Sebelum baca chapter 3 dibawah ini silahkan siapkan kantong kresek di deket kalian yaa ;)


Warning: GS, OOC, Typo, Bahasa Campuran, AU

.

Proudly Present

It's Not Love, Honey

.

.

.

Happy Reading

Enjoy~


Chapter 3

KYUNGSOO POV

"Euungghh….hooaaamm.. jam berapa ini? Haaah tidurku nyenyak sekali." Aku meraba-raba nakas untuk mengambil handphoneku tapi aku rasa aku tidak menemukan handphoneku di meja. Aku melirik jam wekerku dan ternyata sudah jam 4 sore.

"Handphone eodiga? Isshh… dimana sih benda bodoh itu." Aku terus mencari keberadaan benda pipih yang saat ini sangat aku butuhkan. Hey aku belum menghubungi kekasihku kalau kalian ingin tau kenapa.

"Aiisshh. Molla." Aku menyerah. Benda pipih bodoh itu benar-benar tidak ketemu.

"Masih jam segini, mau mandi pun masih siang nanti bau keringat lagi. Apa aku jogging saja ya? Hmm sudah lama aku tidak lari-lari di sekitaran sini. Baiklah ayo Kyungie kita jogging."

KYUNGSOO POV END

AUTHOR POV

Kyungsoo turun dari kamarnya dan diruang tengah dia berpapasan dengan bibi Jung, pembantu yang dirumahnya.

"Nona sudah bangun? Mau saya buatkan sesuatu?" sapa bibi Jung yang sedang membereskan ruang tengah.

"Tidak usah ahjumma. Kyungie mau jogging dulu. Uhhmm selesai jogging Kyungie bisa minta tolong buatkan pancake madu? Kyungie ingin makan pancake madu ahjumma." Rengek Kyungsoo. Bibi Jung sudah bekerja di kediaman Tuan Do sejak Kyungsoo dalam kandungan jadi jangan heran jika Kyungsoo bersikap manja dengan bibi Jung.

"baiklah, nona. Akan segera saya siapkan. Nona hati-hati dijalan, jangan terlalu lama sepertinya akan turun hujan." Pesan bibi Jung

"Beres ahjumma. Kyungie pergi dulu. Anyeong." Kyungsoo melangkah keluar dari rumahnya sambil sesekali pemanasan kecil sebelum mulai berlari. Kyungsoo mulai berlari mengitari daerah rumahnya. Jalanan di sekitar rumah Kyungsoo cukup lengang, sampai Kyungsoo sampai di lintasan jogging di taman dekat rumahnya. Kondisi taman cukup sepi hanya ada beberapa orang yang lewat itupun menggunakan sepeda. Setelah dirasa cukup Kyungsoo berhenti sejenak untuk mengatur nafas sambil mengedarkan pandangannya ke sekeliling taman. Pandangan Kyungsoo jatuh pada sosok bertubuh tinggi yang sedang sibuk melempar bola basketnya ke keranjang di lapangan basket taman.

"Aaah Giant-ku sedang basket rupanya." Kyungsoo tersenyum dan mulai menghampiri sosok yang dia sebut giant itu.

"Channieee~~~" teriak Kyungsoo dari kejauhan sambil melambaikan tangannya. Sosok yang dipanggil Channie itupun menoleh kearah sumber suara dan menemukan Kyungsoo sedang berlari ke arahnya. Senyum pun berkembang di wajahnya.

"Hei manis jangan berlari-lari seperti itu nanti jatuh." Chanyeol menangkap tubuh Kyungsoo yang menghambur ke pelukannya. Kyungsoo hanya terkekeh mendengar jawaban Chanyeol. Ya, sosok yang dipanggil Kyungsoo dengan sebutan Channie adalah Park Chanyeol, sahabat kecilnya dan kekasih Byun Baekhyun teman dekatnya.

