Disclaimer : Naruto milik Masashi Kishimoto


"MASIH BELUM MAU MENGAKU?"

"Uhuk… uhuk… sudah kubilag, aku tidak ada hubungan apa-apa dengannya.. kumohon, kalian percayalah…" mohon Sakura sambil berlutut.

"Huh, baiklah, buktikan pada kami kalau memang kalian tidak ada hubungan apa-apa, lempar wajah Sasuke memakai sepatumu." Perintah Karin.

Walaupun Sakura membenci laki-laki, tapi dia tidak akan bisa melakukan hal sekejam itu, apalagi pada Sasuke, temannya Ino.

"Tidak bisa?" tantang Karin.

Kalau Sakura tidak melakukannya, masa-masa SMA nya hanya berakhir dalam penindasan.

"Karin, Karin… Sasuke datang, sebetar lagi dia akan melewati toilet wanita." Lapor temannya.

Karin menatap Sakura dengan tatapan menantang, dengan ragu Sakura bangkit dari berlututnya, bajunya yang basah, wajahnya yang basah serta rambut indahnya yang basah, Sakura sudah pasrah, kalau harus dibenci oleh Ino, mungkin memang ini takdirnya. Sakura keluar toilet dalam keadaan kacau, dan dia menoleh kearah kiri dimana Sasuke sudah melewati toilet wanita menuju ke kelas, akhirnya dengan penuh kenekatan Sakura memanggil Sasuke.

"S-Sasuke!" teriak Sakura yang membuka sepatu kirinya.

Begitu Sasuke menoleh, dia melihat Sakura melemparkan sepatunya tepat di wajahnya, dan itu membuat seluruh perhatian anak-anak di sekolah menuju pada Sakura. Sakura terdiam ketika Sasuke memandangnya dengan terkejut. Sasuke Uchiha, pertama kalinya diperlakukan buruk oleh seorang wanita.

"Hihihihhi, dengan begini Sasuke pasti akan membencinya." Bisik Karin pada teman-temannya yang mengintip dari pintu toilet.

Wajah Sakura yang acak-acakan kini merasa pasrah ketika Sasuke berjalan menghampirinya.

'Habislah aku.' Pikir Sakura.

Sasuke menghampiri Sakura, Sakura yang ketakutan menutup matanya, tetapi betapa kagetnya seluruh murid karena Sasuke tidak menunjukkan ekspresi marah tergadap Sakura, justru Sasuke memgang lembut pipi Sakura yang memar.

"Siapa yang melakukan ini?" Tanya Sasuke lembut.

"Hah?" Sakura bingung dan membuka matanya, dia melihat sepasang mata onyx memandangnya dengan lembut bercampur kesal dan khawatir.

"Katakan padaku, "Ucap Sasuke dengan nada yang berat. "Siapa yang melakukan ini padamu?"

"I-itu…" Sakura bingung harus menjawab apa, dia sama sekali tidak mengerti, mengapa Sasuke tidak marah padanya, apalagi dia melempar sepatu tepat di wajahnya.

Ketika Sasuke sedang memutar otaknya siapa yang melakukan ini semua, dia melihat rambut Karin di pintu, langsung saja Sasuke menghampiri Karin yang berada di pintu toilet wanita, dengan kesal dia jambak rambut Karin.

"Kemari kau!" ucap Sasuke yang menarik Karin.

"Ah… S-Sasuke, aaww!" rintih Karin.

"Kau yang melakukannya!" bentak Sasuke sambil mendorong Karin ke tembok.

"Lakukan apa?" Tanya Karin sok merasa tidak bersalah.

"Sakura! Lihat dia! Apa yang kau lakukan padanya?" Tanya Sasuke sambil menunjuk kearah Sakura yang acak-acakan.

"Aku hanya memberinya sedikit pelajaran karena sudah genit padamu!" jawab Karin kesal.

PLAK

Keadaan hening ketika Sasuke menampar Karin dengan kencang, adegan itu pas sekali dilihat oleh Ino, Sai, dan Naruto yang baru datang, ketika Ino melihat keadaan Sakura, dia langsung mengahmpirinya sambil membelai rambutnya dengan pelan.

"Sakura, astaga kamu kenapa?" Tanya Ino khawatir.

"Tidak… aku…"

"APA YANG KAU LAKUKAN?" bentak Sasuke, bentakan Sasuke membuat Ino menoleh kearahnya dan melihat Karin ketakutan, melihat adegan itu Ino langsung paham. Sakura yang dari tadi berdiri berjalan kearah Sasuke.

