Author : Terima kasih atas dukungan para readers. Berkat kalian, aku semakin bersemangat membuat fic.
AceLu : Di chapter ini, pair kami cuma sedikit. Atau malah tidak ada.
ZoSan : Di chapter ini, kamilah yang menjadi peran utama. AceLu ada di chapter depan.
Author : Mohon dukungan kalian semuaaaaaa _
First Love in 2 Gank
Disclaimer : Eiichiro Oda
Rated : T
Genre : Romance/Humor
Pair : AceLu, Slight ZoSan
Don't Like Don't Read
-Chapter 3-
.
.
Kafetaria kampus.
Bersama geng Mugiwara dan geng Black Spade.
"CEPAT HABISI MAKANAN KALIAN KALAU TIDAK MAU MAKANAN ITU LENYAP!"
"SANJI, AKU TAMBAH LAGIIIIII!"
"AKU TAMBAH LOBSTERNYAAAAAA!"
"AKU MINTA SAKE!"
"SANJI, MANA PESANANKU?"
"AARRRGGGHHHH! SABAR SEDIKIT KENAPA? AKU JUGA BELUM MAKAN APA-APA DARI TADI!"
"GYAAAAAAAAA! KEMANA PERGINYA DAGINGKU?"
"HEY LUFFY! JANGAN SEENAKNYA MENGAMBIL MAKANANKU!"
"GOMEN USOPP, AKU MASIH LAPAR."
"KALIAN BISA TENANG SEDIKIT TIDAK?"
Terjadilah pertempuran merebutkan makanan di kafetaria kampus. Geng Mugiwara sangat ribut. Mereka semua terlihat seperti monster(kecuali Nami). Semua orang yang berada di kafetaria kampus hanya dapat sweatdrop melihat tingkah laku geng Mugiwara yang sangat tidak waras.
"Ya ampun. Ternyata mereka lebih heboh dari kita. Padahal ini Cuma waktu makan siang, kenapa bisa menjadi pesta besar. Apa mereka suka berpesta? Mereka makan banyak sekali." kata Marco.
"Terutama Luffy. Dia terlihat seperti monster. Dengan mudahnya dia melahap semua makanan seperti black hole." kata Sabo.
"Badan sekurus itu bisa makan dengan banyak? Dia juga tidak pernah gendut. Muatan perutnya sebesar apa?" tanya Ace. Merasa heran dengan muatan perut Luffy.
"Bukannya kau sama seperti dia."
"Tapi aku masih mendingan daripada dia."
"Hey Ace. Kenapa kau tidak makan bekalmu?" tanya Sabo heran. Tumben sekali. Biasanya Ace selalu menghabiskan makanannya dalam sekejap. Biasanya dia marah jika tidak dapat kesempatan makan. Tapi sekarang, dia tidak mau menyentuh makanannya sedikitpun.
"Haaahh. Gara-gara melihat cara makan mereka semua, nafsu makanku jadi hilang." jawab Ace sambil menghela nafasnya.
"Kau benar juga. Nafsu makanku mendadak hilang ketika mereka makan."
Ace, Sabo, dan Marco hanya dapat diam meihat geng Mugiwara yang tengah menjeritkan ratusan pesanan sesuka hati. Terutama Luffy. Pemuda berambut raven itu begitu antusias. Dengan memesan ribuan porsi daging dan mencuri semua makanan teman-temannya. Nami hanya dapat menggeleng miris dengan tingkah laku Luffy. Usopp yang malang harus merelakan dagingnya yang selalu dicuri Luffy.
"Rasakan bumbu pedas tabascho boshi ini Luffy." kata Usopp sambil memberikan saus cabe ke dagingnya. Dia tahu Luffy pasti bakal mencurinya.
Ketika Luffy mencuri dagingnya dan memakannya, dia...
"GYAAAAAA! PEDAAAASSSSSS!" teriak Luffy sambil mengeluarkan api. Mukanya sangat merah.
"HAHAHAHA, RASAKAN JURUS TABASCHO BOSHI-KU!" kata Usopp sangat bahagia. Ternyata si pinokio ini suka melihat orang menderita rupanya.
"APA-APAAN KAU USOPP? MENARUH SAUS CABE DI DAGINGKU!" teriak Luffy kesal. Sepertinya sangat kepedasan. Dia sampai nangis.
"SALAHMU SENDIRI SUKA MENCURI MAKANAN ORANG LAIN! DAN LAGI ITU DAGINGKU, BUKAN DAGINGMU!"
"HUWAAAAAA! PEDAS SEKALIIIIIIII!"
'Ya ampun. Apa-apaan ini? Ramai banget.' pikir semua orang yang dari tadi sweatdrop. Sekarang malah doublesweatdrop. Yup, keramaian tidak pernah meninggalkan geng Mugiwara.
Tiba-tiba saja Usopp naik ke atas meja sambil memegang radio dan mic(WHOT? DARIMANA DIA MENDAPATKANNYA? Entahlah. Author sendiri tidak tahu.).
"AYO SEMUANYA! JANGAN DIAM SAJA! MARI KITA NYANYIKAN LAGU DARI GENG MUGIWARA." kata Usopp kemudian menyalakan musik.
"SATU...DUA...TIGA..."
"FAMILY"
"Shiriai ja nakute...
tomodachi ja nakute.
Oretachi wa Family.
(umi ni deru kagiri).
Shinseki ja nakute...
kyoudai ja nai.
Oretachi wa Family."
