"ambil keripik... lalu roti... lalu saus... ah daging dan salada nya jangan lupa! Apa jadinya barbeque tanpa daging"
"selama kau yang memasak semuanya tetap saja enak bagiku"
"kau saja tidak pernah melihatku memasak kenapa kau sok tau sekali, pendek"
"bukankah dari awal sudah ku katakan bahwa tidak ada yang tak ku ketahui tentangmu, lelet"
Mark, jackson, dan juga bambam kini sedang berada di supermarket untuk berbelanja bahan-bahan makanan yang akan mereka santap nanti malam. Mark memutuskan untuk memanggang daging dan sekedar minum cola sambil bermain kartu atau apapun yang menyenangkan. Yah walaupun mark awalnya tak menyambut baik kedatangan ketiga ksatria itu tapi sekarang mark bahagia, ia tak kesepian lagi
Mark merasa ia memiliki keluarga lagi
Dan sebagai ucapan terima kasih mark pada mereka bertiga, jadilah mark merencanakan pesta kecil-kecilan ini
"jackson, bisakah kau ambilkan mentega yang di atas sana?" mark menunjuk ke arah rak paling atas dimana mentega yang mark inginkan itu berada. jackson mendelik menatap mark sangsi
"kau tidak sedang menyindirku kan?" tanya jackson sakratis.
"tidak. Cepat ambilkan. Kau mau kita segera pulang kan?"
"aku tidak mau, ambil sendiri"
Dahi mark berkerut melihat tingkah jackson yang tiba-tiba sangat menyebalkan itu. Oh mark, tak taukah kau jika jackson tersinggung karena permintaanmu? Mark bahkan lupa kalau tinggi badan jackson itu masih sedahi nya padahal baru saja dia mengatakan jackson pendek
Benar kata jackson, mark terlalu lelet dalam berfikir cepat
"ya sudah, tapi jangan harap dagingmu diolesi mentega ini nanti" ancam mark pada jackson sambil melirik ke arah di sekitarnya. Setelah memastikan tidak ada karyawan supermarket ataupun orang-orang yang bekerja sebagai penjaga keamanan mark memanjati rak yang ada di bawah
"apa yang kau lakukan mark? kau bisa dimarahi petugas keamanan disini" tegur jackson. mark tak perduli, tangannya masih berusaha menggapai mentega yang ternyata agak jauh di dalam rak. "kau diam saja bisa tidak sih? Cukup katakan padaku kalau ada penjaga"
Jackson terpaksa mengalah dan menuruti mark, ia tidak mau membuat keributan disini. Kepala jackson bergerak kiri kanan memastikan bahwa keadaan aman.
"hap! Dapat kau" ujar mark senang setelah mentega itu berada di genggamannya. Saat mark hendak turun ternyata tali sepatunya tersangkut di pengait rak.
"UWAAAAAAAA"
Kalau saja jackson tak berada di bawahnya, mungkin pantat mark sudah mencium dinginnya lantai keramik supermarket itu. Jackson menangkap tubuh mark dengan tangannya dan otomatis membuat punggung mark bersender pada dada bidang jackson.
Selama beberapa detik, posisi mereka tak berubah. Hanya detak jantung mereka yang berdetak sangat cepat, sampai-sampai mark bisa merasakan detak jantung jackson hanya dengan punggungnya saja.
.
.
.
.
CHAPTER 4 []
.
.
.
##
Sungguh, bambam menyesali keputusannya kembali dari tempat sample daging gratis hanya untuk menyaksikan adegan menjijikkan yang kini tersaji di depan matanya. Ayolah, bambam hanya meninggalkan mereka beberapa menit untuk mencicipi sample daging yang ditawarkan sales cantik di seberang sana, mengapa saat ia kembali mark sudah berada di pelukan jackson?
Bambam tak mau tau kronologi kejadiannya.
