapi meski begitu, ada beberapa waktu tertentu dimana dia akan terlihat seperti menjauhkan diri di sudut-sudut, seakan tak ingin menarik perhatian siapapun.

Sangat menyenangkan bisa berteman dan menghabiskan waktu dengan ketiganya, tapi Taeyong harus mengakui jika ia tak bisa berhenti memperhatikan Johnny. Karena sosoknya adalah yang paling bisa membuat Taeyong merasa nyaman di sini―mungkin karena dia orang yang pertama Taeyong kenal.

Berbicara dengannya, meski tanpa saling bertukar suara melainkan hanya melalui tulisan, bahkan keheningan yang tercipta saat mereka bersama terasa menyenangkan?

Taeyong memang belum mengetahui banyak hal tentang Johnny, tapi ia benar-benar ingin mengenalnya lebih jauh.

Poke.

[Kau baik-baik saja?]

Taeyong memandang heran teman sebangkunya.

[Aku melihatmu terdiam cukup lama tadi. Kau yakin baik-baik saja?]

"Ya. Hanya sedikit melamun," jawabnya dalam bisikkan, karena mereka masih ada di tengah pelajaran saat ini.

[Beritahu aku jika ada apa-apa.]

Taeyong mengangguk, tersenyum tipis. Johnny benar-benar perhatian untuk seseorang yang baru saja ia kenal.

Begitu kelas berakhir, Taeyong merasa lelah tapi anehnya, senang. Sudah lama dia tidak menghabiskan setengah hari penuh di luar rumah, seperti ini. Ia tidak pernah ingat jika datang ke sekolah akan menjadi semenyenangkan ini. Padahal sebelumnya dia membayangkan akan betapa sibuk hari-hari dari murid tingkat akhir karena ujian semakin dekat. Mungkin karena hari pertama.

Tidak banyak yang terjadi hari itu, kecuali dirinya yang menjadi murid baru. Taeyong berkenalan dengan beberapa teman lainnya selama jam pelajaran seni. Ten bahkan mengajaknya masuk klub bersamanya setelah tahu Taeyong tertarik dengan modern dance. Tapi Taeyong bilang masih akan memikirkan tawaran itu, karena ia baru saja beradaptasi dengan lingkungan sekolah.

Tergabung dengan klub terdengar menyenangkan, tapi statusnya sebagai siswa senior dan juga, pengalaman buruknya di masa lalu masih membuatnya sedikit takut. Rasanya itu bukan ide yang bagus untuknya.

Taeyong keluar kelas bersama Yuta, Jaehyun, dan Johnny untuk menuju loker. Tepat saat ia mendapat pesan yang mengatakan jemputannya sudah menunggu di depan.

"Um. Aku duluan, ya."

Johnny menatapnya. Jaehyun menutup lokernya setelah selesai menyimpan barang-barangnya. "Aku dan Johnny bawa mobil. Yuta bawa motor. Salah satu dari kami bisa mengantarmu pulang."

"Ya, itu benar," tambah Yuta.

"Terimakasih, tapi jemputanku sudah datang." Taeyong memegang strap tasnya, tersenyum kecil. "Mungkin lain kali."

Anggukan dari ketiga kepala itu menjadi hal terakhir yang Taeyong lihat sebelum pergi. Perjalanan menuju rumahnya terasa cepat karena ia tak sengaja jatuh tertidur. Ketika sampai di rumah, Taeyong melihat ibunya sedang menonton TV di sofa sambil membaca buku. Bagaimana bisa dua hal itu dilakukan secara bersamaan oleh ibunya? Ia tak tahu. Taeyong senang saja selama ibunya bisa bersantai dan terlihat bahagia.

"Eomma, aku pulang," kata Taeyong sambil berjalan ke sisi ibunya, memberikan ciuman di pipi.

"Taeyongie, akhirnya kau pulang juga! Bagaimana hari pertamamu, sayang? Kau baik-baik saja?" Ibunya bangkit dari tempat duduk dan langsung memeriksa tubuh anaknya. Memastikan Taeyong masih utuh.

"Ya, eomma. Astaga. Aku bukan anak kecil lagi. Semua baik-baik saja, aku suka sekolahnya," jawabnya dengan sedikit cemberut. Ibunya sangat protektif dan menyayanginya. Tapi Taeyong sudah delapan belas, terlalu tua untuk diperlakukan seperti baby.

"Tak peduli apapun, sayang. Kau masih anak laki-laki kecil kesayangan, eomma." Nyonya Lee mengelus kepala anaknya seperti sedang menggelus anak kucing, sebelum mulai berbicara tanpa henti dengan heboh. "Kau benar-benar baik-baik saja, kan? Noonamu bilang akan segera pulang. Eomma akan memasakkan semua masakan kesukaanmu. Kita harus merayakan hari pertamamu kembali ke sekolah! Eomma juga akan menelpon appamu agar cepat pulang dan bisa ikut makan malam bersama kita."