Geng Mugiwara mulai menyanyi. Luffy dan Usopp naik ke atas meja dan melakukan tarian 'tidak tahu'. Yang penting mereka memasukkan sumpit ke hidung mereka. Orang-orang yang melihat kekonyolan mereka berdua mendadak tertawa histeris. Ace dan temannya juga ikut tertawa.
"AYO KITA PESTAAAAA!"
Akhirnya semua orang berpesta. Suasana di kafetaria kampus menjadi lebih ramai lagi. Orang-orang yang mendengar keributan di kafetaria kampus langsung berdatangan dan ikut berpesta. Jam istirahat yang tenang berubah menjadi pesta yang sangat meriah.
Dimana ada geng Mugiwara, disitulah ada pesta.
Setidaknya seperti itu kesimpulan dari author.
Bel telah berbunyi.
Para mahasiswa segera pergi ke kelasnya masing-masing.
Di lorong.
Geng Mugiwara dan geng Black Spade berjalan bersama.
"Tidak kusangka bakal jadi pesta yang sangat meriah." kata Marco. Yang merasa heran pada dirinya sendiri karena tadi ikut-ikutan nyanyi bersama Luffy dan yang lain.
"Shishishi. Itulah kami, tiada hari tanpa pesta." Jawab Luffy bangga.
"Hey Luffy. Uang kita sudah mulai habis. Kalau begini terus kita bisa bangkrut."
"Apa? Kenapa bisa begitu? Hey, sebagai ketua geng, aku menasehati kalian untuk tidak meboroskan uang dan menggunakan uang secara bijaksana." kata Luffy menasehati teman gengnya.
BUAAAAGGGGHHHH.
"INI SEMUA KARENA MEMBELI MAKANANMU!"
Usopp, Zoro, Nami, dan Sanji langsung menghajar Luffy hingga babak belur. Wajahnya sudah tidak dapat dikenali lagi. Geng Black Spade langsung sweatdrop melihat tingkah laku serba tidak jelas dari geng Mugiwara.
"Ka-ka-kalian semua jahat. Ti-tidak perlu pakai hajar segala 'kan?" kata Luffy yang tengah sekarat. Untunglah dia masih hidup. Author bakal bunuh mereka semua kalau membunuh Luffy.
"Kau memang pantas dipukul kok."
"Sakiiiiiiiiittttttttt."
'Justru anak buahnya yang seperti ketua geng.' pikir Ace dan teman-temannya.
"Ini semua gara-gara kau. Persediaan makanan kita sudah habis lagi. Kita harus beli lagi. Tidak bisa kau makan sedikit? Uang kita sudah tidak cukup untuk membeli semua makananmu." kata Sanji kesal.
"Gomen minna. Soalnya kalau makan sedikit, semuanya pasti tidak bisa bertenaga."
Semuanya langsung sweatdrop mendengar perkataan Luffy. 'Alasan tidak logis macam apa itu? Memangnya setiap orang tidak akan bertenaga kalau tidak makan banyak seperti dia? Luffy cuma cari alasan saja.'
"Sudahlah. Lebih baik kita cepat ke kelas sebelum terlambat."
"Iya iya. Jaa nee."
"Hey marimo, jangan sampai berpisah dari kami. Kami bakal kesusahan mencarimu."
"AKU TIDAK AKAN TERSESAT!"
"Siapa tahu saja Zoro. Kamu 'kan buta arah parah."
"AKU TIDAK SUDI DIBILANG BUTA ARAH OLEHMU!"
"Sudahlah jangan marah. Nanti cepat tua."
Sampai akhirpun keributan tidak pernah meninggalkan geng Mugiwara.
Di kelas Ace (tidak tahu kelas berapa).
Ace menguap lebar (awas masuk lalat#dihiken Ace) di kelas saat pelajaran berlangsung. Dia sama sekali tidak peduli materi yang diberikan oleh Smoker. Tidak peduli dimarahi juga. Dia sudah biasa dimarahi. Benar-benar kurang ajar kepada dosennya.
'Huaaammm. Kapan pelajaran ini selesai?(HEY! 'KAN BARU SAJA MASUK!). Dijelaskan beribu-ribu kalipun, aku tetap tidak bakal ngerti.'
Ace menoleh ke jendela yang ada di samping bangkunya. Rambu raven indah miliknya tergeraikan kuasa hembusan angin. Seraya menatap ke luar jendela, kata-kata Sanji kembali tergiang ke kepalanya.
"Jika kau memang sungguh-sungguh mencintainya, kau harus menerima apapun resikonya. Aku yakin, Luffy pasti juga mencintaimu."
"Meskipun ia tidak pernah tahu soal cinta, aku yakin dari gelagatnya mengatakan bahwa ia juga mencintaimu."
Ace sedikit mendapat pencerahan karena perkataan Sanji. Sanji mengatakan bahwa Luffy juga mencintainya. Walau belum pasti, setidaknya rasa keraguan Ace sudah tidak ada lagi. Ia merasa lega. Jujur, ia ingin sekali mengetahui bagaimana perasaan Luffy terhadapnya.
"Sebaiknya kamu cepat menyatakan cintamu padanya. Sebelum Luffy direbut oleh orang lain."
Kata-kata Sanji kembali tergiang di kepalanya.
Menyatakan cinta.
Jujur. Sebenarnya Ace ingin sekali menyatakan cintanya kepada Luffy. Tapi, ia masih belum berani mengatakannya. Ia takut ditolak oleh Luffy. Ada masanya dimana ia akan menyatakan cinta kepada Luffy. Dan masa itu belum saat ini.
