Disclaimer: Naruto tetep punya masashi-sama

Warning: fic yang nggak jelas banget,

Fic yang terinspirasi dari salah satu komik yang nggak tau titlenya apa. Aku juga baru belajar buat fic. Maka dari pada itu, mohon bantuannyaaaa…!

Hai…. Ini chap4 nya dah aku buat. Moga2 nggak bikin kecewa.

Aku mau ngucapin makasih banget buat yang dah review, kasih saran n' pendapat, juga yang dah suka fic yang aneh ini, makasih semuanya.

.

.

Tisa's Flower

Mushamushafir

Rinzu15 The 4th Espada

Thia2rh

Sandal Jepit

Ammai

Hanachi Mya-chan

Michael inoe the UZ

Sabaku Tema-chan

Fidy Discrimination

Misterious Sakura

Oyah mudah2an ni chap nggak mengcewakan yah. Di chap ini aq dah coba panjangin crtX, alur crtX nggak di percpt, hilanggin smua typoX(klo msh dah typoX brarti nggak bgs ni mata), dah tambhin deskripsiX, dan ending nnti chap dpn. ( *Fidy-senpai* aq dah +in 1 chap,.. aq baikkan?) dan buat Rinzu-senpai psananX dah dtg, hehehe!

.

.

.

P'y read

.

.

.

Entah sudah berapa lama Sakura menunggu Naruto pulang. Sakura merasa khawatir pada keadaan Naruto, apa lagi diluar hujan lebat, Sakura takut Naruto sakit. Tidak hanya itu, Sakura merasa bersalah atas kejadian tadi (Naruto melihat Sakura dan Sasuke sedang…). Sakura tahu Naruto sangat kecewa padanya bahkan membencinya.

Naruto sangat mencintai Sakura begitu pun dengan Sakura sangat mencintai Naruto. Sejak pertama bertemu, dewa cupid telah menembakkan panah asmarah pada mereka berdua. Walau pun saat itu Naruto dalam keadaan seorang anak kecil yang sangat imut.

Dari luar terdengar bunyi guntur disertai kilat. Hujan semakin lebat, Sakura jadi sangat khawatir. Tiba-tiba diluar rumah terdengar ada yang mengetuk pintu sangat pelan, seperti orang yang tidak makan setahun (sedangkan orang nggak makan 4 hari aja kaya mau mati, apa lagi setahun dah mampus pasti tu orang. Hehehe). Karena penasaran dan instinggnya mengatakan bahwa itu pasti Naruto, Sakura memberanikan diri untuk melihat keadaan diluar rumah. Dan benar insting Sakura. Naruto dengan tubuh yang basah kuyup, terkapar tidak wajar didepan pintu.

"Ya ampun Naru-kun… dari mana saja sih, pulang dengan basa kuyup begini mana badanmu demam" ucap Sakura tanpa henti. Ia sampai lupa dengan kejadian yang tadi hingga membuat Naruto minggat sebentar dari rumah.

"Sakura kumohon diamlah, dan tolong bantu aku kekamar". Ucap Naruto dengan suara yang hampir tidak terdengar (untung telinga Sakura nggak koslet, hahaha * dilempar mangga ama FCnya Sakura* ^kimichi: wah dapat mangga gratis^).

~yuuuhuuu~

Di dalam kamar, tak ada satu pun yang membuka pembicaraan. Sunyi senyap (kaya lagu malam kudus ajah sunyi senyap. hehehe nggak lama lagi Natalan). Sakura masih sibuk mengompres Naruto, dan Naruto hanya menutup mata sambil meresapi sentuhan hangat Sakura. Karena merasa bersalah yang lebih pada Naruto, Sakura akhirnya membuka mulutnya lebih dahulu.

.

"Naru-kun yang tadi itu bukan seperti yang kau bayangkan. Aku tak sempat melawan waktu Sasuke menciumku, karena aku terlau kaget mendengar pengakuannya bahwa dia mencintaiku." Jelas Sakura perlahan ia takut akan salah mengeluarkan kata dan membuat Naruto makin membencinya. Tapi percayahlah aku tak akan mencintai orang lain selain dirimu Naruto." ucap Sakura menunduk untuk menyembunyikan semburat merah diwajahnya akibat pengakuannya barusan.

.

Naruto masih diam, tak merespon. Hingga Sakura menggangkat wajahnya dan disambut dengan wajah naruto yang sekarang tepat berada di depan wajahnya. Keduanya dapat merasakan hembusan nafas masing-masing, wajah keduanya semakin dekat hingga bibir keduannya menyatu.

.

"Sakura kau tahu, aku sangat kecewa saat melihatmu dengan pria itu. Tapi aku tak bisa sampai membencimu karena," ucapan Naruto sambil mengelus rambut Sakura '' Karena aku sangat mencintaimu, dan maukah kau menjadi pendampingku selamanya?" tanya Naruto dengan suara yang menggoda, kepada Sakura yang bersandar pada dada bidangnya.

"Tentu saja aku pasti mau Naru-kun. Emm apakah ini adalah lamaran atau?" tanya Sakura sambil menengadah melihat wajah tampan Naruto.

"Tentu saja ini adalah lamaran. Mana mungkin aku main-main Sakura." Jawab Naruto

.

"Sakura, ada yang aku ingin katakan padamu, tapi kau janji jangan ceritakan pada orang lain, kecuali keluargamu karena ini menyanggkut siapa aku sebenarnya." Jelas Naruto. Sakura hanya mengaguk dan bangkit dari posisi awal hingga berhadapan dengan Naruto.

