A/ N: Makasih buat yg udah Riview, akika senang bgt…., baiklah, ini dia chapter 4 nyau….., semoga kalian suka, review lagi ya…
Chapter 4: Help Ino part 1
Jam menunjukkan pukul 06.45, dan Sakura telah sampai di sekolah. Saat dia menaruh sepatu rodanya di loker, Karin menghampirinya.
"Hai Sakura!"
"Hai Karin!"
"Bagaimana suratku?"
"Sudah kuberikan"
"Bagaimana responya?"
"E…, saat aku kesana, dia belum membuka suratnya"
"Hah…, ya sudah kalau begitu, terimakasih ya Sakura dah…." Kata Karin sambil pergi dari tempat Sakura. Lalu setelah dia mengambil bukunya, dia menuju kamar mandi, dan bercermin
"Aku aneh…., sangat aneh…, bukankah aku tidak perlu berdandan seperti orang lain…", perkataanya sendiri membuat dia sadar, dia hanya perlu menjadi dirinya sendiri menjadi apa yang dia impikan, dan dia sudah punya rencana. Sakura segera menuju kelasnya setelah dia mendengar bel berbunyi.
"Selamat pagi anak-anak!" kata guru Biologi, Morino Ibiki. Sekarang dia sedang menjelaskan susunan saraf pada manusia dan hewan. (maaf ya…, Author sendiri tidak yakin kalau itu materi Biologi kelas XI, tapi kalau itu memang materinya, syukurlah…), semua nak memperhatikan penjelasan pelajaran sudah selesai
"Selamat pagi anak-anak"
"Pagi pak…." Jawab nak-anak serentak
"Oya Sakura, kau dipanggil Ibu Kepala Sekolah, temui dia sehabis pulang sekolah"
"Terima kasih" kata Sakura
TIMEEEEEEEEE !
Tok..tok..tok….
"Ini saya Sakura"
"Oh Sakura, masuklah". Setelah itu Sakura masuk
"Duduklah"
"Terimakasih"
"Baiklah…." Setelah mengucapkan kata itu, Tsunade tersenyum
"Ada yang mau anda bicarakan?"
"Tentu…"
"Kalau boleh saya tahu, apa itu"
"Mengenai Putri sekolah…, bagaimana?"
"Itu…., maaf tapi saya rasa saya memang tidak pantas untuk ikut dalam kompetisi itu?"
"Kenapa bukankah kau Sakura yang percaya diri?"
"Saya tahu tapi ini adalah unjuk bakat…, dan saya…"
"Kau kenapa?"
"saya tidak punya bakat yang penuh, saya hanya sekedar bisa saja"
"Kalau begitu kembangkan, Sakura"
"Akan saya coba, tapi…"
"There is no but, now you can go.."
"Thank you so much, excuse me"
"You get excuse!Hem…Sakura!."
"Ada apa lagi?"
"Siapkan presentasi tentang fraction and Aerodynamic minggu depan, untuk…. Sekolah…"
"O…? Fraction…Aerodynamic Baiklah, terimakasih"
"Ya…"
"Aku pulang….."
"Selamat datang"
"Sakura ada pesan dari Sasuke"teriak ibu Sakura dari dapur, setelah itu Sakura menghampiri ibunya di dapur
"Apa itu bu?"
"Nanti dia kesini untuk belajar … kimia"
"Baiklah, terimakasih.."
"Oya Sakura"
"Ada apa lagi?"
"Nanti ibu harus ke Rumah Sakit, ada operasi mendadak"
"Baiklah"
Setelah itu Sakura menuju kamarnya dan…
Our song is the slamming screen door,
Sneakin' out late, tapping on your window
When you're on the phone and you talk real slow
Cause it's late and your mama don't know
Our song is the way you laugh
Nada dering Handphone Sakura berbunyi. Sakura segera mengambil handphonenya
"Halo"
"Hai Sakura"
"Oh Ino ada apa?"
"Kau harus membantuku"
"Membantu apa, belanja? tidak!"
"Bukan itu"
"Lalu apa?"
"Menghitung dan berfikir"
"Maksudmu?"
"Kau mau kan.."
"Iya-iya"
"Nanti aku juga akan mengajak Tenten dan Hinata juga, ini penting, nanti kami ke rumahmu ya…"
"E…", belum sempat Sakura bicara.. Ino berkata..
