CHAPTER 4 UPDATE! Makasih banyak buat yang udah review! Kali ini mulai membuka masalah dalam cerita ini satu persatu. Btw, theme song kali ini : Velonica dari aqua timez(opening bleach ke-9)!

Happy Reading!

.

.

'Apakah 'ikatan' itu?'

.

Tempat ini hanya berisikan kegelapan. Dimana ini? Ichigo terheran, ia tengah berdiri tegak dengan pemandangan sekeliling gelap gulita, tanpa ada sumber penerangan sedikitpun.

Tiba-tiba saja permukaan tempatnya berpijak bersinar terang. Sontak Ichigo menoleh ke bawah, tersentak begitu puluhan reiraku (pita roh) berwarna putih melesat keluar dari sana dan meliuk-liuk di sekelilingnya. Sejenak Ichigo memutar kepalanya kesegala arah dengan alis berkerut, mengamati kejadian yang sama sekali tak bisa dicerna pikirannya itu.

"A,apa… ini…? Ugh…"

Mendadak Ichigo merasakan dadanya bagai dihujam pedang. Sehelai reiraku berwarna merah -reiraku yang merupakan bukti akan kekuatan seorang shinigami, perlahan keluar dari dalam dadanya dan terbang menjauh, menyibak kawanan reiraku-reiraku putih. Tubuh Ichigo terhuyung hingga roboh dengan posisi tertelungkup. Kedua matanya menyipit sementara mulutnya sedikit membuka, mempermudahnya untuk menghela nafas yang nyaris terputus akibat menahan rasa sakit akibat luka tak terlihat yang mencabik dadanya.

Reiraku merah itu mulai terbang merendah, merendah dan akhirnya menjatuhkan dirinya pada sebuah tangan yang terulur. Tangan seorang gadis yang mengenakan shihakusou dengan rambut hitam sebahu dan tatapan kosong. Kedua iris Ichigo sedikit melebar.

"…Rukia…?"

Gadis itu tak menoleh, malah memejamkan kedua mata violetnya dan menggenggam erat reiraku yang tertangkup dalam telapak tangannya. Tubuh gadis itu mulai memudar bersamaan dengan berhembusnya angin dingin yang menyibak rambut hitamnya.

Ichigo tertegun. Benar juga… rasanya Sanosuke pernah mengatakan hal semacam ini sebelumnya.

'Kau yang sekarang cuma manusia biasa! Ikatanmu dan Kuchiki Rukia sudah berakhir.'

Ekspresi pemuda berambut jingga itu berubah kalut. Diulurkannya sebelah tangannya jauh, mencoba menggapai sosok yang makin memudar itu dengan tangan bergetar, tanpa bersuara, walau dalam hati ia serasa ingin berteriak sekeras mungkin. Namun tanpa mampu ia cegah, sosok itu akhirnya menghilang dalam kegelapan. Tak menyisakan apapun.

Apakah 'ikatan' itu? Apakah ia adalah sesuatu yang begitu mudahnya lenyap… seperti ini…?

Bleach : Memories of Blank Soul

.

.

Vol 4. Deathberry Returns! ~the soul fading away

Ichigo terbangun dari mimpi. Mendapati dirinya tengah duduk bersandar pada sebuah tangga besi dengan tubuh terlilit rantai hitam yang terikat pada tangga besi tersebut. Pemuda itu mencoba merengggangkan tubuhnya sekuat mungkin, barangkali lilitan yang membelenggu gerakannya itu bisa terlepas. Sayang, hasilnya nihil.

Ichigo mendesis kesal. Kembali menolehkan wajahnya ke arah depan begitu mendengar suara langkah kaki seseorang terdengar mendekat. Kaidou Sanosuke berjalan mendekat kearahnya, dengan senyuman kecil yang terlihat begitu licik.

"Kaidou…! Apa yang kau rencanakan, brengsek…!"

"Hee… Bukannya sudah kubilang? Aku akan mengubahmu menjadi shinigami kembali, Kurosaki Ichigo-kun!"