"Kau, kenapa tidak memberitahuku kalau kau juga olahraga sore ini?" tunjuk Kyungsoo di wajah Chanyeol sambil memberengut lucu. Chanyeol hanya tersenyum lebar sambil mengusak pucuk kepala Kyungsoo.

"Mianhe, kukira kau tidur tadi, biasanya sehabis pulang sekolah kalau tidak ada kegiatan kau pasti tidur kan?" jawab Chanyeol

"Aku memang tidur, tapi aku sudah bangun awal Chanyeol." Rajuk Kyungsoo

"Arra, arra. Mianhe. Habis jogging, hmm?" Tanya Chanyeol lembut

"uhm. Channie sudah selesai bermain basketnya?" Tanya Kyungsoo sambil merebut bola dari tangan Chanyeol.

"Sebenarnya kalau kau tidak kemari, 5 menit lagi aku selesai Soo." Jawab Chanyeol sambil memperhatikan tingkah Kyungsoo yang kesusahan memasukkan bola ke ring.

"Ugh, ring nya tinggi sekali." Gerutu Kyungsoo sambil tetap berusaha memasukkan bola. Chanyeol yang gemas dengan Kyungsoo merebut bola dari tangan Kyungsoo dan memasukkan bola ke ring dengan sekali lemparan. Shoot, three point.

"Dasar pendek." Kyungsoo melotot mendengar ejekan Chanyeol.

"Yak dasar giant. Berikan bola padaku. Walaupun aku pendek aku tetap bisa bermain basket." Kyungsoo mulai mencoba merebut bola dari Chanyeol. Chanyeol hanya tertawa sambil menghalau pergerakan Kyungsoo merebut bola. Chanyeol terus mendribble bola untuk menghindar dari Kyungsoo. Chanyeol membawa Kyungsoo berputar putar disekelilingnya. Dengan tangan panjangnya dia tak perlu bersusah payah mengoper bola dari tangan satu ke tangan yang lain dengan sedikit gerakan kaki namun bagi Kyungsoo hal tersebut sudah membuatnya seperti anak ayam yang mengitari induknya.

Chanyeol benar benar tidak tahan melihat usaha Kyungsoo, hal itu membuat Chanyeol tertawa keras melihat ekspresi kesusahan Kyungsoo. Kyungsoo yang melihat itu semakin jengkel karena Chanyeol sama saja mengejeknya. Kyungsoo menyadari Chanyeol sedang lemah dengan tiba tiba Kyungsoo mengambil bola yang sedang di dribble Chanyeol yang sedang tertawa. Kyungsoo langsung membawa lari bola dan melempar ke ring beruntungnya Kyungsoo bola itu masuk dengan sukses. Chanyeol yang menyadari bolanya hilang dicuri Kyungsoo langsung mengejarnya namun Kyungsoo sudah terlanjur melempar bolanya.

"Yeaaayyy masuukk. Hahahaha. 2-0 Channie ku sayaang."Kyungsoo melonjak senang melihat ekspresi kaget Chanyeol. Chanyeol hanya ber smirk ria melihat tingkah Kyungsoo.

"Oke baiklah manis, kau ingin bertanding hmm. Aku datang sayaangg." Balas Chanyeol. Kyungsoo pun membalas smirk Chanyeol dengan kedipan mata dan mulailah mereka saling merebut bola. Chanyeol yang mulai sedikit serius dengan mudah mencetak angka. Kyungsoo yang tidak mau kalah juga bermain lebih serius namun apa daya perbedaan tinggi badan yang sangat signifikan menghambat perjuangan Kyungsoo dalam merebut bola.

"Sudah lelah cantik?" Goda Chanyeol sambil memdribble bola.

"Hosh, hosh, hosh. Kau... tidakkah...kau sedikit.. mengalah denganku Chan?"Tangan Kyungsoo bertumpu pada lututnya sambil mengatur nafas. Sungguh merebut bola dari tiang listrik bergerak seperti Chanyeol sangat menguras tenaga.

