INNOCENT LIFE

MAIN CAST: LEE SUNGMIN as LEE SUNGMIN

CHO KYUHYUN as CHO KYUHYUN

KIM JAE JOONG as KIM JAEJOONG

KIM HYUN JOONG as KIM HYUN JOONG

PRESENTED IN THIS CHAPTER:

Hehehe... pemeran pembantu keluarnya sedikit-sedikat ya?

Baru sadar*PLAKKK...*

Okeh, kali ini yang muncul… adalah "…" silahkan baca sendiri *kabur..*

Disclaimers : DIRI MEREKA SENDIRI dan IDE CERITA INI MILIK SAYA !

WARNINGS : YAOI ( tidak bisa diganggu gugat *ketuk palu*), MPREG,HURT/COMFORT, ANGST, OOC, NOT FOR KIDS !.

P.S : BOLD and ITALIC-FLASHBACK

PERMINTAAN MAAF… LAMA UDATE NYA YA?

HIKS… MIANHE…

AUTHOR GE BANYAK TUGAS KULIAH NIH^^ (NGELES AJA BISANYA… HEHEHEHE)

.

DI RUANG KESEHATAN

"Aighu... sepertinya seonsaengnim tidak ada di tempat, dan aku tidak berani memberikan sembarang obat jadi hyung berbaring saja dulu di situ. Aku akan pergi mencari seonsaengnim" Wookkie pun memapah Sungmin kesalah satu ranjang di dalam ruangan ini untuk tidur.

Setelah memastikan Sungmin dalam posisi baring yang nyaman, Wookie pun pergi meninggalkan Sungmin untuk mencari seonsaengnim.

"UGH... SAKIT... AGH... PERUT MINNIE SAKIT..." rintih Sungmin sesekali tubuhnya bergulling-guling di atas ranjang.

SRAKKK...

Tirai pembatas di sebelah ranjang Sungmin pun terbuka, menampakkan siswa berambut coklat ikal. Dipandangnya dengan seksama pemuda berambut coklat itu.

"Akhh... Mianhe, apa Minnie ribut?" tanya Sungmin dengan wajah pucatnya kepada pemuda di samping ranjangnya ini.

"Kalau sudah tau, jadi... JANGAN RIBUT!" cetusnya tajam. Dengan refleks Sungmin pun menutup mulutnya berharap rintihannya tidak akan didengar namja di sebelahnya.

Namja berambut coklat ini hanya menatap tajam kearah Sungmin, sampai bunyi ponsel berdering dari arah namja itu sendiri, ia pun berhenti memberikan death glare pada Sungmin.

"Yeobseyo? Ne hae-ah! Waeyo?, Ne... aku ada di ruang kesehatan, bilang pada songsaengnim kalau aku tidak bisa masuk. Aku tidak enak badan... ne... untuk itu aku akan ikut ujian susulan saja nanti sendiri... ne... bye..." dengan berlahan namja itu menaruh kembali ponselnya dalam saku celana kirinya, ia pun berbaring dengan tangan kanan bertumpu pada dahinya. Sepertinya ia memang sakit...

Keadaan tirai yang tadi di buka tapi tidak ditutup kembali membuat Sungmin merasa canggung pada namja di sebelah ranjangnya ini. Ia takut untuk mengeluarkan suara, maka daripada itu ia membekap sendiri mulutnya sambil sesekali meremas pelan perutnya yang sakit.

"Ukh.."

Dilihatnya sekali lagi kearah namja itu, Sungmin merasa ia kenal dengan namja itu tapi ia lupa di mana?, entahlah... hal itu bukanlah prioritas utama bagi Sungmin yang dalam masa kesakitan seperti ini.

Dari saku kiri namja itu, terkeluar gantungan ponsel yang terbuat dari kayu yang bertuliskan "CHO KYUHYUN"

.

CHO KYUHYUN POV

Tik... Tik... Tik...