"Cih! Sudah kubilang aku tidak butuh! Lagipula kenapa kau begitu ingin mengubahku menjadi shinigami kembali?"

Sanosuke menghentikan langkahnya. Kini ia berdiri persis dihadapan Ichigo dan duduk berjongkok.

"Sudah kubilang 'kan? Aku membenci shinigami… Aku ingin melepaskan kekuatanku ini, menjadi konpaku biasa dan memberikannya padamu, karena kau membutuhkannya… Ichigo-kun… Tapi… "

"…"

"ITU BOOOHONG LHO~! HAHAHAH!"

"…! Kau!"

Sanosuke menutupi wajahnya dengan sebelah tangan, berusaha menghentikan tawanya. "Aku menginginkan kekuatanmu. Sederhana bukan? Kekuatan yang bahkan mampu memukul mudur Aizen, kekuatan yang tertanam dalam jiwamu, aku membutuhkannya! Awalnya aku berusaha membujukmu secara baik-baik agar kau tidak membuatku repot. Kau menolak tawaranku benar-benar diluar perkiraanku. Padahal kau sangat menginginkan kekuatan itu 'kan?"

"Benar… Aku sangat mengingikannya! Tapi sepertinya keputusanku untuk menolak tepat! Lagipula sudah kubilang aku tidak punya lagi sumber kekuatan spiritual, berbeda dengan saat Rukia memberiku kekuatan shinigaminya waktu itu. Kau mengerti? Mustahil bagiku yang sekarang untuk mendapatkan kekuatanku kembali, Kai—"

Kalimat Ichigo terhenti begitu telunjuk Sanosuke menyentuh dahinya. Irisnya coklatnya melebar. Berbeda dengan Sanosuke yang memandanginya dengan mata redup namun terasa menusuk.

"Naaa, Ichigo-kun… Apakah kau tahu tentang 'ingatan'? Menurutmu ada dimanakah ingatan itu?"

Ichigo terdiam. Ingatan? Jujur ia tak ingin memikirkan pertanyaan mendadak yang terdengar klise itu, namun apa maksud pria ini? Bukankah ingatan itu ada di…

"Otak? Kau pikir begitu?" Suara Sanosuke tiba-tiba memotong lamunannya. "Tidak salah, Ichigo-kun! Tapi satu hal yang harus kau ketahui. Ingatan bukan hanya ada disini." Ujar Sanosuke sambil mengetuk dahi Ichigo dengan telunjuknya. Ia lalu menggeser telunjuk itu turun, berhenti sejajar dengan dada pemuda itu. "Hati… juga memiliki ingatan."

"…!"

" Pikiran, hati, seluruh anggota tubuh memiliki ingatannya masing-masing… begitu juga dengan… sumber kekuatan shinigami!"

" Omong kosong apa yang sedang kau bicarakan…!"

"Omong kosong? Hahahaha! Benar juga… Sepertinya aku belum memperkenalkan diriku secara lengkap padamu ya, Ichigo-kun. Aku Kaidou Sanosuke, dari Klan Shinkokubi. Atau Gotei 13-tai lebih mengenal klan kami dengan sebutan 'shinigami pengendali ingatan'…"

.

.

Kota Karakura. 10.

"Baik, kami mengerti." Renji melipat ponsel Denreishinki- nya kasar. Masih sedikit kesal pada dirinya sendiri yang begitu lengah sehingga Sanosuke berhasil lepas kembali.

"Bagaimana?" tanya Ikkaku.

"Menurut divisi 12 ,tidak ada tanda-tanda ia kembali ke Soul Society. Sepertinya ia masih berada di gensei, terlebih ia bersama Ichigo."

Ujung mata Renji melirik Rukia yang semenjak tadi menunduk diam membisu dengan sedikit curiga. "Kau tahu sesuatu, Rukia? Tadi kau bilang kalau sejak awal Sanosuke mengincar Ichigo…Apa maksudmu?"

Rukia mengangkat kepalanya sedikit, tidak lama sebab ia kembali menunduk dan menoleh ke arah lain. "Tidak… Aku cuma… punya firasat buruk."

