Disclaimer: I DON'T OWN ANYTHING
Author : Namikaze007
Genre: Advantur,romance(side),humor(maybe),Friendship.
Rating : M(For Violence,Gore, and Adult Scene)
Warning : abal2, gaje,Genderbender ,bahasa mungkin gak baku,typo,semi ooc Naruto,incest,Dual Wielder Sacred Gear,dll.
Pairing : Naruto x Small Harem(Naruko, Tayuya and Satsuki[ Sasuke's Sister] )
Chapter 4: New Sacred Gear User
Story Start
...
...
Naruto bangun dengan menguap lebar dan sedikit perenggangan. Badannya pegal-pegal karena kurang tidur yang di karenakan terus memikirkan keadaan adiknya yang berada di rumah sakit. Walau adiknya sudah di jaga dua ANBU, namun hatinya masih merasa tak nyaman karena ia belum percaya penuh akan kedua ANBU yang menjaga Naruko. Menggeleng pelan, Naruto bangkit dari futonnya dengan mata yang masih setengah terbuka. Ia harus segera bersiap untuk pergi menuju gedung Hokage karena Jii-sannya bilang dia akan di pertemukan dengan seorang pemegang [Sacred Gear]. Ia benar-benar tak sabar ingin melihar siapa sebenarnya yang akan Jii-sannya tunjukkan. Ia cuma bergarap bahwa yamg ia temui adalah seseorang yang membenci dirinya dan juga adiknya.
Diambilnya sebuah handuk sebelum akhirnya ia pergi ke kamar mandi. Setelah 20 menit lamanya, Naruto keluar apartermentnya dengan tenang. Ia saat ini memakai pagaian kesehariannya yakni baju berwarna biru muda dengan lambang uzumaki di bagian dada kirinya, ia juga memakai jaket berwarna biru tua dengan sentuhan sebuah garis strip warna hitam di masing-masing lengannya. Ia juga memakai celana panjang berwarna biru tua serta sandal ninja berwarna hitam. Overall... Ia terlihat cukup keren, yah cukup keren. Melangkahkan kakinya, Naruto menatap Monumen Hokage dengan sebuah senyum cerahnya diikuti kalimat penyemangat untuk memulai hari.
"Let's beat this day Dattebayo."
**Scene Break**
Uchiha District
Di sebuah halaman rumah di kawasan distrik Uchiha, terlihat seorang anak perempuan bersurai hitam yang tengah berlatih dengan giatnya. Di sisi lain terlihat seorang remaja laki-laki bersurai hitam yang tengah mengawasi anak perempuan tersebut. Dilihat dari fisik mereka berdua, dapat dipastikan bahwa dua orang tersebut memiliki hubungan darah. Dilihat dari raut wajah anak perempuan tersebut ia begitu kelelahan hingga nafasnya yang terengah-engah dapat terdengar dari jarak 10 meter.
"Hah... Itachi-nii hah...aku lelah...boleh istirahat tidak?"tanya anak perempuan tersebut kepada remaja bernama Itachi atau yang lebih di kenal sebagai Uchiha Itachi
Itachi yang sedari tadi memperhatikan latihan anak perempuan tersebut cuma menjawab singkat di sertai senyuman kecil.
"Kau boleh istirahat Satsuki."
Saat Satsuki akan pergi masuk ke rumah, tiba-tiba muncul seorang ANBU bertopeng Inu di depan Satsuki membuatnya mundur kebelakang.
"Astaga Inu-san...jangan mengagetkanku seperti itu!" teriak Satsuki
"Hahaha~ maaf maaf, aku tak bermaksud mengagetkanmu begitu. Oh iya aku kesini sebenarnya ingin memberitahukan bahwa kau di panggil Hokage-sama ke tempatnya." ANBU Inu beralasan
"Ha...? Memang ada apa?" tanya Satsuki yang penasaran
ANBU Inu cuma menggeleng kecil sebelum menghilan dengan kepulan asap yang membuat Satsuki menggerutu kecil. Itachi yang melihat adiknya menggerutu cuma tersenyum kecil sebelum akhirnya memanggil Satsuki untik mendekat.
