Pluto masih mampu menghindari serangan tersebut. tapi Naruto tidak tinggal diam, dirinya melakukan sapuan bawah dengan kaki kanannya yang bebas dan berhasil membuat Pluto kehilangan keseimbangannya. Tak sampai disitu belum sempat Grim Reaper itu jatuh dengan sempurna, Naruto sedikit melompat. Kaki kanannya ia resapi dengan Holy Power dalam jumlah besar sehingga memancarkan cahaya yang cukrup terang. Dalam sekali lewat pemuda perwujudan malaikat itu mendaratkan tendangan keras di rahang yang membuat Pluto terpental jauh ke belakang.

Flash!

Tapi entah mengapa Naruto malah melompat jauh ke belakang sembari membuat kuda-kuda aneh yang tidak cocok dengan gaya bertarung jarak dekat. 'Aku mohon izinkan aku menggunakan ini.' Batin Naruto. Tiba-tiba pedang bermata tombak ganda itu menipis dan memanjang. Merubah bentuknya menjadi sebuah busur perak yang memancarkan aura suci kuat.

"I'am The Bone of My Sword" Dengan tarikan tangan kiri yang terbalut sarung tangan hitam, Naruto menarik sebuah anak panah perak berbentuk spiral yang tercipta dari pedang gandanya. Ledakan energi tercipta di sekitar tubuh Naruto meretakan trotoar jalan yang ada di sekitarnya.

"Caladbolg!"

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Knight of The Embodiment Angels.

.

.
Disclaimer's : Naruto - Masashi Kishimoto and High School DxD - Ichie Ishibumie.

Summery : Kau adalah yang pertama yang mampu membuat ku merasakan apa itu kasih sayang, kau juga yang mampu membuat ku merasa nyaman saat berada di dekat mu tapi andai kau tahu makhluk apa aku sebenarnya aku takut kau akan menjauhi ku, kau akan meninggalkan ku dan pergi jauh dari hidup ku untuk selamannya! tapi aku bersyukur andai kami-sama tidak memberiku kesempatan kedua aku tidak mungkin mengenal mu dan merasakan semua ini!

Warning : Strong! Naru BUT NOT Godlike!, Emotionless(Gue gx janji), Little bit Dark, Crack Pair, Violance, Adult Theme, No OC, OOC, Typo(s), Miss Typo(s), AU.

Rate : [M]

[Dikutip dari Light Novel High School DxD jilid/volume 18 : Kau yang satu-satunya menyerupai "Tuhan'' diantara ke-tiga belas dari-NYA. Bahkan jika itu merupakan seorang Tuhan palsu]

.

Chapter 4 - Maaf

.

XXXXXXXXXXX

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

XXX Knight of The Embodiment Angels XXX

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Diam berarti tak bergerak atau'pun berbicara namun diam tidak berarti tak merasakan sesuatu atau'pun tidak mengamati. Terkadang diam menjadi satu-satunya cara agar dapat mengerti sesuatu, bukan karena tak memiliki argumen untuk bersuara atau tak bisa menjawab sebuah pertanyaan tetapi diam adalah satu dari beberapa cara agar tetap fokus mengamati keadaan sekitar.

Naruto tetap diam tak bergeming, tatapanya fokus ke depan, busur pada genggaman tangan kanannya tidak sama sekali mengendur, diiringi aura suci yang bergerak tenang di sekujur tubuh yang kapan saja siap untuk di lepaskan dan menghancurkan musuhnya. Naruto yakin, Grim Reaper kelas legend bernama Pluto itu tidak akan mudah dikalahkan hanya dengan satu seranga berlevel menengah miliknya.

"sasasasa. Serangan yang mengerikan! Hampir saja diri ini mati jika tidak bisa menghindarinya. Sasasasa." Bohong jika Pluto mati hanya dengan serangan tersebut. Naruto tahu itu dan hal yang dikatakan Pluto hanyalah sebagai profokasi agar Naruto tersulut emosi. akan tetapi nyatanya semua itu hanya dianggap angin berlalu bagi Naruto. Dirinya tetap tenang dan senantiasa menunggu, menunggu terjadinya celah untuk kembali menyerang.