"Ya, tentu. Kalau begitu aku akan bantu menyiapkan makanannya."

"Tidak, tidak perlu, sayang. Hari ini pasti melelahkan. Pergi saja ke atas untuk mandi dan ganti pakaian. Setelah itu belajar, kerjakan pr, atau istirahat saja sampai makan malam, oke?"

"Baiklah, eomma."

Taeyong memang diberi tugas rumah tapi terlalu malas untuk belajar. Ia lelah dan sepertinya istirahat setelah mandi terdengar menyenangkan. Ibunya memberikan waktu untuknya melakukan apa yang ingin ia lakukan, sepertinya masih sedikit memikirkan soal keputusannya yang memaksa Taeyong untuk kembali sekolah. Ibunya terlalu khawatir, Taeyong akan menyakinkan jika dia baik-baik saja saat makan malam nanti agar kecemasannya sedikit berkurang. Mungkin dengan menceritakan tentang teman-teman barunya?

Taeyong naik ke lantai atas, menuju kamarnya, melemparkan tas ke atas tempat tidur, melepaskan contact lens, berniat langsung mandi. Saat hendak mengeluarkan ponsel dan headset dari saku jaket, ia melihat sesuatu jatuh. Taeyong memungutnya, itu sobekan kertas yang diberikan Johnny padanya.

Taeyong menahan tawa. "Dia seperti beruang," itu yang melintas di kepalanya saat mengingat Johnny. Mungkin karena ukuran tubuhnya. Memeluknya pasti akan terasa sama seperti memeluk boneka beruang besar, pikir Taeyong konyol. Dengan selotip, Taeyong menempelkan kertas itu di dinding tepat di depan meja belajarnya, yang sudah penuh dengan bebarapa polaroid dan catatan lain.

Setelah mandi dan bergati pakaian, Taeyong memakai kacamatanya, langsung menyalakan netbook, yang rupanya belum ia matikan. Layarnya langsung menampilkan beranda dari halaman sosial media miliknya. Dengan iseng, ia mengecek akunnya itu. Mendapat beberapa pemberitahuan―yang kebanyakan adalah dari game yang sering ia mainkan saat bosan―dan permintaan pertemanan dari berpuluh-puluh, yang diantaranya adalah dari Nakamoto Yuta dan Jung Jaehyun.

"Bagaimana mereka menemukan akunku?" heran Taeyong, sedikit takjub. Seakan lupa jika dia menggunakan nama asli yang tentu saja mudah dicari.

Setelah menekan tombol confirm untuk keduanya dan beberapa orang lain yang ia kenal, Taeyong mendapat rekomendasi pertemanan. Matanya langsung terarah pada akun dengan nama Seo Youngho. Taeyong memutuskan untuk mengunjungi profil dan melihat foto-fotonya.

"Oh. Ini benar-benar Johnny," ujarnya senang.

Tangannya menelusuri halaman milik temannya itu, mendapati jika isinya sebagian besar adalah berupa status berupa quote-quote dari orang ternama dan hasil share dari sesuatu yang menyangkut fashion, nature dan updatean berita terkini. Sepertinya dia punya ketertarikan dengan photography, karena foto-fotonya bagus, terlihat aesthetic.

Setelah selesai melihat-lihat, Taeyong mengirimkan permintaan pertemanan. Sambil menyimpan beberapa foto Johnny yang terlihat lucu―foto selfie bersama seekor anjing besar, foto selfie dengan separuh wajah tenggelam dalam turtle neck, foto wajahnya yang penuh krim kue―dan fotonya bersama Jaehyun dan Yuta, yang sedang tertawa.

Taeyong memeriksa jam dan rupanya masih ada dua jam sampai waktu makan malam. Memutuskan untuk menghabiskan waktu dengan bermain game online saja. Sesuatu yang selalu dilakukannya saat bosan. Ia jarang keluar rumah, dan entah sejak kapan mulai menjadi maniak game.

Itu, setidaknya sampai dia berniat mematikan netbook, memilih untuk tidur. Tapi menyempatkan waktu melihat akun media sosialnya lagi.

Seo Youngho accepted your friend request ―12 minutes ago.

Dan dia sedang online sekarang. Taeyong merubah status obrolannya menjadi online dan langsung mendapati chat masuk.

Johnny: Hey

Taeyong berpikir bagaimana harus membalas. Sadar jika dirinya berfikir terlalu banyak, ia mengetik balasan.

