Nothing Like This Will Ever Happen

Chapter 3: Battle One, Fairy Tail's Son of Dragon

A/N: thx bagi para reviewer! Chapter sebelumnya mendapat kesan yang cukup baik, aku senang sekali! Battle akan ada dalam chapter ini, bersiaplah untuk adegan battle yang sebelumnya tak pernah ada dalam fandom hxh Indonesia! Hahaha (Ketawa bangga gaje)! Let's start the story!

Readers: aye sir! (Author dikeroyok readers)

Mulai beneran nih.

.

.

.

.

.

Jam 4 subuh, Killua diam-diam masuk kamar Kurapika (hilangkan pikiran aneh anda!)

"Plis jangan marah ya Kurapika, aku cuma mau bantuin kamu sedikit." Pikir Killua yang lalu mencari-cari sesuatu di kamar Kurapika, untungnya Kurapika sudah tidur. Sekitar 1 jam yang lalu, yaitu jam 3 aura-aura aneh yang ada di kamar itu hilang, dugaan Killua, saat itulah Kurapika bisa tidur. Sekitar 10 menit 'menggeledah' kamar Kurapika yang luar biasa hancur (kalian tau kan apa yang menyebabkannya), semua properti dalam ruangan itu sudah tak bisa dipakai sehingga Kurapika mesti tidur di lantai. Ingin rasanya Killua membawakan Kurapika salah satu kasur dari kamarnya atau membawa Kurapika ke kamarnya, tapi pasti akan ribut dan Kurapika bangun lalu malah meng-kick-out Killua dari kamarnya dengan paksa dan menyuruh Killua untuk tak mempeduilikan urusannya. Setelah beberapa lama mencari, Killua tak menemukan apa yang dicarinya.

"Dimana sih 'barang' itu?! Mestinya ada di sekitar sini!" Pikir Killua yang yakin 'barang' yang dicarinya ada di ruangan itu.

"Disini kali ya?" Killua dengan sangat diam- diam meraba-raba sesuatu didalam saku Kurapika (yang untungnya tidak bangun, memang Killua hebat soal diam-diam, dan sekali lagi, jangan mikir yang aneh-aneh!)

"Beneran ada!" Pikir Killua yang mengeluarkan 'benda' itu dari saku Kurapika, hape ternyata. Mau apa dia dengan hape Kurapika? Di hack kah? Bukan kok, cuma mau mengecek alarm-nya aja. Lalu Killua mengecek alarm Kurapika.

"What?! Mau apa dia bangun jam 6 pagi?! Memangnya ada pekerjaan yang harus ia lakukan disini?!" Tanpa ba-bi-bu Killua langsung me-nonaktifkan alarmnya.

"Bye dulu Kurapika, kau semestinya sedikit lebih santai. Terlalu serius cuma akan mempersulit masalah." Pikir Killua yang lalu meninggalkan ruangan itu dengan damai. Tak lupa mengunci kembali pintunya (dengan kukunya yang panjang, itu juga caranya untuk buka kuncinya dan masuk) dari luar supaya Kurapika tidak tau ada yang masuk kamarnya.

.

.

.

Time skip sampai jam 09.00.

"Pertarungan akan segera dimulai! Semua peserta penantang harap masuk field!" Kata Oceh. Gon, Killua, Leorio masuk arena.

"Satu lagi mana?" Kata Oceh melihat masih ada yang belum hadir.

"Nanti juga datang sendiri, ayo cepat mulai." Kata Killua yang sedang memikirkan 'rencana'nya yang ternyata sukses.

"Baiklah, Gon, Killua, kalian yang pertama maju berdua." Kata Oceh.

"Berdua? Bukan satu lawan satu?" Kata Gon bingung.

