Beijing, China

Sehun pov

Setelah kejadian semalam aku mengalami insomnia. Yang benar saja.. Namja cantik ini belum juga mau beranjak dari lantai dapur, aku melihatnya ketakutan dan kebingungan. Aku mengajaknya ke kamar tamu tapi ia menolak. Aku tidak tega meninggalkannya di dapur sendirian. Jadi aku menemaninya hingga pagi ini.

"Hey Siapa namamu dan bagaimana kau bisa berada di apartemenku? " tanyaku datar. Ia menundukkan kepala.. Ya.. Ini lebih baik dari sebelumnya. Ia lebih tenang dan tidak harus berteriak-teriak seperti orang ayan. *emang orang ayan suka teriak-teriak, ya? Lupakan*

"a..ak..aku..aku... " dia berbicara gugup dan memainkan ujung bajunya. Aku berjalan mendekatinya, dan berjongkok di hadapannya. Ia semakin melipat kakinya ke dada saat aku mendekatinya.

"Jangan takut... Berdirilah. kau bisa menjelaskannya di ruang tengah" ucapku lembut sambil menjulurkan tangan meminta membantunya. Dia mengangkat kepalanya dan menatapku. Aku meneguk ludah kasar, aku benar-benar kagum akan kecantikannya. Perlahan aku merasakan tanganku dijabat olehnya. Oh.. Lembut sekali tangannya. Aku tersenyum kepadanya, dan ia menundukkan kepalanya lagi. Aku mencoba membantunya berdiri dan mendudukkannya di sofa depan tv.

"mau teh atau kopi? " tawarku

"uh? Um... Teh.. " jawabnya ragu.

"kau yakin? " tanyaku kembali meyakinkannya.

"um.. " jawabnya sambil mengangguk-anggukkan kepala pelan.

Aku beranjak membuatkan teh untuknya. Sesekali aku melihatnya , dia masih saja menunduk.

Aku kembali ke ruang tengah sambil membawakannya teh hangat. Kemudian meletakkan teh itu ke meja di depannya. Aku duduk di sampingnya. Ia langsung menyambar cangkir teh itu dan meneguk habis isinya. Heol... Bilang saja kalau dari tadi haus..

"baiklah... Bisa kau jelaskan sekarang? " tanyaku setelah ia menaruh kembali cangkir teh yang kosong.

"a.. Apa? " tanyanya seperti orang hendak di rampok.

Haaahhh... Sabarlah sehun..

"siapa kau sebenarnya? Dan bagaimana kau bisa masuk ke apartemenku? " tanya pelan-pelan dan menghela nafas.

"Lu..lu.. Luhan." jawabnya pelan

"mwo? " tanyaku kembali

"Luhan. Xi Luhan" ia berbalik menatapku dan memperjelas ucapannya.

"jadi.. Namamu Luhan? Kau orang china? Aku pikir kau orang korea karena wajahmu seperti orang korea. Kau juga bisa berbicara korea. "

"Tidak. " jawabnya menundukkan kepala lagi.

"lalu.. Kau asli china? " tanyaku mengernyit

"Tidak. A..aku..bukan berasal dari bumi. " lanjutnya. Ini benar-benar membingungkan.

"kalau bukan dari bumi...KAU ALIEN!! " aku kaget setelah menyadari maksud perkataannya. Apakah dia alien? Apa maksudnya bukan dari bumi. Aku terlonjak memundurkan tubuhku ke sisi kanan sofa.

"tentu saja bukan." jawabnya sambil mengerucutkan bibir

Aku membenarkan posisiku, dan duduk tenang kembali. Tentu saja.. Mana ada alien secantik dirinya. Hehehe

"hem, hem, jadi... Dari mana asalmu? " tanyaku menyelidik.

"aku dari langit, aku seorang demigod. "

1 detik

2 detik

3 detik

10 detik

"apa itu demigod? Sejenis makhluk apa itu? " tanyaku sambil menatapnya lekat. Aku baru mendengar istilah itu. Apa sejenis bidadari?