"Pergilah Pluto. Aku tidak ingin membuat anggota Team DxD menungguku terlalu lama."

"Cih! Sombong sekali kau Naruto! Jangan fikir diri ini akan pergi sebelum menyelesaikan tugas dari Hades-sama! Apa lagi menurutimu."

Naruto memejamkan matan, busur perak dalam genggamanya ia biarkan terurai menjadi partikel-partikel cahaya. "Kalau itu jawabanmu... Apa boleh buat? Sepertinya aku harus benar-benar serius." Sebenarnya ia sudah muak dengan semua ini namun berkat hati sucinya Naruto tetap mencoba untuk tidak bertarung dan senantiasa menunggu agar Pluto pergi sendiri dari hadapannya, tapi... Sekarang bukanlah waktu yang tepat untuk bersabar karena lima belas menit lagi akan ada misi pertamanya dalam Team DxD.

"Jangan salahkan aku jika kau tak bisa lagi pulang ke hadapan tuanmu." Tangan kiri yang terbungkus sarung tangan kulit milik Naruto memancarkan aura jahat penuh akan isyarat kehancuran, berbalik dengan sifat aura alaminya yang notabene adalah kekuatan suci.

"Demon King Hand : Kai."

Hancur... Satu kata mewakili kerusakan, satu kata pembawa kematian dan satu kata yang dapat mengisyaratkan kesedihan. Kekuatan penuh kutukan yang dapat menghancurkan segalanya meledak hebat dari tangan kiri Naruto. Kini... Tangan kiri pemuda perwakilan surga itu tidak terbungkus lagi oleh sarung tangan kulit hitam yang senantiasa menemaninya setiap saat.

Kuku-kuku runcing setajam silet dan sekeras baja membingkai jari-jari kekar tak terbungkus kulit hanya ada rangkaian tulang, urat, otot, dan tendon pada tangan kiri Naruto yang memiliki ukuran lima kali lebih besar dari ukuran tangan orang dewasa.

Wujud asli dari tangan kiri itu kini terungkap!

"Saa... Sekarang terimalah ajalmu Pluto."

Flash!

Secepat kilat Naruto telah berada di depan Pluto dan menggunakan tangan kirinya untuk meremukan wajah Pluto. Namun reflek sebagai Grim Reaper senior yang tidak dapat diremehkan milik Pluto, berhasil menangkis serangan itu dengan Sabit raksasanya. "Sasasasa, jangan bodoh Naru_"

Krak!

Clank!

Dalam satu kali cengkraman, Sabit besar sang Grim Reaper hancur berkeping-keping bahkan saking dahsyatnya kekuatan tangan kiri Naruto aspal beton yang menjadi pijakan keduanya remuk layaknya kaca pecah. "A-apa-apaan kekuatanmu itu Bajing_"

Blarr!

"Kau yang terlalu meremehkan musuhmu Pluto. Ufufufu." Entah sadar atau tidak, sifat Naruto yang sebelumnya kalem dan jarang sekali menunjukan emosinya kini berbalik 360 drajat dari semestinya. Sifat sadis mulai terasa dari Naruto dan itu semua terbukti adanya ketika pemuda penjelmaan Malaikat itu meremas kepala Pluto hingga pecah.

Cairan otak berhamburan membasahi dinginya aspal keras yang kini telah rusak disana-sini. Darah segar berceceran melumuri [Tangan Raja Iblis] selayaknya selai strowbery.

Slaph~

"Uhwahahaha~ Gyahahahaha~."

Tidak sampai hanya disitu kengerian atas sifat sadis Naruto masih berlanjut dan kini pemuda itu mematahkan seluruh tulang-tulang bangkai Pluto. Mulai dari tulang leher yang di remukan, tulang rusuk yang dicabut dari tulang punggung, tulang kaki yang dicabut dari sendinya dan menarik paksa tulang punggung sampai putus menjadi dua.

Deg!

