Soooooooososo sorry for the looooooooooong late update minna-san, dan di fic ini saya tak bisa reply reviews kalian GOMEN-NE *bersujud*.

****

Rii: Well readers, let's start….!

Disclamier: I don't own Eyeshield 21

Warning: OOC, typo, de el el


Dinner

Chapter 3: Lamaran Angel and Devil

By Riikun

Tak terasa hari demi hari berganti sebegitu cepatnya (maafkan Rii tak mau menceritakannya -.-v) hingga datanglah hari H itu. Hiruma berjalan dengan santainya menuju ruang klub tentu saja sembari mengunyah permen karet free sugar dan menenteng AK-47 kesayangannya. "BRAK" suara pintu dibuka dengan kasarnya mengunakan kaki.

'Cih, gara-gara akan lamaran manajer sialan itu tak datang ke club selama 1 minggu ini' gerutuk Hiruma dalam hati.

Memang benar dari hari Senin setelah acara makan malam di rumah Hiruma itu, Mamori berkata bahwa ia tidak akan ikut dalam latihan pagi dan sore. Mamori melakukan hal tersebut bukan untuk menghindar tapi mempersiapkan dirinya sendiri. Hiruma menghela nafas, kemudian mengambil laptop-nya dan mulai memata-matai Mamori.

"GREK!" pentu kembali dibuka tapi sekarang dibuka dengan pelan oleh Sena diikuti oleh Suzuna dan Monta dibelakangnya.

"Are.. hari ini Mamori-neechan juga nggak ada?" ucap Sena yang tak tau apa-apa.

"Ya~, You-nii tahu dimana Mamo-nee?" tanya Suzuna.

"Nggak" jawab Hiruma singkat.

"Bener niihh..?" tanya Suzuna lagi tapi kali ini dengan seringai dan antena cinta yang mulai bergerak kesana-kemari.

Hiruma hanya diam tidak merespon satu huruf pun, lalu melanjutkan memata-matai Mamori.

"Pasti You-nii bo'ong deh"

"EEHHHH… kenapa Suzuna?" tanya Sena dan Monta serempak.

" 'couse aku melihat mereka berjalan berdua hari Sabtu lalu" jawab Suzuna melebarkan seringainya.

"Itu… TIDAK MUNGKIN MAX!!" treak Monta tidak percata dan meronta-ronta kesana-kemari.

"Bealive or not(1), kau tetap harus percaya Mon-mon"

Hiruma yang mendengar percakapan mereka tetap diam dan matanya tetap menatap layar laptop, walau pun pikirannya melayang kepada 1 kata yaitu lamaran. Mental Hiruma memang sudah siap, tapi ada satu hal yang fatal. Sebarnya ia belum membeli cicin untuk lamaran tersebut. Hiruma membuang nafas pelan terus berdiri dengan laptop yang sudah tertutup berada di tangannya.

"Hari ini kalian bebas, anak-anak sialan" ucap Hiruma yang sudah berjalan sedari tadi menuju ambang pintu. "Aku sedang ada urusan" lanjut Hiruma.

"Ya~" sorak Suzuna diiringi dengan Maonta yang berteriak "Senang MAX?!!", seakan lupa pada hal yang tadi dibicarakannya bersama Sena dan Suzuna.

Sedangkan Sena hanya tersenyum. 'Aku harus beritahu yang lain' batinnya sembari merogok kantung celananya mengambil Hp kemudian mengirim e-mail ke semua anggota tim Amefuto deimon.

"Dagh, You-nii / Hiruma-san" lambai Suzuna dan Sena serta Monta.

"Semoga berhasil.." kata akhir Suzuna yang membuat Sena dan Monta heran.

Akhirnya Hiruma pun menghilang maksud sudah keluar dari ruang club.

-In senaSuzuMonta Side-

"Berhasil untuk apa, Suzuna?" tanya Suzuna.

"Untuk ngancem orang, ato perbudak orang?" tanya Monta setelah Sena.

"Persentase benar 0%, yang benar…" jawab Suzuna sengaja memutus kata-kata agar terkesan misteri. Keringat bercucuran pelan pada wajah Sena dan Monta.

"… untuk …"

Sena dan Monta mulai menelan ludah. Bertampang begitu serius.