"kalau mau pelukan jangan di tempat umum, nanti kalian di sangka pasangan mesum" mungkin jika bambam tak bersuara 5 menit saja mark dan jackson juga tak akan merubah posisi mereka sama sekali
Mark sontak menjauhkan tubuhnya dari jackson dan sibuk melihat-lihat barang yang ada di rak. "kau sudah kembali?" tanya jackson salah tingkah.
"tentu saja aku kembali, memangnya aku pergi ke mokpo?"
Setelah itu, tak ada lagi yang bersuara. Mark sibuk memilih daging dan salada, jackson yang disebelah mark juga sibuk melihat-lihat daging sedangkan bambam yang terus memperhatikan mereka berdua. Bambam yakin, jika baik mark maupun jackson kini sudah mulai menyimpan rasa tertarik satu sama lain tanpa mereka sadari, hanya tinggal menunggu waktu saja kapan mereka berdua menyadarinya
"bambam, jackson. kalian lebih suka apa? Daging ayam atau daging sapi?" mark menimang-nimang kedua daging itu di tangannya. "tapi aku harap kalian suka daging ayam, karna tiba-tiba aku ingin barbeque daging ayam" lanjut mark
"Sapi saja. Mana ada barbeque dengan daging ayam, sebenarnya otak mu itu dimana sih mark" cetus jackson dan mengambil daging sapi kemudian memasukkannya ke dalam keranjang belanja mereka
"apa kau tak pernah makan bbq ayam? Oh my gosh, kau ini hidup di zaman apa sih? Sekarangg bbq bukan hanya dengan daging sapi, kalau kau mau jangkrik pun bisa kau panggang." Tak mau kalah mark juga memasukkan daging ayam ke dalam keranjang mereka, bahkan mengeluarkan daging sapi pilihan jackson
"pokoknya daging sapi"
"ayam!"
"sapi"
"Chicken! Chicken! Chicken!"
"kau itu sudah seperti ayam. Kurus, kecil, berisik. Sudahlah sapi aja"
"APA KATAMU?"
Bola mata bambam berputar jengah. Lihat! Mereka berdua bahkan sudah seperti sepasang suami istri yang meributkan bahan makanan apa yang akan mereka masak untuk makan malam keluarga, dan tentu saja posisi bambam sebagai anaknya.
'andai saja youngjae ada disini. Aku tak akan se sial ini' batin bambam nelangsa
"ada apa sih? Kenapa malah ribut disini" rasanya bambam akan menghambur ke pelukan youngjae sangking senangnya karena baru saja bambam sebut dalam hati, youngjae sudah datang menengahi pertengkaran kecil mark dan jackson dengan seorang pria di sampingnya
Bambam, mark maupun jackson sedikit terkejut dengan kedatangan youngjae, apalagi membawa orang lain di sampingnya. "siapa kau?" tanya jackson pada jaebum
"ah, semuanya. Perkenalkan ini––"
" JAEBUM!" kaget mark saat mengenali pria yang berada di samping youngjae ternyata adalah jaebum. Youngjae buru buru menutup mulut mark dengan tangannya agar mark mengecilkan suaranya. "sssstttt hyung! Kau bisa membuat fans jaebum hyung kesini semua"
Mark melepaskan tangan youngjae dari mulut nya, sedikit meringis karena serangan tiba-tiba dari youngjae "mianhae, aku tadi kelepasan" ujar mark menyesal. Jaebum hanya tersenyum meresponnya
"ah tak apa, itu sudah biasa" jawab jaebum kalem
Youngjae lalu kembali ke posisinya semula "ah jaebum hyung. Mark hyung ini penggemar GOT loh, terutama dengan jinyoung hyung!" ujar youngjae menggebu-gebu, sementara mark hanya menunduk malu saat youngjae secara blak-blakan pada jaebum bahwa ia adalah fans nya.
Kalo boleh jujur, sebenarnya jaebum kaget saat bertemu mark. jaebum yakin, mark adalah orang yang berhasil mencium bibir jinyoung saat insiden itu, tapi karena tak enak pada youngjae jadi jaebum pura-pura tidak tau
Kalau mau pendekatan dengan seseorang, bukankah lebih baik dekat dengan teman-temannya dulu?