"Hei, kau yang mengajakku serius. Sudahlah terima saja kekalahanmu pendek. Skormi kalah jauh dariku 22-8 sayang. Hehehee" Chanyeol perlahan mendekati Kyungsoo yang sedang mengatur nafas sambil memdribble bola. DUK. Kyungsoo tiba tiba merebut bola dari tangan Chanyeol dan melempar bola itu ke ring.

"Sekarang 10-22 Chan." Kyungsoo ber-smirk ria kembali melihat ekspresi kaget Chanyeol.

"Yak, cebol. Kau curang. Aku kan sedang berbicara denganmu." Sungut Chanyeol tidak terima bolanya direbut begitu saja oleh Kyungsoo.

"Hahaha. Aku kira kau tau peraturan bahwa di dalam pertandingan tidak boleh mengobrol Channie. Kkkk" ejek Kyungsoo.

"Oooh, jadi kau menantangku, hmm?" Chanyeol kembali menguasai bola, namun kali ini Kyungsoo tidak tinggal diam. Kyungsoo mulai bermain curang dengan menarik kaos belakang Chanyeol atau dengan menggelitiki pinggang Chanyeol ketika Kyungsoo sedang berusaha merebut bola. Alhasil bola selalu berhasil dicuri oleh Kyungsoo. Kyungsoo hanya tertawa keras melihat Chanyeol frustasi melihat bolanya terus dicuri dengan cara yang licik.

"Kyungsoo! Berhenti bermain curang. Atau aku juga bisa lebih curang darimu?" sungut Chanyeol. Kyungsoo hanya menjulurkan lidahnya. Kyungsoo kembali membawa bola menjauhi Chanyeol sambil tersenyum riang. Chanyeol yang melihatnya hanya menggeleng-gelengkan kepala. Tak lama Chanyeol merasa ada butiran air yang jatuh membasahi dirinya. Ia mendongak dan tiba-tiba hujan turun.

"Soo-ya berhenti. Hujan turun. Nanti kau sakit. Yak! Kyungsoo." Teriak Chanyeol ditengah hujan.

"Gwaencanha Channie. Ayo lanjutkan. Sudah lama aku tidak bermain hujan. Hahahaha" tawa riang Kyungsoo diantara derasnya hujan. Kyungsoo terus berlari sambil membawa bola. Terkadang dia hampir terjatuh karena licinnya lapangan tapi Kyungsoo terus tertawa seolah olah tidak terjadi apa apa.

"Aaisshh anak ini. Omo omo, KYUNG HATI HATI, aigooo jantungku. Kyungsoo benar benar." Geram Chanyeol melihat kelakuan Kyungsoo yang sukses membuat jantungnya berdebar debar ketakutan. Chanyeol mulai menyusul Kyungsoo yang sedang melompat untuk memasukkan bola.

"Yeaayy masuuk. Aku hampir menyusul skormu Chan. Hehehe" polos Kyungsoo melihat Chanyeol yang berdiri di belakangnya.

"Noe micheoso? Bermain di lapangan licin berbahaya Soo-ya." ucap Chanyeol lembut.

"Aku akan berhati hati Channie. Geogjeong hajima, kajja kita lanjutkan bermain." Ajak Kyungsoo sambil mengambil bola. Chanyeol hanya bisa menghela nafas menghadapi keras kepalanya Kyungsoo. Lama lama chanyeol mulai larut dalam permainan Kyungsoo. Chanyeol mulai berusaha merebut bola dengan hati hati dari tangan Kyungsoo yang sedikit bermain curang. Kyungsoo yang menyadari Chanyeol akan merebut bola langsung membawa bola ke pelukannya dan membawa lari bola itu.

"Yaakk pendek jangan kau bawa lari bolanya. Dribble bolanya dribble. Yaaa curaang kau." teriak chanyeol yang melihat Kyungsoo membawa lari bola begitu saja. Kyungsoo hanya tertawa keras sambil terus berlari. Chanyeol ikut berlari mengikuti Kyungsoo.