"AKU TANYA APA YANG KAU LAKUKAN?" Tanya Sasuke sambil melayangkan tamparanya lagi.

"Sasuke STOP!" cegah Sakura yang menahan lengan Sasuke. "Jangan kasar pada wanita!"

"Apa kau bilang? Dia sudah menganiayamu!" bentak Sasuke.

"Memang, tapi yang patut membalasnya adalah aku." Ucap Sakura dengan tenang. "Mulai sekarang, aku mohon jangan libatkan aku lagi dalam kehidupanmu, aku tidak mau hal ini terulang lagi, tolong biarkan aku melewati 3 tahun ini dengan damai.

Namun ketenangan Sakura mulai hancur, dia tidak bisa membohongi dirinya yang ketakutan, akhirnya Sakura menangis, tangisan yang benar-benar dalam.

"aku mohon, biarkan aku menjalani kehidupan SMA ku dengan normal, tinggalkan aku dalam urusan pribadi kalian." Ucap Sakura dengan berlinang air mata.

Melihat Sakura yang benar-benar serius, Karin menjadi merasa bersalah, Ino hanya terdiam disampng Sai, dan Naruto menghampiri Sasuke dan melepaskan tangan Sasuke yang mencengkram kerah kemeja Karin. Sakura berjalan melewati mereka semua dalam keadaan acak-acakan, wajah memar, dan rambut basah.

'bodoh, aku bodoh berfikir Sasuke adalah laki-laki yang baik, aku tidak tahan berada disini…' keluh Sakura sambil mengusap air matanya.

Sebelum Sakura hilang dari pandangannya, Sasuke mengatakan sesuatu yang membuat semua orang tercengang.

"Aku suka kamu." Ucap Sasuke dengan lantang.

Itu membuat Karin yang berada di depannya tercengang, bahkan Ino, Sai, dan Naruto pun ikut tercengang karena selama mereka kenal Sasuke, ini pertama kalinya terucap kata 'suka' dari mulut Sasuke, Sakura menghentikan langkahnya namun tidak menoleh kebelakang.

"Entah sejak kapan dan bagaimana, aku menyukaimu." Ujar Sasuke sambil menatap punggung Sakura yang masih gemetar.

Sakura makin menangis, dia menghampus air matanya dan berlari ke kelas untuk mengambil tasnya lalu pulang. Sasuke masih berdiri disitu, tidak bisa mengejar Sakura, juga tidak bisa bergerak kemana-mana, dia hanya mematung sambil mengerutkan keningnya.

Sesampainya Sakura dirumah, dia langsung berlari ke kamar mandi, beruntung ibunya sedang pergi belanja keluar, jadi dia bisa merapihkan keadannya yang hancur itu. Sesudah rapih, Sakura memplester memarnya dengan hati-hati, tiba-tiba bel rumah berbunyi, Sakura berjalan menuju pintu dan membukanya.

"Gaara?" ucap Sakura yang kaget.

"Heiii, aku sengaja datang lebih awal, aku ingin menginap 2 hari." Jelas Gaara.

"Waah, baguslaaah,aku senang sekali." Jawab Sakura tertawa riang.

Gaara melihat keadaan Sakura yang matanya sembab karena menangis.

"Ada apa?" Tanya Gaara dengan lembut.

"Hah?"

"Kamu, ada apa denganmu?" Tanya Gaara sekali lagi.

Tidak bisa dipungkiri, Sakura tidak bisa berbohong pada Gaara, dia menundukan wajahnya melihat kearah lantai.

"Mau ceritakan itu padaku?" tawar Gaara dengan lembut.

Akhirnya, karena tidak kuat, Sakura memeluk Gaara dengan diiringi tangisan kecil, Gaara yang merasa sangat sayang pada Sakura memeluknya sangat erat, seakan tidak mau melepaskannya. Dia menunggu Sakura sampai berhenti menangis sambil membelai rambutnya. Lalu Sakura menceritakan semua kejadian yang dialaminya selama ini pada Gaara.

"Jadi begitu, ternyata orang yang bernama Sasuke itu menyukaimu?" kata Gaara.

Sakura mengangguk sambil memegang pipinya yang memar.