"wah benarkah? Tak ku sangka kau ini penggemar kami, jinyoung pasti senang memiliki penggemar setampan dan emh... manis sepertimu" puji jaebum membuat mark mau tak mau semakin menundukkan kepala lebih dalam menutupi wajah merona nya yang sudah sangat memerah
Dan jackson tak suka
Jackson tak suka saat melihat mark merona karena orang lain
"emmm... mark hyung, alasan aku membawanya kesini karena aku mengajaknya makan malam bersama kita, boleh kah jaebum hyung ikut kita makan malam? Ayolah~ jaebum hyung ini adalah teman pertama ku. Boleh yah hyung~?" youngjae mengeluarkan sedikit rengekan beserta pose imutnya pada mark agar dapat izin dari pemuda berkebangsaan LA itu
Membuat jaebum tak tahan untuk memeluk youngjae yang tampak menggemaskan itu
Mark terlihat berfikir sejenak, sedetik kemudian ia menganggukkan kepalanya. "tentu saja boleh, teman youngjae teman ku juga. lagipula ada banyak yang ingin ku tanyakan pada mu tentang jinyoung hehe" youngjae bersorak senang. Sedangkan jackson? jangan tanya wajahnya sudah tertekuk sejak nama jinyoung masuk ke dalam percakapan mereka
"baiklah. Jadi kita pilih daging apa? Sapi atau ayam" tanya mark ulang.
"sapi" jawab mereka kompak terkecuali jackson, mark sedikit cemberut. "lalu kau jackson?"
"terserah" jackson pergi berlalu begitu saja meninggalkan mereka berempat yang memandang heran pada jackson.
"ada apa dengannya?" tanya mark. bambam mengendikkan bahunya cuek "entahlah"
"yasudah ayo kita bayar semua ini dan pulang~" ujar mark riang kemudian mendorong keranjang mereka menyusul jackson. diiikuti oleh youngjae dan jaebum yang sibuk mengobrol dan tertawa. Tanpa menyadari keberadaan bambam di belakangnya
Setengah mati bambam menahan kekesalannya dengan berjalan sedikit menghentak. "argh aku benci menjadi obat nyamuk" gerutu bambam.
Perlukah bambam diingatkan untuk mencari pasangan?
.
.
.
.
.
.
.
##
Mark dan ketiga ksatrianya kini sudah berada di rumah dan sedikit beristirahat di kasur mark yang ada di luar, sekedar melepas lelah setelah membawa barang belanjaan mereka yang ternyata cukup banyak. Bahkan mark sendiri kaget saat semua barang itu telah dipindahkan ke tas belanja
Jaebum sendiri sudah pulang terlebih dahulu setelah mengantar mereka pulang –itu semua karena jaebum masih ingin berlama-lama dengan youngjae- karena saat di perjalanan manager nya menelfon jaebum agar cepat kembali ke dorm jika tidak mau di jemput secara paksa. Jadi mau tak mau jaebum pulang daripada menejernya yang cerewet itu menyeretnya
Mark yang hendak berdiri dan mengambil semua barang belanjaan mereka ke dapur bingung karena tangannya di tahan oleh jackson "ada apa?" tanyanya
"biar kami saja yang memasak" ujar jackson, tangannya masih setia memegang tangan mark
"benarkah?"
"kalau begitu aku akan bersih-bersih atau mencuci beras!" bambam mengacungkan tangannya semangat, karena menurutnya lebih baik bersih-bersih atau mencuci beras daripada memasak. iewh its not my style, akukan bukan perempuan! Setidaknya begitulah pemikiran bambam
Mark tertawa senang mendengar tawaran dari mereka. "ada apa ini? Kenapa kalian tiba-tiba jadi baik seperti ini? Jangan membuatku takut" goda mark di sela-sela tawanya
Jackson mmengambil barang belanjaan dari tangan mark. "ini bukanlah apa-apa, setidaknya untuk boleh tinggal di sini kami harus melakukan sesuatu bukan?" katanya. Tangan jackson memberi kode agar bambam dan juga youngjae membawa barang belanjaan yang lain, mereka bertiga kemudian masuk ke dalam rumah
Mark tersenyum senang. "bagus lah sudah lama aku tidak beristirahat seperti ini" ucapnya sumringah.
