WARNING! : a Yaoi fict!boys love!OOC!don't like don't read

Disclaimer: DBSK punya SME

Pairing : YUNJAE

0o0o0o0o0o0o0o0o

Author : Nao Shiryu HANNYM

Pairing : Yunho x Jaejoong

Genre : Romance, angst, fluff

Rating : 15+

Mobil ini melaju terlalu kencang. Kenapa aku tidak biasa memperlambatnya. Apa yang terjadi Tuhan? Tolong hentikan mobil ini! Aku tidak gila ingin membunuh diri. Kenapa anggota tubuhku tidak ada yang merespon. Cahaya apa itu silau sekali? Aku tidak bisa melihat apa-apa. Kumohon siapapun tolong aku!

0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o

Chapter 4

Yunho POV

Apa berita yang barusan kudengar benar? Ini tidak mungkin terjadi. Kenapa mereka baru memberitahuku pagi ini? Boojae kuharap kau tidak apa-apa. Aku terus berlari mencari ruangan tempat Jaejoong dirawat. Ah, itu Junsu dan Yoochun,"Yoochun, bagaimana keadaan Jaejoong?"

"Aku tidak tahu hyung. Jae hyung belum sadarkan diri. Lebih baik hyung lihat sendiri!" Yoochun mempersilahkanku masuk.

Aku melihat Changmin duduk disamping Jaejoong. Aku heran melihat sikapnya melihatku. Tidak senang, benci, marah. Aku tidak mengerti, apa salahku? "Bagaimana keadaannya?" bukannya menjawab pertanyaanku Changmin malah pergi melewatiku.

Aku tidak mempedulikannya. Jaejoong kau terlihat lemah. Kenapa aku harus bertemu denganmu seperti ini? Aku mengambil tempat disampingnya. Jaejoong, sembuhlah kumohon! Aku tak bisa apa-apa tanpamu. Maaf jika kemarin aku membentakmu. Aku akui itu pertama kalinya aku marah padamu soal wanita. Aku menyayangimu Boojae. Entah kenapa aku merasa sakit melihatmu seperti ini. Aku ingin melihat senyum ceriamu. Sadarlah, aku mengecup kening Jaejoong dan pergi menemui dongsaengku.

"Hyung?" Junsu yang pertama kali menyapaku.

"Bagaimana ini bisa terjadi?" aku sandarkan punggungku untuk mendengar cerita mereka.

"Apa Jae hyung masih berarti bagimu?" Changmin berkata sinis padaku. Aku tak mengerti kenapa kini dia sangat membenciku.

"Apa maksudmu Changmin?"

"Kau tahu siapa yang membuat Jae hyung terbaring disitu?" Yoochun menahan Changmin yang ingin bergerak maju ke hadapanku.

"Aku tak mengerti."

"Kau tahu semalam Jae hyung berniat pulang? Dan aku tak tahu kenapa tiba-tiba JAE HYUNG MEMUTUSKAN TIDAK JADI KEMBALI KE APARTEMEN HYUNG. APA YANG HYUNG LAKUKAN?" kini Junsu juga menarik Changmin agar ia bisa mengendalikan emosinya.

"Aku tidak bertemu Boojae semalam," aku benar-benar tak mengerti karena aku memang tak bertemu Boojae semalam.

"APA YANG HYUNG LAKUKAN TADI MALAM?" Changmin mulai berontak hampir saja pegangan Junsu terlepas. Mungkin kalau benar-benar terlepas aku sudah mendapatkan bogem mentah sekarang.

"Aku semalam bersama Tiffany"

"Kini aku mengerti," emosi Changmin menghilang. Ia mengambil tas yang kuyakini punya Jaejoong. Ia mengambil sebuah buku. Buku diary Jaejoong. Ia lalu melemparkan buku itu padaku.

"Apa ini?" aku hanya memutar-mutar buku diary Jaejoong.

"Kau akan mengerti setelah membacanya!" Changmin masuk ke kamar Jaejoong begitupun denga Yoochun dan Junsu.

Aku akan membaca buku ini dirumah. Lebih baik aku kembali ke apartemen sekarang. Aku tak ingin Changmin marah lagi padaku.

0o0o0o0o0o0o0o0o

Kututup pintu dan kumatikan hpku agar tak ada yang menggangguku. Buku diary ini apa boleh aku membacanya? Aku takut Jaejoong marah padaku. Tapi Changmin menyuruhku membaca ini. Kubuka halaman pertama.

12 Juni 2009

Yunnie,,,

Kenapa aku bisa mencintaimu? Kenapa kita masih satu apartemen padahal kita sedang vakum

Aku tak mengerti akan perasaan ini Yunnie. Aku ingin sekali menyampaikan ini padamu. Aku takut kau akan menjauh dariku dan akan bisa berakibat fatal untuk DBSK.

Yunnie, Saranghae~

Jujur aku terkejut membaca ini. Ini sepertinya masih baru Karena belum banyak yang diisi. Ini belum lama ia tulis sekitar beberapa hari yang lalu tapi aku tak yakin tepatnya. Kubuka halaman selanjutnya.

