Hints Yaoi
Summary : Fict ini akan menceritakan hint-hint Yaoi dalam Naruto ketika episode melawan Zabuza dan Haku
.
.
.
Chap 4
Senja telah tiba. Langit biru cerah telah digantikan oleh langit jingga. Hawa dingin mulai muncul. Di hutan—di tempat Sasuke dan Naruto latihan—, di puncak pohon paling tinggi, tampak Sasuke dan Naruto yang kotor dan penuh luka gores di tubuh mereka masing-masing.
"Ne, Teme, ayo pulang~" ajak Naruto gembira, karena ia sudah dapat sampai ke puncak pohon. Sasuke tersenyum dan menutup kedua matanya, merasakan semilir angin senja.
"Ya, tapi sebelum itu…" ia menghentikan perkataannya, lalu menarik Naruto turun.
"Aku mau 'makan' dulu," lanjut Sasuke ambigu. Naruto yang notabene lambat dalam berpikir memiringkan kepalanya.
"Makan? Kalau begitu ayo cepat pulang, nanti keburu habis makan malamnya," Naruto berusaha turun dari gendongan sang Seme Wanna Be, sayangnya, bukan Sasuke namanya kalau melepaskan mangsa lezat semudah itu.
"Aku ingin kau sebagai makan malamku, Dobe." Ujar Sasuke sambil menyeringai mesum. Sasuke mendudukkan Naruto di bawah pohon, ia pun mengeluarkan seutas tali—yang tak tahu didapat darimana— dan mengikat kedua tangan Naruto.
"Ap—" ucapan Naruto langsung dihentikan dengan sebuah ciuman ganas dari Sasuke. Tangan Sasuke yang menganggur di arahkan ke pakaian yang Naruto kenakan. Pertama-tama, dibukanya resleting celana Naruto
"Mmh! Mmh!" erang Naruto memberontak, Naruto menendang-nendangkan kakinya kesembarang arah. Sasuke hanya meringai melihat tindakan calon ukenya itu. Tanpa aba-aba, Sasuke langsung melepaskan celana termasuk boxer Naruto. Ia pun menyudahi ciuman panas itu.
"Te…Teme, dingin," ujar Naruto lemah, Sasuke membelai pipi tembemnya. Tangan kiri Sasuke membuka jaket Naruto dan menelusupkan tangan kanannya ke dalam kaos Naruto
"Suki da," bisik Sasuke tepat di telinga si pemuda maniak ramen itu. Sasuke memainkan titik sensitive yang ada di tubuh Naruto dengan penuh cinta.
"A…Ahh.." Naruto tak dapat lagi menahan desahannya, mata Naruto mulai tertutup kabut nafsu. 'Benda' kebanggaan miliknya mulai menegang perlahan, membuat Sasuke tersenyum senang. Tangan nakal Sasuke mengarah ke 'benda' manis itu.
"Te…Teme…jangan!" Naruto mencoba menghentikan berbuatan nakal Sasuke dengan cara menendang-tendangkan kakinya ke segala arah, dan itu malah membuatnya tersiksa. Sasuke menyeringai dan menangkap kaki kiri Naruto.
"Aku tahu kau menikmatinya, Dobe-sayang," bisik Sasuke tepat di telinga si pecinta ramen di hadapannya. Sasuke dengan perlahan mengeluskan jari telunjuk miliknya di depan 'pintu masuk' milik Naruto
"Hnngg…" Naruto mengigit bibir bawahnya merasakan sensasi aneh—yang baru pertama kali ia rasakan—di analnya. Sasuke masih mengelus-eluskan jarinya, sesekali ia masukkan ke dalam anal Naruto. Sasuke ingin tahu bagaimana reaksi Naruto ketika ia menggodanya.
"U…Ukh, Sa…su…nggh…jangan meng…godaku~"
"Hn, tidak sabar, eh?" goda Sasuke menjilat telinga Naruto, Naruto memejamkan matanya erat.