"Rencananya memang satu lawan satu, tapi bahkan untuk pertandingan pertama ini, lawan kalian terlalu kuat untuk dilawan sendirian." Kata Oceh memperingatkan. Gon dan Killua merasa diremehkan tapi berusaha untuk memikirkan baik-baik peringatan dari Oceh bahwa rata-rata dari para MC lebih kuat dari Hisoka.

"Ok! Ayo Killua!" Kata Gon masuk arena dengan semangat seperti saat akan melawan Hisoka.

(A/N: yang bingung bayangin arenanya, bayangin aja arena di coliseum. Coliseum dalam tower aneh tapi memang begitu)

"Ok Gon!" Killua juga tak kalah semangat dari Gon.

"Ini lawan kalian! Dari anime 'Fairy Tail'! MC Natsu Dragneel!" Kata Oceh pakai tao, eh, pakai toa maksudnya.

Sfx:

BRANG!

DUAR!

BRUAR!

DRAG!

GUDUGUBRAG!(?)

Seseorang turun dengan cara menerobos (dan mencolok) dari lantai atas ke lantai paling bawah dan akhirnya berdiri di arena yang sama dengan Gon dan Killua.

"GYAHAHAHAHA!" Orang bernama Natsu Dragneel itu sepertinya tertawa evil semangat sampai taring-taringnya kelihatan semua. Natsu bahkan kelihatan jauh lebih liar daripada Uvogin yang tak pernah ditemui Gon dan Killua (kecuali dalam phantom rouge, mereka pernah ketemu)

"Thanks Oceh! Tak kusangka kau perbolehkan aku maju duluan!" Kata Natsu semangat 45.

"Beneran nih ini orang lebih kuat dari Hisoka? Entah iya atau tidak, aku yakin dia jauh lebih bodoh dari Hisoka." Pikir Killua dalam hati.

"Kau Natsu ya? Perkenalkan! Aku Gon Freecss! Kata Gon sambil melambai dengan wajah 'ayo-kita-kenalan'

"Senang berkenalan denganmu Gon Friks (salah dengar)! Aku Natsu Dragneel! Dan um... Snow White? Ya?" Kata Natsu dengan wajah kebingungan nunjuk Killua.

"Jangan seenaknya menentukan nama orang lain! Namaku Killua Zaoldyeck!" Kata Killua merasa dihina dengan panggilan 'Snow White'.

"Baiklah! Tak usah basa-basi lagi, ayo mulai! KARYUU NO HOUKO! (Fire dragon's roar)" Natsu menyemburkan api dari mulutnya, apinya sangat besar dan menuju Gon dan Killua.

"Lambat!" Pikir Gon dan Killua bersamaan dan segera menghindar dengan berlari cepat, Gon ke kiri dan Killua ke kanan, tapi tanpa disangka Natsu dengan kedua tangannya yang sudah membara dengan sangat cepat muncul di depan Killua.

"Cepatnya!" Pikir Killua. Killua di tinju dengan karyuu no tekken (fire dragon's iron fist) dengan kedua tangan Natsu. Dengan kegesitannya Killua langsung menangkap tinju Natsu dengan kedua tangannya yang juga diselubungi petir, berharap bisa menghentikan gerakan lawannya. Tapi salah, petir itu sama sekali tak memperlambat gerakan Natsu, malahan tadi sebenarnya Natsu sama sekali tidak memberikan 'tinju' pada Killua. tangan Natsu yang diselubungi api membuat hal itu sulit dilihat, tapi sebenarnya Natsu membuka tangannya dan menyerang Killua dan sudah tau serangannya akan ditahan, saat Killua menahan kedua tangannya, dia juga 'menangkap' tangan Killua sehingga tangan Killua tak bisa lepas darinya. Tiba-tiba seluruh tubuh Natsu diselubungi api.

"KARYUU NO KENKAKU! (Fire dragon's sword horn) Natsu menarik Killua ke arahnya dan (Sfx: DUAK!) memberinya headbutt dengan kepalanya yang juga diselubungi api, membuat Killua dengan keras terbanting ke tanah dengan jidat yang berdarah karena serangan barusan.