Sebelah alis Renji terangkat. Ini murni cuma dugaannya, tapi sepertinya saat Rukia diserang Kaidou Sanosuke di Soul Society, pria itu bukan hanya sekedar menyerangnya. Namun Rukia tidak mau menjelaskan lebih rinci mengenai peristiwa itu. Entah kenapa.

"Cih!" Ikkaku membuyarkan suasana suram yang menyelimuti ketiga shinigami itu. "Pokoknya kita harus segera temukan mereka! Apapun yang terjadi!"

.

.

Kota Naruki. Atap salah satu gedung. Pada waktu yang bersamaan…

"Shinigami pengendali… ingatan?"

"Benar… Mengubah ingatan, melenyapkan ingatan, ataupun membangkitkan ingatan, kekuatan yang menarik bukan? Karena itu… kujelaskan kembali padamu, Ichigo-kun. Kau mengira kau tidak punya sumber kekuatan shinigami lagi? Salah… Sumber kekuatan shinigami-mu bukanlah hilang. Ia masih ada di dalam jiwamu, namun ibarat api, sumber kekuatan shinigami-mu sudah padam sepenuhnya, setelah kau mengalahkan Aizen."

Sanosuke berdiri perlahan, masih dengan posisi dihadapan Ichigo. "Tapi seperti yang kukatakan sebelumnya… sumber kekuatan shinigami juga punya ingatan. Padamnya sumber kekuatan shinigamimu bisa diartikan 'ia' lupa secara total jati dirinya. Namun bagaimana jika aku yang memiliki kekuatan untuk mengendalikan ingatan ini kembali membangkitkan 'ingatannya'… kau tahu apa maksudku…?"

Raut keterkejutan memenuhi wajah Ichigo mendengar penuturan yang sama sekali tidak masuk akal itu. Jujur ia masih belum sanggup mempercayainya, namun jika benar…

Sanosuke mulai meluapkan reiatsu putih kedalam sebelah telapak tangannya. Gumpalan menyerupai asap putih mulai menyelimuti telapak tangan tersebut. "Bingo! Sumber kekuatan shinigami-mu akan 'menyala' kembali! Yah… Cuma untuk sementara waktu sih, sebab pada dasarnya ini adalah jurus terlarang dalam klan Shinkokubi. Tapi sementara waktu juga tidak masalah…"

"Tu, tunggu! Kau… jangan bilang kau akan…!"

Tanpa ragu Sanosuke mencengkeram dada Ichigo kuat dengan telapak tangannya yang bercahaya, seakan meremukkan tubuh itu. Pupil Ichigo melebar serentak.

"UAGH!"

"Huhuhu… Begitu sumber kekuatanmu hidup kembali, dengan mentransfer kekuatan shinigami padamu kau akan menjadi shinigami kembali! Tapi sayangnya, aku akan merebutnya darimu dan membuatmu kembali menjadi manusia biasa… ah, atau sebaiknya kubunuh saja? Ya 'kan? KUROSAKI ICHIGO!"

Tubuh Ichigo bergetar hebat. Suatu energi yang terasa menusuk pembuluh darah menjalari sekujur tubuhnya. Begitu menyakitkan, sampai-sampai untuk meraung saja ia bahkan tak sanggup. Dadanya bergemuruh seakan mau meledak. Namun tak lama, suatu perasaan yang familiar mulai dirasakan seluruh inderanya. Sesuatu yang walau terasa samar seharusnya tidak mungkin lagi ia rasakan saat ini.

'…Ini… tidak mungkin… Reiatsu…?'

Sanosuke mempererat cengkeramannya seraya berbisik. "Shinkokidou no 60! SAMASEBI KAIHOU!"

Ichigo terbatuk menyemburkan darah begitu Sanosuke mencabut tangannya kembali. Tubuh sang mantan shinigami daikou masih belum berhenti bergetar, masih merasa tidak percaya pada sensasi yang saat ini ia rasakan. Ini seperti saat-saat itu… Saat dirinya masih belum bertemu Rukia dan menjadi shinigami. Apakah ini berarti ia kembali memiliki kekuatan spiritual seperti saat itu? Tidak mungkin…

Ichigo mengangkat kepalanya perlahan, melihat ke arah Sanosuke yang perlahan melepas gigainya, berganti wujud menjadi shinigami.