Tanpa fikir dua kali, mark berjalan ketempat tidur dan merebahkan dirinya untuk beristirahat. Mark tak kuasa menahan kantuk saat kepalanya sudah bersender di atas bantal, akhirnya mark memutuskan untuk tidur sebentar selagi mereka yang di dalam selesai memasak.
Hari semakin gelap, jackson dan yang lainnya juga sudah siap untuk memanggang daging diluar. Segala persiapan sudah mereka siapkan dari mulai nasi, pemanggang, camilan, sampai daging mentah yang akan mereka panggang nantinya
"bambam, ambilkan mentega di dalam" perintah jackson yang kini tengah memanaskan pemanggang. Bambam segera melesak ke dalam rumah.
"aku akan membangunkan mark, kau lanjutkan sisanya ya" pinta jackson, youngjae mengangguk dan menggantikan posisi jackson di depan pemanggang sementara jackson sudah berjalan menuju kasur tempat mark tertidur
Saat hendak membangunkan mark, jackson terpaksa membatalkan tujuannya ketika melihat wajah damai mark yang tertidur pulas. Wajah mark seolah sangat bersinar karena di biaskan cahaya rembulan dari langit. Jackson memperhatikan mata mark yang tertutup rapat, berjalan ke hidung mancung mark yang sangat lucu dimatanya, pipi mark yang tirus tapi tak mengurangi keindahan wajah sang pemilik. Hingga mata jackson berhenti di dua buah lipatan pinkish yang ada pada bawah hidung mark
Mata jackson terpaku pada bibir ranum mark. rasanya, jackson sangat ingin mencicipi benda kenyal itu, melumat
nya secara pelahan, menggigitnya pelan dan...
"argh! Apa sih yang kufikirkan" jackson terburu-buru menyadarkan dirinya dari imajinasinya yang sangat liar. Tangan jackson lalu menyentuh lengan mark pelan disertai sedikit guncangan agar mark terbangun. "mark bangun, dagingnya sudah siap dipanggang"
Bukannya bangun, mark malah mengerang pelan dan menepis tangan jackson dari lengannya
Bukan jackson namanya jika menyerah. Dan tiba-tiba jackson mendapat sebuah ide iseng berkat matanya yang melihat bibir mark menggumam tak jelas. Jackson mendekatkan kepalanya pada wajah mark
Semakin dekat
Semakin dekat
Hingga hidung mereka berdua menempel
Jackson bisa merasakan nafas mark yang teratur di wajahnya, menatap mark sedekat ini ternyata berhasil membuat jantungnya berpacu sangat kuat
Mata mark sedikit bergerak, dan jackson tau dari pergerakan bola mata mark dibalik kelopaknya namun jackson sama sekali tak berniat untuk bergerak apalagi beranjak. Dan ketika mata mark terbuka, alangkah terkejutnya ia ketika wajah jackson sangat dekat dengan wajahnya, bahkan hidung mereka saling menempel
Spontan mark mendorong tubuh jackson sekuat mungkin agar menjauh darinya
"APA YANG KAU LAKUKAN PENDEK? KAU MAU BERBUAT YANG TIDAK TIDAK YA?" amuk mark pada jackson, matanya menatap jackson seolah-olah ingin menelan jackson hidup-hidup. Sedangkan jackson yang ditatapi begitu hanya mengendikkan bahunya acuh
"salah sendiri, kau sulit dibangunkan" ujar jackson kembali membantu youngjae yang masih sibuk dengan panggangan
Di saat yang bersamaan bambam yang hendak keluar sambil berlari secara tak sengaja kakinya menyenggol meja belajar mark membuat handycam yang berada di pinggir meja itu terbanting ke bawah. Menimbulkan suara yang cukup keras, bahkan mereka yang ada di luar dapat mendengar bunyi itu dengan jelas
Jackson dan youngjae saling berpandangan satu sama lain, tanpa menunggu lama mereka berdua langsung masuk ke dalam rumah karena merasakan firasat buruk
Benar saja, di dalam mereka melihat bambam yang sedang memegang handycam milik mark, keadaan handycam itu sudah hancur dan layarnya yang hampir terpisah dengan bagian lain. Bambam mengotak atik handycam itu, berusaha memperbaikinya
"bagaimana ini..." suara parau bambam terdengar hampir menangis, jackson dan youngjae yang tak tega pun membantu bambam memperbaiki kerusakan yang ia buat
"bagaimana bisa seperti ini?"