"Ukh~." Naruto terjelembab tiba-tiba saja kepalanya terasa sangat sakit! Bayang-bayang dari ribuan kegelapan menghantui isi kepalanya. Rasa sedih, kecewa, sakit dan kesepian bercampur dan menggrayangi hatinya. Ini adalah rasa yang benar-benar menyakitkan bagi Naruto sampai tak terasa airmata mengalir deras dari kedua iris biru bekunya. Kenangan masa lalu yang sengaja ia segel sejak zaman dulu kembali terbuka seiring dibukanya [Tangan Raja Iblis]

"Ti-tidak! jangan pergi... Aku mohon jangan pergi." Tanpa Naruto sadari ia kembali mengingat kenangan masa lalu tentang sesosok gadis berparas cantik yang pernah mewarnai hidupnya, memberikan kasih sayang tulus kepadanya dan selalu ada dalam suka mau'pun duka. Namun... Itu semua hanyalah khayalan belaka karena gadis itu telah pergi, dan rela kehilangan eksistensinya demi menyelamatkan Naruto.

"Na-naruk_."

"Aku tahu, cepat atau lambat kau akan lepas kendali lagi Naruto-kun." Naruto tak dapat melanjutkan ucapanya ketika sebuah suara lembut nan merdu terdengar dari langit. Pemuda itu menyilangkan kedua lenganya di depan wajah saat cahaya emas sangat menyilaukan, begitu suci dan meneduhkan sudah berada di hadapanya. "Tenanglah Naruto-kun, aku mengerti seluruh penderitaanmu."

"Ga-gabriel?" Gadis cantik berparas mulia penuh kehormatan yang tidak dapat ditandingi oleh gadis mana'pun, berdiri sopan dengan enam pasang sayap emas berkilau dari punggungnya. Senyum lembut menghiasi wajahnya yang menambah kesan sempurna seorang tuan putri dari Surga, begitu menawan dan memabukan namun terkesan sukar untuk ditahlukan karena aura kehormata tinggi yang mengelilingi tubuh bak model kelas satu milik sang Archangel.

"Naruto-kun... Aku akan kembali membantumu menyegel [Demon King Hand] agar kutukan itu tidak lagi mempengaruhimu." Dengan gerak tertatih Naruto mulai bangkit. Beruntung Gabriel datang dan langsung menyirnakan energi negatif dengan api penyuciannya, jika tidak... Mungkin Naruto tidak akan mampu untuk meredam kekuatan tangan kirinya yang mulai lepas kendali.

"Tidak Gabriel meski'pun kau membantuku menyegelnya kembali, kutukan ini akan tetap aktif."

"Apa maksudmu Naruto-kun?"

" Kutukan ini sudah 70% menelan tubuhku."

"Ja-jadi maksud ucapamumu itu... Kamu sudah_." Gabriel tak sanggup untuk melanjutkan ucapannya. Di balik kekuatan maha dahsyat milik gadis suci itu tersimpan hati lembut nan rapuh yang dengan mudahnya merasakan kesedih, apa lagi jika kabar itu datang dari pria yang telah lama mengenalnya dan memahaminya dirinya? Tentu saja semua itu benar-benar membuat Gabriel sedih.

Sejujurnya Gabriel tidak ingin mempercayai ucapan Naruto. Namun... Gabriel tahu bahwa pria pemilik Tangan Raja Iblis itu tidak mungkin akan membohonginya.

"Ke-kenapa... Hikz... Kenapa Naruto-kun menyembunyikan ini semua dariku?" Naruto berjalan mendekati sang Archangel. Ketika jarak keduanya sudah sangat tipis, dengan gerakan lembut Naruto meletakan telapak tangan kanannya di pipi Gabriel. Ibu jari kekar itu mencoba untuk menghapus jejak-jejak liquid bening kesedihan yang mengalir liar di atas pipi mulus bak porselen milik sang Tuan Putry Surga.

"Aku hanya tidak ingin menambah kesedihanmu Gabriel." Senyum lembut yang jarang sekali terlihat kini menampakkan pesonanya di bibir Naruto. "Aku tahu... Setelah 'Ayah' tiada, kamu benar-benar merasa terpukul dan defresi. Maka karena itulah aku tidak mau kamu bertambah sedih dengan mengetahui kutukan yang aku terima dalam Great War sudah menelan separuh tubuhku."

