WARNING:OC,OOC,GAJE,MISSWORDMAYBE

Disclaimer:Tite Kubo*kalau aku yang punya bleach pasti Chojiro gaakan is death dan bakal punya jam terbang yang sama kaya Byakuya,Animenya masih jalan dll

/Maaf,kami tidak akan melayani keinginanmu itu . Karena aku tau rencana kalian setelah membebaskan diri dari neraka/ Hm….apa aku harus melakukan INI!/ Byakuya,lebih baik kau mundur dulu . Aku akan mengurusnya sendiri/

Genre:Gado-gado

Rate:T

Buat Byakuya FC silahkan siapkan setruk kontainer tissue buat antisipasi banjir lem sama air mata

AN:DISINI HITSUGAYA DIPANGGIL TOSHIRO KARENA DISINI ITU SESAMA TAICHOU

SEBELUMNYA

"Uryuu-kun,kenapa disini bisa ada quincy?"Tanya Inoue,sementara yang bersangkutan hanya menaikan kacamatanya . "Aku juga tidak mengerti Hime"Katanya singkat sambil sedikit mendesah .

_Di pihak lain_

Malam yang dingin di kamar penginapan milik kelima shinigami kita yang sedang melakukan berbagai aktifitas seperti nonton film,ngemil kripik semangka,atau hanya duduk-duduk di depan kamar sambil ngobrol santai bersama segelas teh hijau yang sengaja Kisuke bawa dari Karakura .

"Akechi-san,apakau merasakan sesuatu yang aneh?"Tanya Kisuke,sementara yang bersangkutan hanya menggeleng pelan dan kembali menyesap teh hijau hangatnya lalu sedikit berkutat dengan gadget putihnya tersebut .

"Kisuke,apa yang kau maksudkan adalah 'reiatsu mereka'?"Tanya Harada,"Maksudmu?"Tanya balik Kisuke yang kurang mengerti . "Togabito,kau merasakannya kan?"kata Harada keki,sementara Kisuke hanya mengangguk saat mengingat kalau taichou jangkung disampingnya ini sangat peka dalam hal-hal berbau neraka .

"Sudahlah,kita cek kebenarannya besok saja . Sekarang sudah terlalu malam untuk patroli dalam keadaan seperti ini"Kata Harada yang langsung ngeluyur masuk ke dalam kamar . Sementara Kisuke yang tampak sedikit berpikir di kursinya hanya menghabiskan teh hijaunya dan menyusul masuk kedalam kamar .

_Dikamar lain pada penginapan yang sama_

"Ugh…Dimana ini?"Rintih Salsa sambil menstabilkan rasa pusing dan menormalkan penglihatannya yang sedikit kabur . "Syukurlah kau sudah bangun,Pure Blood Quincy-chan . Kami menemukanmu tidak sadarkan diri bersama shinigami itu dipantai,jadi kami membawamu dan shinigami itu kemari agar kalian tidak jadi santapan hollow disana"Tutur pria berambut perak sambil menaikan kacamatanya yang sedikit turun .

"Aku Uryuu Ishida,yang disampingku ini adalah pacarku,namanya Orihime Inoue . Dan yang ada didekatmu adalah ayahku,namanya Ryuken Ishida . Kalau aku boleh tau,siapa namamu dan Shinigami itu?"Tutur Uryuu yang masih memandangi bulan dari jendela kamar .

"Kalian bisa memanggilku Salsa . Sementara shinigami itu adalah kakakku,namanya Khalid"Balas Salsa dengan suara bassnya yang mirip suara laki-laki dewasa . "Salam kenal Salsa-chan...Oya,ngomong-ngomong,bagaimana kalian bisa terluka separah itu?"Tanya Orihime penasaran .

