"Bagaimana dengan Minato, Mito-chan?"
"Aku tak tau, Hashi.. Aku takut Minato-kun akan marah pada kita. A-Aku.."
"Aku tau, Mito. Tapi.."
"..."
"Apa kau mencintaiku, Mito?
"Tentu saja, Hashi! Aku tak pernah mencintai orang lain selain kau! Apa kau tak percaya padaku?"
"Aku selalu dan akan terus percaya padamu, Mito-chan."
Haii, para readers! lagi-lagi saya harus minta maaf karna telat update. m(_._)m
akhir-akhir ini saya merasa tak punya feel untuk menulis. jadi, gomennasai, minna!
Semoga fic ini tidak mengecewakan karna tokoh-tokohnya cengeng dan ada beberapa kata kasarnya. maaf!
Disclaimer : Masashi Kishimoto
Neko gak tau mau nulis apa lagi
pokoknya
Happy Reading
Special thanks to :
Kazuki Namikaze
Renton Namikaze
ShaRa Namikaze
Sepasang kekasih tampak saling berpelukan di sofa rumah Uzumaki. Wanita berambut merah dengan cepol dua masih tampak sesegukan dipelukan pria berambut coklat panjang. Tiba-tiba, pintu rumah terbuka, wanita cantik yang sangat mirip dengan wanita yang di cepol dua itu masuk. Ia berhenti ditengah jalan dengan wajah terbelak.
"Neechan? Itu.."
"Ah! Kau sudah pulang, Kushina? Sudah makan?" Kata Mito sambil berdiri dan mengusap matanya yang berair.
"Su-sudah tadi di.. Eer.. Rumah Miko." Jawab Kushina tergagap, ia masih syok dengan apa yang ada di depannya. 'Bukankah Kekasih Mito-neechan itu Minato-nii? Siapa dia?'
"Ehm.. Kushina, kenalkan ini.. Hashirama Senju." Kata Mito sambil memegang pundak pria yang tadi memeluknya. Pria bernama Hashirama itu berdiri dan mengulurkan tangannya
"Hashirama Senju. Panggil saja Hashirama atau Hashirama-nii juga tak apa." Kushina tidak menyambut tangan Hashirama. Ia hanya menatap wajah Mito dan Hashirama bergantian.
"Kau.. Siapanya Mito-neechan?" Tanya Kushina. 'Tak mungkin kalau dia hanya teman biasa neechan. Tapi, tak mungkin juga dia kekasih neechan. Bagaimana dengan Minato-nii?'
"A-aku.." Harashima menurunkan tangannya karna ia merasa tangannya tak akan disambut gadis didepannya. "Kekasih Mito."
Kushina diam saja, wajahnya terlihat syok. 'Ke-kekasih? Apa-apaan ini?'
"Kekasih katamu? Apa maksudnya ini! Bagaimana dengan Minato-nii? Neechan, jelaskan padaku!"
"Baiklah, Kushina.. Duduklah dulu." Kushina kemudian duduk di depan Mito dan Hashirama.
"Begini.. Aku dan Hashirama adalah sepasang kekasih. Kami sudah sangat lama menjalin hubungan, dari awal-awal kedatanganku disini. Hubungan kami berjalan dengan sangat lancar tanpa ada apa pun yang menghalangi. Ta-tapi.. 2 minggu yang lalu.." Mito kembali terisak, tangannya menggenggam lengan pemuda disebelahnya. "Aku melihat.. Hashi.." Mito tak sanggup berbicara lagi, dia menunduk pelan. Kushina yang melihat itu langsung menatap tajam Hashirama.
"Apa yang kau lakukan pada neechanku, hah! JAWAB AKU!"
"Ku-kushina!"
"Jawab aku, neechan! Apa yang anjing ini lakukan sampai membuatmu sedih seperti ini?" Desis Kushina tanpa memperdulikan teriakan Mito, matanya tak bergerak sedikit pun dari satu-satunya pria yang ada disitu.
"Kushina, aku tau kau pasti marah padaku. Tapi, tolong jangan ucapkan kata-kata kasar itu. Kau itu wanita!" Kali ini, Hashirama yang mengeluarkan suaranya. Kata-katanya tenang tanpa ada banyak emosi
"Diam kau! Apa hakmu mengajariku?"
"Kushina! Jaga mulutmu dengan orang yang lebih tua!" Mito kembali membentak adik satu-satunya itu.
"Kenapa neechan membentakku? Neechan membela orang yang menyakiti neechan daripada aku?"
