When You're Gone

Disclaimer : Mashima Hiro

Natsu Dragneel x Lucy Heartfilia

Rated T

Genre : Drama, Romance, Hurt/Comfort

Warning : Cerita selalu gaje, dan Hati-hati jika kalian menemui typo atau cerita tidak sinkron. Tanda (?) artinya pertanyaan yang tak memerlukan jawaban.

Gak suka ceritanya, jangan scrool down!

.

.

.

Chapter 4

.

.

.

7 Years Ago

A Few Days Later After Lucy's Gone.

Seseorang yang memiliki surai blonde dengan wajah berseri-seri dan tersenyum. Ia melangkahkan kakinya kedepan.

"Ada apa denganmu?" tanya seseorang pria berambut hitam.

"Tidak ada, memangnya kenapa?" tanya nya balik.

"Kau tersenyum tanpa sebab membuatku begidig ngeri tahu.." katanya.

"Hey jangan bicara begitu Rogue..."

"Kau memang aneh Sting/sting-kun." Ucap Rogue dan seekor exceed bernama Lector.

"Fro juga berfikir begitu..." kata exceed yang mengenakan kostum katak.

Lalu mereka memasuki sebuah Guild yang sangat besar dan mewah.

"Okaeri minna..." sapa seorang gadis cantik bersurai perak.

"Tadaima Yukino..." ucap mereka serempak.

Sting Eucliffe langsung melenggang menuju sebuah ruangan. Sepertinya sebuah kamar.

Ia membuka pintu yang tak terkunci itu dan menampakan seorang gadis- ralat seorang wanita cantik bersurai pirang sama seperti dirinya tengah tertidur.

Gadis cantik bernama Yukino masuk kedalam kamar tersebut dan diikuti oleh Rogue serta kedua exceed lucu tersebut.

Sting terdiam memerhatikan wanita cantik itu dengan sendu.

"Apakah ia belum sadar Yukino?" tanya Sting.

"Ya, Lucy-sama belum sadar sedari kalian membawanya kemari.." ucap Yukino sedih.

"Sebenarnya apa yang terjadi padanya Yukino?" tanya Rogue serius.

"Menurut dokter, Lucy-sama kelelahan dan terlalu banyak pikiran.."

"Begitu kah..." sahut Sting yang mendekati Lucy yang tengah terbaring tak berdaya.

"Apa kalian tidak sadar dengan apa yang terjadi pada Lucy-san?" tanya Rogue yang langsung mendapatkan perhatian dari mereka yang ada disana.

"Maksudmu?" tanya Sting.

"Kau pasti tahu maksudku kan? Aroma Lucy-san berbeda dari yang dulu.." ucap Rogue

Seketika mata Sting membulat dan terkejut.

"Kau benar, untuk kita para Dragon Slayer seberubah apapun aroma tubuh seseorang, kita pasti akan mengetahuinya." Kata Sting.

"Bagaimana menurutmu Yukino?" tanya Rogue

"Menurutku juga ada yang aneh. Lucy-sama adalah penyihir roh bintang yang sangat kuat, jadi tidak masuk akal kalau ia sampai tak sadarkan diri berhari-hari..."

"Jadi menurutmu?" tanya Sting.

Lalu Yukino mendekat kearah Lucy, dan menyentuh tubuhnya, mulai dari kepala, wajah, tangan dan yang terakhir perut.

"Hey apa yang kau lakukan?" tanya Sting yang memerah karena melihat Lucy disentuh, padahal yang menyentuhnya adalah gadis juga.

"Aneh..." ucap Yukino.

"Ini sangat Aneh..." ucapnya lagi.

"Kenapa Yukino?" tanya Rogue dan Sting bersamaan.

"Kekuatan Sihir Lucy-sama berpusat hanya diperutnya saja..."

Mata Sting dan Rogue langsung memblak tak percaya.

"Apakah Lucy-san tak bisa hidup lagi?" tanya Sting dengan wajah sedih.

"Aku tak tahu, tapi itu kemungkinan terburuknya." Kata Yukino.

Rogue langsung berfikir keras. "Apakah Lucy-san pernah terluka? Maksudku akhir-akhir ini?"

"Ya, ia terluka akibat tembakan dilengannya.." Yukino melihat lengan Lucy yang terluka.

"Dan sepertinya Lucy-san belum sembuh tapi ia memaksakan diri sehingga kita menemukannya tak sadarkan diri dikereta itu." Ujar Rogue.

Kedua exceed itu hanya menyimak apa yang dibicarakan mereka berdua.

"Jadi, kita harus bagaimana?" tanya Sting yang sedang panik.

"Tenanglah Sting. Ini tidak seperti kau saja." Kata Rogue yang bingung dengan sahabatnya itu.

"Aku mengkhawatirkan keadaan Lucy-san... Lagi pula kemana Natsu-san itu? Biasanya dia selalu bersama dengan Lucy-san kemanapun ia pergi bak pahlawan kesiangan.." Geram Sting.

"Ah kau benar juga Sting-sama, Natsu-sama pasti sangat mengkhawatirkan Lucy-sama karena kepadaku saja yang orang lain, ia begitu baik apalagi kepada Lucy-sama.." kata Yukino yang setengah berfikir.

"Sudah jangan pedulikan itu, yang penting kita harus merawat Lucy-san dan memberitahu Natsu-san tentang keadaan Lucy-san.." Kata Rogue memberi solusi.

