Devil Plan
Chapter 4
Special thx buat yg udah review: Thia2rh, Aizawa Ayumu Oz Vessalius, Wi3nter, NicaTeef, Ichi Nightray, Astrella Kurosaki, Miaw-chan Neko
Warning: OOC, Keanehan? Gak lucu chap 3? *MiRae bukan pelawak di ffn*, swearing atau kata kasar (tapi gak sampe gitu amet lah), Gaje
Disclaimer: Bleach itu bukan punya MiRae maupun kak Cheshire (change name). Yang punya cuma.. Tite Kubo... :)
Makasih, Kak Cheshire atau Shelin (lebih suka panggil Shelin nihh). Tanpa kakak, MiRae gak bisa bikin Devil Plan karena selalu hiatus *plakk* dan juga sense of humor kak Shelin cocok dengan cerita ini. Hahaha. Untung aku tanya kak Shelin untuk membuatkan Chapter 1 & 2. Kalau tidak, mungkin humor nggak ada. Jadi Drama dehh.
Tentang Senna itu Yuri. Itu cuma rumor yah. Pairing yang lain nggak ada YAOI ataupun YURI. Aku bikin Senna itu yuri karena... Mungkin untuk alasan kenapa Ichi dan Senna putus.
Ohh ya! Ada kesalahan nihh... Terakhir-
terakhirnya tentang umur Ichi dan Ruki. Nihh... Mirae udah ubah yang part terakhir-akhir.
ZZZZZZZZZ
"Ulquiorra-kun!"
"Hime! Wahh... Kamu beneran bawa saudara kembarmu kesini." kata Ulquiorra.
"Ichi~ Kenalkan! Ini Kuchiki Rukia... adiknya Ulquiorra-kun. Dan, Rukia~ Kenalkan! Ini Kurosaki Ichigo. Hime punya saudara kembar! Oh ya~ Kalian cuma beda setahun. Ichigo
umurnya 17 dan Rukia umurnya 16." Kata Hime dengan seberapa liciknya dia. "Ya udah~ Hime pergi dulu~~~"
"Hime mau kemana?" Ichigo panik.
"Mau kencan dengan Ulquiorra-kun lagi!"
Ichigo's POV
Waduhh... Mampus gue. Kenapa harus cewek? Aduhhh... Hime menyebalkan! Aku terjebak
dengan cewek ini. Walah... Apakah ini...
kencan?
ZZZZZZZZZ
Normal POV
"Salam kenal... Namaku Rukia Cifer bukan Kuchiki Rukia. Kuchiki nama keluargaku dari mama. Panggil aku... Rukia aja" Senyum Rukia.
Cewek itu mempunyai tubuh struktur yang mungil dan style yang lumayan bagus. Dia memakai kaus putih dengan jaket berwarna abu-abu dan juga rok mini hitam dan legging yang menutup bagian paha dan betisnya. Ia juga memakai accessories yang berbeda-beda tapi tidak berwarna-warni hanyalah polos. Tidak seperti Senna yang selalu memakai baju itu-itu saja di sekolah maupun di mana-mana. Ichi melihat Rukia seperti sesuatu yang menarik tentangnya.
"Salam... kenal juga. Namaku Kurosaki Ichigo. Panggil Ichigo atau ichi juga nggak apa-apa." Kata Ichi.
"Jadi, Apakah ini.. kencan pertamamu?"
Ichi mengangguk dengan pelan. "Tapi...
Emang... Kita lagi... kencan?"
"Jika bukan kencan, apa lagi? Aku juga baru tahu kalo ini adalah kencan. Untung saja.. Ini bukan kencan pertamaku." gumam Rukia.
"Benar juga sihh... Mau pesan apa?" senyum Ichi. Ia mengangkat tangannya untuk memanggil pelayan.
Pelayan wanita itu langsung menuju ke arah mereka dan berkata, "Mau pesan apa, mbak?"
"Hmm... Aku mau pesan... Salmon teriyaki tanpa nasi dan dessertnya... chocolate mousse dan minumnya... Ice lemon tea aja." kata Rukia. "kalo kamu... Ichi?"
"Bagaimana dengan mas? Mau pesan apa?" Kata pelayan itu yang masih senyum lebar. Sepertinya, ia menyukai Ichi karena dari tadi menatap Ichi dengan senyum-senyum nggak
jelas.