"Bukan itu, Kushina! Tolong dengarkan neechan dulu!"
"Argh! Aku tak peduli lagi!" Kushina membalik badannya dan berlari menuju tangga. Tanpa sengaja, Mito melihat luka yang tertutupi poni panjang di dahi Kushina. Perbannya memang sudah dilepas, tetapi, masih ada kapas yang menutupi luka itu.
"Kushina! Kau terluka?" Mito segera mengejar Kushina, dibelakangnya Hashirama ikut mengejar.
"Jangan pedulikan aku! Pedulikan saja orang yang sudah menyakitimu itu! Tentu saja, dia jauh lebih berharga dibandingkan dengan adikmu!" Teriak Kushina tanpa melihat ke belakangnya. Tangannya sudah menggenggam handle pintu kamarnya, dan membukanya. Tapi, Mito berhasil menahan lengannya.
"Tunggu, Kushi-" kata-kata Mito terhenti oleh teriakan Kushina
"Jangan ganggu aku!" Kata Kushina sambil menepis tangan Mito. Ia masuk dan membanting pintu didepan wajah Mito yang kembali terisak. Hashirama memegang pundak Mito dan menuntunnya pergi.
"Sudahlah, Mito. Dia butuh sendiri. Biarkan dia tenang dulu."
"Kushina.."
-oOo-
-kamar Kushina-
Aku duduk di atas kasurku, mengingat lagi kejadian tadi. Bagaimana mungkin Mito-neechan tega menghianati Minato-nii? Dia tak seperti aneki yang sudah kukenal sepanjang hidupku. Aku ingat, saat masa kecil di Suna. Neechan termasuk anak populer, dengan kecakapan bicaranya, dia menjadi ketua organisasi kami. Wajah manis dan pembawaannya yang periang membuat banyak pemuda mengincarnya. Tapi, tak pernah sekalipun, aku melihat dia menerima pemuda-pemuda itu. Ketika aku bertanya, dia hanya tersenyum dan menjawab
"Aku hanya mau menerima lelaki yang menjadi cinta sejatiku dan aku tak melihat cinta sejatiku adalah salah satu dari mereka."
Bagaimana bisa, Mito-neechan berbohong padaku? Dia hanya menerima satu lelaki di hidupnya, cinta sejatinya! Kenapa dia malah mempermainkan Minato-nii dengan menduakannya?
"Uh! Aku tak peduli lagi!" Gumamku pelan, aku segera bangkit dari kasurku dan keluar dari jendela.
-oOo-
Pemuda berambut abu-abu sedang menyapu halaman Gereja sampai sosok wanita mendekatinya.
"Kashi-kun.." Gumam wanita itu.
"Eh! Kushina-chan, ada apa? Barangmu ada yang ketinggalan?" Tanyanya bingung, wajar saja. Kushina baru meninggalkan Gereja ini 3 jam yang lalu, dan dari alamat rumah (Kushina memberitahu Kakashi, dan Kakashi menggambarkan peta padanya) yang diberi tahu kepadanya, Kakashi memperkirakan jarak itu ditempuh selama 1 jam, itu pun jika kecepatan motor 60 km / jam. "Hei.. Kenapa kamu mena-"
"Kashi-kun!" Kakashi tak sempat menyelesaikan ucapannya, Kushina memeluknya erat dan menangis di dadanya.
-oOo-
-Rumah Uzumaki-
Mito sedari tadi menunggu Kushina di ruang tamu. Sesekali ia berlari ke jendela ketika ada suara motor lewat. Sayangnya, apa yang ia tunggu belum muncul juga.
"Dimana Kushina? Ini sudah malam." Desahnya khawatir. Karna Kushina tidak keluar kamar atau menjawab panggilannya, Mito meminta Hashirama mendobrak pintu. Tetapi, kamarnya kosong. Hashirama pulang ketika sore setelah di paksa oleh Mito.
Jam sudah menunjuk 10.32. Kushina sudah pergi selama berjam-jam tanpa kabar sama sekali. Mito mulai panik. Kushina adalah adik satu-satunya yang ia miliki. Ia sudah mencoba menghubungi Mikoto. Tapi, Mikoto juga tidak tahu.
"Aku harus mencarinya."
-oOo-
"Kushina-chan, kau tidak menghubungi anekimu?" Tanya Kakashi. Ia tahu, pasti kakak Kushina mengkhawatir adiknya. Kushina sudah berada disini sejak siang tadi dan sekarang sudah malam. "Anekimu pasti khawatir, Kushi."