"Pada awalnya kami hanya membantu sekelompok shinigami dalam melawan espada dan arrancar . setelah espada dan arrancar itu kalah dan mereka meninggalkan kami yang kemudian diserang oleh sekelompok orang aneh berjubah hitam yang langsung menusuk kami berdua tanpa ampun dan pergi meninggalkan kami dalam keadaan berlumuran darah seperti itu"Tutur Salsa panjang lebar

"Jadi begitu ya….."Kata Orihime yang langsung berimajinasi kelampau batas . "Uryuu,bagaimana menurutmu?apa kita perlu kesana?"Tanya Ryuken,sementara yang bersangkutan hanya menggeleng dan menaikan kembali kacamatanya yang turun . "Tidak perlu,kita temui saja sekumpulan taichou itu besok karena mereka ada di penginapan ini juga"Jawab Uryuu yang langsung ke kamar mandi

_Keesokan harinya di pihak para shinigami_

Tampak para murid dan guru yang sedang sarapan di berbagai tempat di penginapan itu . Mulai dari di depan kamar,di dalam kamar,di taman,di pinggir kolam renang,dan berbagai tempat lainnya yang ada di penginapan itu .

"Maaf pak Harada,ada yang nyariin bapak tapi ga tau siapa"kata Bu Imas sambil sedikit mencolek-colek pundak lebar Harada yang sedang asyik-asyiknya mengobrol dengan Kisuke dan tentu saja membuatnya sedikit terusik . "Dimana orangnya Bu?"Tanya Harada sopan,sementara yang bersangkutan langsung menunjuk kearah tiga orang pria dan seorang gadis berbaju serba putih yang ada di depan kamarnya

"Ryuken…bagaimana kau…."perkataan Harada langsung disela oleh Uryuu yang masih stay cool disamping ayahnya yang terkadang tidak dianggapnya sebagai ayah . "Jadi begini,aku hanya ingin mempertanyakan tanggung jawab kalian sebagai shinigami yang di gadang-gadang sebagai seorang 'pelindung' Soul society,dunia manusia dan hueco mundo . Namun,kenapa kalian membiarkan mereka bersimbah darah di pantai selatan?"Tutur Uryuu dengan nada intimidasi tingkat tinggi .

"Sudah kuduga,aku yakin 'mereka' yang melukai 'kalian' kan?"Tanya Harada . Sementara yang bersangkutan hanya mengangguk pelan dengan pikiran penuh tanda Tanya . "Lalu kalau kalau kau tau kenapa kau tak menolongnya?Real King"Tanya Ryuken yang membuat tanda Tanya besar di otak Harada karena memberi panggilan 'Real King' padanya .

"Quincy memang tidak pernah mengerti keadaan rupanya"Cibir Harada santai yang membuat emosi dua orang quincy pria dihadapannya jadi meletus . "Apa maksudmu dengan 'tidak pernah mengerti keadaan' hah!baka taichou!"Kata Uryuu yang mulai tersulut emosi . "Ano…Uryuu-kun,Ishida-san . Mungkin Akechi-san juga punya alasan kenapa ia meniggalkan mereka berdua di pantai"Kata Orihime menengahi yang membuat emosi kedua quincy veteran tersebut sedikit padam .

"Hime benar Ryuken,aku memang punya alasan kenapa aku meninggalkan mereka berdua kemarin"Kata Harada yang sengaja memberi jeda pada kalimatnya . "Katakanlah"Balas Ryuken singkat,"Satu,aku masih punya pekerjaan lain disini . Dua,Misiku bukan di kota ini . Dan Ketiga,aku takut penyamaran kami terbongkar jika kami tidak segera bergabung dengan mereka lagi . Apa ini sudah jelas?dokter quincy!"Tutur Harada sambil menunjuk rombongannya yang sedang sarapan dengan damainya tanpa mengetahui kalau mereka bisa diserang setiap saat .

"Ga apa-apa kok,kita bisa ngertiin kondisi lu sekarang yang lagi super sibuk"celetuk Khalid . "Kau lihat,orangnya saja bisa mengerti . Kenapa kalian tidak bisa mengerti keadaanku"Kata Harada . "Baiklah,aku akui itu alasan yang logis . Jadi kau kembalilah sebelum mereka mencurigaimu"Kata Uryuu sakartis,sementara Harada langsung ngeluyur pergi untuk menghindari pembicaraan yang semakin pedas terjadi .

_Candi Borobudur_

"Reiatsu ini…."Gumam Harada yang sedang duduk santai bersama 4 rekannya yang lain disebuah batu di puncak candi Borobudur . "Byakuya,ikut aku ke belakang stupa ini"Kata Harada,sementara yang bersangkutan hanya mengangguk dan menuruti permintaan temannya karena memang ia sudah mengerti maksudnya .