Mereka mengangguk mantap dengan solusi yang diberikan Rogue. Lalu, terdengar suara lain yang sangat mereka kenal.

"Ja-jangan.. kumohon jangan kabari dia, jangan beri tahu dia aku disini.. aku mohon..." dengan suara lemahnya dan isakan kecil yang keluar dari bibir kecilnya.

"Lucy-san..." kata Rogue dan Sting bersamaan.

"Lucy-sama, bagaimana perasaanmu saat ini? Apakah masih sakit atau pusing?" tanya Yukino berlebihan yang tengah membantu Lucy untuk duduk dan bersandar dikepala ranjang.

Lucy hanya menggeleng yang membuat bingung seluruh orang disana.

"Lucy-san, kenapa melakukan semua itu? Kau terluka dan sakit tapi bisa-bisanya melawan penjahat seperti mereka." Tanya Sting.

Lucy terdiam sesaat. Ia kembali mengingat apa saja yang telah terjadi sehingga ia bisa berada disini dengan keadaan lemah tak berdaya. Ia pun mengingatnya dengan jelas.

Ketika itu, Lucy sedang didalam kereta yang menuju ke Crocus, namun kereta tersebut dibajak dan diserang oleh kawanan penjahat dari guild gelap dan Lucy mau tak mau harus menghajar mereka. Tapi keadaan Lucy tak menguntungkan dan mereka sangat kuat sehingga Lucy tak bisa melawannya, dan ketika hendak pingsan, ia melihat Natsu? Bukan, yang ia lihat adalah Sting Eucliffe yang melawan mereka dan menyelamatkannya.

Lucy pun membuka suaranya lagi.

"Aku harus menyelamatkan diri dan semua yang digerbong bukan?" Lucy tersenyum manis namun terlihat raut kesedihan di wajah cantiknya.

Melihat senyuman cantik diwajah Lucy, tiba-tiba wajah Sting memerah dan terkagum-kagum kepadanya.

"Lucy-san, jangan memaksakan dirimu lagi..." Ucap Sting menasehati.

Lucy mengangguk patuh.

"Lucy-san, kenapa kau tak bersama Natsu-san? Dan kenapa kau tak mau kami memberitahunya tentang keadaanmu ini? Kau pingsan selama berhari-hari..." Tanya Rogue yang menuntut jawaban.

Lucy hanya bisa terdiam dan air mata jatuh dari pelupuk matanya.

"Hey Lucy-san maafkan aku, aku tak bermaksud-." Sebelum Rogue melanjutkannya, Sting memberikan isyarat untuk berhenti.

"Lucy-sama, kau bisa bercerita kepada kami..." kata Yukino lembut.

"Sebelumnya aku harus berterimakasih kepada kalian karena telah menyelamatkanku... terimakasih.." kata Lucy yang sudah tak menangis dan tersenyum.

Melihat Lucy tersenyum, mereka yang disana pun menghembuskan nafas lega.

"Hey Lucy-san, kau mau kemana memangnya?" tanya Sting penasaran.

"Um aku tak tahu harus kemana. Aku sudah keluar dari Fairy Tail dan ingin memulai hidup baru.." Katanya yang terlihat sedih lagi namun ditutupi dengan poker face nya.

"KELUAR DARI FAIRY TAIL?"

"HEEEEEE?"

Sting, Rogue, dan Yukino serta kedua exceed itu terblak kaget dan terkejut dengan penuturan seorang Lucy Heartfilia.

"Ya aku keluar dari sana." Lucy kembali tersenyum palsu.

"Tapi kenapa Lucy-san?" tanya Rogue penasaran.

"Aku ingin memulai hidup baru..." kata Lucy yang berkata jujur.

"Tapi apa alasannya Lucy-san?" kini Sting yang bertanya.

Lucy terdiam sejenak. Ia tak tersenyum lagi seperti tadi, ia tak kuasa harus menunjukan senyum palsunya. "Aku tak bisa mengatakannya.." Lucy menunduk menyembunyikan wajahnya.

"Baiklah Lucy-sama, kami mengerti..." Yukino langsung memeluk Lucy yang sedang menangis.

"Lucy-san, kau bilang tidak tahu mau kemana kan?" tanya Rogue.

Lucy yang kini sudah tak dipeluk lagi, mengangguk.

"Bagaimana kalau kau bergabung dengan Sabertooth? Semua orang pasti senang menerimamu disana..." Ajak Sting..

Lucy langsung memandang wajah Sting yang uhuk tampan. Sting pun tersenyum untuknya. Lucy pun membalas dengan senyuman.

"Akan aku fikirkan, terimakasih semuanya..." kata Lucy terharu.

"Lucy-sama, maafkan aku harus berbicara seperti ini.." Yukino menarik nafasnya dalam-dalam, Lucy mengerutkan dahinya karena bingung.

"Lucy-sama apa kau sedang mengandung?" tanya Yukino yang langsung membekukan seluruh ruangan. Semua yang mendengar itu terkejut bukan main.

Lucy membatu ketika mendengarnya. Ia pun berfikir keras, tentang apa yang terjadi padanya.

Ia kembali mengingat ketika ia tidur bersama dengan sang kekasih, dan melakukan hubungan itu. Ah benar juga, sudah sebulan lebih ini ia tak mendapatkan periodenya.

Wanita cantik itu masih terdiam seribu bahasa.

Sting yang membeku mendengarnya, kini kembali kealam nyata.

"Lucy-san apa itu benar?" tanya Sting penasaran.