Ty: Hey

Johnny: Lee Taeyong?

Ty: Ya

Ty: Kenapa?

Johnny: Tidak, haha. Hanya saja profil picturemu terlihat berbeda

Pasti karena ia masih memakai fotonya sebelum dirombak oleh noonanya.

Ty: Haha

Ty: Pasti terlihat mengerikan

Johnny: Nope

Johnny: You looks cute tho, with that specs ; )

"H-huh?" Taeyong terdiam sebentar setelah membacanya, tak tahu harus membalas apa.

Ty: : )

Johnny: Sedang apa sekarang?

Ty: Habis main game

Johnny: Online?

Ty: Yup

Johnny: Game apa?

Taeyong mengetik di browser untuk mencari link game yang tadi ia mainkan kemudian meng-copy-paste-nya ke chat obrolan.

Ty: That

Johnny: Sepertinya seru

Johnny: Aku coba main juga nanti

Johnny: Tapi kau harus memberitahuku dasar-dasarnya

Johnny: Aku payah main game

Taeyong tertawa.

Ty: Okay! ; )

Johnny: Sudah makan malam?

Ty: Mungkin sebentar lagi eomma akan berteriak memanggilku turun untuk makan. Dia bilang akan memasak semua makanan kesukaanku malam ini.

Ty: Kau?

Johnny: Sudah. Baru saja.

Johnny: Momku membuat brownies, dan memaksaku menghabiskannya padahal aku sudah kenyang

Ty: Berikan padakuuuu

Ty: (stiker) (stiker) (stiker)

Johnny: Haha. Kau suka?

Ty: Yup. Aku suka semua makanan manis

Ty: Dan eskrim

Ty: (stiker)

Johnny: Aku akan minta mom buatkan lagi. Aku bawakan besok

Ty: Eeh?

Ty: Aku hanya bercanda, hehe

Johnny: Tetap akan kubawakan : P

Ty: Yasudah

Ty: Terimakasih kalau begitu : D

Ty: Sedang apa?

Johnny: Aku mau menonton film setelah ini. Bosan.

Ty: Film apa? Jangan bilang horror

Johnny: Memangnya kenapa dengan film horor? Takut?

Ty: Tidak. Hanya tidak suka.

Johnny: Liar~

Ty: Benar!

Ty: Aku lebih suka film adventure, sci-fi, comedy, action, romance, apapun.

Ty: Selain horor dan thriller

Johnny: Hahahaha

Johnny: Apalagi yang kau suka?

Ty: Banyak

Johnny: Ish

Johnny: Bisa main alat musik?

Ty: Tidak. Tapi aku pernah belajar modern dance dan bisa sedikit me-rap.

Johnny: Woah. Really?

Johnny: Kau harus memperlihatkannya padaku kapan-kapan!

Ty: (stiker)

Ty: Itu akan memalukan T/T

Johnny: Please?

Johnny: Sebagai gantinya aku akan membiarkanmu melihatku saat sedang bermain piano : D

Ty: Kau bisa main piano?

Johnny: Yup

Ty: Keren! Aku ingin lihat!

Johnny: Asal syaratnya dipenuhi

Ty: Hmm

Johnny: …Please?

Ty: Hmmmm

Johnny: [send a picture]

Itu foto anak anjing dengan mata berkaca-kaca yang terlihat menggemaskan

Ty: HEY! TIDAK ADIL!

Johnny: Hehe

Johnny: [send a picture]

Foto anak anjing lainnya. Taeyong merasa kalah karena lemah dengan foto seperti itu.

Ty: Uh! Baiklah-baiklah!

Johnny: Besok?

Ty: Kenapa buru-buru sekali?!

Johnny: Okay, besok pagi kalau begitu. Di taman mawar sebelum masuk kelas ; )

Taeyong menggeram, antara jengkel sekaligus geli. Ia mulai mengetik lagi.

Ty: Apa kau selalu seperti ini?

Johnny: Seperti apa?

Ty: Memaksa orang melakukan apa yang kau mau?

Johnny: Yang seperti itu Yuta, bukan aku. Bagaimanapun aku bertanya dulu kan? ; )

Ty: TAPI KAU TIDAK MEMBIARKANKU MENJAWAB

Johnny: Kau menjawab, Taeyong. Dan tampak cukup bersemangat ; )

Ty: Uhhh aku tidak―

Ty: (stiker)

Ty: Lupakan saja. Kau menang

Johnny: Yohoo! Jadi apa hadiah untukku?

Ty: TIDAK ADA

Johnny: Bagaimana jika pergi denganku setelah pulang sekolah besok?

Ty: Hanya berdua?