"Satsuki sini..."
Satsuki yang dipanggil langsung berlari menuju sang kakak dengan berlari kecil. Namun langkahnya langsung terhenti karena tiba-tiba Itachi mengetuk dahi Satsuki dengan dua jarinya yang malah menambah Satsuki cemberut.
"Cepat mandi sana, jangan buat Sandaime-sama menunggu. Nii-san juga harus pergi, jadi cepatlah bergegas."
"Hai' Itachi-nii, jaa."
Setelah itu Satsuki segera berlari menuju rumah untuk untuk segera bergegas menuju Gedung Hokage meninggalkan Itachi yang cuma tersenyum.
**Scene Break**
Naruto bosan bukan main. Ini sudah hampir 1 jam ia menunggu seseorang yang di maksud Jijinya di Gedung Hokage. Bahkan ia sampai membekukan beberapa perabotan lalu mencairkan esnya kembali hanya untuk menghilangkan kebosanannya.
"Ok Jiji aku sudah cukup menunggu, lebih baik aku berlatih saja. Jaa ne."ujar Naruto yang bosan untuk pamit pergi
Melangkahkan kakinya terus tanpa mendengar teriakan sang kakek. Namun saat akan membula gagang pintu, tiba-tiba pintu di buka secara keras hingga membuat pintu tersebut menampar mukanya yang tampan.
"Yo... Sandaime-oji! kenapa mencariku?" teriak sang pembuka pintu
Namun tak ada balasan dari sang Sandaime Hokage tersebut hingga membuat Satsuki binggung. Lalu ia melihat kearah mana mata sang Hokage tertuju, munuju ke sosok yang saat ini tengah terkapar dengan sebuah tanda merah terang di bagian pipinya.
"Emm... Oh...Gomen?"beo Satsuki
**Scene Break**
Naruto duduk di sebuah sofa di pojok ruangan, di sampingnya ada Satsuki yang tengah tersenyum kikuk karena orang yang ia tabrak(secara tidak sengaja) tengah duduk di sebelahnya. Naruto sendiri memilih membuah muka kearah lain karena sedang tak punya mood untuk mengeluhi nasib sialnya.
"Hehehe... Gomen ne, aku tadi tak sengaja Sumpah deh."tutur Satsuki mencoba membela diri
"Ya... Tak masalah, aku maafkan."balas Naruto mengalah
Pandangan keduanya kini beralih ke sang Sandaime yang tengah tersenyum ke arah Naruto dan Satsuki. Menarik nafas dalam, Naruto langsung bertanya to the point.
"Jadi... Ini yang Jiji maksud?"
"Benar sekali Naruto-kun, Satsuki di sini adalah pemegang [Sacred Gear] yang aku maksud." ucap Sandaime membenarkan
Kini Naruto mengalihkan pandangan ke arah Satsuki begitu juga sebaliknya. Biru bertemu onix, pandangannya mereka lurus ke arah masing-masing. Menjulurkan tangannya, Naruto memcoba lebih dekat dengan mengenalkan diri.
"Naruto, Uzumaki Naruto."
"Uchiha Satsuki."
Melihat keduanya yang sudah berkenalan, Hiruzen segera mengambil alih pembicaraan dengan deheman kecil.