Kini Lucy menggerakan bibirnya. "Aku belum tahu tentang hal ini, tapi sepertinya itu benar..." Lucy tak mengelak dan tak terkejut pula.

Mendengar penuturan Lucy, kini Sting kembali tersentak dan semuanya terkejut lagi dan lagi karena jawaban yang diberikan sang Celestial Mage itu.

"Siapa ayahnya?" tanya Sting.

"Siapa ayah bayi itu, Lucy-san?" tanyanya lagi dengan suara meninggi.

Sekarang, Lucy yang membeku mendengar pertanyaan Sting. Lucy hanya bisa diam dan menundukan kepalanya.

"Apakah 'dia'?" tanya Sting geram.

Yukino dan Rogue mengerti 'dia' yang dimaksud oleh Sting, termasuk Lucy.

Lucy tak menjawab, ia terus bungkam.

"Lalu kenapa kau tak meminta pertanggung jawaban darinya?" kesal Sting dengan sedikit menaikan nada bicaranya.

"Aku tak bisa! Aku bukan siapa-siapanya.." Kata Lucy berderai air mata.

"Jadi apa alasanmu keluar dari Fairy Tail karena kau hamil?" tanya Sting.

"Bukan.." Lucy langsung menyanggahnya dengan suara serak.

"Lalu apa Lucy-san? Dan kenapa kau tak bersamanya?" tanya Sting lagi yang persis seperti sedang menginterogasi.

"Aku ingin dia bahagia dengan gadis pilihannya, hanya itu!" air mata kembali turun dari mata indah yang sudah tak bercahaya lagi.

"Apa?" Sting terkejut "kumohon ceritakan semuanya padaku Lucy-san..." bujuk Sting.

"Aku tak ingin mengingatnya lagi, kumohon bunuh saja aku. Aku sudah tak tahan merasakan semuanya..." kata Lucy yang mulai frustasi dan menjambak rambutnya sendiri. Ia mulai menyakiti dirinya sendiri.

Melihat perilaku Lucy yang sudah sangat mengkhawatirkan itu, Sting langsung menghentikan Lucy yang merancau tak jelas dan berkata ingin mati. Lucy menggila. Sungguh membuat hati semua orang yang disana tersayat dan merasakan perih.

"Lucy-sama tenanglah..." kata Yukino yang membantu menenangkan Lucy.

Namun, Lucy seolah tuli dengan apa yang semua orang katakan. Ia ingin mati untuk saat ini.

Rogue langsung lari pergi keluar untuk memanggil dokter dan kedua exceed yang sedari tadi hanya menyimak itu ketakutan dan ikut keluar dengan Rogue.

Lucy terus berontak.

"Lucy-san kumohon tenanglah..." dengan suara yang meninggi, namun wanita itu tak mendengarkannya.

Sehingga tak ada pilihan, Sting langsung melepaskan genggamannya dikedua pergelangan Lucy.

Sting langsung menerjang tubuh Lucy yang dipaksakan berontak oleh Lucy sendiri, kini Sting memeluk tubuh wanita cantik yang dikaguminya itu.

Ajaibnya, Lucy langsung tenang dan tak melawan. Pelukan yang dirasakan Lucy sangatlah hangat, dan menenangkan jiwanya saat ini. Sting terus memeluknya dan mengelus pucuk kepala yang surainya senada dengan yang dimilikinya.

Lama, cukup lama Sting memeluk Lucy, bukannya melepaskan Sting malah mengeratkan pelukannya dan Lucy pun menangis dan terisak didada bidang seorang Sting.

Yukino lega melihat Lucy yang sudah mulai tenang, dan bergegas mengambil air serta kompres karena sepertinya Lucy kini demam dan badannya sangat panas.

Setelah Yukino keluar, kini hanya mereka berdua yang ada diruangan itu, dikamar yang ditempati Lucy.

Tak sadar, Sting mengecup pelan kening Lucy dan Lucy kini sudah tertidur, sehingga ia tak tahu bahwa barusan ia dicium oleh seorang Sting.

Sting membaringkan tubuh lemah Lucy dikasurnya. Ia menatap wanita itu dari ujung kepala hingga ujung kaki. Sungguh sempurna tanpa cela sedikitpun. Lalu ia pun menyadari bahwa ia menyukai seseorang yang dulu ia kagumi itu.

Ia menelan ludahnya dengan kasar, mengingat apa yang tengah terjadi kepada Lucy-san nya. Pertama, ia keluar dari Fairy Tail, kedua sepertinya ia tengah berselisih dengan Natsu yang telah menghamilinya, dan ketiga ia sangat terpukul karena keadaannya yang tengah mengandung.

Miris, itulah yang bisa digambarkan oleh Sting tentang kehidupan wanita cantik dihadapannya itu.

"Lucy-san aku berjanji akan melindungimu dan anakmu dengan seluruh yang aku punya. Aku takkan pergi seperti dia yang menyakitimu.." ucapnya sambil mengelus wajah Lucy dengan lembut.

Semua orang telah kembali kekamar Lucy dengan membawa dokter dan kompres, Yukino dan Rogue kembali keruangan itu.

Lucy diperiksa oleh dokter dan benar saja, Lucy saat ini sedang mengandung dan usianya sangat muda yaitu sekitar 1 bulan lebih. Dan Lucy saat ini sedang mengalami depresi, sehingga mereka harus menjaganya dan diharapkan untuk tidak menanyakan tentang hal-hal yang bisa membuatnya stress dan histeris.