Ukh, detikkan jam di dinding itu sungguh menganggu. Tidak tau kah benda itu kalau sekarang kepalaku sedang berdenyut-denyut dan karena jam sial itu pula lah denyutan kepalaku malah berdendang mengikuti irama detikkannya. Nyut... Nyut... Nyut...

Akhh... sakit sekali.

Beberapa hari ini entah kenapa aku merasa tidak enak badan. Pegal-pegal dan lemas di seluruh tubuh, kepala pusing, belum lagi nafsu makanku yang berkurang drastis dan makin memperburuk keadaan tubuhku.

"Aighu... sepertinya seonsaengnim tidak ada di tempat, dan aku tidak berani memberikan sembarang obat jadi hyung berbaring saja dulu di situ. Aku akan pergi mencari seonsaengnim"

Eh... suara seseorang?, siapa itu?. Sepertinya ia berbaring di ranjang sebelah.

"UGH... SAKIT... AGH... PERUT MINNIE SAKIT..." terdengar rintihan menyebalkan dari ranjang sebelah.

Aishh, bisakah dia diam sedikit? Kepalaku tambah berdenyut mendengar rintihannya itu, dan sekarang apa lagi? Bunyi derit ranjang? Ya Tuhan... sebenarnya apa yang diperbuatnya? Main gulat di atas ranjang?.

SRAKK... kubuka tirai pembatas berwarna putih disampingku dengan kesalnya.

Umm... siapa dia? Wajahnya terlihat tidak asing, tapi aku lupa di mana pernah bertemu dengannya.

Kulihat lekat wajah bulatnya itu. Eh... apa dia seorang namja atau yeoja? Dan kurasa dia juga bukan murid di sini, soalnya dia memakai pakaian bebas, kalau memang pelajar di sini seharusnya dia memakai seragam sekolah.

"Akhh... Mianhe, apa Minnie ribut?" tanyanya.

Minnie?... apakah itu namanya? Aku rasa dia seorang namja tapi kenapa suaranya terdengar imut ya?, apa dia itu...(?)

"Kalau sudah tau, jadi... JANGAN RIBUT!" ucapku kesal.

Tunggu... kenapa aku harus kesal dengannya? Jujur aku tidak tau... tapi aneh... entah kenapa ada rasa 'bersalah' di dada ini... tapi bersalah akan apa? Aku kan tidak pernah bertemu dengannya sebelumnya.

"You Got The Wrong Number... You Got Wrong Number... I'm Sorry... You Got Wrong Number... So Don't Call Me No More..." (DBSK: WRONG NUMBER)

"Yeobseyo? Ne hae-ah! Waeyo?, Ne... aku ada di ruang kesehatan, bilang pada songsaengnim kalau aku tidak bisa masuk. Aku tidak enak badan... ne... untuk itu aku akan ikut ujian susulan saja nanti sendiri... ne... bye...". Ternyata yang menelpon adalah Donghae atau biasa aku panggil Hae. Dia sahabat karibku, kami telah berteman semenjak SMP.

Hari pertama aku kenal dengan sahabatku ini saat dia dikeroyok di belakang taman sekolah. Sebenarnya ingin saja kutinggalkan dia dipukuli oleh preman-preman sekolah yang kuyakini sebagai sunbae SMP waktu itu.

Tapi... Donghae yang tengah dipukuli sempat melihat keberadaanku. Matanya seakan mengatakan 'tolong aku', yah... orang minta tolong terpaksa kutolongkan?.

Sunggguh bodoh bila aku ingat kejadian itu. Gara-gara membantunya, wajahku jadi ikut menjadi korban... Penuh dengan lebam-lebam biru terkena pukulan sunbae-sunbae bodoh itu. Untungnya datang songsaenim menengahi perkelahian dan mereka semua dikeluarkan dari sekolah.

Ku masukkan ponsel model terbaru yang baru aku beli tiga hari yang lalu ke dalam saku celana begitu saja. Ukhhh... ini pasti gara-gara namja di ranjang sebelah mengganggu istirahatku, kepalaku bertambah pusing lagi. Yah... mungkin berbaring sekali lagi dapat meredakannya denyutannya.

