How to be closer with Joshua Hong

Cast:

· Hong Jisoo

· Kim Minggyu

Genre:

Romance

Rated:

T

Length:

Oneshoot

Chapter 4

CUTE

Minggyu – Jisoo (MINSHUA)

Sudah beberapa hari ini pria kelahiran L.A amerika itu seperti menghindariku terus menerus, bahkan dia tidak menganggapku ada di dekatnya sekali pun itu hanya kami berdua. Entahlah sebenarnya apa yang salah, se-ingat ku tidak terjadi perdebatan yang serius diantara kami yang mengakibatkan pemuda bersurai dark brown itu menolak untuk berbicara dengan ku.

Bahkan dia akan terlihat kesal kalau member lain menanyakan prihal kerenggangan kami, hey siapa yang tidak menyadari kerenggangan kami kalau setiap aku mengajak hyung manis ku itu berbicara dia akan langsung mengabaikan ku dan pergi entah kemana membuatku frustasi.

Aku tidak bisa seperti ini terus, diabaikan oleh makhluk se-manis Hong Jisoo membuatku sesak nafas dan tidak bebas bergerak. Seperti gravitasiku tiba-tiba hilang membuatku terombang-ambing tanpa tujuan, dan demi perjuangan cinta ku yang berat ini aku benar benar tidak mau Jisoo pergi menjauh dariku barang sedetik saja.

Aku tau hyung manis ku itu sangat manis bahkan saking manisnya banyak member lain yang setidaknya aku tahu persis mereka menyimpan perasaan yang sama denganku padanya walau mereka tidak menunjukannya secara gamblang karena mengingat ia sudah memiliki hubungan dekat dengan salah satu member kami juga, ya siapa lagi kalau bukan pria bermarga Yoon ? tapi walau begitu aku tidak peduli, aku hanya ingin jisoo tahu bahwa aku juga memiliki perasaan yang lebih padanya walau kecil kemungkinan kalau ia akan membalas perasaanku.

Tapi gara-gara ia mengacuhkan ku hingga saat ini aku jadi sulit untuk dekat lagi dengannya dan membuatku berkali kali meremas rambutku sendiri frustasi. Ini lebih mengerikan daripada harus menonton film horor selama 24jam non stop.

CUTE

"Hyung"

"Hyung-ah"

"Shua Hyung"

"Jisoo Hyung"

"Jisoo-ah"

"Shut up mingyu"

Akhirnya suara lembut nan merdu itu terdengar juga, walau ada sedikit nada jengkel di sana namun itu membuat ku lega setidaknya aku tidak sepenuhnya di abaikan kan ?

"Jisoo hyung aku_"

"Soo kau sedang sibuk ?" ouh shit aku baru saja dapat kesempatan jadi bisakah tidak ada yang mengganggu ku sebentar saja ?

"Tidak, kenapa ?"

"Aku butuh bantuan mu, bisa kau ikut dengan ku ?" dan sungguh aku ingin sekali menarik lengan kurus itu dan membawanya pergi dari sana kalau bisa aku akan membawa jisoo pergi sejauh mungkin dari sini ke tempat yang hanya ada aku dan ia saja agar kebersamaan kami tidak pernah ada yang mengganggu.

"hm, baiklah" jisoo yang memang orangnya penurut atau entah apalah itu pasti akan dengan senang hati membantunya apalagi yang meminta bantuannya itu adalah Yoon Jeonghan arrgghhttt aku benar benar frustasi sekarang ini. Lihat lah walau pun ia masih menetralkan nafasnya setelah berlatih koreografi berjam-jam, jisoo dengan segera mengemasi barangnya bersiap untuk meninggalkan ruangan latihan dan kembali mengabaikan ku. Hyung aku tidak bisa seperti ini terus hyung, jangan abaikan aku.

"Ah, gyu kau juga sedang tidak ada kerjaan kan ?"

Aku tersentak sejenak mendengar penuturan pria yang lebih tua dari ku itu sampai akhirnya aku menggelengkan kepalaku, dan ia menunjukan senyum nya kata orang itu bagaikan malaikat, hey senyuman jisoo ku jelas lebih indah dari senyumannya, oppss.

"Kalau begitu kau juga bisa membantuku, ayo" wah bagai menang jekpot, senyumku tiba-tiba mengembang dan mungkin akan terlihat seperti orang idiot tapi masa bodo yang jelas aku bisa bersama jisoo hyung.

"Kenapa harus mengajaknya juga ? apa aku sendiri tidak bisa membantumu ?"

"Astaga soo, kau kenapa ? aku hanya berpikir kalau semakin banyak orang yang membantu akan semakin cepat selesai"

"Tapi kenapa harus dia sih ?"