Yukino mengompres dahi Lucy yang sangat panas, dan menjaganya.

Setelah dokter itu pergi, mereka kambali membicarakan tentang hal yang dialami oleh Lucy.

"Pantas saja keadaan Lucy-san sangat lemah, ternyata ia sedang hamil.." kata Rogue yang tak menyangkanya.

"Seorang penyihir wanita, pasti akan mengalaminya yaitu pemusatan sihir untuk menjaga kandungannya, sehingga penyihir yang tengah hamil umumnya sangat lemah..." ujar Sting.

"Tapi Lucy-san sangat kuat, tentunya ini bukan masalah besar untuknya tapi kenapa ia sampai pingsan berhari-hari?..." Tanya Yukino.

"Ia terluka, dan mengandung serta stress..." kata Sting.

"Wajar saja jika Lucy-san hampir kehilangan nyawanya, dan waktu itu ia mengeluarkan roh bintang lebih dari 1 sehingga mengonsumsi lebih banyak kekuatan sihirnya yang mengakibatkan Lucy-san seperti ini.." kini Rogue yang menjelaskan, karena pada saat menyelamatkan Lucy, Sting dan Rogue yang menjalankan misi itu.

"Dan yang lebih penting, Lucy-san belum menikah, apakah Natsu-san mengetahui tentang kehamilan Lucy-san?" tanya Yukino yang tengah berfikir keras.

"Menurutku, ia tak tahu." Ujar Sting.

"Kenapa begitu?" tanya Rogue.

"Lucy-san sendiri tak mengetahuinya bahwa ia tengah mengandung bukan." Jawab Sting.

"Ya kau benar..."

"Aku akan menjaga Lucy-san..." Sting mengucapkannya tanpa ragu sedikitpun.

Rogue dan Yukino menatap kearah Sting dengan tatapan tak mengerti dan bingung.

"Aku akan menjaganya dan bayi yang dikandungnya dan menganggapnya sebagai anakku sendiri!" ucapnya Mantap.

"Sting, jangan bilang kau-." Rogue belum selesai dengan ucapannya dan Sting menyelanya.

"Aku menyukainya, menyukai Lucy-san.."

Yukino dan Rogue memblakan matanya, seorang Sting merasakan jatuh cinta? Oh my god ini adalah hal yang sangat langka.

Lector yang baru saja masuk langsung terkejut ketika Sting mengatakan suka kepada Lucy.

"Sting-kun, kau sungguh orang yang baik..." kini Lector melompat kearah Sting dan Sting malah menghindar. Lector pun terjatuh kelantai dan semua yang melihatnya hanya tertawa akibat ulah Sting dan Lector.

.

.

.

5 Bulan Kemudian

Sabertooth, kini menjadi guild yang berbeda. Mereka seperti Fairy Tail yang mementingkan keluarganya, yaitu semua member di Sabertooth.

3 bulan lalu, Lucy menerima ajakan Sting untuk bergabung dengan Sabertoot dan menempelkan mark guild itu ditangan bekas mark guild Fairy Tail. Mark itu berwarna pink seperti dulu. Dan kini sudah 2 bulan ia berada di Sabertooth.

Perut Lucy kini sudah membesar, dan Lucy sedikit kesusahan untuk melakukan pekerjaan.

Sting melarang Lucy untuk melakukan misi yang berat dan berbahaya, bahkan misi kecil pun tak diizinkannya sehingga Lucy memilih untuk berlatih sihir penyembuhan dari seorang nenek yang rumahnya disekitar guild.

Lucy mempelajarinya dengan cepat, mengingat Lucy sangatlah cerdas dan pintar.

Semenjak Lucy bertemu dengan Sting dan bergabung dengan Sabertooth, ia tak pernah merasakan stress dan depresi lagi, karena Sting selalu menjaganya dan menemaninya. Ia sangat baik, dan memerhatikannya serta bayi yang berada didalam kandungannya.

"Lucy-san, kau harus minum susu..." Ujar Sting sambil memberikan segelas susu kepada Lucy.

"Um Arigatou Sting.." Lucy tersenyum lembut.

Kini mereka tengah duduk dihalaman guild, tepatnya dibawah pohon rindang dan merasakan sejuknya udara disana.

Tiba-tiba Sting mendekat kearah Lucy yang baru saja menghabiskan susunya. Lucy tengah duduk dan Sting tiba-tiba berjongkok dan mengelus perut Lucy yang sudah membesar itu.

"Hey bayi kecil, kamu sedang apa disana? Jangan merepotkan mama-mu ya..." kata Sting yang sangat mirip dengan seorang ayah yang tengah berbicara kepada anaknya. Sting tersenyum dan terus mengelus perut Lucy.

"Kamu terlihat seperti seorang ayah, Sting..." Lucy tersenyum kearah Sting.

"Benarkah?" tanya Sting senang.

Lucy mengangguk. Senyuman tulus masih terukir diwajah cantiknya.

"Lucy-san, aku sudah berjanji padamu kan?" kata Sting.

Lucy teringat kan janji Sting yang ia ucapkan kepada Lucy. Kata-katanya sangat manis sekali.

Flashback

Suatu hari, Lucy dan Sting tengah berjalan-jalan kearah danau dikota Crocus. Disana biasanya selalu ramai, tapi entah kenapa hari ini danau terlihat sepi.

Kehamilan Lucy waktu itu sudah menginjak usia 3 bulan, dan Sting ingin mengajaknya jalan-jalan untuk menghirup udara segar.