*Flash Back Naruto*

"Naru-kun kau harus melakukannya. Kau tahu kan ayahmu dulu seperti itu saat menjadi hokage dunia sihir dan sekarang adalah waktumu Nak,"ucap Kushina ibu Naruto.

"Ya Bu aku tahu, tapi haruskah aku menjacarinya di dunia manusia?" tanya Naruto

"Itu sudah menjadi tradisi Naru-kun seorang pemimpin dunia sihir menjadikan manusia sebagai pendampingnya." Jelas Kushina pada Naruto

"Baiklah kaa-san besok aku akan memulai mencarinya".

"Ya Naru-kun lebih cepat lebih baik, karena sebulan lagi akan di adakan penobatanmu dan kau harus membawahnya." Ucap Kushina

...

~yuuuhuuu~

"Naruto apa kau sudah siap dengan semuanya?" tanya Shikamaru, sahabat Naruto

"Aku sudah siap Shikamaru, karena ini adalah impiaku sejak kecil maka aku tidak akan menyianyiakannya" jawab Naruto mantap

"Naruto, mendapatkan hati seorang manusia itu tidak gampang, butuh kerja keras yang super. Makanya kau harus berjuang." Ucap Shikamaru

"Tentu saja… pasti aku akan berjuang" seru Naruto dengan semangat. Dan mereka berdua pun tertawa lepas.

* Flash Back END*

.

.

.

~yuuuhuuu~

"Jadi sebenarnya Naru-ku adalah penyihir! Wahhh aku senang sekali bisa bertemu dengan penyihir sungguhan" ucap Sakura setelah Naruto menceritakan semuanya. Sakura langsung memeluk Naruto hingga keduanya terbaring di tempat tidur, dengan posisi Sakura berada diatas dan Naruto dibawah. Ketika sadar, sakura langsung menarik badannya dari Naruto hingga membuat Sakura blushing tingkat berat. "Hehehe… maaf ya Naru-kun aku kelepasan" ucap Sakura salah tinggkah

"Emm.. Sakura kau tak takut padaku?" tanya Naruto

"Untuk apa aku takut? Dari kecil aku sangat menyukai dunia sihir dan dulu aku punya impian untuk menikah dengan seorang penyihir. Dan akhirnya impian itu akan jadi kenyataan" jelas Sakura antusias. "Naru-kun ayo coba kau lakukan sebuah sihir" minta Sakura dengan mata berbinar.

"Ini sudah malam Saku-chan, besok saja yah" bujuk Naruto

"Ya ya, terserah kau saja tuan penyihir" sindir Sakura. Naruto hanya tertawa melihat kelakuan Sakura yang seperti anak TK paut.

"Tapi Saku-chan, apa orang tuamu akan setuju?"

"Aku rasa mereka akan setuju asalkan aku hidu bahagia. Naru-kun ayo kita tidur sudah jam 1 malam, lagi pula kita harus sekolah besok dan badanmu masih agak sedikit demam" ucap Sakura

"Hmm,, baiklah nona cantik ayo kita tidur" ucap Naruto sambil merangkul pinggang Sakura.

~yuuuhuuu~

Semenjak malam itu Naruto dan Sakura jadi tambah dekat dan saling percayah. Hampir seantero sekolah telah mengetahui hubungan Sakura dan Naruto. Mereka berdua menjadi pasangan yang paling top disekolah. Dimana ada Naruto disitu pasti ada Sakura, begitulah sebaliknya.

"Naru-kun kata Onii-chan, Tou-san dan Kaa-san akan pulang hari ini." Jelas Sakura santai

"Benarkah"

"Hmm… Naru-kun apa kau akan melakukannya hari ini?"

"Mungkin tapi, aku harus kembali untuk bertemu Tou-san dan Kaa-san ku dulu agar semuanya bisa lebih jelas."

"Tapi jangan lama-lama ya Naru-kun aku kangen…" ucap Sakura manja

"Sepulang sekolah aku akan pergi" ucap Naruto

"Sakura aku pergi dulu ya. Dah…." Ucap Naruto saat melewati gerbang penghubung antara dunia manusia dan sihir, yang berada dipohon besar dibelakan rumah Sakura.

Naruto telah sampai dengan selamat didunia sihir. Tapi dia tidak tahu apa yang terjadi didunia Manusia. Apa yang terjadi pada Sakura, cinta matinya.

~yuuhuu~

Disebuah ruangan dirumah sakit, sesosok gadis berambut soft pink tergeletak tak berdaya, dengan alat bantu medis yang terpasang hampir diseantero tubuhnya.

"Tuhan kenapa harus Saku-chan yang mengalaminya" ucap lirih Tsunade ibu Sakura yang masih tak percaya akan takdir yang menimpah anaknya.

.

.

Bct

Hai semua,,, pa kbr? Maaf yah baru di update.

Kayaknya ni fic makin aneeeeeh (supr2 aneh) ajah!, hehehe

Beginilah org yg nggak brbakat sok ngebuat fic. Ficnya makin ancur ajah disetiap kali di update (ta cako-cako).

Untuk sandal jepit sory ficnya blm bisa dibuat panjang, karena ni otak msh error (blg ajah emang error). Dan juga maaf kalo saran yang lain blm bs aq trpkn, pasti dilain wkt aq akn usahakan baklan trpkn semua. Kali ini aku trburu2 bgt krn tou-san q mau pake ni netbuk q (buat FBan).

Maaf juga klo penulisannya masih aneh (bungkuk badan).

.

.

.

~GOD BLEES YOU ALWAYS~