'Apa kau juga mempunyai perasaan yang sama denganku juga Luffy?'
Jawaban dari pertanyaan tu akan terjawab jika dia mempertahankan cintanya.
Bel pulang sekolah berbunyi. (WHOT? KENAPA CEPAT SEKALI?)
Geng Mugiwara pulang bersama.
Di jalan mereka saling berbincang-bincang. (Tentu saja. Kalau tidak ngobrol, itu bukan geng Mugiwara.)
"Sanji, nanti masakan aku menu baru di Baratie ya. Aku ingin mencicipinya." kata Luffy dengan air liur yang keluar dari mulutnya.
"Dasar, belum apa-apa kau sudah menyerbu menu baru kami. Dan lagi, kau bukan 'mencicipi', tapi 'melahap'nya. Bisa-bisa menu baru kami habis sebelum para tamu mencobanya." kata Sanji sambil menendang kepala Luffy.
"Shishishi. Tidak apa-apa 'kan?" kata Luffy sambil menatap Sanji dengan jurus Puppy Eyes miliknya.
'Oh tidak. Apapun tapi jangan jurus itu!' batin Sanji. Karena Sanji sangat lemah dengan jurus Luffy yang satu ini, yang bisa ia lakukan hanya menyerah. Dia sama sekali tidak bisa melawan jurus Luffy yang satu ini.
"Baiklah. Nanti kau datang saja ke Baratie." kata Sanji sambil menghela nafas.
"ARIGATOU SANJIIIIIIIIIIIIIII." kata Luffy sambil tersenyum ceria. Membuat wajahnya yang dari sananya semakin manis saja.
Sanji hanya tersenyum melihat tingkah laku Lufffy. Sahabatnya yang satu ini memang sangat manis. Tidak heran banyak orang yang menyukainya.
"Kalau begitu kalian semua datang saja jam 4 nanti. O iya, NAMI-SWAN DATANG JUGA YA~~~~. PANGERANMU TIDAK AKAN BISA HIDUP JIKA SANG PUTRI TIDAK ADA DI SAMPINGNYA~~~~~" kata Sanji sambil melakukan Love Huricane-nya lagi.
"Bisa hentikan tarian bodohmu? Mataku sakit melihatnya." kata Zoro dengan sangat kesal (Cieee. Apakah Zoro cemburu?).
"Apa katamu marimo? Kau tadi bilang aku bodoh ya?"
"Sudah lupa tuh."
"APA?"
"Bisakah kau diam? Teriakanmu bisa membuat aku tuli, alis keriting."
Mendegar perkataan Zoro, Sanji sangat marah. "Kau...KAU TIDAK BOLEH DATANG KE BARATIE!"
"Siapa juga yang mau datang ke tempat itu. Aku lebih baik pergi latihan." kata Zoro lalu pergi meninggalkan mereka semua.
"Sanji-kun kenapa kau bicara seperti itu kepada Zoro?" tanya Nami.
"Biarkan saja marimo itu. dia sendiri yang membuatku marah." kata Sanji dengan kesal.
'Ukh, kenapa aku kasar sekali kepada marimo?' batin Sanji. Sebenarnya ia juga merasa tidak enak ketika meneriaki Zoro. Hatinya terasa sakit. Padahal, sebelumnya dia tidak merasakan apa-apa ketika meneriaki Zoro. Tapi sekarang beda. Hatinya seakan ditusuk ribuan pedang.
'Kenapa hatiku terasa sakit? pertama kali aku marasakannya. Ada apa denganku sebenarnya?'
"Sanji kau kenapa? Kok diam?" tanya Luffy sedikit khawatir.
"Ah, aku baik-baik saja. Aku pulang dulu ya. Jam 4, aku tunggu kalian semua di Baratie. Jaa nee." kata Sanji kemudian pergi meninggalkan teman-temannya.
Yang ditinggalkan hanya dapat menatap Sanji dengan curiga. "Apa kalian merasa ada yang aneh dengan Sanji?" tanya Luffy.
"Ya. Dia kelihatan sedih ketika Zoro pergi." jawab Usopp.
"Sebenarnya ada apa dengan Sanji-kun?"
"Entahlah. Kita lihat saja nanti."
Mereka bertiga kembali berjalan.
Di Baratie.
Bersama dengan Sanji.
Sanji pov.
Aku ini kenapa sih? Dari tadi hatiku sakit terus. Padahal tadi aku 'kan tidak ditolak oleh para ladies. Aneh sekali. Biasanya jika ada wanita cantik di depanku, aku pasti langsung menggoda mereka, tapi sekarang aku sama sekali tidak ada niat untuk menggoda mereka. Bahkah mereka semua tampak SANGAT biasa di mataku. Dari tadi yang kupikirkan adalah wajah marimo. Aku merasa tidak enak ketika meneriakinya. Kenapa wajah marimo terus bermunculan di kepalaku? Jangan-jangan aku peduli padanya.
Hah? Tunggu.
Peduli?
Aku peduli sama si marimo?
Si marimo? Bukan wanita.
...
Satu detik.
Dua detik.
Tiga detik.
...
"GYAAAAAAAAAAAA! MANA MUNGKIIIIINNNN!"
"Sanji, kau kenapa?"
"Eh, tidak ada apa-apa"
"Ooo. Kalau begitu ayah masuk ke ruangan dulu. Hati-hati, jangan sampai ada yang pecah."