"setengah manusia setengah dewa disebut demigod. Mereka termasuk aku tinggal di langit. Dekat dengan istana dewa. Bukan di langit sebenarnya. Dimensi kami dengan manusia berbeda. Para dewa bisa berubah wujud manusia jika turun ke bumi. Tapi untuk demigod sepertiku bisa tinggal di keduanya tanpa harus berubah wujud. Wujudku memang menyerupai manusia. "

1 detik

2 detik

3 detik...

15 detik

"aku benar-benar tidak faham. " ucapku melongo. Sebenarnya maksudnya apa? Ceritanya terdengar seperti legenda kuno.

"apa kau bidadari? Malaikat? Atau.. "

Luhan pov

Aku menjelaskan panjang lebar tentang diriku. Dan namja di depanku ini aaarrrrgghhh... Dia ini bodoh atau polos?

"haaah... Intinya aku bukan asli dari bumi, aku juga bukan alien, bidadari, malaikat atau sejenisnya, aku adalah demigod keturunan manusia dan dewa. Kau mengerti? " jelasku lagi sambil menatpnya lekat.

"ba.. Baiklah.. Kalau begitu kau tidak memiliki tempat tinggal di bumi. Lalu kau akan tinggal dimana? "

Dia benar, aku tidak memiliki tempat tinggal di bumi. Kata jeonghan centaurus cantik di camp demigod, ayahku berasal dari bumi tepatnya di negara bernama China. Tapi.. Bagaimana aku mencarinya? Ini pertama kalinya aku ke bumi.

"ehem, kalau kau mau kau boleh tinggal disini. Tapi jika tidak mau ya.."

"AKU MAU! " potongku. Aku tidak punya pilihan lain selain tinggal bersamanya.

"baiklah, tapi... Kau tidak gratis tinggal disini." katanya sambil bersendekap dada. Aku faham maksudnya. Tapi kan aku tidak punya drachma.

"aku tahu kau tidak punya uang. Jadi... . Cukup bayar dengan jadi asisten rumah tanggaku" *ngomong aja pembantu hun*

"mwo?! " asisten rumah tangga? Apa maksudnya seperti pelayan?

"kau cukup membersihkan apartemenku, memasak, mencuci pakaianku, dan... Sudah itu saja. Bagaimana? " lanjutnya sambil menyeringai. Heol... Wajah datar sepertinya bisa juga menyeringai

"baiklah.. " aku terpaksa menyetujuinya.

"tenang saja.. Ini bukan kerja rodi. Jika kau lelah istirahatlah, jika kau lapar makanlah, aku akan menanggung semua kebutuhan, jika kau sakit kau bisa bilang padaku. Kamarmu berada di sebelah kamarku. Ini kuncinya, masuklah dan membersihkan diri," lanjutnya sambil menyerahkan sebuah kunci kepadaku.

Aku mengangguk dan menuju kamar yang ditunjuknya.

"oh ya.. Untuk sementara aku akan meminjamkan pakaianku untukmu. Besok kita pergi berbelanja, arasseo? "

"n..ne.. " aku segera pergi ke kamar yang ia tunjukkan. Aku hanya berharap semoga dia orang baik. Aku akan segera mencari adik-adikku secepatnya.

Tokyo, Jepang

Someone pov

Aku merasakan hangatnya sinar matahari menyentuh wajahku. Tubuhku sangat lelah entah kenapa, yang ku ingat kemarin aku di usir dari langit tiba-tiba aku tidak sadarkan diri. Aku mencoba membuka mata menyesuaikan sinar yang masuk, aku merasakan tertidur di sesuatu yang sangat empuk dan nyaman, but wait... Kenapa pinggangku sangat berat. Tangan? Tangan sia...

"WWUUUUUAAAA... SI.. SI.. SIAPA KAU??!!! " aku sontak berteriak dan bangkit dari tempat yang aku tiduri setelah melihat seseorang sedang tidur memelukku dari belakang.