"Loh memangnya kenapa ? member lain juga sedang sibuk dan hanya mingyu yang memiliki waktu senggang"

"Terserah"

"Jisoo hyung"

"Gyu sebenarnya kalian kenapa sih ?"

"Aku tidak tahu hyung"

"Tidak mungkin jisoo seperti itu jika kau tidak melakukan apapun padanya, aku tahu dia seperti apa"

"Astaga" aku mengerang frustasi sembari mengusap kasar mukaku dengan telapak tanganku, aku benar benar tidak mengerti dimana titik kesalahnya sampai sampai jisoo hyung benar-benar kesal padaku.

"Tenangkan dirimu, lalu pikirkan kembali apa kau pernah berkata yang menyinggung perasaannya atau tidak"

Aku tertegun mendadak memaksa kinerja otaku lebih bekerja keras untuk mengingat apa memang benar aku pernah menyinggung perasaannya dengan kata-kata ku ? tapi setahu ku beberapa hari yang lalu aku hanya bercanda dengannya dan tidak ada yang aneh dia malah tertawa mendengar semua candaan ku. Lalu apanya yang salah ?

Cukup lama aku berpikir, sampai akhirnya aku ingat kalau aku pernah bilang bahwa Jisoo sangat manis mengalahkan segala sesuatu yang manis di dunia ini.

"Kau pernah bilang sesuatu ?"

Suara jeonghan hyung menyadarkan ku dari masa berpikir ku yang mungkin cukup lama sehingga ia merasa bosan juga menunggu.

"Ya ku pikir aku pernah bilang sesuatu"

"Apa itu ?"

"Aku pernah bilang jika Jisoo hyung itu manis mengalahkan segala sesuatu yang terasa manis di dunia ini, saking manisnya bahkan nunna nunna cantik dan manis di luar sana kalah manis dengannya. Tapi apa itu bisa membuatnya marah ? padahal aku kan bermaksud memujinya"

"Ya ampun gyu, ku pikir apa ternyata hanya itu ?"

"Ya setahu ku hanya itu dan di hari selanjutnya dia selalu cemberut dan mengabaikan ku"

"Hahahahaha"

"Ya! Jeonghan hyung, ini bukan bercanda"

"Baiklah baiklah, aku tau kau juga menyukai Jisoo-ku dan jujur aku sempat iri dengan mu karena kau sepertinya sangat dekat dengan Jisoo, tapi melihat mu dan Jisoo-ku jadi seperti ini aku jadi tidak tega juga. Jadi aku beritahu satu hal padamu, ini sebagai tanda terimakasih ku untuk mu karena sudah menjaga jisoo-ku setidaknya membuat ia tertawa. Jisoo memang tidak suka dipanggil cute walau memang tingkahnya memang manis dan menggemaskan aku saja masih harus belajar mengontrol nafsuku kalau dia sudah bertingkah menggemaskan seperti itu, tapi ia berpikir kalau dia itu laki-laki juga jadi jika kau mau merayunya jangan samakan dengan merayu wanita oke"

What the ? jadi selama ini jeonghan hyung tau kalau aku selalu merayu jisoo hyung dan tau kalau aku juga punya perasaan padanya ? sepertinya aku ingin menghilang saja untuk sementara ini terlalu memalukan, seperti ketahuan selingkuh oleh pacar selingkuhan mu yang pada dasarnya memang seperti itu walau tidak bisa dikatakan selingkuh karena mungkin jisoo tidak membalas perasaan ku. Tapi rasanya jadi akward sekali -_-

"Oh dan satu lagi, minta maaf padanya sebelum dia benar-benar mengabaikan mu gyu, jika dia benar-benar mengabaikan mu kau jadi tidak bisa mencuri-curi untuk memeluknya lagi nanti bahkan berbicara padamu saja dia tidak mau, jisoo-ku memang seperti itu orangnya jika kau sudah mengenalnya lebih jauh kau pasti bisa meluluhkannya, tapi _"

"Tapi ?"

"Jelas aku tidak akan membiarkan mu sejauh itu asal kau tau, karena aku juga tidak mau kehilangan pria ter-manis ku. Nah jadi selama aku berbaik hati manfaatkan kesempatan ini dengan sebaik baiknya karena lain waktu sepertinya kita akan bersaing lebih ketat lagi"

Jeonghan memberikan senyumannya sebelum dia pergi, yah karena sudah terlanjur basah ya mandi saja sekalian kan ?

"Hati-hati hyung, Jisoo hyung mungkin saja akan berpaling darimu"

"Oke"

Persaingan ini memang tidak terlalu menegangkan karena kami menanggapinya serius namun masih saling mentolerir akan hal itu terlihat dari kekehan jeonghan hyung yang menanggapi perkataan ku barusan. Tapi sepertinya aku harus memperbaiki kesalahan ku dulu sebelum kita bisa bersaing ketat lagi.