Kushina diam saja. Ia masih kesal karna perbuatan Mito. Tapi, dari lubuk hatinya, ia tak mau Mito mengkhawatirkan dia. Ia menyayangi Mito.
"Aku tak peduli padanya, Kashi."
-oOo-
Mito mengendarai motornya tanpa arah. Dipikirannya hanya satu. Mencari Kushina. Tiba-tiba, handphonenya berbunyi. Berharap itu dari Kushina, ia mengangkatnya terburu-buru.
"Halo, Kushina?"
"Mito, ini aku. Hashirama."
Mito menghela nafas. Ia hanya mengharapkan Kushina.
"Hashi, aku sedang mencari Kushina. Aku hubungi nan-"
Panggilan Mito terputus secara tiba-tiba. Menyisakan seorang pemuda yang terus meneriaki namanya.
-oOo-
Keesokan harinya.
Kushina terbangun dari tidurnya di kamar Kakashi. Kakashi sendiri memilih tidur di kamar tamu walau Kushina menyuruh Kakashi tidur di kamarnya sendiri saja.
Ia berjalan ke meja belajar Kakashi dan mengambil handphonenya. Handphonenya mati. Sengaja ia matikan karna tak ingin merasa terganggu. Mito pasti menelponnya berkali-kali.
"Panggilan masuk ada 64 dari Mito-neechan, 32 dari Mikoto, 3 dari Fugaku-nii, dan.. 11 dari nomor tak dikenal. Siapa ini?"
Tiba-tiba, handphonenya berdering lagi. Nomor tak dikenal yang menelponnya 11 kali kemarin. Karna penasaran, ia mengangkat saja panggilan itu.
"Halo? Kushina! Mito kecelakaan!"
-oOo-
-Rumah sakit Konoha-
"Mito, apa yang kau lakukan? Berkendara semalam itu? Begini kan jadinya." Desah Hashirama pada gadis berambut merah yang tengah terduduk di kasur rumah sakit.
"Maaf, Hashi-kun. Aku khawatir dengan Kushina." Jawab Mito lirih. Wajahnya pucat. Senyum yang biasa menghiasi wajah cantiknya telah hilang. Setetes air mengalir di pipinya.
"Sudahlah, Mito. Jangan menangis." Hashirama menghapus air mata Mito dan memeluknya erat, dikecupnya puncak kepala Mito pelan. "Aku sudah menghubungi Kushina. Dia akan datang sebentar lagi."
"Hashi.. Aku sayang padamu. Love you."
"Love you too, Mito."
Tanpa mereka sadari, sepasang mata safir menatap mereka dengan pandangan marah.
"Brengsek kalian."
-oOo-
Kazuki Namikaze : It's ok kok. yang penting, review lagi ya! :D
Kazuki-san kelas berapa? 9 atau 12? kalau 9, sama! gimana hasilnya?
iya.. gomen m(_._)m
Neko pikir namanya Harashima. soalnya, ada beberapa situs yang menyebutkan 'Harashima' bukan 'Hashirama'. tapi, kesalahannya sudah Neko perbaiki kok.
Hikaru? wah.. reviewer pertamaku! XD
Renton Namikaze : Wah... nunggu? Sorry ya, telat update. m(_._)m
hahaha. iyaa~
saya agak kurang sreg kalau ada pair yang sudah jelas tapi disimpang.
karna itu, saya suka memakai pair orang tua.
MinaKushi favorite saya! XD
makasih atas doanya.. akhirnya saya lulus juga! TT o TT
ShaRa Namikaze : kenalan? boleh banget, Shasa-san. :)
Shasa-san katolik juga? #lompat-lompat gaje
request donk.. tulisin fic tema katolik juga.. hehehe
gamau gapapa kok
panjang? pendek? hahaha
untuk soal itu, saya agak mematok fic saya tak lebih dari 2000
gomen ya. kalau pendek
iya! makanya, Shasa nulis juga ya? ya? :D
masalah alur.. saya kurang mengerti bagaimana mengaturnya. karna, saya biasa mengetik sesuka hati. apa yang muncul di otak, saya tulis. bisa bantu menjelaskan?
latarnya? hm.. saya akan mencoba. beritahu ya kalau sampai salah lagi. :)
menyinggung? gak sama sekali kok.. :)
para reviewerku akan selalu kuterima dengan senyum. hahaha
makasih! saya lulus! hahaha
tapi, sayangnya, nilai jauh dari harapan.. :(