Johnny: Aku traktir

Johnny: Kubelikan eskrim juga

Ty: Yeaaay. Oke. Kemana?

Johnny: Ra-ha-sia. Lihat saja besok

Ty: Ish, serius. Kemana?

Johnny: Ya ampun. Oke. Aku juga tidak tahu. Belum memikirkannya

Taeyong tertawa keras sekali. Kenapa mengajaknya pergi jika belum memikirkan tempat tujuannya? Konyol.

Ty: Lol

Johnny: Aku kabari nanti. Nomor ponsel?

Taeyong mengetikan nomor ponselnya. Tak lama kemudian, panggilan dari nomor tak dikenal masuk ke ponselnya.

Johnny: Yang tadi misscall itu nomorku

Taeyong menyimpan kontaknya dengan nama Johnny-bear. Ia tertawa sendiri karena itu. Suara mobil yang memasuki halaman rumahnya terdengar, Taeyong bangkit untuk mengintip dari jendelanya dari lantai dua. Noonanya sudah pulang.

Ty: Oke

Ty: Aku akan turun untuk makan malam sekarang. Bye, Johnny. Sampai ketemu besok di sekolah

Johnny: Oke. Bye

Sebelum me log out, ia melihat Johnny sedang mengetikkan sesuatu, jadi Taeyong menunggunya sebentar. Barangkali Johnny ingin mengatakan hal yang ia lupakan. Tapi dia tiba-tiba berhenti.

Ty:

Johnny: Katanya mau makan malam

Ty: Kupikir kau mau mengirim sesuatu lagi

Johnny: Tidak jadi. Sudah sana, cepat makan malam

Ty: Oke

Taeyong mengangkat bahu kemudian me-log out akun dan mematikan notebooknya sebelum pergi lantai bawah untuk makan malam. Ibunya sudah menyiapkan semuanya, Taeyong hanya membantu menata alat makan di meja sambil menunggu noonanya turun. Ayahnya masih di perjalanan menuju rumah saat ditelpon ibunya tadi dan sebentar lagi sampai.

"Noona, bagaimana pekerjaanmu?" tanya Taeyong, menyambut noonanya yang berjalan menuruni tangga dan menuju meja makan.

"Melelahkan, seperti biasa. Bagaimana denganmu? Bagaimana sekolahnya?" tanyanya balik. "Tidak ada yang memperlakukanmu dengan buruk, kan?"

Taeyong tersenyum lebar, menggeleng kuat-kuat. "Tidak ada! Justru menyenangkan. Aku punya beberapa teman baru! Mereka sangat baik."

"Syukurlah." Taeyeon menarik adiknya itu dalam pelukannya. "Aku jadi ingin bertemu mereka."

"Tentu. Aku akan tanya apa mereka mau aku ajak main ke sini nanti. Noona pasti menyukai mereka."

Taeyeon mengangguk.

"Appa sudah pulang!" Taeyong berlari ke pintu depan ketika mendengar bunyi pintu dibuka dan sosok ayahnya muncul. Masih dengan semangat yang sama, ia menceritakan harinya saat ditanya oleh appanya. Sebelum menarik lengan appa mereka menuju meja makan untuk memulai makan malam.

Taeyeon merasa bahagia melihat adiknya bisa tersenyum dan kembali ceria. Berharap adik kesayangannya itu bisa terus seperti ini ke depannya, karena dia lebih dari layak untuk mendapatkannya. Taeyeon takkan membiarkan seorangpun menyakiti adiknya lagi, dengan cara apapun. Siapapun.


Bersambung

No comment deh buat chptr yang sungguh ngaret ini lol. Maafkan typonya.

Disebut jatuh cinta kayanya terlalu cepet deh, sha. nakanishi, gitacchi. Tapi kalo iyapun aku malah senang, emang bener deh tiwai itu sukanya nemplok sana nemplok sini. Apalagi sama Johnny yang daddy-able itu kan jadi mikirnya kemana-mana lol. Kalian ga sendirian (Park RinHyun-UchihaExileZee) karena aku juga bayangin lucu banget JohnYuJaenya waktu kecil, bikin gemes. Dan Yuta dibayangan aku emang sableng-sableng nggak tau malu suka asal nyeblak gitu, tyngst lol. Udah dilanjut ya semoga ga ketinggalan lagi deh, mate (capungterbang), updatenya malem-malem gini kali ya jadi cepet tenggelamnya lol.

Makasih yang udah nyempetin review, di Teach juga―yang belum baca dan review, silahkan lol. Sequel menyusul. Seneng deh nemu ff Johnyong lagi barusan hehehehehehe. Semoga makin makmur!

Bye!