"Kau tahu cara memohonkan, Dobe?" bisik Sasuke dengan lembut, Naruto mengangguk dan membuka matanya.
"Sa…Sasuke, kumohon…"
"Memohon apa, Dobe?"
"Kumohon...penuhi aku dengan 'cairan'mu, dan…masukkan 'benda' besar dan panjangmu…ke analku," pinta Naruto mendesah, ia sudah tak tahan lagi analnya—ah bukan, dirinya menginginka sentuhan lebih dari Sasuke. Tanpa disuruh dua kali, Sasuke segera mengulum 'benda' milik Naruto, memainkan bola kembar di bawahnya hingga Naruto mengeluarkan 'cairan'.
"Hyaaah~ Sashsukheeh~" Naruto mendesah nikmat, ia tidak peduli bila ada yang mendengar atau melihat 'kegiatan' mereka.
"Teme, lepaskan…ikatan ini," pinta Naruto dengan puppy eyes
"Tidak sekarang, Dobe," Sasuke menundukkan tubuh Naruto—hingga mulut Naruto tepat di atas gundukan di celana Sasuke—lalu ia membuka resleting celana miliknya dan mengeluarkan 'benda'nya yang sudah tegang.
"Beri 'junior'ku kenikmatan, Naru-chan," perintah Sasuke mengelus kepala Naruto lembut. Naruto tampak ragu beberapa detik, namun ia segera mengulum 'benda' Sasuke.
"Kkh…terus Dobe, ini nikmat," ucap Sasuke mulai hilang kendali. Naruto member 'service' yang hebat. Tanpa menunggu lama, Sasuke segera melepaskan ikatan di tangan Naruto dan memulai 'permainan' dengan sangat ganas.
TBC
Iztha : Hai, mina-san, mav klo gak hot…sebenernya saya kesiksa buat ini, klo saya tulis semua bakal puanjang..(if you know what I mean)
Sasu : Alasan. Lagi asyik-asyiknya juga,#deathglare
Naru : Udahlah, ayo kita balas review. Review pertama dari kkhukhukhukhudattebayo-san, emh nama anda susah ya.. Ini udah updet, emh, kata Iztha buat fict-fictnya yang lain, dia lagi gak puny aide
Sasu : Itu hanya alas an. Review berikutnya, Sheren, Thank you, gua emang keren
Iztha : *nempeleng Sasu* JANGAN NARSIS PANTAT AYAM! Dame dame no ko dame ku chan, nama yang panjang, hahaha. Apa kau tau, Sasu sampe ingin menyantet Haku loh~
Naru : Eh? Hontou? Balasan buat UzumakiKagari ini udah lanjut~#senyum manis
Sasu : Senyummu hanya untukku DOBE!#french kiss
Iztha : Oke, berikutnya untuk Ryukey-san, itu masalahnya, tapi di chap ini udah nyatakan cinta kok.
Sasu : berikutnya, Astia Aoi, kau benar…aku begitu merana tanpa si maniak ramen bodoh itu.#dilempar sandal ama Naru
Naru : Laila. , Daijobu ka?#cemas
Iztha : Yup, berikutnya! BaekRen, menurut anda? #smirk
Naru : Devilluke Ryu Shin, ini udah updet…dan entah bias disebut ada lemon ato tidak,#sweatdrop
Sasu : Narusay, biarlah si jedat lebar itu menggonggong,
Iztha : Kau kasar sekali 'Suke. Untuk Ichigo 'Momo' Citrusz, dia mah bukan manusia, tapi pantat ayam,
Naru : NamikazeNoah, Ini udah di lanjutin, hehehe. Untuk Miszshantty05, udah lanjut, selamat menikmati.
Sasu : The Mysterious Hidden, Lo bilang apa? Siapa yang UKE?! GUA SEME!. Lalu untuk Uchiha Over Love, Lo baru tau gua puantes pakek buanget buat Dobe?#digeplak Naru ama Iztha
Iztha : Oke, sekian dulu, mav bila ada salah kata. RnR terus ya~ Jaa~