"aku tak sengaja, tiba tiba rusak"
"jika mark tau, kita bisa dalam masalah"
"jangan sampai dia tau"
Mark penasaran apa yang terjadi di dalam, terakhir ia mendengar suara seperti benda terjatuh dan jackson masuk ke dalam bersama youngjae, namun mereka belum keluar juga. akhirnya berbekal rasa penasaran mark masuk ke dalam untuk mengecek keadaan disana. Lagipula yang terjatuh itu pasti barang mark
"sembunyikan handcam nya!" perintah jackson pada bambam
"sembunyikan dimana?"
"di mana saja asal jangan sampai dilihat mark!"
Terlambat, mark rupanya sudah berdiri di depan pintu gerbong. Karena rumah mark kecil, jadi ruang bersantai dan belajar menjadi satu yaitu tepat di depan pintu keluar jadi dengan berdiri di pintu saja mark sudah bisa melihat apa yang tengah terjadi
Mereka bertiga semakin panik.
"ada apa? Apa ada yang salah?" tanya mark saat ia sudah masuk ke dalam rumah, bambam segera menyembunyikan handycam itu di balik punggungnya.
"tidak apa apa,ini hanya perlu diperbaiki sedikit" ucap bambam gugup dan membuat mark semakin penasaran. Mark berjalan mendekati bambam. "perbaiki? Apa yang perlu diperbaiki?" tanya mark heran.
Mark mencoba memeriksa apa yang disembunyikan bambam dibalik tubuhnya, bambam berusaha dan menjauhkan handycam itu dari tangan mark saat bambam rasakan mark sudah menyentuh ujung handycam
"biarkan aku melihat apa yang kau sembunyikan. Berikan padaku!" paksa mark, dan akhirnya bambam terpaksa menyerahkan handycam yang sudah hancur itu pada mark. seketika tubuh mark membeku
"bambam yang merusaknya, bukan aku" celetuk youngjae tanpa perasaan
"mianhae mark hyung, aku..."
"Maaf? Apakah dengan maaf saja sudah cukup?" bambam terdiam ketika mark memotong perkataannya dengan suara bergetar, mark menangis
"Apa yang akan kau lakukan sekarang? Aku bertanya padamu, apa yang sudah kau lakukan pada ibuku!" mark tak kuasa menahan air matanya, tangan mark meraba-raba handycam yang ada di genggamannya
"tapi, mark – "
"Karena –huks- kalian aku tidak bisa melihat –huks- ibuku lagi! Apa yang –huks- harus aku lakukan sekarang? Kalian semua kenapa –huks- suka sekali membuat hidupku sulit? Sekarang, kalian pergi dari sini. PERGI!" teriak mark marah mendorong ketiga ksatria itu keluar dari gerbongnya.
Setelah berhasil mendorong mereka keluar, mark menutup pintunya rumahnya sekuat tenaga, melampiaskan kemarahannya.
"MARK! MARK! MARK TUAN! MARK BUKA PINTUNYA! AYO KITA BICARAKAN INI DULU!" ujar jackson sambil menggedor pintu, diikuti youngjae dan bambam
"Mark hyung meskipun bukan aku yang salah tapi dengarkan lah penjelasan bambam dulu, ia tak sengaja" sudah pasti, yang berkata seperti ini tentu youngjae
"mark hyung mianhae~ aku benar-benar tak sengaja merusaknya tadi"sesal bambam
Mereka bertiga terus menggedor pintu mark, dan ternyata mark membukakan pintunya.