"sakura, dengar… " ucap Gaara sambil memegang lembut pipi Sakura yang memar. "Ada kala dimana seorang laki-laki memang kasar, tapi itu karena dia tidak mengerti bagaimana cara mengekspresikan perasaannya pada gadis yang disukainya, tidak semua laki-laki itu kasar, kau harus membuka matamu."

"tapi laki-laki yang kukenal yang tidak kasar hanya kamu." Jawab Sakura sambil menangis.

"Kau yakin? Bagaimana dengan orang yang bernama Sai itu? Dan Naruto, apa mereka kasar padamu?" Tanya Gaara menasehati.

Sakura berfikir sejenak lalu menggelengkan kepalanya menandakan 'tidak'.

"Nah, jangan kau berpatokan pada ayahmu, tidak semuanya sama Sakura." Jelas Gaara pada Sakura yang masih polo situ.

"Benarkah…" Tanya Sakura tidak yakin.

"Aku berani jamin, buktinya… memang aku pernah kasar padamu?" Tanya Gaara meledek.

"Aaahhh, kamu kan beda." Ucap Sakura sambil mendorong pelan tubuh Gaara.

"Hahahaa, tapi tetap saja, aku kan laki-laki." Kata Gaara mempertegas.

"Iya, iyaa… aku menyerah… aku akan mencoba menerima kehadiran mereka." Ujar Sakura yang tersenyum.

"Begitu dong, ini baru Sakuraku." Puji Gaara sambil memeluk Sakura.

"Hehehe, tapi aku jadi kepikiran pada ucapan Sasuke yang katanya menyukaiku." Utar Sakura.

"Maksudmu?" Tanya Gaara.

"Yaah, kau tahu kan, belum pernah ada laki-laki yang bilang suka padaku sebelumnya, jadi entah kenapa aku kepikiran saja." Ujar Sakura. "Oh iya, aku akan memasak masakan kesukaanmu dulu, tunggu yah."

Sakura melepaskan pelukannya dan berlari ke dapur, Gaara yang masih duduk memandangi Sakura dengan tatapan datar.

'Aku tidak akan menyerahkanmu pada siapapun,' pikir Gaara. 'Tidak akan!'

Sementara itu, beberapa jarak kilometer dari rumah Sakura, Sasuke sedang disidang dengan teman-temannya di kamarnya.

"Coba jelaskan pada kami, Sasuke Uchiha!" kata Ino.

"Ino, tenang jangan emosi." Ucap Sai yang mencoba menenangkan kekasihnya.

"Bagaimana aku bisa tenang? Aku sudah bilang Sakura berbeda dari wanita-wanita yang pernah kau tiduri itu!" bentak Ino.

"Aku juga tidak tahu! Perasaan itu muncul dengan sendirinya!" bentak Sasuke kembali.

"Tenang, masalah tidak nakan selesai dengan emosi." Timpal Naruto.

"A-apakah Sakura suda punya pacar?" tanya Hinata pacar Naruto yang juga berada disana.

Ino dan Sai saling tatap.

"Aku tidak tahu, yang jelas ada laki-laki yang dekat dengannya." Jawab Sasuke risih.

"Memang." Timpal Ino.

Sai melotot pada pacarnya itu, lalu Ino mengabaikan pandangan Sai.

"Sakura menyukai laki-laki lain, sudah jelas? Sekarang turunkan saja niatmu." Kata Ino.

"Siapa laki-laki itu?" tanya Sasuke penasaran.

"Dia teman kecilnya, kau tahu, teman sepermainan dari kecil adalah kandidat paling besar untuk menjadi seorang pacar." Ucap Ino menegaskan.

"Cih… aku tidak peduli, bagaimanapun caranya aku akan…"

"SASUKE!" potong Ino. "Jangan hancurkan kebahagiaan Sakura, dia tidak melakukan apa-apa padamu, tinggalkan dia sendiri."

Sasuke tidak memperdulikan peringatan dari Ino, dia masih tetap berfikir harus mendapatkan Sakura, karena Sasuke merasa Sakura sangat berbeda dari semua wanita yang pernah dikenalnya.

Keesokan paginya, Sasuke bangkti dari tidurnya dan membuka computernya, dia mengetik nama Sakura Haruno di pencarian alamat, begitu dia menemukan alamat rumahnya, Sasuke bergegas siap-siap dan sarapan lalu menuju kerumah Sakura. Dia memutuskan untuk meminta maaf sekali lagi. Sesampainya didepan rumah Sakura, Sasuke hanya diam tak bergerak, ini pertama kali dalam hidupnya dia menghampiri rumah seorang wanita dengan tujuan meminta maaf.