Lucy tak tahu bahwa Sting membawanya kesebuah danau. Jujur saja, ia sangat trauma dengan yang namanya danau.

Wajah Lucy memucat seketika, dan membuat Sting khawatir.

"Lucy-san ada apa denganmu?" ucapnya khawatir.

"Aku trauma akan danau Sting..." jawab Lucy dengan suara lemah.

"Maafkan aku Lucy-san, aku akan membawamu pergi dari sini..."

Tanpa banyak bicara, Sting langsung menggendong Lucy ala bridal style dan menuju kesebuah taman yang sangat sejuk dan indah.

Disana terdapat sebuah bangku panjang. Lucy duduk disana dan Sting berada disampingnya.

"Lucy-san maafkan aku..."

"Um tak apa Sting. Aku mengerti karena kamu tak tahu..."

"Memangnya kenapa Lucy-san bisa trauma dengan danau?" tanya Sting.

Lucy terdiam dan wajahnya terlihat sedih.

"Tak apa kalau kamu tak ingin mengatakannya, aku akan menunggu..." kata Sting perhatian.

Namun Lucy menggeleng "Sudah saatnya kamu tahu alasanku pergi..."

Wanita hamil itu mulai menceritakan semuanya yang terjadi kepada Sting.

"Waktu itu, Aku melihat dan mendengar kenyataan bahwa Natsu dan Lisanna berpacaran. Mereka berselingkuh dibelakangku..."

Sting terus mendengarkan tanpa menyelanya. Lucy melanjutkannya lagi.

"Pada saat itu, mereka sedang berada dipinggir danau dan mereka bermesraan didepan mataku sendiri. Waktu itu aku sangat terpukul dan sangat sedih. Mereka bahkan membicarakan tentang hubunganku dengan Natsu, namun Natsu berkata bahwa ia tak mencintaiku dan mencintai Lisanna setelah apa yang terjadi diantara aku dan Natsu. Semua itu tak bisa aku terima. Tapi aku tak bisa berbuat apa-apa dan memaafkan mereka."

Sting terkejut dan merasakan apa yang Lucy rasakan, perih, sakit, sesak dan semua rasa yang tak mengenakan yang dirasakannya ketika mendengar kisah wanita itu. Ia bahkan memaafkan sang kekasih yang berkhianat dengan temannya sendiri.

"Lalu apa yang terjadi selanjutnya Lucy-san?" tanya Sting yang masih penasaran.

"Natsu datang keapartemenku bersama Happy, karena aku tak kembali ke guild setelah aku memergoki Natsu dan Lisanna. Aku mengatakan yang sejujurnya bahwa aku melihat Natsu dan Lisanna didanau siang itu. Natsu tentunya sangat terkejut dan awalnya ia menyangkal semuanya, tapi lama-lama ia pun mengaku. Malam itu aku meminta Natsu untuk memutuskanku, dan dia melakukannya. Pada malam itu aku sangat terpukul dan berniat untuk meninggalkan Magnolia dan memulai hidup baru dengan berkelana." Lucy menghembuskan nafsanya kasar.

"Paginya, aku menyuruh Happy untuk memberitahukan kepada Lisanna bahwa ada hal yang harus aku bicarakan padanya. Kami bertemu didanau dan membicarakan tentang segala hal, aku menitipkan Natsu dan Happy kepada Lisanna, dan aku ingin memaafkan mereka saat itu. Namun, Lisanna acuh tak acuh dan ketika aku pergi sekawanan penyihir dari guild kegelapan yang berusaha untuk menculik Lisanna muncul dan mereka menyerangnya. Aku menyelamatkan Lisanna dan pergi ke guild, namun tanganku terkena tembakan sehingga aku terjatuh tepat didepan guild." Lucy terdiam dan raut wajahnya mulai terlihat kesedihan dan air mata sudah menggenang dimatanya.

"Ketika itu, Natsu dan Happy hendak keluar dari guild, dia melihatku tengah membangunkan Lisanna. Namun, Natsu menghempaskan tanganku dengan kasar dan mulai berteriak padaku. Ia mengira bahwa aku yang menyakiti Lisanna, ia sangat marah padaku dan terus meneriaki aku tanpa memberi kesempatan untukku menjelaskannya. Semua orang diguild itu keluar untuk menyaksikan apa yang terjadi. Untungnya teman-teman dekatku disana mempercayaiku dan Gray membelaku. Aku tak tahu lagi apa yang harus kuperbuat saat itu, orang yang kucintai tak mempercayaiku sama sekali." Kini Lucy menetaskan air mata. "Saat itulah, Natsu mengusirku, dan berkata jangan pernah kembali dan muncul dihadapannya lagi. Dan saat itu aku meninggalkan Magnolia dan takkan pernah kembali kesana lagi.." Lucy lalu menangis setelah menyelesakikan ceritanya.

Sting mendengarnya, ia mendengar bagaimana cerita pilu seorang wanita yang disukainya itu. Ia tak menyangka bahwa seorang Natsu Dragneel yang selalu membela teman-temannya tega mengusir seseorang yang selalu bersamanya disaat senang maupun duka karena kesalahpahaman itu, ia tak menyangkanya sama sekali. Tanpa sadar Sting mengepalkan tangannya dan merasakan kesal yang luar biasa kepada seorang Natsu Dragneel yang merupakan orang yang dikaguminya.

Sting mengenyahkan perasaan kesalnya itu, dan langsung memeluk Lucy yang tengah menangis.