"mark aku bisa jelaskan. Tadi itu bam—"
BYUUUUR
Ucapan jackson terpotong ketika mark menyiram mereka dengan air yang ia bawa menggunakan ember
"KUBILANG PERGI DARI SINI!" teriak mark dan kembali menutup pintu
Setelah pintu tertutup, satu persatu dari ksatria itu terdiam membeku, tak bergerak sama sekali. Hingga sampai di detik yang ke sembilan, satu persatu dari mereka menghilang bagaikan debu. Dan tentunya mark tak melihat hal itu
Karena di dalam, mark menangisi nasib handycam nya yang malang
"apa yang harus kulakukan sekarang" lirih mark. tak sengaja mark melihat gantungan kunci boneka miliknya basah semua. Mark mendekati tas nya dan meraba boneka itu
"kenapa kalian basah?" tanya mark heran sambil meremas salah satu boneka itu.
Dan malam itu, mark tanpa sadar membuat ketiga ksatria itu 'mati'.
.
.
.
.
.
.
.
##
Paginya, mark pergi kesekolah sendiri tanpa ketiga ksatria itu. Setelah memasang tali sepatu mark menghampiri boneka-boneka yang tergantung di jemurannya
"semuanya masih basah kuyup, tak mungkin aku bawa ke sekolah" gumam mark pada dirinya sendiri, dan setelah itu mark pergi berangkat sekolah
Setelah mark pergi, salah satu dari ketiga boneka itu bergerak, tidak seluruhnya, hanya mulut dan matanya saja
"bagaimana ini? Baru sehari kita berbaikan dengan mark sudah kacau lagi, apa yang harus kita lakukan?" tanya boneka yang paling ujung
"kita? Hei ini semua itu karenamu!"
"kan kita semua juga yang kena amukan mark!"
"terserah"
"hei jackson, kau kenapa diam saja?"
Ah, ternyata mereka adalah sosok asli dari jackson, bambam, dan juga youngjae. Yah,setidaknya sekarang kita tau bahwa mereka ini adalah ksatria boneka. Yang mana mitosnya jika jiwa dari boneka tersebut sudah diberikan raga manusia oleh mereka yang disebut sesepuh maka boneka itu harus bisa menjaga tuan nya dari segala mara bahaya apapun.
Setiap makhluk hidup pasti punya kekuatan dan kelemahan, begitu juga dengan mereka. Mereka memang memiliki kekuatan yang sangat dahsyat, dari membekukan hingga kekuatan cinta mereka miliki. Dan mereka juga punya kelemahan, jangan sampai basah. Jika satu tetes air saja menyentuh tubuh mereka, mereka akan mati sementara. Dalam artian jiwa mereka akan kembali ke boneka mereka dan boneka itu akan basah.
Persis seperti yang terjadi sekarang.
Dan seperti itulah mereka, percaya atau tidak mereka benar-benar nyata, dan akan melindungi mark, sampai mark bisa menjaga dirinya sendiri
.
.
.
.
.
.
.
##
Mark terlihat kesulitan saat akan mengangkat balok lompat jauh di koridor sekolah, awalnya bukan hanya mark yang diperintahkan oleh guru mereka, tetapi jaehyung dan temna-temannya juga mendapat tugas yang sama. Tapi memang dasar jaehyung yang sangat membenci mark itu pasti tak mau melakukannya. Jadilah mark terpaksa membawa beban berat itu sendirian dari lapangan olahraga menuju ruangan gurunya.
"ini berat sekali..." keluh mark, keringat nya tercucur begitu saja.
"okay, ini hanya balok, masa kau kalah dengan balok? Bukan mark tuan namanya! Ayo semangat!" ujar mark menyemangati dirinya sendiri. Mark kemudian kembali berusaha mengangkat balok itu.