"Kau bisa melihat wujud shinigami-ku 'kan? Itu berarti sumber kekuatan spiritualmu telah bangkit kembali. Nah sekarang… tinggal langkah berikutnya…"

Sanosuke mencabut zanpakutou dari pinggangnya dan berjalan mendekat kembali.

"Tunggu…! Kau jangan mempermaikanku seenaknya, sialan…!"

Tak menghiraukan ucapan itu, Sanosuke mulai menghujamkan pedangnya menuju dada Ichigo. Namun Ichigo masih tak menyerah. Tak peduli tangannya tergores mata pedang tajam itu, ia langsung mencegkeram bilah pedang itu dengan sebelah tangan sebelum sempat merobek jantungnya. Spontan Sanosuke mendecih kesal dan langsung menghujam kembali zanpakutou itu kasar, tepat menusuk dada pemuda itu hingga menembus punggungnya.

"Kh…Ugh…UARRGGGHHH!" Ichigo berusaha meronta, tak ingin membiarkan kekuatan yang mengalir dari zanpakutou itu masuk menembus kulitnya seinchi pun. Sanosuke terkekeh. "Sebaiknya hentikan itu, Ichigo-kun…! Batas kesadaranmu saat memasuki tahap konpaku sangat tipis, kalau kau terus menolak kekuatan shinigami ini, maka kau akan menjadi hollow!"

Zanpakutou itu mulai bercahaya terang dan…

BLAAAARRRR!

Sebuah ledakan menggema di atas gedung pusat kota Naruki itu, menimbulkan kepulan debu dan hembusan angin yang begitu kencang. Kurenai yang semenjak tadi duduk bersandar di sudut atap gedung berdiri dan mencabut zanpakutounya santai. "Heh… sudah mulai ya… Merepotkan saja…"

Ichigo merasakan kesadarannya menipis dan kian menipis. Menjauh dari dunia yang terasa begitu sesak bagai terperosok ke dalam lubang gelap tak berdasar.

.

.

Dimana… ini…? Ini di dalam… air?

Ichigo mendapati dirinya terbaring di atas permukaan menyerupai dinding gedung. Dunia yang aneh… sebab dinding gedung yang harusnya berdiri vertikal malah membangun horizontal, dan dunia ini digenangi air yang ajaibnya sama sekali tidak membuatnya kesulitan bernafas. Sudah begitu lama… Entah sudah berapa lama ia tak datang ke sini. Ke dalam dunia tak berpenghuni yang hanya berisikan visualisai jiwa miliknya. Ke dalam dunia dimana jiwanya adalah seorang 'raja'.

"Air… Begitukah… Jadi hujan kembali turun di dunia ini… Padahal Zangetsu-Ossan dulu pernah bilang kalau dia membenci hujan…"

Pemuda itu memejamkan kedua matanya, sementara gelembung-gelembung udara bermunculan disekitar mulutnya, menandakan ia masih bernafas. Pikirannya melayang jauh. Membayangkan sosoknya yang tengah duduk menatap langit senja dalam ruang kelas yang kosong. Sosok yang begitu menyedihkan dan terlihat lemah. Entah kenapa sekarang rasanya ia bisa mengerti kenapa jiwanya merasa tentram dengan bermenung dalam ruang kosong itu setiap senja. Mungkin karena ia mengimpikan untuk kembali ke dunia ini? Meraih zangetsu beserta kekuatan shinigaminya kembali. Kesunyian yang terasa di dunia ini begitu persis dengan suasana ruang kelas di saat senja.

'Aku menginginkan kekuatanku kembali. Tapi berusaha seperti apapun, aku sama sekali tidak menemukan cara untuk itu… Namun sekarang… saat aku telah menemukan caranya, kekuatan itu akan direnggut kembali. Tanpa aku sempat menggunakannya untuk melindungi siapapun.'