Grekkk...

"Ya! Minnie-ah, gwenchana?"

Hm... sepertinya ada tamu untuk namja di sebelah.

"Ukh... hyung... perut Minnie hanya sedikit sakit"

"Aighuu... aku tau sakit perutmu ini tidak hanya sedikit sakit... lihat wajah pucat dan keringat di dahimu ini... apa ini yang di namakan sedikit sakit?". Ya Tuhan... istirahatku terganggu lagi!.

"Hyung... bisa kecilkan suaramu?" bisik namja yang dipanggil Minnie tadi.

"Wae?, apakah di sini ada larangan tertulis jangan berisik?". Sungguh namja yang bodoh, tidak perlu tertulis pun semua orang tau kalau di dalam ruang kesehatan tidak boleh berisik, siapa orang yang tidak tau peraturan yang sesederhana seperti ini?.

Eh... Kim Jaejoong sunbae dari kelas Tiga unggulan? Dia kenal dengan bocah ini?.

"Cho Kyuhyun? kenapa kau di sini? Apa kau sakit?" dia ini benar-benar bodoh atau apa?, siapa lagi yang ada di ruang kesehatan kalau bukan orang yang sedang sakit. Heran kenapa ia bisa masuk ke kelas unggulan kalau ternyata otaknya di bawah rata-rata begini?.

"Ne sunbae... kepalaku pusing" ucapku berusaha sopan. Kenapa? Tentu saja harus sopan, dia sunbae yang palling disegani di sekolah ini. Aku tidak ingin berurusan dengan mantan ketua OSIS yang menjadi kesayangan guru-guru di sekolah ini. Bisa di hadiahi pandangan-pandangan menusuk dari mereka kalau sempat mengganggu anak emasnya ini.

"Oh... kau pasti merasa terusik dengan suaraku ya kan Cho?, mianhe ne.." ucapnya lembut, dengan senyuman yang sungguh memikat. Wah... cepat sekali Ia bisa merubah wataknya yang OOC tadi menjadi gentleman seperti ini? Sepertinya dia seorang bunglon.

"Gwenchana..."

"Minnie, aku rasa sebaiknya kau pulang ke rumah saja, biar eomma mengantarmu ke dokter nanti" apa mereka bersaudara? Setau aku Kim sunbae hanyaa punya satu saudara yaitu Kim hyun joong, mungkin mereka saudara jauh. Eh? Kenapa aku malah sibuk memikirkan orang berdua ini.

GREEEKK...

Pintu ruang kesehatan dibuka, secara bersamaan kami bertiga memandang ka arah pintu... melihat siapa yang datang. Oh, ternyata seonsaengnim...

"Eh... Boo?, kenapa kau ke sini?" tanya seonsaengnim yang memakai baju kebesarannya sebagai seorang dokter, jubah putih panjang.

"Ya! seonsaengnim... sudah berapa kali aku katakan jangan panggil dengan nama bodoh itu?!"

Boo... nama apa itu? Aneh sekali, ck... Kim jae joong menjadi Boo? Ewwww.. tidak ada nama panggilan lain kah selain nama aneh itu?

"Cih... padahal nama itu sangat cocok denganmu?" keluh songsaengnim sambil mem-pout-kan bibirnya. Aishhh... sungguh Out Of Character dari tubuhnya yang manly itu.

"Terserah kau saja lah songsaengnim... tapi bisakah kau periksakan saeng ku ini?" tanya Kim sunbae.

"Eh... kenapa dia?" tanya songsaengnim serius... Mungkin melihat keadaan seseorang yang namanya Minnie ini yang terlihat pucat dan penuh dengan keringat dingin di dahinya. Ia pun memeriksa denyut nadi di pergelangan namja itu sesekali melirik kearah jam tangannya. Eh... dahinya kenapa berkerut seperti itu?.