"hooaaammm... Kau sudah bangun? "

"SI.. SIAPA KAU??! KENAPA KAU MEMELUKKU? DAN KENAPA KAU TIDUR DENGANKU? " aku benar-benar ketakutan sekarang.. Dia hanya menyeringai dan bangkit dari tidurnya kemudian berjalan mendekatiku. Aku semakin memundurkan langkahku, namun ia tak kunjung berhenti. Sampai ku rasa aku sudah membelakangi dinding. Dia sudah berada dihadapanku . Dia mengapitku dengan kedua tangan kekarnya. Wajahnya berjarak kurang dari 10 cm dari wajahku. Dewa.. Tolong aku...

"manis.. Pagi-pagi jangan berteriak. Aku tahu ini apartemen mewah jadi orang sekitar tidak terganggu. Tapi lihatlah.. Aku terbangun karena teriakanmu tadi. " suaranya terdengar menggodaku.

aku menundukkan kepala takut. Sampai kemudian aku mendongakkan kepala karena seseorang mengangkat dahuku dengan tangannya. Ya.. Orang berkulit tan ini yang melakukannya.

"manis.. Jika ada yang berbicara dengamu kau harus menatap matanya." aku melihat seringai tajamnya. Aku benar-benar ingin pergi dari tempat ini.

"siapa namamu manis? Tenang saja aku bukan orang jahat jadi jawablah jujur. "

"kyung.. Kyungsoo"

"wahhh tidak salah aku mengajakmu berbicara dengan bahasa korea. Aku kira kau tadi tidak menjawab sama-sekali karena kau bukan orang korea. Tapi wajahmu seperti orang-orang korea." dia menjauh dariku kemudian duduk di sisi ranjang menatapku.

"kemarilah, duduklah sini. " pintanya sambil menepuk-nepuk sisi ranjang sebelahnya. Aku tertap diam tidak bergeming. Tiba-tiba tanganku ditarik dan aku dipaksa duduk di.. Pangkuannya?

"ap..apa yang kau lakukan? " aku gugup mencoba melepaskan tangannya di pinggangku yang mencoba menahanku.

"diamlah... Aku hanya ingin lebih dekat denganmu. Namaku Kim Jongin Nama kerenku Kai. Aku juga berasal dari korea selatan. Btw.. Kau dari korea selatan atau korea utara? "

"tidak!! Lepaskan aku kai brengsek! " aku ingin meledakkan emosiku sekarang karena ia tak kunjung melepaskanku.

"hohoho.. Manis... Mulutmu kenapa tak semanis wajahmu eoh? " ia mengelus bibir bawahku dengan ibu jari kirinya.

"kau sudah berani masuk kandang singa sayang.. Aku tidak tahu bagaimana caramu masuk kemarin malam di kamar mandiku. Tapi aku merasa kejutan ini sangat menyenangkan. " lanjutnya menyeringai

" kau.. Mmmppppptttt"

Author pov

"kau.. Mmmppppptttt" ucapan kyungsoo terpotong karena kai tiba-tiba menciumnya. Ia melumat bibir kyungsoo kecil hingga lama-lama berubah menjadi lumatan-lumatan yang cukup kasar.

"eeugghhhmmmpppttt" desahan kyungsoo disela-sela ciuman mereka. Kyungso memukul-mukul pelan dada kai tanda kehabisan nafas. Kai yang faham segera melepaskan ciuman mereka. Dan berpindah mencium dan menyesap leher mulus kyungsoo.

"euugghhh... Hentiikkann euh.. " kyungsoo mencoba mendorong tubuh kai. Tapi apalah dayanya yang lebih kecil dari tubuh kai. Tangan kiri kai mulai menjalar mengusap lembut paha kyungsoo sambil tetap mengecupi lehernya dan membuat kissmark disana.

"akh.. Saakkiitthhh... Eugghh.. " kyungsoo meringis menahan sakit karena gigitan kai pada leher dan tulang selangkanya. Kai merebahkan tubuh kyungsoo ke ranjang tanpa melepas ciumannya. Sekarang posisi kai adalah menindihi kyungsoo. Tangan kanannya mencengkeram kedua tangan kyungsoo ke atas dan tangan kirinya mencoba membuka baju 'aneh' kyungsoo. Setelah terbuka ia mengelus pelan dada hingga perut kyungsoo.