"Ehem... Nah karena kalian sudah saling mengenal nama satu sama lain, aku ingin kalian ikut ke Traning Ground khususku untuk memperlihatkan [Sacred Gear] kalian. Di sana juga sudah menungu salah satu orang kepercayaanku yang ingin melihat kalian." ucap Hiruzen
"Hai'." ujar keduanya semangat
**Scene Break**
Naruto dan Satsuki saat ini sedang berdiri di Traning Ground 44 a.k.a Hutan Kematian. Di depannya berdiri Sandaime dan seorang pria berusia 50 tahunan bersurai putih spike sepungung yang membawa sebuah gulungan besar dan duduk di atas... Katak setinggi 2 meter. 'Aneh, ada katak sebesar itu.' pikir kedua pemegang Sacred Gear
"Baiklah kalian akan menunjukkan [Sacred Gear] kalian di depanku dan salah satu muridku Jiraiya. Dia juga memiliki pengalaman bertarung dengan seorang [Sacred Gear] user."tutur Sandaime
"Benar sekali gaki, aku Gama Sannin Jiraiya yang hebat ini sudah melawan orang-orang seperti itu." ujar Jirayia membenarkan diiringi tarian anehnya.
"-_-" ketiga orang yang melihatnya sweatdrop
"Ok... Abaikan muridku yang bodoh ini(Woi!). Mari lihat apa yang kalian miliki."
"Hai Sacred Gear!/Infinite Frozen!" teriak keduanya bersamaan
'Sign'
Muncul sebuah glove di kedua tangan Naruto, sementara itu muncul sepasang sayap naga berwarna putih di punggung Satsuki. Kedua shinobi senior ini tampak takjub melihat benda yang ada pada dua anak muda di depan mereka. Walau Sandaime sendiri yang sudah pernah melihatnya, ia masih terkagum-kagum akan benda yang kedua anak ini miliki. Namun sesi kagum mereka terhenti saat muncul suara dari [Sacred Gear] Naruto.
"[Wow... Divine Dividing. Aku tak percaya bisa bertemu dengan seorang pemegang Longinus, apalagi Divine Dividing.]" ucap Hyorinmaru antusias
Naruto yang mendengar rekannya mengucapkan kata "Longinus" langsung ikut antusias.
"Woah... Benarkah Hyo? Benarkah?"
"[Hm.. Tak salah lagi, ini adalah Divine Dividing.]" balas Hyorinmaru
"Wah... Sugoiiiii!"
Sandaime dan Jiraiya yang penasaran akhirnya angkat bicara.
"Memang kenapa kalau milik Satsuki itu Longinus, Naruto-kun?" tanya Sandaime
Satsuki yang penasaran juga menatap Naruto dengan intens.
"Hah... Bukannya kemarin sudahku jelaskan Jiji?" tanya Naruto balik
"Tapi kau tak detail menjelaskannya."balas Sandaime
"Oh... Ya benar. Baiklah, begini menurut Hyourinmaru [Sacred Gear] Longinus adalah yang terkuat dari semua [Sacred Gear]. Bahkan katanya bisa membunuh dewa, itu kata Hyo." tutur Naruto
Ketiga orang yang mendengar penuturan Naruto cuma mangap-mangap seperti ikan di luar kolam. 'Membunuh dewa? Itu benar-benar luar biasa!' Pikir mereka semua di saat bersamaan
"[Benar sekali... Untuk kemampuannya sendiri. Divine Dividing bisa membagi kekuatan musuh menjadi dua dan menjadikannya kekuatan si pemilik dengan hanya menyentuh musuh. Itu bagai membunuh dua burung dengan satu batu.]" tambah Hyorinmaru
Dan kembali lagi ketiganya jawdrop mendengar penjelasan kemampuan [Sacred Gear] Satsuki oleh Hyorinmaru. Naruto sendiri cuma garuk-garuk rambutnya yang tak gatal saat melihat ekspresi ketiga makluk di depannya.
**Scene Break**
Setelah sadar dari kejadian GaJe tadi, Naruto dan Satsuki menanyakan kenapa mereka berdua di bawa kemari kepada Sandaime.
"Jadi... Jiji kenapa kita di bawa kesini? Aku tahu masih ada yang ingin kalian tahu. Tak mungkinkan seorang Kage dan Sannin hanya ingin melihat [Sacred Gear] kami saja bukan."