"Ya ya ya."
Dasar ayah. Selalu saja menganggapku anak kecil. Huh, aku ini bukan anak kecil lagi. Aku pasti akan hati-hati. Dan lagi, dia bukan menasehatiku, justru memerintahku. Benar-benar tua bangka. (DASAR KEJAM KEPADA AYAH SENDIRI!). Tunggu, kenapa jadi bicara soal ayah? Yang kupikirkan sekarang si marimo (Cieeeee).
Kenapa aku berpikiran kalau aku peduli sama si marimo? Biasanya aku tidak pernah peduli soal pria dan selalu cuek sama mereka semua. Tapi sakarang semuanya sungguh kontradiksi. Aku peduli sama si marimo yang sekaligus rival abadiku. Aku ini kenapa? Semenjak aku melihat senyumnya, aku tidak berhenti memikirkannya. Aku juga merasa agak gugup didekatnya. Tunggu. Biasanya yang seperti itu tanda cinta. Jadi aku jatuh cinta sama si marimo.
Hah? Cinta?
Aku...jatuh...cinta...sama...si...
Marimo?
...
...
...
CINTA? SAMA SI MARIMO?
NO WAY IN THE HELL!
AKU TIDAK MUNGKIN JATUH CINTA PADANYA! AKU PASTI SUDAH GILA SAMPAI-SAMPAI BERPIKIRAN SEPERTI ITU! GYAAAAAAAA, YANG BENAR SAJAAAAAAA! ITU TIDAK MUNGKIN! CINTAKU INI HANYA UNTUK PARA LADIES, TERUTAMA NAMI-SAN! AKU TIDAK MUNGKIN JATUH CINTA PADA PRIA, BIAR LUFFY SEKALIPUN! NO WAY!
PRAAANNGG!
"Eh?"
"SANJI! KAU MEMECAHKAN PIRING DAN GELAS! BUKANNYA SUDAH KUBILANG, JANGAN SAMPAI ADA YANG PECAH! CEPAT BERSIHKAN SEMUANYA!" (AYAH YANG SADIS!).
"HEY, AKU TIDAK SENGAJA! JANGAN SEENAKNYA MENYURUHKU MEMBERSIHKANNYA! SURUH SAJA YANG LAIN!"
"KAU YANG PECAHKAN, JADI KAU YANG HARUS MEMBERSIHKANNYA!"
"SUDAH KUBILANG, AKU TIDAK SENGAJA. DASAR TUA BANGKA!"
"BERANI-BERANINYA KAU BILANG SEPERTI ITU PADA AYAHMU SENDIRI!"
"KAU SENDIRI SELALU MENYEBUTKU BANGSAT KECIL!"
"KAU MAU BERKELAHI BANGSAT KECIL?"
"KALAU IYA, MEMANGNYA KENAPA TUA BANGKA?"
"Ze-Zeff-sama, Sanji-sama. Hentikan perkelahian kalian, para tamu jadi takut melihat kalian semua."
"Ah, kau benar. Kalau begitu aku mau kembali ke ruangan."
"Aku mau pergi ke luar. Aku mau menenangkan pikiran."
"Cepat kembali. Hari ini banyak yang datang."
"Iya iya. Aku mengerti."
DASAR TUA BANGKA! AKU 'KAN TIDAK SENGAJA. MALAH MENYURUHKU MEMBERSIHKANNYA! AWAS SAJA NANTIIIIIIIII!
Oh iya, ngomong-ngomong bagaimana keadaan si marimo? (cieeeee). Tadi dia pulang sendiri. Dia 'kan buta arah parah. Jangan-jangan dia tersesat? GAWAT! Bagaiman kalau dia tersesat di hutan lalu tidak bisa pulang untuk selamanya. AKU HARUS MENCARINYA SEGERA!
End Sanji pov.
Sanji berlari sekencang-kencangnya. Hampir tidak kelihatan. Dia bahkan tidak menyadari bahwa Luffy, Nami, dan Usopp ada di depannya dan langsung melewati mereka bagai angin lewat.
"Hey San-HUWAAAAAAAA." Luffy yang berencana menyapa Sanji langsung terjatuh akibat kecepatan lari Sanji yang seperti angin topan.
"Eh? Ada apa dengan Sanji? Dia kelihatan terburu-buru sekali. Bahkan dia tidak menghiraukan kita." kata Usopp sambil memperbaiki hidungnya yang bengkok. Kasihan.
"Dia bahkan melupakan aku." kata Nami tidak percaya bahwa Sanji tidak menghiraukannya. Biasanya Sanji selalu mendekatinya dengan Love Huricane-nya. Tapi sekarang dia tidak mempedulikan Nami.
"Pasti ada sesuatu yang terjadi sampai-sampai Sanji-kun melupakanku."
"Tapi apa yang dia pikirkan?"
"Entahlah."
"GAWAT! KALAU SANJI PERGI..." teriak Luffy histeris. Wajahnya kelihatan katakutan.
"Memangnya kenapa kalau Sanji pergi?" keduanya bertanya kepada Luffy. Mereka sangat skeptis.
"KALAU SANJI PERGI..." mata Luffy berkaca-kaca.
Nami dan Usopp jawaban dari Luffy.
JREEEENNNGGG.
Satu detik.
Dua detik.
Tiga detik.
...
Jawaban dari Luffy adalah...
"KALAU SANJI PERGI...SIAPA YANG MEMASAKKAN AKU MENU BARU DI BARATIE?"