"Apa yang sebaiknya… kulakukan?" Pemuda itu berbisik.

Tiba-tiba saja gedung tempatnya berbaring bagaikan runtuh, membuat tubuhnya yang lemah, tak mampu bergerak mulai bergerak jatuh. Tenggelam ke dalam bagian yang lebih gelap. Seketika sebuah kotak berwarna putih mengapung dihadapannya, dengan sehelai reiraku berwarna merah menempel di tutup kotak. Pemuda itu menarik reiraku itu perlahan, membuka kotak putih yang berisi sebuah ganggang zanpakutou terulur, siap untuk ditarik.

"Ichigo."

Sebuah suara berat terdengar memanggil dari arah permukaan. "Zangetsu-ossan…"

"Kau tidak punya banyak waktu, Ichigo. Dunia ini akan segera runtuh, segera tentukan pilihanmu. Kekuatan ini sudah masuk kedalam jiwamu. Jika kau menolaknya, maka hollow akan merajai tubuhmu sekali lagi."

Keresahan membayangi raut wajahnya. Ia memang memutuskan untuk menggenggam gagang zanpakutou itu namun sama sekali tidak mengerahkan tenaga sedikitpun untuk menariknya. Jauh dalam batinnya dua pilihan tengah berkecamuk. Haruskah ia menerima kekuatan ini? Jika ia menerimanya, Sanosuke akan merenggutnya dan pastinya ia akan melakukan hal yang berbahaya, baik itu bagi Soul Society maupun gensei. Namun jika ia menolak…

Genggamannya akan gagang zanpakutou itu makin erat. Sekilas terlihat ia ingin menariknya, namun detik berikutnya terlihat ia begitu ingin melepas.

"Ichigo!"

"Khh…!" Ichigo menggeram. Ini sungguh memuakkan. Padahal ia hanya menginginkan kekuatannya kembali dan bisa melindungi semua orang seperti dulu lagi.

Hanya ingin melindungi…

Tatapan pemuda itu berubah tajam, menyertakan sebuah senyum mantap diwajah. "Cih! Benar… yang perlu kulakukan hanyalah mendapatkan kekuatanku kembali dan melindungi semuanya. Tidak ada gunanya berpikir terlalu rumit!"

Dalam sekali sentakan kuat, Ichigo menarik keluar gagang zanpakutou dari dalam kotak. "Ini adalah taruhan!"

.

Kilatan-kilatan cahaya putih kebiruan menaungi atap gedung yang masih dikepuli gumpalan asap yang berputar itu. Baik Sanosuke dan Kurenai mengangkat lengan masing-masing ke depan wajah, melindungi wajah mereka dari hempasan debu yang berhamburan melewati tubuh mereka.

Shihakusou Sanosuke berubah memutih, sebagai akibat dari pemindahan kekuatan shinigaminya. Namun ia masih menggenggam zanpakutou di tangannya. Sepertinya kekuatan shinigaminya masih bersisa walaupun sedikit, atau itu keistimewaan dari klan Shinkokubi? Pria itu berusaha menajamkan pandangan, melihat jauh dibalik gumpalan asap tempat tubuh Ichigo yang masih terbelit rantai tersembunyi.

Gumpalan asap itu menipis, memperlihatkan sosok Ichigo yang tengah tertunduk mengenakan shihakusou dengan sebuah zanpakutou berukuran besar tersandang di punggung. Reiatsunya sang shinigami daikou mulai menguap keluar, menyebabkan rantai yang melilit tubuhnya mulai rontok terkena distorsi.

"Kurenai!" Segera Sanosuke mengkomando rekannya dengan sedikit kibasan tangan. Shinigami yang disebut Kurenai itu mengulur tangannya lurus ke depan. "Bakudou no 62. Hyappo Rankan!"

Puluhan tombak bercahaya menghujam seluruh sendi tubuh Ichigo, dengan tujuan untuk membelenggu gerakannya. Tak berhenti sampai disitu, Kurenai menggerakkan tangan dengan jari tengah dan telunjuk mencuat, melukis sebuah segitiga di udara. "Bakudou no 30. Shitotsu Sansen!"