"Berikan bolanya Kyung, berikan atau kuberi kau serangan gelitikan." ancam Chanyeol dibelakang Kyungsoo.

"Shireo."

"Ooh baiklah jika itu maumu cantik."

"Ahahahaha... yak Channie jangan menggelitikiku...ahahahahah...yaaaaa ini geli...ahahahaha...chan...ahahaha" Cganyeol terua menggelitiki Kyungsoo yang berada didepannya. Kyungsoo terus berontak dari dekapan Chanyeol. Karena Kyungsoo terus berontak keseimbangan Chanyeol agak terganggu didukung dengan licinnya lapangan maka serangan Chanyeol agak melemah. Memanfaatkan kelengahan Chanyeol, Kyungsoo langsung melepaskan diri dan berlari kedekat ring untuk melempar bola. Kyungsoo melompat dan bola masuk. Namun ketika Kyungsoo akan mendarat sepatunya tergelincir akibat licinnya lapangan dan Kyungsoo kehilangan keseimbangan.

"Oh shitt." Chanyeol langsung bergegas menangkap tubuh Kyungsoo yang limbung namun gerakan Chanyeol kurang cepat dan akhirnya BRUGH. Tubuh mungil Kyungsoo menimpa tubuh Chanyeol. Mata mereka saling beradu pandang lama beberapa detik, mereka terpaku dengan keindahan yang ada didepan mata mereka. Namun,

"Hatchiim." Kyungsoo bersin diatas tubuh Chanyeol dan langsung mengenai wajah tampan Chanyeol.

"Oh bagus pendek. Kau sudah menindihku dengan tubuh gemukmu sekarang kau bersin didepan mukaku. Terima kasih Kyungsoo sayang." Desis Chanyeol. Kyungsoo hanya terkekeh dan perlahan bangkit dari atas tubuh Chanyeol.

"Mian. Hehe. Apa sakit Chan?" Kyungsoo melirik siku Chanyeol yang digunakan untuk tumpuan tubuh mereka.

Chanyeol melirik sikunya sambil membersihkan kotoran yang menempel, "Hanya perih sedikit Soo. Gwaencanha."

"Kau yakin?" Kyungsoo sedikit meniup siku Chanyeol. Chanyeol yang melihat tingkah Kyungsoo hanya tersenyum tampan dan sedikit mengusak pucuk kepala Kyungsoo. Kyungsoo hanya menatap polos Chanyeol yang tersenyum tampan padanya.

"Jja, saatnya pulang. Kita sudah terlalu lama bermain air hujan Soo. Ingat besok kita masih mengahadapi ujian." Chanyeol menarik tangan Kyungsoo dan mereka mulai berlari menuju rumah Kyungsoo.

Sesampainya mereka di depan rumah Kyungsoo, Chanyeol menekan bel rumah Kyungsoo dan dijawab oleh bibi Jung.

"Duguseyo?" suara bibi Jung terdengar di intercom gerbang rumah Kyungsoo.

"Ahjumma, ini Chanyeol. Bisa bukakan pintu? Kami kehujanan." Jawab Chanyeol sambil merengkuh tubuh Kyungsoo yang sudah kedinginan.

"Aah, ndee. Silahkan masuk tuan muda." Ceklek. Chanyeol langsung masuk ke kediaman Kyungsoo. Di pintu depan bibi Jung sudah menyambut mereka dengan 2 handuk besar di tangannya. Chanyeol mengambil alih handuk yang ditangan bibi Jung dan langsung menyelimuti Kyungsoo.

"Tuan muda biar saya antar nona Kyungsoo ke kamar, tuan muda silahkan gunakan handuk ini untuk mengeringkan tubuh tuan muda. Silahkan gunakan kamar tamu jika tuan muda membutuhkan kamar mandi."