"Jaejoong... sebaiknya saeng mu ini dibawa pergi ke rumah sakit secepatnya untuk memastikan penyakitnya?!" ucap songsaengnim dengan nada serius, tapi di akhir katanya terdengar nada tidak yakin? Entahlah...

"Sebaiknya kau izin saja tidak masuk pelajaran selanjutnya, kau temani aku... umm... tapi aku tidak membawa kendaraan?" Songsaengnim hanya menggaruk bagian belakang kepalanya bingung.

"Ah... iya, Cho Kyuhyun? Apa kau membawa mobil hari ini?" tanyanya dengan muka serius, apakah anak ini punya penyakit yang seserius itu sehingga perlu penanganan dokter secepatnya?.

Aku hanya menangguk ketika ditanya.

"baiklah... huphh..." dengan sigap seonsaengnim atau lebih tepatnya bernama Jung Yunho menggendong namja bernama Minnie itu dengan gaya bridal style.

"akh... sakit..." erang namja di dalam gendongan itu, sepertinya penyakitnya parah.

"YA! KYUHYUN! CEPAT SEDIKIT! JAEJOONG BUKAKAN PINTU INI, CEPAT!" teriak Yunho cemas.

Kami semua pun berlari menyusuri koridor sekolah menuju tempat parkiran di dekat gerbang sekolah. Dengan cepat ku bukakan pintu mobil di kursi penumpang belakang untuk seonsaengnim. Setelahnya semua masuk, dengan posisi seonsaengnim memangku namja itu sambil sesekali mengelus perutnya... tapi ada yang aneh... kenapa aku kesal? Sedangkan Kim jaejoong yang berada di samping kursi pengemudi yang ku duduki, menolehkan tubuhnya menghadap kursi belakang menggenggam telapak tangan namja itu sambil sesekali ia mencoba menenangkan... yang terdengar malah makin kuatnya rintihan namja itu. Ya tuhan... sakit apa dia?.

"YA! CHO KYUHYUN... CEPAT JALANKAN MOBILNYA!" teriakan seonsaengnim membuatku terkejut, spontan ku hidupkan mesin mobil dan melesat menembus jalanan yang sedikit agak lenggang siang ini.

.

DI RUMAH SAKIT...

Namja yang bernama Sungmin tadi telah di masukkan ke ruang Unit Gawat Darurat. Dari mana aku tau namanya Sungmin? Padahal awalnya aku hanya tau namanya Minnie? Itu karena saat pengisian form dari rumah sakit aku menemani Kim sunbae untuk mengisinya... dan aku melihat Kim sunbae mengisi pada kolom nama pasien Lee Sungmin... Hm... mungkin Sungmin ini saudara jauhnya Kim sunbae. Aku di perintah seonsaengnim untuk menemani Kim sunbae. Jangan tanya kenapa... ukh... baiklah kalian tau kalau Jung seonsaengnim yang tegas begini lebih menakutkan dari pada mafia-mafia berbadan kekar... ada yang membuatku bergidik ngeri tanda bahaya saat dia menyuruhku menemani Kim sunbae yang juga terlihat pucat, ada pesan tersirat dari matanya yang mengatakan "AWAS KALAU KAU TIDAK MENJAGANYA!".

Kami pun kembali ke ruang tunggu gawat darurat. Di sana hanya ada Jung seonsaengnim sambil meremas tangannya... gelisah sekali kelihatannya.

Kim sunbae mengambil tempat duduk di sebelah seonsaegnim sedangkan aku cukup berdiri saja menyandar pada dinding putih rumah sakit.

Sudah hampir setengah jam pintu ruang darurat tidak terbuka-buka, ingin sekali aku pergi dari sini... hanya saja aku merasa segan permisi untuk pulang saat keadaan masih seperti ini.

Hah... sampai-sampai kemana sakit kepalaku tadi?, sepertinya sudah sembuh karena kejadian ini.

BRAKK... pintu ruang gawat darurat pun terbuka, seorang yang ku yakini seorang seonsaengnim di rumah sakit ini pun keluar. Diliriknya kami semua, tapi pandangannya terhenti pada Jung seonsaengnim.