Tiga buah cakar besar bercahaya dengan formasi segitiga terbalik menghujam kedua tangan dan piggang Ichigo. Dua lapis segel dengan kepadatan reishi berlevel tinggi menyegel seluruh gerakannya. Kepala bersurai jingga yang semenjak tadi tertekur itu mulai terangkat. Menampakkan sorot mata tajam sang shinigami daikou yang penuh intimidasi.

"Sorot mata yang bagus, Kurosaki Ichigo-kun!" Sanosuke mengangkat kedua telapak tangannya sejajar pinggang. "Bahkan aku bisa merasakan reiatsu yang begini mengerikan, yang sebentar lagi akan menjadi milikku. Sayang sekali ya… Ichigo-kun! Pada akhirnya kau bisa kembali menjadi shinigami… tapi sekarang aku akan mengambilnya darimu…!"

"Mengambilnya?"

Bibir pemuda itu bergerak, tersenyum sinis. "Coba saja…Kalau kau bisa!"

BLARRRRR!

Tiga batang tombak yang menyegel sebelah lengan Ichigo tiba-tiba hancur lebur diikuti retaknya tombak-tombak yang lain begitu tubuh yang disegel itu mulai meluapkan reiatsunya keluar. Raut wajah Sanosuke berubah tegang sampai-sampai dirinya mundur beberapa langkah. Segel Bakudou dengan level tinggi begitu mudahnya dihancurkan, ini semua benar-benar diluar perhitungannya. "SIAL! Dasar Monster! Kurenai! Segel dia menggunakan 'kin'!"

"Bakudou no 99, kin? Yang benar saja! Kidou dengan level setinggi itu cuma dikuasai Pasukan kidou saja 'kan!"

"Cih! Dasar tidak berguna!"

Tak membutuhkan waktu lama, seluruh Hyappo Rankan dan Shitetsu Sansen yang menyegel tubuh Ichigo hancur sepenuhnya. Shinigami daikou itu terbebas. Dengan gerak pelan, ia mulai berdiri tegak dan meraih zanpakutou yang terbelit kain putih di punggungnya. Memanggul senjata berukuran besar yang disebut 'Zangetsu' itu di pundak.

"Hei, Kaidou Sanosuke… Sepertinya akupun juga belum memperkenalkan diriku secara lengkap padamu." Shinigami berambut jingga itu mengacungkan zanpakutounya lurus ke depan dengan mantap.

"Shinigami Daikou, Kurosaki Ichigo. Aku akan menghabisimu!"

.

.

Kota Karakura. 11.05 pm

"Reiatsu ini…! Mustahil!"

Ketiga shinigami yang masih dalam pencarian jejak sang shinigami buronan serempak terperangah.

"… Ichigo?" gumam Rukia dengan suara bergetar.

"Jangan bercanda!" Renji menyela dengan wajah tak kalah tegangnya. " Dia tidak mungkin kembali menjadi… shinigami 'kan?"

.

.

Kota Naruki, pada saat yang bersamaan…

"Cakarlah langit dan bumi, KARASAZUKI!"

Kurenai melepas shikai, melepas zanpakutounya di udara dan membiarkannya berputar hingga mengeluarkan kepulan asap. Pedang bergagang hitam legam miliknya itu berubah wujud. Berganti menjadi 3 buah cakar panjang yang melekat pada punggung tangan kanannya. Shinigami bertubuh tinggi kurus itu segera melesat ke belakang Ichigo, bersiap mencakar dengan Kasarazuki-nya itu. Tanpa perlu menoleh, Ichigo menahan cakaran itu dengan bilah zangetsu. Kedua senjata besi berukuran kontras itu saling bergesekan keras. Sang shinigami daikou membalikkan badannya cepat, menggenggam gagang zangetsu-nya dengan kedua belah tangan dan melayangkan tebasan.

"Cih!"

