Holla Minna-san tachi!~ Author sedang di bandara menunggu jemputan. Nah, itu dia! Dan sekarang, Author sedang dalam perjalanan menuju kantor. Disepanjang jalan menuju kantor, Author melihat banyak READERS yang demo. Memanglah, oke, sekarang Author mau bales Review dlu ya~ *Review yg kebaca*

~Pidachan99

Author harap jga begitu! *Perasaan yg bikin fic-nya kan Author, knp gak tau kelanjutannya?-_-"* Iya dong, habis Author bosen sama Nashi yg gak inget apa-apa #Ditonjok Nashi (Nashi: YANG BIKIN GW AMNESIA KAN ELU!) Oke, ini dia ku persembahkan Chap 4 utk mu, tuan Putri #WC_UMUM_MAMPEt_CUY

Sebelumnya:

Aku terus berlari menuju Guild dengan hati gelisah. "Ada apa sebenarnya? Apa yang akan terjadi selanjutnya?"batinku.

Rated: T

Disclaimer: Hiro Mashima-sensei

WARNING(!): OOC, Typo sedang bermigrasi menuju fic ini, Si Kembar -Gaje dan Abal- sedang bermain di fic ini, jadi dimohon untuk anda sekalian harap berhati-hati

REMEMBER!

DON'T LIKE DON'T READ


Regret terus berlari menuju guild. Wajahnya menunjukkan kegelisahan. "Woi, Regret! Sebenarnya ada apa sih?" tanya Alex yang berlari disampingnya. Tapi, ia hiraukan itu dan terus berlari menuju Guild. "WOI REGRET! Dasar...WOI!" Alex terus mengejar Regret.

Regret berlari menuju guild secepat mungkin. "REGRET!" teriak Alex.

"APA!?" tanya Regret menoleh ke belakang.

"Ada apa sih? Kamu kelihatan gelisah sekali!" tanya balik Alex.

"Aku mempunyai firasat!"

"Firasat apa?"

"Yang penting suatu hal yang buruk akan menimpa Guild"

"Sesuatu yang buruk?"

"IYA!"

DUARR! Suara ledakan terdengar. Asap mengepul di udara. Regret dan Alex menghentikan langkah kaki mereka. Dan melihat asap yang mengepul di udara. "Ledakan itu..." ujar Alex. "Berasal dari Guild!" Regret dan Alex segera mempercepat langkah kaki mereka menuju guild.

Sesampainya di guild, mereka menemukan beberapa barang hancur. " apa ini?" tanya Regret sedikit gemetar. "Reget-nii!" seru Ui.

"Ui!" seru Regret. Ui memeluk kakak tersayangnya itu.

"Ada apa, Ui?" tanya Regret mengelus rambut halus adiknya itu.

"Ada sebuah monster yang menyerang kita~!"

"La..lalu, yang lain mana?"

"Alex-nii, Regret-nii!" panggil Vivi yang berlari ke arah Alex, Regret dan Ui. "Vivi!" seru Alex. "Ayo, cepat ke guild!" seru Vivi menarik lengan Alex. "Yang lain ga papa kan?" tanya Regret. "Tangan Teresa-nee patah dan Fen nyaris mati tadi kalau bi Wendy tidak segera mengobatinya" jawab Vivi. "Ayo, kita segera ke Guild!" ajak Alex. Regert dan Ui mengangguk.

Ke-4 anggota Fairy Tail itu segera pergi menuju Guild. "Regret!Alex" seru Miya. "Miya!" seru Regret dan Alex. "Kalian darimana saja?" tanya Miya. "Itu tidak penting untuk kita bahas, sekarang apa yang terjadi?" tanya Regret "Entah darimana, sebuah monste menyerang kita. Kekuatan monster itu sangatlah dahsyat hingga mematahkan tangan Teresa dan hampir membuat adikku mati" jelas Miya. "Nashi bagaimana?" tanya Regret. "Dia baik-baik saja dengan Virgo" jawab Miya menunjuk ke arah Nashi yang bersama dengan Virgo. "Syukurlah..." Regret mengelus dada-nya. "MIYA, AWAS!" teriak Mirajane.

Miya, Alex, Regret, Ui dan Vivi segera menghindar dari tempat itu. DUAR! Monster itu meluncurkan serangannya dan membuat ledakan yang tidak terlalu besar. "Semua tidak apa?" tanya Miya. "Kami baik, Miya-nee!" jawab Ui. Vivi yang di dekapan Alex segera mengulurkan tangannya ke arah Miya. Lingkaran sihir terdapat di belakang Miya. Lalu muncul sebuah dinding setengah lingkaran dan tercipta angin yang cukup kuat dari sihir yang dilontarkan Monster itu.