"Ya Yunho... aku ingin berbicara padamu berdua"ucap seonsaengnim itu lemah.

"Ano... ano... songsaengnim apakah aku juga bisa ikut tau apa yang terjadi dengan Minnie?" tanya Kim sunbae mendekat kearah seonsaengnim.

"Kau siapanya pasien?" tanya seonsaengnim itu menatap tajam.

"Aku saudaranya, kami tinggal serumah!" ucap Kim sunbae cepat.

"Oh... ya sudah mari..." ucapnya sambil menunjukkan jalan, mungkin menuju ke ruangan pribadi dokter itu.

Dan aku? Yups... aku ditinggal begitu saja... cih... apakah tidak ada rasa terimaksih sama sekali?... kan aku yang mebawa mereka ke sini?.

"Oh ya Kyuhyun... kau tunggu sebentar, nanti kita kembali ke sekolah bersama-sama saja" perintah Jung seonsaengnim, dan hal itu tidak akan bisa dan mungkin aku tolak. Hei... jangan salahkan aku... aku sendiri saja merasa harga diri seorang Cho Kyuhyun tercoreng karena takut dengan Jung seonsaengnim yang terkenal mesumnya terhadap siswa... INGAT! SISWA!, BUKAN SISWI!.

Lima belas menit aku menunggu kedua orang itu, duduk sendiri di kursi tunggu ruang UGD ini. Untung saja aku membawa 'istri-ku' jadi kumainkan saja dia. Cukuplah melepaskan waktu jenuh dengan memencet tombol-tombol di 'badan istri-ku' ini.

"Permisi... Apa kau melihat Kim jaejoong?, sepertinya kau satu sekolah dengannya" tanya seorang ajusshi, di belakangnya berdiri seorang wanita setengah baya yang ku yakini adalah istri dari ajusshi ini sendiri.

"Eh ne, saya hoobae-nya Kim sunbae di sekolah... Kim sunbae ada di ruangan dokter... mari saya antar?!" tawarku. Ku simpan dulu 'istri' tercinta di saku celana sebelah kanan.

Kami pun menuju ruangan yang tadi di masuki oleh Kim sunbae, Jung seonsaengnim dan seonsaengnim di rumah sakit ini. Belum sempat aku mengetuk pintunya... pintu itu telah terbuka sendiri.

"eh... eomma... minnie... dia..." terlihat kekeruhan di wajah Kim sunbae, Jung seonsaengnim di belakangnya hanya mengusap frustasi wajah jenjangnya. Tepukkan pelan di bahu Kim sunbae membuat Kim sunbae sadar dan mulai melihat dengan lemah ke arah orangtuanya. Hm... sepertinya namja itu memang sakit parah.

Tapi karena tidak ada kata-kata yang keluar dari Kim sunbae, Jung seonsaengnim pun mengambil inisiatif.

"Saya yakin anda Kim ajusshi dan istri... kenalkan saya Jung Yunho seonsaengnim di sekolah Jaejoong... mari..." Jung seonsaengnim pun menggiring kedua suami-istri itu menuju kursi ruang tunggu UGD yang sempat ku tingglkan tadi. Setelah dirasanya semua telah berkumpul Jung seonsaengnim pun berdeham pelan dan mulai menjelaskan dengan pelan.

"Begini Kim sajangnim... Sungmin tadi di sekolah masuk ke ruang kesehatan dengan keluhan sakit perut. Saya pun memeriksanya, tapi ada kejanggalan yang aneh yang saya temukan pada tubuhnya... karena itu saya ingin lebih memastikannya lebih pasti dengan membawanya kerumah sakit. Lagi pula saat itu kondisi Sungmin sendiri lemah karena sakit perut yang habat. Tadi seonsaengnim dari rumah ini juga mengatakan..." penjelasan Jung seonsaengnim terhenti sejenak, diliriknya sekeliling ada raut kecemasan yang terlukis di wajah masing-masing orang di sini. Termasuk aku juga, yah... sedikit penasaran juga sih...