"Wakh!" Killua kaget, lagipula serangannya cukup menyakitkan ditambah dengan api yang digunakannya untuk memperkuat serangannya.

"Killua! Aku datang! Saisho wa guu! Janken...!"

"Lambat kau!" Natsu meninggalkan Killua yang masih terbanting di tanah dan berlari menuju Gon dengan kecepatan yang hebat.

"KARYUU NO HOUKO!" Natsu mennyemburkan api dari mulutnya sambil berlari ke arah Gon, membuat kecepatan api itu berlipat ganda. Gon tau serangan macam itu cuma bisa lurus saja, karena itu, tepat saat Gon mendengar kata 'KARYUU NO HO..." Gon sudah meloncat ke samping untuk meloncat ke samping untuk menghindar dan menembakkan jajankennya dalam bentuk paper (kertas) ke arah Natsu dari samping. Gon benar, memang serangan itu hanya bisa lurus. Tapi jika Natsu membelokkan kepalanya, maka serangannya bisa berbelok, dan itu dilakukannya sehingga sukses menahan jajanken dari Gon, tapi karena jajanken dari Gon sudah terlalu dekat, maka saat kedua serangan itu bertabrakan, efeknya terkena pada Natsu.

BLAR! Kedua serangan itu bertabrakan Natsu terlempar karena ledakannya terlalu dekat dengannya.

"Guah!" Natsu terlempar saat nyaris berhasil mendarat, Killua melemparkan 'narukami' pada Natsu yang masih ada di udara, saat petir 'narukami' terkena Natsu, efeknya sama sekali tidak ada. Malahan, Killua sempat melihat Natsu 'memakan' petirnya (petirnya terhisap ke mulut Natsu)

"Kenapa bisa?! Apa dia juga tahan terhadap listrik sama sepertiku?! Tapi, memakan petir?! Apa dia bukan manusia?!" Pikir Killua.

"Janken, Rock (batu)! Sejak serangannya sebelum ini, Gon sudah menyiapkan serangan berikutnya sehingga tidak 'lambat' seperti yang dikatakan Natsu. Kali ini Gon menyerang Natsu yang masih terlempar diudara dengan kecepatan tinggi, tanpa membiarkan Natsu menghindar.

"Gyahaha! Petir dan api tidak mempan kepadaku!" Kata Natsu memperingatkan mereka dengan pd sambil memutar tubuhnya diudara dan melakukan salto belakang sambil menggunakan tangannya untuk menyentuh lantai (dari tadi dia terlempar diudara, tapi dekat dengan tanah, sangat dekat dan bisa dicapai tangan) dan memperbaiki posisinya sehingga ia bisa mendarat dan membalas serangan Gon dengan 'karyuu no tekken'-nya. Tapi saat kedua serangan itu hampir bertabrakan, Gon menghindar kesamping dengan meloncat sehingga tidak terkena serangan itu, dan malah 'mencungkil' lantai dengan jajankennya dan membuat segumpalan batu besar dan banyak terlempar ke Natsu.

"Sial! Gerakan menipu!" Kata Natsu sambil menghantam batu yang paling besar yang terlempar ke arahnya masih dengan 'karyuu no tekken'-nya sehingga batu itu hancur berkeping-keping. Gon dan Killua sudah memprediksi ini, Killua dengan menggunakan 'kanmuru' dan mendekati Natsu dengan kecepatan yang bahkan Natsu tidak bisa tandingi dan menusuk Natsu dari belakang dengan kukunya yang tajam, tapi entah mengapa Natsu bisa menghindarinya, seakan ia bisa mengetahui bahwa Killua ada dibelakangnya, walaupun pada akhirnya serangan Killua kena di punggung Natsu dan cukup fatal karena sangat cepat dan sulit untuk dihindari. (jawaban dari hal itu adalah, karena Natsu memiliki indra penciuman seekor naga, sehingga bisa mengetahui dimana mereka berada tanpa melihatnya. Sihir 'dargon slayer' yang digunakan Natsu membuatnya bisa mengubah organ tubuhnya menjadi organ tubuh seekor naga, sehingga api dan petir tidak mempan. Mulanya hanya api yang bisa digunakannya, tapi setelah menerima 'petir' dari Laxus, dragon slayer petir, ia juga jadi dapat menggunakan petir)