GUBRAAAKKKKSSSS.
Nami dan Usopp kontan jatuh mendengar perkataan Luffy yang sangat tidak ada hubungannya dari pembicaraan mereka. Benar-benar ketua yang sangat menyebalkan.
BUAAAKKKK!.
"APA HUBUNGANNYA DENGAN PEMBICARAAN KITA TADI?" Nami dan Usopp langsung menghajar Luffy. kepalanya penuh dengan benjolan besar. Kasihan sekali kamu Luffy. Jadi ketua geng yang selalu disiksa oleh anak buahnya.
"Ka-ka-ka-ka-kalian kejam." kata Luffy lalu menghembuskan napas terakhir (HOOII! YANG BENAR SAJA!#Dihajar Luffy). Maksudnya pingsan.
"Sudahlah, ayo kita masuk ke Baratie." kata mereka berdua sambil menyeret Luffy (KEJAM!).
Di Hutan.
Bersama Zoro yang...tersesat lagi.
Ternyata benar apa yang dipikirkan Sanji. Zoro memang tersesat di hutan dan sama sekali tidak bisa kembali. Alhasil dia semakin masuk ke dalam hutan. Kasihan Zoro, tidak ada obat untuk menyembuhkan penyakit buta arahnya yang sangat amat parah #ditebas Zoro.
"AARRRGGGHHH! KENAPA AKU BISA TERSESAT DI HUTAN?" teriak Zoro sangat marah (Salahnya sendiri).
"Bagaimana ini? Aku sudah 4 jam tersesat di hutan (WHOT?) dan sama sekali belum menemukan jalan keluar. Lebih baik aku istirahat saja disini sampai bantuan datang." kata Zoro kemudian langsung tidur di pohon (Tidak takut dimakan hewan buas?). Tidurlah Zoro dengan sangat nyenyak. Mendengkur dengan sangat keras.
Beberapa menit kemudian terdengar suara langkah kaki yang mendekatinya. Merasa ada ancaman, Zoro langsung membuka matanya. Ia langsung mengambil katananya dan memasang posisi bertarung.
Tap tap tap.
Suara langkah itu semakin mendekat. Zoro memasang tampang serius. Sudah siap untuk menebas jika itu hewan liar (Lalu memakannya. Karena dia daritadi tidak ada makan apa-apa).
"Siapa disitu? Cepat tunjukkan dirimu."
"Lho? Marimo? Ternyata kau ada disini."
"Eh?"
Tepat dihadapannya, berdirilah seorang pemuda berambut pirang, alis keriting#ditendang Sanji, mengenakan jas hitam. Jantung Zoro berdetak sangat kencang ketika melihat pemuda di depannya.
'Sanji'.
Kini, Sanji bediri tepat di depan Zoro dengan wajah khawatir (cieeee). Matanya berkaca-kaca, hampir menangis. "Dasar marimo bodoh. Kenapa kau pulang sendiri? Kau 'kan sudah tahu kalau kau itu buta arah parah."
"Apa katamu? Seenaknya saja bilang aku bodoh."
"Kau 'kan memang bodoh."
"Apaaaa? Kau ngajak berkelahi nih? Kalau kau mau, aku dengan senang hati akan menebasmu."
"Sebelum kau menebasku, akan kupatahkan semua tulangmu. Lagipula aku datang kesini bukan untuk berkelahi."
"Lalu untuk apa kau datang kesini?"
"Kau ini sudah buta arah, bodoh, tidak peka lagi."
Zoro semakin kesal dengan ejekan Sanji. 'Ini orang memang cari mati.'
"Terserah kau mau bilang aku apa, aku hanya mau tahu jawabannya." Kata Zoro seraya melipat kedua tangannya.
Diam. Sanji sama sekali tidak menjawab pertanyaan Zoro. Dia hanya menunduk. Zoro menatap Sanji dengan skeptis. Tumben sekali Sanji tidak menjawab pertanyaannya. Biasanya selalu dijawab, walau jawabannya penuh dengan ejekan.
"Hey, kenapa diam saja?"
"Me-memangnya mesti kujawab?" Tanya Sanji. Wajahnya tidak kelihatan karena dia menunduk. Tapi dari nadanya, dia gugup.
"Terserah kau saja. Aku juga tidak maksa."
"Karena aku khawatir padamu."
"Hah?"
Apa katanya?
Khawatir? Pada Zoro?
Tunggu. Hari ini hari apa?
April mop?
Sudah lewat.
Lalu kenapa Sanji terang-terangan mengatakan bahwa dia khawatir pada Zoro? Apa ini sebuah lelucon Sanji? Atau telinganya yang sudah konslet? Tidak mungkin. Lalu apa?
"Tunggu, kau tadi bilang apa?"
"Maaf, tidak ada siaran ulang."
"Ayolah. Cuma sekali saja."
"Baiklah-baiklah. Aku khawatir padamu. Puas?"
Diam. Lagi-lagi perkataan Sanji membuat Zoro diam seribu bahasa. Tidak biasanya Sanji mengatakan seperti itu kepada pria, terutama Zoro. Apa otaknya sudah rusak sampai-sampai dia jadi baik kepada pria? Atau dia salah makan?
"Oi marimo, kau mendengarkanku?"
"Eh, apa? Kau tadi bilang apa?" tanya Zoro. Sanji hanya menghela napas pasrah dan menggeleng miris. Kayaknya si marimo ini tambah bodoh saja #ditebas Zoro. Tidak heran dia peringkat 2 dari belakang #dibekep Zoro.