"Aah, ndee. Terima kasih ahjumma." Chanyeol menerima handuk dari bibi Jung dan membiarkan bibi Jung mengambil alih Kyungsoo. Bukannya bibi Jung tidak percaya Chanyeol, bahkan Chanyeol sudah dianggap putra sendiri oleh bibi Jung namun bibi Jung juga tidak tega melihat Chanyeol yang basah kuyup harus mengurusi Kyungsoo yang kedinginan. Chanyeol melangkah ke kamar tamu untuk membilas dirinya dengan air hangat agar demam tidak menyerang tubuhnya.

Kyungsoo turun dari kamarnya dan melihat bibi Jung sedang mengantar beberapa potong pakaian rumahan menuju kamar tamu. Kyungsoo mengeryit keheranan lalu bergegas turun untuk menghadang bibi Jung.

"Ahjumma, mau dibawa kemana pakaian Sehun?"

"Ahh, nona sudah selesai mandi? Ini untuk tuan Chanyeol nona. Beliau sedang membersihkan diri di kamar tamu dan pakaiannya basah semua. Saya pikir baju tuan Sehun bisa sementara dipakai tuan Chanyeol dulu untuk ganti. Kenapa nona?"

"eoh? Channie masih disini ahjumma? Yasudah biar aku saja yang mengantar bajunya, ahjumma tolong siapkan sesuatu yang hangat untuk kami ya. Di taruh di depan TV saja." Kyungsoo langsung mengambil alih baju yang telah disiapkan. Bibi Jung hanya bisa patuh dan kembali ke dapur untuk membuatkan pesanan nona mudanya ini.

Tok..tok..tok..

"Channie, kau didalam?" Kyungsoo mengetuk pintu kamar untuk meminta ijin masuk namun tidak ada jawaban. Kyungsoo kembali mengetuk pintu dan tetap tidak ada jawaban. Kyungsoo menempelkan telinganya di dinding pintu dan merasa tidak ada suara didalam.

"Chan aku masuk yaa." Kyungsoo membuka pintu secara perlahan dan dihadapkan dengan suasana kamar yang kosong. Namun dari arah kamar mandi terdengar suara gemericik air.

'aah masih di kamar mandi ternyata.' Pikir Kyungsoo. Kyungsoo melangkah masuk ke kamar dan meletakkan baju yang tadi dibawanya ke atas tempat tidur. Ketika Kyungsoo akan meletakkan baju terdengar suara pintu yang terbuka, Kyungsoo sengaja tidak balik badan karena dia pikir itu Chanyeol yang keluar dari kamar mandi.

"Chan aku siapkan kaos dan celana untukmu. Ini milik Sehun yang tertinggal disini. Sepertinya ukurannya hampir sama denganmu, maaf jika sedikit kekecilan." Kyungsoo menata baju yang telah dia siapkan tadi. Tanpa dia sadari Chanyeol perlahan-lahan berjalan kearahnya dan berhenti tepat dibelakangnya.

"Chan kau mendengarku tidak?" Tanya Kyungsoo tetap dengan posisi membelakangi Chanyeol. karena tidak kunjung mendapat jawaban dari Chanyeol, Kyungsoo pun balik badan dan mengahdap Chanyeol.

Hal yang pertama kali Kyungsoo lihat adalah dada bidang yang sangat seksi. Perut yang terkotak-kotak dengan sempurna. Lengan yang berotot namun tidak terlalu besar sangat proposional dengan dada yang bidang. Pinggang dengan garis V yang sangat seksi terbalut oleh sehelai handuk putih menutupi sesuatu yang mungkin lebih seksi dari apa yang ter-ekspos.

Kyungsoo terpaku dengan pemandangan Chanyeol yang keluar dari kamar mandi hanya berbalut handuk putih menutupi area pribadinya. Chanyeol yang menyadari Kyungsoo sedang memperhatikan tubuhnya hanya terkekeh tak lupa dengan smirk mesumnya.

