Chapter 4
Speed of Destiny
Naruto milik Masahi Kishimoto
Rated : T
Genre : Friendship/Family
"Ups! Sepertinya flumu kambuh lagi Naruto?" Tanya Minato sambil meringis getir melihat anak semata wayangnya flu lagi.
"Hatching! Ini gara-gara Tou- hatching!–san." Tuduh Naruto sambil mengelap ingus yang mulai keluar lagi.
"Aduh, sepertinya tambah parah saja. Lebih baik kita segera masuk keruanganku, kau segera istirahat saja oke! Asisitenku akan segera menemanimu, kau tidak apa-apa ayah tinggal? Soalnya ayah harus menyelesaikan beberapa pekerjaan." Perintah Minato sambil menarik anaknya yang masih berusaha mengusap ingus yang tak mau berhenti.
Merasa kondisi badannya tidak fit Naruto hanya menurut saja lalu masuk ke ruangan ayahnya. Naruto segera beristirahat setelah dia mendapat secangkir coklat panas. Selang beberapa saat kemudian dia terbangun. Waktu menunjukkan pukul 05.30 pagi, ayahnya terlihat sudah rapi, pertanda mereka akan pulang. Naruto memang sudah terbiasa datang kerumah sakit tengah malam, pulang pagi untuk sekolah karena sering membantu ayahnya mengantarkan file-file medis, atau obat yang memang terkadang dibutuhkan saat darurat. Baginya bisa berguna bagi orang lain itu sangat menyenangkan meski terkadang jengkel juga bila keadaannya sedang buruk atau cuaca tidak baik. Bagusnya kali ini dia dalam kondisi dua-duanya.
"Bagaimana kondisimu Naruto?" Tanya ayahnya dengan lembut sambil memeriksa keadaan Naruto.
"Yeah, sudah sedikit lebih baik dari tadi malam." Jawab Naruto sambil merasakan aliran udara yang kini sedikit bisa dia hirup.
"Maafkan ayah Naruto, gara-gara ayah kau harus sakit lagi," kata Minato dengan pandangan maaf sambil menepuk bahu anaknya.
"Tidak apa ayah, memangnya ayah mau wanita seperti Ibu keluar malam-malam. Terlalu berbahaya, lagi pula aku ini anak laki-laki. Aku harus bisa melindungi Ibu." Ujar Naruto ceria sambil nyengir untuk menunjukkan dia itu kuat.
"Aku juga tidak bisa membayangkan jika yang mengantar barangku macam Ibumu," komentar Minato bergidik ngeri. "Kalau Kushina yang mengantar, yang ada akan rusak semua." Batin Minato miris membayangkan hal itu.
Sementara itu, Naruto jelas tidak mau komentar. Takut terkena karma membicarakan ibunya.
Naruto segera beres-beres untuk pulang. Dia segera mengekor dibelakang ayahnya yang berjalan di depan. Dia kini menunggu diparkiran, menunggu mobil warna putih ayahnya berhenti di depannya.
Beberapa saat kemudian mobil putih itu berhenti, dia segera masuk kedalam.
"Kunci mobil Ibu kuberikan pada Yamato-Niisan," ujar Naruto memberi pernyataan pada ayahnya. Naruto biasa berangkat ke rumah sakit membawa mobil sendiri tetapi kalau pulang dia selalu ikut mobil ayahnya. Sebenarnya ayahnya sudah mengizinkan Naruto memakai mobil sendiri, bahkan ayahnya juga sudah membelikan mobil pribadi untuknya. Namun entah mengapa Naruto masih saja enggan bepergian dengan mobil sendiri.
"Oh, ya. Tumben pakai mobil Ibu." Komentar Minato pendek tanpa menoleh pada Naruto karena sedang menyetir.
"Mobilku kemarin belum sempat dicek keseluruhan. Kebetulan kemarin aku baru saja selesai cek mobil ibu. Jadi aku pakai yang sudah pasti aman." Jawab Naruto sambil memandangi jalan raya yang masih tampak lengang.
"Dasar kau ini, tuan aman! Eh, salah julukkanmu sekarang kutambah jadi tuan merepotkan." Kata Minato sambil tertawa kecil pada anaknya. Menurutnya anaknya ini bukan maniak atau apa tapi lebih mirip paranoid yang anehnya standar aman yang dipakai hanya berlaku untuk dirinya sendiri.
"Hei-hei, jangan menjulukki anakmu seenaknya sendiri dong. Memangnya aku ini merepotkan siapa?" Tanya Naruto sambil mendelik marah pada ayahnya.