"Bo-bodoh! Sejak dulu kamu selalu saja mementingkan perasaan orang lain tanpa memperdulikan prasaanmu sendiri!" Gabriel mendongak agar dapat melihat wajah Naruto, kedua bola mata biru indah miliknya berkaca-kaca dengan air mata yang masih mengalir deras. "Si-sifatmu itu benar-benar membuatku frustasi Naruto! Kamu benar-benar egois_hmpp."

Jari telunjuk Naruto secepat mungkin membungkam bibir tipis sang gadis suci. Memberi isyarat agar tidak ada lagi, satupun kata menyakitkan yang perlu dikeluarkan oleh sang pemiliknya.

"Ssstttt... Gabriel maafkan aku. Mungkin aku memang egois tapi semua ini aku lakukan demi dirimu." Spontan Naruto memeluk tubuh Gabriel, membenamkan wajah cantik gadis Surga itu kedalam dada bidang miliknya.

Gabriel membeku tak dapat menjawab pernyataan pria di hadapannya karena sirkuit pada otaknya tiba-tiba saja terhenti saat ia merasakan tubuhnya telah berada dalam dekapan Naruto.

Rasa hangat aneh menjalar di sekujur tubuhnya, begitu nyaman dan meneduhkan di dalam hati. Rasa sedih yang sejak tadi menghantui hatinya terganti oleh rasa hangat yang menyejukan. Ingin rasanya Gabriel selalu merasakan sensasi memabukkan yang sudah sejak lama ia rindukan ini namun... Gabriel tak bisa karena itu semua mustahil! Mana mungkin Naruto akan memeluknya selamanya? Itu hanyalah angan-angan bodoh. Lagi pula Gabriel tahu, jika hati pria yang memeluknya ini sudah terisi oleh seorang gadis yang lebih sempurna dari dirinya.

Tapi... Untuk saat ini, Gabriel akan menggunakan waktu kebersama mereka sebaik-baiknya dan menikmati setiap detik berharga yang bisa ia lewati bersama Naruto. "Arigatou Naruto-kun."

Tanpa mereka berdua sadari tangan kiri Naruto telah kembali pulih terbungkus sarung tangan hitam yang senantiasa menutupi wujud asli [Tangan Raja Iblis].

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

XXX Knight of The Embodiment Angels XXX

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Terbang melintasi gelapnya langit malam bertabur bintang dan rembulan, Team DxD tengah melaksanakan misi pengawalan Dewa Odin, dalam rangka membahas masalah Diplomasi antara Dewa Norse dan Dewa Shinto yang akan dilaksanakan di puncak gunung Fuji.

Team anti-terorisme DxD bergerak dalam dua kelompok kecil beranggotakan 4-5 orang dalam setiap kelompoknya. Kelompok A dipimpin oleh Azazel beranggotakan; Ise, Kiba, Akeno, dan Rossweiss. Sedangkan kelompok B yang di ketuai oleh Rias Gremory beranggotakan Asia, Koneko, Gasper, dan Angel Irina berada di dalam kereta kuda bersama Odin.

"Azazel-sensei kenapa Naruto belum juga datang?" Ise dalam mode Balance Breakernya terbang menggunakan sayap Naga merah bertanya kepada Azazel.

"Entahlah Ise, aku juga tidak tahu kenapa Naruto sampai terlambat."

"Semoga saja tidak terjadi sesuatu kepada Naruto." Ise diam tak menjawab. Ia merasa aneh dengan tingkah Naruto akhir-akhir ini, tidak biasanya Naruto datang terlambat karena Ise sangat mengenal sifat tepat waktu milik Naruto entah itu dalam urusan sekolah atau'pun pekerjaan pemuda yang telah Ise anggap sahabatnya itu, sangatlah tepat waktu dan disiplin. Jadi... Aneh rasanya jika sekarang Naruto datang terlambat apa lagi sampai seterlambat ini.

Sluuuush!

Tiba-tiba suasana teduh nan menenangkan malam ini berganti menjadi sangat mencekam, angin sejuk yang berhembus sepoi-sepoi... Kini mengamuk, langit malam bertabur bintang yang sejak tadi memanjakan mata... Sekarang menghilang meninggalkan langit malam yang kini berubah menjadi gelap gulita. Kegelapan tak wajar yang akan membuatmu merasa takut akan kegelapan itu sendiri.

"Semuanya bertahan!"