Kurenai melompat ke atas, melewati tubuh Ichigo dan mendarat kembali di belakangnya. Seketika Ichigo mengayun zangetsu-nya kebelakang seraya berbalik. Ayunan itu berhasil ditahan Kurenai dengan mencengkeram bilah pedang besar itu, menarik kuat bilah pedang itu sehingga tubuh Ichigo terhuyung ke arahnya dan tak membuang waktu, ia segera menghadiahkan tendangan keras. Semuanya dilakukan dengan kecepatan yang luar biasa.

Namun bukan berarti Ichigo tak mampu mengimbangi serangan macam itu. Belum sempat tendangan itu menghampiri perutnya, sang shinigami daikou menundukkan tubuhnya dan menjegal sebelah kaki Kurenai yang masih menapak di lantai. Tubuh shinigami itu terhempas ke lantai dengan posisi berbaring. Kesempatan bagi Ichigo, ia langsung bersiap menghujamkan zangetsu-nya, mengarah pada lawan yang tengah melepaskan celah untuk diserang.

"Hadou no 4! SOUKATSUI!"

Menerima tembakan api biru dalam jarak yang begitu dekat, mau tak mau Ichigo melompat mundur sementara Kurenai langsung bershunpo dan bersalto mendekat pada Sanosuke yang berdiri jauh di sudut atap gedung.

"Heh! Cuma segini saja? Bukannya kau ingin merebut kekuatanku? Kaidou Sanosuke!"

"Bagaimana ini Sano-san? Dengan kondisi begini mustahil untuk mengambil kekuatannya 'kan?"

Sanosuke menghela nafas panjang. Ia lalu menyisipkan tangan ke balik kimononya. "Tetap laksanakan rencana. Jurus Samasebi Kaihou hanya mampu menghidupkan sumber kekuatan shinigami bocah itu selama 15 hari. Kita masih punya waktu yang cukup lama untuk merebut kekuatannya kembali." Sanosuke mengeluarkan selembar kertas persegi panjang seukuran telapak tangan, menyerupai hafuda. Ia lantas mengacungkannya ke depan, memperlihatkannya pada Ichigo yang berdiri kira-kira 5 meter di depannya.

Sebelah alis Ichigo terangkat, terlebih setelah melihat nama 'Kuchiki Rukia' tertera di atasnya. "Apa itu..?"

"Bukan apa-apa… Hanya 'sesuatu' yang kucuri dari Kuchiki Rukia saat aku menyerangnya 9 bulan yang lalu."

"Makanya kutanya APA ITU!"

Sanosuke terkekeh pelan. "… Benda ini…? Ini cuma 'ingatan' . Ingatan milik Kuchiki Rukia. Semua yang ada dalam ingatan gadis itu juga terkandung dalam kertas ini. Jika ingatan dalam kertas ini diubah, maka ingatan Kuchiki rukia juga akan berubah. Dan kau tahu? Sebagai shinigami yang mampu mengubah dan mengganggu ingatan, kira-kira apa yang akan kulakukan dengan kertas ini…?"

Sanosuke melepas kertas itu di udara dan dalam gerak cepat…

SLAAASH!

Ichigo terperangah, menyaksikan zanpakutou Sanosuke membelah helaian kertas ingatan itu. Kertas itu tiba-tiba saja terbakar, dan lenyap di udara. Kontan Iris coklat Ichigo membulat, dengan sebutir keringat mengaliri pelipisnya.

"KAU…! Apa yang kau lakukan…!"

"Hee... jangan berwajah menakutkan begitu Ichigo-kun… Ini semua cuma awal…dari pembalasan dendamku!"

"Kubilang APA YANG BARU SAJA KAU LAKUKAN! KAIDOU SANOSUKE!"

.

.

"Ugh!"

"Rukia!"

Renji dan Ikkaku yang berlari di depan menghentikan langkah masing-masing begitu menyadari Rukia yang berlari di posisi paling belakang tiba-tiba roboh dan berlutut. Tak ada satu lukapun yang mengiris tubuh gadis itu namun ia tak hentinya mengerang sambil memegangi kepalanya.

"Ada apa dengan Rukia-chan?"