Setelah sihir itu selesai melawan dinding besi Vivi, dinding besi itu hilang menjadi debu. Miya menoleh ke belakang, lalu ke arah Vivi. "Thanks Vi!" ujar Miya. "Sama-sama" Vivi tersenyum. "Vivi, Ui, lebih baik kalian minggir dari sini" ujar Alex. "Ui saja, aku ingin membantu!" kata Vivi. "Tapi, Vivi..." belum selesai Alex ngomong, Vivi sudah nyerokos duluan. "Iya iya, ayo Ui!" Vivi menarik lengan Ui. "Sepertinya ia marah" bisik Regret. "Akan kubelikan dia buku baru nanti!" bisik Alex.

Ketiganya pun mulai bertarung. Nashi menatapi anggota guild bertarung dibelakang Virgo. "Aku juga ingin membantu, tapi..." batin Nashi dalam hati. "Tuan Putri, awas!" Virgo menggendong Nashi dan membawanya pergi dari serangan Monster itu. "Anda tidak apa, tuan Putri?" tanya Virgo. "A..aku tidak apa" jawab Nashi. "Tuan Putri tetaplah di belakangku, jangan kemana-mana!" ujar Virgo. "Ba..baik" kaki Nashi menginjak tanah lagi.

"Huh, dasar, kenapa pula aku tidak boleh ikut? Sakiko dan Sakaki saja ikut! Juliet juga!" keluh Vivi melipat tangannya dan memasang muka masam. "Mungkin, karena mereka pikir kita belum kuat betul!" tebak Ui mencoba menenangkan Vivi "Tapi kan aku sudah cukup kuat, seperti Sakiko!" keluh Vivi yang makin masam mukanya "kurasa itu tidak berhasil!" batin Ui dalam hati. "Hah..hah..hah.." Sakiko berlari ke arah Vivi dan Ui dan duduk di tanah.

"Kenapa kau disini, Sakiko?" tanya Ui.

"Hah...Sakaki menyuruhku untuk diam dan menonton saja, ia memaksaku untuk diam dan menonton bersama kalian" jawab Sakiko.

"Oh..." Ui ber-oh panjang.

"Ada apa dengan Vivi?"

"Dia juga ingin ikut bertarung"

"Tapi gak dibolehin sama Alex-nii?"

"Ya, begitulah...Alex-nii tidak ingin dia terluka pastinya, sama kayak Regret-nii dan juga Sakaki"

"Tapi aku juga sudah cukup kuat!" seru Vivi setengah berteriak. "Ya ya, nanti kita jalani misi bersama biar kau puas bertarung" ujar Sakiko. "Hanya kita ber-3?" tanya Vivi menoleh ke arah Sakiko. "Mungkin akan ku ajak Juliet..." jawab Sakiko, "dan Sakaki!". "Okay! Aku ikut!" ujar Vivi. "Pastilah, ketiak hal yang bersangkutan dengan Sakaki, Vivi atau Juliet pasti kan ikut serta!" ujar Sakiko dalam hati. "Kau pasti ikutkan Ui?" tanya Sakiko menoleh ke arah Ui. "Te..tentu saja aku ikut! Aku ingin mengembangkan sihirku akan sekuat Mama!" jawab Ui. Sakiko hanya tersenyum menatap sahabatnya itu.

"Regret, awas!" seru Alex. Regret segera menghindari serangan itu, "nyaris saja!". Nashi memperhatikan serangan yang nyarismengenai Regret. Dan, ia melihat serangan itu menuju..."Ui!". Regret melihat serangan itu menuju adik kesayangannya, "UI!". Sakiko melihat serangan itu menuju salah satu sahabatnya, "UI AWAS!" teriak Sakiko. Ui menoleh ke kanan dan matanya terbelalak.

~To Be Continued~

Author: *turun dari taksi, pergi menuju kantor*

Asist.R: Selamat datang kembali, Author!

Author: Iya ya~

Asist.R: Kau harus siap-siap, Thor! *megang catatan jadwal*

Author: Maksudnya *noleh ke arah Asist.R*

Asist.R: Bentar lagi, drama 'Readers vs Author' akan segera dimulai dengan bantuan alien Yopple, ini senjatamu *ngasih pedang ke Author*

Author: Eh, apa!?

*~Tirai di Tutup~*