"Lucy-san, jangan menangis lagi." Sting menenangkan Lucy dengan mengelus kepalanya lembut.

"Aku berjanji akan menjagamu dan bayi yang tengah kau kandung. Aku akan melindungimu dengan seluruh yang aku punya..." Ucap Sting kepada Lucy.

Lucy menatap Sting. "Kenapa? Kenapa kamu mau melakukan semua itu?"

"Karena aku menyukaimu Lucy-san.. aku akan menganggap anakmu seperti anakku sendiri. Dan setelah anakmu lahir, aku ingin menikahimu Lucy-san.." Ujar Sting yang membuat Lucy semakin terharu sekaligus bingung. "Aku menyukaimu dari lama, dan aku melakukan semua ini bukan karena rasa kasihan, tapi ini semua karena aku menyukaimu, aku mencintaimu Lucy-san..." lanjut Sting.

Lucy tak tahu harus bagaimana menjawab pernyataan Sting, namun yang jelas ia masih belum bisa membuka hatinya untuk siapapun lagi.

"Sting, maafkan aku, aku tak bisa membuka hatiku lagi..."

"Apakah kamu masih mencintainya Lucy-san?"

Lucy tak menjawabnya. Ia masih sangat mencintai seorang Natsu Dragneel.

"Kau masih sangat mencintainya walaupun ia telah banyak menyakitimu dan menorehkan banyak luka?" tanyanya dengan suara meninggi.

"Maafkan aku Sting, dan terimakasih karena selalu menjaga kami."

"Aku akan menunggu sampai kapapun itu Lucy-san, sampai kamu menerimaku.."

"Um terimakasih Sting.."

Flashback Off

Lucy kembali dari flashbacknya. "Um ya, terimakasih Sting.."

"Lagipula aku tak keberatan jika anakmu menganggapku sebagai ayahnya..." kata Sting dengan grins nya, yang entah kenapa mengingatkannya kepada seorang Natsu.

"Ya aku juga tak keberatan..." Lucy tersenyum.

"Oh iya, kamu sudah menyiapkan nama untuknya? Tanya Sting.

"Tentu saja. Jika dia adalah seorang perempuan, aku akan memeberikan nama Nashi, ya Nashi Heartfilia." Kata Lucy senang.

"Nashi?" tanya Sting. Ia sedikit memikirkan nama itu, dan ia tahu karena nama itu perpaduan dari Nama Lucy dengan Natsu.

"Nama yang bagus..." lanjut Sting. "Kalau laki-laki bagaimana?"

"Kalau laki-laki akan aku beri nama Haru..." kata Lucy singkat.

"Ah apa karena jika ia lahir, pas dengan musim semi?" tanya Sting lagi.

Lucy mengangguk. "Betul sekali... aku yakin dia akan menjadi anak yang tampan sekali." Lucy yang awalnya tersenyum tiba-tiba senyumya luntur seketika karena mengingat wajah Natsu. Tentu saja jika anaknya laki-laki pasti wajahnya akan sangat mirip dengan ayahnya.

Sting menyadari raut wajah Lucy yang berbah "Hey, tentu saja dia akan menjadi pria tampan sepertiku kan?"

Lucy langsung menatap Sting dan tersenyum "Um tentu.."

Mereka pun terus berbincang tentang segala hal, entah itu tentang bayi yang dikandung Lucy, ataupun segala perlengkapannya.

.

.

.

.

Back to 7 Years later.

Natsu kembali ke sebuah bar yang disana terdapat teman-temannya dari Fairy Tail.

Pria itu terlihat lebih hidup dari biasanya, meskipun tak sepenuhnya ia kembali seperti Natsu yang dulu. Mungkin hanya seperempatnya saja.

Seluruh anggota guild tampaknya keheranan melihat Natsu.

"Hey Natsu-san, tidak biasanya kau terlihat senang. Ada apa Natsu-san?" tanya Juvia yang penasaran.

"Ah tidak ada kok Juvia.." Jawab Natsu sembari tersenyum kecil.

Happy pun terbang kesebuah meja disana yang terdapat Erza, Gray dan Wendy.

"Happy, apa kau tahu kenapa Natsu terlihat senang saat ini?" tanya Erza.

Kucing biru itu tersenyum dan mulai bercerita.

"Natsu tadi berada ditaman, dan ia bertemu dengan gadis cantik…" Kata Happy.

"Hah gadis? Gadis siapa?" Tanya Lisanna yang heran kepada Natsu karena Lisanna saja sering dicuekan pria api itu.

"Iya dia gadis dengan rambut pink, sama seperti Natsu." Lanjut Happy.

"Pink?" kaget Gray dan Wendy serta Erza yang tengah penasaran dengan kelanjutan cerita Happy.

"Iya dia gadis kecil dengan wajah cantik dan berambut sama seperti Natsu.."

"Oh mungkin saja Natsu-san senang bertemu dengannya karena mereka memiliki rambut yang sama.." kata Juvia.

"Ah ya benar, karena didunia ini tentunya bukan hanya Natsu-san saja yang memiliki rambut pink bukan?" kata Wendy memperjelas.

"Ya itu benar…" ucap Erza.

"Lalu kenapa Natsu bisa sampai sesenang itu?" tanya Gray.

"Tadi mereka mengobrol ditaman cukup lama. Gadis itu sangat imut sekali, membuat aku jadi rindu pada mama Lucy…" Happy pun memasang wajah yang sedikit murung.