'Ah, sial… aku gugup sekali.' Gerutu Sasuke dalam hatinya.

"Ibuuu, aku berangkat yaaah." Ucap suara Sakura yang keluar dari rumahnya.

"Bibi, kami pergi." Lanjut suara Gaara.

Sakura menghentikan langkahnya ketika dia melihat Sasuke berdiri di depan gerbangnya, Gaara yang berada di belakangnya pun ikut berhenti dan melihat ke depan. Sasuke memandang Gaara dan gaara memandang Sasuke, sedangkan Sakura memandang Sasuke dengan bingung.

"K-kau, kenapa bisa ada disini?" tanya Sakura gugup.

"Sakura, apa dia temanmu?" tanya Gaara dari belakang sambil memegang pundak Sakura. Melihat itu Sasuke merasa panas, tapi dia harus mengontrol emosinya di depan Sakura.

"Bukan." Jawab Sakura sambil memalingkan wajahnya dari Sasuke.

Keadaan jadi sunyi, tidak ada yang memandang satu sama lain kecuali Gaara, dia melihat kearah Sasuke yang memandang Sakura, lalu pindah ke Sakura yang menunduk ke bawah.

"Dia temannya temanku yang bernama Ino, tapi aku juga kenal, namanya Sasuke." lanjut Sakura.

Begitu mendengar nama Sasuke, Gaara langsung melangkah ke depan Sakura dan menjulurkan tangannya pada Sasuke.

"Gaara." Salam Gaara memperkenalkan diri.

Sasuke terdiam dan melihat tangan Gaara lali ke matanya, mata yang menunjukkan tantangan, langsung saja Sasuke tidak mau kalah, dia menjabat tangan Gaara dengan kencang.

"Sasuke." ucap Sasuke dengan tegas.

"Jadi kau yang bernama Sasuke," kata Gaara dengan tenang. "Apa kau bisa menjelaskan, kenapa Sakura bisa mendapatkan memar di wajahnya ini?"

"Dengar, aku tidak ada urusan denganmu disini, aku kesini untuk bertemu dengan Sakura." Jawab Sasuke ketus.

"Kau mau bertemu Sakura? Untuk apa? Minta maaf? Atau melakukan pernyataan cintamu lagi?" serang Gaara dengan omongan yang tiada hentinya.

"Apa?"

"Aku sudah dengar semuanya dari Sakura, apa yang terjadi dengannya dan apa yang kau katakan padanya kemarin." Ucap Gaara.

"Dengar, aku…"

"Kuperingatkan kau Sasuke, kalau terjadi sesuatu lagi pada Sakuraku, kau akan menanggung akibatnya!" ancam Gaara.

Sakura yang berdiri dibelakang gaara sedikit mengintip kearah Sasuke, dia tidak menemukan ekspresi takut di wajah Sasuke, melainkan marah, Sakura melihat Sasuke mengepalkan tangannya seperti ingin memukul Gaara, langsung saja sakura bertindak.

"S-Sasuke… sebenarnya untuk apa kau datang kesini?" tanya Sakura yang tiba-tiba melangkah ke depan Gaara.

Sasuke memandang Gaara, dan Sakura tahu seolah pandangan itu mengatakan dia tidak mau ada Gaara disini.

"Ehm… Gaara, kau bisa duluan, nanti aku menyusul." Ucap Sakura.

"Baiklah, aku tunggu di café biasa." Jawab gaara sambil mengelus kepala Sakura.

Akhirnya setelah Gaara pergi duluan, Sasuke dan Sakura memutuskan untuk berbicara di taman dekat situ, Sakura duduk di ayunan dan Sasuke berdiri bersender di tiang ayunan itu.

"Bicaralah, aku ada urusan." Ucap Sakura ketus.

"Sakura, aku benar-benar minta maaf atas kejadian kemarin, aku tidak menyangka akan begini jadinya." Kata Sasuke.

"Aku katakan padamu, aku memaafkanmu, tapi aku mohon, jangan libatkan aku lagi dikehidupanmu, kau tahu… awal kita bertemu, aku sangat takut padamu, tapi perasaan takut itu perlahan hilang ketika kau menyelamatkanku waktu itu." Utar Sakura pelan. "Tapi sekarang, entah mengapa aku merasa kesal denganmu, gara-gara aku bertemu denganmu aku akan mendapatkan perlakuan yang tidak menyenangkan di sekolah."