"Aku tau aku seksi, tapi mau sampai kapan kau mengobservasi tubuhku Kyung?" Chanyeol perlahan mendekati Kyungsoo yang terbengong sambil berkacak pinggang. Kyungsoo yang tersadar oleh suara Chanyeol langsung menunduk menyembunyikan rona merah di pipinya.

"A-a-aku tidak melihat apapun." Kyungsoo membalikkan badannya sambil tetap menunduk. Ugh, saat ini dia merasakan seluruh wajahnya panas karena malu. Chanyeol yang mendengar Kyungsoo tergagap hanya terkekeh dan mendekatkan wajahnya di pundak kiri Kyungsoo.

"Jadi, lebih seksi milik siapa? Milikku atau milik Kai, hmm?" bisik Chanyeol di telinga kiri Kyungsoo. Nafas Chanyeol yang berhembus di telinga Kyungsoo membuat Kyungsoo sedikit berjengit geli.

"Te-tentu saja milik Kai, huh." Kyungsoo mencoba mengatur nafasnya agar tidak terlihat gugup di depan Chanyeol.

"Aah, benarkah?" Chanyeol kembali menggoda Kyungsoo yang mati-matian menahan desahan karena saat ini belakang telinga kiri Kyungsoo sedang ditiup lembut oleh Chanyeol. Jemari tangan Kyungsoo saling bertautan dan saling meremas. Kyungsoo meremas tangannya sendiri ketika dia sedang gugup. Chanyeol yang menyadari Kyungsoo sedang gugup luar biasa memundurkan kepalanya dan tertawa terbahak-bahak.

"Hahahaha… ya tuhan Kyungsoo lihat wajahmu, hahahaha lucu sekali… hahaha" Chanyeol tertawa sambil memegangi perutnya yang sakit karena terlalu banyak tertawa. Kyungsoo yang menyadari hanya digoda oleh Chanyeol langsung berbalik dan memukul lengan Chanyeol yang sedang tertawa.

"Aww." Chanyeol meringis sambil memegangui sikunya.

"Aah, mian. Aku tak sengaja Chan mengenai lukamu. Salahmu sendiri kenapa mengerjaiku." Sungut Kyungsoo sambil mempoutkan bibirnya.

"Hehehe, mianhe. Lagian kau sendiri yang mulai, kau seperti tak pernah melihat tubuhku saja. Dulu saja kita sering mandi bersama." Jawab Chanyeol sambil meniup-niup sikunya yang lecet.

"I-itu kan berbeda. I-itu kan dulu, Chan." Jawab Kyungsoo lirih

"Arraseo. Mianhe. Sekarang bisakah kau keluar dulu? Aku ingin berganti pakaian, atau kau ingin melihatku ganti baju hmm?" goda CHanyeol

"Yaak dasar mesum. Baiklah aku tunggu di depan TV." Sungut Kyungsoo sambil berlalu dari kamar. Chanyeol kembali tertawa melihat tingkah Kyungsoo yang malu-malu itu.

Kyungsoo bergegas keluar kamar dan mengambil nafas sebanyak-banyaknya. Digoda seperti itu oleh Chanyeol membuat dia sedikit kesusahan bernafas. Kyungsoo melangkah ke dapur untuk mengambil kotak obat. Ketika Kyungsoo kembali ke ruang TV Chanyeol sudah duduk manis menonton TV sambil memeluk toples berisi makanan. Kyungsoo merebut toples dari pelukan Chanyeol dan menaruhnya di meja. Chanyeol melempar tatapan 'apa maksudmu?' kepada Kyungsoo namun hanya diacuhkan oleh Kyungsoo.

"Berikan tanganmu." Perintah Kungsoo. Chanyeol memberikan tangannya tanpa melihat Kyungsoo. Dia lebih memilih memperhatikan acara televisi. Kyungsoo mulai membasahi kapas dengan alcohol untuk membersihkan luka Chanyeol.