"Sungmin dinyatakan hamil, dia termasuk golongan yang hemaprodit... yang mana seorang namja dapat terbuahi bagaimana layaknya seorang yeoja... dan tadi juga sedikit lagi Sungmin tadi hampir mengalami keguguran..." jelas Jung seonsaengnim cepat dengan tujuan tidak di sela di tengah-tengah penjelasannya. YA TUHAN... NAMJA BISA HAMIL? DUNIA MAU KIAMAT.

"Ha... hamil? Minnie?... akh..." Kim ajhumma yang mendengar itu langsung pingsan seketika. Kim ajusshi dan Jung seonsaengnim pun dengan cepat membopong tubuh wanita setengah baya itu menuju ruang inap yang masih kosong, sepertinya ia terlalu kaget. Kim sunbae sendiri hanya terduduk kaku di sebelahku, matanya menatap kosong ke arah lantai, seakan ada hal yang menarik di sana.

Sungguh aku sendiri pun merasa terkejut... memang sih aku pernah mendengar khasus yang seperti ini, tapi tidak secara live... namja hamil?.

Muka namja yang bernama Minnie itu terlihat polos, tapi kok bisa-bisanya dia... eh... kau tau lah. Humm... awal mula juga aku tak yakin apa dia itu namja, lihat saja wajahnya yang seperti yeoja itu... pantas saja dia bisa jadi hamil.

Ck... Ck... Ck... anak muda zaman sekarang melakukan hubungan intim tanpa pengaman, walaupun pasangan mu itu namja bukan berarti mereka tidak punya penyakit berbahayakan? Aishh... kalau itu aku pasti aku akan pakai pengaman... tapi digaris bawahi AKU MELAKUKANNYA DENGAN YEOJA! BUKAN DENGAN NAMJA... gila saja kalau aku melakukannya dengan namja. Aishhh... jadi teringat mimpi basahku waktu itu, kenapa aku bisa bermimpi seperti itu ya?.

Kim ajusshi terlihat menuju kearah sini dengan Jung seonsaengnim sambil mengelus pelan bahu namja setengah baya itu sebagai ekspresi gerak tubuh untuk mengakatan kata sabar...

"Appa... Minnie... dia..." suara Kim sunbae jadi terdengar aneh di telingaku. Terdengar sedikit bergetar...

"Ya... appa sebenarnya sudah tau hal ini akan terjadi. Kau ingatkan kira-kira sebulan yang lalu Minnie ke rumah sakit dan mengatakan dia terkena wasir? Sebenarnya ia bukan terkena wasir tapi ia diperkosa..." penjelasannya terhenti, raut wajah Kim sunbae memucat seketika karena kaget. Aku juga sangat kaget... wah... ternyata dia diperkosa, pantas saja tidak pakai pengaman.

"seonsaengnim di tempat kami memeriksakan Minnie dulu juga mengatakan kalau hal seperti sekarang ini bisa saja terjadi... Minnie mamang hemaprodit... appa pun tidak tau bagaimana lagi harus berkata apa tentang hal ini!" linangan air mata Kim ajhusshi menggenang di pelupuk matanya, begitu juga Kim sunbae dan Jung seonsaengnim hanya mengurut pelan tulang hidungnya... merasa sedikit pusing.

"Jadi... apa janin itu... kita..." Kim sunbae berbicara dengan tersendat-sendat.

Jangan bilang kalau mereka ingin menggugurkan anak di dalam kandungan Sungmin, wah... itu kan dosa... jadi ingat yang dikatakan sepupuku Siwon hyung bahwa membunuh janin itu adalah dosa besar.

"Appa tidak bisa memetuskannya begitu saja, kita hanya bisa bersabar menunggu keputusan Minnie sendiri saat setelah ia sadar nanti" namja tertua di sini itu hanya mengusap wajahnya frustasi berulang-ulang kali. Kasihan juga sih mereka... tapi bagaimana lagi... sudah nasib.