"Sakura, aku berani jamin tidak akan ada kejadian itu lagi untuk yang ke 2 kalinya!" ucap Sasuke ngotot."Apa kau pikir aku menginginkan kejadian itu?"

"Iya" jawab Sakura polos.

"TENTU SAJA TIDAK!" ucap Sasuke kesal.

"lalu tentang kemarin, aku tidak bercanda, aku serius." Lanjut Sasuke.

"Maaf, Sasuke…" jawab Sakura pelan.

"Gaara ya?" tebak Sasuke.

Sakura terdiam dan memainkan kakinya di tanah sambil duduk di ayunan, Sasuke menghela nafas, baru pertama kali Sasuke menyukai seorang gadis, tapi langsung di tolak.

"Benar-benar hebat kau Sakura Haruno." Ucap Sasuke sambil terkekeh kecil.

"Aku tidak suka laki-laki kasar." Timpal Sakura.

Sasuke terdiam, dia mengakuinya kalau dia kasar, tapi dia bertekad, kalau Sakura mau menerimanya, dia tidak akan pernah mengasarinya, dia ingin melindungi gadis itu, ingin gadis itu berada di pelukannya, dan selalu berada di sisinya.

"Aku harus pergi, Gaara menungguku." Pamit Sakura yang beranjak dari ayunannya.

"Sakura…" panggil Sasuke.

Sakura menoleh kearah Sasuke, dia melihat betapa lembutnya Sasuke menatapnya saat itu, mata yang biasanya dingin dan tajam, kini menjadi sangat lembut dan ekspresi yang sangat hangat sehingga membuat Sakura tidak bisa melepaskan matanya dari pandangan itu.

"Kamu wanita pertama yang bisa membuatku begini, kau wanita pertama yang bisa membuatku serius menyukai seseorang," ucap Sasuke sambil melangkah kearah Sakura. "Dan kau orang pertama yang membuat hatiku hancur."

Sasuke mengatakan kalimat terakhir sambil memegang dagu Sakura dengan sangat lembut, Sasuke tersenyum lemah dan mengelus pipi Sakura.

"Maafkan aku." Ucap Sasuke yang langsung pergi meninggalkan Sakura.

Ketika Sasuke pergi, Sakura terdiam mematung disana dengan wajah yang memerah juga berdebar-debar, namun lamunannya itu pecah karena teringat Gaara menunggunya, akhirnya Sakura pergi dengan perasaan yang masih berdebar-debar.

Gaara yang sedang menunggu Sakura menghampirinya memutar otak, dia merasakan Sasuke benar-benar menyukai Sakura, dia tidak bisa membayangkan Sakura lepas dari sisinya dan jatuh kedalam pelukan Sasuke, ketika dia sedang berfikir ada seseorang yang menutup matanya dari belakang.

"Tebak siapa?" ucap orang itu.

"Sakura, siapa lagi?" jawab Gaara.

"Hahaha, bagaimana kau bisa tahu?" tanya Sakura.

"Kau pikir sudah berapa lama aku mengenalmu?" ledek Gaara. "Apa yang kau bicarakan tadi?"

"D-dia hanya meminta maaf padaku dengan cara yang benar." Jawab Sakura dengan wajah yang memerah.

Melihat reaksi Sakura, Gaara sadar, dia hampir akan kehilangan gadis yang paling dia sayangi, biasanya kalau Gaara merasa ada yang tidak beres pada Sakura, dia akan langsung menanyakan to the point pada Sakura, tapi kali ini tidak, dia memendamnya sendiri, karena dia takut jawaban Sakura akan sesuai dengan pikirannya saat ini.


A/N : haaaah...

kalau kata temanku, adegan pertengkaran di toilet itu aneh, tapi gpp... karena aku maunya seperti itu, tadinya ada yang menyarankan Sasuke memergoki karin sedang memukul Sakura, atau Ino yang memergokinya, hhmm... tapi kayanya itu bisa ketebak.. hehehheee...

ah untuk natsu ada kok toko musik yang grand pianonya boleh di cobain, tapi diluar negri... ;p waktu itu om aku yang nyobain, malah kata yang jaga bilang "can u play that song one more time?" hahahhaa... (kok jadi curhat)

makasih review-reviewnya yaaaah...