"Terimaksih", dan handphonenya langsung dimatikan.
"Huh.. bagaimana ini, pasti nanti sasuke tidak konsentrasi belajat gara-gara miss shopaholic itu."
Pukul 17.00
Ting..tong..
"Iya sebentar" kata Sakura, setelah dia membuka pintu.
"Oh sasuke, silahkan masuk."
"Terimakasih Sakura". Mereka lalu menuju ruang keluarga
"Silahkan duduk"
"Terimakasih.." tiba-tiba
Ting..tong…
"Sebentar ya aku buka pintu dulu"
"Oh iya". Sesudah membuka pintu
"Ino,Tenten,Hinata, eh.. Naruto dan Neji juga ikut, ayo silahkan masuk"
"eh sauke aku bawa teman untukmu"
"O hai Neji hai Naruto"
"Sasuke apa yang kau lakukan disini?"
"Belajar Kimia.."
"O…". Mari silahkan duduk, mereka semua akhirnya dudu di ruang keluarga
"Ino sebenarnya apa tujuanmu datang kemari?"
"Begini, dia kan shopaholic, dan…., sekarang dia terjerat penagih hutang yang mencari dia, katanya dia harus segera melunasi hutangnya" kata Tenten
"Lalu kenapa datang padaku?"
"Begini, dia kesini supaya kau mau membantunya menghitung hutangnya dan cara menyelesaikanya, begitu…" kata Tanten lagi
"O….., baiklah, dimana tagihanya?". Lalu Ino mengeluarkan setumpuk Amplop. Semuanya membelalak kaget
"Ha….." kata Semua orang yang ada di ruangan itu minus Ino, Sasuke dan Neji.
"Kau yakin tagihanya sebanyak ini?" Kata Tenten
"Kau beli apa saja sih?" Tanya Naruto
"Kau belanja dimana saja sih sampai tagihanya sebanyak itu?" Tanya Neji
"Sai tahu tidak?" Tanya Hinata
"Bagaimana dengan orang tuamu?" kata Sasuke. Lalu semuanya menoleh kea rah Sakura yang belum meluncurkan pertanyaan
"E….., kau sudah berapa lama dijerat hutang?". Ino-pun bingung mau menjawab yang mana dulu
"Baiklah.., begini saja, Naruto, Neji dan Sasuke tolong ambilkan jus jeruk di kulkan tiga botol dan gelas untuk kita semua, kita pasti haus saat membaca dan menghitung tagihanmu itu" kata Sakura. Lalu ketiga cowok itu ke dapur.
Di bagian Naruto, Neji dan sauke
"Untung saja pacarku bukan orang yang gila belanja" kata Naruto
"Ya untung saja Tenten tidak suka belanja barang-barang seperti itu." Sambung Neji. Mereka berdua menatap Sasuke
"Untung saja aku tak punya pacar.. hehe" kata Sasuke dengan alas an yang ngawur.
"Kalau Sai tahu bagaimana ya…" kata Naruto
"Sebaiknya jangan sampai dia tahu, ini pasti sangat memusingkan" kata Neji
"Ya, sebaiknya dia jangan tahu dulu" sahut Naruto.
Di bagian cewek
"Ino, Sai tidak tahu?" kata Hinata
"Tidak"
"kau tidak memberitahunya?" Tanya Tenten
"Tentu tidak, aku tak ingin dia repot gara-gara aku"
"Minuman siap…" kata Naruto yang tiba-tiba datang dari dapur.
"Baiklah sekarang aku akan membagi amplop-ampolp ini" kata Sakura. Setelah beberapa saat…
"Baiklah, kita berenam masing-masing dapat 7 amplop, dan kau Ino, kau harus menjelaskan kenapa kau membeli semua ini, mengerti!" kata Tenten.
"Baik"
"Ino aku mau tanya"
"Apa Sakura?"
"Kau membeli semua ini dengan kartu kredit bukan? Berarti hitunganya dolar? Dan barang-barang yang kau beli juga dalam hitungan dolar bukan?"
"Iya"
"Baiklah kita mulai, dari Naruto"
Semua membuka amplop dan membaca isinya
"Ha…" teriak Naruto
"Ha….." semua menirukan
"Apa! $78 untuk sebotol madu lavender?"
"Aku kasihan dengan pedagangnya, matanya cacat dan dia terlihat sangat menyedihkan". Semua tidak mengerti.