Blaaar!

Ledakan hebat terjadi begitu cepat, andai saja Azazel tidak memiliki insting tajam untuk memberi arahan sekaligus menciptakan sihir pelindungan, mungkin dirinya telah mati terpanggang oleh meteor api yang tiba-tiba saja datang menyerang. "Team A! Lindungi kereta Odin!"

"Ha'i Sensei!" Seluruh anggota Team A mengambil langkah sigap setelah menerima perintah dari Azazel. Kiba Yuuto dan Hyoudou Issei bergerak cepat menuju posisi yang telah direncanakan. Mereka menjaga pintu masuk kereta bagian kiri dan kanan agar akses keluar-masuk dapat terpantau dengan jelas.

"Ise-kun!" Ise mengangguk menanggapi maksud Kiba, setelah itu Boosted Gear menggandakan Boost menjadi berkali-kali lipat untuk mensuplay power pemiliknya. Bendar merah terlihat jelas pada tangan kiri Ise dan detik berikutnya sang Sekiryuutei menembakan Dragon Shoot tepat menargetkan sebuah meteor api yang terlihat jelas di kejauhan.

Blaaaar!

Meteor api itu musnah dalam sekali serang namun di balik meteor api yang telah lenyap itu datang lagi lima meteor api lebih kecil dari sebelumnya.

"Serahkan ini padaku." Rossweisse maju ke depan menghampiri kelima meteor api tersebut. Lima lingkaran sihir unik tercipta di hadapan sang gadis platinum dengan satu kali ucapan mantra khas bangsa Norse, jutaan partikel es melesat dari dalam lingkaran sihir membekukan seluruh meteor api yang hanya berjarak kurang dari dua puluh meter dari tempat sang gadis Valkry.

"khukhukhukhu~ menarik ini benar-benar menarik!" Semua orang memalingkan direksi pandanganya ke satu arah, menelaah sebuah suara yang mungkin dalang dari penyerangan tersebut.

"Loki." Azazel berdesis geram saat mengetahui siapa pemilik suara menjengkelkan tersebut. Tidak jauh dari tempat Team DxD melayang terlihat sesosok pria berarmor khas bangsa Norse, wajah yang memang sudah dari asalnya memuakan untuk dilihat itu bertambah tingkat memuakannya hingga batas maksimal, karena logat bicara abstur yang di gunakan sang Dewa ralat-Dewa jadi-jadian yang diangkat sebagai anak oleh Odin itu sangat menjengkelkan.

"Uhyakhukhukhu. Lama tak jumpa Malaikat sampah! Dan coba kita lihat? Apa-apaan kondisi ini? Kumpulan iblis laknat yang mengaku sebagai Team Anti-Terorisme? Ahahaha sebagai sampah Surga kalian benar-benar pintar membuat lelucon!"

"Cih, seperti biasa kau dan lidahmu itu begitu busuk seperti sampah, Loki."

Loki hanya menyeringai tanpa memperdulikan cemohan Azazel. Dewa dari Norse itu seakan terbiasa mendapat komentar pedas dalam hidupnya. "Yah... Tapi sepertinya kau dan juga anak buahmu itu mulai cukup terkenal di kalangan mitologi lain, Azazel."

"Tentu saja karena kami bukan sepertimu yang penuh dengan tipu muslihat dan kemunafikan." Lagi-lagi Azazel menjawab dengan pedas tapi sepertinya... Kali ini cemohan Azazel berhasil menyulut sedikit api emosi Loki, terbukti dari raut wajah dewa jadi-jadian itu yang mulai mengeras.

"Cih, kau naif sekali Azazel! Sampai-sampai menggunakan sebuah kalimat yang tidak pantas! Saat dirimu sendiri adalah seorang penghianat Surga."

"Aku memang penghianat taman Eden, namun tidak sepertimu yang tidak memiliki kehormatan untuk bertanggung jawab atas semua kesalahan."

"Ya ya ya! Mari kita sudahi saja perbincangan membosankan ini! Karena aku tidak bisa untuk menahan hasratku untuk membunuh orang tua sialan itu dan juga kau Azazel." Tanpa aba-aba atau gerakan berlebih Loki menciptakan puluhan lingkaran sihir, detik berikutnya puluhan bola api raksasa ditembakan dari dalam lingkaran sihir tersebut.