"Aku juga tidak tahu, Ikkaku-san!"

Gadis bermarga Kuchiki itu menutup rapat kedua belah matanya, berusaha mengurangi rasa sakit yang menaungi kepalanya. Tiba-tiba saja ingatan dalam kepalanya bermunculan secara acak, berganti dari satu ingatan ke ingatan lain dengan cepat dan tak menentu. Ingatan saat ia akan dieksekusi mati di bukit Soukyoku, ingatan saat dirinya kembali ke kota Karakura beserta Renji dan yang lain, ingatan saat dirinya terkurung dalam menara penyesalan hingga sebuah nama yang dibisikkan Renji membuat jiwanya kembali hidup, ingatan saat dirinya…

'Apa ini…? Ini… kejadian malam itu…?'

Sebuah memori terlintas dalam kepalanya secara tiba-tiba. Ia teringat, ini adalah kejadian paling berharga dalam hidupnya. Kejadian yang telah mengubah alur kehidupannya secara total, begitu ia memasuki kota Karakura untuk pertama kalinya.

.

'Kau ingin menyelamatkan keluargamu?'

'Tentu saja! Apakah ada caranya?'

'Kau… Harus menjadi shinigami!'

'...!'

'Tusuklah dadamu dengan zanpakutou ini maka aku akan menyalurkan kekuatanku ini satu-satunya jalan.'

Pemuda itu terlihat sedikit terkejut. Wajar saja, dirinya yang hanya manusia biasa dengan kekuatan spiritual yang kuat tiba-tiba ditawari hal semacam itu. Terlebih keluarganya sedang diserang hollow. Namun pemuda itu malah tersenyum mantap, seolah menyetujui rencana gila yang ditawarkan padanya.

'Berikan pedangmu padaku, shinigami!'

'Namaku bukan shinigami. Aku Kuchiki Rukia.'

'Begitukah, namaku… Kaidou Sanosuke. Berdoa saja ini tidak menjadi perkenalan kita yang terakhir.'

To be Continued.

Next on Vol. 5. The bond is break.

SHINIGAMIZUKAN~!

Sanosuke yang gagal merebut kekuatan Ichigo.

Kurenai : Bagaimana ini Sano-san? Kita tidak mungkin merebut kekuatannya kembali 'kan?

Sanosuke : ….

Kurenai : Ini semua sudah tidak sesuai rencana lagi 'kan? Bagaimana dengan rencana Memories of Blank soul project kita?

Sanosuke : …

Kurenai : Hoooi, Sano-san~!

Sanosuke : … Ugh… Kalau sudah begini…!

Kurenai : …?

Sanosuke : … kita harus mengganti nama rencana kita yang lebih cocok!

Kurenai : Ku,kurasa itu nggak perlu…(sweatdrop)

(Author : Jangan deh Sanosuke… Kalau diganti ntar judul fic ini jadi apaa?)

Balesan Review

Kanzaki Asamu : Makasih banyak reviewnya! Hehe, menikmati shinigamizukannya ya? Okeh! Otter bakal berusaha untuk terus update! Mengenai Kurenai, dia tuh tokoh paling misterius nih, tapi ntar juga bakal ada flashback masa lalunya.

Faridaanggara : Makasih banyak reviewnya! Maaf ya, updatenya lama… tapi fic ini gak bakal discontinued kok! Soalnya masih banyak yang masih pengen Otter tulis. Tapi kadang mungkin Otter juga bakal nulis oneshoot buat refreshing, kalo ga keberatan nanti mampir ya!

Aurora Borealix : Balesan Ripiu ala Cinta Laura… Makacuih bangeth reviewnya. Reviewnya itu lho….lutchyuuuuuu…! Hehe…^^

Keiko Eni Naomi : Makasih banyak buat reviewnya! Ichi mau dibawa kemana? Selengkapnya baca chapter ini! Semoga chap ini memuaskan^^

Deni Jafaris : Makasih buat reviewnya,,,hehe, maaf nih Deni, Otter ngupdatenya rada lelet (selelet keong)^^ Enjoy this chapter!