Dan saat balok itu sedikit terangkat, sesorang meletakkan minuman di atas balok nya. mark kemudian menurunkan kembali balok itu dan menegakkan tubuhnya untuk melihat siapa yang memberikannya minuman
ternyata orang itu adalah park jinyoung, sedang berdiri di hadapannya sambil tersenyum manis "annyeong hm... mark hyung?" ujar jinyoung sambil melihat nametag milik mark. dilihat dari segi manapun jinyoung yakin bahwa mark lebih tua darinya, jadi jinyoung enteng saja memanggil mark dengan panggilan hyung
Mark tergagap, gugup bukan main. Hei, siapa yang tak akan gugup saat idola nya atau orang yang dikagumi ada di hadapan mata dan memberikan minuman? Walaupun sepele tapi bagi seorang mark ini adalah kejutan hidup yang sangat menyenangkan.
Jinyoung bahkan tau nama mark. dalam hati mark berfikir apakah jaebum sudah memberitahu jinyoung perihal pertemuannya dengan jaebum kemarin
"h-ai juga... jinyoung-ssi"
"ahahahaha tidak usah terlalu formal begitu hyung, panggil saja aku jinyoung!" ucap jinyoung sambil tertawa, membuat mark mau tak mau semakin gugup ketika melihat tawa jinyoung yang sangat lepas hingga kerutan di matanya keluar. "baiklah, jin-jinyoung"
Jinyoung mengangguk puas, mark sudah mengenalnya jadi ia rasa ia tak perlu memperkenalkan diri. Jinyoung akui bahwa dirinya sangat terkenal, bahkan seisi sekolah ini mengenalinya. Bukannya sombong, tapi itulah kenyataan. Bahkan senior nya saja mengenali dirinya. Termasuk mark.
"mark hyung, kenapa minumannya dibiarkan begitu saja? Ayo diminum. Aku membelinya looohh bukan memungut begitu saja" jinyoung menyerahkan minuman yang tadi ia letakkan di atas balkon pada mark, dan mark menerima minuman itu dengan sedikit gugup.
"go-gomawo jinyoung" mark meminum minuman itu dengan serakah, jinyoung benar-benar datang di waktu yang tepat, disaat mark lelah dan haus. Tentu saja mark akan menghabiskan minuman itu. Selain itu pemberian jinyoung, ia memang sangat hau.
Jinyoung melihat balok yang ada di samping mark. "hyung, mau kau apakan balok ini?" tanya jinyoung saat dilihatnya mark sudah selesai dengan minuma darinya.
"uh? Ah aku disuruh membawa balok ini ke ruang guru, memangnya kenapa?"
Jinyoung melototkan matanya mendengar jawaban mark. "mwo? Membawanya sendirian seperti ini? Guru itu pasti sudah gila hyung!" seru jinyoung kesal dengan ekspresi yang menurut mark sangat menggemaskan
"ani. Tadi ada bwberapa orang yang ikut disuruh membantu hyung, tapi mereka kabur begitu saja. Jadi seperti inilah hyung harus mengangkatnya sendirian"
"lalu kau kenapa tidak kabur juga hyung? Jadi kau tak perlu membawanya sendirian seperti ini kan"
"itu namanya kau lari dari tanggung jawab, jinyoung" jawaban mark membuat jinyoung kagum pada diri mark. Jinyoung merasa beruntung dirinya diidolakan oleh pria yang nyaris sempurna seperti mark.
Oh, bagaimana jinyoung bisa tau bahwa mark mengidolakannya?