"Aku bilang, kenapa kau bisa nyasar sampai sini?"
"Ya, aku juga tidak tahu kenapa bisa nyasar sampai sini. Kakiku yang melangkah dengan sendirinya." jawab Zoro santai.
"Ya ampun." Sanji hanya sweatdrop mendengar perkataan Zoro yang sangat santai itu.
"Daripada memikirkan itu, kau tahu jalan pulang?" tanya Zoro.
Sanji tiba-tiba membisu. Zoro yang melihat sikap Sanji merasa mengerti. Jika Sanji membisu seperti tiu, sudah pasti jawabannya...
"Aku tidak tahu."
"Sudah kuduga."
"Jangan hanya bilang 'sudah kuduga'. Bantu aku cari jalan pulang."
"Sudah kubilang, aku buta arah. Jadi tidak tahu jalan pulang. Bukannya kau tidak buta arah? Jadi kau saja yang mencari jalan pulang." kata Zoro sambil tersenyum mengejek.
"Kubunuh kau nanti."
"Aku duluan yang akan membunuhmu."
Pembuluh vena bermunculan di kepala mereka. Menatap dengan sangat tajam. Lalu akhirnya mereka...
"KUBUNUH KAU!"
Berkelahi. Kapan sih mereka bisa akur?
Di Baratie.
Bersama dengan Luffy dan yang lain.
"Dasar bangsat kecil. Kemana perginya dia? Katanya Cuma sebentar, ternyata perginya sampai malam." kata Zeff dengan sangat kesal. Sampai-sampai sendok yang ia pegang patah.
"Sabar Zeff-san, Sanji-san pasti akan pulang." kata salah satu koki.
"Sanji-kun pergi kemana? Kenapa dia belum pulang?" kata Nami khawatir.
"Sanji benar-benar bikin orang khawatir saja." Kata Usopp.
"Sanji, kapan kau pulang?" kata Luffy dengan sangat lemas. Matanya berkaca-kaca.
"Sabar Luffy, aku tahu kau sangat khawatir pada Sanji. Tapi tenang saja, Sanji itu kuat. Dia pasti baik-baik saja. Dia akan pulang."
"Kalau tidak ada Sanji, aku...aku..."
"Kau kenapa?"
"Aku bisa mati kelaparan. Dari tadi aku tidak ada makan menu baru Baratie. Bisa-bisa menu baru Baratie habis"
GUBRAAAAAKKKKSSSS.
Semua orang yang ada di Baratie kontan terjatuh. Ternyata Luffy bukan khawatir pada Sanji, tapi dia khawatir sama menu baru Baratie. Sampai kapan otaknya dipenuhi dengan makanan?
BUUAAAGGGHHHHH!
"BISAKAH KAU KHAWATIR SEDIKIT PADA SANJI? JANGAN PIKIRKAN MAKANAN DULU!" semua orang langsung memukul Luffy. Sepertinya beberapa tulang Luffy sudah patah. Semoga tidak mati.
Di hutan.
Bersama Zoro dan Sanji.
"AAARRRRGGGHHHH! CUKUP SUDAH! AKU SUDAH CAPEK JALAN!"
"Rasanya kita makin masuk ke dalam hutan."
"YA TUHAN! KENAPA AKU HARUS TERSESAT BERSAMA SI MARIMO? AKU RELA TERSESAT BERSAMA DENGAN WANITA, BAHKAH DOKTER KUREHA SEKALIPUN! DOSA APA YANG kULAKUKAN SAMPAI-SAMPAI HARUS TERSESAT BERSAMA SI MARIMO INI?" Sanji menangis histeris. Lebay deh.
"Kau sendiri yang salah. Kenapa kau mencariku sampai ke hutan. Aku 'kan tidak memintamu mencariku."
"Aku juga tidak tahu. Kakiku tiba-tiba saja melangkah dengan sendirinya."
"Sudahlah. Ayo kita jalan lagi."
"Tunggu dulu marimo, kakiku sudah capek jalan. Ayo kita istirahat sebentar." kata Sanji. Napasnya terasa berat.
"Baiklah kalau kau capek." Kata Zoro lalu mendekati Sanji.
"Mau apa ka-wuaaaahhhhh." Belum selesai bicara, Sanji tiba-tiba digendong oleh Zoro.
Paras Sanji kontan merona. Jantungnya berdegup dengan sangat kencang.
"Tu-turunkan aku. Aku bisa jalan sendiri."
"Katanya kakimu sakit."
"Su-sudah sembuh, sudah sembuh."
"Sudahlah, tidak usah sungkan. Kalau kau paksakan dirimu, kakimu tambah sakit."
Tanpa mempedulikan protes Sanji, Zoro tetap menggendongnya. Karena capek berteriak, akhirnya Sanji menyerah. Percuma saja menghentikan Zoro. Dia selalu nekat, tidak mau mendengarkan kata orang lain. Benar-benar sama seperti Luffy.
Deg deg deg.
'Se-sejak tadi, aku selalu gugup kalau dekat dengan marimo. Kenapa bisa ya? tidak biasanya aku seperti ini. Lalu entah kenapa, aku sangat senang Zoro mengkhawatirkanku.
Hah
Tunggu dulu.
Kenapa aku panggil dia 'Zoro'? seharusnya aku panggil dia 'marimo'. GYAAAAA! APA YANG KUPIKIRKAN? Apa otakku sudah rusak? Sampai-sampai aku berpikiran seperti itu. Jangan-jangan aku jatuh cinta pada marimo.