"Happy! Kenapa kamu masih merindukannya? Akulah mamamu Happy!" Ucap Lisanna dengan nada tinggi.

"Tidak! Mamaku adalah Lucy, hanya Lucy dan selalu Lucy!" sangkal Happy sedikit marah.

"Sudah–sudah hentikan Lisanna!" kata Erza. Lalu Lisanna pun pergi dari sana.

"Lalu Happy, berapa kira-kira umur gadis itu?" tanya Gray.

"Um sekitar 6 tahun? Aku tidak tahu jika harus mengira-ngira…"Kata Happy yang sudah tidak marah lagi.

"Huh dasar Happy, segitu saja tidak bisa mengira-ngira…" ejek Carla.

Tak lama setelah itu Natsu yang sehabis makan itu menghampiri meja dimana Happy sedang bercerita.

"Ada apa ini?" tanya Natsu.

"Happy sedang bercerita tentang kau yang bertemu gadis kecil yang cantik.." kata Gray.

"Oh tentang itu…" Natsu pun duduk dikursi kosong sambil tersenyum. Senyuman yang jarang diperlihatkan olehnya.

"Siapa gadis itu Natsu?" tanya Erza penasaran.

"Namanya adalah Luna, hanya itu yang aku tahu." Jawab Natsu seadanya.

"Hee seperti itu.. Lalu dimana ia tinggal?" tanya Erza Lagi.

"Sepertinya dekat dengan taman Crocus. Tapi aku tak tahu juga…" Natsu meminum jusnya.

"Hey Guild Saberthooth juga dekat taman itu. Bagaimana kalau kita main kesana dan sekedar menyapa…" Usul Gray.

"Ah itu ide yang bagus Gray, aku juga ingin memasak dengan Minerva lagi.." ujar Erza.

"Aku juga ingin bertemu Frosch dan Lector." Timpal Happy.

"Bagaimana kalau kita besok kesana.." Kata Gajeel yang tiba-tiba nimbrung. "Aku ingin menyapa Sting dan Rogue.."

Semua setuju untuk berangkat besok. Tapi tidak dengan Natsu.

"Aku tidak ikut. Kalian saja yang kesana." Kata Natsu.

"Eh kenapa Natsu-san?" tanya Wendy.

"Aku ingin pergi mencari Luce.." jawabnya singkat.

"Kenapa kau ingin mencari Lucy di Crocus?.." tanya Gray.

"Karena, seluruh Fiore telah aku datangi dan aku tak menemukan Lucy dimanapun. Hanya Crocus yang belum sempat aku telusuri.." jawab Natsu.

"Kalau kau bertemu dengan Lucy, apa yang akan kau lakukan?" tanya Gray tajam.

"Aku ingin memperbaiki semuanya dan memenuhi janjiku untuk menikahinya.."

"Apa dia akan menerimamu lagi? Aku bertaruh dia sangat membencimu setelah apa yang kau lakukan padanya!" kata Gray yang sukses membekukan seorang Natsu. Membungkamnya sehingga tak kuasa untuk bicara.

Beberapa saat kemudian, Natsu angkat bicara.

"Aku tahu, semua perbuatanku ini tak pantas untuk dimaafkan. Aku adalah pria terburuk untuk Luce, dan dia adalah gadis terbaik yang pernah ada didalam hidupku. Tak ada lagi yang seperti dia, sekarang dan nanti!" Natsu bergetar ketika mengatakannya.

"Baiklah, lakukan apa yang kau mau Natsu.." kini Erza yang menyemangati Natsu. "Aku yakin kau bisa memperbaiki semuanya meskipun ketika aku mengingat peristiwa 7 tahun lalu itu hatiku sangat sakit melihat Lucy menderita.."

"Aku tahu, aku memang berengsek, dan lebih dari itu semua!" ucap Natsu pilu. Semua yang berada disekitar meja itu merasakan rasa perih atas kepergian Lucy.

"Hey aku dengar Sting telah memiliki seorang anak.." kini Gajeel yang memecah kecanggungan.

"Oh iya aku juga mendengarnya.." kata Erza.

"Wah sialan Sting. Dia bahkan lebih muda dari kita, tapi dia telah memiliki seorang anak.." Kesal Gray yang merasa kalah.

"Ya, bahkan usianya belum 23 tahun, tapi dia sudah memiliki seorang gadis kecil yang cantik. Haah aku merasa sangat kalah sekarang ini meskipun aku yang menang dalam pertarungan…" Natsu menghela nafasnya berat.

"Seharusnya sih kita sudah tua sekarang, karena 7 tahun kita tertidur dipulau Tenrou.." kata Erza.

"Aku jadi ingin cepat menikah dengan Gray-sama…" Juvia langsung menempel pada Gray, dan tentu saja Gray menghindar.

"Dan sepertinya kami akan menikah terlebih dulu." Ucap seorang gadis cantik berambut biru cerah, Levy.

Semua yang disana langsung melotot ketika mendengarnya.

"MENIKAHHH?" teriak Erza, Gray, Wendy, Happy, Carla dan Juvia. Sedangkan Natsu hanya terbelak dengan apa yang didengarnya.

"Apakah itu benar Gajeel?" tanya Gray.

"Gehe…" sudah jelas jawaban nya adalah iya.

"Padahal aku fikir Natsu dan Lucy yang akan menikah duluan setelah Al dan Bisca…" Mira terlihat sedih ketika mengatakannya.