"Janken, rock!" Gon meyerang Natsu yang sedang lengah karena rasa sakit dari serangan Killua barusan.

BUAGH! BRAK!

Natsu dihantam dengan sangat kuat dan terlempar dengan keras ke dinding, tapi malah berdiri lagi seakan tidak ada apa-apa yang terjadi.

"Kalian benar-benar kuat walaupun masih bocah! Kali ini akupun akan serius!" Katanya serius tapi juga tersenyum kegirangan karena pertarungan yang menyenangkan, berbeda dengan senyum mesum Hisoka saat bertarung, Natsu tidak terlihat mesum saat kegirangan bertarung.

"Kau belum serius dari tadi?" Tanya Gon.

"Sudah! Tapi kali ini akan lebih serius lagi! Dan aku juga sudah lumayan bisa membaca gerakan kalian. Misalnya, serangan Rock dari Gon pasti lurus, tapi bisa dibatalkan, atau saat aku lengah atau pandanganku terhalang, kalian akan menggunakan kesempatan itu untuk menyerangku dari belakang atau melakukan serangan kombinasi, iya kan?" Tebak Natsu.

"Masa?" Kata Gon yang bahkan tak mengetahui hal itu.

"He? Bukan ya?" Tanya Natsu bingung.

"Gak salah juga sih, aku memang ingin mengakhiri pertarungan ini saat ia lengah dengan serangan kombinasi dengan Gon, tapi sepertinya, ia masih jauh dari 'terdesak'. meyusahkan saja." Pikir Killua tak ingin mengatakan bahwa apa yang Natsu pikirkan ada benarnya juga.

"METSURYUU OGI KAI! (Dragon slayer's secret art revision)" Di tangan kiri Natsu muncul petir dan di tangan kanan Natsu muncul api. Natsu dengan kecepatan yang bahkan lebih cepat dari sebelumnya langsung mendekat dengan sangat dekat pada Gon dan Killua.

"GUREN BAKUENJIN (crimson lotus: exploding lightning blade)!" Natsu berputar dan membentuk pusaran api dan petir yang sangat luas dan kekuatannya sama sekali tak bisa ditahan Gon dan Killua, menghindar sekalipun sudah terlambat bagi Gon, Killua masih bisa menghindar sedikit menghindar tapi ia lebih memilih untuk melindungi Gon.

BLAAAAAAAARRRRR!

Ledakan yang sangat besar memenuhi ruangan itu, bahkan Leorio dan Oceh yang tidak berada di arena sampai terlempar ke belakang dengan sangat jauhnya.

"Selesai sudah, pemenangnya Natsu Dragneel!" Kata Oceh.

"Tunggu! Bagaimana kau bisa memastikan orang itu yang menang?! Ledakannya bahkan belum reda, bagaimana kau bisa melihat mereka dengan jelas?!" Kata Leorio membara tapi terlihat sangat khawatir pada kedua temannya karena ia berbicara tanpa menghadap Oceh, malahan terus memperhatikan ledakan itu, mencoba untuk melihat Gon dan Killua dengan jelas.

"Aku sudah tau hasilnya sejak awal, percuma melanjutkannya, lagian sebenarnya ini pertarungan yang tidak dijadwalkan. Jadi kekalahan mereka sebenarnya cuma peringatan dariku, jadi kali ini kalahpun tak apa." Kata Oceh menjelaskan. Ledakan reda dan terlihat Killua yang sedang berdiri di depan Gon mencoba untuk melindungi teman terbaiknya dari serangan mematikan itu, Killua sampai sekarat dan memuntahkan darah ke lantai.