"Hinata!" kata sakura
"Ha…!" teriak Hinata
"Ha…!." semua
"Apa! $20 untuk spa kaki? Apa itu spa kaki? And what are you doing with foot spa?"
"Mereka bilang aku pelanggan setia" Jelas Ino
"Tenten!"
"What…!" teriak Tenten
"Apa isinya" Tanya Sakura
"Aku tidak bisa bahas yang satu ini $200 untuk celana dalam Marc Jacobs?"
"Hello.. Underwear is the basic of human right!"
"Neji!"
"$120 untuk sebuah shal wol?"
"Itu sangat mengagumkan, warnanya, halusnya"
"Stop!" teriak semuanya
"Sasuke!"
"Ini sangat gila! $500 untuk sebotol Anggur?". Semuanya menatap Ino
"Hei… aku sudah 17 tahun."
"Baiklah untukku ini sangat sulit dipercaya, $175 untuk sebuah dress abad pertengahan , untuk apa Ino?"
"Mereka bilang aku seperti Barbie jika aku memakainya". Mereka semua lalu meminum jus jeruk yang sudah dituangkan di gelas mereka. Lalu mereka melanjutkanya, mereka merobek perekat amplop dan membacanya lagi.
"Naruto!"
"$100 untuk sepatu kulit?"
"Itu menggumkan"
"Hinata!"
"$135 untuk sebuah tas jinjing"
"Hai tas itu seperti memanggilku! Hei Ino, beli aku, aku sudah tak tahan di toko ini!"
"Tenten!"
"Ha…" teriak tenten
"Ha….." semua juga berteriak
"Tak dapat dipercaya, $195 untuk sepasang pakaian renang? Kau mau apa sih!"
"Itu untuk investasi dan itu dari 100% sutra, aku tidak bisa menolaknya"
"Neji!"
"$97 untuk sepasang sepatu hak tinggi?"
"nantinya aku akan mejadi wanita dewasa bukan?"
"Sasuke!"
"$165 untuk guci antik"
"Mereka bilang itu dari mesir"
"Punyaku, $178 untuk sebuah alat pijat?"
"Itu praktis bukan?". Mereka semua meneguk jus mereka dan melanjutkanya lagi
"Naruto!"
"$65 untuk cream SPF?"
"Aku tak mau kulitku terbakar sinar matahari"
"Hinata!"
"$167 untuk selendang berwarna ungu?"
"Kata Sai, aku cocok dengan warna ungu, jadi aku beli selendang dengan warna ungu"
"Tenten!"
"Apa ini! $320 untuk sebuah mahkota emas?"
"Aku akan terlihat seperti putri sungguhan"
"Neji!"
"$98 untuk satu set aksesoris?"
"Itu dari batu yang sangat cantik…"
"Sasuke!"
"$120 untuk gaun malam?"
"Aku pasti membutukanya suatu hari nanti"
"aku, $169 untuk sebuah piyama?"
"Hai, itu sangat lembut, dan sangat nyaman untuk tidur". Mereka meminum jus mereka dan melanjutkannya, sampai amplop terakhir dibaca,
"Baiklah, sekarang aku perintahkan Neji dan Tenten yang menghitung" kata Sakura
"Baik" kata Neji. Setelah 2 menit mereka menghitung..
"Ino!" teriak mata tertuju pada Tenten
"Berapa Tenten?" Tanya Ino.
"Bagaimana kau membayar $20,768.98 sedangkan kau seorang pelajar?"
"Apa!" teriak semuanya minus Neji dan Tenten
"Kau tidak salah menghitung?" kata Ino.
"Kau meremehkan Microsoft Exel?" Tanya tenten pada Ino
"A….!" kata Ino setengah menangis(?)
"Tenang Ino.. tenang…" kata Hinata "Tarik nafas dalam…dalam… hembuskan" sambung Hinata. Sementara Hinata menenangkan Ino…
"Tak dapat dipercaya! $20,768.98!" kata Naruto
"Itu banyak sekali!" kata Neji
"Pantas saja dia dicari penagih hutang…," kata Tenten
"Tapi kita tetap harus membantunya, kasiankan…" kata Sakura
"Tapi bagaimana caranya?"kata Naruto berapi-api (?)
"Kita pikir besok saja, ini sudah malam, orang tuaku pasti sebentar lagi meneleponku" kata Tenten.