"…. mendapatkan …"

"mendapatkan apa? Ancaman?"

"Uang? Budak? HP?"

"No, no… mendapatkan Mamo-nee"

-Sementara itu disisi lain tepatnya Hiruma-

Hiruma berjalan mencari toko perhiasan "Goldy's Mega Plex". Setelah menemukan toko tersebut, Hiruma memasuki toko perhiasan itu dan langsung berjalan meuju ke bagian khusus cincin. Ia melirik kiri-kanan mencari-cari cincin yang pas dengan Mamori. Cinicin yang tak terlihat terlalu mewah hanya sederhana tapi elegant gitu.

'Keh, tidak semudah yang kubayangkan rupanya' kata Hiruma dalam hati yang sedari tadi tidak dapat menemukan cincin yang cocok dengan Mamori. '…, lagian ngapain aku ngelakukan hal nggak guna gini. Maksudku setan kayak aku ini masuk ke tempat khusus cewek, mencari barang yang cocok untuk manajer sialan yang bukan pacarku itu!! Kalau bukan perintah orang tua sialan aku enggak bakal ngelakuin hal yang membuang waktu terbaikku' ucapnya lagi jengkel sama orang tuanya sendiri atau nggak nemu-nemu cincin dari tadi nggak jelas deh jengkelnya.

Seorang pegawai yang melihatnya Hiruma merasa penasaran tapi rasa takutnya lebih besar, ya kalau ditanya kenapa itu sudah jelas karena aura gelap yang dikeluarkan Hiruma. Mari kita kembali pada Hiruma yang sudah 24 jam—ralat 24 detik tidakmenemukan sesuatu. Sampai pada akhirnya ia menemukan sebuah cincin –menurutnya- yang cocok. Cincin tersebut berwarna perak dengan ukiran sayap yang ditutupi berlian putih(kalo digambarin sayapnya mirip bulu kenangan Sakura di Tsubasa by CLAMP, maaf CLAMP-sama daku pinjem bentar).

'Sepertinya yang ini cocok buat manajer sialan' batinnya.

"A.. ada yang bib-bisa s.. saya bantu, sir?" tanya pegawai yang tadi ketakutan dan tetap ketakutan.

"Aku mau yang ini" jawab Hiruma dengan seringai sembari menunjuk cincin sayap tersebut.

Seringai diwajah Hiruma membuat si pegawai merinding seperti berhadapan sama overworld demon[1]. "..ba-bab-baik, sir"

Okey raiders bagaimana jika spend time sebentar. Beberapa saat kemudian Hiruma berjalan keluar toko perhiasan tanpa tentengan kantung kresek ditangan.

'Dasar pecundang' gerutu Hiruma senang karena bisa mendapatkan cincin itu gratis ditambah lagi dapet sepasang cincin nikahnya pula berkat mengancam pemilik toko tersebut.


Tepat sekiranya jam 8 malam Mamori sudah berada di Pranycass Restourant, duduk di sebuah meja yang berada di kamar pesanan Natsume-san. Yap, sebetulnya bukan kemmauan Mamori tuk Hiruma yang melamarnya disini tapi keinginan orang tua Hiruma sendiri. Mulai dari penyewaan satu ruang VVIP yang lengakap dengan AC, sofa, TV 63 inc pula(kayak kamar hotel bintang 5 aja), dan tentunya semua itu bukan Mamori yang bayar lho tapi ortunya Hiruma. Mamori tidak mengenakan pakaian yang mewak seperti pakaian saat makan malam, ia hanya menggunakan T-shirt hitam polos dengan rok pendek ketat yang pendek.

'Duh, gimana ini?' batin Mamori bertanya pada dirinya sendirinya yang berarti dia gugup, jantungnya berdetak teramat-amat kencang seperti berlari dengan kecepatan Sena, pipi-nya berwarna pink. 'Gimana jika Hiruma tidak datang… apa yang harus ku lakukan, apa harus aku kabur dari sekarang?' lnajut batinnya sembari berdiri dari meja. Tiba-tiba suara yang berasda di depan pintu membuat terhenti.

"Silahkan Sir, anda telah ditunggu disini" kata si pelayan sembari membuka pintu kamar Mamori.