13 Juni 2009

Tiffany…

Pertama kalinya aku mendengar kau menyukai seorang gadis. Dia tak lain tak bukan adalah junior kita di SM. Yunnie, apa kau tahu perasaanku sakit. Sepertinya oh bukan sepertinya. Kau memang menyukainya.

14 Juni 2009

Kemana kau semalam Yunnie? Aku mengkhawatirkanmu?

Pagi2 yang kulihat kau datang bersama Tiffany dan kau bercerita kau semalam berdua dengannya. Sakit Yunnie, perlahan kau mulai menggores hatiku. Mungkin kau baru puas kalau aku sudah tidak memiliki hati.

Yunnie saranghae~

Kenapa aku masih saja menyukaimu? Kenapa aku tidak bisa membencimu?

15 Juni 2009

Ini pertama kalinya kau membentakku Yunnie…

Kau belum mendengar semuanya, aku pergi menemui Changmin dongsaeng kita…

Apa memang Tiffany itu lebih penting? Aisshh, apa yang aku katakan? Tentu dia lebih penting, kau sangat mencintainya sedangkan aku? Aku hanya sahabatmu yang sudah tak berarti kurasa..

Aku akan pergi dari apartemenmu Yunnie. Bukan kau yang harusnya keluar dari sini. Lagipula sebelumnya Changmin menawariku? Maaf, aku tak sempat ucapkan terima kasih karena kau sudah mau menampungku di apartemenmu.

AKu tak bisa mempercayai apa yang terjadi. Aku cemburu karena Changmin. Seharusnya aku mendengar penjelasannya sehingga hal ini takkan pernah terjadi. Aku merasa sebentar lagi air mataku akan tumpah. Aku tak peduli aku melukai orang yang paling berharga dihidupku. Jika bisa aku ingin berada di tempatmu. Ku buka kembali halaman selanjutnya.

18 Juni 2009

Junsu bilang kau mencariku apa itu benar? Apa kau masih membutuhkanku?

Hari ini kau tiba2 datang ke apartemen Changmin. Lalu Changmin memintaku kembali padamu. Apa itu keputusan yang benar Yunnie. Aku takut kau masih marah padaku. Aku tak ingin merasa sakit lagi. Pengecut memang tapi aku sudah nggak kuat jika ka uterus menyebut namanya didepanku.

Aku tak tega melihat wajah Changmin yang memohon. Akhirnya kululuskan permintaannya. Aku akan kembali ke apartemenmu. Benarkah ini? Apa aku takkan merusak kebahagiaanmu?

Aku harus mencobanya. Mencoba melupakan perasaan ini padamu Yunnie.

Aku? Aku sudah jahat sekali. Boojae andai kau tahu. Aku juga mencintaimu. Ini semua aku lakukan untuk mencoba melupakanmu dan melihat reaksimu. Aku ingin berada di sampingmu saat ini.

Kuambil jaket namun tiba2 ada yang terjatuh. Album foto? Bukankah ini punya Boojae. Aku ambil album itu dan melihatnya kembali. Foto ini, kita terlihat bahagia saat itu. aku ingin kita merasakan itu lagi. Aku ingin kau menjadi milikku.

Akupun langsung menelpon Tiffany dan memutuskannya. Kejam memang tapi aku tak ingin Jaejoong merasa sakit lagi. Aku ingin dia bahagia didekatku. Aku langsung melesatkan mobilku ke rumah sakit.

0o0o0o0o0oo0

Di lorong rumah sakit sudah sangat sepi. Sedikit orang yang masih ada untuk menunggu kerabatnya. Akupun memasuki kamar Jaejoong. Ia terlihat lemah, wajahnya pucat. Aku duduk disampingnya dan menggenggam tangannya. Boojae, kumohon cepatlah sadar! Kau tahu bagaimana Changmin sekarang? Dia sangat terpukul begitu juga denganku. Aku sangat menyayangimu. Maaf jika sebelumnya kita bertengkar. Aku akan merubah segalanya.

Aku berjanji jika kau sadar hanya ada kebahagiaan untukmu. Tidak ada lagi sakit yang akan kau terima dariku. Kau boleh memukulku, menyiksaku asal kau bangun Boojae.

Air mata mulai membanjiri wajahku. Aku sangat menyayangimu Boojae. Kukecup punggung tangannya dan meletakkannya di pipiku.

"Boojae…Saranghae," aku berbisik di telinganya berharap ia bisa mendengar suaraku. Aku pun mengecup keningnya perlahan. Aku ingin yang kau lihat pertama kali adalah aku.

0o0o0o0o0o0o0o

Tsuzuku

ayo REVIEW! Hehehehehe

0o0o0o0o0o0

balasan review

via2myrene : iia aku punya blog. Ff ini pernh ku post dsana n fb. Hayo di inet bca dmna?

Sullie other : iia tetap review ya!

Phila sungie : ngga lama kan? Ini ku update...

Pymincha 91 : jaejoong kenapa udah terjawab kan di chap ini? Mkasih review nya

Mellchaaa : ne! Ini ku update

pootreelovesj : weeeh? Masih ngancem nih? Ntar g ku update lagi loh!

: neee. Ku update nih lanjutannya

Acchan lawliet : kga mempan klo ngusir tiffany pake golok