Tidak. Itu tidak mungkin. Siapapun pasti bakal gugup jika melakukan kontak fisik sedekat ini.' Batin Sanji panjang x lebar sama dengan luas (HOI! INI BUKAN BELAJAR MATEMATIKA!).
"Hey marimo, sampai kapan kau mau menggendongku? Kakiku sudah tidak sakit lagi. Turunkan aku. Aku bukan bayi." Kata Sanji gugup (cieeeeeee).
"Aku akan menurunkanmu sampai kita keluar dari hutan." Jawab Zoro cuek.
'A-apa-apan sih si marimo ini.' Batin Sanji.
"Aku tidak mau melihatmu kesakitan." Kata Zoro. Parasnya merona dengan pekatnya.
Sanji tertegun mendengar pernyataan dari Zoro. Apa si marimo ini sudah salah makan? Atau otaknya sudah konslet? Entahlah.
"Heeeee, ternyata kau baik juga. Terima kasih." Kata Sanji sambil terseyum lembut. 'Si marimo ini ternyata baik sekali.' Batinnya.
"TI-TIDAK USAH MEMUJIKU! AKU TIDAK BUTUH PUJIAN!" teriak Zoro marah(?). Cieeeee, malu ya?
"Aaaaahhh, kau malu ya?" Kata Sanji. Sepertinya mau menggoda Zoro.
"A-AKU TIDAK MALU KOK!" kini, paras Zoro seratus kali lipat lebih merah dari yang tadi. Sangking malunya, ia tidak melihat lubang yang ada di depannya dan...
BRRRUUUKKKK (Author tidak tahu bagaimana suara orang yang terpeleset).
"GYAAAAAAAAAAAAAAA!"
Zoro dan Sanji terpeleset bersamaan. Gara-gara kecerobohan Zoro. Katanya tidak mau melihat Sanji kesakitan. Nyatanya malah bikin dia sakit. Benar-benar pacar yang merepotkan (ZoSan : KAMI BELUM PACARAN!).
"A-aduh."
"I-ini dimana?"
Mereka terjatuh di dekat sungai. Untung tidak masuk ke sungai. Ketika mereka melihat keadaan di sekitar mereka, mereka tertegun melihat kumpulan kunang-kunang yang mengitari mereka, ditambah lagi bintang-bintang di langit sangat bersinar dengan terang. Sungai yang ada di hadapan mereka juga terlihat berkilauan (masa?).
"Indah sekali. Tidak kusangka di dalam hutan ada tempat seperti ini." Kata Sanji.
"Benar." Jawab Zoro.
"Kita istirahat saja dulu disini. Kakiku, keseleo waktu terpeleset tadi."
"Go-gomen. Aku tidak melihat ada lubang di depanku tadi."
"Ya. tidak ap- wuaaah. Apa yang kau lakukan?" kata Sanji kaget karena Zoro tiba-tiba memegang kaki kirinya. Kenapa si marimo ini selalu melakuakan tindakan yang membuat Sanji deg-degan.
"Aku memijat kakimu. Kakimu keseleo 'kan? Karena merasa bersalah, aku ingin menyembuhkannya." Kata Zoro.
"Sudahlah. Tidak perlu seperti itu. Kakiku tidak terlalu sakit."
"Benar?"
"Benar kok. Lepaskan kakiku."
"Baiklah."
Hening.
Tiba-tiba saja tidak ada yang berbicara satu kata pun. Mereka berdua duduk berjauhan. 'Kenapa suasananya tiba-tiba canggung begini?' batin mereka berdua. Keduanya masih saja diam. Masih canggung untuk memulai pembicaraan. Beberapa menit kemudian, Sanji memulai pembicaraan.
"Hey, lihat itu. Ada bintang jatuh." Kata Sanji seraya menunjuk ke langit.
"Benar juga."
"Cepat. Ucapkan keinginanmu."
"Keinginanku..." Zoro tidak dapat melanjutkan kata-katanya. Sanji yang melihat perubahan sikap Zoro langsung menatapnya dengan heran.
"Kenapa? Apa keinginanmu?"
"Keinginanku...aku ingin terus bersama dengan teman-temanku, terutama...Sanji."
Sanji tercengang mendengar keinginan Zoro. Ingin terus bersama dengannya? Apa benar apa yang ia katakan?
"Kau serius dengan perkataanmu?" Tanya Sanji.
"Iya. Aku serius dengan perkataanku. Aku ingin bersamamu." Jawab Zoro tegas tanpa sedikit keraguan.
Paras Sanji merona. Jemarinya meraba dadanya. Jantungnya berdegup sangat kencang. Meskipun begitu, ia merasa sangat senang. Ia pun segera mengucapakan keinginannya juga.
"Aku juga, ingin terus bersama dengan teman-temanku, terutama Zoro."
Zoro hanya tersenyum mendengar keinginan Sanji. "Ternyata kau sama denganku."
"Tentu saja."
Setelah mengucapkan keinginan masing-masing mereka berdua tertidur dengan posisi salng bersandar. Kepala Zoro bersandar di bahu Sanji, sedangkan kepala Sanji bersandar di kepala Zoro. Pemandangan yang sangat indah, ditambah dengan kunang-kunang dan bintang yang bersinar dengan terangnya.