"Semuanya menghindar!" Azazel berteriak tanggap mengabil keputusan ia langsung masuk dalam mode Balance Breakernya. Armor [Dawnfall Dragon Another Armor] membungkus tubuh sang Da-tenshi menambah kekuatan, kecepatan dan ketahanannya menjadi berkali-kali lipat. "Ise, Kiba, Xenovia bantu aku menyerang Loki! Sisanya jaga Odin dan hancurkan semua serangan!"

"""Ha'i Sensei!"""

Ketiga anggota Team A terbang melesat mengikuti Azazel dari belakang. Azazel menciptakan ratusan tombak cahaya di sekelilingnya, dalam jarak kurang dari tiga puluh meter dari tempat Loki melayang Azazel meluncurkan serang tersebut. Tombak-tombak itu melesat hebat menghujan sang target tetapi Loki hanya diam menyeringai.

Blaaaar!

Ledakan hebat terjadi seluruh tombak cahaya meledak saat membentur dinding sihir pertahanan milik Loki namun serangan itu tidak sama sekali berpengaruh terhadap Loki karena sihir pertahanan milik Dewa itu begitu kuat bahkan retak'pun tidak.

"Ise!" seakan mengerti dengan isyarat Azazel, Ise menambah kecepatan terbangnya dan melesat mendahului Azazel.

[Boost] [Boost] [Boost] [Boost] [Boost].

"Ayo Ddraig!" Tangan kiri Ise mengepal kuat detik berikutnya aura naga menyelimuti kepalan tanganya menambah efek destruksip pada pukulan yang akan Ise lancarkan segera.

Brakh!

Ledakan udara bergemuruh saat bogem mentah milik Ise bertabrakan dengan dinding sihir pertahan Loki, memiliki mental baja Ise terus memaksa Boosted Gear untuk menambah kekuatnya secara maksimal namun tetap saja pukulan Ise tidak mampu menembus dinding pertahanan Loki.

"Holy Cannon!" Aura suci dalam jumlah gila di tembakan oleh Xenovia dari Durandal, untuk membantu Ise menghancurkan dinding pertahanan Loki namun... Lagi dan lagi semua itu menjadi sia-sia ketika pertahanan Loki sama sekali tidak tertembus.

"Hahahaha percuma! Semua serangan kalian tidak akan mampu menembus dinding pertahanan terkuatku!"

"Heh? Apa itu benar? Kalau begitu bagaimana dengan ini." Puluhan anak panah perak berkekuatan suci melesat dalam kecepatan cahaya, membombardir dinding pertahan Loki secara tiba-tiba.

Krak!

Raut wajah Loki mengeras saat sebuah retakan tercipta pada dinding sihir pertahanan miliknya, ia mengedarkan direksi pengelihatanya ke seluruh penjuru arah dan mendapati seorang pemuda melayang lebih tinggi darinya tanpa sayap seakan-akan pemuda itu sangat ringan, tengah melepaskan puluhan anak panah untuk terus menggempur. "Sial!"

Azazel diam membeku, ia sempat mengira bahwa apa yang dilihat oleh mata kepalanya sendiri adalah sebuah ilusi belaka, tapi ia sadar ini semua bukanlah ilusi setelah sepersekian detik serangan tersebut masih saja berlangsung. Itu... Adalah serangan yang sangat familiar bagi Azazel, walaupun sudah ribuan tahun berlalu pasca Great War berlangsung namun dirinya masih ingat betul siapa pemilik serangan tersebut.

Blaaaaar!

Untuk pertama kali sejak awal dilangsungkannya serangan baru kali ini ada serangan yang berhasil menghancurkan dinding pertahanan Loki. "Kerja bagus Naruto!" Ise bersorak gembira sembari merangkul bahu Naruto, sakin gembiranya Ise lupa bahwa serangan Naruto yang berhasil menghancurkan dinding pertahanan itu hanya sampai sebatas pada penghalang bukan target utama.

"Seranga itu berasal dari Naruto? Berarti dia adalah..."