"Jangan lupakan Yamato yang setia membawa mobil bawaanmu ke rumah. Asal kau tahu, aku terkadang tidak enak padanya gara-gara mobil yang kau bawa tapi tidak pernah kau bawa pulang sendiri." Terang Minato menjelaskan asal muasal julukkannya.
"Hei sudah cukup aku menjadi anak nakal karena Ayah," jawab balik sambil cemberut menggembungkan pipinya. Melihat respon Naruto tentu Minato semakin terkikik tidak jelas.
"Anak nakal? Tidak ada orang tua yang menjerumuskan anaknya dalam kemaksiatan Namikaze Naruto." Ujar Minato penuh penekanan.
"Siapa bilang. Ayah membuatku melanggar peraturan. Pertama mengizinkan anak dibawah umur menyetir mobil sedangkan aku baru 16 dan aku belum punya SIM. Kedua menyuruh anaknya ngebut, dengan alasan darurat. Ketiga-eh ketiga apa ya?" Tanya Naruto balik pada Minato dengan ekspresi polos.
"Ha ha ha ha, tuh kan kau tidak bisa melanjutkan. Kau itu ada-ada saja!" Ujar Minato diiringi tawa lepas.
"AYAH, aku serius!" Bentak Naruto marah.
"Ah, iya-ya!" Timpal Minato sekenanya.
.
.
.
Konoha Gakuen
Hari ini jam pelajaran Kimia dari Sensei Kurenai sedang kosong. Siswa kelas XI-B memilih untuk berada di luar kelas. Ada yang di kantin, ada yang tetap di kelas dan ada balkon sekolah. Sasuke dan kawan-kawan memilih berkumpul di balkon dengan kesibukkan masing-masing. Ada Naruto yang sedang mojok sendiri gara-gara nanti ada ulangan Biologi setelah jam Kimia. Kemudian ada kelompok cewek yang lagi asyik ngrumpi tidak jelas. Kelompok cowok sendiri terpisah menjadi dua, Shikamaru, Gaara dan Sasuke sedang berbincang serius, sisanya malah main kartu.
Naruto sedang komat-kamit menghafalkan beberapa materi. Dia mencoba mulai membaca dan melafalkan.
"Sel sebagai unit terkecil dari kehidupan. Struktur sel terdiri atas membran, sitoplasma, dan organela. Sitoplasma adalah cairan sel, tempat organela berada. Organela meliputi nukleus, retikulum endoplasma, ribosom, badan golgi, lisosom, mitokondria, kloroplas, vakuola, dan plastida." Gumam Naruto. Tapi hafalannya harus terganggu gara-gara mendengar diskusi antara Gaara, Shikamaru dan Sasuke yang samar-samar terdengar.
"Apa kau menemukan perkembangan terbaru Gaara?" Tanya Shikamaru dengan wajah amat penasaran.
"Nihil, ketua hanya menceritakan dia itu misterius. Untuk sekarang menjadi rahasia umum saja." Jawab Gaara sambil memakan roti yang dia comot dari bekal anak cewek.
"Sama saja, dia membuatku penasaran!" Geram Sasuke dengan nada dingin.
Begitulah dia sedikit mendengar percakapan mereka. Itu membuatnya kurang konsentrasi. Kali ini dia mulai membaca agar lebih baik.
"Dinding sel, kloroplas, vakuola, dan plastida hanya ada dalam sel tumbuhan. Nukleus berfungsi untuk mengatur segala macam aktivitas dalam sel." Kata Naruto agak keras. Tapi tetap saja dia tidak dapat memproses otaknya untuk menghafal karena ocehan teman-temannya mengganggu. Lama kelamaan dia tidak tahan.
"Pelankan sedikit suara kalian, aku sedang belajar nih!" Omel Naruto sambil tunjuk-tunjuk buku biologi yang kalau dibaca semua bikin puyeng.
Seketika itu mereka langsung menatap Naruto sesaat tapi mereka tampak tidak peduli. Hanya Hinata seorang yang melayangkan pandangan maaf pada Naruto.
Naruto makin heran dengan sikap teman-temannya yang menunjukkan keganjilan. Heran juga karena hari ini dia belum menerima ejekkan satu pun dari temannya. Sedikit berfikir, kemudian mulai menganalisa akhirnya bisa menyimpulkan sesuatu. Bila teman-temannya bersikap seperti ini pasti gara-gara balapan mereka kalah atau mendapat musuh baru. Naruto hanya mengelengkan bahu, lalu melanjutkan menghafal walau sudah jelas hasilnya. Gagal Total.