"Iya, ini sudah malam, kalau gitu ,aku dan Tenten pamit dulu ya…" kata Neji.
"Iya, terimakasih…" kata sakura
"Kami pergi dulu ya Sakura" kata Hinata yang menggandeng Ino
"Dadah….."
Setelah mereka pergi….
"Maaf ya Sasuke, acara kita jadi kacau"
"Nggak papa, kan bisa besok"
"Oya, kau bisa tidak besok temani aku ke Harwood Skating Club (diambil dari film tahun 2005: Ice Princess)"
"Kau mau apa?"
"E…, menerapkan gaya gesek dan Aerodinamik.."
"Baiklah…"
"Kau benar mau?"
"Yap"
"Terimakasih"
"Aku pergi dulu ya… dadah…"
"dadah…"
Setelah Sasuke pergi, Sakura pergi kamarnya setelah dia membereskan rumahnya, dan belajar….., it's time to study!
Pagi Hari di kelas…
"Aku sudah memikirkan carnya miss Barbie." Kata tenten
"Are you sure? What?"
"Sebelumnya aku mau tanya, kau masih punya uang berapa?"
"Sekitar, $6500, orang tuaku baru saja mentransvernya". Ya.. Ino memang kaya, tapi tidak bisa mangatur pengeluaranya. (untuk yang nggak bisa mengatur pengeluaranya, itu Author banget! Waktu dapet jatah mingguan, terkadang hari Jumat dan Sabtu author kena Kanker alias Kantung Kering!)
"Nah.., kau pilih barang yang benar-benar penting bagimu, kami akan membantumu, lalu sisanya kita lelang!"
"Apa? Lelang? Tapi…" kata Ino mengeluh.
"Benar juga" kata Hinata setuju
"Aku juga setuju" kata Sakura.
"Baiklah.., sudah diputuskan, kita lelang barang Ino!" kata Tenten semangat.
"Kapan kita ke rumah Ino?" kata Hinata
"Besok saja ya…, aku ada acara" kata tenten.
"Baiklah" kata Ino.
Setelah Pulang Sekolah….
Sasuke sedang bersandar di motor Gede-nya di parkir sekolah menunggu Sakura. Setelah beberapa saat, gadis berambut pink itu muncul dengan menenteng tas yang cukup besar berwarna merah dan menggendong tas sekolahnya.
"Sudah menunggu lama? Maaf ya…"
"Tidak kok, baru juga 2 menit aku disini, berangkat sekarang?"
"Ya…". Lalu mereka segera menuju Harwood Skating Club. Setelah sampai…
"E… Sasuke aku ganti baju dulu ya…"
"Iya, eh aku lalu ngapain?"
"Nah itu, aku ingin kamu merekam setiap gerakanku, mengerti?"
"Mengerti, jadi sebenarnya ini untuk apa? Maksudku apa tujuanya?"
"E…, Nona Tsunade menyuruhku berpresentasi tentang ini."
"O….., kau sibuk ya sekarang" kata Sasuke sambil mengacak-acak rambur Sakura.
"Eh Sasuke apa sih…." Kata Sakura sambil menata rambutnya."Tunggu aku ya…" kata Sakura sambil pergi dari hadapan Sasuke. Setelah beberapa menit, Sakura kembali dengan pakaian dan sepatu luncurnya. Sasuke hampir tidak percaya kalau Sakura bisa lebih cantik lagi, dia menggunakan baju terusan berwarna pink cerah, dengan lengan panjang,dengan hiasan renda pink di bagian dada dan manik-manik tepi renda, lengan dan bagian bawahanya, panjang bawahanya diatas lutut, sehingga menampakkan kaki jenjangnya yang dibalut dengan stoking tipis, sepatu luncur berwarnya putih dengan garis pink tipis di bagian bawahnya, rambutnya dikuncir kuda,poninya disibakkan ke kanan dan dijepit dengan jepitan rambut berwarnya hijau.
"Bagaimana? Cukup layak direkam?" Tanya Sakura pada Sasuke
"Kurasa bukanya cukup…"
"But….." kata Sakura
"I think, perfect"
"Thank you so much Sasuke."
"You're welcome, let's do it!"
"Oh, come on".