Natsu terdiam dan membeku mendengar apa yang dikatakan oleh Mira. Hatinya sangat sakit ketika ia mengingat bahwa ia telah melamar Lucy dan berjanji akan menikahinya, namun ia malah mengkhianatinya dan bahkan mengusirnya.

Happy juga terlihat sangat sedih, pasalnya ia sangat merindukan sosok seorang Lucy yang selalu memeluknya, merawatnya dan menyayanginya.

"Ya, aku fikir juga begitu…" kata Erza.

"Maafkan Lisanna semuanya.. aku sebagai kakak, tidak bisa mengajarkan hal yang benar kepadanya… Maafkan aku.." Mira membungkukan badanya.

"Sudahlah Mira-chan, jangan merasa bersalah seperti itu. Natsu juga yang salah karena tidak bisa setia dan ceroboh dalam mengambil keputusan.." Kata Gray.

Natsu hanya diam, dan tak menyangkal apa yang dikatakan Gray. Gray benar, ia yang salah karena tak bisa setia kepada Lucy.

Hati Natsu sangat sakit, seperti dihunus oleh pedang, dan dihujami beribu jarum kecil yang sangat tajam. Ia sangat sakit ketika ia mengingat Lucy-nya yang tersakiti dan menderita karena kelakuan Natsu sendiri.

Dengan cepat, Natsu langsung keluar dari bar itu dan memutuskan untuk tidur dipenginapan.

.

.

.

Sesampainya ia dipenginapan, ia langsung mandi, setelah selesai mandi ia langsung merebahkan diri dikasurnya.

Ia menatap langit-langit ruangan itu dengan sendu. Mata Natsu tiba-tiba memerah dan mengeluarkan cairan bening, ya Natsu menangis.

Ia tiba-tiba teringat akan kenangannya bersama Lucy 7 tahun lalu. Lucy selalu menunjukan senyum manisnya dan selalu setia menemaninya kemanapun.

Mereka selalu melakukan misi bersama dan dengan Happy tentunya. Mereka selalu tidur bersama diapartemen Lucy yang seperti rumah bagi mereka, dan semua kenangan yang bahkan tak terhitung jumlahnya.

Natsu kembali meneteskan air mata ketika ia mengingat momentnya bersama Lucy, ketika Natsu melamarnya dan Lucy menerimanya. Ia tersenyum getir ketika mengingat semua itu.

Tanpa sadar, Natsu meremas dada kirinya yang terasa sangat sakit.

"Luce, mungkin rasa sakitmu melebihi apa yang aku rasakan saat ini. Maafkan aku Luce… aku berjanji akan menemukanmu dan membuatmu bahagia…" Gumamnya dengan masih berderai air mata.

"Aku mencintaimu Luce…" Kata Natsu lagi.

Seusai menangis, Natsu pun tertidur dengan tangan yang masih menyentuh dada kirinya yang masih terasa nyeri.

Happy masuk ke kamar Natsu, dan melihat jejak-jejak air mata dipipi Natsu. Happy tak tega melihat Natsu yang menderita karena kehilangan Lucy.

"Natsu.." panggil Happy pelan.

.

.

.

.

Matahari telah muncul diufuk timur. Ia memancarkan cahayanya dilangit Crocus. Pria berambut spike pink itu menggeliat tak nyaman karena terpaan sinar mentari yang hangat diwajahnya.

Namun Natsu tidak bangun, sampai Happy yang membangunkannya.

"Natsu, ayo bangun…" Happy menepuk-nepuk wajah Natsu.

"Nee Natsu, ayo bangun…" Happy kini menggoyang-goyangkan tubuh Natsu.

"Sebentar lagi Happy…"

"Hey Natsu, katanya mau mencari mama, ayo bangun nanti keburu siang.." Kata Happy yang sudah mulai kesal karena Natsu sangat susah dibangunkan.

Tapi mendengar Happy berkata demikian, Natsu langsung membukakan matanya dan langsung bangun dari tempat tidurnya.

"Ah kau benar Happy. Ayo kita pergi mencari Luce.." Ajak Natsu bersemangat.

"Natsu harusnya kau mandi dulu.."

"Oh iya, aku lupa…" sejak kapan Natsu gampang disuruh mandi pikir Happy.

Setelah Natsu bersiap-siap, mereka pun memutuskan untuk menelusuri kota Crocus. Mulai dari taman, danau, tempat pertokoan dan semuanya.

Matahari sudah tinggi dan cuaca semakin panas, tapi Natsu dan Happy masih belum menemukan sosok yang mereka cari selama ini.

Pada akhirnya mereka memutuskan untuk beristirahat disebuah taman. Ya, taman yang kemarin dikunjungi Natsu dan disana ia bertemu dengan Luna.

Natsu menyandarkan tubuhnya pada pohon yang meneduhinya dari menyengatnya sinar matahari yang sangat panas itu.

"Ne Natsu, Lucy tak ada dimanapun.." ucap Happy sedih.

"Aku pasti akan menemukannya Happy, pasti!" ucap Natsu dengan kilatan dimatanya.

To Be Continued

.

.

.

.

.

From Author : Gomen minna, Author baru sempat publish sekarang karena author sedang sibuk kuliah waktu kemarin-kemarin hehe.

Terimakasih atas Review nya dan terimakasih sudah sabar menunggu.

Jangan lupa untuk me REVIEW dan FOLLOW atau FAVORITE cerita ini.

Terimakasih dan sampai jumpa dinext chapter.

Complicated Love : SOON

.

.

.

Nantikan kelanjutan ceritanya dichapter 5