"iih jijik banget siih nih orang, emangnya dia pikir gw bakal tertarik sama dia ya?"
"Aku mau pesan... chicken katsu set dan
dessertnya... Chocolate Ice melt. Minumnya Hot chocolate aja."
Pelayan itu mencatat pesanan mereka dan langsung pergi.
"Bagus pergi saja kau, aku muak melihat wajahmu yang mirip kodok itu!"
"Ichi..." tanya Rukia, "Kamu pernah punya pacar?"
"Pernah... Hanya seminggu langsung putus. Dia yuri. jadi putus dehh... Karena ketahuan," Kata Ichi dengan santai.
"Heh? Dan, kamu... nggak pernah mengajaknya kencan? Ehh... Tapi itu juga bukan ide yang bagus. Berkencan dengan yuri itu agak... Menyeramkan... Yah, kan?" kata Rukia. Sebenarnya Rukia shock setelah mendengar mantan pacarnya Ichi adalah seorang YURI! Tapi untungnya... Ichi tidak pernah berkencan dengan cewek itu.
"Tentu... Menyeramkan. Jika kamu melihat pacarmu mengecup bibir orang yang mempunyai kelamin yang sama dengannya." tawa Ichi.
"eh? Serius? Kasihan kamu, Ichi! Kalo boleh tahu... Siapa sih cewek itu? Mungkin aku tahu orangnya." kata Rukia begitu seriusnya. Mata Ichi membulat. Sebenarnya, Ichi kaget dengan reaksi yang di buat oleh Rukia.
"Tenang. Biasa saja kali. Tak usah mengasihini aku. Sudah biasa." kata Ichi dengan santai.
"Heh? Biasa aja? Kamu gila yah, Ichi? Bagaimana jika kamu menikah dengan seseorang Yuri? Dan, kamu baru tahu kenyataan itu setelah kamu mempunyai anak? Bagaimana? Apakah kamu akan meninggalkannya?" kata Rukia dengan nada marah. Tiba-tiba, dengan pelayan yang sama dengan yang tadi, membawa pesanan mereka.
Ichi hanya senyum, "Mungkin itu... Takdir bahwa aku harus menikahi cewek yuri. Jika aku sudah terlanjur mencintainya, mengapa aku harus meninggalkannya?"
Sambil menghidang makanannya, hati Rukia tersentuh dengan kata-kata Ichi. Ia tidak tahu bahwa Ichi adalah cowok romantis.
"Tentang siapa cewek itu. Mungkin... Sebaiknya kamu... Jangan kasih tahu dengan siapa-siapa yah. Nanti dia tidak punya teman atau punya banyak musuh-musuh yang ganas. Mungkin lebih buruk dari itu." kata Ichi.
"Jadi... Si.. Siapa orangnya?" kata Rukia penasaran.
"Hirotsuki Senna."
Setelah Ichi menyebut nama itu, Rukia mulai gemeteran. "Rukia?" kata Ichi sambil memegang tangan Rukia.
"Ohh.. Jadi... Si cewek sialan itu yahh?" kata Rukia dengan nada kesal.
"Cewek sialan? Memangnya ada apa dengan Senna?Walaupun dia itu yuri tapi tetap saja Senna baik hati kan?"
"Ada apa dengan Senna? Kau mengenalnya? Bagaimana?" tanya Ichi.
"Dasar bodoh! Kenapa.. Kenapa kau pacarin Senna? Maupun dia itu cantik. Mungkin lebih cantik daripada Kim So-Eun. Jauhi dia. Jika kau masih mencintainya, jauhilah dia. Cepat atau lambat, kamu akan tau siapa dirinya. Percayalah padaku, Ichi."
Ichi hanya diam. Ia membiarkan suara sunyi itu mengisi ketenangannya *ketenangan apa?*
Tiba-tiba...
"Terima kasih atas semua ini, Ichi. Aku senang sudah bertemu dan berkenalan denganmu." kata Rukia yang langsung mengambil tasnya dan melarikan diri seratus kali lipatnya kecepatan kilat.
"Ruk-" kata Ichi yang belum sempat berbicara apapun kepadanya, "Sial! Kenapa ia lari begitu saja? Mana larinya cepet banget lagi, jadi ragu deh dia itu manusia atau bukan..jangan-jangan dia itu robot yang datang dari luar angkasa kali ya? Eh tunggu sekaranga kan bukan waktunya mikirin itu, btw siapa itu Senna sebenarnya?"