"Cih! Ternyata ada juga yang mampu menembus pertahananku. Menarik ukhkhukhukhu ini semakin menarik kalau begitu aku izinkan kalian untuk bermain dengan peliharaanku. Fenrir!"

Auuuuuuuummmm!

Auman srigala mengawali terjadinya distorsi udara, hanya dengan mendengarkan suara binatang buas itu saja dapat membuat bulu kuduk berdiri ketakutan. Suasana mencekam perlahan menyelimuti area sekitar, diikuti Killing Intens yang mengalir liar menyelimuti tubuh monster srigala berbulu perak dengan taring dan cakar super tajam yang mampu membunuh dalam sekali serang meski'pun itu Tuhan.

"Ti-tidak mungkin! Itu Fenrir."

"A-ano Buchou... Siapa itu Fenrir?"

"Dengarkan baik-baik Ise, Fenrir adalah monster Srigala ciptaan Loki yang lebih kuat dari pada Loki itu sendiri. Binatang itu dilengkapi dengan taring dan cakar yang sangat berbahaya dan julukan Fenrir adalah Taring Pembunuh Tuhan."

"Pe-pembunuh Tuhan? Kau tidak bercandakan Azazel-sensei?"

"Yare yare untuk apa aku berbohong Ise?"

Kraaank!

"Ano, minna-san." Seluruh Team DxD yang kini telah bergabung mengalihkan direksi pengelihatan mereka ke satu arah, yaitu sumber suara dari benturan logam yang memekik telinga.

"Bisakah kalian membantuku? Di sini agak merepotkanku."

Traank!

Sepasang falchion Kan-Dao, pedang atau golok China bernama Kansho dan Bakuya milik Naruto beradu sengit dengan cakar dan taring Fenrir. Dalam kecepatan dewa keduanya saling menyerang satu sama lain, tidak ada yang mau mengalah atau'pun menyerah.

Gatchiing!

Traaak!

Blaaaar!

Tiap kali keduanya bertemu pasti ledak udara menjadi efek dari serangan keduanya, namun nampaknya Naruto agak kewalahan menangkis setiap terkaman Fenrir yang memang memiliki kelas tempur lebih tinggi dari Naruto.

"Na-naruto mampu menyeimbangi Fenrir? Sebenarnya sekuat apa dia?" Rias berseru syok karena menururut buku yang ia baca kecepatan, serangan, akselerasi, dan kekuatan srigala pembunuh dewa itu berada dalam kelas yang jauh berbeda dengan makhluk supernatural manapun dan mungkin kekuatan Fenrir beberapa tingkat di bawah Ophis, karena kekuatan asli dari Fenrir setara dengan dua Heavenly Dragon sebelum jiwa mereka tersegel dalam Sacred Gear.

Tapi... Kenapa sekarang Naruto yang notabene adalah manusia_yang Rias tahu_biasa mampu menandingi Fenriri? Ini benar-benar aneh.

"Aku tahu kalian sedang memikirkan hal aneh tentang kebenaran Naruto, tapi akan lebih baik jika kita membantu anak baru itu melawan Fenrir!" Ucap Azazel bijak.

"Heh? Kalian mau membantu pemuda itu? Maaf saja karena aku tidak akan mengizinkan kalian!" Seluruh anggota Team DxD_kecuali Naruto_mengalihkan direksi pengelihatan mereka ke arah Loki dan detik berikutnya semua orang dibuat syok dengan apa yang merka lihat.

Tiba-tiba saja terjadi distorsi udara dari dalam lubang itu keluar sepuluh Naga bernama Mistgrogon sepananjan 15 meter. "Nah sekarang bermainlah kalian dengan ciptaanku yang sudah aku produksi masal! Tapi... Jangan sekali-kali kalian meremehkan mereka, walaupun Naga duplikat dari Mistgrogon ini diproduksi masal kekuatan mereka tetap seperti aslinya!"

"Cih sial kau Loki! Kau benar-benar licik. Minna berpencar!" Azazel kembali mengomandoi. Sejujurnya ia ingin membantu Naruto tapi jika keadaanya sudah seperti ini... Jangankan membantu mendekat saja tidak mungkin karena Naga-Naga duplikat itu tentu saja akan menghalangi.

"Dia kuat sekali."

Traaank!