Tap Tap Tap

Suara langkah kaki bernuansa tenang dan santai mulai terdengar jelas di telinga Mamori.

BLAM, pintu ditutup begitu pelan oleh di pelayan.

Mamori yang diam pada awalnya langsung berbalik melihat ke arah pintu. Dilihatnya seorang pemuda yang menggunakan black jeans, T-shirt hitam lengan pendek dengan kerah menutupi leher, rambut spike, danding detail-detail nyebutin ciri-ciri pelingan kita langsung nyebutin namanya Hiruma Youichi. Mamori diam tanpa kata[2], lagu yang diputar pada ruangan pun berganti menjadi lagu L-O-V-E[3] seprti mencocokkan dengan suasana hati Mamori.

"Yo, Manajer sialan ngpain melamun disitu entar kesurupan lho kekekekeke" sapa Hiruma yang dilanjutkan dengan ketawa ala setannya.

"Mou, Hiruma-kun!!....." protes Mamori tapi terhenti ketika Hiruma sudah berada di depan Mamori. Wajah Mamori kontan merah.

"Nah, bagaimana kalau kita mulai sekarang saja manajer sialan" ucap Hiruma dengan nada bergetar yang membuat jantung Mamori seakan-akan mau copot.

Hiruma mengembil posisi bertekuk yang selama seminggu ini ia pelajari. Tangan kanannya memegang kotak merah, sedangkan tangan kirinya membuka kotak tersebut perlahan-lahan. Ketika kotak itu sudah benar-benar terbuka full Hiruma berkata, "Marry me?"

Mamori diam, benar-benar tidak menyangka Hiruma akan melakukan hal sebegitu romantisnya seperti ini. Pada dasarnya Mamori ragu menerima atau tidaknya, tapi ia menyadari bahwa dari hati terdalamnya ia sangat menyukai- mencintai- menyayangi Hiruma. Jadi dia mengambil kotak merah tersebut, tersenyum lembut.

"Yeah.."jawab Mamori pelan seiring lagu berganti kembali.

Kiss me tenderly, sweet heart

Hug me, and never you let me go

Told me you undertand

Then I say love you so..

Sebenarnya mereka memang saling mencintai, tapi tak pernah salah satu dari mereka bisa mengungkapkannya. Mungkin alasannya gengsi gitu. Jadi begitu ortunya Hiruma merestui mereka, sepertinya Mamori berpikir tak perlu berpikir ia akan patah hati ditambah lagi ia yang sudah menjelaskannya pada ortunya dan mereka juga merestui karena Natsuki –ibunya Hiruma- adalah sahabat SMA ortunya Mamori. Ketika Madori –ibunya Mamori- melihat foto ibu Hiruma serta mendengar cerita Mamori ia langsung stuju.

'Terima kasih,Tuhan, kau telah menjodohkanku seperti ini' ucap Mamori bersyukur dalam hati.

"Ngomong-ngomong, manajer sialan.." kata Hiruma memecahkan keheningan.

Mamori mengangkat wajah, melihat kearah Hiruma yang sudah berdiri.

When I look you

You give me a sweet look

You kiss me short time

Deeper….

"Nani, Youichi?" tanya Mamori

"….. Bukan apa-apa" jawab Hiruma sembari berjalan menjauhi Mamori, menempati tempat duduk, dan memesan makanan.

Mamori berjalan juga setelah Hiruma, menempati tempat duduk dan memesan makanan. Malam itu jugamenjadi moment berharga yang amat romantis, nge-spend waktu bersama setelah makan malam.

Tell me You're mine

And I'll be with you

Yesterday, today, and tomorrow

I'll be by your side

Until the end of the world


[1]: Overworld = yang pernah maen, nonton, denger, baca doujin Disgaea pasti tau deh. Overworld itu penguasa terhebat, terkenal, di dunia tapi sayang dia bukan manusia dia demon.

[2]: Diam tanpa kata = lagu D'masiv tau lah pastinya.

[3]: L-O-V-E = yang pencinta lagu jadul inggris pasti apal, 'cuz ini memang lagu jadul yang dinyanyikan oleh Nichola, err maaf kalo salah ngetik kurang apal tuh.


Lost of Word

Riikun

RnR pliss (",)