"Tidak kusangka,kau bisa menyadari kehadiran kami secepat ini . Akechi"Cibir seorang togabito bermaskerkan kain hitam yang hanya memperlihatkan mata kirinya yang terhitung cukup indah itu? . "Ulala,sepertinya aku harus siap mental"Kata Harada dengan kegajeannya ,"Katakan saja apa maumu,togabito no baka"Maki Byakuya dengan nada dingin khasnya

"Mudah saja,aku ingin kau melepaskanku dari sana dengan menghancurkan ini"balas togabito itu sambil menggoyang-goyangkan tangan kirinya,sementara Harada dan Byakuya yang langsung sadar dengan maksud dari Togabito bermata ungu itu hanya sedikit mendecih dengan posisi mereka yang terlihat mulai bersiaga jika togabito itu menyerang mereka secara tiba-tiba

"Maaf,kami tidak akan melayani keinginanmu itu . Karena aku tau rencana kalian setelah membebaskan diri dari neraka"Kata Harada dengan wajah yang jauh lebih stoic dari Byakuya yang menandakan kalau Harada mulai agak kesal dengan perkataan sang togabito bernama Kokuto tersebut .

"Hm….apa aku harus melakukan INI!"Kata Kokuto yang sudah membenturkan zanpakutounya pada zanpakutou Byakuya dengan tekanan yang sangat teramat kuat yang membuat Byakuya mundur beberapa langkah karena tekanan yang diberikan Kokuto dan terus menangkis serangan beruntun dari Kokuto

Sementara Harada yang melihat sobat sekaligus juniornya kewalahan,ia langsung shunpo kebelakang Kokuto dan mulai komat-kamit dengan mantra kidonya . "Terima ini!Hadou no sanjuuni(32),Okasen"Seru Harada yang menargetkan kido kuningnya kearah Kokuto . Byakuya yang melihat kido Harada yang mengarah kepadanya dan Kokutopun langsung bershunpo ke area aman dan meluncurkan sebuah bakudou kearah Kokuto

"Bakudou no Roku juu ichi (61),Rikujou Korou"seru Byakuya yang langsung menembakan enam balok bercahaya dari tangannya untuk memblok pergerakan Kokuto . "Cih….Kau benar-benar licik"Maki Kokuto sebelum Hadou Harada menghantamnya dengan telak .

"Sepertinya kita_"Perkataan Byakuya langsung terpotong saat melihat rantai milik Kokuto melaju kearahnya dengan kecepatan tinggi dan kembali bershunpo ke samping Harada untuk menghindari rantai Kokuto . "Kau tidak apa-apa?"Tanya Harada sedikit cemas dengan luka di pundak kiri dan dada kanan Byakuya yang sangat dalam dan lebar,sementara yang bersangkutan hanya menggeleng dan langsung terjongkok menahan sakit dari lukanya .

"Byakuya,lebih baik kau mundur dulu . Aku akan mengurusnya sendiri"Titah Harada yang tidak mau melihat penderitaan sobatnya itu terus bertambah setiap saat . "Aku tidak akan meninggalkanmu Harada!Ugh…meski aku seperti ini….Aku tidak akan pernah meninggalkanmu sendirian sobat,percayalah….aku tidak akan apa-apa…"kata Byakuya dengan nada lemah dan langsung pingsan yang tentu saja membuatnya terjatuh dari ketinggian lebih dari 500 meter dengan keadaan yang cukup berlumuran darah didada kanan dan pundak kirinya .