Keheningan terjadi beberapa menit, bosan sekali... tapi tidak lucukan kalau aku mengeluarkan 'istri-ku' dan bermain games disaat keadaan yang sedang begini.

"Kim sajangnim... saya rasanya harus kambali kesekolah, saya tidak bisa berlama-lama meninggalkan ruang kesehatan... dan untuk Jaejoong kau bisa tetap tinggal nanti akan aku izinkan dengan songsaenim disekolah, Kyuhyun ayo kita pergi... kami permisi dulu sajangnim" pamit Jung seonsaengnim membungkuk hormat. Aku pun berdiri membungkuk hormat dan mengikuti langkah Jung seonsaengnim menuju tempat parkir.

.

SUNGMIN POV

"UKH..."

Kepala ku sakit... pusing, ada apa ini?.

Eh... bau obat-obatan... apa Minnie di rumah sakit?.

"Minnie-ah... kau sudah sadar?" tanya seseorang di sebelahku, siapa itu... pandanganku masih buram. Oh... ternyata Jae hyung.

"Umm... hyung, ada apa ini?" tanyaku bingung, ku lihat sesekeliling ruangan ini, di sofa yang tersandar di dinding terlihat Kim ajusshi tertidur pulas bersama dengan Hyun hyung.

"ah... sudah, jangan dipikirkan... kau istirahat saja lagi... aku akan panggilkan dokter"ucap Jae hyung mengelus rambutku, sungguh hyung yang penyayang.

.

Jae hyung pergi menemui dokter, tinggal aku sendiri di sini... Kim ajusshi dan Hyun hyung enak tidur... Minnie kan takut sendiri di ruang redup ini... Apa hari sudah malam?

Um... ada apa dengan Minnie ya?, perut Minnie sakit sekali tadi... seperti digiling sesuatu.

"ah... annyeong Sungmin-ssi... waeyo ada yang sakit lagi?" tanya seonsaengnim sambil memeriksa jalannya cairan infus beserta denyut nadiku. Eh... kapan seonsaengnim masuk?... ah, biarlah... tapi... Hehehehe... waktu benda bulat yang terhubung ke telinga dokter menyentuh dada Minnie, Minnie jadi kegelian karena dingin... brrrr...

"aniya seonsaengnim, Minnie baik-baik saja hanya sedikit pusing..."

"Oh... itu tidak apa-apa, hal itu biasa... Minnie kan tidur sampai 11 jam lho!"

"Eh... Minnie tidur selama itu?!, eh... Jae hyung... Kim ajhumma mana? Minnie tidak melihatnya..."

"Oh... eomma lagi di rumah sedang istirahat... bosok mungkin dia akan ke sini untuk menemanani Minnie".

"Nah... keadaan Minnie cukup baik untuk sekarang, Minnie istirahat saja ne... besok kalau keadaan Minnie benar-benar baik Minnie sudah boleh pulang" jelas seonsaengnim, yeyyy... Minnie bisa pulang besok.

.

AUTHOR POV

KEESOKKAN PAGI HARINYA...

"Humm... keadaan Minnie pagi ini sangat baik, jadi Minnie boleh pulang tapi dengan syarat Minnie harus rajin minum vitamin ini, dan jangan kerja terlalu berat ne? Dan kalau terjadi apa-apa Minnie langsung ke rumah sakit, mengerti?" jelas seonsaengnim, Minnie hanya tersenyum mengangguk setuju.

Sebenarnya pihak keluarga Kim sepakat, biarlah mereka saya yang memberitahukan perihal kehamilan ini pada Sungmin. Seonsaengnim pun tidak bisa menentang, ini kepetusan keluarga jadi dia tidak punya hak tentang hal ini.

Waktu pulang ke rumah pun Kim ajhumma hanya berdiam diri. Kim ajusshi yang menyetir mobil pun menatap lurus jauh ke dapan dengan banyak kata-kata kusut yang ingin dia rangkaikan di dalam kepalanya... bagaimana kiranya kata yang tempat memberitahukan pada Sungmin prihal kehamilannya. Kim jaejoong dan Kim hyun joong tetap berada di rumah untuk menyambut kedatangan Sungmin.