Blaaar!

Naruto terpental jauh ke belakang akibat serangan Fenrir yang amat kuat dan tak mampu diblokir oleh Naruto. "Gawat jika begini terus aku bisa mati." jujur saja... Sebenarnya Naruto mampu menandingi Fenrir dengan melepas segel [Demon King Hand]. Namun ia sudah terlanjur berjanji kepada Gabriel untuk tidak menggunakan kekuatan itu lagi untuk waktu yang ditentukan.

"Baiklah aku akan menyerangnya dengan dua jarak berbeda." Naruto menyatukan Bakuya dan Kansho menjadi tombak bermata ganda. "I'am The Bone is My Sword." Rapalan mantra terlantun dari bibir Naruto, detik berikutnya tombak bermata ganda itu menipis dan merubah bentuknya menjadi busur panah spiral berkekuatan suci.

"Caladbolg." Anak panah spiral itu ditembakan oleh Naruto melesat dalam kecepatan cahaya menargetkan sang srigala.

Blaaar!

Ledakan hebat tercipta dari serangan itu namun Naruto dikejutkan oleh kehadiran Fenrir yang tiba-tiba telah berada di hadapanya, padahal Naruto sangat yakin bahwa serangannya tepat mengenai Fenrir.

Traank!

Naruto menahan taring-taring super kuat milik Fenrir dengan menghunuskan Kansho dan Bakuya. Menyeret ke dua pedang itu secepat yang ia bisa Naruto kembali menahan cakar Fenrir yang hampir saja menembus perutnya.

"Sial!" Lagi dan lagi keduanya kembali dalam pertarungan sengit! Bakuya dan Kansho mati-matian menahan dan menyerang cakar liar milik Fenrir.

Flash

Gompraaaank!

Fenrir berhasil melucuti Kansho dari genggaman Naruto dan langsung menebaskan cakar supernya untuk memengagal kepala sang target.

"Teritory." Pada waktu yang tepat, Naruto mengaktifkan salah satu pertahanan terkuatnya untuk memblok cakar Fenrir, tapi itu tidak berlangsung lama karena dinding hijau Teritory langsung hancur berkeping-keping.

Crash!

"Ukh."

Blaaar!

Sudah Jatuh tertimpa tangga itulah kata yang tepat untuk mewakili kondisi Naruto, baru saja terkena cakar Fenrir di pipinya Naruto yang belum sempat berdiri tegak terkena tembakan sihir tiba-tiba dari Loki.

"Hahahahaha Fenrir habisi pemuda itu!"

Auuuuummm!

Seakan mengerti perintah dari tuannya monster srigala itu mengaum buas sebagai tanda untuk menjawab perintah Loki. Killing Intens menguar hebat dari tubuh berbulu perak Fenrir, kuku cakar pada keempat kakinya memanjang sembari memancarkan kekuatan hebat.

Flash!

Secepat kilat Fenrir melesat dan sudah berada di hadapan Naruto

Crash!

"Ohok" Darah segar mengalir deras dari perut yang berlubang, Naruto memuntahkan banyak liquid kental berbau besi dan jatuh terkapar di tanah. Team DxD yang masih sibuk melawan Naga Misdrogon yang di produksi masal oleh Loki, langsung berlari menuju tempat Naruto. Melihat itu Loki tentu saja tidak tinggal diam, Dewa kelicikan itu menciptakan puluhan lingkaran sihir dan langsung membom-bardir Team DxD dengan meteor api miliknya.

"Mi-minna... Maafkan aku."

Flash!

"Half Dimension!"

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

To Be Continud. . . .

Halo berjumpa lagi dengan saya /('-')/ El. Maaf sebelumnya karena minggu ini saya mengupdate Fic ini sebagai pengganti update Fic The DxD yang belum selesai dan masih dalam tahap pengerjaan.

Semoga kalian tidak kecewa ya! #digampar

Ehm. Baiklah sepertinya saya tidak akan banyak bicara kali ini maka dari itu saya ucapkan... Review syukur gx review juga gpp :v yang penting asyik! Dan sampai berjumpa lagi di lain kesempatan!

Salam Anti-Mainstream!

Issue For Next Chapter - Aku yang sebenarnya.