Hizuren yang mendengar pertanyaan Naruto cuma tersenyum kecil. Ia harus mengakui bahwa anak yang di depannya ini bisa membaca situasi dengan cepat dan tepat. Ia yakin orang tuanya akan bangga kepadanya.
"Hmm... Tentu, Jiraiya di sini akan menjadi sensei kalian. Aku memutuskan untuk menjadikan kalian Special Genin. Untuk misi sendiri, kalian harus mengambil langsung kepadaku. Untuk Traning Ground sendiri, kalian mulai sekarang akan berlatih di sini." tutur Hiruzen panjang lebar
"He...? Tapi aku tak pernah dengar tingkat Special Genin. Yang ku tahu cuma Genin, Chuunin, Special Jounin, Jounin, Elite Jounin, ANBU , dan Kage."balas Naruto yang binggung dengan status ninjanya
"Hahaha... Kau menyadarinya ya? Sebenarnya memang tidak ada, namun untuk kasus kalian aku mengistimewakan. Kalian merupajan pemegang [Sacred Gear], secara teknis kalian diatas para anak seumuran kalian. Jadi aku dan Jiraiya sepakat untuk menjadikan kalian Special Genin." ucap Hiruzen dengan tenang
"Betul sekali gaki! Aku juga akan mengajarkanmu Jutsu hebat." tambah Jiraiya
Namun bukannya bahagia, Naruto dan Satsuki malah tertunduk lesu. Hal ini membuat Hurizen dan Jiraiya binggung.
"Kenapa malah cemberut seperti itu?"
"Hah tentu aku cemberut, aku tak memiliki sistem Chakra." ucap Naruto lesu
"Aku juga. Itulah yang menyebabkanku di jauhi para Uchiha yang lain. Ya walau Sasuke , Itachi-nii dan Kaa-san tak termasuk sih."tambah Satsuki
Jiraiya yang mendengar klarifikasi kedua bocah di depannya cuma mangap lebar-lebar. Ia tak percaya bahwa mereka berdua tak punya sistem Chakra. Mereka itu lahir dari dua clan besar, ya walau hanya beberapa orang yang tau siapa orang tua Naruto. Tapi sepanjang sejarah ninja, clan Uzumaki memiliki kapasitas Chakra yang besar, sangat besar malah.
"Bagaimana bisa?" beo Jiraiya
Merasa kebingungan untuk menjawab pertanyaan Jiraiya, Naruto meminta Hyorinmaru untuk menjelaskan masalah ini.
"[Mudah saja, ini merupakan efek bagi pemilik Sacred Gear. Walau mereka ketururan ninja dengan kapasitas Chakra besar luar biasa sekalipun akan kena dampaknya. Apa kalian tak pernah memperhatikan bahwa para pemegang Secred Gear tak pernah mengeluarkan jutsu?]"
Setelah mendengar penjelasan Hyorinmaru, Hiruzen dan Jiraiya mulai mengingat-ingat pertarungan mereka dengan para [Sacred Gear] user. Setelah beberapa menit berfikir, akhirnya dua shinobi veteran tersebut cuma senyum gaje yang membuat Naruto dan Hyorinmaru Sweatdrop.
"Ahahaha... Kau benar juga." ucap Sandaime cengengesan
'Hadeh...tipikal orang tua, pikun.'pikir Naruto
"[Aku setuju denganmu, Partner. Mereka pikun dan bau tanah hahaha~] " Hyorinmaru menambahkan
"Jadi kapan kita latihan denganmu? Aku sudah tak sabar ingin menyayat beberapa bagian tubuhmu Jiraiya-sensei kukuku. Pasti menyenangkan bukan? Fufufu" Naruto mulai tertawa sadis
Sepertinya sifat sadis Naruto muncul lagi, dan ini membuat ketiga orang lainnya menjadi takut.