Sakura mulai menapakkan kakinya di lapangan es (apa ya namnya… aku lupa)yang tidak ada pengunjungnya selain mereka berdua. Sementara Sasuke memegang handy cam milik Sakura, dan mengikukinya berseluncur dengan sepatu seluncur yang dia bawa dari rumahnya (ya.., Sasuke juga bisa berseluncur).Sakura memulai gerakanya dengan meluncur biasa, lalu dia melakukan bentangan elang, setelah itu double axel..
"Wow sakura, kau hebat" kata Sasuke sambil terus merekam setiap gerakan Sakura.
"Terimakasih". Setelah itu dia menunjukkan lompatan triple luts yang sudah dia kuasai. Dan pendaratanya… sempurna…, Sasuke hampir tidak percaya Sakura bisa melakukan hal yang menkjubkan yang tidak diketahui orang lain, seperti saat ini, dia berseluncur dengan cantik dan lincahnya. Dia melanjutkanya dengan beberapa lompatan triple.
.
.
.
.
Setelah dia selesai….
"Bagaimana?" Tanya Sakura pada Sasuke
"Maksudnya?"
"Permainanku, apa cukup bagus menurutmu?"
"Bagus"
"Benarkah?"
"Ya"
"e… Sasuke"
"Apa?"
"Bisa temani aku ke toko buku?"
"Tentu, lagipula aku mau beli buku 'Cara cepat untuk mengerti pelajaran Kimia'"
"Hahaha, kamu ini"
"Hai! Aku tidak mau kena semburan lagi dari guru yang cepat naik darah Orochimaru itu"
"Iya-iya, ayo!"
Setelah sampai di toko buku…..
Sakura menuju deretan rak 'Physic' sedangkan Sasuke menuju deretan 'Chemistry'. Setelah Sakura dan Sasuke menemukan buku yang mereka cari, mereka menuju kasir, Sasuke membeli 2 buku sedangkan Sakura membeli 4 buku, 1 buku berjudul 'Aerodynamic', lalu 1 buku berjudul 'fraction', lalu 1 buku berjudul 'Isac Newton' dan 1 kamus Oxford.
"Sakura, kenapa kau sering membeli buku tentang tokoh-tokoh Science?" Tanya Sasuke tiba-tiba.
"Oh…, ini, kau tahu bahwa ternyata dulu Albert Einstein adalah orang yang sangat mudah bosan? "
"Hn?"
"Dulu saat dia sedang mengikuti rapat angggota dewan, di tengah rapat itu, dia berdiri dan mengatakan bahwa rapat itu sangat membosankan dan sama sebaiknya rapat itu diberhentikan saja daripada membuang waktu, lalu dia pergi meninggalkan ruangan rapat itu seenaknya"
"Hn.., aku tidak menyangka seorang ilmuan seperti dia melakukan hal itu" kata Sasuke sambil mengerutkan keningnya.
"Ya, itu adalah tingkah konyol para ilmuan dan aku yakin semua ilmuan mempunyai cerita masing-masing sebelum dia berfikir tentang Science sampai merekan menemukan hal-hal menakjubkan itu"
"Ya…, itu bagus"
"ehm" kata seorang wanita (baca: kasir *tinggian dong….. kasiiiiiiiiirrrrrrr)
"Oh ya aku hampir lupa" kata Sakura
"Yang ini untuk anda" kata kasir itu sambil memberikan tas belanja berwarna biru gelap dengan tulisan 'Ocean' berwana putih di tengahnya berukuran medium pada Sakura
"dan ini untuk anda" kata kasir itu sambil menyrahkan wadah yang sama pada Sasuke.
Setelah menerima bungkusan itu, Sakura tidak langsung keluar melainkan melihat-lihat buku di deretan rak 'for Public'. Sasuke-pun segera menyusul Sakura
"Apa yang kau cari di sini?" Tanya sasuke
"E…" hanya itu yang Sakura katakan.., dia menyusuri deretan buku yang ada di rak buku -tiba
"Ini dia!" seru Sakura. Lalu dia mengeluarkan Handphonenya dan menelepon Ino.
"Hallo" terdengar suara Ino dari seberang (sungai….)
"Ino, aku punya sesuatu yang bagus untukmu"
"Apa itu"
"Nanti aku tunjukan dadah…." Dia langsung menutup Handphone-nya .
"Apa yang kau punya untuk Ino?" Tanya Sasuke
"Ini" sambil menunjukkan dua buah kotak DVD
"O….. itu cocok" kata Sasuke