"Aww. Pelan-pelan Kyung. Perih tau." Sungut Chanyeol. Chanyeol meringis menahan perih. Kyungsoo berdecak malas melihat respon Chanyeol namun melanjutkan dengan lebih pelan-pelan sambil sesekali meniup-niup luka Chanyeol.

Kyungsoo kembali serius dengan luka Chanyeol dan tidak menyadari bahwa Chanyeol mulai memperhatikan Kyungsoo. Chanyeol terus memperhatikan Kyungsoo sampai tidak sadar bahwa luka yang berada di tangan lain mulai diobati oleh Kyungsoo.

"Ini harus segera diobati, supaya tidak menjadi infeksi. Kau kan atlet kalau luka ini menghalangi pergerakanmu bagaimana? Lagian Baekhyun pasti akan heboh kalau dia tau sikumu terluka. Chaa~ sudah selesai, besok pasti sudah kering." Kyungsoo merasa Chanyeol diam saja langsung mengangkat kepalanya dan langsung bertubrukan dengan manik hitam Chanyeol.

Mereka saling bertatap-tatapan satu sama lain. Chanyeol perlahan namun pasti mulai memajukan wajahnya. Kyungsoo pun diam tak melawan. Lama- kelamaan mereka mengikis jarak yang tersedia diantara mereka. Kyungsoo yang menyadari jarak mulai menipis mulai menutup matanya, dia pun mulai merasakan nafas hangat Chanyeol berhembus di wajahnya. Chanyeol yang mendapat respon seperti itu, semakin mendekatkan wajahnya dan mulai memiringkan kepalanya. Tinggal sedikit lagi bibir ranum Kyungsoo berhasil dirasakannya sampai,

Drrrt…drrtt…..

Kyungsoo terlonjak kaget karena getaran handphone Chanyeol bergetar keras di meja kaca depan mereka. Kyungsoo langsung menjauh dari Chanyeol dan mulai menyibukkan diri dengan membereskan kotak obat. Chanyeol hanya mampu menundukkan kepalanya frustasi dan mengambil handphone-nya untuk melihat siapa pengganggu yang telah 'beruntung' telah menggagalkan acara 'hampir' berciumannya dengan Kyungsoo.

Chanyeol mengernyit heran melihat nama Kris hyung terpampang di layar handphone-nya. Tanpa menunggu lama Chanyeol langsung mengangkat panggilan dari Kris hyung.

"Yeobosseyo, ne hyung."

"Dirumah Kyungsoo, wae?" Kyungsoo yang mendengar namanya di sebut menoleh ke Chanyeol. Chanyeol yang menyadari Kyungsoo menatapnya mengucapkan nama Kris hyung tanpa suara. Kyungsoo yang menangkap respon dari Chanyeol hanya mengangguk mengerti dan melanjutkan menata kotak obat.

"Aah, arra. Sebentar lagi aku akan pulang. Kau santai saja disitu."

"Heum, arraseo."

Piip

"Kyung, aku pulang ya. Kris hyung sudah menungguku untuk membahas formasi strategi untuk pekan olahraga besok. Kau kutinggal sendiri tak apa kan?"

"Tak apa, kan ada bibi Jung. Pulanglah mumpung hujan sudah mulai berhenti. Kalau kau ingin meminjam payung ambil saja di dekat pintu."

Chanyeol mengangguk dan menghampiri Kyungsoo yang masih duduk. Chanyeol mengusak kepala Kyungsoo sambil tersenyum.

"terima kasih telah merawat lukaku. Kau jangan lupa makan dan minum obat. Jangan sampai jatuh sakit mengerti."

"Eum. Jangan khawatirkan aku. Cepatlah pulang kasihan Kris oppa menunggu. Kau juga jangan lupa minum vitaminmu. Arra!" Kyungsoo memasang tampang garang namun hasilnya malah terlihat menggemaskan di mata Chanyeol.