Singkat saja, setelah kejadian ciuman dadakan itu jinyoung langsung mencari informasi mark. dan setelah mengetahui siapa itu mark, jinyoung malah semakin penasaran apalagi setelah jaebum mengatakan bahwa ia bertemu dengan mark dan bilang bahwa mark adalah penggemarnya. Dan berakhirlah disini ketika jinyoung memberanikan diri untuk menyapa mark terlebih dahulu
"waaah kau benar-benar hebat hyung! Jawabanmu pria sekali, aku salut padamu!" puji jinyoung. Mark sedikit merona mendengar pujian jinyoung untuknya. "mmmh, baiklah hyung permisi dulu mau mengantarkan balok ini, park ssaem bisa marah jika balok ini belum ada di ruangannya"
Saat mark akan mengangkat balok itu, tiba tiba tangannya ditarik oleh jinyoung. "biar aku saja hyung! Kau duduklah dulu" tawar jinyoung, tangannya menuntun mark agar duduk di bangku yang ada di dekat mereka
Duh, jinyoung memegang tangan mark. bisa mimisan mark jika jinyoung bertingkah manis seperti itu terus padanya
"mengangkatnya sendirian jinyoung? Kau yakin?" tanya mark sedikit ragu saat dilihatnya jinyoung sudah menggulungkan seragamnya sampai ke lengan atas
"kau meragukanku hyung? Biar begini-begini aku ini sering berolahraga dan ngegym hyung. Ini saja tak akan sulit bagiku" ujar jinyoung sombong, meremehkan balok yang ada di hadapannya. Mark hanya diam saja memperhatikan bagaimana jinyoung berusaha mengangkat balok itu
Saat jinyoung berusaha mengangkatnya, balok itu malah tak bergerak sama sekali. Jangankan berjalan, terangkat pun tidak. Jinyoung menatap ke arah mark sambil cengengesan "ehehe aku tidak terlalu siap tadi"
Mark sedikit tertawa melihat betapa sulitnya jinyoung berusaha mengangkat balok itu. Bahkan di percobaan yang kedua pun balok itu tak kunjung terangkat. Mark yakin, jinyoung tak akan mampu mengangkatnya sendirian dan pasti akan meminta bantuannya juga.
"hyung kenapa kau diam saja! Ayo bantu aku, bukankah kita ini berteman?" tuhkan apa mark bilang, jinyoung yang tadinya menganggap remeh itu pasti akan meminta bantuannya. Mark yang masih lebih manly dari jinyoung saja susah mengangkatnya sendirian, apalagi pria selembut jinyoung?
Mana mungkin bisa.
"tadi katanya kau sering berolahraga dan ngegym, 'ini saja tak akan sulit bagiku'" ledek mark menirukan perkataan jinyoung, tapi mark berdiri juga dan bahkan kini sudah bersiap untuk mengangkat balok itu.
"ehehe balok ini ternyata lebih berat dari yang kukira" ucap jinyoung, mark mendengus mendengarnya. "yasudah kita angkat bersama ya" ujar mark diaminin anggukan oleh jinyoung
"hana..."
"dul..."
"set..."
Dan jadilah mereka berdua mengangkat balok itu bersama-sama. Untung suasana di sana sedang sepi jadi tak akan ada yang melihat mereka berdua, bisa-bisa mark jadi trending topik di sekolahnya karena mengajak seorang park jinyoung mengangkat balok yang berat itu.
Suara tawa kadang terdengar menggema di koridor saat salah satu dari mereka tertawa, mereka mengangkat balok itu sambil mengobrol dan juga diselingi tawa yang kebanyakan berasal dari jinyoung
Mark sendiri tak menyangka, mimpi apa ia semalam hingga dewa fortuna bersedia mampir ke sisinya dan mendatangkan jinyoung seperti ini. Entahlah, mark tak mau tau apa motivasi dewa fortuna, yang pasti mark menikmati kebersamaannya dengan Park Jinyoung
Idolanya
Ah bukan
Park Jinyoung itu cinta pertama mark
Ya, cinta pertama
.
.
.
.
.
.
## to be continued
YAAASHHHHHHH YAASHHH akhirnya markjin juga horeeee horeee horeeee. Ini jauh banget ya markjin nya dari cerita di dream knight. Ya bodolah yang penting markjin horeee
Seperti biasa, aku butuh review kalian buat kelanjutan ff ini. Review ya? Okeoke? hhehe
See you in ch 5!