CUTE

"Jisoo hyung" kulihat jisoo sedikit terkejut karena melihatku berada di tempat yang jarang didatangi orang lain selain ia sendiri tentunya, tapi jangan panggil aku Kim Mingyu jika tidak bisa menemukan jisoo-hyung.

"Jisoo hyung tunggu dulu" aku mulai mengejarnya ketika kulihat ia mulai bergegas menjauhi ku dan pergi dari rooftop.

Ku genggam pergelangan tangannya yang terasa selalu pas di genggamanku itu untuk menghentikan pergi sebelum aku meluruskan kesalahan ku.

"Lepas gyu" ujarnya lembut walau masih tersirat nada kesal di ucapannya, jisoo terus berusaha melepaskan tangannya namun aku tidak akan melepasnya semudah itu. Ku tarik lengannya dengan sekali hentakan sehingga membuat keseimbangan tubuhnya oleng dan menabrak tubuh besarku, ku dekap tubuh kecilnya yang pas didekapanku. Kini aku tau betapa sulitnya kehilangan seseorang yang sangat ku cintai.

"Gyu lepaskan aku"

"Diamlah hyung, atau aku akan menciummu saat ini juga, jika kau tidak mau diam"

Entah gretakan ku terlalu kaku atau mendominasi, tapi tubuh kecil itu mulai tenang dan tidak memberontak lagi dalam dekapan ku membuat senyumanku tiba-tiba mengembang, padahal aku lebih suka jika Jisoo kembali memberontak sehingga aku bisa mencium bibir kucingnya yang terlihat amat manis itu.

"Aku minta maaf sudah menyinggung perasaan mu hyung, aku tau aku lamban dalam menyadari hal sekecil itu, maaf kan aku hyung aku janji aku tidak akan mengulanginya lagi asalkan hyung jangan mengabaikan ku, kau tau hyung rasanya sakit ketika kau mengabaikan ku begitu saja, aku tidak bisa hidup kalau hyung mengabaikan ku seperti itu, kau segalanya untuk ku hyung makanya jangan mengabaikan ku. Aku mohon hyung maafkan aku"

Hening ...

Tidak ada kata-kata yang terlontar dari mulutku lagi dan balasan dari nya, mungkin jisoo hyung masih memikirkan perkataan ku makanya aku hanya bisa mengeratkan pelukanku pada tubuh kecilnya seakan aku tidak mau kehilangan sosok itu dari dekapanku.

"Bodoh"

"huh ?"

"Kim mingyu bodoh"

"Iya hyung aku memang bodoh, maafkan aku"

"Apa itu yang kau rasakan ?"

"Hm"

"Maaf juga karena sudah mengabaikan mu"

"Jadi ? hyung sudah memaafkan ku ? hyung sudah tidak marah lagi kan ? hyung tidak akan mengabaikan ku lagi kan ?"

Ku lihat wajah cantiknya yang berkali kali lipat cantiknya di terpa sinar matahari sore, ia tersenyum dan mengangguk dengan menggemaskan yang hampirnya membuatku kelepasan.

"Jangan mengulanginya lagi mengerti" ujarnya dengan nada yang di buat kesal.

"Baiklah hyung, aku tidak mau diabaikan selamanya oleh mu, bisa bisa akan ada surat kabar yang memberitakan kalau salah satu member seventeen masuk rumah sakit jiwa gara-gara frustasi"

"Ya! Kau berlebihan gyu"

"Aw itu sakit hyung jangan mencubitku"

"Rasakan memangnya enak, salah sendiri kan ?"

"Iya iya, mulai saat ini aku akan lebih belajar mengerti tentang dirimu hyung"

Ku usap pipi halusnya dengan ibu jariku sembari tersenyum dengan senyuman terbaikku, dan entah karena effek cahaya matahari sore atau apa aku seperti melihat semburat rona merah di pipinya yang membuatku semakin gemas saja.

"Wah hyung kau merona, astaga manisnya" godaku sembari mencubit kedua pipinya

"Ya!" sebelum ia melanjutkan entah itu cercaan atau apa aku beranikan untuk mengecup pipinya sekilas dan tersenyum padanya lalu berlari menjauh dari sana sebelum jisoo hyung mengamuk dan tubuhku manjadi merah karena terus terusan di cubitinya.

"Aku mencintai mu hyung"

"Dasar kim mingyu bodoh" aku berani bertaruh jisoo hyung pasti sedang memegang pipinya yang barus saja ku cium sambil tersenyum ah imutnya, sadarlah kim dia masih milik orang lain sadarlah.

Dan setelah hari itu, kami kembali dekat dan sepertinya jeonghan hyung harus kembali iri pada kedekatan kami melihat dia kembali overposesif pada Jisoo hyung, tapi toh aku tidak peduli pasti ada cara untuk mencuri kesempatan tenang saja ...

TBC