"Arra." Chanyeol terkekeh dan mencium puncak kepala Kyungsoo. Wajah Kyungsoo merona karena perlakuan Chanyeol. Chanyeol kembali tertawa kecil melihat wajah menggemaskan Kyungsoo.

"Aku pergi."

"Hmm, Hati-hati, Channie." Chanyeol bergegas pulang meninggalkan Kyungsoo yang masih bersemu merah. Kyungsoo melihat punggung tegap Chanyeol perlahan menjauh sampai dan tak terlihat. Kyungsoo menghela nafas dan mulai senyum-senyum sendiri mengingat kejadian barusan. Namun kesenangan Kyungsoo sedikit terusik dengan bunyi handphonenya.

Kyungsoo melihat layar handphonenya dan terlihat nama Kai yang sedang menghubunginya. Senyum Kyungsoo semakin lebar mengetahui sang kekasih menghubunginya dan tanpa pikir panjang Kyungsoo langsung mengangkat panggilan kekasih hitam(?)nya itu.

"Jonginiee." Teriak Kyungsoo kegirangan. Di seberang sana Kai hanya terkekeh mendengar suara ceria Kyungsoo.

"Jonginie boghosippo." Ujar Kyungsoo imut sambil mengerucutkan bibirnya. Dan tak lama kemudian Kyungsoo larut dalam pembicaraan penuh cinta dengan kekasihnya. Namun ketika panggilan sedang berlangsung ada pemberitahuan pesan masuk. Kyungsoo melihat dari layar notifikasi bahwa Chanyeol-lah sang pengirim pesan mengabari bahwa dia sudah sampai rumah.

Kyungsoo sejenak terpaku dan kembali teringat dimana mereka hampir berciuman tetapi suara Kai membuyarkan lamunannya. Kyungsoo tersenyum mendengar suara khawatir Kai.

"Jonginie, saranghae." Jonginie mianhe, lanjut Kyungsoo dalam hati.

TBC


Notes:

Haiii... udah pada megang kantong kresek kan? Okeyy silahkan muntahkan isi perut kalian gara-gara baca chapter 3 ini hahaha

Pertama aku mau minta maaf banget buat semua reader(s) yang udah mau nungguin (atau gak ada) ff ini. Iya aku sadar ini udah latepost banget yang rencananya tiap minggu mau update tapi apa daya selain kesibukan 'mangkal' di RL, Ken juga kena WB T.T palagi cengcengan tau aku bikin ff malah responnya dingin bgt -,- kan jadi gak semangaat. Tapi buat seterusnya janji deh diusahain fast update aku juga gakmau punya utang sama kalian jadi minta semangatnya yaa *keliatan bgt jones* -_-

Ini ngomong-ngomong mau dilanjut gak? Agak ragu sih ngeliat yang review dikit walaupun aku bersyukur setengah mati dan bahagia banget ada yang mau ngereview tapi tetep aja kalo reader(s) gak pengen ini dilanjut bakal aku delete ASAP.

Oh ya sebenernya aku ada draft cerita baru, cast-nya masih Exo ya maklum Exo-L sih ya hehehe. Cuma yang satu pairingnya sama "yourself" jadi kek imagine imagine gitu. Disini ada yang suka gak yaa? Takutnya ntar aku dikira BIM lagi, haha padahal mah Kaisoo Hard Shipper *eh wkwkwk. Terus yang satunya masih bingung mau dibikin Yaoi apa GS. Minta saran dari temen-temen semua yaa :*

Teruss ...

BIG THANKS FOR YOUR REVIEW:

(anaknya chansoo)(Arifahohse)(DKSlovePCY)(JonginDO)(MollyKim)(NopWillineKaisoo)

MAKASIH JUGA YANG UDAH FAVORITE DAN FOLLOW CERITA INI. I LOVE YOU SO MUCH bbuing~ bbuing~

makasih juga buat silent reader(s) jangan lupa tobat yaa hahahaha

Last... mind to review?