Meskipun mereka adalah rival abadi, tapi ternyata ada hubungan yang manis diantara mereka berdua. Dan teman terdekat Sanji adalah rivalnya sendiri, Zoro. Begitu pula dengan Zoro.
Pagi hari. Minggu.
Di restoran Baratie.
"Huaaaaammm. Heh? Dimana ini?" kata Sanji sambil mengusap matanya. 'Rasanya aku tersesat di hutan bersama dengan Zoro. Lalu kami berdua tertidur di dekat sungai.' Batin Sanji.
"Huaaaamm. Eh? Dimana ini?" kata Zoro yang berada di sebelah Sanji. Baru juga bangun dari tidurnya.
"Marimo, kau sudah bangun."
"Ah iya. Ngomong-ngomong ini dimana?"
"Ini di restoran Baratie." Jawab seseorang dengan nada sangat marah.
"Hah?" Zoro dan Sanji menoleh ke asal suara itu. muka mereka tiba-tiba pucat pasi melihat siapa orang yang ada di hadapan mereka.
"AYAH! KENAPA AKU BISA ADA DI BARATIE?" teriak Sanji histeris.
"SEHARUSNYA AKU YANG BERTANYA DULUAN! KENAPA KAU BISA ADA DI DALAM HUTAN?" teriak Zeff tidak kalah besarnya dengan Sanji.
"Eh? Aku tersesat."
"Sejak kapan kau seperti Zoro?" tanya seorang dengan suara cempreng.
"Luffy? kenapa kau ada di Baratie?" Tanya Zoro.
"Tentu saja aku datang untuk mencoba menu baru Baratie. Tapi nyatanya, Sanji pergi sampai ke hutan. Kami semua mencarimu." Kata Luffy dengan sangat lesu.
"Jadi kalian semua mencari kami?" Tanya mereka berdua.
"Tentu saja. Capek banget tahu." Kata Usopp.
"Tidak kusangka, Sanji-kun melupakanku. Dia lebih mementingkan orang lain." Kata Nami.
"Nami, Usopp."
"Gara-gara kalian berdua, kami sampai tidak tidur karena mencari kalian."
"Go-gomen dan terima kasih." Jawab mereka berdua.
"Baiklah, kami memaafkan kalian. Lagipula, kemarin kita dapat pemandangan yang sangat indah." Kaa Usopp seraya menunjukkan sebuah foto ke Sanji dan Zoro. Dan ternyata foto tersebut adalah...
Foto mereka berdua waktu tidur di dekat sungai.
"GYAAAAAAA! KENAPA ADA FOTO SEPERTI ITU?" teriak Sanji.
"Kami memotretnya waktu kalian tidur. Bagus banget." Kata Luffy.
"BERIKAN FOTO ITU PADAKU!"
"Eits, tidak boleh begitu Sanji-kun. Jika kalian tidak mau kena hukuman dari kami semua, kalian tidak boleh mengambil foto ini." Kata Nami dengan sangat senang.
"Tidak kusangka, ternyaa anakku seorang gay." Kata Zeff. Sepertinya dia sangat senang.
"KALIAN SUDAH SALAH PAHAM!"
Terjadilah pertempuran merebutkan foto antara Luffy, Usopp, dan Sanji. Sedangkan Zoro...
'Kalau ada lubang, aku ingin menguburkan diriku dan tidak akan pernah keluar untuk kedua kalinya.'
Sepertinya hubungan mereka berdua bakal berubah setelah kejadian ini.
.
TBC
.
Author : Go-gomen karena aku lama update. soalnya aku belajar untuk UAS. Daripada memikirkan itu, sekarang saatnya balasan review.
Luffy : Aku lagi yang balas review.
Ace : With me again.
Luffy : Pertama dari Shinahoshi 1. Makasih atas sarannya. Author sudah berusaha memperbaiki typo, tapi masih ada. Maklum, baru SD. Arigatou reviewnya. _
Ace : Lalu dari Rell. Jujur, aku tidak mengerti bahasa inggris. Tapi, makasih atas reviewnya. Semoga anda senang dengan fic-ini.
Luffy : Selanjutnya dari N and S and F. Sebenarnya username-mu tidak kepanjangan. Hanya agak susah disebutkan. Maaf kalau kami kecepatan sadar akan perasaan kami. Sebenarnya yang sadar akn perasaannya yaitu hanya Ace. Aku, Sanji, dan Zoro sama sekali belum menyadari perasaan kami.
Ace : Tenang saja. Aku bakal dapat rival yang banyak. Aku kasih bocoran deh, rivalku 4, Luffy 1, Sanji 3 atau 1, Zoro 2. Kalau rival Zoro Cuma rival bohong-bohongan. Makasih reviewnya.
Luffy : Terakhir dari via-sasunaru. Yup, Sanji juga suka sama Zoro. Tapi belum menyadari perasaanny. Begitu pula dengan Zoro. Bego juga ya ==
ZoSan : GUE TIDAK SUDI DIBILANGIN BEGO SAMA LO!
Ace : Yup, di fic-ini ada adegan pertarungannya. Tenag saja via, aku bakal dapat banyak rival. Dan sepertinya author mau menyiksaku.
Auhtor : hihihihihihi #evillaugh.
All : Hiiiiiiiiiiiiiiiiiiii
Luffy : Tetap ikuti fic 'First Love in 2 Gank'. Jangan sampai ketinggalan chapter 4.
Ace : Semakin lama, ceritanya bakal seru. Kalian pasti suka.
Jaa~~Nee~~