"BYAKUYA!"teriak Harada yang langsung bersenka kebawah agar ia bisa menangkap Tubuh jangkung Byakuya dengan gaya apapun yang bisa dilakukannya saat ini sampai terpilihlah bridal style karena memang Harada sampai lebih dulu di atas tanah dari pada Byakuya . "Kena kau!"gumam Harada yang langsung membaringkan Byakuya disampingnya dan melakukan kido pengobatan dalam skala besar sesegera mungkin

"Byakuya,bertahanlah kawan ."kata Harada cemas sampai tidak menyadari sedikitpun kehadiran teman-temannya yang lain . "Akechi!Kuchiki!kalian berdua tidak apa-apa?"Seru Hitsugaya dari kejauhan dengan suara TOA yang datang bersama Kisuke dan Kensei . Sementara Harada masih terus berfokus pada kido pengobatannya dan tidak menghiraukan sedikitpun seruan dari Hitsugaya

"Hey baka!kenapa kau tidak menjawabku Hah?!"kata Hitsugaya tanpa melihat keadaan Byakuya yang sedang tidak sadarkan diri yang tentu saja membuat sedikit amarah Harada menjadi tersulut karenanya . Namun,Harada jauh lebih memilih untuk fokus pada kidonya daripada berbuat yang tidak-tidak terhadap taichou termuda tersebut .

"Lebih baik kau diam dulu Toushiro,dia sedang tidak mau diganggu"kata Kensei dingin sambil memegang pundak kanan Hitsugaya yang tentu saja membuatnya sedikit tersinggung dengan kelakuan Kensei . "Maaf aku membiarkan diriku yang satunya lagi keluar,tapi yang jelas kalian bertiga harus membantuku sekarang"Kata Harada dengan dinginnya yang sempat membuat Hitsugaya sedikit shock karena kelakuannya itu yang mendadak berubah menjadi jauh lebih dingin dari Byakuya dan Hyorinmaru .

"Baiklah Akechi-san,apa yang bisa kami bantu sekarang?"Tanya Kisuke sambil menaikan sedikit topi bisbol hitamnya . "Tolong kalian katakan pada mereka kalau aku dan Byakuya pulang duluan ke penginapan dan tolong bawakan gigaiku dan Byakuya yang ada di belakang stupa tadi ke penginapan"Tutur Harada yang langsung memapah Byakuya dan segera bershunpo ke penginapan .

_Kamar grup shinigami_

'cklek'suara daun pintu yang terbuka langsung membuat Harada yang masih dalam bentuk shinigaminya tersebut langsung terperanjat dari tempat tidur Byakuya yang belum juga siuman dan langsung menoleh ke sumber suara pengganggunya tersebut

"Yo Harada,bagaimana dengannya?"Tanya Kensei yang datang bersama dua shinigami lainnya . "Bisa kalian lihat sendiri bagaimana keadaannya sekarang . Dan semoga saja ia cepat siuman"Jawab Harada dingin . "Sudahlah Akechi-san,kau tidak perlu sedingin itu pada kami"Kata Kisuke dengan nada sedikit memohon . "Berhentilah bersikap seperti itu dan cepat pakai Gigaimu sebelum ada agenda lain Akechi"Kata Hitsugaya dingin yang dibalas dengan desahan malas dari yang bersangkutan .

_5 menit kemudian_

Tampak Kensei,Harada,Kisuke dan Hitsugaya yang sedang melakukan aktifitasnya masing-masing seperti membaca buku,nonton tv,dan lagi-lagi ngemil kripik semangka sambil baca Koran yang memang belum dibacanya . "Ugh…dimana…ini….."bisik sebuah suara yang sangat familiar di telinga Harada .

"Bagaimana keadaanmu kawan?apa perlu aku pakai kaido lagi?"Tanya Harada seperti seorang introgator dengan sangat teramat pelan sampai hanya bisa didengar oleh Byakuya seorang . Sementara yang bersangkutan hanya menggeleng pelan dan berusaha untuk duduk namun usahanya langsung gagal karena rasa sakit didada kanan dan pundak kirinya memaksanya untuk tetap berbaring di kasur .

"Argh…..segila apa dia menebasku tadi sampai jadi seperti ini?"rintih Byakuya dengan wajah yang tentu saja masih pucat pasi . "Sudahlah,kau jangan terlalu memaksakan diri Byakuya . Siapkan saja dirimu,besok pagi kita pulang ke Bandung . "kata Harada yang langsung ke depan pintu kamar . "Aku mau keluar dulu,kalian bertiga tolong jaga Byakuya dan kalau ia sudah aga mendingan beritau aku"Tutur Harada yang kemudian keluar dari kamarnya hanya untuk jalan-jalan sore.