ZZZZZZZZZ
Rukia's POV
"Huuuuatchiii!" Duuh kenapa siih dari tadi bersin terus, siapa sih orang menyebalkan yang lagi ngomongin aku?Akan kuhajar dia sampe mati, huahahahaha* iblis mode on* Ditabok Ruki
Eh sekarang bukan waktunya untuk itu kan, duuh Rukia kamu itu selalu terbawa suasana siih!
Mungkin ini yang terbaik. Iya, ini emang yang terbaik. Untung aku bilang kepada Ichi. Mungkin ia tidak akan percaya denganku tetapi.. Ini yang terbaik untuknya. Menjauhi setan itu... Senna. Dan, Aku pulang ke rumah.. Dengan selamat. Untung, kan?
"Tadaima, kak!" kataku kepada Kak Ulqui.
"Okaeri, dik!" kata kakak, "Bagaimana kencanmu dengan saudara kembar Hime?"
"Kak... Dia mungkin juga akan ikut masuk ke dalam permasalahan ini. Senna... Dia mantan pacar Senna. Kakak tahu kan? Siapa yang sudah memutuskan Senna dengan orang itu akan mendapatkan hukuman yang berat. Kakak tahukan apa yang bakemono itu lakukan kepada Hiroki." kataku . Aku menangis sejak itu. Tidak tahu kenapa.
"Aku tahu semuanya, dik. Jangan khawatir. Kakak tahu bahwa kamu tidak mau melihat orang menderita gara-gara otou-san." kata kakak.
"Dia itu tidak berhak menjadi ayahku. Ruki nggak sudi punya bapak tiri sepertinya!" Aku tahu bahwa aku sangat marah dengan bakemono itu.
"Sabar, dik. Sabar... Pasti ada jalan keluar. pasti ada tidak mungkin tidak ada" kata Kakak berusaha untuk menengankanku.
ZZZZZZZZZ
Ichigo POV
Setelah Rukia lari menjauh dari mataku, aku langsung pulang.
"Tadaima, Hime," kataku kepada Hime yang daari tadi senyum-senyum ga jelas.
"Ahhh... Ichi! Okae-" Sebelum Hime menyelesaikan kata-katanya, oyaji langsung selak saja.
"Welcome home, ICHIGO! Bagaimana dengan kencan "PERTAMA"-mu dengan Rukia-chan?" Kata baka oyaji.
Aku bingung. Bagaimana si baka oyaji tahu tentang Rukia? Kan dia itu bego amat...Pasti si cerewet Hime yang memeberitahunya, iya pasti! Liat saja Hime suatu saat nanti aku pasti akan membalaskan dendamku!*killer mode on* aku mendeathglare Hime yang masih saja senyum-senyum sendiri.
"onii-chan! okaeri!" kata Yuzu yang nongol dari dapur.
"Ichi-nii... Ichi-nii terjebak lagi dengan rencana Hime-nee yahh?" kata Karin, yang bisa menebak apa yang direncanakan oleh Hime.
"mungkin." kataku. Cuma perpatah. Di dalam otak-k,masih saja mendengar suara Rukia tentang Senna.
"Nahh... Hime... Yuzu... Karin...Baka Oyaji... Aku mau sendirian di kamar. Yuzu.. Jika makan malam sudah siap, ketuk pintuku." kataku dengan tegas. Aku langsung ke kamarku. Tidak menyadari tentang lampuku yang belum ku nyalakan, aku langsung membaringkan diriku di atas kasurku dan tertidur lelap, lupa sama sekali pada makan malamku.*Lupanya cepat amat ya, Ichi, emang udah jadi kakek-kakek ya?*..GETSUGA TENSHOU!
Aku menyadari bahwa aku harus menelepon seseorang , jadi aku bangun lagi deh...
"Hallo... Ulqu-san... Iya.. Ini Ichigo... Baik... Maafkan aku... Iya... Bisakah kita... Ketemu besok? Iya... Besok jam... 5 saja... Iya... Terima kasih. Sampai jumpa," aku menekan tombol "END CALL". Apa yang harus kulakukan?
-TBC-
Buat yang ga mw makan masakan Hime yang sangat enaaakkk? Dont 4-get to review! Kalo ga entar gw kirimin masakan Hime ke rumah elu!- Ichi Nightray
RnR! Jangan lupa Lol XD
- MiRae Naomi Kurosaki