'Dia Sadist !' pikir ketiganya
"A-ahaha Naruto-kun aku pergi dulu ya aku banyak kerjaan di kantor. Jadi sampai jumpa besok, Jaa ne."Hiruzen yang panik pergi dengan Shunsin
"A-aku juga ada latihan dengan Itachi-nii, jaa Naruto." ucap Satsuki ikut-ikutan kabur
Jiraiya yang sendirian langsung pergi dengan kepulan asap mengikuti kedua orang lainnya. Naruto yang melihat kepanikan ketiga orang tadi cuma tersenyum kemenangan karena berhasil mengerjai mereka semua. Sedangkan Hyorinmaru yang melihat tingkah Hostnya cuma geleng-geleng kepala dan mendesah berat.
"[Dasar...]" celetuk Hyorinmaru
"Biarin."
**Scene Break**
Naruto saat ini sedang berada di apartermen miliknya, di sampingnya duduk adiknya yang tengah memakan cup ramen dengan ekspresi senang. Naruto yang melihat adiknya yang kembali ceria cuma tersenyum kecil, begitu juga Hyorinmaru yang berada di tubuh Naruto. 'Hah...senyum itu akhirnya kembali lagi, senyum yang secerah matahari.'pikir Naruto
Naruko yang tengah memakan ramen tiba-tiba menghentikan makannya dan kemudian menatap sang kakak dengan ekspresi seriusnya yang malah terlihat lucu oleh Naruto.
"Ne... Naruto-nii tadi pagi kemana? Kok tiba-tiba hilang ngak keliatan batang hidungnya." tanya Naruko
"Nii-san tadi ke gedung Hokage, ada pembicaraan kecil Nii-san dengan Jiji." Naruto membalas secukupnya
Naruko yang mendengar penjelasan Nii-sannya cuma ber'oh'ria sambil mangut-mangut paham. Setelah itu ia kembali memakan ramennya tadi dengan lahap. Sedangkan Naruto, ia saat ini sedang berbincang dengan Hyorinmaru dengan telepati.
'Hei Hyo, kalau tak salahkan Jiraiya-sensei itu Sannin kan?'tanya Naruto
"[Memang iya, lalu?]"
'Bagaiman kalau aku meminta dia untuk melatih Naruko? Hitung-hitung agar dia bisa melindungi dirinya sendiri.'
"[Kurasa idemu bagus juga. Dengan begitu kau juga punya waktu untuk melatih Sacred Gearmu bukan?]"
'Benar sekali, Aku akan bicara dengannya besok. Ok sudah dulu aku mau makan ramen dulu, entar bisa habis dimakan Ruko-chan.'
"[Dasar penggila ramen]"
Namun komentar Hyorinmaru cuma di balas dengan ucapan 'Hn'. Membuat menggerutu tentang apa sebenarnya Naruto itu keturunan Uchiha.
To be Continued
Ah... Akhirnya selesai juga nih chapter. Bagaimana dengan chapter ini? Bagus/ kurang bagus/ gak bagus? Saya harap mah bagus. Untuk yang nyaranin tayuya punya sacred gear kayaknya gak bisa deh, soalnya entar Tim naruto jadi tim god like. Karena entar tayuya bakal jadi anggota tim naruto, tapi itu masih lama banget. Untuk nanti yang nanya kok orang yang ngintip naruto saat komunikasi dengan hyo ngak keluar? Itu oc entar keluarnya, karena keberadaannya belum di ketahui sandaime. Maksudnya sacred gearnya.
Untuk umur Naruto dkk:
Naruto: 8 tahun
Satsuki, Naruko dan Rockie 9 : 7 tahun
Ok untuk yang lain masih kayak di canon. Saya juga mau berterima kasih kepada yang review, fav, follow. Dan saya juga minta maaf jiga ada salah kata juga ada kesalahan di dalam fic, karena hamba ini juga manusia biasa.
Namikaze007 Ciao~