"Killua!" Kata Gon khawatir.

"Sial! Ini lawan pertama kami dan kami bahkan tak bisa mendesaknya sedikit pun!" Pikir Killua tanpa mengatakannya, lalu ia lanjut memuntahkan darahnya yang masih terasa mau keluar.

"Hoi Oceh! Aku sudahan, mereka sudah tak bisa bertarung lagi. Btw, Gon, Killua, jadilah lebih kuat dan sampai ketemu lagi di dekat puncak menara, lain kali kita bertarung satu lawan satu." Kata Natsu lalu meloncat ke lubang di langit-langit yang dibuatnya diawal kedatangannya dan kembali ke 'lokasinya-yang-seharusnya' di tower itu.

"Sekarang kalian mengerti kenapa sangat banyak kemudahan yang kuberikan pada kalian?" Kata Oceh kepada Gon dan Killua.

"Jadi, kami gagal...?" Tanya Gon lemas.

"Tidak ini cuma peringatan dariku, orang yang tadi kalian lawan kekuatannya berada dekat di puncak menara, jadi bukan dia yang seharusnya kalian lawan saat ini, singkatnya kekalahan kali ini kutoleransi." Kata Oceh memperingatkan

"Dan kalau sudah tau, maka pertarungan yang sebenarnya akan dimulai, waktu akan diputar balik." Kata Oceh dan waktu beneran diputar balik sampai saat mereka baru saja hadir di arena, bahkan luka-luka Gon dan Killua hilang total. mereka berdua kagum dengan apa yang barusan dilakukan Oceh.

"Ba-bagaimana bisa?! Kau itu, sebenarnya apa?" Tanya Killua yang sudah bisa bicara dengan normal karena semua lukanya bahkan yang paling parah sekalipun sudah hilang, dia memandang Oceh dengan curiga.

"Killua! untung kau baik-baik saja!" Gon memeluk Killua sambil menangis.

"Aku janji! Lain kali aku akan melindungimu! Takkan kubiarkan kau mengalami seperti yang barusan tadi!" Kata Gon sambil lanjut menangis tapi bicara dengan lancar.

"Stop Gon! Memalukan tau!" Kata Killua tsundere modenya on to the max.

Bug!

Leorio menonjok mereka berdua sekaligus.

"Apaan sih kakek!?" Kata Killua tanpa memegang kepalanya

"Sakit, Leorio!" Kata gon memegang kepalanya

"Kalian itu bikin aku khawatir, SEKALI! Kukira kalian bakal mati!" Kata Leorio membentak dengan khawatir, bahkan sampai sedikit menangis tapi berusaha tak memperlihatkannya dengan memasang muka seram sambil membentak.

"Ga bakal, bleh" kata Killa menjulurkan lidah, pura-pura tak menyadari air mata Leorio dan merespon seperti biasa karena tau Leorio tak ingin orang lain tau kalau dia sedang menangis.

"Jangan begitu dong Killua, Leorio bahkan menangis untuk kita." Tegur Gon yang mengetahuinya, tapi tak tau kalau Leorio tak ingin mereka menyadarinya.

"Siapa yang menangis?! Ini keringat hatiku!" Kata Leorio asal-asalan karena malu. Gon dan Killua cuma bisa sweatdrop.

"Baguslah kalau kalian sudah mengerti, btw Killua, aku bukan siapa-siapa, cuma oc buatan author cerita ini, bahkan aku dinamai dengan tak becus (curhat). Dan pertarungan yang sebenarnya akan dimulai sekarang." Kata Oceh memperingatkan.

A/N: segitu dulu ya! Rasanya adegan pertarungannya kurang bagus, nanti akan kubuat lebih bagus di pertarungan berikutnya.