Diskusi Shikamaru-Gaara-Sasuke
Di balkon sekolah tampak beberapa anak yang mencoba melepas penat disela-sela pelajaran. Ketiga cowok yang jelas tidak perlu diragukan ketampanannya sedang berpikir keras. Bukan sedang memecahkan suatu masalah melainkan mereka sedang membuat penyelidikan mengenai pengemudi mobil yang berhasil menarik perhatian mereka. Sebagai anak muda yang sedang ingin menunjukkan jati diri, tentu menemukan hal yang baru adalah hal yang prestisius. Saat perbincangan itu, Gaara juga mengungkapkan temuannya tentang seseorang yang berhasil lepas dari pengejaran Gaara di bawah hujan.
"Situasi ini makin menarik saja. Kalau berita ini sampai jadi isu hangat, pasti pihak klub dari luar akan beramai-ramai mencarinya." Kata Sasuke sambil memandang Shikamaru si ketua Konoha Class yang tampak tumben ikut serius.
"Ini merepotkan saja." Gumam Shikamaru menguap pertanda mengantuk.
"Asal kalian tahu, rasanya aku familiar dengan mobil itu. Sepertinya aku sudah sering melihat mobil itu, tapi dimana?" Tutur Gaara sedikit frustasi, dia kesal tidak dapat mengingatnya.
"Kau harus tenang Gaara, jernihkan fikiranmu dulu. Pasti akan ada petunjuk, yang aku tidak mengerti kenapa dari tipe mobil dan warna semuanya berbeda, apakah mereka orang yang sama? Lalu apa motif dia memunculkan dirinya seperti itu?" Tanya Shikamaru berspekulasi lebih jauh.
"Yang jelas dia itu penduduk Konoha karena hanya penduduk Konohalah yang mengerti medan jalanan itu. Bagaimana kalau kita tunggu sampai isu menyebar dan menghangat. Akankah dia berani muncul lagi?" Ujar Sasuke mantap. Dalam benaknya dia sungguh berharap beradu langsung dengan si pengengemudi misterius. Dia ingin menjajal seberapa hebat si misterius itu.
.
.
.
Malam Kencan Naruto-Hinata
Waktu menunjukkan pukul 07.20 pm, Sasuke cs telah berkumpul di tempat yang dijanjikan. Hanya tinggal menunggu Naruto saja maka acara akan segera dimulai.
"Dimana sih si Naruto? Perjanjiannya jam 07.00, ini sudah lebih dari 15 menit." Keluh Ino sambil mondar-mandir di depan mobilnya.
"Sabarlah Ino-chan. Naruto-kun pasti datang." Kata Hinata menenangkan, dia merasa tidak enak membuat teman-temannya menunggu.
"Sabarlah Ino-pig. Naruto itu bukan tipe yang ingkar janji." Ujar Sakura dari samping Sasuke. Kali ini Sakura mengenakkan celana jenas soft pink dengan atasan hem santai berwarna putih. Meskipun begitu dia tampak cantik.
"Kalau begitu lakukanlah sesuatu." Perintah Ino tidak sabar sambil berkacak pinggang
"Biar aku telfon." Sahut Gaara yang ternyata mencemaskan Naruto juga. Dia sampai berfikir jangan-jangan terjadi sesuatu pada teman blondenya satu ini.
"Tut….Tut….Tut…." Gaara berusaha menghubungi Naruto.
Belum juga diangkat dari arah selatan tampak mobil berwarna coklat caramel melaju pelan kearah mereka. Fokus Gaara saat itu juga tersita dan ingatannya tentang mobil yang menyalipnya merasuk begitu saja dalam pikiran.
Itu mobil milik Ibu Naruto dan sangat mirip dengan mobil yang ditemuinya di bawah hujan beberapa hari lalu.
Mobil itu berhenti, dari dalam muncul sosok Naruto. Pemuda pirang dengan cengiran bodohnya.
"Ibu nanti aku pulang bersama Hinata-chan. Salamkan pada ayah aku pulang telat," Kata Naruto begitu keluar dari mobil lalu melambaikan tangan.
"Oke!" Kata kushina riang.
"Anak-anak titip Naruto ya!"
"Baik, bibi!" Kali ini Sakura yang menjawab dengan tersenyum manis sebagai perwakilan. Begitu mobil ibu Naruto menghilang Naruto berbalik melihat teman-temannya yang justru tertegun.
"Kalian kenapa?" Tanya Naruto bingung memandangi teman-temannya.
Bersambung
Thank to
Natsuya32, namikaze shira, Guest, ca kun, Dey chan
Untuk itu demi kemajuan dalam segala hal mohon kritik dan saran untuk memperbaikinya. Mohon maaf jika masih banyak kekurangan.
Mind to Review?