###Harada POV###

'Apa yang mereka mau dariku coba?aku kan tidak bisa membebaskan mereka seenak jidatku . Argh….kalau aku ada di misi berkepanjangan ini sepertinya aku bisa jadi gila secara perlahan,Argh…"rutukku dalam hati sambil menendang-nendang benda apapun yang kulewati sampai aku mendengar sebuah suara yang tidak terlalu asing di telingaku .

"Oiii….Da,lu kenapa?dari tadi gue panggil ga ngebales aja…Ada masalah?"Tanya Khalid penasaran"Engga kok,cuman masalah kecil doang . emang kenapa?"Tanya balikku yang sengaja berbohong padanya . Sementara saat kulihat,adik tomboinya hanya mendesah pelan dan jujur,aku tidak mengerti apa maksud dari desahan yang dikeluarkan Salsa tadi .

"Ceritain dong kang,masalah mereka lagi ya?"Tanya Salsa,sementara aku hanya memiringkan kepalaku tanda tidak mengerti dengan maksud dari kata 'mereka' yang Salsa utarakan . "Maksudnya itu togabito da . Oya,btw . kenapa otak lu jadi aga lemot ya?biasanya kan super encer . Lu abis diserang mereka ya?"tebak Khalid yang langsung kujawab dengan anggukan kepala .

"Bukan Cuma gue,tapi Byakuya juga kena . Untungnya anak-anak ga tau tentang ini"jawabku lirih . "Hah…..tapi dia gapapa kan?"Tanya Khalid yang mempersilahkanku untuk duduk disebelahnya dan aku pun langsung duduk disebelah shinigami dadakan itu . "Kayanya dah waktunya deh,gue nyeritain ini ke kalian berdua"kataku yang membuat Salsa yang saat itu sedang minum air putih langsung menyemburkan air putihnya ke jalan .

"Maksud Akang 'nyeritain ini' itu apa?"Tanya Salsa yang terlihat shock setengah mati . "Sebenernya gue,Byakuya,Kensei,Kisuke sama si Toushiro itu anggota dan mantan anggota dari pasukan keamanan kaya koramil kalau di sini . Nah,kita itu ditugasin buat ngeamanin daerah Jawa Barat dari rencana pembantaian sama pembumi hangusan yang direncanain sama seseorang yang parahnya,dia itu mantan rekan kita disana"tuturku menggantung .

"Jadi tugas kalian berlima Cuma itu?tapi kenapa sampai ada orang neraka?terus,maksud dari mantan anggota itu apa?emang mereka berkhianat ke kalian?"Tanya Khalid . "Tugas kita bukan itu aja lid . Tapi ada dua diantara kita berlima yang dikasih tugas pribadi,kalau masalah berkhianat sih ga semua . Buktinya si Kensei dan kawan-kawan sama si Kisuke dan kawan-kawan itu cuman kena getahnya sementara si trouble makernya Cuma duduk manis terus diangkat jadi kapten buat ngegantiin kapten yang sebelumnya kena getah dari ulahnya terus dia berkhianat ke kita"Tuturku panjang lebar lagi

"Terus kalau tentang tugas pribadi?"Tanya Salsa,"Kalau tentang tugas pribadi gue sama si Kensei yang dapet . kalau gue tugasnya harus mastiin biar togabito itu ga bikin keributan tanpa ada seorangpun yang tau . Kalau si Kensei mesti mulangin mantan anak buah temennya dan cuman gue yang boleh tau tentang urusan yang satu ini"Tuturku yang membuat sepasang kakak beradik itu langsung ber'OH'ria .

"Berat juga ya….tapi si balok es gapapa kan?"Tanya Khalid,sementara Harada langsung menggeleng pelan"Dada kanan sama bahu kirinya kena . Tapi dah gapapa kok,biar masih aga gimana gitu"jawabku,"Da,lu mau balik hari apa?"Tanya Khalid"Besok pagi,mau nebeng?busnya penuh tukang nebeng!"ejekku untuk mencairkan suasana kaku diantara kami bertiga .

TBC

Author Cuma mau bilang kalau Author mau fokus dulu sama ini fic,jadi yang nungguin juuyon bantai sabar ya kalau ga update double chap. lagi mentok ide soalnya buat Fic itu….