"kulitmu halus sekali sayang.. " ucap kai kemudia mengecup dada kyungsoo dan memainkan kedua niple kyungsoo yang mulai mengeras.

"hentikan brengsek!! Aahh.. Hentikan aahhh.. " kyungsoo mendesah kenikmatan disela amarahnya.

"wohooo... Mulutmu masih saja nakal eoh? Kau mau menerima hukuman lebih? Diamlah dan nikmati saja.. "

Seringai kai. Kemudian tangan kai mulai menelusup ke balik celana kyungsoo. Ia meremas gundukan kecil di dalam.

"aahhh... Hentiikan.. Kai ah.. Hetikann.. Ah.. Kai.. " desah kyungsoo

"bagus...desahkan namaku sayang. "

"tidak!! Hentikan kai! Kau tidak tahu siapa diriku! Kau akan menyesalinya jika sudah mengetahui siapa diriku!! " bentak kyungsoo. Kai menghentikan aktivitasnya kemudian mendekatkan wajahnya dengan wajah kyungsoo dengan masih menindihi kyungsoo.

"memang siapa dirimu sayang? " tanya kai menyelidik. Jari telunjuknya menyusuri setiap sisi wajah kyungsoo.

"ak.. Aku.. Seorang demigod. Ayahku manusia. Dan ibuku adalah Dewi Aphrodite. " jawab kyungsoo menatap lekat manik hitam kai.

1 detik

2 detik

3 detik

4 detik

5 detik

"HAAHAHAHAHAHAAHHA.. KAU SELAIN MANIS SANGAT PINTAR MEMBUAT LELUCON EOH? HAHAHAHAHA"

kai tertawa terbahak-bahak dan beranjak dari atas tubuh kyungsoo. Ia terpingkal-pingkal di lantai.

"adduuuhh.. Perutku sakit sekali. Hahaha aku tahu itu hanya legenda konyol. Tidak ada yang namanya dewi dan demigod itu. Itu hanya cerita fiksi yang di buat oleh manusia. Hahahhahaha. " lanjut kai kemudian masih tertawa terbahak-bahak.

Kyungsoo yang melihatnya terduduk di ranjang, ia menyelimuti tubuhnya yang half naked. Ia menunduk Dan terdengar isakan kemudian.

"hiks..hiskk.. Hiskk.. "

"mwo??!! K..kau menangis? Waeyo? Apa aku berbuat salah? " kai kelabakan dan mendekati kyungsoo tangannya mencoba mengangkat wajah kyungsoo namun dengan segera kyungsoo menepisnya.

"hisk.. Hisk.. Kau tidak tahu ap...apa-apa. A..aku hisk bicara jujur.. Aku seorang.. Hisk.. Demigod. Para centaurus bilang ayahku hisk..tinggal di bumi. Dan hisk.. Ibuku dewi aphrodite. Aku hisk.. Sebelumnya tinggal di langit, aku di usir bersama kedua kakakku. Aku hiks tidak sadarkan diri. Hisk.. Tahu-tahu aku pagi ini hisk.. Sudah berada disini bersama manusia bengsek sepertimu.. " jelas kyungsoo masih tetap menundukkan kepalanya. Ia menekuk kakinya ke dada dan memeluk erat kakinya. Kai yang merasa bersalah memeluk kyungsoo dan mengelus surai belakang kyungsoo pelan.

"maafkan aku nde.. Benar aku tidak tahu apa-apa. Maafkan aku.. Tinggallah disini. Aku berjanji akan menjagamu dan tidak akan berbuat jahat padamu." ucap kai lembut sambil menenangkan kyungsoo yang malah menjadi-jadi tangisnya.

"hisk.. Hisk.. Aku ingin hisk mencari kakakku hisk.. "

"iya.. Kita akan mencarinya bersama-sama. Ne? "

Kyungsoo pun mulai tenang. Ia setuju untuk tinggal bersama kai sementara waktu sampai ia menemukan kedua kakaknya. Kai pun akhirnya harus mencoba menahan hasratnya. Karena bagaimanapun.. Ia tak ingin melakukan itu dengan memanfaat kan keadaan..

Tbc