.

Keadaan suasana di ruang tamu ini sedikit mencekam dan berhawa dingin. Tidak ada sepatah kata pun yang keluar dari tiap-tiap mulut mereka. Sungmin yang bingung hanya celingak-celinguk melihat wajah-wajah keruh keluarga angkatnya ini.

"Uhmm.. Minnie, kami ingin mengatakan sesuatu padamu..." deham Hyun joong memulai pembicaraan ini. Kim ajhussi yang belum siap hanya berdenyit kaget.

Sebagai kepala keluarga sudah jadi tanggung jawab Kim ajhusshi untuk menjelaskan situasi yang canggung ini. Kim ajhumma hanya duduk tertunduk di sebelah suaminya. Kim Jaejoong dan Hyun joong duduk di kiri dan kanannya Sungmin yang berhadapan dengan tetua keluarga Kim tersebut.

"Sungmin... ada yang ingin ajusshi bicarakan perihal sakitmu semalam... uhhh... begini... kata seonsaengnim... ano... kau hamil..." jelas Kim ajhussi, makin lama suaranya makin mengecil terkait di tenggorokkannya. Apa kalian bisa mendengarnya?.

"MOOOO... Minnie HAMIL?" hum... sepertinya Sungmin mendengarnya dengan jelas. Wajah Sungmin terlihat terkejut... sangat terkejut. Jaejoong yang ada di sebelahnya hanya merengkuh bahu namja imut itu. Suasana di ruangan ini pun terlihat panik... kira-kira bagaimana akan tanggapan Sungmin.

"Ano... ano... kalau Minnie mau kita bisa membesarkan anak Minnie itu di sini, bersama-sama..." jelas Jaejoong cepat.

"Kalau kau keberatan kita bisa meng-aborsi-nya... secepatnya... sebelum usia kandunganmu tua..." ucap hyun joong dingin, dengan memperbaiki bingkai kacamatanya yang agak terturun di hidungnya yang mancung.

Sungguh kakak-adik yang memiliki sifat yang berlawanan.

"Apa ini anak ajhussi yang memperkosa Minnie itu?" dengan polos Sungmin bertanya, air mata di pelupuk pun jatuh mengalir di pipinya.

"Minnie... Minnie... Minnie... tidak... Minnie tidak mau..." ucap Sungmin terbata-bata.

.

TBC

YUPS... ITU DIA...

CHAPTER 4 INNOCENT LIFE

KYUHYUN SUDAH KELUAR... SILAHKAN DIKEROYOK MASSA...

TAPI JANGAN KEJAM-KEJAM

DIA MASIH ADA PEMOTRETAN..^^b

TERIMA KASIH SEMUANYA !

OH YA! CHAPTER 5 ADA ADEGAN NC-RAPE

SO~ PARA READERS TERCINTA BAIK YANG ITU MAU BERSUARA DENGAN REVIEWS ATAU TIDAK MOHON DUKUNGAN DAN DOA'NYA... MOGA-MOGA IDE-IDE BAGUS DARI AUTHOR DAPAT KELUAR UNTUK NIH STORY...

ANONYMOUS JUGA DAH BISA REVIEW KOK^^B

KEMAREN SETTINGNYA SALAH^^ MIANHE…

TUK SILENT READERS !

BAGAIMANA BAGUS GAK?

^0^ hehehehe...

SUNGMIN DIBIKIN GUGURIN JANIN NYA ATO ENGGAK NIH?

ANAK HASIL PERKOSAAN NOH... (silahkan putuskan bersama)^^b

.

Fiuh~ capek... punggung Author jadi encok...

Ya udah deh si Author permisi dulu ya?, mo beli koyok dan lanjutin lagi ne FF

Pay... Pay...

SEMUA

C U IN THE NEXT CHAPTER ^3^